It Has To Be You 2 (chapter 1)

Standar

Special for Yesung©

#ithastobeYesung special Birthday #yeneungyesung

Cast: Yesung, Kyuhyun, Siwon, So Joeran, Song Hyekyu, Go Eunjo

Genre: About Life

PG: 15

Cinta~

Aku menyadari bahwa aku mencintainya setelah dirinya pergi

Cinta ini benar dan nyata

Aku merasa bodoh karena cinta ini

Aku menjadi gila karena cinta ini

Tapi cinta ini membuatku bertahan hidup hingga kini

Demi cinta ini

Demi cintanya

Aku akan tetap hidup

Aku akan selalu mencintainya

Sampai kapanpun

Agar kau tahu bahwa aku sungguh sungguh mencintaimu

Seorang yeoja duduk di sudut cafe sembari mendengarkan musik dari ipodnya. Matanya terpejam, ia menikmati alunan lagu yang ia dengar.

”Kau mendengarkan apa?” tanya seorang namja yang kemudian duduk di depannya.

Yeoja itu tersenyum.

”Aku mendengarkan lagunya. Lagu yang ia buat untukku.” ujar yeoja tersebut.

”Kau menyukainya?” tanya si namja.

Yeoja itu tertunduk. Beberapa saat kemudian ia mengangkat kepalahnya dengan mata yang berkaca-kaca.

”Aku mencintainya~” ucap yoeja itu kepada namja yang ada di hadapannya.

”So Jeoran kau tahu sendiri dia sudah meninggal, kenapa kau masih mencintainya? Mengapa kau mengharapkan ia kembali?” tanya namja itu kesal.

”Karena aku sulit melupakannya Kyu… Aku tidak bisa menghapusnya dari hidupku. Dan tak akan pernah bisa…” ucap Jeoran terisak.

Mereka terdiam.

”Kyuhyun~ mianhae…” ucap Jeoran kemudian.

”Gwenchana~ seharusnya aku yang meminta maaf padamu. Waktu kita jadian, aku benar-benar tidak ada rasa kepadamu. Aku hanya menjalankan permintaan hyungku Jungjae. Tapi setelah aku mengetahui dirimu lebih dalam… Aku mulai merasakannya. Aku mulai menyukaimu.” terang Kyuhyun.

”Kau tahu~ aku menerimamu karena Jungjae. Dia ingin pengganti dirinya adalah saudaranya sendiri. Sebenarnya aku hanya menganggapmu sebagai saudara selama ini. Jadi jangan mengharapkan cinta dariku.” ucap Jeoran.

#####

Seorang namja bangun dari tidurnya. Ia melihat sekeliling. Lalu ia memegang dahinya. Ia merasa pening.

”Kau sudah sadar?” tanya seorang yeoja dengan membawa mampan berisi air hangat dan handuk.

Namja itu hanya memandang si yeoja.

”Di mana aku?” tanya namja itu.

”Kau ada di rumahku.” ucap yeoja itu kemudian meletakkan mampan di meja.

”Lalu siapa aku?” tanya namja itu bingung.

Yeoja itu terdiam mendengar pertanyaan namja yang memandanginya.

”Kau tidak ingat siapa dirimu?” tanya yeoja itu.

Namja itu menggeleng.

Lalu yeoja itu bergegas pergi meninggalkan namja yang masih bingung dengan kondisinya saat itu.

#####

”Kapan albummu keluar?” tanya seorang yeoja kepada Jeoran.

”Eh, Eunjo kau mengagetkanku saja.” cletuk Jeoran.

Yeoja bernama Eunjo itupun duduk di sebelah Jeoran.

”Salah sendiri melamun. Kau melamunkannya ya?”

Jeorang terdiam. Pandangannya lurus ke depan.

”Ye~ aku melamunkannya. Aku merasa dia masih hidup.”

”Ya tentu saja dia masih hidup. Dia masih hidup di dirimu. Kau harus membiasakan diri Jeoran~.”

