I Hate You Because I Love You

Standar

I hope he know about it, about my feeling

Cast: Choi Minho, Kim Jaerin, Choi Jira, Kim Jonghyun, Key

PG: 13

Genre: Friendship, Romantic

 

Aku menunggu oppaku menjemputku. Seharusnya sepuluh menit yang lalu dia sudah sampai. Lalu aku melihat anak yang membawa bola basket. Aku ingat hari ini ada ekskul basket. Selain itu aku jadi teringat seseorang. Seseorang yang kukenal tiga setengah tahun yang lalu.

Saat itu aku tak menyadari akan perasaanku yang sebenarnya. Hingga suatu hari ia pergi dari hadapanku. Entah kenapa aku ingin sekali bertemu dengannya dan aku selalu merindukannya. Tapi kemana ia menghilang saat ini juga aku tak tahu. Aku sungguh menyesal kenapa harus bermusuhan dengannya. Sekarang aku seperti orang gila, tak dapat tenang tanpanya, selalu bengong karena memikirkannya.

“Jaerin-ah! Jae!!! Jaerin!!” seseorang namja meneriakiku.

Sontak akupun terkejut. Ternyata oppaku. Aku mengomelinya karena dia lama sekali. Ternyata dia baru dari salon untuk potong rambut.

Aku menatap laptopku hingga layarnya berubah menjadi hitam dan muncul gambar-gambar dari dokumentku. Aku tak mendapatkan inspirasi buat cerita. Cerita yang nantinya akan diseleksi untuk dipentaskan dalam ajang pentas seni.

Lalu akupun beranjak dari tempat tidurku. Aku berjalan meninggalkan kamarku. Aku pusing memikirkan cerita apa yang akan dibuat untuk teater. Lalu, aku menabrak pigora yang tergeletak di tengah jalan. Dan akupun terjatuh. Eommaku yang sedang membersihkan gudang mengomeliku karena tidak berhati-hati. Aku hanya bisa diam.

Aku penasaran dengan benda yang telah membuatku terjatuh. Kemudian aku mengambilnya. Ada secarik kertas menutupi kaca pigora itu yang bertuliskan kata ‘Lebih baik seperti ini’. Aku tak tahu apa maksudnya. Aku merobek kertas itu hingga aku dapat melihat foto dalam pigora itu. Aku sangat terkejut.

 Eommaku menjelaskan bahwa itu benda dari Key, tetangtidaku dulu di Busan. Aku tak mau menerimanya karena aku kira itu pasti jebakan yang dibuat oleh Minho. Key lebih memilih membela Minho dari pada aku yang sudah lama menjadi tetangganya. Mama masih menyimpannya karena tidak enak membuangnya.

Aku kembali ke kamarku. Aku pandangi foto itu. Foto aku dengan Minho. Aku mengingat ngingat kapan foto ini diambil. Lalu aku teringat. Saat itu aku sedang sibuk membaca naskah di depan ruang teater yang belum di buka. Aku duduk menghadap lapangan basket. Memang ada beberapa namja main basket sambil menunggu ekskul dimulai. Aku tidak memenyangka jika anak yang istirahat di sampingku setelah lelah bermain itu adalah Minho. Biasanya ia mengejekku dengan panggilan kitty dan cengeng. Tapi siapa yang memotret? Jangan-jangan Key. Ia yang memberikan bingkisan ini buatku. Tapi sepertinya tidak mungkin. Dia tidak bisa motert foto sebagus ini. Lalu aku teringat sama Jonghyun si fotografer. Tak jarang ia menjual hasil jepretannya ke teman-teman satu sekolahnya. Tapi mengapa ia momotert  aku ama Minho yach?

Langsung saja aku membuka album kenangan SMPku dan mencari biodata bernama Kim Jonghyun. Ku lihat nomer Hpnya dan akupun menghubunginya.

Ternyata benar ia yang memotretku waktu itu. Key menyuruhnya. Aku menanyakan padanya apa ia menjual fotoku itu. Ternyata ia tidak pernah menjual foto yang diambil diam-diam. Lalu Jonghyun meminta alamat e-mailku. Katanya berikan saja nanti aku tahu sendiri.

