It Has To Be You 2 (chapter 2)

Standar

I’m still loving him

Cast: Yesung, Siwon, Kyuhyun, Heechul, Eunhyuk, Leeteuk, Jeoran, Hyekyu, Eunjo

Genre: Life

PG: 15

Tadi ada seorang namja datang kemari menyerahkan buku itu. Tapi kami menolak karena ini bukan tempat penitipan barang. Sekali lagi saya minta maaf.” Ucap resepsionis rumah sakit.

Wajah Jeoran berubah lesu.

“Jadi bagaima Jeo?” tanya Eunjo.

Jeoran berjalan ke teras rumah sakit kemudian ia terduduk. Ia menangis.

“Jeoran~ jangan menangis. Kita bisa mencarinya besok. Siapa tahu namja itu kemari lagi. Atau mungkin dia memiliki keluarga yang di rawat di sini. Pasti buku itu tertemukan. Kau jangan menangis.” Hibur Eunjo.

Tapi Joran tetap menangis. Ia menangis bagaikan ia di tinggal oleh seseorang yang ia sayangi.

“Sus~ tolong oppa saya!!!” triak seorang yeoja yang keluar dari taxi.

“Jeoran ayo bangun, kau menghalingi jalan. Ini bukan tempat untuk memangis. Sebaiknya kita ke tempat lain saja.” Ajak Eunjo.

Kemudian Jeoran bangkit. Ia tetap menangis tersedu-sedu.

###

“Dok bagaiman keadaan oppa saya?”

“Dia tidak apa-apa. Dia hanya terkejut. Apakah dia amnesia?” tanya dokter.

“Ye~ dia amnesia dan sebelumnya sempat koma.

“Sepertinya ingatannya kembali. Itu sebabnya ia pingsan. Ia terkejut dengan ingatannya sendiri.” Terang dokter.

“Tidak ada yang buruk terjadi padanya kan dok?”

“Tidak~ oh ya siapa namanya?”

“Siwon.”

“Siwon? Seperti nama aktor.”

“Aku tidak tahu namanya dok, maka dari itu aku memanggilnya Siwon.”

“Dia bukan keluargamu?”

“Bukan. Aku menemukannya dalam kondisi yang tidak memungkinkan.”

###

“Oppa, kau sudah sadar.” Cletuk Hyekyu.

Siwon melihat sekeliling.

“Di mana aku?” tanyanya.

“Di rumah sakit.” Jawab Hyekyu.

“Berapa lama aku tidak sadarkan diri?” tanya Siwon.

“Kira-kira setengah hari.” Jawab Hyekyu.

Siwon menggerutu. Ia memegang keplahnya dan mengeluh.

“Kau tidak apa-apa oppa?” tanya Hyekyu cemas.

“Aku hanya pusing.” Ucap Siwon.

“Mau aku ambilkan minum?” tawar Hyekyu.

Siwon mengangguk.

Kemudian Hyekyu memberikan segelas air outih yang ada di meja.

“Ini minumlah.” Ucapnya menyodorkan gelas ke Siwon.

Siwon meneguknya hingga habis kemudian memberikannya ke Hyekyu. Hyekyu meletakkan gelas di meja.

“Kau ingat sesuatu?” tanya Hyekyu.

Siwon mengangguk.

“Kau ingat apa saja oppa? Bisakah kau menceritakan kepadaku?” Sahut Hyekyu.

“Lagu itu.,It Has To Be You, aku pernah mendengarnya sebelumnya. Tapi ada yang berbeda. Penyanyinya bukan yeoja tapi namja. Lalu aku ingat peristiwa yang mengerikan. Aku kecelakaan mobil. Jalanan licin, hujan salju, putih-putih di warnai warna merah. Aku mendengar suara ledakan. Sepertinya mobil yang ku tumpangi meledak.” Terang Siwon.

“Benar. Aku menemukanmu saat musim dingin. Musim lalu~” ucap Hyekyu.

“Aku mendengar yeoja menangis dan kau berteriak memanggil suster. Kita harus mencari yeoja itu.” Cletuk Siwon.

“Waeyo?” sahut Hyekyu.

“Karena tangisan yeoja itu seperti tangisan yeoja yang ada dalam ingatanku.” Jawab Siwon.

