When I Knew The Meaning of Love (chapter 7)

Standar

Cast: Minho, Taemin, Onew, Key, Jonghyun, Jaerin *Lyra*, Hyoah *Intan*, Jira *Iha*, Jihee *Reeha*, Jaejoong

Genre: Romantic, Friendship

PG: 15

 

PLEASE DON’T BE SILENT READER, PLEASE COMMENT. AUTHOR NEED YOUR COMMENT. THANKS BEFORE

SHINee When I Knew The Meaning of Love chapter 7 saranghae

-Saranghae-

 

 

”Hyoah~” cletuk Jinki.

Hyoah menunduk.

”Maaf aku tidak bermaksud menganggu kalian.” ucap Hyoah lalu pergi meninggalkan Jinki dan Jihee.

”Hyoah tunggu.” ucap Jinki menyusul Hyoah.

Jihee manarik tangan Jinki.

”Oppa mau kemana? Jawab dulu apa yang ku katakan padamu.” ucap Jihee.

”Kita bicarakan nanti.” ucap Jinki.

”Shiro. Aku mau sekarang!” ujar Jihee rewel.

Jinki mendesah.

”Aku tidak mencintaimu. Aku hanya suka kepadamu sebagai adik, tidak lebih.” ucap Jinki.

Ia ingin menyusul Hyoah tapi lagi-lagi Jihee menarik tangan Jinki.

”Wae?” tanyanya.

”Karena di hatiku ada yeoja lain. Aku mencintai yeoja itu dan tidak mungkin mencintaimu. Aku tidak bisa mencintaimu. Kau harus bisa bersikap dewasa. Mianhae Jihee.” terang Jinki lalu melepaskan tanggannya dari Jihee.

Ia berlari menyusul Hyoah.

Jihee tertegun mendengar apa yang di katakan Jinki. Ia melangkahkan kakinya yang berat. Pandangannya kosong. Ia tidak ingat kemana dan dimana ia berada. Ia menabrak sesorang yang sedang berbincang bincang dengan seorang pegawai. Jihee terjatuh. Dia tertunduk.

”Hya!!! Kau punya mata tidak?” sentak orang itu yang tidak lain adalah Key.

Pegawai tadi pergi meninggalkan Key. Sepertinya apa yang mereka bicarakan sudah usai.

”Hye Kau!!!! Kenapa tidak bangkit???” sentak Key.

”Kau ingin aku mengulurkan tanganku kepadamu?” sentak Key lagi.

”Tidak akan. Kau yang menabrakku. Untung saja aku tidak apa-apa.” sentak Key sekali lagi.

Jihee menitikkan air matanya. Lalu ia menangis dengan keras.

Key tersentak. Ia kalang kabut.

”Hey kenapa kau tiba-tiba menangis?” tanya Key pelan.

Jihee tidak menjawab. Ia tetap menangis.

Key mendesah. Ia berjongkok memandang Jihee.

”Jangan menangis. Orang-orang akan mengira aku telah melakukan hal yang buruk kepadamu.” ucap Key.

Jihee tetap menangis.

Key mendesah lagi. Ia menyeret Jihee ke tepi koridor. Lalu ia dudu di sebelah Jihee. Bersandar di tembok.

”Apakah ada masalah?” tanya Key.

”Ne~” jawab Jihee.

”Apa? Ceritakan padaku. Siapa tahu aku bisa membantumu.” ucap Key.

”Jinki oppa~” ucap Jihee lalu tersendat.

”Ada apa dengan Jinki hyung?” tanya Key.

”Jinki oppa menolakku~” jawab Jihee lalu menangis lagi.

”Tidak heran Jinki hyung menolakmu. Siapa yang mau dengan yeoja sepertimu.” sahut Key.

Tangisan Jihee meledak. Ia memukul-mukul Key. Lalu beranjak pergi meninggalkan Key dengan berlinang air mata.

”Apa salahku?” cletuk Key polos.

Lalu ia beranjak. Ia melangkah pergi kemudian berbalik mengejar Jihee.

 

 

10.25 AM

 

”Jaerin!” triak Jinki berlari mendekati Jaerin.

”Ada apa oppa?” sahut Jaerin.

”Kau lihat Hyoah?” tanya Jinki tersengal-sengal.

”Ku rasa aku milhatnya di bar.” ucap Jaerin.

