URINEUN HEETEUKIEYEO

Standar

Tittle: URINEUN HEETEUKIEYO

author: WinkiesWingers

genre: friendship

length: oneshot

rating: PG

cast:

-HEE CHUL

-LEETEUK

– SUJU MEMBER-DEUL

-and other cast

A/N: Hallo, salam sejahtera semuanya. Sebelumnya, mo ngenalin diri dulu nih. WinkiesWingers author baru di Fanfiction Korea. Makasih buat Lyra yang udah nerima WinkiesWingers jadi author disini ^^ ..Dan untuk pertama kali WinkiesWingers mo share FFnya.Nih FF udah lumayan lama dan udah pernah di share di fb Winkies Wingers. FF special for our Heenim and Leeteuk. Mian kalo critanya rumit+aneh..hope u like it ^^

 

-_____- URINEUN HEETEUK -_____-

 

 

Malam ini seperti biasa aku begadang lagi bersama Eunhyuk dan Shindong. Kami tengah menyusun script untuk segmen Teukigayo berikutnya untuk acara Kang Shim Jang. Shindong yang bertugas mengedit lagu, Eunhyuk bertugas mencari foto-foto bintang tamu yang akan menjadi korban kami, dan aku bertugas yang menyusun naskahnya. Kami akan menyerahkan scriptnya pada tim kreatif KSJ. Syukur-syukur mereka menyukai konsep kami. Jika mereka kurang puas dengan konsep yang kami buat, mau tidak mau kami harus membuat semuanya dari awal.
”aghh..mataku sudah tidak kuat! Aku ambil minum dulu yah..”

 

Aku menatap Eunhyuk yang sedang mengambil air minum di dapur. Kasian, pasti dia sudah sangat mengantuk. Aku bisa melihatnya dari mata Eunhyuk yang mulai sayu. Berkali-kali ia menguap dan mengerjapkan matanya agar kantuk yang ia rasakan hilang. Aku berbalik menatap Shindong. Wah! Dia malah sudah terlelap. Shindong pasti juga sangat lelah. Jadwal kami hari ini terbilang sangat padat. Dari pagi hingga sore kami syuting untuk sebuah acara. Malam harinya, aku dan Eunhyuk siaran radio. Jam berikutnya Shindong siaran radio larut malam. Sepulangnya dari ShimShimtapa, Shindong langsung bergabung dengan kami untuk menyusun script. Aku memintanya untuk istirahat saja tapi dia menolak. Baru 2 jam yang lalu Shidong mengatakan masih sanggup tapi sekarang sudah tidur? Dasar!
”Shindong-a..Shindong-a..” aku membangunkan Shindong.
“a-ah..hyung, mianhae. Aku ketiduran yah?” Shindong langsung bangun dan melanjutkan kegiatannya.
“Sudah, hentikan. Lebih baik kau tidur sekarang. Kita masih punya waktu besok..”
”Tapi, hyung….”
”Sudah, tidak apa-apa…”

 

Shindong pun menurut lalu membereskan kertas-kertas yang berserakan lalu masuk ke kamar.

”Eunhyuk-a, kau lebih baik pulang sekarang dan tidur. Jadwal kita besok masih padat..”
”Ne, hyung..hoaahmmm..”
Eunhyuk menguap lebar. Aku tersenyum melihatnya. Sangat lucu ekspresinya saat menguap tadi. Ia pun segera meninggalkan dorm dan pulang ke dormnya di lantai bawah. Hampir setiap hari kami begadang untuk membuat bahan Teukigayo. Kami hanya bisa membuatnya pada larut malam karena pagi sampai malam jadwal kami sangat padat. Terkadang kami tidak tidur sama sekali demi menyelesaikannya.

 

”Hwaah…capeek!” aku merenggangkan otot-otot tubuhku.

Sepertinya aku sendiri juga sudah mengantuk. Tapi, melihat pekerjaan kami yang belum selesai mana mungkin aku tinggal tidur?

