It Has To Be You 2 (chapter 4)

Standar

The Truth Killing Me

Cast: Yesung, Kyuhyun, Siwon, Leeteuk, Eunhyuk, Heechul, Joeran, Hyekyu, Eunjo

Genre: Life

PG: 15

it has to be you 2

Eunjo memberikan koran kepada Jeoran.

”Apa?” tanya Jeoran tidak mengerti kenapa Eunjo memberinya koran.

”Lihatlah berita yang terpampang di sana.” ucap Eunjo.

Jeoran membaca koran yang diberikan Eunjo. Jeoran terbelalak.

”Menurutmu bagaimana?” tanya Eunjo.

Jeoran tetap diam.

”Apakah dia benar-benar orang tua kandungmu?” tanya Enjo sekali lagi.

”Entahlah.” ucap Jeoran pelan.

Ia mengusap wajahnya kemudian berkata.

”Mereka berdua tidak mempunya bukti yang kuat. Koran ini ataupun kebenaran tempo hari. Aku perlu bukti yang kuat.” ucap Jeoran.

Mereka terdiam untuk beberapa saat.

”Lalu bagaimana kondisimu?” tanya Eunjo memecahkan keheningan.

”Lebih baik dari kemarin.” ucap Jeoran.

”Kau tahu Jeo…” ucap Eunjo.

”Mwo?” sahut Jeoran.

”Aku yakin kau dapat mengatasi masalah ini. Kau sudah berjanji tidak akan pernah menyerah karenanya.” ucap Eunjo.

Jeoran tertunduk.

”Iya. Aku sudah berjanji, tapi aku sangat bingung. Aku bahkan tidak percaya kepada orang-orang.” ucap Jeoran.

”Termasuk kepadaku?” tanya Eunjo.

”Bahkan dirimu~ aku tidak percaya lagi dengan yang ada di sekitarku.” ucap Jeoran.

Eunjo hendak berkata tetapi seseorang membuka pintu kamar Jeoran. Orang itu dokter Park.

”Mau apa dokter di sini.” ucap Jeoran ketus.

”Menyampaikan kebenaran.” ucap dokter Park.

”Mengapa baru sekarang dokter menyampaikannya?” sahut Joeran ketus.

”Karena saudara kembarmu. Karena Kang Sangwoo.” jawab dokter Park.

”Jadi benar dia saudara kembar Jeoran?” sahut Eunjo.

Dokter Park mengangguk. Ia memberikan sebuah map kepada Jeoran.

”Bacalah.” ucap Dokter Park.

Jeoran membuka map itu dan membaca kertas yang ada di dalamnya.

Ia menitikkan air mata.

“Dia benar-benar saudaraku.” Isak Jeoran.

Eunjo mendekati Jeoran dan memeluk sahabatnya itu.

“Satu lagi, ini…”

Hyekyu duduk diam di bangku yang terletak di koridor. Ia tertunduk. Tetes demi tetes air mata jatuh membasahi kedua pipinya. Tangisnya semakin lama semakin menjadi. Seorang bapak separuh baya mendekatinya.

“Waeyo Hyekyu ah?” tanya bapak itu yang tidak lain adalah appa Hyekyu.

Hyekyu tidak menjawab dia hanya menangis.

Seorang suster mendekati mereka. Ia mengatakan sesuatu kepada appa Hyekyu.

Kyuhyun memandaingi koran yang di pegangnya.

“Serius sekali. Ada apa?” tanya Siwon yang kemudian duduk di samping Kyuhyun.

Kyuhyun menyodorkan koran kepada Siwon. Siwon menerima dan membacanya.

“Apakah mereka benar-benar orang tua Jeoran?” tanya Siwon setelah membaca sebuah artikel.

“Entahlah.” Ucap Kyuhyun lalu mendesah.

“Bagaimana bisa kau mengatakan begitu? Apa kau tidak menghubunginya?” sahut Siwon.

Kyuhyun menggeleng.

“Aku tidak ingin mengganggunya.” Ucap Kyuhyun pelan.

“Aku tidak suka sikapmu yang keras kepalah. Meski kalian sudah memutuskan untuk tidak pacaran lagi tapi apa salahnya jika kau berteman dengannya. Bukankah saudaramu sudah berpesan sebelum meninggal untuk menjaganya? Kau harus menjaganya. Hubungi dia, tanyakan kondisinya saat ini. Mungkin saja dia terkejut.” Ucap Siwon.

Kyuhyun mendesah panjang. Ia mengambil HPnya dan menghubungi seseorang.

