I Will Always Protect You (1st chapter)

Standar

Cast: Junsu, Nichkhun, Taecyeon, Junho, Wooyoung, Chansung

Genre: Action, Romantic, Family, Friendship

PG: 15

I Will Always Protect You 1st chapter

Angin bertiup kencang, suara guntur menderuh keras.

”Pak manejer, apakah kita harus berangkat saat ini juga?” tanya salah seoarang pemuda berkacamata.

”Ya, kita tidak ada waktu lagi. Mereka orang yang penting. Jangan biarkan mereka menunggu.” jawab bapak separuh baya.

”Tapi sepertinya akan terjadi badai besar.” keluh pemuda berkacamata itu.

”Taecyon, kau tahukan. Ini tugas, apa kau bukan lagi pegawai di tempat ini lagi?” sahut salah seorang pemuda satu lagi.

”Benar yang dikatakan Nichkhun. Ini tugas, jika kau tidak mau lagi menjalankan tugas, kau bukan lagi pegawai di tempat ini.”

Taecyon terdiam. Ia masuk ke dalam van, disusul dengan Nichkhun dan manejernya.

Di tengah jalan hujan deras turun. Jarak pandang tidak lebih dari lima meter.

”Pak, dimana tepatnya mereka berada sekarang?” tanya Nichkhun.

”Di pertokoan Rich Palace.” jawab sang manejer.

”Mengapa mereka menunggu di sana yach?” Taecyon yang dari tadi diampun bicara.

”Ah, kenapa kau bersemangat sekarang?” tanya Nichkhun antusias melihat temannya mulai bicara.

”Aku senang, setidaknya aku dapat ke Rich Palace.” jawab Taecyon kemudian tersenyum.

”Memangnya kau tidak pernah ke sana?”

”Tidak.”

”Hah? Kenapa?”

”Salah seorang melarangku ke tempat itu.”

”Lalu mengapa kau senang ke pertokoan itu?”

”Itu karena…”

”Kekasihnya bekerja di sana.” Sahut pak manejer.

”Apa? Kau sudah punya kekasih? Kenapa kau tidak pernah cerita padaku?”

”Karena, salah seorang melarangku menceritakannya?”

”Siapa yang melarangmu?”

”Sudahlah. Kita ini sedang dalam tugas. Jika ingin berbincang-bincang lagi silahkan setelah tugas ini selesai.” seru pak manejer emosi.

Taecyon dan Nichkhun terdiam.

Nichkhun melihat pak manejer yang duduk di belakangnya melalui kaca spion tengah mobil. Melihat pak manejer yang tidak senang mendengar bawahannya membicarakan hal pribadi saat bertugas, Nichkhun mencoba membicarakan hal yang lain.

”Pak, apa bapak tahu jawaban pertanyaan Taecyon tadi?”

”Soal mengapa mereka memilih pertokoan Rich Palace?”

”Ya.” jawab Nichkhun singkat.

”Karena di sana sangat ramai dan terdapat pos polisi.” jawab pak manejer.

”Tapi, bisa saja Yuja mengintai mereka dari jauh.” sahut Taecyon.

”Yakuza, Taecyon bukan Yuja.” Timpal Nichkhun.

”Ya, Yakuza maksudku.”

”Kurasa tidak mungkin. Mereka mengatakn saat berada di bundaran pusat kota, Yakuza menghilang. Mungkin karena Yakuza melihat banyak polisi. Sedang melakukan operasi.” Jelas pak manejer.

”Jika sudah tahu mereka dikejar-kejar gengster seperti itu mengapa mereka tidak meminta pengawalan saja?” tanya Taecyon.

”Mereka tidak mengira Yakuza akan mengikutinya sampai sejauh ini jadi mereka belum mengurus surat untuk pengawalan.” jelas Nichkhun.

Taecyon mengangguk mengerti.

”Mungkin besok aku membantu mereka mengurus surat pengawalan.” tambah Nichkhun.

Halilintar menyambar tepat lima puluh meter dari kendaraan yang mereka tumpangi. Taecyon menjerit ketakutan. Tangannya gemetar. Melihat hal itu Nichkhun bertanya.

”Kau kenapa?”

Tidak ada jawaban dari Taecyon.

