It Has To Be You 2 (chapter 6)

Standar

 

Genre: Tragedy, Family, Friendship, Love

Cast: Super Junior, Jeoran, Hyekyu, Eunjo, Hyobyun

PG: 15

 

*PLEASE DON’T BE SILENT READER!!! HELP AUTHOR WITH GIVE COMMENT*

 

it has to be you 2 chapter 6

 

Siwon menutup flat HPnya.

“Bagaimana?” tanya Eunjo.

“Dia tidak mengangkat.” Jawab Siwon.

“Telpon rumahnya.” Sahut Heecul.

Siwon mengangguk. Ia membuka flat HPnya kemudian menghubungi nomor rumah Shin Hyobyun.

“Yoboseyo~ ……. Choi Siwon imnida. Apakah Hyobyun ada di rumah? ………….. Yesung? ………… Jeongmal? … ah ahjumma apakah aku boleh meminta alamat rumah Yesung? ……………….. Gamsahamnida~” ucap Siwon lalu menutup flat HPnya.

“Bagaimana?” tanya Eunjo penasaran.

“ Aku mendapat alamat rumah Yesung.” Cletuk Siwon.

 

©©©©©©©

 

Keesokan harinya

 

“Kau dari mana?” tanya Jeoran yang melihat Hyukjae baru datang.

“Aku baru saja dari rumah teman.” Jawab Hyukjae.

“Kau sudah makan?” tanya Jeoran.

Hyukjae menggeleng.

“Ayo kita makan di luar.” Cletuk Jeoran.

“Kau tidak makan buatan nenek Jang?” tanya Hyukjae.

“Dia sudah tua. Aku tidak ingin merepotkannya lagi. Lagipula saat ini dia sibuk mengurus taman belakang.” Ujar Jeoran.

“Baiklah jika begitu. Aku tahu tempat yang tepat.” Ucap Hyukjae.

 

©©©©©©©

 

“Hyekyu~” panggil seorang ahjussi dari luar rumah.

“Ne~” sahut Hyekyu dari dalam rumah.

“Ada namja yang mencarimu. Cepat kemari!” sahut ahjussi.

“Nugu?” sahut Hyekyu.

“Orang yang kau kenal~ aku juga mengenalnya.” Ucap ahjussi.

Beberapa detik kemudian Hyekyu keluar. Ia terkejut.

“O… oppa~” cletuk Hyekyu.

Namja itu tersenyum lalu berkata,

“Annyeong~”

Hyekyu hanya bisa tertegun.

“A~ ada apa mencariku?” tanya Hyekyu.

“Pertama aku minta maaf atas tindakanku tempo hari. Ke dua aku ingin mengucapkan terimah kasih karena kau menyelamatkan hidupku. Ketiga aku ingin minta bantuan kepadamu.” Ucap namja itu.

“Bantuan apa? Oh ya bagaimana aku harus memanggilmu?” sahut Hyekyu.

“Tolong bantu aku mengingat kembali ingatanku. Panggil aku Yesung.” Sahut namja itu.

“Ne~ Yesung oppa~” ujar Hyekyu.

 

©©©©©©©

 

“Ramennya enak sekali.” Ujar Jeoran.

“Tentu saja.” Sahut Hyukjae.

Lalu mereka terdiam.

“Sampai kapan kita bicara bahasa Ingrris seperti ini?” tanya Hyukjae tiba-tiba.

“Sampai segala urusan terselesaikan.” Ujar Jeoran.

Mereka melanjutkan perjalanan. Beberapa menit kemudian Jeoran berhenti. Ia terdiam.

“Why?” tanya Hyukjae.

Jeoran tidak menjawab. Ia malah melangkahkan kakinya ke suatu rumah. Ia mengikuti alunan melodi yang ia dengar. Saat tiba di mana melodi itu berasal, Jeoran tertegun.

“Ye  ye Yesung~” ucapnya.

Yesung berhenti memetikkan gitar dan memandang Jeoran. Yeoja yang ada di samping Yesung ikut terkejut.

