It Has To Be You

Standar

Best FanFiction

Genre: Tragedy, Romantic

Cast: Yesung Super Junior

PG: 15

 

Aku tidak tahu kapan rasa ini mulai muncul. Mungkin saat pertama kali melihatmu. Mungkin saat aku melihat betapa tulusnya dirimu di mataku. Aku tidak dapat membanyangkan hidupku tanpa dirmu. Kaulah yeoja yang ada di hatiku. Untuk selamanya dan itu tidak akan berubah.

21 Januari

Hari ini seperti hari hari biasanya. Tidak ada yang spesial. Yang ada hanya rasa sakit. Aku berharap ajal segara menjemputku agar aku tidak merasakan rasa sakit yang luar biasa ini. Aku tidak ingin menyusahkan orang-orang di sekitarku. Aku tidak ingin melihat mereka menderita karenaku. Aku muak hidup seperti ini. Tuhan berilah jalan yang terbaik untukku.

22 Januari

Hari ini semakin dingin saja. Aku benci musim dingin. Aku sangat membencinya. Aku tidak dapat menghirup udara segar. Aku hanya bisa berada di kamar menatap ke luar jendela. Dan apa yang aku dapatkan? Putih putih dan putih. Aku benci warna putih. Aku benci warna pucat itu.

31 Januari

Hari ini mereka memperbolehkanku keluar kamar. Aku senang aku dapat berjalan-jalan keliling rumah sakit menghilangkan rasa kejemuanku. Sepertinya mereka sangat kerepotan. Astaga aku baru tahu jika ada kecalakaan besar baru saja terjadi. Sebuah bus menabrak suatu gedung. Aku tidak tahu pasti apa penyebabnya. Yang jelas bus itu hampir terbakar habis dan penumpangnya rata-rata mengalami luka yang berat.

1 Febuari

Aku bertemu dengan seorang yeoja yang membuat jantungku berdegup dengan cepat. Entah apa yang membuatku seperti ini hanya dengan melihatnya saja. Ia seperti yeoja lainnya. Mungkin karena senyumnya. Ia seperti seorang bidadari. Aku ingin sekali berada di dekatnya. Aku ingin memandangi wajahnya selalu melihat senyumannya.

3 Febuari

Sudah 3 hari ia berada di rumah sakit ini. Ternyata salah seorang chingunya adalah korban kecelakaan tempo hari. Aku sedikit iri dengan chingunya itu. ya namja itu. aku sangat iri dengan namja itu. ia selalu mendapatkan senyuman darinya.

4 Febuari

Aku tidak senggup melihatnya seperti ini. Dia menangis. Ingin sekali aku memeluknya dan mengatakan semua akan baik-baik saja, percayalah padaku. Tapi apa, seorang namja lain memeluknya dan menghiburnya. Astaga jantungku seperti di tikam tikam dengan pisau tajam. Aku tidak dapat melihat ini semua.

14 Febuari

Sudah sepuluh hari aku tidak melihatnya di rumah sakit. Apa yang terjadi?

Hari ini aku sudah menyiapkan coklat untukknya. Aku tidak peduli ia berpikir apa soal ini. Aku hanya ingin ia menerima coklat pemberianku.

15 Febuari

Seorang suster memberitahu bahwa chingu yeoja itu meninggal sebelas hari yang lalu. Maka dari itu ia menangis. Chingunya mengalami luka bakar yang cukup berat. Tapi sungguh keajaiban chingunya dapat menatap wajah yeoja yang ku sukai itu. suster mengatakan mungkin karena cinta namja itu dapat bertahan selama beberapa hari dan dapat melihat senyum yeojanya. Ya yeojanya. Aku tidak menyangka jika namja itu adalah jagiyanya. Pantas ia menangis hebat tempo hari. Tapi yang jadi pertanyaan adalah siapa namja yang memeluknya saat itu.

7 Maret

Kondisiku semakin membaik. Mungkin karena rasa inginku untuk keluar dari rumah sakit ini dan mencarinya. Dokter mengatakan seminggu lagi aku dapat keluar dari rumah sakit.