Pak manejer tampak khawatir.

”Pak, apa bapak tahu ada apa dengan Taecyon?” tanya Nichkhun sambil menatap ke depan mengemudikan kendaraan.

”Entahlah, ia seperti itu jika mendengar suara guntur yang begitu keras.”

Nichkhun tampak khawatir. Disentuhnya pundak Taecyon dengan tangan kirinya.

”Kau tidak apa-apa?” tanya Nichkhun ketika Taecyon menegok kepadanya.

”A.. Aku… Aku ti…dak a…pa-apa. A…ku ha…nya pu…nya kenangan buruk dengan halilintar.” jawab Taecyon tersendat-sendat.

Nichkhun ingin bertanya lebih lanjut, tapi ia takut pak manejer memarahinya.

”Kita sudah sampai.” kata Nichkhun lemah.

”Baik, aku dan kau menjemput mereka. Sedangkan kau Taecyon, kau tunggu di mobil sampai kami kembali.” sahut pak manejer.

Taecyon menghembuskan nafas panjang. Sementara pak manejer dan Nichkhun keluar dari kendaraan dan menghilang dari pandangannya.

*******

”Itu mereka.” seru pak menejer.

Nichkhun memastikan orang yang dimaksud pak manejer, ketika matanya menangkap sesosok orang, langkahnya terhenti. Ia memandangi orang itu wajahnya mendadak berubah. Ia terkejut. Kemudian ia melangkah menyusul pak menejer yang ada di depannya.

”Anda pasti manejer Junsu.” sahut bapak separuh baya.

”Benar pak Chansung.” jawab pak manejer. kemudian ia menatap gadis yang berada disamping pak Chansung. ”Dia..”

”Dia Yurika.” potong pak Chansung.

Pak manjer mengangguk.

”Nichkhun, kau bawakan barang mereka.” perintah pak manejer.

Mendengar itu, Yurika menatap orang yang bernama Nichkhun hingga Nichkhun menatapnya ia mendecakkan lidah.

”Yurika kau tidak apa-apa?” tanya pak Chansung yang mendegar Yurika mendecakkan lidah.

”Tidak apa-apa. Aku hanya ingat seseorang.” jawab Yurika.

Nichkhun membawa koper dan barang belanjaan Yurika dari Rich Palace. Nichkhun tertawa kecil. Melihat hal itu Yurika nyengir.

********

Taecyon mulai resah, ia sangat benci dengan suara guntur yang menderuh-deruh. Ia ingin keluar dan masuk ke dalam salah satu Rich Palace, ke tempat kekasihnya bekerja. Tapi ia takut. Ia takut pak manejer memarahinya.

Ia mengambil ponselnya dan menulis sebuah pesan. Kemudian ia mengirimkannya ke kontak yang bernama Eunjo Kekasihku. Ia memandangi layar ponselnya sampai muncul pemberitahuan bahwa pesannya terkirim.

Lalu ia terkejut saat pak manejer tiba-tiba saja membuka pintu di sampingnya.

”Taecyon, kau bawah barang-barang yang ada di Nichkhun ke hotel naik taksi.” perintah pak manejer.

”Kenapa harus aku?” tanya Taecyon.

”Itu gunanya aku mengajakmu. Kami tidak akan ke hotel langsung. Kami akan ke rumah sakit menemui pak Junho.”

”Tunggu dulu. Kenapa tidak Nichkhun saja? Lalu apakah pak Junho sakit sekarang?”

”Kau tidak bisa menyetir bukan? Jadi lebih baik kau mengatarkan barangnya ke hotel naik taksi. Di taksi kau bisa menyuruh sopirnya menyalakan musik sekeras-kerasnya hingga kau tidak bisa mendegar gemuruh guntur lagi. Lalu soal pak Junho, beliau tidak sakit. Akan ku jelaskan jika ada waktu. Sekarang cepat laksanakan tugasmu. Setelah selesai kau boleh istirahat.”

Taecyon keluar dari kendaraan dan mengambil barang yang ada di kedua tangam Nichkhun kemudian memasukkannya ke dalam taksi yang sudah di pesan oleh pak manejer.

”Istirahatlah setelah tiba.” sahut Nichkhun.