Jeoran mengangguk pelan.

”Oh ya albumku keluar tanggal 15 Mei besok. Tanggal di mana aku memulai bicara dengannya.” ucap Jeoran.

”Wow cepat sekali~ kau pasti berlatih keras selama 3 bulan ini.” sahut Eunjo.

Jeoran tersenyum lalu mengangguk.

”Akhirnya kau akan menjadi penyanyi terkenal~ kau pasti punya banyak idola. Suaramu memang pantas untuk menjadi penyanyi. Aku tidak sabar~ apa judul albumnya?” oceh Eunjo.

”It Has To Be You” ucap Jeoran.

#####

”Ahjussi, apa dia benar-benar amnesia?” tanya seorang yeoja kepada ahjussi yang menggenakan jas putih dan beruban.

”Ne~ Hyekyuah. Dia mengalami amnesia karena kepalahnya terbentur keras.” jawab ahjussi itu.

”Eotteokkae ahjussi?” ucap Hyekyu.

”Kau yang menemukannya kau pula yang merawatnya.” ucap ahjussi.

Hyekyu mencibir.

”Hahaha kau tak perlu bingung. Anggap saja dia tamu yang tersesat.” ucap ahjussi.

”Lalu aku harus memanggilnya siapa?” tanya Hyekyu sedikit kesal.

”Terserah kau saja. Kau suka memberi nama bukan?”

Hyekyu berpikir. Ia melirik namja yang saat ini menyantab makanan.

”Karena aku menyukai artis Korea yang terkenal itu, maka aku akan memberinya nama sepertinya.” cletuk Hyekyu.

”Siapa?” tanya ahjussi.

”Siwon!!!” sahut Hyekyu.

Lalu ia berlari menujuh namja yang mengalami amnesia itu.

”Aku akan memanggilmu Siwon oppa. Namamu Si~ won~ araeso?”

Namja yang dinamai Siwon itupun mengangguk.

Hyekyu hanya bisa tersenyum.

#####

”Kenapa kau gugup seperti itu?” tanya Eunjo.

”Ehm… Aku… Aku takut albumku tidak terjual.” ucap Jeoran.

Eunjo mendesah.

”Ya wajar ini album pertama, pasti penyanyi lainnya mengalami keadaan sepertimu. Kau tenang saja, suaramu bagus dan lagu-lagu dari albummu itu buah karya orang ternama~ pasti meledak di pasaran seperti albumnya dulu.” terang Eunjo lalu tersenyum.

”Sepertinya aku harus siap menerima gosip.” cletuk Jeoran.

”Gosip?” sahut Eunjo.

Jeoran mendesah.

”Ya gosip~ kau tahu sendiri mereka para wartawan suka sekali mencari berita dan isu-isu seputar artis bukan?” ucap Jeoran.

”Tapi aku yakin kau dapat menanganinya. Waktu sekolah dulu kau kan bisa menepis dengan muda gosip miring dan tidak enak tentang dirimu.” ujar Eunjo.

Jeoran tersenyum. Ia merasa lebih baik mendengar perkataan Eunjo, chingunya sejak SMP dulu.

#####

”Albumnya keluar hari ini.” ucap Kyuhyun sambil menata kaset gamenya.

”Kau tidak membeli albumnnya?” tanya seorang namja.

”Aniyo~” Jawab Kyuhyun.

”Waeyo?” sahut namja yang berdiri di dekatnya.

Kyuhyun memandang namja itu.

”Ia akan memberiku albumnnya.” ucap Kyuhyun.

Namja yang ada di hadapannya tertawa.

”Ku kira kau tidak menyukainya lagi.” ucap namja itu.