”Dia minum lagi?” sahut Jinki.

Jaerin menggeleng.

”Dia memainkan grand piano. Menghibur para tamu.” ujar Jaerin.

”Apakah dia menangis?” tanya Jinki.

”Ani~ tapi dia nampak sedih. Apa ada masalah oppa?” ujar Jaerin.

Jinki mendesah.

”Masalah kecil. Aku bisa mengatasinya. Terima kasih untuk infonya.” ucap Jinki lalu pergi meninggalkan Jaerin sendiri.

‘Bar. Kenapa aku tidak ke sana dari tadi. Aish~’ batinnya.

Ia telah tiba di bar. Ia melihat Hyoah sedang memainkan tuts tuts piano. Yeoja itu memainkan lagu Why Did I Fall In Love With You dari TVXQ. Hyoah tidak menyadari kehadiran Jinki. Ia sibuk memainkan piano. Matanya terpejam saat ia memainkan bagian reff. Air matanya keluar setetes demi tetes. Jinki mendekati yeoja itu.

Setelah Hyoah selesai memainkan piano Jinki duduk di sebelah yeoja itu. Yeoja itu membuka matanya. Ia tertegun. Ia menghapus air matanya kemudian beranjak pergi. Tapi Jinki meraih tangannya.

”Duduklah sebentar di sini bersamaku. Ada yang ingin ku katakan padamu.” ucap Jinki.

Hyoah tetap diam.

”Duduklah dan dengarkan aku baik-baik.” ucap Jinki.

Ia melepaskan tangan Hyoah. Ia melemaskan jarinya kemudian ia menekan tuts piano. Ia memainkan lagu anak-anak.

Merasa kesal karena Jinki tidak berbicara kepadanya, Hyoah beranajak pergi. Seketika itu Jinki langsung mulai beraksi memainkan melodi Because of You.

Jinki memandangnya. Namja itu menyuruh Hyoah duduk di sebelahnya. Dan Hyoahpun menuruti permintaan namja itu.

If ever you wonder

if you touch my soul, yes you do

since I met you Im not the same

you bring life in everything I do

just the way you say hello

with one touch, I can’t let go

never thought I have fallen in love with you

because of you my life has changed

thank you for the love and the joy you bring

because of you I feel no shame

I’ll tell the world its because of you

sometimes I get lonely

and all I got to do is think of you

you captured something inside of me

you made all my dreams come true

its not enough that you love me for me

you reach inside and touch me internally

i love you best explain how i feel for you

because of you my life has changed

thank you for the love and the joy you bring

because of you I feel no shame

I’ll tell the world its because of you

the magic in your eyes

true love I can’t deny

when you hold me, I just loose control

i want you to know that i’m never letting go

you mean so much to me

i want the world to see

it’s because of you

because of you my life has changed

thank you for the love and the joy you bring

because of you I feel no shame

I’ll tell the world its because of you

”Saranghae Hyoah~” ucap Jinki memandang Hyoah dalam.

Ia tidak berkedip menatap mata Hyoah.

Hyoah meneteskan air matanya. Jinki langsung memeluknya.

”Kenapa menangis? Apa kau tidak percaya denganku?” ucap Jinki.

”Dengarlah detak jantungku kau akan tahu bahwa aku mencintaimu. Sungguh mencintaimu.” lanjutnya.

Hyoah tidak dapat mendengar detak jantung Jinki. Mungkin karena posisinya sejajar dengan Jinki. Lalu ia mengangkat tangan kanannya kemudian meletakkannya di dada Jinki. Ia dapat merasakan detak jantung Jinki.

Hyoah terdiam, lalu ia mengahpus air matanya. Ia meletakkan tangan kirinya di dadanya dan tangan kanannya di dada Jinki. Ia mencoba merasakan detak jantungnya dan detak jantung Jinki bersamaan. Kemudian ia menatap Jinki.

”Waeyo?” ucap Jinki pelan.

”Detak jantung~ detak jantung kita sama~ Jantung kita berdetak seirama. Detak jantung ini bukan detak jantung biasanya~” ucap Hyoah lalu menurunkan tangannya.

Ia memalingkan wajahnya mencoba mencerna apa yang terjadi.

”Itu karena kita sama-sma menicintai.” ucap Jinki lalu menyium Hyoah.

