It Has To Be You 2 (chapter 3)

Standar

Air mataku bagaikan salju~ jatuh dan membuatku merasa sakit karena dinginnya, membuatku terdiam membeku

Cast: Yesung, Kyuhyun, Siwon, Heechul, Leeteuk, Eunhyuk

Genre: Life

PG: 15

it has to be you 2

Jantung ini tidak dapat membohongi perasaanku

Tapi jantung ini juga bisa membunuhku

Karena aku menolak kebenaran dari jantungku sendiri

Kenyataan ini membunuhku

Tidak ada ruang untuk bernafas

Aku terhimpit di ruang sesak

Bayang-bayangmu membayangiku

Aku mempercayai sesuatu yang tidak ada

Aku terbunuh karena aku merasa benar

Kenyataan jauh lebih menyakitkan

Jeoran duduk di pojok kamarnya, penampilannya tidak karuan. Ia seperti orang gila. Dengan rambut acak-acakan mata sembab, tatapan kosong, wajah lusuh. Sesorang mengetuk pintu kamarnya dan memanggil-manggil namanya, tapi tidak ada respon dari Jeoran. Ia tetap diam tak berkutik. seakan-akan ia berada di tempat lain.

Sedah berjam-jam dia dalam posisi seperti itu. Tidak makan dan tidak minum. Lalu sesorang mencoba membuka pintu kamarnya yang terkunci. Orang itu berhasil masuk dengan kunci duplikat kamarnya. Orang itu mencari Jeoran. Dan saat ia melihat Jeoran, ia terkejut tak percaya.

“Apa yang terjadi padamu anakku?” ujar orang itu.

Orang itu adalah appa angkat Jeoran. Orang itu memuluk Jeoran dan menangis.

“Katakan apa yang terjadi hingga kau seperti ini?” isak appa Jeoran.

Sejam kemudian Eunjo datang.

“Sudah berapa lama dia seperti itu ahjussi?” tanya Eunjo kepada appa Jeoran.

“Entahlah mungkin dari tadi pagi, atau mungkin dari kemarin malam? Lihat saja matanya sepertinya ia tidak tidur semalaman ini.” Ucap appa Jeoran sedih.

“Dari mana dia kemarin?” tanya Enjo.

“Aku tidak tahu. Manejernya bilang kemarin dia tidak ada job. Aku tak tahu kemana ia pergi. Yang ku tahu dia datang dengan wajah saat ia kehilangan Yesung.” Tutur appa Jeoran.

“Aku akan mencoba berbicara dengannya.” Ucap Eunjo.

Appa Jeoran mengangguk.

“Bisakah kau membujuknya untuk makan juga. Seharian ini dia tidak makan sama sekali.” Ujar appa Jeoran.

“Ne~” sahut Eunjo.

Kemudian appa Jeoran pergi meninggalkan kamar.

Eunjo mendekati Jeoran. Ia membelai Jeoran.

“Apa yang terjadi padamu?” tanya Eunjo.

Jeoran hanya diam. Dan menatap lurus ke depan.

Sudah setengah jam Eunjo bertanya tanpa ada jawaban dari Jeoran. Ia seperti berbicara pada benda mati. Lalu ia memutuskan memutar lagu. Ia memutar lagu rekaman It Has To Be You yang di nyanyikan oleh Yesung sebelum Yesung meninggal.

Jeoran menangis, ia histeris, berteriak tak karuan seperti orang gila.

Eunjo mendakati Jeoran menarik tangan temannya itu.

“Katakan apa yang terjadi Jeoran? Katakan!!! Katakan pada temanmu ini! Jangan kau simpan sendiri masalahmu Jeo!” sentak Eunjo.

“Ini bukan jantungnya. Jantung ini bukan jantungnya.” Histeris Jeoran.

“Apa maksudmu?” tanya Eunjo tidak mengerti.