###

“Musim Panas hampir tiba. Apakah tidak ada yang bisa menemukan di mana Sangwoo?” ucap seorang ahjumma. Ia terduduk di sofa.

“Jasadnya belum di temukan. Itu tandanya dia belum meninggal.” Ucapnya lagi.

Ia memandangi foto kelurga yang ada di hadapannya.

“Apa mungkin dia hilang ingatan dan tak tahu siapa dirinya? Maka dari itu dia tidak kemabali.” Ujarnya sekali lagi.

“Hyukjae!”

Seorang namja datang menghampiri ahjumma tadi.

“Ye nyonya.” Sahutnya.

“Apakah kita sudah memberitakan hilangnya Sangwoo di media massa atau elektronik?”

“Belum nyonya.”

“Kau urus pemberitaannya. Dan katakan pada appamu untuk memeriksa korban amnesia yang tidak tahu jati dirinya.”

“Baik nyonya.” Ucap namja bernama Hyukjae.

###

“Hyung ini kunci mobilmu.” Ucap Kyuhyun menyerahkan kunci kepada seorang namja.

“Kudengar Jeoran kecelakaan apa itu benar?” tanya namja itu.

Kyuhyun mengangguk pelan. Ia tampak lesu.

“Ya itu benar. Akhir-akhir ini dia berubah. Dan akhir-akhir ini apa yang aku lakukan selalu salah. Selalu membuatnya sengsara. Aku sudah memutuskan untuk melepaskannya. Benar-benar melepaskannya.” Ucap Kyuhyun.

“Ya kurasa dia akan baik-baik saja jika kau mebiarkannya terbang bebas.” Ucap namja itu.

Mereka terdiam.

“Siwon!!!” panggil seorang namja.

“Heechul hyung~” ucap namja yang tadi berbicara dengan Kyuhyun.

“Wah kau bersama dengan Kyuhyun~. Hei Kyu kenapa lese begitu.” Ucap Heechul.

“Dia ada masalah dengan Jeoran.” Ucap namja yang bernama Siwon.

“Jeoran?” sahut Heechul bingung.

“Itu, pacar Jungjae. Kau sudah mendengar penjelasnku bukan via e-mail.” Ucap Siwon.

“Oh~ Ternyata kau benar-benar mencintai yeoja saudaramu sendiri. Hahaha~” sahut Heechul.

Siwon menyikut Heechul.

“Aw~ sakit.” Omel Heechul.

“Dia sekarang menjadi penyanyi.” Ucap Siwon.

“Siapa?” tanya heechul.

“Jeoran.” Sahut Kyuhyun yang sedari diam.

“Selama kau di Amerika, banyak sekali hal yang terjadi. Kau pasti ingin mendengarkannya. Ku harap kau membawa tisu jika ingin mendengarkannya.” lanjut Kyuhyun.

“Ceritakan sekarang juga!!!” ucap Heechul semangat.

###

“Jeoran, kau tidak menemui Kyu?” tanya Eunjo.

Jeoran menggeleng.

“Kau seharusnya tidak bersikap kasar padanya. Niatnyakan baik.” Bela Eunjo.

“Terus saja membelanya. Lama-lama kau tampakterlihat jika menyukainya.” Sahut Jeoran.

“Aku tidak menyukainya hanya saja aku…”

“Ada apa? Jujur saja denganku. Akukan sahabatmu.”

“Aku menyukai temannya yang aktor itu.”

“Maksudmu Choi Siwon?” sahut Jeoran.

Eunjo mengangguk.

“Akan terasa berat jika kau menyukainya.” Sahut Jeoran.

“Waeyo?” tanya Eunjo.

“Dia aktor~ banyak penggemar, pengangum, disukai banyak orang.” Jawab Jeoran.

Ia bangkait.

“Ayo berangkat!” seru Jeoran semangat.

“Kemana?” sahut Eunjo.

“Ke rumah sakit.” Jawab Jeoran.

###

“Bagaimana?” tanya Eunjo.

Jeoran menggeleng.

“Dia tidak kembali. Sepertinya kita lakukan rencana B. Kita keliling rumah sakit ini, mencarinya. Mungkin saja ia ada di sini.” Ucap Jeoran.

“Kita mulai dari mana?”

“Dari aku jatuh.”

###

“Di sini aku terjatuh.” Ucap Jeoran.

“Lalu kita mencari dari koridor mana?” tanya Eunjo.