“Dia tidak mengangkat telponku. Dia pasti sibuk.” Cletuk Kyuhyun lalu menggeletakkan HPnya di meja.

“Jangan berpikiran negatif seperti itu. Siapa tahu dia ada masalah. Coba hubungi rumahnya, apa dia baik-baik saja.” Sahut Siwon.

Dengan malas Kyuhyun menelpon lagi.

“Ah ahjussi…. Jeoran ada? …… apakah dia baik-baik saja? ……… apa karena berita di koran hari ini? …………. …… ada masalah apa? ……………….. Eunjo? … …………. Di mana Jeoran di rawat? …………………. Baiklah, gamsahamnida ahjussi.”

Kyuhyun menutup telpon. Ia mencengkram HPnya.

“Sesuatu yang buruk terjadi?” tanya Siwon.

Kyuhyun memejamkan matanya.

“Dia depresi~ sebelum berita ini dia sudah depresi. Aku tidak tahu mengapa…” ucap Kyuhyun kemudian menangis.

Siwon menepuk-nepuk pundak Kyuhyun.

“Jangan menangis~ kaukan seorang namja. Tidak sepantasnya kau menangis.” Ucap Siwon.

“Aku tidak bisa melihatnya menderita hyung~ tidak bisa. Sejak saudaraku meninggal, ia terlihat depresi. Kemudian depresinya menjadi ketika Yesung meninggal, ia hampir saja meninggal dengan bunuh diri. Ia sangat depresi. Dia sering di tinggal oleh orang-orang yang mencintainya, orang-orang yang ia cintai. Aku merasa bersalah hyung~ sangat bersalah~ aku sudah berjanji kepada kakakku agar membuatnya bahagia. Tapi apa nyatanya…” isak Kyuhyun.

“Aku ingin mengatakn sesuatu padamu.” Ucap Siwon.

Kyuhyun mencoba menenangkan diri. Ia menghapus air matanya.

“Tempo hari aku bertemu dengannya saat reality show. Aku iseng menanyakan golongan darahnya. Dia mengatakan golongan darahnya O. aku sangat terkejut. Karena aku tahu Yesung bergolongan darah AB. Yesung sendiri yang mengataknnya. Aku sendiri terkejut. Bukannya itu mustahil~ mustahil jika jantungnya saat itu adalah jantungnya Yesung.” Ucap Siwon.

Kyuhyun menatap Siwon.

“Kau kenal Yesung hyung?”

Siwon mengangguk.

“Tapi tidak terlalu akrab. Aku pernah belajar bernyanyi darinya karena tuntutan peran yang aku mainkan. Aku harus bisa menyanyi, maka dari itu aku belajar darinya.”

“Apa mungkin Jeoran depresi karena itu?”

“Mungkin ia mencari tahu kebenarannya dan ia mendapatkan sesuatu kebenaran yang membuatnya shock.”

Kyuhyun terdiam, ia berpikir.

“Aku harus menanyakan kepada dokternya.” Ucap Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya.

Kyuhyun masuk ke dalam suatu ruangan. Tapi ia tidak menemukan apa yang ia cari. Ia keluar dan bertanya kepada suster.

“Sus, dokter Park di mana ya?”

“Sepertinya dokter Park menemui pasiennya. Anda tunggu saja di dalam ruangannya. Sebentar lagi mungkin ia kembali.” Ucap suster.

“Gamsahamnida.” Ucap Kyuhyun.

Ia kembali masuk ke dalam ruangan. Menunggu dokter Park tiba.

Beberapa menit kemudian sesorang membuka pintu dan berkata.

“Ada yang bisa saya bantu?”

Kyuhyun bangkit kemudian berbalik ke arah sumber suara.

“Bisakah dokter mengatakan hal yang sebenarnya kepadaku? Tentang jantung Jeoran. Siap pendonornya.”

Dokter Park terkejut, ia menelan ludah. Kemudian ia berjalan dan duduk di kursinya.

“Duduklah, aku akan menceritakan semuanya.” Ucap dokter Park.

Kyuhyun menurutinya.

Dokter Park melepaskan kacamatanya lalu mendesah. Kemudian ia mulai bercerita mengatakan kebenarannya. Mengatakan tentang Sangwoo. Tapi dokter Park tidak menceritakan bahwa Sangwoo adalah kembaran Jeoran. Ia terlalu lelah menceritakan banyak kebenaran hari ini.

Kyuhyun keluar dari ruangan dokter Park. Ia berjalan sambil menitikkan air mata.

‘Pasti berat untukmu mengetahui kebenaran bahwa jasad Yesung belum di temukan…’ batin Kyuhyun.

