It Has To Be You 2 (chapter 8)

Standar

Jangan nangis

Jangan Kecewa

Jangan gebukin author

Seru abis chap ini ^^

Genre: Tragedy, Family, Friendship, Love

Cast: Super Junior, Jeoran, Hyekyu, Eunjo, Hyobyun

PG: 15

 

*PLEASE DON’T BE SILENT READER!!! HELP AUTHOR WITH GIVE COMMENT*

It Has To Be You 2 chpater 8

-Don’t Cry My Love-

 

©©©©©©©

 

Beberapa orang berdiri memadangi sebuah makam. Beberapa saat kemudian, satu demi satu dari mereka pergi meningglkan makam. Seorang yeoja berlutut di dekat makam itu. Ia tidak berkedip memandangi makam itu. Seorang yeoja lain mendekatinya, ia berlutut dan berkata,

“Jeongmal mianhae. Ini semua salahku.” Ucap Yeoja itu lalu menangis.

Ia bengkit.

“Jeoran kami pergi diri.” Ucap seorang namja.

Namja dan yeoja itu pergi meninggalkan Jeoran sendiri di makam.

“Sudah habis air mataku. Tak ada setitik air mengalir di kedua pipiku. Kini kau dapatkan yang kau mau. Aku tak akan pernah menangis seumur hidupku.” Ucap Jeoran.

“CUT~!!!” triak seseorang.

“Ya bagus Jeo!” lanjut orang itu.

Seseorang mendekati Jeoran.

“Akting yang bagus. Tidak ku sangka kau akan sehebat ini.”

Jeoran tersenyum.

“Gomawo Siwon.” Ucap Jeoran.

“Kau mengalahkan aku. Aish~ sepertinya aku selalu kalah denganmu.” Sahut seorang yeoja.

“Tidak juga Hyobyun. Aktingmu jauh lebih bagus denganku. Kau bisa memerankan berbgai macam peran. Sedangkan aku, aku hanya bisa memerankan diriku sendiri.” Sahut Jeoran.

“Jeo!” seru sesorang.

“Eunjo.” Cletuk Jeoran.

“Kau sudah selesai syuting?” tanya Eunjo.

Jeoran mengangguk.

“Aku tidak sabar menonton MVmu yang ini.” Ucap Eunjo.

“Ceritanya menyedihkan.” Sahut Hyobyun.

“Ya, ini diambil dari kisah kehidupan Jeoran.” Sahut Siwon.

“Apakah kau menangis Jeo?” tanya Eunjo.

Jeoran tersenyum.

“Sudah habis air mataku. Tak ada setitik air mengalir di kedua pipiku. Kini kau dapatkan yang kau mau. Aku tak akan pernah menangis seumur hidupku.” Ucap Jeoran.

Eunjo menangis.

“Kenapa kau menangis?” tanya Jeoran heran.

“Bagaimana aku tidak menangis. Kau melantukan lagu itu. Lagu yang membuatku mengenang masa-masa itu. Lagu tentang kehidupanmua. Aku jadi menangis. Itu sungguh menyedihkan.” Isak Eunjo.

Semua orang tertawa. Eunjo ikut tertawa.

“Lalu di mana dai?” cletuk Eunjo menghapus air matanya.

“Ia dari tadi aku tak melihatnya.” Sahut Siwon.

“Perasaan saat syuting tadi aku melihatnya. Lalu saat syuting berakhir dia menghilang begitu saja.” Sahut Hyobyun.

Jeoran memandang sekelilintg. Ia mencari sesosok orang.

©©©©©©©

“Aku tidak menyangka akan berakhir seperti itu.” Cletuk Hykyu.

“Berakhir? Apa yang berakhir?” sahut Kyuhyun.

“Yesung oppa.” Sahut Hyekyu

“Tidak ada yang berakhir.” Sahut Kyuhyun.

Hyekyu memandang Kyuhyun.

“Ini baru saja di mulai. Ini awal yang baru. Kehidupan yang baru.” Ucap Kyuhyun.

“Awal yang baru?” sahut Hyekyu.

“Semau orang mulai membuka lemabran yang baru.” Ucap Kyuhyun.

“Lembaran baru?” sahut Hyekyu.

“Termasuk aku.” Sahut Kyuhyun.

“Kau?” sahut Hyekyu.

