It Has To Be You 2 (chapter 5)

Standar

 Comlicated Life~ I’m walking and I’m fall~

Genre: Tragedy, Family, Friendship, Love

Cast: Super Junior, Jeoran, Hyekyu, Eunjo, Hyobyun

PG: 15

*PLEASE DON’T BE SILENT READER!!! HELP AUTHOR WITH GIVE COMMENT*

It Has Tobe you 2 - 5 

”Kau masih tidak ingat?” tanya seorang dokter.

”Aku sudah ingat.” cletuk seorang namja.

”Lalu kenapa kau tidak ingat yeoja itu?” tanya sang dokter.

”Aku benar-benar tidak mengenalnya.” ucap si namja.

”Apakah ada yang membuatmu bingung?” tanya sang dokter lagi.

”Ya~ aku ingat aku kecelakaan saat musim dingin, tapi kenapa sudah hampir musim panas? Apakah aku koma selama itu?” cletuk si namja.

”Ternyata kau belum ingat. Coba jelaskan apa yang menyebabkan kau masuk ke rumah sakit.”

”Aku mengalami kecelakaan mobil.”

”Dari mana kau dan mau kemana kau saat itu?”

”Aku baru saja pulang dari pekerjaanku dan hendak pulang.”

”Apa pekerjaanmu?”

”Aku seorang penyanyi.”

”Apakah kau penyanyi terkenal?”

”Aku baru saja memulai debutku.”

”Siapa namamu?”

”Semua orang memanggilku Yesung.”

”Bagaimana keadaanya?” tanya dokter Park.

”Dia tidak mengingat peristiwa 1,5th yang lalu. Dia mengira dia masuk rumah sakit karena kecelakaan 1,5th yang lalu.” ucap seorang dokter yang baru keluar dari suatu ruangan.

”Apakah ada kemungkinan ia mengingat kembali beberapa ingatannya yang hilang?”

”Mungkin, jika lingkungannya mendukung ia cepat mengingatnya.”

”Lalu apa langkahmu selanjutnya?”

”Aku akan menyerahkan kepada orang tuanya. Aku akan bicara langsung pada orang tuanya. Mereka mungkin bisa membantu mengembalikan ingatan Yesung.”

Malamnya

”Hyekyu mana?” tanya Kyuhyun.

”Dia sudah kembali.” jawab appa Hyekyu.

”Kapan?” tanya Kyuhyun lagi.

”Tadi siang setelah pemakaman eommanya.” jawab appa Hyekyu lesu.

”Siapa yang mengatarkannya?”

”Dia pergi sendiri.”

”Bukankah itu sangat berbahaya?”

”Dia tidak ingin di antarkan siapapun. Dia tidak percaya siapapun. Bahkan aku.” ucap appa Hyekyu lalu menangis.

”Maafkan aku ini semua salahku.” ucap Kyuhyun lesuh.

”Bukan. Ini bukan salahmu. Ini salahku karena aku egois.” isak appa Hyekyu.

Berkali-kali Kyuhyun memukul setir mobilnya hingga tangannya terluka. Ia berteriak lalu menangis.

”Namja macam apa aku yang selalu membuat yeoja tersakiti. Aku memang egois. Aku tidak ingin menjadi seperti ini.” isak Kyuhyun.

Dua hari kemudian

 

”Akhirnya aku keluar juga dari rumah sakit ini.” cletuk Yesung menatap langit.

”Tapi ada yang aneh~” lanjutnya.

”Tentu saja aneh~ kau sudah setengah tahun menghilang entah kemana. Lalu kau tidak ingat kejadian 1.5 tahun ini.” cletuk seorang ahjumma.

”Apakah aku harus menemukan yeoja itu agar aku mengetahui apa yang terjadi dan mengingat semuanya?” ucap Yesung.

”Ya kau harus menemuinya. Dia yang menyelamtkanmu. Setelah kau mengingat semuanya kau harus menemui malaikatmu.” cletuk sang ahjumma.

”Ah eomeoni~ kau ingin aku mati?” sahut Yesung.

Yesung eomeoni tertawa.

”Saat kau ingat kau pasti tertawa mengingat apa yang kau katakan barusan. Malaikatmu berada di suatu tempat. Kau harus menemukannya dan menyelamatkannya.”

”Menemukannya? Menyelamatkannya?”

”Sayapnya patah~ kau harus menyelamatkannya.”