Mata Jeoran mulai berkaca-kaca.

“Benarkah kau Yesung?” tanya Jeoran dalam bahasa Korea.

Hyukjae hanya memandang dari jauh. Ia tidak ingin ikut campur. Ia hanya ingin mengawasi.

“Ne~ Aku Yesung.” Ucap Yesung.

“Apakah aku mengenalmu?” tanya Yesung.

Jeroan menangis.

“Apakah kau tidak ingat lagi denganku Yesung? Apa perlu aku mengingatkanmu?” isak Jeoran.

Kemudian ia mulai bernyanyi

 

Oneuldo nae gieogeul ttarahemaeda
I gil kkeuteseo seoseongineun na
Dasin bol sudo eomneun niga nareul butjaba
Naneun tto I gireul mutneunda

Neol bogo sipdago
Tto ango sipdago
Jeo haneulbomyeo gidohaneun nal

Niga animyeon andwae
Neo eobsin nan andwae
Na ireoke haru handareul tto illyeoneul
Na apado joha
Nae mam dachyeodo joha nan
Geurae nan neo hanaman saranghanikka

 

Yesung mencengkram kepalahnya lalu tidak sadarkan diri.

“Yesung!!!” triak Jeoran panik.

Ia langsung mendekati Yesung.

“Ahjussi!!! Ahjussi!! Tolong!!!” triak Hyekyu memanggil ahjussinya.

Hyukjae berlari mendekat.

“Apa perlu di bawa ke rumah sakit?” cletuknya.

“Aniyo~ ahjussi seorang dokter.” Sahut Hyekyu.

 

 

“Ayo kita pulang. Ini sudah larut. Lagi pula kita dapat menengoknya besok.” Bujuk Hyukjae.

Jeoran menggeleng.

“Pulanglah~ dia tidak apa-apa. Besok kau bisa menengoknya.” Ucap ahjussi yang berada bersama mereka.

Jeoran mengenggam tangan Yesung. Ia terus menangis.

“Pulanglah~ kau butuh istirahat juga. Jika dia sadar aku akan memberitahu Yesung oppa untuk menemuimu. Aku tahu siapa kau. Kau penyanyi terkenal itu. Aku tidak tahu apa hubunganmu dengannya. Tapi setiap mendengar lagu itu ia selalu begini. Saat ia sadar, ia mengingat sesuatu. Ku harap saat sadar ia mengingat dirimu.” Ucap Hyekyu..

Akhirnya Jeoran memutuskan untuk pulang ke tempat tinggal yang di rawat oleh nenek Jang. Saat tiba di rumah nenek Jang sungguh khawatir dengan kondisi Jeoran.

“Ada apa dengannya?” tanya nenek Jang.

“Ceritanya panjang~” ucap Hyukjae.

 

©©©©©©©

 

Keesokan harinya

 

“Dimana dia?” tanya Jeoran.

“Dia… dia…”

Jeoran mencengkram tangan Hyekyu.

“Katakan padaku dimana dia!!!” triak Jeoran.

“Jeo~ tenang~” sahut Hyukjae mencoba melepaskan tangan Jeoran dari tangan Hyekyu.

“Aniyo~ dia berjanji menyuruh Yesung untuk menemuiku taoi mana? Mana? Dia tidak menemuiku? Bahkan dia tidak mau mengatakan di mana Yesung saat ini.” Sentak Jeoran.

“Jeo! Apa yang kau lakukan di sini.” Sahut sebuah suara.

Semua mata memandang orang itu.

Orang itu berjalan mendekati.

“Ada apa ini?” tanya orang itu.

Jeoran melepaskan cengkramannya. Ia terduduk menangis.

“Mianhae~” ucap Hyekyu menitikkan air mata.

“Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya orang yang baru datang itu.

“Kyu~ kau mengenal Jeoran?” cletuk Hyekyu.

Kyuhyun terdiam.