Taecyon tersenyum lalu mengangguk. Kemudian ia masuk kedalam taksi. Ia melihat arlojinya.jam menujukan pukul sebelas lewat lima menit. Ia menghembuskan nafas panjang lagi. Ia hendak menyuruh sopirnya untuk menyalakan musik sekencang-kencangnya. Tapi supir itu seperti bisa membaca apa yang dipirkannya. Tanpa diperintah supir itu melakukannya. Sepertinya supir itu sudah dapat penjelasan dari pak manejer.

Sementara itu, Nichkhun, pak manejer, pak Chansung dan Yurika melaju ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit pak manejer menunyuruh Nichkhun menunggu di mobil. Sementara mereka bertiga masuk ke dalam rumah sakit.

*******

Keesokan harinya Nichkhun duduk di taman hotel sambil menikmati kopi panasnya.

”Tidak berubah.” sahut suara dari belakangnya.

Ia memalingkan tubuhnya ke belakang.

Nichkhun terdiam.

”Kau seperti melihat hantu saja.”

”Yurika, kenapa kau kemari?”

”Lho, memangnya tidak boleh? Inikan masih milik hotel bukan?” tanya Yurika kemudian ia duduk di samping Nichkhun.

”Bukan begitu. Maksudku, kenapa kau menemuiku?”

”Apa tidak boleh aku mengunjungi mantan pacarku?” ada sedikit penekanan dalam perkataan Yurika saat mengatakan mantan pacarku.

”Kau tidak marah denganku?”

”Marah? Marah karena kau meninggalkanku?”

Nichkhun terdiam. Ia memandangi gelas kopinya.

Yurika tertunduk.

”Sudah tiga tahun kita tidak bertemu, apakah kau sudah memilik kekasih Nichkhun?” tanya Yurika memecahkan keheningan.

”Tidak, aku tidak ada waktu untuk menjalin hubungan seperti itu. Kau sendiri?”

”Sejak aku memutuskan hubungan dengan sesorang yang ku sayangi tiga tahun yang lalu. Aku tidak menjalin hubungan lagi. Aku jenuh, aku tidak mau sakit lagi.”

Nichkhun menundukkan wajahnya. Ia tampak muram. Ia merasa bersalah meninggalkan Yurika tiga tahun yang lalu tanpa sebab hingga Yurika memutuskan untuk putus hubungan dengannya.

Yurika menatap Nichkhun kemudian ia menyambar kopi Nichkhun dari tangan Nichkhun. Ia menuguk kopi itu perlahan-lahan.

”Kopi kental tanpa gula, seharusnya rasanya pahit. Tapi aku tidak merasakan seperti itu.” kata Yurika setelah meneguk habis kopi Nichkhun.

Nichkhun menatap Yurika, kemudian Yurika tersenyum kepadanya.

”Disaat seperti ini kau masih bisa tersenyum rupanya.”

”Bukankah karena hal ini kau menyukaiku?”

Nichkhun tersenyum.

”Lalu bagaimana bisa kau dikejar-kejar Yakuza?”

”Oh itu yach. Sebenarnya aku selalu menghindar jika bertemu dengan Yakuza meski aku tidak ada masalah. Tapi malam itu aku sangat emosi. Teman-temanku meninggakanku saat di Shibuya. Entah sengaja apa tidak. Mereka sering begitu.”

”Temanmu? Maksudmu Mika, Kimino dan Sichiko?”

”Ya. Maka dari itu aku memutuskan untuk ke Osaka menemui nenekku. Tiba di Osaka aku berjalan ke rumah nenek. Aku masih kesal karena ulah mereka. Saat aku melihat kaleng kosong, aku menendangnya. Tak ku sangka mengenai kepalah orang. Orang itu marah. Aku menjadi sangat kesal. Aku tidak senang orang menyentakku. Terlebih lagi orang itu dalam keadaan mabuk. Langsung saja aku memukul kepalahnya dengan tasku. Kemudian ia mau memcekikku. Reflek aku menggigit tangannya kemudian aku menendangnya dengan sepatu bootsku. Tak ku sangka tendanganku mengenai daerah sensitifnya. Ia pun menggeram kesakitan. Kemudian aku memukul kepalahnya lagi dengan botol minuman keras yang dibawahnya lalu lari begitu saja. Aku baru tahu jika orang itu adalah Yakuza setelah aku memutuskan kembali ke Tokyo pada malam hari sekitar pukul delapan waktu Jepang. Orang itu bersama kawanannya menghadangku dan mengatakan bahwa mereka adalah Yakuza. Jalanan yang sama dan tetap sepi. Aku mengira aku akan berakhir di tempat itu. Tapi ternyata tidak, pak Chansung datang menyelamatkanku. Ia menarikku masuk ke dalam mobilnya. Memang aku beruntung saat itu karena Yakuza yang menghadangku malam itu hanya tiga orang.