“Jantungku ini bukan jantung milik Yesung. Golongan darahku O sedangkan golongan darah Yesung AB. Dokter Park selama ini membohongiku Eunjo. Yang mendonorkan jantung untukku bukan Yesung.” Tutur Jeoran lalu menangis.

“Jika bukan Yesung lalu siapa?” tanya Eunjo.

“Kau ingat Kang Sangwoo?”

Eunjo mengangguk.

“Namja yang sering datang ke café itulah yang mendonorkan jantungnya untukku.Dokter Park menceritakan, namja itu sering bertanya tentang diriku, kondisiku. Ia juga sudah mengecek kecocokan jantungku dengannya. Ia mengatakan ke dokter Park, jika dia mati dan jantungnya dapat di donorkan, ia ingin mendonorkan jantung itu kepadaku. Tapi Sangwoo menyuruh dokter Park untuk tidak menceritakan kepada siapapun. Ia menyuruh dokter Park mengatas namakan seseorang.” Terang Jeoran.

“Lalu kenapa dokter Park mengatas namakan Yesung?” tanya Eunjo.

“Sangwoo yang menyuruhnya.” Jawab Jeoran.

“Waeyo?” sahut Eunjo.

“Sangwoo dan Yesung sama-sama mengalami kecalakaan di tempat yang sama karena longsor. Sebenarnya mereka berdua selamat. Sangwoo berusah menyelamatkan Yesung dan membawanya keluar dari longsor tapi ia gagal. Ia terluka ia tidak mampu membopong Yesung. Mereka berdua terpeleset masuk kedalam jurang. Tim penyelamat hanya menemukan Sangwoo, mereka tidak menemukan Yesung. Sangwoo dibawa ke rumah sakit. Tak seorangpun yang tahu siapa dia kecuali dokter Park. Kondisinya kritis. Tiga hari kemudian ia sadar. Ia berbicara kepada dokter Park ia mengatakan ia akan mendonorkan jantungnya segera kepadaku. Dokter Park mengomelinya karena dia masih punya kesempatan untuk hidup, Sangwoo hanya tersenyum dan mengatakan hidupnya tidak akan lama lagi. Ia bertanya soal Yesung dan ia mengetahui namja yang ia tolong itu hilang tanpa jejak. Lalu ia menyuruh dokter Park untuk mengatakan bahwa dirinya adalah Yesung. Ia tidak ingin aku sedih karena jasad Yesung yang hilang tanpa jejak.” Terang Jeoran.

“Darimana ia tahu soal Yesung?” tanya Eunjo.

“Selama ini membututiku dan memperhatikanku. Dia juga tahu bahwa aku diam-diam mencintai Yesung. Aku tidak tahu apa maksudnya ia melakukan hal itu. Aku semakin tidak mengerti apa yang ada di kepalah para namja. Mengapa mereka melakukan itu.?” Tutur Jeoran lalu menangis.

“Karena mereka menyayangimu. Karena mereka mencintaimu. Seroang namja yang mencinta seorang yeoja akan melakukan itu. Mereka akan melakukan apapun demi melindungi yeoja yang di cintaninya meski harus menyakiti dirinya sendiri meski harus mengobarkan nyawa mereka.” Ujar Eunjo memeluk Jeoran.

“Lalu di mana jasad Yesung?” isak Jeoran.

Eunjo menangis.

“Eunjo katakan padaku di mana kemungkinan jasad Yesung berada? Katakan padaku Eunjo!!!” ujar Jeoran frustasi.

Eunjo tidak dapat berkata. Ia tertunduk dan menangis.

 

*******

 

Lebih baik aku mati saat itu

Aku tidak ingin seorangpun menolongku

Membawaku hidup kembali

Menyaksikan betap kejamnya dunia

Merasakan penderitan yang lebih dalam

Menghilangkan akal sehatku

Hingga ku tersiksa

Tapi tidak bisa lepas

Karena aku terikat hutang budi yang tak seharusnya ku terima

 

“Terima kasih banyak sudah melindungi anakku tuan muda Cho.” Ucap appa Hykyu.