Ia berjalan ke taman. Ia butuh udara segar. Lalu seseorang menabraknya. Dia seorang yeoja. Yeoja itu jatuh tersungkur dan menangis.

“Kenapa menangis?” tanya Kyuhyun datar.

Tidak ada jawaban dari yeoja itu.

Kyuhyun mengulurkan tangannya ogah-ogahan.

“Biar aku bantu.” Ucap Kyuhyun datar.

Yeoja itu tidak menghiraukan Kyuhyun.
“Sebenarnya ada apa denganmua hah? Tertabrak dan jatuh saja menangis. Seperti anak kecil saja. Aku tidak suka……” sentak Kyuhyun ketus.

Yeoja itu bangkit. Yeoja itu memandang Kyuhyun dengan mata berlinang air mata.

“Kau seperti anak kecil! Kerjaanmu menyusakan saja.” Sentak Kyuhyun sekali lagi.

Yeoja itu menangis lagi. Ia pergi meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun memandang yeoja iu.

Seseorang memukul kepalahnya.

“Apa yang kau lakukan. Kau sungguh jahat. Kenapa membuat yeoja menangis?” sentak Siwon.

“Hyung kenapa kau bisa di sini?” tanya Kyuhyun.

“Aku mengikutimu~ aku takut kau menghajar dokter Park karena tidak terima.” Jawab Siwon.

“Oh ya bagaimana bisa kau bersikap ketus kepada yeoja itu. Jika memang itu sikapmu~ pantas saja Jeoran tidak bahagia. Dia malah tertekan.” lanjut Siwon.

Kyuhyun terdiam.

“Tidak ada yeoja yang akan mencintaimu jika kau tetap seperti ini.” Ucap Siwon lalu meninggalkan Kyuhyun pergi.

Hyekyu menangis di belakang mobil sesorang. Ia menekuk kakinya dan memeluknya. Ia meletakkan dagunya di lututnya. Matanya merah dan lebam.

Seorang namja memberikannya sapu tangan. Ia mendongak. Ia terbelalak.

”Hapus air matamu.” cletuk namja itu.

Hyekyu mengambil sarang tangan dari namja itu kemudian mengusap air matanya.

”Kenapa menangis?” tanya namja itu duduk di samping Hyekyu.

Hyekyu terdiam. Ia mengambil nafas panjang.

”Semua pergi meninggalkanku.” ucap Hyekyu.

”Eommaku baru saja meninggal. Oppaku tidak mengenaliku lagi ia mengusirku. Aku merasa aku hanya pembuat masalah.” lanjut Hyekyu.

”Ada lagi yang membuatmu menangis?” tanya namja itu lagi.

”Hidupku~ hidupku tidak berguna. Selalu membuat orang menderita, selalu membuat orang terbebani, selalu bergantung kepada orang lain.” isak Hyekyu meneteskan air mata.

”Apa yang akan kau lakukan?” tanya namja itu.

”Aku tidak tahu Siwon oppa~” isak Hyekyu.

”Apakah kau akan bunuh diri?” tanya Siwon.

Hyekyu terkejut ia memandang lurus ke depan.

”Aku tidak bisa. Aku takut.” cletuk Hyekyu.

”Itulah kau. Kau takut~ itu yang membuatmu menderita.” ucap Siwon.

”Aku kenal seorang yeoja yang memiliki hidup lebih suram darimu.” lanjut Siwon.

Hyekyu memandang Siwon.

”Siapa dia?” tanya Hyekyu.

”Dia adalah yeoja yang dicintai chinguku.” jawab Siwon.

”Dia besar di panti asuhan. Dia tidak tahu siapa orang tuanya. Dia tidak mempunyai keluarga. Dia menganggap orang-orang panti adalah keluarganya. Sejak kecil hingga kini ia sering di hina-hina karena dia dianggap sebagai anak haram. Satu setengah tahun yang lalu dia di tinggal pergi namjachingunya. Ia sangat terpukul. Ia berusaha tidak menangis. Tapi tidak bisa. Chinguku mencoba menolongnya. Awalnya ia hanya ingin menjalankan pesan dari namjachingu yeoja itu yang merupakan saudaranya sendiri tetapi ia mulai mencintai yeoja itu. Setengah tahun yang lalu yeoja itu hampir mati karena penyakitnya. Ia mempunyai kelainan jantung. Seorang namja menyelamatkannya dengan mendonorkan jantungnya kepada yeoja itu. Yeoja itu kembali hidup. Tapi mengetahui siapa pemilik jantung itu ia ingin mengakhiri hidupnya.” terang Siwon.