Setelah itu pak Chansung membatuku melaporkan ke polisi tentang kejadian itu. Dan beberapa hari kemudian Yakuza yang menghadangku itu tertangkap. Tapi bukannya lepas dari kejaran Yakuza, aku malah terikat. Anggota Yakuza lainnya bahkan pimpinannya tidak rela anggotanya masuk penjara seperti itu. Mereka mengejarku untuk cari perhitungan. Ku kira dengan ke Korea aku bisa lolos dari kejaran mereka. Ternyata tidak. Mereka segitunya mengejarku karena Yakuza yang kupukul itu merupakan adik dari pimpinan Yakuza.” cerita Yurika.

Nichkhun menghembuskan nafas panjang.

”Sudah ku katakan jangan mencari masalah meski sekecil apapun. Tahan emosimu. Dan lagi jangan pernah keluar malam apalagi sendiri. Kau tidak pernah menghiraukan hal itu ya?” bentak Nichkhun.

”Maaf. Saat itu pikiranku lagi kacau. Emosiku sudah tak terkendali. Kau tahu hal apa yang membuatku seperti ini?”

Nichkhun menggeleng.

”Ini karena…”

*******

Junsu mendengar pintu ruang kerjanya diketuk.

”Masuk.” katanya.

Sesosok pemuda berkacamata masuk ke dalam ruangan.

Junsu menatapnya.

”Pastikan tidak ada orang di luar kemudian kunci pintunya.” perintah Junsu dari tempat duduknya.

Pemuda itu membuka pintu kembali dan menengok ke kiri dan ke kanan. Lalu ia menutup pintu dan menguncinya.

”Ada apa bapak mencari saya?” tanya pemuda itu.

”Sudah ku katakan. Jika sedang berdua panggil saja aku appa.” sahut Junsu.

Pemuda itu mengangguk. Kemudian ia duduk di kursi kosong di depan Junsu.

”Taecyon, kau tahu. Pemilik hotel ini, pak Junho pernah menikahi wanita Jepang-Korea?”

”Ya, appa kenapa?”

”Tapi ia menceraikannya karena istrinya, Hino tidak dapat memberikannya keturunan. Sayangnya sebulan setelah penceraian saat Hino sudah berada di Jepang, ia menyadari sedang mengandung tiga bulan. Ia hendak memutuskan memberitahu pak Junho, tapi ibunya melarangnya. Eommanya terlanjur sakit hati. Mengapa ia menikahi anaknya kemudian menceraikan ananknya hanyak karena Hino tidak memberikannya keturunan. Eommanya sakit hati karena Junho menikahi Hino bukan karena cinta. Padahal tuan Junho sendiri tidak ingin menceraikan Hino. Itu karena perintah appanya.

Setelah bertahun-tahun mencari di Korea dan bertahun-tahun mencari di Jepang, akhirnya. Ia menemukan dimana Hino. Tapi sayangnya ia sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu. Tuan Junho tidak mengira Hino kembali ke Jepang. Karena Hino telah lama tinggal di Korea. Hino juga tidak pernah meceritakan tentang tempat tinggalnya di Jepang. Itu yang menyulitkan pencarian. Tuan Junho sangat menyesal tidak bertemu dengan Hino lagi dan meminta maaf atas kesalahannya saat itu. Tapi dilain pihak ia dikejutkan oleh seorang gadis yang bernama Yurika. Gadis yang kemarin kita jemput. Dia lahir beberapa bulan setelah tuan Junho bercerai dengan Hino.” cerita Junsu.

”Jadi gadis itu anak kandung tuan Junho?” Taecyon terkejut, tidak percaya bahwa orang yang selama ini dicap sebagai orang yang tidak bisa memiliki keturunan ternyata memiliki seorang anak.