“Tidak masalah. Hyekyu harus berhati-hati. Jangan berjalan sendirian di malam hari dan tepat gelap seperti itu.” Ucap Kyuhyun.

“Ne~ anak itu tidak pernah mendengar kata-kata orang tuanya. Berkali-kali ke Seoul selalu begitu.” Ucap appa Hyekyu.

“Maksud anda?” tanya Kyuhyun.

Appa Hyekyu menceritakan semuanya tentang Hyekyu yang hampir terbunuh waktu di Seoul beberapa waktu yang lalu.

“Astaga dia terlalu percaya pada orang lain. Ini ibukota, banyak sekali orang jahat berkeliaran.” Cletuk Kyuhyun.

“Yah itu bawaan sifatnya. Dia mirip sekali dengan neneknya. Dapatkah tuan muda menjelaskan kepada Hyekyu?” ujar appa Hyekyu.

Kyuhyun mengangguk.

“Ahjussi tolong panggil aku Kyu saja jangan tuan muda. Rasanya tidak enak.” Ujar Kyuhyun lalu tersenyum.

 

*******

 

“Ku dengar kau dapat masalah lagi ya?” tanya Siwon kepada Hyekyu.

Hyekyu mendesah.

“Ne oppa~ tapi seorqang namja menolongku.” Cletuk Hyekyu.

“Kau tahu kau berada dimana? Di Seoul, bukan negri dongong dimana orang baik akan bahagia selamanya. Kau hidup di dunia nyata, banyak sekali orang jahat dan orang yang berpura-pura kepadamau.” Tutur Siwon.

“OK aku mengerti.” Ucap Hyekyu.

Lalu HPnya berbunyi, ia melihat layar HPnya.

“Siapa ya?” ucapnya pelan lalu mengakatnya.

“Yoboseyo?” tanya Hyekyu.

Sesorang di sana berbicara kemudian menutup telponnya.

“Siapa?” tanya Siwon.

“Orang yang telah menolongku.” Cletuk Hyekyu.

“Kau memberikan nomermu padanya?” tanya Siwon lagi.

“Tidak.” Sahut Hyekyu.

“Lalu dari mana dia tahu nomermu?” tanya Siwon.

“Entahla akan ku tanyanyakan langsung kepdanya.” Ucap Hyekyu lalu buruh-buruh pergi.

“Kemana kau?” tanya Siwon.

“Menemuninya.”

“Menemuinya?”

“Ya ia menelpon karena ingin bertemu denganku.”

“Hati-hati.”

“Tidak usah khawatir dia orang baik. Lagipula dia ingin bertemu denganku di taman rumah sakit ini. Jika dia menyakitiku aku bisa berteriak meminta tolong.”

“Baiklah. Jangan lupa tanyakan kepada dokter kapan aku bisa keluar dari sini. Aku tidak suka suasana tempat ini. Aku tidak terlalu suka berdiam di rumah sakit.”

Hyekyu hanya mengangguk lalu pergi meninnggalkan Siwon.

“Aish~ aku sendiri lagi di kamar ini. Kenapa sich rumah sakit ini bernuansa putih? Sungguh warna yang menyakitkan.” Cletuk Siwon.

Lalu seseorang masuk ke dalam ruangannya itu. Orang itu tersenyum kepadanya dan mulai berkata

 

*******

 

“Aku sudah mendengar semuanya dari appamu.” Tutur Kyuhyun.

“Mwo? Appa?” sahut Hyekyu.

“Ya appamu dia menjelaskan apa yang terjadi padamu saat datang ke Seoul.” Ucap Kyuhyun.

Hyekyu tertunduk. Ia merasa bodoh karena selalu mendapati kejadian yang sama selama di Seoul.

“Kapan appaku memberi tahumu?” tanya Hyekyu.

“Tadi di kantor.” Ucap Kyuhyuh.