”Sayapnya???” sahut Yesung semakin tidak mengerti.

Eomeoninya melangkah ke tempat parkir. Sementara Yesung tetap diam di tempat. Ia melangkah ke arah lain. Ia melangkahkan kakinya ke taman.

Jeoran menggulung rambutnya kemudian menggunakan topi. Ia mengambil sunglass putih dari tasnya. Kemudian ia melangkah ke luar kamar. Di depan sudah ada Hyukjae yang menunggunya.

”Di depan tidak ada wartawankan?” cletuk Jeoran.

”Tidak nona. Kami sudah membuat wartawan itu mengira nona ada di panti asuhan.” ucap Hyukjae.

”Jangan memanggilku nona, aku tidak suka. Panggil aku dengan namaku.” sahut Jeoran.

”Tapi bisa-bisa…”

”Call me Jeoy. Can you speak english?” potong Jeoran.

”Yes, I can.” jawab Hyukjae.

”OK. I will speak in english. I will disguise to be foreigner.” ucap Jeoran lalu berjalan ke luar.

Hyukjae mengikutinya.

Jeoran tidak berjalan ke tempat parkir ia berjalan ke taman. Ia menghirup udara di taman dengan senyum mengembang.

”Finally, I get out from this hospital.” cletuknya.

Ia mendongak menatap langit kemudian menatap ke sebuah arah. Di sana ada seorang namja yang membelakanginya. Lalu namja itu berbalik. Jeoran terdiam seakan-akan ia berada di tengah-tengah badai salju dan membeku.

Namja itu berjalan ke arah kanan. Jeoran hanya bisa memandang namja itu dari jauh.

”Jeoy~ are you okay?” tanya Hyukjae.

Jeoran menelan ludah. Ia melangkahkan kakinya yang berat. Ia menitikkan air mata.

‘Kenapa terasa berat?’ batinnya.

”Jeoy~ what’s happen?” tanya Hyukjae sekali lagi.

Jeoran mengepalkan tangannya kemudian berusaha untuk berlari. Ia mengejar namja itu. Hyukjae mengikutinya.

Namja itu membuka pintu mobil.

Jeorang berteriak,

”Yesung~”

Namja itu masuk ke dalam dan menutup pintu mobil.

”Yesung~” triak Jeoran hingga ia terjatuh.

Mobil yang di tupangi namja itu melaju.

”Yesung~” triak Jeoran sekali lagi lalu menangis.

”Yesung?” cletuk Hyukjae.

Jeoran menangis terseduh seduh. Hyukjae mencoba membantunya berdiri.

”Ada apa dengannya?” tanya nyonya Kang melihat Hyukjae memampa Jeoran.

”Where’s my room? I need rest.” ucap Jeoran.

Seorang pembantu menuntunya ke kamarnya.

”Apakah dia sudah sembuh?” tanya nyonya Kang khawatir.

”Kondisinya sudah membaik dan ia dapat di rawat di rumah. Ia belum sembuh betul. Saat aku menjemputnya ia baik-baik saja. Tapi saat di taman ia berubah.” terang Hyukjae.

”Berubah?” sahut nyonya Kang.

”Sepertinya ia melihat Yesung.” ujar Hyukjae.

”Ye… Yesung? Bukannya dia~” ucap nyonya Kang.

”Jasadnya belum di temukan hingga kini. Mungkin saja jasadnya belum ditemukan karena ia masih hidup.” ujar Hyukjae.

”Coba kau selediki.” pinta nyonya Kang.

Hyukjae mengangguk.

”Ehm nyonya~”

”Ya~”

”Jeo~ ehm nona Jeoran ingin di panggil Jeoy. Ia ingin menyamar menjadi orang asing.” cletuk Hyukjae.

”Penyamaran ya~ Aku mengerti. Maka dari itu ia berbicara bahasa Inggris. Oh ya kau sudah mengurus semuanya? Soal keluarga ini?” ucap nyonya Kang.

”Sudah nyonya.” ucap Hyukjae.

”Baiklah. Kapan konfresinya?” tanya nyonya Kang.

”Minggu depan.” ucap Hyukjae.

Nyonya Kang mengangguk.

”Oh ya. Bisakah kau membawa Jeoy besok?”

”Kemana nyonya? Nona Jeoy baru saja tiba.”

”Aku tidak ingin dia mengingat kejadian akhir-akhir ini. Kejadian yang membuatnya sepeti itu. Bawalah dia ke kampung halaman eommanya. Anggap saja liburan.”