“Ne~ aku memutuskan untuk bertunangan dengan yeoja itu.” Ucap Kyuhyun pelan.

Pandangannya lurus ke depan.

“Bertunangan? Yeoja itu siapa?” Sahut Hyekyu.

“Yang jelas yeoja itu mencintaiku dan menerima aku apa adanya.” Sahut Kyuhyun.

“Nugu?” sahut Hyekyu.

Kyuhyun bangkit dari tempat duduk. Ia menujuh ke mobilnya kemudian ia kembali lagi dengan membawa sebuah undangan. Ia menyerahkannya kepada Hyekyu. Hyekyu menerimanya. Ia langsung membuka undangan itu dan membcanya. Ia tertegun.

©©©©©©©

“Apa yang kau lamunkan?” tanya Siwon.

“Hm?” sahut Hyobyun.

Siwon duduk di samping Hyobyun.

“Ada yang kau pikirkan?” tanya Siwon sekali lagi.

“Aku memikirkan apa yang telah aku lakukan.” Jawab Hyobyun.

“Aku merasah aku sangat bersalah. Tak seharusnya aku di sini.” Lanjut Hyobyun.

“Mereka sudah memaafkanmu.” Ucap Siwon.

“Benarkah begitu?” sahut Hyobyun.

“Tentu saja.” Ucap Siwon.

“Meski begitu aku tetap bersalah. Aku telah membuat luka yang begitu besar. Aku telah membuat dosa besar. Aku telah menusuk orang lain dari belakang. Aku…”

‘Chup~’ Siwon menempelkan bibirnya di bibir Hyobyun.

“Jangan bicara lagi. Jangan menylahkan diri sendiri. Itu sudah berlalu. Itu hanya kecelakaan.” Ucap Siwon.

Hyobyun memandang Siwon dalam.

“Wae? Kenapa kau begitu peduli denganku?” ucap Hyobyun.

“Karena aku mencintaimu.” Ucap Siwon.

©©©©©©©

“Ada perlu apa kau mengajakku kemari?” tanya Hyukjae.

“Aku ingin curhat.” Sahut Eunjo.

Hyukjae terkejut.

“Kenapa kepadaku? Kenapa tidak kepada Jeoran?” sahutnya.

“Aku tidak ingin membebaninya. Lagi pula aku tidak tahu di mana dia sekarang. Tadi seseorang menghubunginya lalu ia pergi begitu saja. Meninggalkanku sendiri di lokosi stuting.” Ucap Eunjo.

Lalu ia meneguk minumanya.

“Hidupku hancur Hyuk.” Cletuk Eunjo.

“Hancur?” sahut Hyukaje.

“Ne~ ternyata Siwon lebih memilih Hyobyun dari pada diriku.” Ucap Eunjo.

“Itu jelas. Sekarang aku ini siapanya? Aku hanya orang baru di hidupnya. Aku aneh. Aish~ perasaan ini membuatku gila.” Lanjutnya.

“Kau mengatakan perasaanmu kepadanya?” tanya Hyukjae.

Eunjo menggeleng.

“Ia sudah tahu bahawa aku menyukainya. Ia mengatakan bahwa aku kagum kepadanya, bukan mencintainya. Apakah rasa kagum dan cinta itu berbeda? Ku rasa sama saja.” Ucap Eunjo lalu meneguk habis minumannya.

“Lalu bagaimanakah rasa cinta itu? Mengapa aku tidak merasakan rasa cinta itu?” ucap Eunjo.

“Kau harus terbuka. Jangan menutup dirimu. Cobalah melihat orang di sekelilingmu.” Sahut Hyukjae.

“Huft~ aku ingin bersenang-senang saat ini.” Cletuk Eunjo.

“Baiklah ikut aku.” Seru Hyukjae menarik tangan Eunjo.

©©©©©©©

Hyekyu mengejar-ngejar Kyuhyun. Ia berusa memukul namja itu.

“Hya jangan lari kau!!!” triak Hyekyu.

Kyuhyun tidak mengacuhkannya. Ia tetap berlari mengitari pantai.

“Hya namja pabo….”

‘BRUK’

Kyuhyun berhenti karean Hyekyu berhenti berteriak. Ia memalingkan tubuhnya. Ia mendapati Hyekyu terduduk memandangi lututnya. Kyuhyunpun bergegas mendekatinya.