“Kantor?”

“Ya kantor. Appamu bekerja di kantorku. Kenapa? Kau terkejut?” ujar Kyuhyun.

Hyekyu terdiam.

“Ia juga menyerahkanmu padaku.” Cletuk Kyuhyuh datar.

“Mworago?” sahut Hyekyu.

“Dia menjodohkan kita. Tidakkah kau sadar perkataanku.” Ujar Kyuhyun.

Hyekyu terdiam, ia bingung.

“Mulai detik ini kau harus belajar mencintaiku. Aku akan belajar mencintaimu juga.” Ucap Kyuhyun.

Hyekyu memandang Kyuhyun dengan ekspresi tak percaya dan kecewa.

 

*******

 

“Kau membohongi yeoja itu?” sahut Heehcul.

Kyuhyun mengangguk.

“Berhentilah menjadi playboy Kyuhyun, tidak baik mempermainkan yeoja seperti itu.” Tutur Siwon lalu menyesap kopinya.

Kyuhyun hanya tersenyum.

“Yeoja itu percaya saja padamu?” tanya Heechul.

“Ne~ karena aku atasan appanya. Lagi pula secara tidak langsung appanya menyuruhku melakukan hal ini.” Tutur Kyuhyun.

“Tapi tidak begitu caranya Kyu~ kaukan bisa berteman dengannya. Bagaimana jika dia benar-benar mencintaimu?” sahut Siwon.

“Tipekal pria idamannya bukan orang seperti ku tapi seperti mu hyung.” Ucap Kyuhyun menatap Siwon.

Heechul melongok.

“Dari mana kau tahu?” tanyanya kemudian.

“Dia mengatakannya sendiri padaku. Ia mengatakan hanya mencintai aktor terkenal itu Choi Siwon.” Ucap Kyuhyun.

Heechul tertawa.

“Ternyata dia fansmu Siwon.” Ujar Heechul lalu tertawa lagi.

Siwon hanya tersenyum.

“Bawa dia menemuiku. Siapa tahu dia seleraku.” Ucap Siwon lalu tersenyum.

Kyuhyun tertawa.

“Oh ya bagaimana jika kau jatuh cinta dengannya?” tanya Siwon tiba-tiba.

Kyuhyun terdiam

*******

“ini rumahnya, Hyukjae?” tanya nyonya Kang.

“Ne~” ucap Hyukjae.

“Nyonya Kang mengetuk rumah sesorang. Semenit kemudian seseorang membukakan pintu.

“Maaf anda mencari siapa?” tanya seorang yeoja yang membukakan pintu.

“Saya mencari So Jeoran.” Ucap nyonya Kang.

“Maaf Jeoran tidak dapat di temui saat ini.” Ucap yeoja yang tidak lain adalah Eunjo.

Nyonya Kang tidak percaya ia masuk ke dalam ruamah. Dan berteriak teriak memanggil Jeoran.

Lalu Jeoran turun dengan wajah yang pucat.

“Anda mencari saya?” ucapnya.

“Kau Jeoran?” tanya nyonya Kang.

“Ye~” ucap Jeoran.

“Di mana kau sembunyikan anakku?” sentak nyonya Kang.

“Apa maksud anda?” tanya Jeoran tidak mengerti.

“Di mana kau sembunyikan putraku, Kang Sangwoo.” Sentak nyonya Kang.

Jeoran terdiam. Ia mencoba bernafas, tapi dadanya sesak. Ia merasa di tusuk-tusuk jarum.

“Sangwoo putra anda?” tanya Eunjo tiba-tiba.

Nyonya Kang berbalik ke arah Eunjo.

“Ya, dia anakku.” Ucap Nyonya Kang.

“Kami baru tahu namanya saat anda membuat iklan di koran. Dia sering berkunjung ke café, kami tidak tahu jika dia memperhatikan Jeoran diam-diam, membuntuti Jeoran.” Tutur Eunjo.