”Aku masih mencintainya hyung. Masih~ tapi dia selama ini tidak mencintaiku. Dia mengganggpu sebagai saudaranya sendiri. Aku bisa merasakan bahwa selama ini dia tidak mencintaiku. Tapi aku selalu mengelak hingga sepuluh hari yang lalu ia mengatkan kepadaku. Ia mencintainya~ ia mencintai orang yang sudah tiada itu~. Aku tidak habis pikir…. Aku akan berusaha mengambil ahli hatinya. Aku akan merebut hatinya hyung~” terang Kyuhyun.

#####

”Siwon oppa~” panggil Hyekyu.

”Hm…” sahut Siwon.

”Besok lusa kita ke kota.” ucap Hyekyu sembari membersikan ruangan.

”Untuk apa?” sahut Siwon yang sibuk dengan gitarnya.

”Belanja!” sahut Hyekyu.

Siwon hanya terdiam.

Hyekyu berjalan mendekati Siwon dan mengambil gitar yang berada di pangkuan namja itu.

”Oppa kau tidak mendengarkanku ya?” tanya Hyekyu.

”Areso~ aku mendengarkannya.” sahut Siwon.

”Aku bilang apa?” tanya Hyekyu.

”Besok lusa ke kota untuk belanja.” jawab Siwon.

”Baiklah jika oppa sudah mengerti. Sekarang bantu aku bersih-bersih.” ucap Hyekyu ketus lalu beranjak.

”Tidak mau ah. Aku mau bermain gitar.” sahut Siwon.

”Oppa~!!!”

”Ssstttt ada apa kau berteriak Hyekyu?” tanya seorang ahjussi.

”Ahjussi, Siwon oppa tidak mau membantuku bersih-bersih.” ucap Hyekyu cemberut.

”Biar aku yang bicara dengannya kau buatkan makanan sana di dapur.” ucap ahjussi.

Dengan wajah yang cemberut Hyekyu berjalan menujuh ke dapur.

Ahjussi itu duduk di dekat Siwon.

”Bagaimana, kau mengingat sesuatu?” tanya ahjussi.

”Ya aku mulai ingat sesuatu. Aku menyukai musik. Aku dapat bernyanyi dan bermain musik. Tapi aku tidak ingat apa yang ku nyanyikan dan apa yang ku mainkan. Aku mengingat aku pernah berada di suatu hall besar dan aku bernyanyi di sana.” terang Siwon.

”Selain itu?” tanya ahjussi.

”Ada seorang yeoja. Yeoja itu menangis, aku tidak bisa melihat jelas wajah yeoja itu. Tapi aku ingat suaranya saat menangis. Hatiku terasa sakit mendengarkannya.” terang Siwon lagi.

”Setidaknya selama sepuluh hari ini kau dapat mengingat sesuatu.” ucap ahjussi.

”Oh ya ahjussi. Apakah Hyekyu tidak punya orang tua?” tanya Siwon tiba-tiba.

”Punya, mereka masih hidup.” jawab ahjussi.

”Lalu di mana mereka?”

”Mereka bekerja di Seoul.”

”Mengapa Hyekyu tidak ikut mereka?”

”Dulu Hyekyu hampir terbunuh saat pertama kali ke Seoul?”

”Terbunuh?”

”Ya Hyekyu adalah yeoja yang polos dan tidak tega melihat orang yang susah. Waktu pertama kali ke sana ia di tipu oleh orang yang tampak susah. Orang itu mengatakan ia tidak punya tempat tinggal dan tidak punya uang untuk membeli makanan. Hyekyu merasa iba dan memberi uang kepada orang itu. Tapi apa nyatanya, orang itu meminta lebih. Ia meminta perhiasan yang di kenakan Hyekyu. Hyekyu menolak karena perhiasan itu warisan keluarga. Lalu beberapa orang datang. Orang itu teman penipu itu. Hyekyu di todong dengan pisau. Tapi Hyekyu bersih keras mempertahankan warisannya itu. Hingga akhirnya salah satu dari mereka menusuknya. Dan untung saja polisi datang. Jika tidak mungkin kondisi Hyekyu parah dan warisan itu lenyap.” terang ahjussi.