”Waeyo?” cletuk Hyekyu.

”Karena namja itu adalah orang yang dicintainya.” ucap Siwon.

”Jadi yeoja itu sudah meninggal?” tanya Hyekyu.

”Kau tanyakan saja ke chinguku. Dia akan menceritakan kelanjutannya.” Sahut Siwon beranjak.

”Siapa chingu oppa?” tanya Hyekyu mendongak.

”Orang yang baru saja membuatmu menangis tadi di taman.” ucap Siwon.

”Kyu~” cletuk Hyekyu.

Siwon mengangguk pelan. Kemudian ia pergi meninggalkan Hyekyu sendiri.

Hyekyu melihat namja itu duduk di taman sendiri. Ia masih ragu untuk mendekati namja itu. Lalu ia ingat kata-kata Siwon, ia dapat menyerap apa maksud Siwon. Ia harus menjadi pemberani.

Hyekyu melangkahkan kakinya mendekati namja itu. Ia duduk di samping namja itu. Tapi ia tidak dapat berkata apa-apa. Bibirnya seakan-akan berat untuk dibuka dan mengatakan sesuatu. Ia hanya meremas-remas sapu tangan dari Siwon.

Namja yang duduk di sampin Hyekyu itu melihat sapu tangan Hyekyu. Ia milihat ada ibnisial SC.

”Apa saja yang kau lakukan dengannya?” ujar namja itu.

”M… Mwo?” sahut Hyekyu

”Pasti kau sudah bersenang-senang dengan Siwon hyung~” ucap namja itu.

”Mworago?” sentak Hyekyu.

Namja itu menatap Hyekyu.

”Kau berhenti menangis pasti mendapatkan sesuatu darinya bukan? Sesuatu yang membuatmu senang? Diakan tipemu? Pasti kau sangat senang jika dia memberikan sesuatu padamu. Sesuatu yang tidak kau dapatkan seblumnya. Sesuatu yang hanya kau dapatkan dari seorang namja.” ucap namja itu.

”Kyu aku tidak tahu apa maksudmu. Kata-katamu sungguh tak pantas.” sentak Hyekyu.

”Tidak pantas? Ku kira pantas-pantas saja. Lihat saja bibirmu bergetar. Kau pasti mendapatkan ciuman darinya. Dasar perempuan gampangan. Mau saja di cium dengan orang yang baru….”

”PLAK~”

Hyekyu menampar Kyuhyun hingga membekas di pipi kiri Kyuhyun.

”Aku tidak berciuman dengannya dan asalkan kau tahu aku bukan perempuan gampangan.” sentak Hyekyu penuh emosi.

Ia beranjak kemudian melangkah pergi. Baru tiga langkah ia membalikkan tubuh.

”Dan lagi~ aku telah melakukan satu kesalahan~ Yaitu percaya kepadamu. Kau sama saja dengan orang bejat itu. Aku tidak percaya lagi dengan orang-orang sepertimu. Aku tidak mau percaya lagi dengan orang Seoul.” lanjut Hyekyu kemudian menghilang dari pandangan Kyuhyun.

”Siapa yeoja itu?” sahut sesorang.

Kyuhyun mencari asal muasal suara.

”Bukan siapa-siapa.” ucap Kyuhyun.

”Berhentilah membuat yeoja menderita. Kau sudah banyak membuat yeoja menderita. Kau akan mendapatkan balasan. Mungkin tamparan itu balasannya.” cletuk seorang yeoja kemudian duduk di samping Kyuhyun.

”Sekarang tolong jelaskan semua tentang Jeoran, Eunjo.” ucap Kyuhyun.

Heechul tertawa melihat Kyuhyun yang baru saja masuk ke dalam cafe.

”Hya Kyuhyun ada apa dengan wajahmu.” cletuk Heechul.

Kyuhyun menghampiri Heechul.

”Siwon hyung belum datang ya hyung?” tanya Kyuhyun.

Heechul menggeleng.

Kyuhyun mendesah lalu duduk di samping Heechul.

”Hei kau belum menjelaskan soal pipimu itu.” cletuk Heechul.

”Bekas tamparan.” cletuk Kyuhyun lalu menyambar minuman Heechul dan meneguknya.

Heechul tertawa, ia tidak peduli dengan minumannya yang di rebut Kyuhyun.

”Pasti yeoja yang menampar.” cletuk Heechul.

Kyuhyun diam saja.