“waeyo?” tanya Kyuhyun.

Hyekyu menangis.

“Ini semua salahmu!” isak Hyekyu.

“Mwo? Kenapa menyalahkanku?” sahut Kyuhyun.

Hyekyu menjerit. Ia menangis.

“Aku tak percaya ini.” Triaknya.

Kyuhyun menempelkan bibirnya di bibir Hyekyu. Yeoja itu mulai terdiam. Yeoja itu berhenti merengek kesakitan. Air matanyapun berhenti.

“Sekarang kau percaya? Bagaimana rasanya? Menyengkan bukan?” ucap Kyuhyun yang baru saja melepasakan bibirnya dari bibir Hyekyu.

Hyekyu tertunduk wajahnya merah padam.

Kyuhyun tersenyum simpul.

“Itukan yang kau inginkan?” cletuk Kyuhyun.

Hyekyu tetap tertunduk.

Kyuhyun menggendong Hyekyu.

“Ayo kita pulang! Kita harus istirahat. Besok kita harus memilih busana untuk pertunangan kita.” Seru Kyuhyun.

“Apkah ini benar?” celtuk Hyekyu.

“Apakah ini keputusan yang benar?” lanjut Hyekyu.

“Aku mencintaimu dan kau menicntaiku.” Sahut Kyuhyun menggendong Hyekyu menujuh ke mobil.

“Apakah aku menicntaimu?” ucap Hyekyu.

“Dengarkan jantungmu. Kau akan tahu.” sahut Kyuhyun.

Hyekyu berusaha mendengarakan jantungnya. Detak jantungnya sungguh cepat. Sekujur tubuhnya bergetar. Ia memadang wajah Kyuhyun lalu Kyuhyun memandangnya. Hyekyu membuang muka, wajahnya merah lagi.

“Sudah sudah, wajahmu sudah merah. Apakah mau memungkiri perasaanmu sendiri?” cletuk Kyuhyun.

‘Hm~ gomawo telah mencintaiku. Akhirnya aku dapat merasakan cinta sesungguhnya. Saranghae~’ batin Hyekyu.

©©©©©©©

“Kau sering kemari?” cletuk Eunjo.

“Dulu.” Sahut Hyukjae.

“Apa kita akan menari? Dance seperti mereka?” ujar Eunjo.

Hyukjae tersenyum simpul.

“Yo Eunhyuk! Lama tak bertemu dengamu.” Ucap seorang namja.

“Ya lama sekali. Aku tidak menyangka kau masih mengingatku.” Ucap Hyukjae.

“Akukan temanmu~ apa kau mau tunjukan kebolehanmu?” ucap namja itu.

“Bagaimana klo kita aduh kebolehan?” sahut Hyukjae.

Namja itu mengangguk.

“Kau kenal dengannya?” tanya Eunjo.

Hyukjae mengangguk.

“Dia temanku. Sudah lama tidak bertemu dengannya.” Ucap Hyukjae.

“Tadi dia memanggilmu apa?” tanya Eunjo.

Hyukjae hanya tersenyum. Ia memandang ke depan. Temannya sedang menunjukkan kebolehannya.

“Wow dia hebat!” seru Eunjo terpukau.

“Siapa namanya?” tanya Eunjo kepada Hyukjae.

“Donghae. Lee Donghae.” Jawab Hyukjae.

“Donghae?” sahut Eunjo.

“Waeyo?” sahut Hyukjae.

“Tidak apa-apa aku hanya familiar dengan namanya.” Ujar Eunjo.

“Lihat aku baik-baik. Ku harap apa yang aku lakukan dapat membuatmu senang.” Cletuk Hyukjae.

Ia berjalan ke tempat dance dan mulai menujukkan kebolehannya. Ia bergerak sesuai irama.

Eunjo terpukau.

“Aneh~ aku merasa pernah mengalami ini sebelumnya.” Cletuk Eunjo.

“Excellent~! He is Eunhyuk The Allrisesilver!!!” ujar seseorang pada pengeras suara.

Eunjo tersentak kaget.

“Eunhyuk The Allrisesilver?” cletuknya.

Hyukjae tersenyum ia berjalan mendekati Eunjo.

“Bagaiamana? Apakah pertunjukan tadi memukau?” tanya Hyukjae.