”Kau belum tidur juga?”
Aku terperanjat mendengar suara Heechul yang mengagetkanku.
”Belum..” jawabku singkat dan kembali berkutat dengan script.
”Belum selesai juga?” tanya Heechul yang berdiri disampingku.
”Belum. Masih banyak yang harus diperbaiki lagi..Bagaimana pesta ulangtahunmu? Menyenangkan?”
”Ya begitulah. Tidak ada yang tidak seru selama ada diriku..” aku tertawa mendengar perkataannya. Dia pun menceritakan apa saja yang terjadi selama party-nya berlangsung. Mendengar Heechul bercerita kalau Geun Suk datang terlambat dan alhasil dirinya tidak dapat kue, aku tertawa. Dia juga menunjukkan foto-fotonya saat party. Betapa kejamnya dia, mengadakan party yang diundang hanya member The AB Club. Aku iri saat Yesung ikutan party. Ya, maklumlah, dia juga berdarah AB seperti Heechul.

”Mau aku buatkan minum atau makanan?”

Aku terkejut. Lalu, kutatap Heechul lekat-lekat. Apa dia salah makan hari ini? Apa dia benar Kim Heechul? Tumben dia menawariku. Aku terus menatapnya dari atas hingga bawah. Aku pun berjalan mendekatinya, memegang jidatnya. Siapa tahu dia sedang demam?

”Ya! Kenapa kau menatapku seperti itu?” seru Heechul sambil mengerjapkan matanya. Sangat imut! Ditambah mukanya yang memerah. Ahh, Heechul-a! Kau membuatku gemas dan membuatku rindu dengan Ji Hwa. Kalian berdua sangat mirip saat kalian salah tingkah. Haha
”Ya! Park Jung Soo!! Kenapa kau tersenyum seperti itu? Senyummu membuatku takut, gaeteuk! Menjauhlah!” Heechul mendorong tubuhku. Aku tertawa.
”Hahaha.. Kau semakin membuatku rindu dengan Ji Hwa, Chul-a.”
”aish, kau menyamakan diriku dengan yeojamu yang aneh itu?”
”Mwo?! Kau mengatakan Ji Hwa aneh? Lalu, dirimu bagaimana?”

Ah, tidak! Sifat burukku keluar. Jika mereka menjelek-jelekkan yeojachingu-ku, Yoon Ji Hwa. Aku akan kehilangan kontrol emosiku. Walau itu hal sepele, itu membuatku sangat sensitif dan cepat emosi. Tidak salah dong aku emosi? Apa kalian juga rela kalau kekasih kalian diolok2 dan menjadi bahan bercandaan? Tidak kan? Aku pun begitu.

”Tch, kalau menyangkut Ji Hwa kau hilang kendali. Dasar! Aku hanya bercanda, teukie-ya.”
“Ne, mianhae..” aku jadi merasa bersalah pada Heechul. Dia hanya bercanda tapi aku menanggapinya dengan emosi. Aku malu.
”Anieyo. Sudah, lupakan saja. Oya, bagaimana?”
”Apanya yang bagaimana?” tanyaku bingung.
”Mau aku buatkan minum?”

Aku melongo mendengar pertanyaan Heechul.
”Kenapa bengong? Mau tidak?” tanya Heechul yang sepertinya sedikit emosi.
”Ne..Ne, gomawo..”

Unbelievable! Aku tidak percaya Heechul menawariku dan bersedia membuatkan minum untukku. Padahal, kalau diingat-ingat selama ini Heechul tidak pernah seperti itu padaku. Bisa dikatakan dia cuek padaku dan member lain. Aghh, aku jadi teringat dulu kami pernah berdebat saat terbesit dari pikirannya kalau dia ingin keluar dari SuJu.

 

-flashback-

 

Kami lahir di tahun yang masa dan di bulan yang sama, kami sama sekali tidak dekat. Yah, hubungan kami hanya sebatas teman. Kami pribadi yang berbeda, kami jarang bekerja sama dan jarang berbicara meskipun kami sama – sama tinggal di satu dorm.