Kemudian ku buka e-mailku. Ada e-mail dari orang yang bernama Jonghyun Kim. Topiknya ‘Memories’. Lalu ku buka dan waow. Ia mengirimkanku beberapa foto. Foto diriku dengan Minho. Dari kami yang diam diaman, saling ngejek, ada juga yang waktu bertengkar hebat. Lalu aku membalas e-mailnya.

Aku mengomelinya yang mengambil fotoku diam-diam bersama Minho. Karena kecerobohanku Jonghyun mengetahui bahwa aku mencintai Minho.

Jonghyun mengatkan bahwa Minho juga berada di Seoul sama sepertiku. Lebih hebohnya sekolah Minho sama denganku. Tapi aku tak pernah melihatnya. Jonghyun mengetahui hal tentang Minho kini dari Key. Ia satu skul ma Key. Dan sampai kini Key masih saling kontek ama Minho. Lalu aku meminta Jonghyun untuk tidak mengatakan perasaaanku sama Minho termasuk Key.

Aku menceritakan yang terjadi padaku hari ini. Dan akhirnya ia memberikan inspirasi cerita untuk seleksi. Dia memang baik.

Pulang sekolah aku langsung menuju ke ruang teater buat nyetor cerita. Tiba-tiba, sebuah bola basket hampir saja mengenaiku.

“Woi! Bola basketnya!” triak salah seorang anak yang ada di lapangan basket.

Aku menatapnya dan alangkah terkejutnya aku. Dia Minho duh aku jadi salting.

“Hei! Tidak profesional banget sich. Nge-shoot aja sampai kena orang lain.”

“Apa orang? Tidak salah yach? Kamu kan kucing kecil alias kitty? Kok ntidaku-ntidaku jadi orang? Aneh banget dech.”

Duh mulai nich percekcokan. Kata Jonghyun aku harus sabar. Ya udahlah aku tidak peduliin tuh babon. Aku pengin cepat-cepat ke ruang teater.

“Dasar babon jelek menyebalkan.”

Lalu aku pergi  meninggalkannya bersama kawan-kawannya. Aku tak berani melihatnya. Mungkin dia tidak akan pernah mencintaiku. Aku seperti orang bodoh jika seperti ini.

Jira bertanya padaku soal aku yang beradu mulut dengan Choimin. Namja yang dari dulu jadi idola para cewek. Sampai kini aku tidak tahu jelas bagaimana wajahnya. Jira pernah memeberi tahuku waktu MOS tapi Choimin cepat menghilang. Terlebih lagi semenjak peristiwa MOS dia jarang keluar waktu istirahat. Dia lebih memilih di dalam kelas dan menyuruh salah sahabatnya untuk membelikan sesuatu. Yah itulah resikonya jadi idola.

Ternyata Choimin yang dimaksud Jira adalah Minho. Sejak masuk SMPnya Jira dulu. Minho dipanggil Choimin. Aku tidak menyangka. Lalu aku jelasin kenapa aku aduh mulut sama Minho.

Akhirnya Jira tahu kalo Minho adalah teman SMPku waktu kelas tujuh. Dan ia juga tahu kalo hubunganku dengannya tidak seberapa baik. Tapi ia heran dengan sikapku yang terlalu bersemangat dan banyak omong jika membicarakan Minho. Dia sempat curiga padaku. Dia juga menceritakan bahwa Minho juga terlihat aneh. Jarang ia berbicara dengan cewek meski itu cuma mengejek dan mencari masalah dengan yeoja.

Akhir-akhir ini aku sering bertemu dengannya. Aku sibuk buat latihan teater. Cerita buatanku bakalan di dramakan untuk acara pensi awal semeater besok. Aku tidak kebagian peran malah aku yang jadi sutradaranya. Itu lebih baik. Minho juga sering latihan basket setiap pulang sekolah. Tak jarang banyak sang penggemar yang menontonya latihan. Padahal cuma latihan tapi suasananya seperti ada lomba.

Ku lihat arlojiku, ternyata jam empat sore. Aku keluar dari ruang teater yang sudah sepi. Aku melintasi lapangan basket yang ramai dengan fansnya babon jelek. Tiba-tiba saja sebuah bola mengenai kepalaku. Aku sedikit pusing. Seseorang memanggi manggil namaku. Dan aku tak tahu lagi apa yang terjadi.