“Barangku berserakan di koridor itu. Jadi kita cari dari koridor itu.” Jawab Jeoran.

Mereka berjalan mencari seorang namja. Kemudian seseorang memanggil Jeoran.

“Bukankah kau So Jeoran?”

Jeoran dan eunjo menoleh.

“Dokter Park.” Ucap Jeoran.

“Kenapa kau ada di sini? Kau sakit?” tanya dokter Park.

“Aniyo~ aku tidak apa-apa.” Ucap Jeoran.

“Tapi langkahmu sedikit aneh.” Ucap Dokter Park.

“Ini hanya terkelir. Kemarin aku sudah periksa.” Terang Jeoran.

“Lalu apa yang kau lakukan di sini?” tanya dokter Park.

“Mencari seorang namja yang membawa bukuku.” Jawab Jeoran.

“Namja? Buku?” sahut dokter Park tidak mengerti.

“Kemarin bukuku terjatuh di koridor dan katanya seorang namja menemukan bukuku.” Terang Jeoran.

“Oh begitu~ masuklah aku akan membantumu.” Sahut dokter Park mempersilahkan masuk ke ruangannya.

“Jeo, siapa dia?” bisik Eunjo.

“Dia dokterku. Bukankah aku pernah menceritakannya.” Bisik Jeoran.

“Oh jadi dia dokter Park Jungsu.” Bisik Eunjo.

“Duduklah~” ucap dokter Park.

Joeran dan Eunjo duduk di kursi yang kosong.

Sementara dokter Park sibuk dengan ponselnya.

“Kau ingat jam berapa kau terjatuh dan dimana kau terjatuh?” tanya dokter Park.

Jeoran menceritakan kejadiannya.

Dokter Park mengangguk. Kemudian ia mengirim SMS ke seseorang.

“Aku akan menghubungimi jika buku itu di temukan.” Ucap dokter Park.

“Bagaimana kau bisa menemukannya?” cletuk Enjo.

“Dengan kamera rumah sakit. Kau bisa melihat wajah orang yang menemukan buku itu. Dan dengan kamera juga kita dapat menyelidiki ada perlu apa dia ke rumah sakit. Jika tujuannya menjenguk seseorang itu akan mudah.” Terang dokter Park.

###

“Kang Sangwoo~” ucap Eunjo heran.

“Waeyo?” tanya Jeoran.

“Lihatlah berita orang hilang ini.” Ucap Eunjo memperlihatkan berita orang hilang kepada Jeoran.

“Kau merasa familiar tidak?” tanya Eunjo.

“Ehm~ bukannya dia pelanggan di café.” Celetuk Jeoran.

“Jadi selama setengah tahun ini dia tidak ke café karena dia hilang? Apakah dia kecelakaan?” ucap Eunjo.

“Mungkin saja~” cletuk Jeoran kemudian meneguk susu coklat yang ada di hadapannya.

“Aku pergi dulu ya. Nanti sore aku tampil. Jangan lupa menonton ya.” Ucap Jeoran kemudian melangkah pergi meninggalkan Eunjo.

“Eunjo!!! Jeoran sudah pergi~ ayo lakukan tugasmu~ kita kerepotan dengan para pelanggan.” Teriak sesorang.

“Ne~”

###

Dokter Park mematikan tv. Dia beranjak dari kursinya.

“Kang Sangwoo, sampai kapan aku harus menyembunyikanmu. Aku tidak tega melakukan apa yang kau perintahkan.” Ucapnya kemudian mendesah.

“Tok tok tok”

“Ya masuk~” ucap dokter Park.

Seorang namja masuk.

“Dok, ini rekamannya yang dokter minta.” Ucap namja itu menyodorkan kaset kepda dokter Park.

“Gamsahamnida.” Ucap Dokter Park.

Namja itu membungkuk kemudian keluar dari ruangan dokter Park.

Dokter Park langsung memutar kaset rekaman.

“Kang Sangwoo…”

###

“Hyukjae.” Panggil seorang ahjumma.

“Ya nyonya Kang.” Ucap Hyukjae datang menghampiri ahjumma bermarga Kang itu.

“Apakah sudah ada kabar?” tanya nyonya Kang.

“Belum nyonya.” Jawab Hyukjae.

Nyonya Kang mendesah.