Eunjo terdiam.

“Oh ya bukankah kau Eunjo?” sahut Donghae menunjuk Eunjo.

Eunjo mengangguk pelan.

“Wah hyuk kau mendapatkan apa yang kau mau ternyata.” Ucap Donghae menepuk pundak Hyukjae.

“Kau tahu dia sudah lama menyukaimu. Sejak SMP dulu.” Ucap Donghae.

Eunjo tertegun.

“Maksudmu~ surat dengan ibnisial HJ.L itu dar dia?” ujar Eunjo menunjuk Hyukjae.

Donghae mengangguk.

“HJ.L Hyukjae Lee. Lee Hyukjae. Itu nama aslinya.” Ujar Donghae.

Eunjo tertetun. Ia memandang Hyukjae. Namja itu menggaruk-nggaruk kepalahnya. Ia sama tertegunnya dengan Eunjo.

“Kenapa kau mengatakkannya Donghae~” cletuk Hyukjae.

“waeyo?” sahut Donghae.

“Hyukjae, Eunhyuk, Allrisesilver mereka dalah orang yang sama?” cletuk Eunjo.

“ye~” sahut Donghae.

Eunjo mendesah.

“Mianhae Eunjo.” Ucap Hyukjae.

“Tidak termaafkan.” Sentak Eunjo.

Hyukjae & Donghae terkejut.

“Hyuk apa yang terjadi?” bisik Donghae di telingah Hyukjae.

“Dia belum mengenalku. Kami baru saja dekat. Ini karena majikanku adalah sahabatnya.” Bisik Hyukjae di telingah Donghae.

“Ku dengar kau seorang bodygaurd dan sahabat Eunjo adalah Jeoran. Mereka masih bersahabat bukan.” Bisik Donghae.

Hyukjae mengangguk.

“Jadi majikanmu Jeoran?” sentak Donghae.

“Hyuk aku benar-benar tidak dapat memaafkanmu!” triak Eunjo lalu melangkah pergi.

“Kenapa pergi Eunjo?” ujar Donghae.

Eunjo berhenti melangkah.

“Bukankah kau menyukai Allrisesilver?” ujar Donghae.

“Apa yang kau katakan Donghae. Sudah jangan membuatnya marah.” Sahut Hyukjae,

“Kau sering kemari bukan? Melihat Allrisesilver manari. Bahkan saat Allrisesilver menghilang kau tetap kemari berharap dapat menemukannya lagi.” Ujar Donghae.

“Donghae sudah.” Ucap Hyukjae.

“Setaipkali kemari kau bertanya pada karyawan di sini apakah Allrisesilver datang.” Ujar Donghae.

Eunjo berbalik. Ia menangis.

“Eunjo~” ucap Hyukjae.

“Aku sudah lama menunggu. Kenapa kau sepengecut itu.” Isak Eunjo.

Hyukjae mendekati Eunjo lalu memeluknya.

“Jeongmal mianhae. Aku tidak tahu harus bagaimana.” Ucap Hyukjae.

“Saranghae~” lanjutnya.

©©©©©©©

Jeoran memandang dirinya di cermin.

“Kau mau kemana?” tanya seseorang.

Jeoran berbalik.

“Aku hendak menemui seseorang, ahjumma.” Ucapnya.

“Nugu?” tanya nyonya Kang.

Jeoran tersenyum simpul.

“Sepertinya aku tahu siapa.” Ucap Nyonya Kang.

“Apakah ada supir?” cletuk Jeoran.

“Apakah Hyukjae tidak ada?” tanya Nyonya Kang.

“Aku menyuruhnya untuk libur hari ini.” Ujar Jeoran.

“Baiklah pak Lee yang mengantarkanmu.” Ucap Nyonya Kang.

“Aku berangkat sekarang.” Ucap Jeoran.

©©©©©©©

Jeoran celingukkan. Ia memastikan apakah ia berada di alamat yang benar. Ia menelusuri jalan setapak. Tidak ada siapapun. Tempat itu sungguh sepi. Jalanan hanya di terangi cahaya lilin yang berada di sepanjang jalan.

Jeoran mulai mendengarkan alunan melodi piano. Lalu ia menemukannya. Ia menemukan dari mana melodi itu berasal. Ia melihat sebuah grand piano putih di depannya. Seseorang sedang bernyanyi.