 

Beberapa meter dari Hyoah dan Jinki, Jaerin berdiri mengamati mereka. Ia terkejut melihat Jinki mencium Hyoah. Ia berjalan mundur lalu menabrak seseorang. Ia memalingkan tubuhnya dan ia tersentak kaget.

”Minho~” ucapnya.

Minho gelagapan. Sepertinya ia terkejut.

Minho menatap Jaerin. Melihat bibir Jaerin ia jadi teringat peristiwa itu. Ia langsung memejamkan matanya dan menggeleng. Ia tidak ingin mengingat peristiwa itu.

”Kau baik-baik saja?” tanya Jaerin.

Minho tidak menjawab. Ia menunduduk.

”Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan?” tanya Jaerin sekali lagi.

Minho menghela nafas lalu berlari meninggalkan Jaerin.

Ia menabrak Key saat di pertigaan koridor.

”Hey~ kenapa kau lari-lari?” sentak Key emosi karena terkejut.

Minho ngos-ngosan. Ia tidak menjawab pertanyaan Key. Keringat dingin bercucuran dari tubuhnya.

”Kau sedikit pucat. Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Key khawatir.

”Ya ya ya aku ingin mengatakannya kepadamu tapi tidak di sini.” sahut Minho tersengal-sengal.

Kemudian ia menarik Key ke tempat sepi.

”Aku tadi melihat Jinki hyung dan Hyoah nuna di bar.” ucap Minho.

”Lalu kenapa?” sahut Key tidak mengerti.

”Jinki hyung mengutarakan perasaannya melalui lagu. Kemudian ia menyatakan bahwa ia mencintai Hyoah. Akhir cerita Jinki mencium Hyoah.” terang Minho.

”Lalu apa hubungannya dengan keadaanmu saat ini?” tanya Key tambah tak mengerti.

”Saat itu Jaerin di depanku. Ia berjalan mundur setelah melihat mereka berciuman. Jaerin menabrakku. Dan seketika itu aku menatapnya. Menatap bibirnya. Aku jadi teringat peristiwa waktu itu. Rasanya~ rasanya…”

”Rasanya kau ingin menciumnya lagi?” potong Jonghyun yang berjalan mendekat.

Minho tertegun.

“Apa benar begitu Minho?” cletuk Key.

Minho mengangguk pelan.

Jonghyun tersenyum simpul.

“ternyata kau sudah dewasa Minho. Tidak seperti Key.” Ucap Jonghyun menepuk punggung Minho.

“Apa maksudmu?” sahut Key.

“Kau belum dewasa Key. Maka dari itu kau tidak mengerti cinta.” Sahut Jonghyun.

“Jadi kita mengerti cinta ketika dewasa?” sahut Key.

“Bukan begitu. Kita dapat dikatakan dewasa jika kita mengerti apa arti cinta sebenarnya.” Sahut Jonghyun.

“Tapi jujur aku belum mengerti tentang cinta.” Cletuk Minho.

“Ya kau baru saja merasakan cinta. Dan lama-lama kau akan mengerti apa arti cinta yang sebenarnya. Sudah dulu ya aku mau ke suatu tempat.” Sahut Jonghyun lalu pergi meninggalkan Key dan Minho.

 

 

11.01 AM

 

“Sedang apa kau?” cletuk Jonghyun mengagetkan Jaerin.

“Jonghyun oppa~” ucap Jaerin terkejut.

Jonghyun lalu duduk di sebelah Jaerin.

“Ada yang kau rencanakan?” tanya Jonghyun.

Jaerin mengangguk pelan.

“Aku membantu menyatukan dua hati chinguku.” Ucap Jaerin.

“Wah itu bagus. Lalu kau sendiri gimana?’ tanya Jonghyun.

“Mwo? Mworago?” sahut Jaerin terkejut.

“Kau sudah memiliki kekasih?” sahut Jonghyun.

Jaerin menggeleng.

“Waeyo?” tanya Jonghyun.

“Belum menemukan yang tepat.” Ucap Jaerin.

“Lihatlah sekelilingmu baik-baik siapa tahu orang yang cocok itu ada di sekitarmu bahkan di sampingmu.” Ucap Jonghun membuat Jaerin tertunduk.

“Lalu oppa sendiri bagaimana?” tanya Jaerin.