14 Maret

Gips di kaki dan tanganku sudah di lepas. Dan aku dapat berjalan leluasa tanpa bantuan. Tapi masih ada satu titik yang belum sembuh. Suaraku. Sebulan yang lalu aku dapat berbicara meski hanya beberapa kata. Tapi kali ini tidak. Sama sekali tidak bisa. Sejak awal dokter sudah memprediksikan hal ini akan terjadi. Karena inilah aku berniat untuk mati. Suaraku adalah satu-satunya yang aku banggakan dariku.

17 Maret

Aku memandang tuts-tuts piano yang ada di hadapanku. Setidaknya aku harus dapat memainkan alat musik. Aku mulai memainkan satu lagu, dua lagu hingga lima lagu. Semua orang tampak senang melihatku. Tapi entah kenapa hatiku berkata tidak. Aku tidak senang sepertinya banyak kekurangan.

26 Maret

Sudah memasuki musim semi tapi suhu masih saja dingin. Awalnya aku tidak ingin keluar, tapi aku bosan. Aku memutuskan pergi ke Wonderland. Dan keputusanku itu sangat tepat. Aku bertemu dengannya. My Angel. Ia bersama seorang anak kecil. Mungkin itu adiknya. Ia selalu tersenyum meski anak kecil itu menyusahkannya. Aku mengikutinya. Ia tidak menyadari keberadaanku. Aku selalu ada di sisinya. Dan anak kecil yang bersamanya itu menyadari bahwa aku mengikuti mereka. Tapi anak kecil itu hanya diam saja. Sungguh hari ini tidak mungkin aku lupakan. Aku bertemu dirinya, bersamanya secara tidak langsung dan aku tahu di mana ia tinggal.

27 Maret

Aku menanti dirinya keluar dari rumahnya. Aku mengikutinya lagi. Ia menujuh ke sebuah café. Aku masuk ke café itu. aku suka dengan dekorasi café itu. lalu ku sadari aku sudah kehilangan jejaknya. Aku melihat sekeliling dan ia tidak ada dalam ruangan itu. seroang yeoja memberika tempat duduk di salah satu sudut ruangan. Ia memberikan menu. Aku hanya menunjuk menu yang ku pilih dan ia menyatatnya. Lalu ia pergi. Aku masih memadang sekeliling. Aneh sekali ia dapat hilang begitu saja.

Beberapa menit menanti seorang yeoja datang menghampiriku dengan mampan berisi pesananku. Astaga aku tidak percaya yeoja itu adalah my angel. Ia meletakkan pesananku di mejaku. Ia tersenyum padaku. Ia bekerja di sini sebagai pelayan. Sepertinya aku harus sering-sering ke tempat ini.

17 April

Beberapa hari ini aku jarang menulis di diary. Aku tidak sempat. Aku terlalu sibuk mengurusi my angel hingga aku tidak menjaga kondisi tubuhku sendiri.

Setiap hari aku datang ke cafe tempat ia bekarja pada waktu dan tempat duduk yang sama. Dan tentunya dengan pesanan yang sama. Tiap hari ia mengantarkan pesanan untukku.

Hari ini aku tak melihatnya di cafe. Chingunya bilang ia sakit. Sama sepertiku. Kondisiku tidak baik. Seharusnya aku harus istirahat tapi aku memaksa. Sepertinya aku harus absen beberapa hari untuk menemuinya. Aku butuh waktu untuk istirahat di rumah.

18 April

Seharian ini aku di rumah. Aku sungguh rindu dengannya. Aku tidak bisa hidup tanpanya. Aku sungguh membutuhkannya. Apa yang harus aku lakukan. Apa yang harus ku lakukan untuk menghadapinya.

23 April

Dia tidak ada di cafe. Aku mengkhawatirinya. Apakah dia sakit parah? Sepertinya aku harus ke rumahnya besok. Ya harus.

24 April

untunglah jika begitu. Ternyata dia tidak apa-apa. Dia hanya kelelahan karena mengurusi adik-adiknya. Lebih tepatnya adik angkatnya. Ia tinggal di sebuah panti asuhan. Dan tebakkanku benar, ternyata ia anak yatim piatu.

Meski begitu ia selalu tersenyum seolah-olah hidupnya sungguh sempurnah. Ingin sekali aku menyapa dirinya dan mengajaknya berkenalan. Tapi aku tidak bisa. Aku tidak dapat bersuara. Suatu anugrah terindah dalam diriku kini hilang.