“Tentu saja aku mengenalnya. Dia yeojachingu saudaraku, saudarku yang sudah meninggal.” Ucap Kyuhyun lalu terduduk.

“Jeoran~ apa yang terjadi?” tanyanya kepada Jeoran yang menangis.

Hyekyu menelan ludah. Akhirnya ia tahu siapa yeoja yang dimaksud Siwon.

“Ini ada sakut pautnya dengan oppaku.” Cletuk Hyekyu.

“Oppamu? Ada apa dengan oppamu?” sahut Kyuhyun.

“Dia bukan oppa kandungku. Aku hanya merawatnya saat dia tidak mengingat dirinya.” Ucap Hyekyu.

“Namja itu Yesung. Kemarin ia kemari, Jeoran menemukannya saat ia memtikkan gitar. Lalu ia pingsan dan kami meninggalkannya untuk di rawat Hyekyu. Kami berniat menemuinya keesokan harinya, hari ini. Tapi sepertinya namja itu tidak ada di sini.” Sahut Hyukjae.

“Kemarin sesorang menghubunginya. Ia mengatakan ia keluarganya. Lalu yeoja itu membawanya pulang. Ia mengaku ia calon istrinya Yesung.” Cletuk Hyekyu.

“Kau tahu siapa yeoja itu?” tanya Kyuhyun bangkit.

Hyekyu mengangguk.

“Shin Hyobyun.” Ucap Hyekyu.

“Bukankah dia aktris. Lawan main Choi Siwon di serial drama terbaru itu.” Sahut Hyukjae.

“Siwon? Ya benar~ sepertinya aku tahu bagaimana cara menemukan Yesung. Jeoran bangunlah aku akan membawamu menemui Yesung.” Sahut Kyuhyun.

Jeoran bangkit.

“Mengapa kau membantuku menemuinya? Bukankah kau tidak ingin aku menginatnya lagi?” ujar Jeoran ketus.

“Karena aku tidak ingin melihatmu menangis. Aku ingin melihatmu bahagia. Tersenyum seperti dulu lagi.” Ucap Kyuhyun.

 

©©©©©©©

 

“MWORAGO?” sahut Siwon.

“Aish~ yeoja itu tidak pernah sedetik saja tidak membuat masalah. Baiklah aku akan menangani yang satu ini.” Lanjut Siwon menutup flat HPnya.

Ia mencengkram HPnya kemudian membantingnya ketembok. Ia mendesah.

“Baiklah Shin Hyobyun, jika kau ingin berperang aku akan melawanmu. Kau perlu tahu apa arti cinta yang sebenarnya.” Ucap Siwon.

Ia meraih kunci mobilnya dan berjalan ke gerasi. Ia membuka pintu mobilnya yang berwarna hitam. Ia menyalakan mesinnya, menarik handrem, lalu memasukkan gigi kemudian ia menancapkan gas.

Ia berhenti di suatu tempat. Dan turun dari mobilnya. Ia menarik tangan seorang yeoja dengan kasar.

“Apa yang kau lakukan. Lepaskan!!!” sentak yeoja itu.

“Hyobyun~ kau boleh saja mencintai seseorang. Tapi kau tidak boleh berbohong seperti itu.” Ujar Siwon.

“Hey apa yang kau lakukan!” seru seseorang.

Orang itu berjalan mendekati.

“Siwon~ apa yang kau lakukan.” Ucap orang itu ketika melihat wajah Siwon.

“Kau ingat denganku Yesung?” tanya Siwon.

Yesung mengangguk.

“Apakah kau mengingat Jeoran?” tanya Siwon lagi.

Yesung mengangguk.

“Aku memberikan lagu ciptaanku untuk dinyanyikan olehnya. Waeyo?” ujar Yesung.

“Apa hubunganmu dengan Jeoran?” tanya Siwon sekali lagi.

“Komposer dengan penyanyi.” Jawab Yesung.

“Lalu apa hubunganmu dengan Hyobyun?” tanya Siwon untuk kesekian kalinya.