Seorang yeoja berpikir sembari menggigit jari telunjuknya.

”Dia masih hidup.” cletuknya tiba-tiba.

”Apa yang kau pikirkan.” sahut sebua suara.

Yeoja itu mendongak.

”Siwonssi~ kau mengagetkanku saja.” ucapnya.

Siwon tersenyum lalu duduk di sampingnya. Ia menyesap kopi yang ia bawa.

”Kau tampak aneh akhir-akhir ini.” ucap Siwon.

”Aku memikirkan Yesung.” ucap yeoja itu.

”Waeyo?” sahut Siwon.

”Ada yang bilang ia masih hidup.” ucap yeoja itu.

”Lalu?” sahut Siwon.

Yeoja itu terdiam.

”Hya Shin Hyobyun kau dengar aku tidak?” ujar Siwon.

Yeoja bernama Hyobyun itu  mendesah.

”Ya ya aku mendengar. Aku senang jika Yesung masih hidup. Tapi ada yang aneh…” ucap Hyobyun.

”Sudah cukup kau selalu saja memikirkannya. Padahal ia tidak pernah memikirkanmu. Berita itu hanya gosip. Dia sudah tiada Hyobyun!” sentak Siwon lalu meninggalkan Hyobyun.

”Kenapa dia marah begitu? Suka suka aku dong mau mikirin siapa.” cibir Hyobyun.

Keesokan Harinya…

”Setelah pulang dari sana aku harap kondisimu pulih dan kita bisa meluruskan segala kebenaran yang ada.” ucap nyonya Kang dalam bahasa Inggris.

Joey hanya mengangguk. Lalu masuk ke dalam mobil. Kemudian Hyukjae masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil.

Mereka terdiam dalam perjalanan hingga Hyukjae mulai bicara.

”Call me Eunhyuk right now.” ucap Hyukjae.

”Eunhyuk?” sahut Jeoy.

”Ya~ itu nama samaran. Untuk menutupi identitas kita. Di sana mereka mengenaliku sebagai Eunhyuk, laki-laki yang berdarah Korea-Inggris.” ucap Eunhyuk alias Hyukjae dalam bahasa Inggris.

”Itu palsu?”

”Ya~ agar mereka mengira aku turis. Dengan begitu mereka tidak banyak tanya karena mereka tidak dapat berbahas Inggris.”

”Lalu bagaimana jika kita ada masalah? Siapa yang akan membantu?”

”Di sana ada temanku. Dia siap membantu. Hanya dia yang tahu siapa aku.”

”Kau sering ke sana?”

”Tidak juga. Aku baru tiga kali ke sana.”

”Apa tempatnya indah?”

”Sangat indah. Itu desa yang indah. Desa keliharan eommamu.”

”Apa ada nenekku di sana?”

”Tidak ada keluargamu di sana. Mereka semua sudah meninggal. Keluarga yang kamu punya hanya nyonya Kang.”

Jeoy terdiam. Ia memandang ke luar. Memandang laut yang berwarna biru.

Seorang ahjussi memandangi yeoja yang kini sedang menyapu halaman rumah.

”Hyekyu-ah~ istirahatlah~ sampai kapan kau akan menyibukkan dirimu~ carilah udara segar.” ucap ahjussi.

Hykeyu tidak menggubris. Ia tetap dalam pekerjaannya.

”Kau sama keras keplahnya dengan appamu.” ucap ahjussi membuat Hyekyu berhenti bekerja.

”Ya~ aku butuh udara segar.” ucap Hyekyu lalu keluar rumah.

Ia berjalan dengan tertunduk hingga ia menabrak seseorang dan terjatuh.

”Maafkan aku.” ucap seorang namja.

Namja itu membantu Hyekyu berdiri. Hyekyu tidak memandang namja itu. Ia melihat sikutnya yang berdarah.

”Astaga kau terluka.” ucap namja itu.

Hyekyu terdiam sejenak kemudian memandang namja yang ada di hadapannya itu. Ia menelan ludah kemudian membalikan tubuh dan melangkah pergi. Tapi namja itu meraih tangannya.

”Lepaskan!” sentak Hyekyu.

”Tidak akan aku lepaskan.” ucap namja itu.

”Lepaskan!!! Aku bilang lepaskan!!!” triak Hyekyu berusaha melepaskan diri dari cengkraman namja yang bersamanya.