“Tidak mungkin. Pasti kau yang menggodanya hingga dia melakukan hal yang tidak berguna itu.” Sentak nyonya Kang ke Jeoran yang kini terduduk di tengah-tengah tangga.

Nyonya Kang berjalan ke arah Jeoran. Ia mengangkat tubuh Jeroan, mencengkaram pakaian Jeoran dan berkata,

“Di mana kau sembunyikan putraku.” Tutur nyonya Kang.

Jeoran tetap terdiam. Pandangannya kosong.

Nyonya Kang hendak menamparnya tapi Hyukjae menahannya.

“Apa yang kau lakukan Hyukjae? Lepaskan tanganmu!” sentak nyonya Kang.

“Jangan memukulnya nyonya. Aku punya kabar untukmu.” Ucap Hyukjae.

Nyonya Kang menurunkan tangannya.

“Berita apa?” tanya nyonya Kang ketus.

“appa saya, tuan Lee baru saja mengirimi data berisi info soal Jeoran dan Sangwoo.” Ucap Hyukjae.

“Bukankah kita sudah memilikinya?” sahut nyonya Kang.

“Data ini merupakan alasan kenapa tuan Kang Sangwoo membuntuti dan memperhatikan Jeoran.” Tutur Hyukjae.

“Jelaskan!” perintah nyonya Kang.

“Sebelum adik anda maninggal karena pendarahan, ia menitipkan pesan. Ia ingin anaknya di rawat oleh anda karena anda tidak dapat mempunyai seorang anak. Tetapi anda tidak ingin merawat anak itu. Yang anda tahu adik anda melahirkan satu bayi, bayi perempuan memiliki kelainan jantung. Lalu anda pergi meninggalkan rumah adik anda. Padahal setengah jam setelah itu tuan Sangwoo lahir dan kemudian adik anda meninggal. Pembantu itu menyuruh orang mengatarkan tuan Sangwoo kepada anda. dan mengatakan bahwa tuan Sangwoo di ambil dari panti asuhan. Anda menerimanya karena anda ingin mempunyai anak laki-laki. Anda tidak tahu jika itu bayi adik anda. Anda juga tidak tahu bukan bahwa pembantu itu berbohong soal bayi perempuan itu. Bayi perempuan itu di bawa ke panti asuhan bukan mati. Pembantu itu tidak ingin bayi itu mati karena anda. ia mendengar anda berencana untuk membunuh bayi adik anda sendiri. Maka dari itu pembantu itu menyembunyikannya. Setelah bertahun-tahun, pembantu itu menceritakannya kepada Sangwoo dan Sangwoo mencari kakak kembarnya itu yang tidak lain adalah So Jeoran.” Terang Hyukjae.

Nyonya Kang terduduk tak percaya. Sedangkan Jeoran jatuh pingsan. Hyukjae langsung meraihnya.

“Dia demam.” Ucap Hyukaje.

“Bawa langsung ke rumah sakit. Kondisinya sudah buruk sejak tadi pagi tapi dia menolak untuk di bawa ke rumah sakit.” Cletuk Eunjo.

*******

Nyonya Kang menangis di tempat tunggu rumah sakit.

“Aku begitu kejam!!! Membenci dan menaruh dendam kepada adikku sendiri. Padahal ia tidak pernah sedikitpun membenciku. Ia telah memberikan kebahagian kepadaku selama ini. Bagaimana bisa aku melakukan itu…” isak nyonya Kang.

Eunjo memberikan tisu kepada nyonya Kang.

“Apakah appa Jeoran masih ada?” tanya Eunjo.

“dia sudah minggal sebelum Jeoran lahir. Karena kecelakaan.” Tutur nyonya Kang mengusap air matanya.

“Jadi Jeoran tidak mempunya satu anggota kelurgapun yang masih hidup. Appa, eomma, dongsaengnya meninggal. Yang ada hanya anda nyonya.” Cletuk Eunjo.