“Dia calon istriku.” Ujar Yesung.

 

©©©©©©©

 

“Hyung~ aku beberapa kali menghubungimu tidak bisa. Sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun.

Siwon hanya duduk tertunduk. Ia memutar-mutar cangkir kopinya.

“Ini buruk.” Ucap Siwon pelan.

“Apa yang buruk?” tanya Kyuhyun.

“Yesung hilang ingatan. Dia tidak dapat mengingat kejadian sau setengah tahun yang lalu. Kemudian ia menerima ingatan palsu dari seseorang yang mengaku calon istrinya.” Jawab Siwon.

“Hyobyun~” sahut Kyuhyun.

“Yeoja itu telah memanipulasi Yesung. Aktingnya hebat. Ia juga dapat mengarang cerita sedemikian rupa. Sepertinya ia layak mendapatkan adwards untuk ini.” Sahut Siwon.

“Apa yang harus ku katakan kepada Jaerin?” sahut Kyuhyun bimbang.

“Katakan kepadanya yang sebenarnya.” Sahut Siwon.

Kyuhyun mendesah.

“Ini akan menjadi flash back.” Cletuk Kyuhyun.

 

©©©©©©©

 

Keesokan harinya

 

 

Joeran menanti seseorang. Matanya tidak berhenti memandang pagar rumah yang ada di sebrangnya. Lima menit kemudian seorang namja keluar.

“Yesung ah~” panggil Jeoran menahan Yesung.

“Ne, ada apa?” ucap Yesung.

“Kau mengenalku?” tanya Jeoran.

Yesung mengangguk.

“Kau yang menyanyikan lagu ciptaanku. Kau So Jeoran.” Ucap Yesung.

“Kau ingat semuanya?” tanya Jeoran lagi.

“Ehm~ belum. Maaf aku buru-buru. Aku mau membeli cincin.” Ucap Yesung.

“Cincin? Cincin apa?” sahut Jeoran.

“Cincin pernikahan. Aku akan segera menikah dengan Shin Hyobyun.” Ucap Yesung.

Jeoran mulai menitikkan air mata. Ia membuka sling bagnya. Mengambil sebuah buku diari.

“Ini untukmu.” Ucap Jeoran memberikan buku diari kepada Yesung.

Yesung menerimanya.

“Sebenarnya itu milikmu.” Ucap Jeoran dengan berlinang air mata.

“Ku harap kau dapat mengingatnya.” Isak Jeoran kemudian.

“Ne gomawo~” ucap Yesung.

Ia beranjak meninggalkan Jeoran.

Jeoran terduduk menangis. Ia tidak merasa sakit menerima kenyataan yang pahit.

Yesung tidak mengerti kenapa Jeoran menangis. Ia membalikkan tubuhnya dan menatap Jeoran. Yeoja itu menangis. Ia semakin tidak mengerti melihatnya. Ia merasa ada sesuatu yang salah. Dan ia merasa ia tidak asing dengan tangisan itu.

 

 

“Ada angin apa kau ingin kemabali ke Seoul?” tanya Kyuhyun sembari memasukkan koper ke dalam bagasi mobilnya.

“Aku ingin membantu Yesung oppa mengingat kemabli ingatannnya.” Sahut Hyekyu.

“Kau serius akan melakukannya?” tanya Kyuhyun.

Hyekyu mengangguk.

“Tentu saja. Aku tidak akan membiarkannya menderita karena kehilangan ingatanya.” Cletuk Hyekyu.

“Tapi bagaimana jika dia tidak menginginkan kenangan itu?” tanya Kyuhyun serius.

Hyekyu mencubit lengan Kyuhyun.

“Tidak mungkin Yesung oppa tidak menginginkan kenangan itu. Itukan kenangan yang membuatnya bertahan hidup. Kenangan yang tidak akan pernah ia lupakan.” Omel Hyekyu.

“Buktinya dia melupakannya.” Cletuk Kyuhyun.