”Mungkin. Kemarin tuan Junho dan Yurika melakukan tes DNA. Jika hasilnya cocok, berarti Yurika anak kandung tuan Junho sekaligus pewaris tunggal harta kekayaan tuan Junho.” Jelas Junsu dengan penekanan di akhir kalimat terakhirnya.

”Appa, rencana kita bisa jatuh berantakan. Kita bisa gagal untuk merebut harta kekayaan tuan Junho. Kita harus bagaimana appa?” Taecyon kebingungan. Ia meremas-remas rambutnya dengan kedua tangannya.

”Tenang anakku. Aku sudah mendapatkan jalan lain.” ujar Junsu tenang.

”Apa appa?” tanya Taecyon antusias.

”Kau harus menikahi Yurika.” jawab Junsu.

”Apa? Menikahi Yurika?” Taecyon seakan tak percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulut appanya.

”Ya Taecyon. Kau harus merenggut hatinya, kemudian kau menikahinya. Dengan begitu aset-aset milik tuan Junho seperti hotel ini akan kau kuasahi menjadi milikmu.”

”Tapi appa aku sudah memiliki Eunjo.”

”Aku tidak pernah menyetujuhi hubungan kalian.”

”Tapi appa, bukankah kau telah mengijinkanku untuk berpacaran?” bentak Taecyon.

”Ya. Tapi aku tidak mengijinkanmu menjalin hubungan hingga ke jenjang pernikahan tanpa seizinku.” balas Junsu membentak Taecyon.

Taecyon tertunduk.

”Aku akan membantumu mendapatkan Yurika. Kau harus dapat merenggut hatinya. Untuk saat ini. Kau lakukan pendekatan saja seperti berteman dengannya hingga hasil DNA keluar. Jika Yurika benar-benar anak tuan Junho kau baru melakukan tugasmu.” tambah Junsu.

*******

Nichkhun tertegun, ia menatap Yurika dalam.

”Aku tak tahu harus bagaimana, kau tahu sendiri aku sudah terlanjur membenci appaku. Di hatiku tidak ada ruang lagi seperti dia. Aku tidak mungkin bisa menerimanya. Tidak akan bisa Nichkhun.” Lalu air mata Yurika jatuh membasahi ke dua pipinya.

”Aku tahu sejak ibumu meninggal kau membenci appamu karena cerita nenekmu. Tapi tuan Junho tidak seperti itu. Kau tahu, selama ini mungkin sejak kau lahir, beliau mencari-cari ibumu. Dia masih mencintainya. Tidak ada wanita yang bisa menggantikan ibumu di hatinya. Maka dari itu ia tidak menikah. Beliau pernah bertunangan tapi gagal ke jenjang pernikahan karena beliau masih merasa berat untuk menghilangkan kenangan ibumu di hatinya.” jelas Nichkhun.

Nichkhun meraih tangan Yurika, ia menggenggam erat tangan Yurika dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya menghaspus air mata Yurika.

”Jangan menangis. Tuan Junho adalah sosok orang yang baik. Ia pasti sangat menyanyangimu seperti ibumu. Ia tidak akan pernah menyakitimu dan meninggalkanmu lagi.” tambah Nichkhun kemudian memeluk Yurika.

*******

”Mereka sangat dekat.” Ujar seorang yang berada di dekat jendela.

”Saya merasa mereka sudah saling kenal tuan Junho.” sahut salah seorang di belakangnya.

Junho memalingkan badan.

”Mengapa kau berkata seperti itu, Chansung?” tanya Junho.

”Ketika kami di Rich Palace, Yurika mendecakkan lidah saat bertemu dengan Nichkhun. Katanya ia teringat seseorang. Saat Nichkhun tertawa kecil, ia juga nyengir. Saat dalam perjalanan mereka sepertinya saling curi pandang.” ujar Chansung.

Junho tertawa kecil.

”Katakan padaku Chansung, dimanakah Yurika kuliah.”

”Di Unevresitas Tokyo.”

”Sudah ku duga.” Junho menatap keluar jendela. Ia melihat Nichkhun dan Yurika di taman.