27 April

Kau tahu hari ini aku menulis lirik lagu untuknnya.

Aku tahu aku tidak mungkin menyanyikannya karena aku tidak dapat bernyanyi seperti dulu lagi. Aku membuatnya agar suatu hari nanti ia tahu perasaanku yang sesungguhya.

2 Mei

sungguh aku ingin mengakhiri hidupku. Jika bukan karenanya mungkin aku sudah membunuh diriku sendiri. Aku tidak sanggup hidup seperti ini. Ini terlalu menyiksa. Aku tidak sanggup… Sungguh tidak sanggup…

5 Mei

Aku melihat piala-piala dan piagam-piagam penghargaanku. Semua itu sudah tertata rapi di rak kusus. Padahal 3 hari yang lalu aku sudah menghancurkannya. Aku tidak menyangka jika kedua orang tuaku dapat membanahi seperti sedia kalah. Sepertinya mereka masih membanggakaku dan mengharapkanku.

7 Mei

aku tidak ingin larut dalam kesedihanku ini, kemalangan diriku. Aku hanya kehilangan satu anugrah terindah yaitu suaruku. Tapi akan ku buktikan bahwa aku akan berkutat di dunia musik. Aku akan menjadi lebih hebat dari sebelumnya. Aku akan menjadi terkenal dari sebelumnya. It because of you my angel.

14 Mei

Aku sudah membuat melodi indah yang dapat bersanding dengan sebuah lirik yang ku buat untuk my angel.

15 Mei

Ah kau mengajakku bicara. Sungguh aku senang. Tapi sayang yang bisa ku berikan kepadamu hanya sekedar senyuman dan anggukan.

16 Mei

My angel sepertinya kau dapat membaca pikiranku. Apa kau melihat apa yang ada di otakku hanya dengan melihat mataku. Aku senang kau memandangku seperti itu.

21 Mei

beberapa hari ini aku sibuk dengan urusan lain. Aku tidak sempat melihatmu. Apakah kau baik-baik saja? Apakah kau masih tersenyum seperti itu.

3 Juni

Aku membuat beberapa lagu. Semua ini terinspirasi karenamu my angel. Satu lagu yang sangat aku sukai dari beberapa lagu yang aku buat akan ku tunjukan langsung kepadamu tepat di hari ulangtahunku.

6 Juni

Hari ini aku akan menunjukkan kebolehanku di depanmu. Aku memainkan grand piano putih yang ada di cafe tempatmu bekerja. Ini bukan lagu yang paling aku sukai. Tapi lagu ini yang dapat memulihkan semangatku jikalau aku sedang terjatuh dalam perasaan susah.

Kau memberikan tepuk tangan kepadaku dan mengatakan bahwa aku hebat. Tapi sayang aku tidak dapat membalasnya dengan suaraku. Aku hanya dapat tersenyum kepadaku.

Aku merasa seperti orang idiot. Cintaku seperti kebisuan. Entah sampai kapan akan bisu seperti ini.

15 Juni

Aku berkenalan denganmu dengan selelmbar kertas. Dan kini kaupun tahu. Aku tidak sesempurnah yang kau bayangkan. Aku bisu… Tapi aku bisa mendengar apa yang kau katakan. Apapun akan aku lakukan untuk membuatmu terkagum-kagum denganku meski aku memiliki kekurangan.

16 Juni

sepertinya akhir-akhir ini adalah hari paling bahagia di hidupku. Kau sering berkomunikasi denganku. Meski aku menjawab melalui selembar kertas.

Aku senang aku dapat melihat senyummu yang hanya untukku itu. Aku sangat senang.

17 Juni

Hari ini aku tidak dapat menemuimu my angel. Dan beberapa hari selanjutnya aku juga tidak dapat menemuimu. Aku harap aku masih bisa hidup tanpamu.

27 Juli

Akhirnya aku bisa menemuimu. Kau tampak lebih cantik dari biasanya. Kau lebih bersinar dari sebelumnya. Ada apa denganmu? Inginkah kau berbagi denganku?