“Ehm~ aku~ Ada seorang yeoja. Aku seringkali menangkap sosoknya di sekitarku. Entah kebutulan atau apa. Tapi sepertinya dia ada rasa denganku. Tapi saat aku berada di dekatnya aku tidak menyangka sikapnya akan seperti itu.” Ucap Jonghun.

“Seperti apa?” sahut Jaerin.

“Seperti dirimu.” Ucap Jonghyun memandang Jaerin lekat.

 

 

5 PM

 

“Ada apa kau mengajakku ketempat seperti ini? Sebentar lagi petang lebih baik kita kembali saja.” Ucap Jira.

Taemin tetap diam tak bergeming. Ia berjalan tetap berjalan. Jira tetap mengikuti Taemin.

“Duduklah.” Ucap Taemin stelah ia duduk di sebuah batu besar.

Jira menuruti Taemin. Ia duduk di dekat Taemin.

Mereka terdiam. Hening~ hanya terdengar suara ombak dan burung camar.

“Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Ku harap kau mendengarnya baik-baik.” Ucap Taemin serius.

Jira mengangguk pelan.

“Aku menyukai seorang yeoja~” ucap Taemin.

Jira mengangguk mengerti.

“Sudah cukup lama aku menyukainya.” ucap Taemin lagi.

Jira mengangguk lagi.

“Aku ingin mengutarakan perasaanya padaku, karena perasaan ini tak bisa ku tampung di lubuk hatiku.” Ucap Taemin sekali lagi.

Taemin meraih tangan Jira dan mengenggamnya.

“Tolong bantu aku Jira. Dengarkan baik-baik kataku, jika kata-kataku sudah cukup bagus aku ingin mengutarakan perasaanku kepada yeoja itu.” Ujar Taemin.

Jira terdiam. Ia memalingkan wajanhya. Lalu ia mengangguk pelan.

“Saat pertama kali bertemu denganmu ada sesuatu yang membuatku tak mengerti. Aku tidak dapat berhenti memikirkanmu. Senyummu selalu tersirat di benakku. Aku ingin selalu melihat senyum itu. Lalu aku menyadari perasaanku ini. Aku ingin mengutarakan kepadamu tapi aku tak tahu bagaimana caranya. Aku selalu gugup di depanmu. Tapi saat aku tak melihat senyum di raut wajhamu, aku mulai berusaha untuk menghilangkan rasa gugup ini. Dan kini ku beranikan diri mengatarkan perasaanku. Perasaan bahwa aku mencintaimu. Aku sungguh mencintaimu. Apakah kau merasakannya juga…… Choi Jira?”

Jira tersentak kaget. Ia memandangi Taemin. Ia menatap lekat mata Taemin. Ia merasa Taemin serius mengatakan itu.

“Saranghae Choi Jira.” Ucap Taemin mengenggam erat tangan Jira kemudian mengecup kening Jira.

Jira menitikkan air matanya. Ia memeluk Taemin erat. Tangisnya meledak.

“Kenapa kau tidak mengatakannya dari dulu. Aku lelah menunggunya. Aku terluka karena kau tidak mengatakannya karena Ku begitu mencintaimu.” Isak Jira.

“Mianhae~ Saranghae~” ucap Taemin di telinga Jira.

Lalu merekapun berciuman.

Merke berhenti berciuman ketika ombak besar datang menghampiri mereka dan membuat mereka basah kuyup.

“Aish~” cletuk Jira dan Taemin bersamaan.

Lalu mereka tertawa memandang satu sama lain.

“Sudah bercintanya?” sahut sesorang.

Jira dan Taemin menoleh.

“Hari ini kalian harus mentraktirku! Belikan aku Boneka Beruang terbesar yang pernah ada.” Lanjut orang yang tak lain adalah Jaerin.

“Jika hari ini sepertinya tidak bisa.” Cletuk Taemin.

“Bagaiman jika lain kali saja.” Cletuk Jira.

“Kalian bgaimana sich. Kalian kan jadiannya sekarang jadi hadianya minta sekarang bukan lain kali.” Sahut Jaerin cemberut.

“Wah kau merusak suasana mereka. Ayo ikut denganku saa. Ku traktir makan coklat.” Sahut Jonghyun merangkul Jaerin dan mengjaknya pergi.