Kau kekuatan yang membangkitkanku

Membangunkanku dari mimpi burukku

Kau terangiku di setiap waktu

Dengan cahaya yang terpancar dari lubuk hatimu

Kau adalah malaikatku

Bawalah aku bersamamu

Kau adalah malaikatku

Izinkan aku bersamamu

Kau adalah malaikatku

Selamatkan aku dengan kekuatnmu

Tak pernah ku rasakan waktu

Saat bersamu semua membisu

Hidupku hanya untukmu

Tak ada yang lain selain dirimu

Kau adalah malaikatku

Bawalah senyummu kepadaku

Kau adalah malaikatku

Izinkan aku mencintaimu

Kau adalah malaikatku

Selamatkan aku dengan cintamu

Jeoran menepuk tangannya.

“Sunguh indah.” Ucap Jeoran.

“Apa judulnya?” tanyanya.

“My Angel.” Sahut namja yang duduk di depan grand piano.

“Kapan kau menciptakannya?” tanya Jeoran.

“Sudah lama~ tapi bagian akhirnya belum selsesai. Seminggu yang lalu aku menyelesaikannya.” Jawab namja itu.

“Jangan bilang kau menciptakaannya bersama lagu It Has To Be You.” Ujar Jeoran.

“Kau benar. Aku menciptakan lagu My Angel ini bersama dengan lagu It Has To Be You.” Sahut namja itu yang tak lain adalah Yesung.

“Kau sungguh memukau.” Ucap Jeoran.

“Benarkah?” Sahut Yesung.

Jeoran tersenyum.

“Kau suka tempat ini?” cletuk Yesung bangkit dari tempat duduknya.

“Ne~” ucap Jeoran.

Yesung mengulurkan tangnnya.

Jeoran tersipu malu. Ia meletakkan tangan kirinya di atas tangan yesung.

“Ini seperti dongeng. Kau berlagak seperti pangeran.” Ucap Jeoran yang kini berjalan bersama Yesung.

Mereka berjalan ke meja makan yang terletak tak jauh dari grand piano.

“Kau tidak tahu? aku seorang pangeran.” Cletuk Yesung.

Lalu ia mempersilahkan Jeoran duduk. Ia bersikap romantis. Bertingkah layaknya seorang pangeran. Kemudian ia duduk di depan Jeoran.

“Pangeran apa?” celtuk Jeoran.

“Coba kau tebak.” Sahut Yesung.

Jeoran mencoba berpikir.

“Pangeran Kodok.” Cletuk Jeoran.

Yesung tersenyum simpul.

“Jika aku pangeran kodok berarti kau telah menciumku hingga aku bisa kembali seperti ini.” Ucap Yesung.

Jeoran tertegun.

“Waeyo? Apakah itu banar?” tanya Yesung

#FLASH BACK#

Mata Jaeoran terpejam. Ia mendengar suara yang konstan. suara itu berasala dari namja yang berbaring di hadapannya. Ia menggennggam erat tangan namja itu.

“Yesung~ sampai kapan kau akan tidur seperti ini?” ucap Jeoran.

“Yesung~ kau sedang berakting ya? Kau ingin merasakan menjadai Jungjae? Kau ingin aku memperhatikanmu layaknya aku memperhatikan Jungjae dulu?” lanjut Jeoran.

Ia memejamkan matanya.

“Yesung~ apakah kau mendengarkan suaraku? Aku memanggilmu Yesung. Aku membutuhkanmu Yesung.” Ucap Jeoran.

Beberapa saat kemudain ia bangkit. Ia memadang wajah Yesung. Ia mengecup bibir Yesung yang dingin kemudian yesung kejang-kejang. Jeoran panik. Ia segara memanggil suster dan dokter.

#FLASH BACK END#

“Appamu Neptunus.” Cletuk Yesung menyantab makan malamnya.

Jeoran berhenti makan.

“Maksudmu aku ini adalah putri duyung dan kau pangerannya?” ucap Jeoran.

“Kisah kita hampir seperti itu.” Ucap Yesung.

Jeoran tersenyum.

“Kau ada-ada saja. Kau bukan pangeran itu. Tapi~” ucap Jeoran.

“Tapi apa?” sahut yesung.