1 Agustus

Ada kabar bagus. Tepat di hari ulang tahunku nanti aku akan mengeluarkan sebuah album. Permainan pianoku yang terindah hanya untukmu My Angel~ pada saat itu juga aku akan mengutarakan isi hatiku kepadamu. Melalui permainan pianoku.

7 Agustus

Aku sudah mempersiapkan segalanya mulai dari sekarang. Aku tidak sabar menuggu hari itu.

11 Agustus

Hari ini aku bercerita banyak ya kepadamu? Dan kau tampak senang dengan apa yang aku ceritakan. Seandainya aku dapat bersuara, mungkin setiap hari saat bertemu denganmu aku akan menyanyikan lagu untukmu.

17 Agustus

Sepertinya salah satu temanmu mengetahui bahwa aku mencintaimu. Apakah kau sadar akan perasaanku? Orang lain saja dapat merasakan, apakah kau tidak merasakannya?

18 Agustus

Aku sudah membicarakan pada temanmu dan yang lainnya masalah kejutanku untukmu nantinya. Di café tempat kau bekerja itu. semoga hari itu menjadi hari yang terindah. Hari yang berkenang di hidupmu.

23 Agustus

Aku tidak tahu harus berkata apa lagi. Aku menanti hari esok.

24 Agustus

Akan aku jelaskan apa yang terjadi…

Aku sudah merencanakan dengan sempurnah. Aku sudah berlatih semempuku. Tapi nyatanya…

Ucapan dari keluarga, kerabat dan orang yang mengenalku tidaklah cukup.

Yang kubutuhkan hanya dirimu….

Aku membutuhkanmu.

Aku butuh ucapan selamat darimu.

Senyumanmu.

Hari yang semestinya aku bahagia malah menjadi hari paling menyiksa dalam hidupku.

Apakah ini pertanda bahwa aku harus mengakhiri hidupku?

Berjam-jam aku menunggumu di café hingga lilin-lilin satu demi satu padam, kau tak kunjung tiba. Hingga aku keluar dari café dan berjalan mencari-carimu. Lalu apa yang aku dapatkan? Kau bersama namja lain~ kalian sangat mesra…

Kau sudah membuatku terluka. Aku tak tahu apakah aku bisa hidup melihatmu dengan namja lain.

25 Agustus

Temanmu mengabiriku bahwa kau baru saja jadiaan. Baiklah jika itu keputusanmu. Aku akan mencoba menerimanya. Menerima kenyataan pahit ini.

3 September

Sejak peristiwa itu aku tidak lagi menemuimu. Jujur aku merindukanmu. Aku ingin selalu bersamamu.

7 September

Semua orang mulai memandangku. Album baruku sukses. Seharusnya aku senang…

19 September

Hatiku seperti di tikam berkali-kali melihatmu bersamanya. Kau tertawa lepas dengannya. Kau tampak sangat bahagia. Namja itu mengecup keningmu, kau memeluknya, sungguh itu membuatku sakit.

21 September

Aku akan mencoba melepaskanmu. Semoga dengan kesibukanku aku dapat melupakanmu.

25 Oktober

Sudah memasuki musim gugur. Dingin~ aku benci rasa ini. Aku juga benci melihatmu bermesraan dengannya. Seandainya kau tahu perasaanku… apa yang akan kau lakukan My Angel…

1 November

Aku benci tempat ini. Aku benci Rumah Sakit. Aku benci aroma kas tempat ini. Kenapa aku tidak mati saja saat itu…

Aku benar-benar tidak dapat hidup tanpamu…

Aku tidak dapat hidup tanpamu….

10 November

Aku tak tahu harus bagaimana lagi. Aku hanya membuat lirik-lirik untuk musikku ini. Jika aku masih hidup dan suaraku pulih, mungkin aku akan menyanyikannya untukmu. Jika tidak aku ingin kau menyanyikannya. Agar kau tahu perasaanku. Seberapa dalam perasaanku padamu, rasakanlah ini semua oh my angel~

23 November

Aku senang keluar dari rumah sakit. Besok aku akan menemuimu. Sebaiknya perasaan ini harus aku utarakan sebelum menjadi beban berat untukku.