“Oppa lepaskan. Aku belum selesai dengan mereka.” Sentak Jaerin berusaha lepas dari Jonghyun.

“Ku belikan boneka-boneka beruang saja ya.” triak Taemin agar Jaerin mendengar.

Jira tertawa melihat Jaerin yang ditarik Jonghyun menjauh.

“Dia yang merencakan ini semua?” tanya Jira kepada Taemin.

Taemin mengangguk.

“Jadi selama ini aku salah sangka.” Ujar Jira.

Taemin mengangguk.

“Jangan-jangan dia mengawasi kita tadi.” Cletuk Jira.

“Benar. Kami semua mengawasi kalian.” Sahut Key datang mendekati Jira dan Taemin.

Di belakangnya ada Minho, Hyoah beserta Jinki.

“Ah~ aku jadi malu.” Ucap Jira menutup wajahnya.

“Ini handuk untuk kalian.” Ucap Key melemparkan handuk kepada Jira dan Taemin.

“Sungguh pemandangan yang indah. Jagi, kapan kita seperti itu?” ucap Hyoah.

“Bukankah tadi sudah saat di bar. Apakah itu kurang romantis? Itukulakukan dengan segenap jiwaku langsung spontan.” Sahut Jinki.

“Tapi…”

‘Chu~’

Jinki langsung menyela Hyoah dengan ciuman.

“Astaga~ aku mulai muak melihat orang berciuman. Lebih baik aku kembali ke kamar.” Cletuk Key lalu pergi.

“Gantilah pakaian kalia.” Ucap Minho lalu mengikuti Key.

 

 

6.45 PM

 

“Kau dari mana Jaerin?” tanya Jira begitu Jaerin masuk ke dalam kamar.

“Tentu saja habis bermesra-mesraan dengan Jonghyun.” Sahut Hyoah.

Jaerin langsung melemparkan bantal kepada Hyoah.

“Aku ditraktir chocolate shortcake dengan Jonghyun oppa.” Ucap Jaerin lalu merebahkan dirinya di tempat tidur.

“Kau menjalin hubungan dengannya?” tanya Jira serius.

Jaerin melemparkan bantal ke Jira.

“Ada apa sich dengan kalian.” Sentak Jaerin.

“Santai~” sahut Jira dan Hyoah bersamaan.

“Hanya kau yang belum jadian. Kami berdua jadian hari ini. Jadi ku kira kau juga begitu.” Ucap Hyoah.

“Hyoah onnie jadian tadi siang. Aku tadi sore. Mungkinkah Jaerin nanti malam? Tengah malam nanti?” sahut Jira.

“Astaga~ aku sudah tidak ada rasa lagi dengan Jonghyun.” Sahut Jaerin.

“Jinca? Lalu kenapa kau sering curi-curi pandang dengannya.” Sahut Jira.

“Sudahlah jangan bahas itu.” Sahut Jaerin.

“Ku dengar dia sudah mengatakan perasaannya kepadamu.” Sahut Hyoah.

“Tidak tahu juga. Kata-katanya sulit di mengerti.” Sahut Jaerin.

“Kata-katany atau kau sendiri yang tidak memahami ucapannya?” sahut Hyoah.

Jaerin mengambil bantal. Tapi tidak untuk ia lemparkan. Ia menutup mukanya dengan bantal.

Hyoah langsung menarik bantal itu.

“Kau mau bunuh diri?” sahutnya.

“Sudah mandi sana. Hanya kau sendiri yang belum mandi.” Lanjutnya.

Jaerin mendesah. Ia beranjak lalu masuk ke kamar mandi.

“Onnie~ apakah benar Jonghyun mengutarakan perasaannya?” bisik Jira.

Hyoah mengangguk.

“Aku tadi tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka saat di café.” Jawab Hyoah.

“Kira-kira apakah Jaerin masih ada rasa dengan Jonghyun?” tanya Jira.

“Entahlah. Ia sudah terlanjur kecewa dengan namja itu. Mungkin dia mencintai namja lain.” Cletuk Hyoah.

“Nugu?” sahut Jira.

 

 

 

Beberapa Hari Kemudian…

 

8.15 AM

 

“Sedang apa kau di sini?”

Jihee mendongak ia melihat Key berdiri satu meter darinya. Ia memalingkan wajahnya.

“Memangnya tidak boleh apa.” Cletuk Jihee cemberut.