“Semua temannya tidak tahu ada di mana. Kendaraanya hilang tanpa bekas. Kemana perginya anak itu.” Keluh nyonya Kang.

“Ehm nyonya. Sebenarnya… akhir-akhir ini…”

“Waeyo? Bicara yang jelas!”

“Tuan muda Sangwoo sering kali berkunjung ke Rumah Sakit.” Terang Hyukjae.

“Rumah Sakit? Apakah dia sakit?”

Hyukjae hanya tertunduk.

###

“Kau langsung dikenal setelah meluncurkan album pertamamu ya.” Ucap seorang MC.

“Ya begitulah~.” Ucap Jeoran tersenyum.

“Lalu siapa orang yang paling berarti dalm pembuatan albummu ini?”

“Pencipta dan komposerku.”

“Dia Yesung bukan?”

Jeoran tertunduk. Semenit kemudian ia mengakat kepalahnya. Matanya berkaca-kaca. Setiap kali mendengar nama itu ia selalu begitu.

“Ya~ Yesung~.” Ucap Jeoran.

“Dia sudah meninggal bukan?”

Jeoran mengangguk pelan.

“Kalian pasti sahabat baik.”

“Bisakah kau tidak menanyakan soal ini?” ucap Jeoran terisak.

“Uhm… maaf. Baiklah kita akan bicara soal lain. Ku dengar kehidupanmu sungguh dramatis. Benar begitu?”

Jeoran tersenyum.

“Kehidupan tidak ada yang indah.” Ucap Jeoran.

“Permirsa di rumah penasaran dengan kehidupanmu. Bisakah kau ceritakan soal kehidupanmua?” tanya sang MC antusian.

“Baiklah~ aku anak Yatim Piatu. Bahkan aku tak tahu siapa appa dan eommaku. Sejak kecil aku di besarkan di panti asuhan. Aku tidak pernah menikmati kehidupan keluarga layaknya orang normal. Tapi mereka semua yang ada di panti asuhan sudah ku anggap seperti keluargaku sendiri. Dan aku sangat senang menjadi bagian dari mereka.

Tak jarang teman-temanku mengejekku karena aku tidak memiliki asal usul yang jelas. Tapi aku tidak peduli. Yang penting aku tidak melakukan kesalahan.” Terang Jeoran.

“Ku dengar kau memiliki pacar ya saat ini?” tanya sang MC.

Jeoran menggeleng.

“Tidak.”

“Yang benar?”

“Ya. Pacarku meninggal sekitar 1,5 tahun yang lalu karena kecelakaan. Dan aku tidak pacaran sejak itu.” Terang Jeoran.

“Aku pernah melihatmu berjalan dengan seorang namja. Dia bukan pacarmu?” tanya sang MC.

“Ehm… dia saudara pacarku yang sudah meninggal itu.”

“Oh~ kau langsung menjawabnya dengan cepat.”

“Ya karena aku tidak punya banyak teman namja.” Ucap Jeoran tersenyum.

“Baiklah permirsa jangan kemana-kemana karena setelah ini ada bintang tamu yang merupakan aktor.” Ucap sang MC.

“Wah enak sekali jadi Jeoran~ dia akan bertemu dengan seoran aktor. Kira-kira siapa ya?” ucap Eunjo memandangi layar televisi yang kini menayangkan iklan.

“Choi Siwon.” Celetuk seorang yeoja.

Eunjo menoleh. Ia melihat yeoja yang sibuk membersihkan meja.

“Dari mana kau tahu?” tanya Eunjo.

“Kemarin MCnya bilang di akhir acara.”

“Jeongmal?” pekik Eunjo.

Yeoja itu meangangguk.

###

“Anda yang bernama dokter Park?” tanya seorang ahjumma kepada seorang dokter yang berkacamata.

Dokter itu mengangguk.

“Ya saya Dokter Parak.” Ucap dokter Park menelan ludah.

“Sepertinya anda terkejut melihat saya.” Ucap ahjumma tersebut.

Dokter Park hanya diam.

“Kau tahu siapa aku?”

“Ya. Anda nyonya Kang. Eomma dari Kang Sangwoo.”

“Benar. Jawab dengan jujur apa hubunganmu dengan putraku!”

“Aku adalah sahabat baiknya sejak SMA dulu.”

“Jeongmal? Aku tidak pernah tahu tentangmu.”