24 November

Kejadihan hari ini begitu cepat. Kau duduk di taman. Kau berdiri dan kau seperti menahan rasa sakit. Lalu kau terjatuh. Dan kau tahu… aku berteriak saat itu. Kau mendengar? Aku menangis saat membawamu ke rumah sakit.

Kau harus tahu, kau benar-benar my angel~

Aku harap kau mendapatkan donor jantung.

Aku tak tahu kau mengidap kelainan jantung. Dan sekarang aku tahu. kau lebih terluka dariku. Aku akan berusaha membuatmu tetap hidup meski harus mengorbankan nyawaku.

29 November

Suaraku kembali hilang. Memang aku menyembunyikan kebenaran bahwa suaraku kembali pulih. Tapi aku tidak kecewa. Setidaknya saat suaraku kembali. Aku telah merekam lirik yang aku buat. Semoga kau menyukainya.

3 Desember

Kau masih belum sadarkan diri ya? Tolonglah… kau harus bangun… aku tidak bisa melihatmu tidur begitu lama. Rasanaya seperti ditikam berkali-kali. Kau membuatku menguras air mataku.

4 Desember

Selama ini aku tidak menjengukmu secara langsung. Aku hanya mengawasimu dari jauh. Karena da namja yang lebih berarti bagimu di sisimu dari pada aku.

9 Desember

Aku senang kau sadar. Aku senang melihatmu tersenyum. Meski senyum itu bukan ditujukan untukku.

[Tulisan tangan orang lain]

1 Januari

Yesung-ah~ gomawo~

Terima kasih telah memberi segalanya untukku…

3 Januari

Oppa terimah kasih telah memberikan jantungmu kepadaku. Terimah kasih telah mencintaiku selama ini. Jujur saja, aku mulai mencintaimu. Tapi aku tidak berani mengutaraknnya kepadamu. Karena aku tahu hidupku tidak lama lagi. Aku mengidap kelainan jantung.

Oppa~ mianhae~ karena aku juga kau mengalami penderitaan yang begitu berat.

Aku tidak pernah bertemu namja sepertimu. Jika dapat ku ulang waktu mungkin aku tidak akan membuatmu kecewa.

10 Januari

Oppa hari ini aku sudah boleh keluar rumah sakit. Akan ku gnakan apa yang kau berikan sebaik mungkin.

11 Januari

Oppa aku mendengar lagu-lagumu di café tempat aku bekerja. Hari ini aku tidak bekerja oppa~ tapi aku rindu tempat ini. Sekarang aku menulis di tempat di mana kau duduk biasanya.

Oppa~ aku merasakannya. Aku merasakan beningnya cintamu kepadaku.

14 Januari

Oppa~ bolehkah aku ikut denganmu?

1 Febuari

Aku bertindak bodoh!

Kau memberiku hidup tapi aku malah ingin mengakhiri hidupku. Maafkan aku.

Mulai hari ini aku berjanji akan menggantikanmu. Aku akan merasakan apa yang kau rasakan.

Dan oppa aku sangat senang kau membuat karya-karya untukku. Aku sangat mencintai karyamu yang berjudul It Has To Be You. Aku sudah mendengar rekamanmu. Ini belum di publikasikan bukan? Mungkin di album pertamaku aku akan memasukkannya. Agar semua orang dapat merasaakan rasa cinta kita berdua.

Aku tidak akan melupakan cinta yang telah mengisi hariku. Aku tidak akan melupannya dan tak akan pernah bisa.

END

 

Please comment~

Hope you like it ^^

Iklan

About Lyra Callisto

Saya tuh orang yang aneh karena susah ditebak. Saya suka dengerin musik terutama Kpop, ngetik/nulis fanfiction, buka akun, ngedance, nonton acara about korea Status: menikah dengan Kim Jaejoong, bertunangan dengan Lee Donghae, berpacaran dengan Choi Minho, berselingkuh dengan Cho Kyuhyun, mengakhiri hubungan dengan Choi Siwon, menjalin hubungan dengan Choi Jonghun, berkencan dengan Kevin Woo, menjalin hubungan tanpa status dengan Nichkhun dst.

30 responses »

  1. huwaaa…
    keren bgt,,,cnta mreka bner2 tlus…bahkan mpe rela ngorbanin nyawax buat org yg dcintai…hiks hiks ,,,tisuQ hbis…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s