”Song ahjussi… Apa mereka tertangkap semua?” tanya Siwon.

Ahjussi hanya terdiam. Ia menatap Siwon. Kemudian ia membuka mulutnya.

#####

”Kau sudah mendengarkannya?” tanya Jeoran.

”Sudah. Suaramu sangat indah. Aku tersentuh.” ucap Kyuhyun.

Jeoran tersenyum.

”Karya-karyanya sungguh menyentuh.” ucap Jeoran.

”Ya andai aku bisa membuat karya seperti dia apakah kau akan mencintaiku?” tanya Kyuhyun.

Jeoran terdiam. Ia berpikir.

”Tergantung~” cletuknya.

”Tergantung apa?” tanya Kyuhyun penasaran.

”Tergantung bagaimana kau bersikap kepadaku. Jika sikapmu memaksa seperti ini~ ya tentunya aku menolakmu. Aku tidak ingin di paksa.” Terang Jeoran.

”Kurasa akan sulit membuatmu jatuh cinta kepadaku.” ucap Kyuhyun sembari menggaruk-nggaruk kepalahnya.

”Kau cari yeoja lain saja. Kan masih banyak yeoja yang mengharapkan cintamu. Contohnya saja teman kerjaku di cafe. Yang menggemaskan itu~”

”Menggemaskan apanya? Badan segede itu kau bilang menggemaskan. Payah~”

#####

”Bagaima hubunganmu dengan Kyu?” tanya Eunjo sembari meletakkan mampan berisi jus dan kentang goreng. Lalu ia duduk di depan Jeoran.

”Ia masih mendesakku tapi aku bisa mengatasinya. Kau sendiri bagaimana?”

”Aku? Dengan siapa?” tanya Eunjo tidak mengerti.

”Namja yang sering kemari membeli coffee~” goda Jeoran.

”Aku tidak ada hubungan dengannya.” sahut Eunjo.

”Tapi sepertinya ada sesuatu dari kalian~ sepertinya kalian…”

”Dia tetanggaku dulu.” potong Eunjo.

”Tetangga apa mantan?” goda Jeoran.

”Sudahlah jangan menggodaku.” sahut Eunjo kesal.

”Kau dulu juga melakukan seperti ini kepadaku.” sahut Jeoran.

Mereka terdiam beberapa saat.

”Kau masih ingin mencari orang tua kandungmu?” tanya Eunjo membuka topik pembicaraan baru.

”Ya aku masih ingin. Aku harap aku menemukan mereka. Aku ingin tahu alasan mereka membuangku.” jawab Jeoran pelan.

”Kau harus berhati-hati.” cletuk Eunjo.

”Waeyo?” tanya Jeoran tidak mengerti.

”Wartawan pasti mencari berita seputar dirimu, jatih dirimu. Mereka memberitakan bahwa kau adalah anak yang dibuang orang tuanya dan siapapun bisa memanfaatkan keadaan itu demi uang.” terang Eunjo.

”Maksudmu berpura-pura menjadi orang tuaku?” sahut Jeoran.

”Ya seperti itu.” ucap Eunjo.

”Siapapun orang itu. Jika ia mengaku orang tuaku, mereka harus mempunya bukti yang kuat.”

Lalu Jeroran menuguk minumannya hingga habis.

“Kau tahu Eunjo~” ucap Jeoran tiba-tiba.

“Ya~”

“Aku merasa aneh setelah mendapatkan donor darinya.” Ucap Jeoran.

“Setiap resipein sepertimu merasakan itu. Bukankah rasanya lebih hebat~ kau merasa hidup kembali.” Sahut Eunjo.

“Ya aku merasa hidup kembali. Aku merasa terlahir kembali. Aku seperti bukan diriku yang dulu lagi. Kau dapat melihatnya bukan?”