“Apakah anda mengenal teman-teman anak anda?”

Nyonya Kang bungkam.

“Anda tidak mengenal anak anda.”

“Apa maksud perkataanmu dokter Park?”

Dokter Park hanya diam.

“Baiklah saya tidak ada waktu untuk berdebat. Sekarang katakan di mana anak saya sekaran?”

“Saya tidak tahu. Sudah setengah tahun saya tidak melihatnya. Dia tidak memberikan kabar kepada saya.”

“Bohong~ pasti anda bohong.”

“Untuk apa saya bohong?”

Nyoyna Kang diam.

“Lalu kenapa dia sering kemari? Tidak mungkin ia ingin bertemu denganmu di saat kau sedang mengerjakan tugasmu. Apakah dia sakit?”

Doktor Park menghela nafas.

“Ia mengecek kesehatan.” Ucap dokter Park.

“Kesehatan? Kesehatanya?”

“Bukan. Kesehatan sesorang.”

“Siapa?”

“Seseorang yang di rindukan selama ini. Sesorang yang ia sayangi.”

“siapa dia? Katakan padaku.”

“Apa untungnya aku mengatakan ini kepada anda nyonya Kang.”

###

“Hyukjae, tolong kau cari tahu tempat-tempat Sangwoo pergi selama ini. Toko, rumah, café, taman hiburan, segalanya.” Ucap Nyonya Kang kesal.

“Baik nyonya.” Ucap Hyukjae.

“Lihat saja. Aku akan menemukannya. Orang itu pasti yang menyembunyikan Sangwoo dariku.” Ucap nyonya Kang dalam hati.

“Kau tidak apa-apa?” tanya seorang ahjussi.

“Aku khawatir dengan Sangwoo. Dia benar-benar hilang sayangku~.” Ucap nyonya Kang.

“Dia bukan anak kecil lagi~”

“Kenapa kau setenang itu??? Anak kita sudah hilang hampir setengah tahun dan kau bersikap tenang. Apa kau tidak malu dengan rekan bisnismu? Kau tidak dapat menjaga anakmu sendiri.” Sentak nyonya Kang lalu pergi meninggalkan suaminya, tuan Kang.

###

From : Eunjo


To :Jeoran






Jeoran kau tidak ke café hari ini?










From : Jeoran


To : Eunjo






Tidak. Aku ada urusan yang penting hari ini.










From : Eunjo


To : Jeoran






Urusan apa? Kenapa tidak mengajakku? Biasanya kau mengajakku.










From : Jeoran


To : Eunjo






Nanti aku ceritakan jika urusan ini selesai. Aku tidak bisa mengajakmu. Bukannya kau sedang kerja saat ini. Aku tidak mau bosmu marah ^^










From : Eunjo


To : Jeoran






Baiklah~ jika sudah selesai ceritakan kepadaku dan jangan lupa ceritakan soal Choi Siwon yang kemarin ^o^










From : Jeoran


To : Eunjo






OK OK aku akan menceritakan semuanya. Sampai nanti~ bye >.<

###

“Hyekyu, joengmal mianhae.” Ucap Siwon di atas tempat tidur.

“Waeyo?” sahut Hykeyu.

“Aku selalu meropatkanmu.” Ujar Siwon.

Hyekyu tersenyum.

“Tidap apa-apa oppa~. Aku senang melakukannya.” Ujar Hyekyu menyodorkan mangkuk berisi buah-buah yang baru ia potong ke Siwon.

Siwon menerimanya.

“Lalu bagaimana keadaan eommamu?”

Hyekyu hanya diam.

###

“Dokter, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan.”

Dokter Park menoleh. Ia melihat sosok yeoja yang ia kenal.

“Duduklah.” Ucap dokter Park.

Yeoja itu duduk di kursi yang kosong.

“Apa yang ingin kau bicarakan? Kau ingin bertanya soal buku itu?” tanya dokter Park.

Jeroan menggeleng.

“Ini soal pendonor jantungku.” Ucap Jeoran.

“Ya waeyo?”

“Apakah benar yang mendonorkan jantungku itu Yesung?” tanya Jeoran serius.

Dokter Park terdiam.

“Kenapa kau bertanya begitu?”

“Aku mengetahui suatu hal dokter.”

“Apa itu?”