Saat ku tersadar aku menyadari berada di suatu ruang kelas. Ku lihat arlojiku. Sudah jam setengah lima sore. Lalu sebuah suara menanyakan keadaanku dan itu adalah Minho. Pertanyaannya bertubi-tubi aku tak tahu harus menjawab apa. Aku hanya berkata bahwa aku baik-baik saja. Aku tak menyangkah Minho begitu perhatian denganku. Ia ingin mengantarku. Aku menolaknya tapi ia bersih keras ingin mengantarkanku. Aku tak tahan lagi jika harus adu mulut dengannya. Akhirnya dia mengantarkanku pulang dengan honda jazz birunya.

Semenjak peristiwa itu, ia sering memaksa mengantarku. Dan kini sudah satu minggu. Aku merasa menjadi musuh para fansnya Minho selama ini, termasuk Jira. Awalnya Jira marah padaku tapi esoknya ia memawancaraiku hingga akhirnya ia menyarankan agar aku mengejar Minho. Padahal aku tidak cerita kalo aku suka ma Minho.

Hari ini aku kabur dari Minho. Aku tidak mau diantar pulang lagi ma Minho. Aku tidak mau diplototin dan dibicariin ma fansnya Minho. Jira juga tidak tahu kalo aku kabur dari Minho.

Usahaku berhasil. Tapi sampai rumah Minho nelpon ke Hpku. Jira berhasil membocorkan nomer Hpku. Minho memberitahuku akan menjemputku nanti malam. Katanya ia akan mengajakku ke suatu tempat dan aku harus menemaninya bagaimanapun caranya. Ia berbicara tanpa memberikanku kesempatan untuk berbicara.

Aku tidak menyangka malam tahun baru ini aku bersama dengan namja yang selama ini aku cintai. Sekarang ia mengajakku ke sebuah taman. Kami makan berdua. Lalu ia bercerita tentang  kenangannya dulu waktu di Busan. Dia cerita panjang sekali hingga ia pindah ke Seoul. Ia menceritakan permusuhan kami. Ia slalu mengingatnya. Dan tidak terasa lima menit lagi tahun baru .

“Jaerin, sebenarnya selama ini aku tidak tahu harus bersikap apa sama kamu. Jadi sikapku seperti itu. Aku tidak kasar, bukan?. Sebenenernya Jaerin, saranghae~. Aku sayang sama kamu Jaerin. Kamu beda dengan yeoja yang lain. Kamu tidak langsung mengejar-ngejar aku tapi kamu malah benci denganku karena aku merebut chingumu. Itu menandakan kamu tidak terikat karena tampangku. Sejak itu aku mulai menyukaimu Jaerin. Tapi kamu terlanjur benci kepadaku. Jadi Jaerin mau tidak aku menjadi namja yang menemanimu di sisimu?”

Aku terdiam. Aku memandangnya dalam lalu berkata,

“I hate you… because I love you”

Tepat setelah mengatakan hal itu. Kembang api meluncur dan menghias langit. Minho tersenyum padaku. Kemudian dia berkata,

“Aku sudah tahu kau mencintaiku juga. Ternyata Jonghyun mengkhianitimu ya!”

“Apa?”

“Jonghyun mengatakannya kepada Key dan Key mengatakan padaku tentang perasaanmu.”

Aku tak peduli hal itu lagi yang penting kami saling memiliki karena cinta.

THE END

 

Jangan lupa komennya~^^

I need your comment

Iklan

About Lyra Callisto

Saya tuh orang yang aneh karena susah ditebak. Saya suka dengerin musik terutama Kpop, ngetik/nulis fanfiction, buka akun, ngedance, nonton acara about korea Status: menikah dengan Kim Jaejoong, bertunangan dengan Lee Donghae, berpacaran dengan Choi Minho, berselingkuh dengan Cho Kyuhyun, mengakhiri hubungan dengan Choi Siwon, menjalin hubungan dengan Choi Jonghun, berkencan dengan Kevin Woo, menjalin hubungan tanpa status dengan Nichkhun dst.

32 responses »

  1. Akhrx akk isa coment jga…!!,,,kkkyyaaaaa…tpi bngung mau comen ap..???,d’blang bgus ia g2 d’blang jlek ia g2…..mian agk gg enek comenx cz byar autornx mkin smangat bwat yag lbih lagi dri ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s