Pernah suatu ketika, Heechul lebih mementingkan mini seri dan dramanya. Awalnya, aku terima saja dan menyetujui dengan pilihan Heechul. Tapi, makin lama makin kesini aku sudah tidak tahan dengan sikapnya itu yang lebih mementingkan akting daripada SuJu dan aku sampai menegurnya,“ Heechul-ah…menurutmu apa pantas sebagai seorang penyanyi kau tidak pernah ikut gladiresik panggung ?”
Yang dibalas Heechul “ Kalau gitu sebaliknya, apa kau kira pantas sebagai seorang actor aku tidak ikut syuting, datang dan pergi semaunya ?”
Aku tersentak mendengar ucapan Heechul. Hal itu juga yang membuatnya kerap silang pendapat dengan Shindong ataupun Eunhyuk yang buntutnya membuat Heechul keluar dari dorm dan untuk beberapa lama tinggal sendirian, sebelum akhirnya kembali tinggal di apartemen bersama yang lain.

Saat itu, kami tengah persiapan album baru kami. Aku menjadi kehilangan semangat saat tahu Heechul ingin keluar dari Super Junior. ”Hey, Man! Kenapa kau sangat egois sekali hanya karena Hankyung tidak ada kau jadi ikut-ikutan keluar begitu?” Itulah yang kira-kira aku katakan pada Heechul. Heechul hanya diam dan masuk kembali ke dalam kamar. Aku tahu dari raut wajahnya, dia pasti sangat marah padaku. Setelah itu, Heechul keluar dari kamarnya membawa tas.

”Apa hyung berniat keluar lagi dari dorm? Hyung, tolong..jangan seperti ini..” bujuk Ryeowook. Eternal magnae kami sudah meneteskan airmatanya melihat perdebatan diantara kami.
”Hyung, kenapa kau seperti ini?” tanya Kyuhyun.
”Hyung, kau sudah tidak sayang lagi pada kami? Kami semua sangat menyayangimu. Jadi, mohon dengan sangat kau jangan bersikap seperti ini..” Donghae memluk Heechul erat. Heeechul hanya mematung dan tatapan matanya kosong.

Aku sudah tidak bisa lagi menahan semuanya. Pertahananku runtuh. Melihat Siwon, Shindong, Eunhyuk, Sungmin, kyuhyun, Ryeowook, Donghae, dan Yesung, aku merasa sangat sakit. Mereka semua berusaha mencegah agar Heechul mengurungkan niatnya. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa. Aku hanya dapat menangis. Tanpa sadar aku mengatakan,” aku gagal…aku gagal menjadi leader kalian. Seharusnya aku tidak pantas disebut leader dan menjadi leader kalian. Aku tidak bisa mengatur, mengurus, dan membimbing kalian dengan baik. Aku tidak pantas menjadi leader. Lebih baik aku saja yang keluar dai Super Junior..” . Airmata ku semakin deras mengalir. Aku terduduk lemas di sofa dan menundukkan kepalaku sambil kututup wajahku dengan kedua tanganku. “Young Woon-a..” gumamku memanggil Kangin. Seandainya ada Kangin, pasti dia bisa membantuku dan bisa mengatasi masalah ini.

Semua member menatapku. Aku merasakan sebauh tangan merangkul pundakku. Sebuah tangan lagi menggengam tanganku. Aku mendongakkan kepalaku. Aku melihat Siwon yang merangkulku dan Yesung dihadapanku jongkok dan menggenggam kedua tanganku. Mereka tersenyum seakan memberiku semangat.

”Hyung, kau tidak boleh berkata seperti itu. Kaku adalah leader kami. Pemimpin kami. Selamanya..” kata Siwon bijak.
”Hyung, kau tidak gagal menjadi leader. Percayalah..”