“Aish~ kau ini mengajak bercanda denganku.” Sentak Hyekyu.

Kyuhyun tertawa.

 

©©©©©©©

 

Hyukjae melirik Jeoran dari kaca spion tengah. Yeoja itu tidak menangis lagi. Tapi dari wajahnya terukir sangat jelas luka yang begitu dalam. Wajahnya pucat pasih. Pandangannya kosong. Matanya sedikit merah.

Hyukjae jadi mengingat Sangwoo. Ia memiliki paras yang sama dengan Jeoran. Memang benar karena mereka kembar. Tapi mereka kembar bersaudara. Jadi ada beberapa perbedaan. Saat melihat Jeoran seperti ini, ia selalu mengingat kembali Sangwoo. Ia menganggap Sangwoo sepertinya saudaranya sendiri. Namja itu selalu bersikap baik dengannya. Karena kebaikannya ia tidak pernah membagi penderitaannya dengan Hyukjae.

Sangwoo selalu merehasiakan sesuatu kepada Hyukjae. Sesuatu yang pribadi. Ia tidak ingin Hyukjae mengetahui yang sebenarnya. Sangwoo tidak ingin siapaun tahu. tapi saat ini semuanya telah terbongkar. Akhirnya Hyukjae mengetahui penyebab Sangwoo berekspresi seperti Jeoran saat ini. Itu karena luka yang ia simpan sendiri. Sangwoo tidak pernah menceritakan yang sebenarnya tentang siapa dirinya. Perasaanya~

Hyukjae menyalakan musik agar membuat Jeoran tenang. Lagu yang di sukai Sangwoo. Ia berharap Jeoran menyukainya.

“Lagunya enak~ ini soundtrack bukan?” ujar Jeoran yang tiba-tiba membuka mulut.

Ekspresinya sudah berubah.

“Ne~” sahut Hyukjae.

“Ini lagu kesukaan Sangwoo.” Lanjut Hyukjae.

“Oh ya aku hampir lupa dengan saudara kembarku sendiri.” Cletuk Jeoran.

“Andai saja ia mengatakan langsung kepadaku. Pasti aku senang sekali mengetahui aku masih memiliki saudara. Aku ingin mengajaknya jalan-jalan. Membuat kenangan dan berbagi layaknya kakak adik. Tapi kini dia telah pergi meninggalkanku.” Ucap Jeoran.

“Kau sedih?” tanya Hyukjae.

“Tentu~” ucap Jeoran pelan.

Ekspresinya kembali sedih.

“Aku ingin tahu seperti apa dia. Bisakah kau menceritakan padaku?” cletuk Jeoran.

“Dia tidak jauh berbeda denganmu. Dia memiliki wajah yang hampir sama denganmu. Hanya mata kalian berbeda. Aku pernah melihat foto orang tuamu. Matamu menurun eommamu dan mata Sangwoo menurun appamu.” Terang Hyukjae.

“Jinca? Apa kau memiliki foto mereka?” sahut Jeoran.

“Tentu saja. Nyonya Kang~ ahjumma mu itu pasti memilikinya. Hanya saja ia menyimpannya di gudang. Itu kenangan terburuknya. Kau pasti masih ingat ceritaku tbeberapa waktu lalu. Hubungan mereka tidak baik.” Ujar Hyukjae.

“Lalu~ Seperti apa lagi Sanwo?” tanya Jeoran antusias.

Hyukjaepun mulai bercerita semabari menyetir. Setidaknya ia dapat menghapus sejenak ekspresi kesedihan di wajah Jeoran.

 

©©©©©©©

 

Jeoran memandangi satu demi satu foto dari album yang ada di pangkuannya saat ini. Sesekali ia tersenyum. Seharusnya ia menitikkan air matanya. Seharusnya ia menangis karena tidak pernah bertemu dengan mereka. Ia dapat tegar menghadapi hidupnya yang begitu menyedihkan.