Eunjo berpikir mencerna kata-kata Jeoran.

“Kau tahu diriku sebenarnya. Pasti kau merasakannya bukan?” ucap Jeoran lagi melihat sahabatnya itu diam.

“Ehm~ kau benar juga. Aku merasa setelah kau mendapatkan donor itu. Kau sedikit berubah. Ya~ kau berubah setelah kejadian bunuh diri itu. Kau yang biasanya berpikir panjang untuk memutuskan sesuatu, saat ini kau hanya berpikir pendek. Berpikir cepat untuk memutuskan sesuatu. Dan keputusanmu itu memang terbaik untukmu. Perubahanmu baik untukmu juga. Termasuk jarang menangis karena merasa tak bisa melakukan hal dengan benar. Kau bukan Jeoran yang dulu lagi. Kau Jeoran yang lebih tegar dan terlihat sangat keren.” Terang eunjo.

“Keren?” sahut Jeoran menaikan salah satu alisnya.

“Ya~ kau keren. Jika bicara dengan orang lain kau hanya mengatakan sepatah dua kata. Singkat padat dan jelas. Gayamu tidak lagi manis seperti dulu. Kau hanya tersenyum kepada orang-orang yang menyayangimu. Tak lagi tersenyum kepada semua orang. Tidak seperti dulu~” ucap Eunjo cemberut.

“Ah~ dulu emang aku di haruskan untuk tersenyum seperti itu. Itukan pekerjaanku. Kau bagaimana sich.” Sahut Jeoran.

Eunjo tertawa kecil.

“Jeoran kurasa kau seperti seorang namja~. Gayamu seperti namja kantoran. Yang berjas ituloh~” ucap Eonjo lalu tertawa.

“Kau bisa saja~ sudahlah kita hentikan topik ini. Lama-lama semakin kacau saja.” Sahut Jeoran.

#####

Siwon terbangun. Ia melihat jam dinding. Jam 3.30 pagi.

“Siapa pagi-pagi begini menangis?” gerutunya.

Ia bangkit dari tempat tidurnya dan beranjak ke luar kamar. Ia melangkahkan kakinya menujuh asal muasal suara tangisan.

“Hyekyu~” ucapnya.

Siwon melangkah mendekati Hyekyu yang terduduk menangis. Ia duduk di sebelah Hyekyu.

“Waeyo Hyekyu~? Katakan ada apa Hyekyu?” tanya Siwon.

Hyekyu masih menangis.

“Menangis tidak akan menyelesaikan masalahmu kau tahu itu?” ucap Siwon.

“Eottokkae oppa~” ucap Hyekyu terisak.

“Waeyo?” sahut Siwon.

“Oemma~ oemmaku sekarat. Appa bilang oemma terkena kanker stadium akhir. Mereka tidak pernah menceritakan hal ini kepadaku. Mereka menyembunyikan kebenaran ini. Mereka tidak ingin aku ke Seoul. Tapi saat ini eomma sedang kritis. Sebelum kritis eomma ingin bertemu denganku. Aku tak tahu harus bagaimana. Aku ingin ke Seoul, tapi aku takut. Aku takut akan terjadi hal yang buruk menimpah keluargaku.” Terang Hyekyu kemudian menangis lagi.

Siwon merangkul Hyekyu.

“Aku akan mengantarkanmu menemui eommamu. Aku akan menjagamu di sana. Akan ku pastikan kau baik-baik saja.” Ucap Siwon.

“Gomawo oppa~ kau bisa mengantarkanku hari ini?” ucap Hyekyu.

Siwon mengangguk.

“Sekarang kau berbenah. Nanti pagi aku akan mengantarkanmu.” Sahut Siwon.

###

“Hyung~” panggil Kyuhyun kepada seorang namja.

Namja itu menoleh dan tersenyum kepada Kyuhyun.

“Pagi-pagi begini kau sudah menemuiku. Pasti ada urusan penting.” Ucap namja itu.