”Tidak. Aku tidak akan melepaskanmu.” ucap namja itu lalu menarik Hyekyu.

Namja itu membawa Hyekyu ke suatu kedai.

”Ramen dingin dua.” ucap namja itu kepada penjual ramen.

Penjual ramen mengangguk lalu ia menatap Hyekyu.

”Hyekyussi~ dia namja chingumu ya?” ucap si penjual ramen.

”Bukan!!! Aku tidak mengenalnya! Dia orang asing!!!” sahut Hyekyu.

”Aku calon suaminya Hyekyu.” sahut namja yang mencengkram tangan Hyekyu.

Hyekyu merasa kesal.

”Lepaskan aku!!!” sentak Hyekyu.

”Hei lepaskan Hyekyu!” sentak penjual ramen yang merasa kasian dengan Hyekyu.

Namja itu hanya diam.

”CHO KYUHYUN LEPASKAN AKU!!!” sentak Hyekyu keras.

Namja itu langsung melepaskan Hyekyu.

”Kau mengenalnya Hyekyu? Katamu kau tidak mengenalnya.” ujar si penjual ramen.

Hyekyu tidak menghiraukannya. Ia sedang menggerutu sendiri.

”Dia pura-pura tidak mengenalku. Biasa~ karena pertengkaran.” ucap Kyuhyun lalu tersenyum kepada penjual ramen.

Penjual ramen tersenyum.

”Namaku Ryeowook, aku temannya Hyekyu.” ucap si penjual ramen sembari menyiapkan bahan untuk membuat ramen.

”Senang berkenalan denganmu.” ucap Kyuhyun.

”Kau benar namja chingunya Hyekyu?” tanya Ryeowook.

”Bukan!” sahut Hyekyu.

”Ya tentu saja bukan, aku kan calon suamimi.” sahut Kyuhyun.

”Benarkah?” sahut Ryeowook.

”Tidak! Aku tidak akan menikah denganmu.” ucap Hyekyu melototi Kyuhyun.

”Jika kau tidak menikah denganku, kau akan jadi perawan tua. Karena tidak ada namja yang mau denganmu.” ucap Kyuhyun.

Ryeowook tertawa.

”Kenapa kau tertawa?” tanya Hyekyu ketus.

”Dia benar. Tidak ada namja yang mau denganmu karena kau kekanak-kanakkan. Selalu pilih-pilih namja yang ingin dijadikan namja chingu.” sahut Ryeowook.

Hyekyu menggerutu.

‘Aku harus mencari yeoja itu. Dimana aku bisa menemukannya?’ Tanya Yesung dalam hati.

Ia mengemudikan kendaraannya. Setelah beberapa menit, ia sudah tiba di Rumah Sakit. Ia masuk ke dalam rumah sakit dan menujuh ke resepsionis.

”Ada yang bisa saya bantu?” tanya si resepsionis.

”Aku pernah di rawat di sini sebelumnya. Aku ingin mengetahui siapa yang membawaku kemari.” ucap Yesung.

”Anda Kamar berapa?” tanya si resepsionis.

”Kamar 204.” jawab Yesung.

Resepsionis mengetik sesuatu di komputer lalu berkata,

”Nona Song Hyekyu. Anda tuan Siwon?”

Yesung terdiam.

‘Siwon? Apakah yeoja itu memanggilku dengan sebutan Siwon? Mengapa dia memanggilku Siwon?’ batin Yesung.

”Apakah saya bisa minta alamatnya? Saya ingin berterimah kasih kepadanya.” ucap Yesung.

”Ya sebentar.” ucap si resepsionis.

3 menit kemudian si resepsionis memberikan kertas berisikan alamat rumah.

”Gamsahamnida.” ucap Yesung

Yesung turun dari mobil. Ia memandangi rumah yang berpagar hitam. Ia menekan bel rumah itu.

”Siapa?” tanya sesorang melalui alat komunikasi yang ada di dekat pagar.

”Saya Yesung. Saya mau bertemu dengan Song Hyekyu.” jawab Yesung.

”Hyekyu? Ehm… Baiklah silakan masuk.”

Seorang membukakan pintu pagar, orang itu terkejut melihat Yesung.

”Siwon~” ucap orang itu.

”Bukan saya Yesung.” ucap Yesung.

”Jadi kau sudah ingat semua?” tanya orang yang tidak lain adalah appa Hyekyu.

”Belum semua.” ucap Yesung.