“Appa~ eomma~ kalian pasangan yang begitu serasi. Aku senang dapat melihat wajah kalian meski aku tidak pernah bertemu dengan kalian. Aku sungguh senang~ karena akhirnya aku mengetahui kalian. Meski kalian telah tiada~ tapi aku merasa kalian sungguh dekat denganku.

Appa~ eomma~ besok aku akan berkunjung ke makam kalian. Tunggu aku ya~” ucap Jeoran sembari memandangi foto kedua orang tuanya.

Kemudian ia menutup album itu dan berahli ke album yang lain. Ia melihat foto bayi. Ia tersenyum.

“Ternyata kita tak jauh berbeda.” Ucap Jeoran.

Ia membalik halaman ke halaman selanjutnya. Foto balita.

Jeoran tersenyum lagi.

“Astaga~ tidak aku sangka kau benar-benar mirip denganku. Ekspresimu juga sama saat aku seusiamu saat itu.” Ujar Jeoran.

Ia membalik lagi ke halaman selanjutnya.

“Astaga~ kenapa kau berwajah dingin seperti itu?” cletuk Jeoran.

Ia membalik lagi ke halaman selanjutnya.

“Kau tidak berubah. Tetap dingin. Apa kau ingin memikat hati yeoja dengan gayamu seperti itu?” cletuk Jeoran lalu tertawa.

Ia membalik lagi halaman. Ia terdiam.

“Saat dewasa perbedaan itu mulai tampak. Mungkin karena di besarkan di tempat yang berbeda… tapi kenapa tidak ada yang sadar bahwa kita memiliki wajah yang sama? Apa karena jenis kelamin kita?” ujar Jeoran.

Ia mengamati baik-baik foto Sangwoo yang telah tumbuh dewasa. Jika diperhatikan sekilas memang mereka tidak mirip. Apa lagi matanya. Di tambah lagi bentuk wajah mereka sedikit berbeda. Sangwoo berwajah kota sedangkan Jeoran berwajah oval.

Jeoran menutup album yang berisikan foto Sangwoo. Ia meraih sebuah pigora. Foto Songwoo dengan pakaian lengkap.

Jeoran tersenyum dan berkata,

“Kau terlihat lebih tua dariku jika berpakaian seperti itu.”

Lalu Jeoran merasa ada yang aneh. Foto itu sedikit miring. Iapun membuka pigora berniat untuk membetulkan letak foto. Dia terkejut melihat tulisan di balik foto.

Ingin sekali aku tersenyum kepadanya, tertawa lepas kepadanya.

Berbagi kebahagian dengannya.

Senyumnya membuat penat di kepalahku menghilang.

Senyumnya meruabh duniaku.

Memberikan kebahagian dalam hidupku.

Jeoran langsung membalik foto itu dan ia terkejut. Itu foto dirinya. Foto dirinya saat tersenyum. Ia tidak mengingat kapan foto itu di ambil. Di balik foto itu ada foto lagi dengan tulisan di baliknya.

 

Aku tidak sanggup melihatnya seperti itu

Aku ingin memeluknya dan mengatakan,

“Jangan menangis~ menangis itu tidak ada gunanya.”

Jeoran membalik fotonya. Itu foto dirinya saat menangis. Ia tidak tahu kapan Sangwoo menagmbil gambar dirinya.

Tanpa sadar, air matanya membasahi kedua pipnya. Jatuh membasahi foto dirinya.

 

©©©©©©©

 

Keesokan harinya

 

Jeoran memandang makam ke dua orang tuanya. Ia telah meletakkan bunga krisan putih di kedua makam. Ia juga telah berdoa. Ia tidak mengatakn sepatah katpun. Tapi ia mengatakn sesuatu di dalam hatinya ntuk ke dua orang tuanya. Cerita hidupnya~ ia menceiritakan kisah hidupnya yang sikat selama satu jam.

Hyukjae memandangnya dari jauh. Ia tidak tahu apa yang di lakukan yeoja itu. Ia diam menatap makam. Ia berpikir mungkin yeoja itu sedang merenung. Lalu ada pesan masuk dari HPnya. Ia membukanya.