“Kau tahu saja hyung~.” Ucap Kyuhyun lalu tersenyum.

“Ada apa?”

“Aku boleh meminjam mobilmu?”

“Untuk apa?”

“Aku ingin mengajak Jeoran ke suatu tempat.”

Lalu namja itu berjalan ke suatu ruangan. Beberapa menit kemudian namja itu keluar dan melemparkan sebuah kunci kepada Kyuhyun.

“Itu mobil terbaikku. Pastikan mobilku pulang dengan selamat.”

“wah hyung~ kau lebih mengkhawatirkan mobilmu daripada aku?” sahut Kyuhyun menunjuk dirinya sendiri.

Namja itu tertawa.

“Ohya hyung~ kau kan aktor~ pasti kau tahu kata-kata romantis yang dapat meluluhkan hati yeoja.”

“Ya~ kau mau membuat Jeoran meleh dihadapanmu?”

Kyuhyun tersipu malu.

“Ya begitulah hyung. Kata-katku sudah tidak mempan untuknya.”

“Cari saja di mobilku itu. Aku meletakkan naskah-naskahku yang dulu. Di mam biru.”

“OK. Gamsaha ya hyung~. Semoga drama terbarumu sukses.”

###

“Jeo~ ada yang mencarimu.” Ucap seorang namja kepada Jeoran yang asik menulis sesuatu.

“Siapa?” tanya Jeoran.

“Lihat saja sendiri, kau pasti tahu.” Ucap namja itu kemudian pergi meninggalkan Jeoran.

Jeoran bangkit dari tempat duduknya. Ia memasukan buku yang ia tulis ke dalam tasnya kemudian melihat siapa yang mencarinya.

“Kyuhyunssi~ kau…”

“Ayo masuk ke dalam mobil. Aku akan mengajakmu ke suatu tempat.” Sahut Kyuhyun.

“Ta… tapi aku….”

“Kau tidak acarakan hari ini. Sudah jangan mencari-cari alasan. Ikut denganku.” Potong Kyuhyun kemudian menyeret Jeoran, menyuruhnya masuk ke dalam mobil.

“Kita mau ke mana?” tanya Jeoran dalam perjalanan.

“Itu rahasia.” Jawab Kyuhyun singkat.

“Lalu mobil siapa ini?” tanya Jeoran lagi.

“Sonbaeku. Waeyo?”

“Kenapa kau meminjamnya?”

“Aku ingin kau merasakan suasana baru. Kau pasti bosan jalan denganku menggunakan mobilku.”

“Rasanya sama…. Sama-sama membosankan.”

“Chiiiitttt!!!!!”

“Kyu~ apa yang kau lakukan? Kau mengejutkanku.” Ucap Jeoran.

“Aku melakukan ini karena aku muak dengan perkataanmu. Kau bukan lagi Jeoran yang ku kenal. Kau sudah berubah. Aku tak tahu harus bagaimana. Kau selalu mengatakan bosan dan bosan di hadapanku. Apa yang membuatmu tidak bosan?” ucap Kyuhyun emosi. Ia memukul setir mobil. Dan memalingkan muka.

“Jeongmal mianhae Kyu~ aku tahu aku sudah berubah sejak mendapatkan donor. Aku bukan Jeoran yang dulu lagi. Tapi aku akan menganggapmu sebagai seorang teman.” Ucap Jeoran menatap Kyuhyun.

“Teman? Kau bilang teman? Aku tidak ingin sekedar menjadi temanmu..” sentak Kyuhyun menatap Jeoran.

Ia mencondongkan tubuhnya dekat dengan Jeoran. Hingga Jeoran tersudut.

“Kau tahu Jeoran~ aku membuka hatiku  untukmu. Aku akan melakukan apapun untukmu. Dan akan ku lakukan apapun untuk mendapatkanmu.” Ucap Kyuhyun tepat sepuluh sentimeter di depan wajah Jeoran.