”Dua tahun yang lalu semua yeoja bertekuk lutut kepadamu. Kau bagaikan pangeran. Kau di kelilingi banyak yeoja. Tapi sekarang terbalik. Kau yang mengejar-ngejar yeoja.” ujar Heechul.

”Aku tidak mengejar-ngejar yeoja.” sahut Kyuhyun.

”Jeoran?” sahut Heechul.

Kyuhyun diam lagi.

”Mungkin ini karma bagimu. Kau sering mempermainkan yeoja~ nah sekarang berbalik kepadamu~ yeoja itu mempermainkanmu.” cletuk Heechul.

”Aku tidak mempermainkan siapapun & aku tidak dipermainkan siapapun.” ucap Kyuhyun.

”Kau harusnya bercermin Kyu~ kau selalu egois~ kau memetingkan dirimu sendiri. Kau tahu~ meski aku kenal denganmu, jika kau ada masalah besar sepertinya aku tidak akan membantumu sedikitpun.”

”Waeyo?”

”Lihat saja dirimu.”

Kyuhyun tertunduk.

”Maafkan aku~ aku terlalu banyak masalah.” ucap Kyuhyun.

”Minta maaflah kepada yeoja yang pernah kau sakiti.” ujar Heechul.

Kyuhyun mengusapa wajahnya.

”Aku menyukai dirimu yang dulu. Penggila game.” cletuk Heechul.

”Kau sudah minta maaf kepada yeoja itu Kyu?” cletuk Siwon yang baru tiba.

Siwon duduk di depan Kyuhyun.

”Ada apa dengan wajahmu?” tanya Siwon lagi.

”Hyekyu menamparku tadi.” ucap Kyuhyun.

”Pasti kau membuatnya sakit hati.” ujar Siwon.

”Aku tidak bermaksud begitu. Aku sedang emosi dan aku tidak bisa menahannya.” ucap Kyuhyun menyesal.

”Temui dia dan bilang minta maaf kepadanya. Ia baru saja kehilangan orang yang di cintainya.” ujar Siwon.

”Benarkah?” sahut Kyuhyun.

”Wah Hyekyu seperti Jeoran saja.” cletuk Heechul.

”Ia baru saja kehilangan eommanya dan kakaknya tidak ingat lagi dengannya.” ujar Siwon.

Keesokan harinya

”Kau akan pulang hari ini juga?”

Hyekyu mengangguk. Sejak kemarin dia tidak berbicara.

”Lalu bagaimana dengan namja itu?”

Hyekyu hanya diam. Ia memandangi makam eommanya.

”Banyak wartawan di luar. Kau jangan keluar. Itu sangat berbahaya.” ucap Nyonya Kang.

Jeoran hanya terdiam.

”Aku akan menangani masalah ini.” ucap Nyonya Kang lalu keluar dari kamar Jeoran.

Jeoran memandang keluar jendela, kemudian ia berahli ke sebuah buku yang berada di atas meja. Ia meraihnya dan membukanya.

Setitik air membasahi buku itu. Jeoran buru-buru menutup buku itu dan menghapus air matanya.

”Kau masih tidak ingat?” tanya seorang dokter.

”Aku sudah ingat.” cletuk seorang namja.

”Lalu kenapa kau tidak ingat yeoja itu?” tanya sang dokter.

”Aku benar-benar tidak mengenalnya.” ucap si namja.

”Apakah ada yang membuatmu bingung?” tanya sang dokter lagi.

”Ya~ aku ingat aku kecelakaan saat musim dingin, tapi kenapa sudah hampir musim panas? Apakah aku koma selama itu?” cletuk si namja.

”Ternyata kau belum ingat. Coba jelaskan apa yang menyebabkan kau masuk ke rumah sakit.”

”Aku mengalami kecelakaan mobil.”

”Dari mana kau dan mau kemana kau saat itu?”

”Aku baru saja pulang dari pekerjaanku dan hendak pulang.”

”Apa pekerjaanmu?”

”Aku seorang…”

To Continue…

Iklan

About Lyra Callisto

Saya tuh orang yang aneh karena susah ditebak. Saya suka dengerin musik terutama Kpop, ngetik/nulis fanfiction, buka akun, ngedance, nonton acara about korea Status: menikah dengan Kim Jaejoong, bertunangan dengan Lee Donghae, berpacaran dengan Choi Minho, berselingkuh dengan Cho Kyuhyun, mengakhiri hubungan dengan Choi Siwon, menjalin hubungan dengan Choi Jonghun, berkencan dengan Kevin Woo, menjalin hubungan tanpa status dengan Nichkhun dst.

4 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s