 

Katakan padanya agar tidak muncul di depan publik. Aku sudah membicarakan kepada manejernya besok kami akan mengadakan konfrensi pers. Tolong jaga dia agar tidak mendapatkan masalah. Lalu tolong jangan ijinkan dia bertemu dengan Yesung.

Hyukjaepun membalas.

 

Baiklah Nyonya Kang

Aku akan melaksanakan perintahmu

Hyukaje memasukkan HPnya ke dalam sakunya. Ia menatap ke arah Jeoran. Yeoja itu berjalan mendekatinya. Ia langsung masuk ke dalam mobil tanpa sekatapun tanpa ekspresi. Semuanya datar-datar saja.

Hyukjaepun masuk ke dalam mobil, menyalakan mesin kemudian pergi meninggalkan pemakaman.

 

“Kita langsung pulang atau …”

“Aku ingin bertemu temanku Eunjo.” Potong Jeoran.

 

©©©©©©©

 

Melihat Jeoran, Eunjo buru-buru menarik yeoja itu ke suatu ruangan. Ruangan istirahat pegawai.

“Kenapa kau kemari?” tanya Eunjo.

“Aku ingin bertemu denganmu.” Ucap Jeoran datar.

“Seharusnya kau tidak kelayapan ke mana-mana. Jika ada paparazi bagaimana?” ujar Eunjo khawatir.

“Khan ada Hyukjae.” Cletuk Jeoran.

“Oh ya bagaimana kondisimu? Apa baikan?” tanya Eunjo.

Jeoran mengangguk.

“Oh ya mengenai Yesung…”

“Dia tidak mengingatku.” Potong Jeoran.

“Dia benar-benar amnesia?” tanya Eunjo.

“Ya dia amnesia~ setidaknya dia sudah mengingat kembali namaya.” Cletuk Jeoran.

“Benarkah kau baik-baik saja? Sepertinya ini sangat buruk.” Ujar Eunjo khawatir.

“Sudahlah tidak usah di bahas. Oh ya kau masih ingat dengan saudara kembarku? Sangwoo?” ujar Jeoran.

Eunjo mengangguk.

“Sejujurnya waktu pertama kali melihatnya aku menyadari dia mirip denganmu. Tapi aku tidak menyangka jika dia saudara kembarmu. Bukankah di dunia ini banyak orang yang berwajah mirip.” Cletuk Eunjo.

“Meski dia memiliki keluarga. Tapi dia jauh menderita dibanding denganku. Penderitaan itu mulai muncul ketika ia mengetahu kebenaran tentang keluarganya. Ia sembunyi-sembunyi mencari keberadaanku. Mengamatiku dari jauh. Dia sangat sayang kepadaku. Bahkan ia rela memberikan jantungnya untukku. Kemarin aku menemukan beberapa fotoku yang diambil olehnya. Di balik foto itu terdapat komentarnya tentangku. Ada satu foto yang ku temukan di meja kerjanya yang membuatku tidak ingin menangis lagi.” Terang Jeoran.

“Foto apa?” tanya Eunjo penasaran.

“Fotoku bersama Yesung saat di café. Saat itu aku tersenyum bahagia dengan Yesung. Di balik foto itu tertera tulisan. Kau baca saja sendiri.” Ucap Jeoran mengambil sebuah foto dari tasnya kemudian memberikannya kepada Eunjo.

Eunjo membalik foto itu. Terdapat tulisan tangan…

 

Aku bahagia jika kau bahagia. Bisakah kau mempertahankan senyummu itu jika aku memberikan kehidupan baru untukmu?

Aku ingin mendonorkan jantungku untukmu dengan harapan kau bahagia.

Karena hanya itulah hadiah yang bisa ku berikan kepdamu sebagai seorang saudara.

Dan tolonglah jangan menangis. Aku akan menangis jika kau menangis. Aku terluka jika kau terluka. Kau dan aku adalah satu.