“Kyu~ kau membuatku takut.” Ucap Jeoran..

Kyuhyun hanya memandang Jeoran dengan tatapan tajam.

“Kyu~ bisakah kau menjaga jarak denganku? Bisakah kau tidak mencondongkan btubuhmu?”  tanya Jeoran.

Kyuhyun tetap tak berkutik.

Jeoranpun membuka pintu mobil dan keluar. Ia takut dengan apa yang dilakukan Kyuhyun. Ia lari dan sesuatu yang tidak baik terjadi.

“JEORAN!!!!!” Triak Kyuhyun.

###

“Appa~ bagaimana kondisi eomma?” ujar Hyekyu ketika melihat abapak paruh baya.

Hyekyu mendakti appanya.

Appa Hyekyu tertunduk tak dapat berkata.

“Sebaiknya kau lihat saja sendiri.” Ucapnya.

“Hyekyu aku ingin membeli minuman, nanti aku kembali.” Ucap Siwon.

“Baiklah oppa~ jangan sampai tersesat ya.” Sahut Hyekyu..

Siwon melangkah pergi.

“Siapa namja itu Hyekyu?” tanya appanya.

“Dia namja yang ku temukan di pantai beberapa bulan yang lalu. Ia amnesia. Tidak tahu siapa dirinya.” Jawab Hyekyu.

“Kau harus hati-hati. Siapa tahu dia pura-pura dan ingin mencelakaimu.” Sahut appa Hyekyu.

“Aku percaya padanya~ dia tidak akan melukaiku. Buktinya aku kemari dengan selamat.”

###

“Apakah kakiku baik-baik saja dok?” tanya Jeorang kepada dokter.

“Tidak apa-apa hanya tergelincir saja. Untuk sementara ini kau tidak dapat banyak beraktifitas jika ingin sembuh.” Ucap dokter kemudian pergi meninggalkan Jeoran.

Jeoran mendesah.

“Ini semua salahmu Kyu~” ucap Jeoran lesu.

“Jeongmal mianhae.” Ucap Kyuhyun.

Jeoran beranjak dan mencoba berjalan.

“Biar aku bantu.” Tawar Kyuhyun.

“Tidak usah. Aku tidak ingin suatu yang buruk terjadi lagi padaku karenamu.” Ucap Jeoran ketus.

Mereka berjalan keluar ruangan.

Dengan terpincang-pincang Jeoran berjalan. Saat di perempatan koridor. Ia menabrak seorang suster. Ia terjatuh, isi tasnya berserakan. Kyuhyun langsung membantunya.

“Sudah ku katakan aku tidak butuh bantuanmu.” Sentak Jeoran.

“Aku tidak peduli apa yang kau katakan. Aku hanya peduli tentang kondisimu saat ini.” Sahut Kyuhyun kemudian memempa Jeoran .

Mereka meninggalkan rumah sakit.

Sementara itu. Seoran namja menemukan sebuah buku yang tergeletak di lantai koridor rumah sakit. Namja itu memungutnya. Ia berusaha mencari pemiliknya. Tapi ia tidak dapat menemukannya. Ia menyerahkan ke resepsionis siapa tahu pemiliknya akan mencari buku itu. Tapi resepsionis menolak karena mereka bukan tempat penitipan barang. Akhirnya namja itu menyimpan buku itu.

###

“Jeo~ kau tidak apa-apa?” tanya Eunjo.

Jeoran tidak menjaawab ia sibuk mencari sesuatu di dalam tasnya. Kemudian ia terdiam dan berpikir sesuatu.

“Jeo~ Jeoran~ JEORAN!!!” panggil Eunjo.

“Eh ya~” sahut  Jeoran terkejut. Ia tampak bingung.

“Waeyo?” tanya Eunjo.

“Aku mencari buku diaryku.” Jawab Jeoran.

“Diary pemberiannya?”