“Golongan darah Yesung AB dan golongan darahku O. jadi tidak mungkin Yesung mendonorkan jantungnya padaku. Terlalu beresiko.” Terang Jeoran.

Dokter Park terdiam. Ia melepaskan kacamatanya.

“Tolong dok, ceritakan yang sebenarnya. Ceritakan padaku, siapa pendonor jantung ini. Dan kenapa kau mengatakan bahwa pendonor jantung ini adalah Yesung? Tolong ceritakan semuanya kepadaku dok. Aku ingin tahu.” Ucap Jeoran dengan mata berkaca-kaca.

###

“Kau sudah melupakan Jeoran?” tanya Heechul.

“Hampir~” sahut Kyuhyun.

“Apa perlu ku bantu mencarikan yeoja lain?” tanya Heechul.

“Tidak perlu. Aku bisa mencarinya sendiri.” Ucap Kyuhyun.

Heechul tersenyum.

“Kau tidak perlu mencarinya. Jodoh tidak lari ke mana-mana. Ia akan menghampirimu. Tinggal menunggu waktu saja.” Ucap heechul.

Kemudian mereka terdiam.

“Ya turunkan aku di sini saja.” Ucap Heechul.

“Kau yakin turun di sini hyung?” tanya Kyuhyun.

“Aku ingin menemui seorang sahabat. Kau pulang saja dulu. Tak usah mengkhawatirkanku.” Ucap Heechul.

“Siapa yang mengkhawatirkanmu?” sahut Kyuhyun.

“Yayaya terserah kau bilang apa. Hati-hati saja di jalan.” Ucap Heechul kemudian keluar dari mobil Kyuhyun.

“Dan satu lagi. Semoga kau segera menemukan belahan jiwamu.” Lanjut Heechul.

Kyuhyun tersenyum.

Hari sudah larut. Jam sudah menunjukkan pukul 22.45. Kyuhyun masih menyetir. Sudah hapir satu jam ia berputar-putar tanpa tujuan. Kemudian ia mengerem dan turun dari kendaraanya.

“Hey apa yang kau lakukan!!!” teriak Kyuhyun.

Dua orang berwajah garang itu menatap Kyuhyun.

“Bukan urusanmu anak muda. Kau urusi saja urusanmu.” Ucap salah satu orang yang berwaja garang.

“Apakah kau mengenal yeoja ini? Tidak bukan? Jadi enyalah kau dari sini.” Ucap yang lainnya.

Kyuhyun mengepalkan tangannya. Ia berjalan mendekat dan menghajar salah seorang dari mereka. Pukulannya menghantam wajah orang jahat itu. Tapi yang lain melawan. Kyuhyun mencoba bertahan. Ia kalah jumlah. Kemudian yeoja yang terduduk di tanah bangkit dan meraih balok kayu. Yeoja memukulkan balok kayu itu kepada kedua orang jahat yang bertarung dengan Kyuhyun. Kedua penjahat itu terjatuh dan merintih kesakitan.

Kyuhyun langsung menyeret yeoja itu menjauh dari dua orang berwajah garang.

“Masuklah!!” seru Kyuhyun menyuruh yeoja itu masuk kedalam moobilnya.

Kyuhyun dan yeoja itu masuk ke dalam mobil.

“Hey kalian!!! Jangan lari kalian!!!” teriak salah seorang penjahat tadi.

To Be continue…

Nah ayo komen-komennya~
saya tunggu lho~

Iklan

About Lyra Callisto

Saya tuh orang yang aneh karena susah ditebak. Saya suka dengerin musik terutama Kpop, ngetik/nulis fanfiction, buka akun, ngedance, nonton acara about korea Status: menikah dengan Kim Jaejoong, bertunangan dengan Lee Donghae, berpacaran dengan Choi Minho, berselingkuh dengan Cho Kyuhyun, mengakhiri hubungan dengan Choi Siwon, menjalin hubungan dengan Choi Jonghun, berkencan dengan Kevin Woo, menjalin hubungan tanpa status dengan Nichkhun dst.

6 responses »

  1. Wahhh……aku bru baca,,, jgn2 yg donor jantung Sangwoo…. yg ilang ingatan yesung…… ahh….jd mkin pnasaran…..

    ff-ny keren….. pnuh kejutan ato bsa dbilang misteri, bisa buat org mnunggu apa yg tjdi,,,, jd ttp setia nunggu next partny…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s