“Dongsaeng?” sahut nyonya Kang.

“Ia. Jeoran menciratakan padaku jika yang mendonorkan jantungnya itu Sangwoo. Ia mendapat berita itu dari dokter Park kemarin malam. Kebenaran yang di sembunyikan dokter Park inilah yang membuatnya menjadi seperti ini.” Ucap Eunjo.

“Astaga Sangwoo~”ujar nyonya Kang lalu menangis lagi.

“Kapan itu terjadi?” tanya nyonya Kang terisak.

“Desember kemarin.” Jawab Eunjo.

“Di mana aku?” tanya Jeoran ketika sadar.

“Kau ada di rumah sakit.” Sahut Eunjo yang ada di samping Jeoran.

Jeoran mencabut infusnya dan turun dari ranjang.

“Jeo kau mau kemana?” tanya Eunjo mendekati Jeoran.

“Aku ingin keluar dari sini.” Tutur Jeoran lalu membuka pintu kamar.

Nyonya Kang ada di depan.

“Jeo kau mau kemana?” tanya Nyonya Kang.

Jeoran tidak menjawab. Dia melangkah pergi. Tapi tidak berhasil. Hyukjae meraih tangannya dan membawanya masuk.

“Lepaskan aku!!!” triak Jeoran.

“Biarkan aku pergi!!!” triaknya lagi.

“Jeo kau sedang sakit.” Sahut Eunjo.

“Aku ingin pulang!!! Aku tidak ingin di sini!!!” triak Jeoran berusaha melepaskan diri dan lari keluar kamar.

“ Kau akan pulang setelah sembuh.” Sahut Eunjo.

“Aku sudah sembuh. Aku sudah bisa berjalan~ aku sudah bisa berteriak.” Turur Jeoran.

“Belum~ kondisimu belum pulih. Lihat wajahmu begitu pucat.” Ucap Eunjo.

“Ah~ aku tidak peduli. Aku tidak suka tempat ini. Terlalu banyak kenangan buruk di sini. Cho Jungjae meninggal di tempat ini. Aku tersiksa berkali-kali merasakan rasa sakit di jantungku ini di tempat ini, di rumah sakit ini. Kembaranku meninggal di sini dan aku tak tahu. aku benci rumah sakit. Terlalu banyak orang yang meninggal di sini. Aku benci bau infus. Bau itu membuatku mengingat kenangan buruk di tempat ini. Bau ini mengingatkanku akan kematian.” Teriak Joeran.

“Aku tersiksa di sini~ biarkan aku pergi~ atau biarkan aku mati saat ini juga~ aku tidak sanggup untuk hidup lagi.” Isak Jeoran.

Eunjo menampar Jeoran. Jeoran terduduk di lantai.

“Kau tidak ingat atas pengorbanan saudara kembarmu? Ia memberiknya nyawanya untukmu~ Dia memberikan jantungnya untukmu~ jangan lukai saudaramu yang ingin melihatmu bahagia, ingin melihatmu tetap hidup~” isak Eunjo.

“Ini semua salahku. Coba saja aku mau menerimamu menjadi anakku dan tidak bermaksud jahat padamu. Pasti kau tidak akan begini jadinya.” Tutur nyonya Kang yang menangis lalu memeluk Jeoran.

“Maafkan aku~ sungguh maafkan aku.” Tutur nyonya Kang.

*******

“Oppa~ kau sedang apa?” Tanya Hyekyu.

“Tidak aku hanya tidak sengaja mendengar keributan di kamar ini.” Terang Siwon.

“Keributan?” sahut Hyekyu.

“Ya yeoja yang sedang sakit di kamar ini sepertiku. Dia tidak suka rumah sakit dan aromanya.” Ucap Siwon.

“wah oppa kita tidak usah ikut campur. Lebih baik kau kembali ke kamarmu dan beristiraht. Aku tidak ingin kau jatuh pingsan. Kemarin kau sudah pingsan hampir tiga kali. Aku tidak sanggup melihatmu jatuh pingsan lagi.” Omel Hyekyu menyeret Siwon.