“Ya. Sepertinya terjatuh di rumah sakit.”

“Apa perlu aku mengantarkanmu ke sana untuk mengambilnya lagi?”

Jeoran menatap Eunjo.

“Aku harap aku tidak merepotkanmu.” Ucap Jeoran.

“Akan kulakukan apapun untuk membuat sahabatku tenang.”

###

“Bagaimana kondisi ahjumma?” tanya Siwon kepada Hyekyu yang tampak begitu sedih.

“Kondisinya tidak terlalu baik. Ia sempat berbicara padaku. Perkataannya seolah-olah hidupnya tidak lama lagi. A… a…ku…”

“Jangan menangis!” potong Siwon.

Hyekyu menatap Siwon. Matanya sudah berkaca-kaca.

“Jangan menangis~ aku tidak suka melihat yeoja menangis.” Ucap Siwon.

Hyekyu berusaha tegar dan tidak menangis.

“Gomawo oppa~” ucap Hyekyu.

“Untuk apa?” sahut Siwon.

“Karena berada di sisiku dan membuatku lebih baik.” Jawab Hyekyu.

“Ye~ cheonmaneyo.” Ucap Siwon.

Mata Hyekyu sekarang mengarah ke sebuah buku yang ada di atas meja.

“Itu diary ya?” tanya Hyekyu.

“ye~”

“Punya oppa?”

“bukan. Aku menemukannya tadi. Aku tidak tahu milik siapa? Tidak ada identitas di dalamnya.”

Mereka terdiam.

Lalu pesanan mereka tiba.

“Ini pesanana kalian. Selamat menikmati~” ucap seorang pelayan meletakkan mapan di meja dan beranjak pergi.

Hyekyu langsung menyantab makanannya. Tak beberapa lama kemudian ia tersadar, namja yang ada di hadapannya terdiam mematung.

“Oppa~ kau kenapa?” tanya Hyekyu.

“Lagu ini… lagu ini tidak asing di telingaku.” Jawab Siwon.

“Jangan-jangan lagu ini ada kaitannya dengan masa lalu oppa.” Sahut Hyekyu.

Siwon terdiam. Ia memejamkan matanya dan menikamti lagu yang diputar di stero café.

“Permisi~” ucap Hyekyu kepada salah seorang pelayan.

“ya~ ada yang bisa saya bantu?” tanya pelayan itu.

“Jika boleh tahu ini judul dan penyanyi lagu ini siapa?” Tanya Hyekyu.

“Oh lagu ini. It Has To Be You penyanyinya So Jeoran. Ia peyanyi baru. Katanya juga lagu ini di ciptakan oleh seorang entertainer terkenal yang sudah meninggal untuknya.” Jelas si pelayan.

“Oh begitu~ gamsahamnida~” ucap Hyekyu.

“Ye~ cheonmaneyo~” ucap pelayan kemudian pergi meninggalkan Hyekyu.

“Oppa~ kau dengar, judulnya It Has To be You , penyanyinya So Jeoran.” Ucap Hyekyu lalu ia sangat terkejut.

“Oppa, kepalahmu sakit lagi?” tanya Hyekyu panik.

Siwon tidak menjawab, kemudian ia terjatuh.

To Be Continue……

Anda merasa bingung?

Baca next chapter OK~

Jangan lupa komen-komennya

Iklan

About Lyra Callisto

Saya tuh orang yang aneh karena susah ditebak. Saya suka dengerin musik terutama Kpop, ngetik/nulis fanfiction, buka akun, ngedance, nonton acara about korea Status: menikah dengan Kim Jaejoong, bertunangan dengan Lee Donghae, berpacaran dengan Choi Minho, berselingkuh dengan Cho Kyuhyun, mengakhiri hubungan dengan Choi Siwon, menjalin hubungan dengan Choi Jonghun, berkencan dengan Kevin Woo, menjalin hubungan tanpa status dengan Nichkhun dst.

6 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s