“Kau tidak pulang dan sekolah?” tanya Key.

“Ani~ aku masih ingin liburan. Kau sendiri kenapa masih di sini? Tidak sekolah? Teman-temanmu sudah pergi dari sini beberapa hari yang lalu. Liburan sudah berakhir.” Ucap Jihee balik bertanya.

“Aku ada urusan yang belum selesai.” Jawab Key.

“Menyebalkan~ kenapa setiap hari selalu melihat wajahmu.” Cletuk Jihee.

“Aku lebih sebal darimu. Karena kau merusak pemandangan di resort ini.” Sentak Key.

“Mwo? Mworago?” sahut Jihee beranjak.

“Kau merusak pemandangan di resort ini.” Ulang Key.

“Kau bahkan perusak resort ini. Resort ini tidak butuh orang seperti dirimu.” Sentak Jihee.

“Hey aku orang penting di resort ini.” Sentak Key.

“Orang penting? Jika kau orang penting seharusnya kau menginap di kamar terbesar di resort ini. Resort VIP yang ada di ujung sana. Bukan di ujang sana.” Sentak Jihe menunjuk arah Utara lalu Selatan.

“Terserah kau bilang apa. Yang jelas resort ini lebih memilih aku darimu.” Sentak Key lalu melanggak pergi meninggalkan Jihee.

“Hya kau mau pergi kemana? Aku belum selesai bicara denganmu. Hya kembalilah kemari! Dasar pengecut!” triak Jihee.

Tapi Key tetap tak bereaksi. Ia menganggap Jihee sebagai angin lalu.

“Berani-beraninya kau mengacuhkan.” Cletuk Jihee lalu mengejar Key.

Ia menarik tangan Key. Key menepisnya. Jihee mengulanginya lagi. Key mendorongnya untung saja sesorang menangkap tubuh Jihee cepat. Jika tidak mungkin yeoja itu sudah jatuh tersungkur.

“Kau tahu apa yang kau lakukan itu?” ucap orang itu.

Orang itu seorang namja yang berusia sekitar 24 tahun.

Key menunduk.

“Maafkan saya tuan.” Ucap Key.

“Apa anda tidak apa-apa nona?” ucap namja berjas kepada Jihee.

“Aku tidak apa-apa. Hanya terkejut saja. Apakah anda bekerja di sini?” ucap Jihee

“Ya. Saya bekerja di sini. Nama saya Kim Jaejoong. Maaf jika karyawan kami bertindak tidak sopan kepada anda.” ucap namja yang bernama Jaejoong kepada Jihee.

Jihee terkejut mengetahui bahwa Key adalah karyawan.

“Sebaiknya anda memberikannya hukuman.” Sahut Jihee.

Jaejoong mengangguk.

“Jika boleh tahu anda bekerja di sini bagian apa?” tanya Jihee.

“CEO.” Jawab Jaejoong.

Jihee tersentak kaget.

“Key, mulai detik ini kau layani nona ini selama berada di resort ini.” Perintah Jaejoong.

Key terkejut.

“Kenapa saya harus melayaninya? Memangnya siapa dia?” sahut Key.

“Dia anak tuan Song, partner kerja tuan Kim.” Ucap Jaejoong.

“Ta.. tapi tapi saya ada pekerjaan yang lain tuan.” Ucap Key.

“Biar Jonghyun yang mengerjakannya.” Ucap Jaejoong.

Jihee tersenyum sinis.

“OK, aku suka ada yang melayani. Sekarang tolong kau antarkan jus Jeruk ke kamarku segera.” Ucap Jihee kepada Key lalu beranjak pergi seenaknya sendiri.

“Hyung~ kenapa kau lakukan itu kepadaku?” ucap Key kepada Jaejoong.

“Ini demi kebaikanmu juga.” Ucap Jaejoong.

“Kau tahu aku tidak suka berada dekat dengan yeoja semacam dia. Kau membuatku gila!!!” cletuk Key mengacak ngacak rambutnya.

“Memang itu tujuanku. Agar kau biasa melayani tamu. Terutama tamu yang kau angga[ merepotkan. Kau akan menjadi CEO di sini jadi kau harus tahu bagaimana caranya menangani masalah ini.” Ucap Jaejoong.

“Lalu hyung, sampai kapan kau di sini?” tanya Key.