”Apakah Hyekyu ada?” tanya Yesung kemudian.

”Masuklah. Akan ku jelaskan di ruang tamu.”

”Dimana Hyobyun?” tanya sesorang namja.

”Tidak tahu. Dari tadi aku tidak melihatnya.” sahut seorang yeoja yang sibuk menata kostum.

”Aish~ hari ini ada syuting!!! Tapi dia tidak masuk, nomernya tidak bisa di hubungi juga. Aish~ bagaimana ini!!!” ujar namja itu.

”Ada apa?” tanya Siwon.

”Hyobyun tidak masuk. Padahal dia pemeran utamanya. Aish~ dia ingin membatalkan kontrak apa?” ujar namja itu kesal.

Siwon terdiam dia tidak ingin memikirkan yeoja itu.

”Baiklah kita batal syuting hari ini!!!” ujar namja yang dari tadi meributkan Hyobyun.

”Kenapa di batalkan? Biar aku yang menggantikan. Akukan lebih cantik dari Hyobyun.” sahut sebuah suara.

Semua mata memandang ke asal muasal suara.

”Hya Heechul, kau itu namja!!!” sentak Siwon.

”Siapa yang peduli? Yang penting akukan lebih cantik darinya.” cletuk Heechul mengedip-ngedipkan mata.

Semua orang tertawa.

”Siapapun tolonglah aku!!!” jerit Eunjo di dalam toilet.

”Aish~ siapa yang artis siapa yang di kejar.” ucapnya kemudian.

”Nasib punya chingu seorang artis.” lanjutnya.

Ia memandang ke jendela. Lalu terlintas di benaknya.

‘Apa aku keluar dari sana ya?’

Eunjo mencoba keluar dari jendela. Ia berhasil lolos. Tapi aksinya itu membuar orang terluka.

“Astaga apa yang kau lakukan!!!” omel orang itu.

“Joengmal mianhae~ aku tidak tahu.” ucap Eunjo.

“Kenapa kau keluar dari situ?” tanya orang itu.

“Itu satu-satunya jalan.” Ucap Eunjo.

“Kau bukan wartawankan?” tanya Eunjo tiba-tiba.

“Bukan~ kenapa kau bertanya begitu?”

“Syukurlah jika bukan. Bisakah kau membantuku?”

Orang itu diam dan berpikir.

“Sebenarnya kau siapa sich?” tanya orantg itu kemudian.

“Aku…”

“ITU DIA!!!” triak sesorang.

Eunjo lari bersama orang yang ia ajak bicara tadi.

“Sebenarnya siapa kau? Kenapa kau dikejar-kejar?”

“Aku Eunjo~ aku teman Joeran.”

“Joeran? Penyanyi baru itu?”

“Ya.”

Mereka masuk ke dalam lokasi syuting dan tersengal-sengal.

“Yeoja yang di sukai Kyuhyun itu?” tanya orang yang bersama Eunjo.

“Ya~” jawab Eunjo.

Lalu ia tersadar.

“Tunggu dulu. Darimana kau tahu itu?” ujar Eunjo.

Orang itu tersenyum.

“Aku Kim Heechul. Aku kenal dengannya. Oh ya tadi kau mau minta bantuan apa?”

“Heechul~ kau kenal dengan Choi Siwon tidak?” tanya Eunjo.

Heechul mengangguk.

“Syukurlah~ aku minta bantuanmu untuk menemuinya. Mereka pasti mengijinkanmu.” Ucap Eunjo.

“Ada perlu apa kau ingin bertemu denganku?” sahut Siwon yang tiba-tiba muncul.

“Aish~ kau lebih tampan dari pada di tv.” Celetuk Eunjo.

“Ehm, gamsahamnida.” Sahut Siwon.

“Ternyata kau fansnya Siwon.” Cletuk Heechul.

“Aku sudah lama ingin bertemu denganmu. Ta ta tapi bukan itu tujuanku. Tujuanku kemari untuk minta bantuanmu.” Ujar Eunjo

“Ya ada apa?” tanya Siwon.

“Kau kenal dengan Yesung bukan?” tanya Eunjo.

Siwon mengangguk.

“Apakah kau dekat dengannya?” tanya Eunjo lagi.

“Tidak juga. Aku pernah bekerjasama dengannya. Tapi kami tidak dekat. Kami dekat hanya sebatas pekerjaan.” Jawab Siwon.