Eunjo menitikkan air mata. Ia langsung memeluk Jeoran.

“Kau beruntung memiliki saudara sepertinya. Kau harus menepati janjinya.” Isak Eunjo.

Ia melepaskan pelukannya.

“Kau tahu Jeo~ dia belum meninggal.” Ucap Eunjo.

“Dia hidup di dalam dirimu. Aku meraskannya. Kau tidak seperti dirimu yang dulu. Kau jarang menangis dan terluka seperti dulu lagi. Kau lebih sering shock dan menyembunyikan perasaanmu. Aku tahu itu bawaan sifat darinya. Dia ada di dirimu. Dia hidup bersamamu di dalam jantungmu.” Lanjut Eunjo.

“Ya~ aku merasakannya.” Ucap Jeoran meletakkan tangan kanannya di dadanya dan merasakan denyut jantungnya.

 

©©©©©©©

 

Keesokan harinya…

 

Di ruangan itu sudah banyak wartawan. Jeoran menahan nafas. Ia tidak tahu harus berkata apa. Seseorang menyentuh pundaknya.

“Biar aku yang bicara. Kau diam saja. Tidak perlu menjawab. Jangan mengurusi pertanyaan-pertanyaan mereka yang menyimpang.” Ucap Nyonya Kang.

Jeoran mengangguk. Merekapun memasuki ruangan. Suara jepretan kamerapun beradu. Suasana menjadi riuh. Para wartawan saling melontarkan pertanyaan. Kemudian sesorang mengatakn sesuatu kepada mereka untuk diam melalui pengeras suara. Orang itu adalah manejer Jeoran.

Acarapun dimulai. Jeoran hanya terduduk diam. Dan Nyonya Kang mulai menjelaskan semua tentang siapa Jeoran yang sebenarnya. Tidak ada yang di tutupi lagi, ia bahkan mengatakan bahwa jantung yang ada di tubuh Jeoran adalah milik Sanwoo, saudara kembar Jeoran.

Para wartawan mulai tertarik tentang kisah yang mengharukan ini. Jeoran pun mulai membuka mulut. Ia menceritakan tentang Sanwoo yang ia ketahui. Ia menceritakan mengenai foto-foto yang baru-baru ini ia temukan.

Setelah selesai ada seorang wartawa yang bertanya,

“Lalu bagaimana hubunganmu dengan Yesung saat ini? Dia masih hidup bukan? Bukannya kau mengatakan bahwa dia mencintaimu? Maka dari itu dia menciptakan lagu It Has To Be You yang ditujuhkan kepadamu?”

Jantung Jeoran seakan berhenti berdetak. Ia tidak mengatakan apapun. Semuanya sangat buruk. Ia berharap waktu cepat berlalu. Ia berharap ia dapat keluar dari ruangan itu. Ia tidak ingin mengingat ngingat soal Yesung saat ini.

“Soal hubungannya dengan Yesung~ biar aku yang menjelaskan.” Sahut sebuah suara.

Semua mata memandang orang itu. Orang itu berjalan ke tengah ruangan.

Orang itu tidak lain adalah…..

.

.

.

To be continue….

©

©

©Gimana ceritanya? Bagus gak? ©

©Mohon komentarnya ^^©

©Oh ya enaknya ditamatin di chapter berapa yach?©

Iklan

About Lyra Callisto

Saya tuh orang yang aneh karena susah ditebak. Saya suka dengerin musik terutama Kpop, ngetik/nulis fanfiction, buka akun, ngedance, nonton acara about korea Status: menikah dengan Kim Jaejoong, bertunangan dengan Lee Donghae, berpacaran dengan Choi Minho, berselingkuh dengan Cho Kyuhyun, mengakhiri hubungan dengan Choi Siwon, menjalin hubungan dengan Choi Jonghun, berkencan dengan Kevin Woo, menjalin hubungan tanpa status dengan Nichkhun dst.

23 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s