“Sampai appamu sembuh. Aku tidak seberapa suka di sini karena istriku tidak menyukai tempat ini. Aku berharap appamu cepat sembuh.” Ucap Jaejoong lalu meninggalkan Key.

Key mendesah.

“Sekarang aku harus mengantarkan jus jeruk ke nenek sihir itu.” Ucap Key pasrah.

 

 

9 AM

 

Key masuk ke dalam sebuah kamar.

“Hya!!! Jika masuk bisa mengetuk pintu tidak?” triak Jihee.

“Pintunya sudah terbuka, jadi untuk apa mengetuk lagi.” Sahut Key.

“Ini jusmu.” Lanjut Key menyodorkan jus Jeruk kepada Jihee.

“Tidak~ tidak di sini. Tolong bawakan ke kolam renang dan sekalian bawa ini. Aku ingin berenang.” Ucap Jihee menyodorkan tas kepada Key.

Key menerimanya. Ia mendesah lalu beranjak pergi.

“Eit~ aku dulu. Kau di belakangku saja.” Ucap Jihee lalu berjalan ke luar kamar.

“Jangan lupa kunci pintunya.” Ucap Jihee lalu melenggak.

Key berusaha sabar.

 

Di kolam renang

Key mengawasi Jihee yang sedang renang. Ia benci pekerjaanya ini. Ini pertama kalinya ia bekerja seperti ini. Ia memandang jus jeruk Jihee. Jus itu di minum tidak sampai ¼ oleh Jihee.

Key mengambil HPnya di sakunya. Ia sibuk dengan HPnya.

Beberapa menit kemudian seseorang menjerit.

“Astaga~ yeoja itu tenggelam!” seru seseorang.

 

 

 

To be continue…

 

Maaf telat

Jangan lupa komentarnya ^^

Gomawo ^^

Iklan

About Lyra Callisto

Saya tuh orang yang aneh karena susah ditebak. Saya suka dengerin musik terutama Kpop, ngetik/nulis fanfiction, buka akun, ngedance, nonton acara about korea Status: menikah dengan Kim Jaejoong, bertunangan dengan Lee Donghae, berpacaran dengan Choi Minho, berselingkuh dengan Cho Kyuhyun, mengakhiri hubungan dengan Choi Siwon, menjalin hubungan dengan Choi Jonghun, berkencan dengan Kevin Woo, menjalin hubungan tanpa status dengan Nichkhun dst.

13 responses »

  1. waaaaah
    akhirnya aku, jira sama taemin + Jinki jadian (?)
    aaaa onni bagus banget ff nya, banyak chu nya lagi *dilempar duit*

    waah jadi jaerin cinta segitiga nih sama minjjong? kkkk
    key jadi pelayannya jihee? huahahahahaha kasian amat si key
    lanjuts!

    • Hehehe seneng bgt ya ^^
      Gomawo 🙂 *nerima duit* mantab jaya niech 😀

      Triangle Love~ rada gimana gitu saya di perebutkan dua cowok 😀
      Iya, kasian bgt Key. Jihee pasti ketawa puas bisa bikin Key seperti itu 😀 *buru2 lari sebelum dilempari sepatu ama Jihee*

      OK di tunggu next chapternya. bakalan heboh bgt!!!

  2. . Berani2x jinki menolak cinta seorang song ji hee,,blom tw dy sapa gw~ *lirik2 unyu bwa pisau* XD
    . Yg 2 tuh enak bnget,,udah dpt cow dluan~
    . Jaerin,,ayo~ kmuw plih sapa diantara mrka b’dua *pasti si itu*
    .
    . Tp skid ati gw sdkit trobati dg mnjahili key,,hahaha *ktwa kunti*
    . Maaf y mas key,,saia gag niat gto, klo mw slahin y slahin author aja *nunjuk2 lyra,,kabuuuuuuuur*

    NB: komen gw pnjang bner yak~

    • Emang km siapa? *onew: (bawa pasukan ayam)*
      Hehehe emang enak tuh~ aq rada iri jg
      Yang mana yach? bingung jg

      Ternyata kamu kuntilanak.
      *Key: bo’ong pasti km sendiri yg nyuruh author bwt adegan seperti itu*

      Gak juga. klo soal panjang mah biasanya yg komentarnya panjang tuh temen satu kostmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s