”Ada apa tuan Junho?” tanya Chansung penasaran.

”Nichkhun adalah mantan pacar Yurika.” jawab Junho.

”Ba… Bagaiman tuan bisa tahu?”

”Nichkhun sering bercerita kepadaku lebih tepatnya aku yang memaksanya, tentang ya soal dirinya. Ia mengatakan padaku dia kuliah di Unevresitas Tokyo dengan Bea Siswa. Dia juga menceritakan tentang gadis yang memikat hatinya. Dia memang tidak memberitahu nama gadis itu tapi dia memberikan ibnisial. Selama ini tidak ada yang tahu jika Nichkhun menggunakan kalung yang memiliki liontin N & Y. N & Y merupakan ibnisial mereka. Jadi aku sangat yakin mereka dulu mantan pacar. Sudah terlihat jelas dengan kejadian ini. Sepertinya mereka masih mencintai.” ujar Junho kemudian tersenyum.

”Sepertinya tuan sangat senang.”

”Tentu. Aku yakin Yurika adalah anakku. Tanpa tes DNApun aku sudah tahu wajahnya sangat mirip dengan Hino. Tes itu hanya bukti kuat agar tidak ada desas desus atau gosip tentang keluargaku. Aku senang jika anakku dapat mencintai seseorang yang tepat.” jelas Junho kemudian memalingkan badan dan duduk di kursinya.

”Chansung, kau urus surat pengawalan. Dan suruh Nichkhun menemuiku sekarang juga.” Perintah Junho.

Chansung mengangguk kemudian pergi meninggalkan ruangan Junho.

*******

Nichkhun berjalan menujuh lobi hotel, ia mencari-cari sesorang. Kemudian dilihatnya sesosok orang yang murung. Wajahnya kusut seakan-akan hidupnya tidak lama lagi.

”Taecyon!” panggil Nichkhun.

Tapi orang yang bernama Taecyon tidak menghiraukan.

Nichkhun meyentuh pundak Taecyon dan berkata,

”Taecyon kau kenapa?”

Taecyon mendongak,

”Hah? Apa kau bilang?”

”Kau kenapa?” ulang Nichkhun.

”Ah tidak apa-apa hanya ada masalah kecil. Jika ada waktu aku akan menceritakan padamu. Sekarang aku tidak ada waktu untuk menceritakannya. Aku takut pak manejer marah pada kita.”

”Ehm, baiklah jika begitu. Ngomong-ngomong kau bisa ikut denganku tidak?”

”Hah, kemana?”

”Mengurus surat pengawalan untuk Yurika.” jawab Nichkhun.

Taecyon terdiam. Ia seperti tidak tertarik dengan ajakan Nichkhun.

”Maaf sepertinya aku tidak bisa. Aku ada tugas dari pak manejer. Kau sendiri bisakan mengurusnya.” kata Taecyon.

Nichkhun mengangguk sambil cemberut.

”Sudah jangan seperti anak kecil. Aku tinggal dulu ya. Sampai ketemu nanti.” ujar Taecyon kemudian meninggalkan Nichkhun.

Lalu seseorang memanggil Nichkhun.

”Nichkhun!”

Nichkhun mencari seseorang yang memanggilnya dan ia menemukan seseorang yang berjalan ke arahnya sambil tersenyum.

To Be Continue….






Jangan lupa komennya ya~


Beri Komentaer sebagai Nama/URL Twitter *klo bias*


I need your comments~ ^^

Iklan

About Lyra Callisto

Saya tuh orang yang aneh karena susah ditebak. Saya suka dengerin musik terutama Kpop, ngetik/nulis fanfiction, buka akun, ngedance, nonton acara about korea Status: menikah dengan Kim Jaejoong, bertunangan dengan Lee Donghae, berpacaran dengan Choi Minho, berselingkuh dengan Cho Kyuhyun, mengakhiri hubungan dengan Choi Siwon, menjalin hubungan dengan Choi Jonghun, berkencan dengan Kevin Woo, menjalin hubungan tanpa status dengan Nichkhun dst.

8 responses »

  1. di sini taecyeon g jahat kan???
    yang jahan pak junsu kan???
    g rela kalo taecyeon jadi napeun namja X(

    di tunggu lanjutan kisahnya^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s