“Ah aku baru saja bangun. Kenapa kau menyuruhku istirahat? Ini masih pagi~ aku ingin berjalan-jalan dan menghirup udara segar.” Tolak Siwon.

“Tidak. Kondisimu belum baik.” Sahut Hyekyu menarik Siwon ke kamarnya.

Setelah di kamar Siwon berkata.

“Kau tahu Hyekyu, sepertinya aku familiar dengan seara yeoja di kamar tadi.”

“Benarkah?” sahut Hyekyu.

“Ya~ tapi aku tidak ingat siapa~” tutur Siwon.

Hyekyu mengangguk.

“Akanku check. Oppa istirahat saja dulu.” Tutur Hyekyu.

Hyekyu langsung keluar kamar dan menujuh kamar di mana oppanya mendengar suara yeoja tadi. Ia celingukan. Lalu seorang suster bertanya kepadanya.

“Kau sedang apa?”

“Ehm~ tidak apa-apa aku hanya penasaran dengan pasien di kamar ini. Oppaku familiar dengan suaranya. Suster tahu siapa dia?” ucap Hyekyu.

“Mereka tidak mengijinkan satu orangpun tahu siapa dia. Ini rahasaia.” Ucap suster.

“Ayolah suster. Oppaku mungkin bisa mengingat kembali masa lalunya~ dia mengalami gagar otak~ tolonglah sus~” pinta Hyekyu.

Suster itu mendesah.

“Baikalh. Tapi jangan beri tahu siapa-siapa.” Ucap suster.

Hyekyu mengangguk.

“Dia So Jeoran, penyanyi baru.” Bisik suster.

“Suster punya lagunya di HP suster?” bisik Hyekyu.

Suster itu terdiam lalu mengangguk.

“Yang palik enak It Has To Be You, kau mau?” bisik suster.

“Ya Bluetooth ya sus.” Bisik Hyekyu.

Beberapa menit kemudian Hyekyu kembali ke kamar Siwon oppa.

“Oppa ternyata dia So Joeran. Penyanyi baru. Kau pernah mendengar suaranya saat di café. Kemudian kau jatuh pingsan.” Tutur Hyekyu.

“Joeran?”

Hyekyu mengangguk.

“Akankuputarkan lagunya untukmu.” Ucapnya lalu memutarkan lagu It Has To Be You yang dinyanyikan oleh Joeran.

Oneuldo nae gieogeul ttarahemaeda
I gil kkeuteseo seoseongineun na
Dasin bol sudo eomneun niga nareul butjaba
Naneun tto I gireul mutneunda
Neol bogo sipdago
Tto ango sipdago
Jeo haneulbomyeo gidohaneun nal
<!–[if !supportLineBreakNewLine]–>
<!–[endif]–>

Siwon mencengkram kepalahnya.

Niga animyeon andwae

Ia berteriak histeris.

“Oppa ada apa?” tanya Hyekyu panik.

Neo eobsin nan andwae
Na ireoke haru handareul tto illyeoneul

Ia berteriak meminta tolong memanggil suster.

 

 

To Be continue…

 

 

Jangan lupa komentarnya ya~

ayo utarakan pendapatmu~

ditunggu~

Iklan

About Lyra Callisto

Saya tuh orang yang aneh karena susah ditebak. Saya suka dengerin musik terutama Kpop, ngetik/nulis fanfiction, buka akun, ngedance, nonton acara about korea Status: menikah dengan Kim Jaejoong, bertunangan dengan Lee Donghae, berpacaran dengan Choi Minho, berselingkuh dengan Cho Kyuhyun, mengakhiri hubungan dengan Choi Siwon, menjalin hubungan dengan Choi Jonghun, berkencan dengan Kevin Woo, menjalin hubungan tanpa status dengan Nichkhun dst.

6 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s