“Kapan terakhir kali kau bertemu dengannya?” tanya Eunjo mengintrogasi.

“Aku tidak ingat.” Jawab Siwon.

“Kenapa kau bertanya hal itu?” sahut Heechul ingin tahu.

“Aku ingin mencarinya.” Sahut Eunjo.

“Mwo mencarinya? Bukannya dia sudah tiada?” sahut Heechul.

“Tidak~ jasadnya belum di temukan.” Ujar Eunjo.

“Bu bu bukannya…” ujar Heechul terbata-bata.

“Siwon kau tahu hal ini bukan?” potong Eunjo.

Siwon mengangguk.

“Kemungkinan kecil dia masih hidup. Jika dia hidup dia pasti menampakkan diri.” Ujar Siwon.

“Jeoran melihatnya di Rumah Sakit kemarin saat ia pulang. Aku kira dia berhalusinasi. Tapi dokter Park menceritakan bahwa itu benar Yesung. Dia masih hidup tapi aku tidak bisa melacaknya. Aku tidak pernah tahu tempat tinggalnya. Bisakah kau membantuku?” ucap Eunjo.

“Jadi itu benar ya? Jangan-janga Hyobyun tidak masuk karena itu.” Cletuk Siwon.

“Hyobyun? Dia~ dia menyukai Yesung?” sahut Eunjo.

“Iya. Saat pertama yesung debut, ia jatuh cinta dengan Yesung. Ia berusaha menunjukkan kepada Yesung tapi Yesung tidak merespon. Hingga suatu hari Yesung mengalami kecelakaan dan tidak ingin bertemu dengan siapapun. Hyobyun melupakan namja itu. Karena ia melihat Yesung tidak seperti dulu lagi. Lalu kemarin ia kembali mengingat namja itu.” Terang Siwon.

“Jangan-jangan dia sudah mendengar berita kembalinya Yesung. Apa dia dekat dengan keluarga Yesung?” ujar Eunjo.

“Appanya kenal dengan appanya Yesung.” Sahut Siwon.

“Apa dia tidak tahu bahwa Yesung menyukai Jeoran?” tanya Eunjo.

“Tidak. Dia tidak percaya. Lagi pula tidak banyak yang tahu cerita di balik lagu-lagu yang dinyanyikan Jeoran. Hanya Jeoran yang tahu seluk beluk lagu itu.” Ucap Siwon.

“Wow~ hidup ini sungguh rumit dan penuh kejutan.” Sahut Heechul.

“Lalu apa yang akan kita lakukan?” lanjut Heechul.

Siwon menatap Heechul.

“Ayo ke rumah Yesung.” Ucap Siwon.

“Kau yakin ini rumuhnya?” tanya Eunjo.

“Rumah ini sepertinya kosong.” Sahut Heechul.

“Astaga aku lupa~ aku dengar mereka pindah setelah kematian Yesung.” Sahut Siwon.

“Ya terus gimana?” sahut Eunjo lesu.

“Hyobyun.” Sahut Siwon.

Heechul dan Eunjo memandang Siwon.

“Dia tidak ada di rumah?” tanya seorang yeoja kepada seorang ahjumma.

“Ne~ dia pergi mencari seorang yeoja.” Ucap ahjumma itu.

“Yeoja? Nugu?” tanya yeoja itu.

To be continue…

Bagaiman chapter ini?

Ayo berikan pendapat kalian tentang chapter ini ya~ ^^

Gomawo~

Iklan

About Lyra Callisto

Saya tuh orang yang aneh karena susah ditebak. Saya suka dengerin musik terutama Kpop, ngetik/nulis fanfiction, buka akun, ngedance, nonton acara about korea Status: menikah dengan Kim Jaejoong, bertunangan dengan Lee Donghae, berpacaran dengan Choi Minho, berselingkuh dengan Cho Kyuhyun, mengakhiri hubungan dengan Choi Siwon, menjalin hubungan dengan Choi Jonghun, berkencan dengan Kevin Woo, menjalin hubungan tanpa status dengan Nichkhun dst.

25 responses »

  1. ehm ehm wow menarik abiz…
    aduh ga nyangka my korean name ad toh..hahha
    ehm seperti’a cikal bakal antagonis neh..hahaha
    ggp deh…haduh seneng’a siwon cemburu gara2 yesung..hahaha
    makin mantap dah ceritanya..tiap chapter menarik abiz..salut bwt lyra neh..haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s