“Kau adalah seorang Pangeran yang kehilangan suaranya. Kau memutuskan untuk berdiam diri di menarah putih tanpa seorangpun yang menemui.dari menara itu kau dapat melihat banyak hal. Termasuk seorang putri miskin yang tetap tersenyum meski seorang yang di cintainya akan pergi meninggalkannya. Kau tak bisa melupakannya hingga kau memutuskan turun dari menarah putih dan mencarinya. Saat kau menemukannya kau menyadari bahwa putri itu memiliki seseorang di sisinya. Kau tak berani mendekati putri itu. Kau hendak kembali ke menarahmu tapi kau terjatuh ke sebuah jurang. Tapi kau selamat. Kau berjalan pulang kembali ke menarahmu. Lalu seseorang menghadangmu. Dan mengatakan bahwa kau ingin bertemu dengannya sebelumnya. Kemudain kau menyadari. Bahwa kau pernah menemui seorang putri. Kau menyangka dia putri itu karena saat itu kau sedang terluka. Matamu tak dapat melihat dengan jelas. Saat kau sembuh, hatimu terluka menyadari bahwa putri yang bersamamu bukanlah putri yang kau cari. Kau memutuskan untuk kabur dan mencari putri itu. Kau terjatuh lagi dari jurang. Dan seorang putri membantumu. Putri itu adalah putri yang kau cari.” Cerita Jeoran.

“Ku rasa kau bakat jadi penulis.” Cletuk Yesung lalu tersenyum.

Jeoran tersenyum.

“Bagaimana menurutmu?” tanya Jeoran.

“Aku pangeran yang sungguh malang.” Ucap Yesung.

Jeoran tertawa.

Mereka melanjutkan makannya dan terdiam. Mereka mendengarkan alunan melodi yang tiba-tiba terdengar. Melodi itu seaka-akan membuat mereka membisu.

“Kau mengatur ini juga?” cletuk Jeoran setelah selesai makan.

“Aku mengatur ini semua. Dengan bantuan beberapa orang tentunya.” Jawab Yesung.

“Music Classic memang membuat kita tenang.” Ucap Jeoran.

“Ayo!” seru Yesung.

“Ayo apa?” sahut Jeoran.

Yesung bangkit dan meraih tangan Jeoran. Ia mengajak tempat yang kosong.

“Apa yang akan kita lakukan?” tanya Jeoran.

“Menari.” Jawab Yesung.

Yesung menuntun Jeoran menari waltz. Kemudian di lanjutkan dengan swing.

“Kau tahu Yesung, kau benra-benar berdarah bangsawan. Tapi apakah kau tahu, mungkin aku bisa menari waltz karena temponya lambat. Tapi yang ini ku rasa tidak.” Ujar Jeoran.

“Kenapa tidak? Aku akan membimbingmu.” Ucap Yesung.

Dan tepat setalh itu, Jeoran tergelincir. Yesung langsung menarik tangan Jeoran. Mendekat Jeoran dipelukannya. Ia dapat merasakan denyut jantung Jeroan berdetak kencang. Yesung mengangkat keplah Jeoran ke atas. Lalu secara perlahan ia menempelkan bibirnya di bibir Jeoran. Ia mengulum bibir Jeoran.

Setelah itu Yesung berlutut di hadapan Jeoran.

“My Angel~ you are the only one I love. I give my heart for you because I love you.” Ucap Yesung.

Ia menunjukkan kotak kecil berisis cincin dan berkata,

“Would you marry me?”

Jeoran mengangguk lalu memluk Yesung.

“Saranghae” ucap Yesung dan Jeoran bersamaan.

©©©©©©©END©©©©©©©

Jangan Lupa komentarnya ^^

I will give you gift ^^

Iklan

About Lyra Callisto

Saya tuh orang yang aneh karena susah ditebak. Saya suka dengerin musik terutama Kpop, ngetik/nulis fanfiction, buka akun, ngedance, nonton acara about korea Status: menikah dengan Kim Jaejoong, bertunangan dengan Lee Donghae, berpacaran dengan Choi Minho, berselingkuh dengan Cho Kyuhyun, mengakhiri hubungan dengan Choi Siwon, menjalin hubungan dengan Choi Jonghun, berkencan dengan Kevin Woo, menjalin hubungan tanpa status dengan Nichkhun dst.

23 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s