Aku melihat Eunhyuk berjalan mendekati Heechul. Ia menepuk pundak Heechul dan berkata,“ Hyung kami sudah menyiapkan spot-mu, jadi nanti kamu bisa langsung bergabung dengan kami !” dengan senyum cerahnya dan ucapannya itu berhasil membuat Heechul mengurungkan niatnya. Akan tetapi..

Mengingat tentang hal itu, mau tidak mau aku kembali mengenangnya dan pikiranku terbang mengenang hal yang menurut kami itu sangat menyakitkan. Dimana saat kami mengetahui bahwa member kita yang berasal dari China menggugat SM Ent. Jujur, kami sama sekali tidak tahu akan hal ini sampai suatu hari aku membacanya di sebuah surat kabar. Mengingat hal itu, aku menjadi merasa sangat bersalah pada Hankyung. Selama ini kami selalu bersama membuat kami lupa kalau Hankyung adalah orang China. Dia tidak pernah menceritakan keluh kesahnya padaku ataupun member lain. Aku terkadang lupa kalau ia orang asing, seharusnya sebagai leader aku mendengar keluh kesahnya, tapi karena kami sama – sama sibuk kami jarang komunikasi. Saat itu aku yakin merupakan masa yang teramat sulit baginya mengambil keputusan.
Kami benar-benar terkejut saat mengetahui ini. Kami sangat terpukul. Dia sama sekali tidak membicarakan hal ini pada kami dan dengan diam-diam pergi meninggalkan dorm tanpa pamit pada kami. Kami sangat sedih. Tapi, aku rasa ada orang yang lebih terpukul ketimbang kami ber-9. Yap, Heechul. Dia sangat depresi mengetahui masalah Hankyung. Sepergiannya Hankyung dari dorm pun membuat Heechul berubah drastis. Aku paham perasaannya, karena dulu saat Kangin terlibat kasus hukum yang membuatnya harus hiatus dari SuJu aku sangat terpukul.

Heechul dan Hankyung, hubungan mereka sangat dekat. Selama beberapa hari dia mengurung diri dikamar. Semua jadwal ia batalkan. Saat itu, Heechul bagaikan mayat hidup. Aku sangat sedih melihat kondisi Heechul seperti itu. Aku tidak tahu bagaimana cara menghibur dirinya. Hampir tiga bulan dia mengurung diri di kamar. Aku tidak tahu apa yang dia lakukan saja didalam. Sampai akhirnya, aku membaca postingannya di Cyworld dan di twitter. Itu sukses membuatku menangis. Dalam postingan itu betapa dia sangat merindukan sosok sahabatnya yang kini ada di negarai tirai bambu itu.

-flashback end-

Ahh, aku jadi ingin menangis mengingat hal itu. Tapi itu masa lalu. Sekarang, karena masalah itu kami menjadi semakin dekat. Aku sangat bersyukur akan hal ini.

[HEECHUL POV]

Whoa~ aku takjub sendiri mengatakan itu. Seorang Kim Heechul menawarkan diri membuatkan minum? Daebak! Haha
Tapi, toh tidak ada salahnya aku seperti ini. Aku tidak ingin menyesal untuk kedua kalinya. Ah, tidak! Apa yang kukatakan?
Aish! Aku kembali teringat dimana saat dulu aku sangat terpuruk setelah kepergian Hankyung dari dorm dan dari SuJu. Saat Hankyung pergi..aku serasa hancur..sulit bagiku tertawa dan menari di televisi. Selama 3 bulan, Desember, Januari dan Februari, aku mengunci pintu kamarnya dan tenggelam dalam kesedihan dengan hanya ditemani 2 ekor kucingku. Tapi, hal tersebut malah membuatku makin depresi. Itu juga membuatku berniat keluar dari SuJu. Aku sangat berterima kasih dengan Eunhyuk saat itu. Walau kami dua pribadi yang berbeda. Dia dapat membuatku bertahan hingga sekarang.
Disaat aku berada di titik rendah itulah, Eunhyuk yang selama ini kuanggap jauh justru menjadi penolong. Berbeda dengan Hankyung, aku dan Eunhyuk sangat bertolak belakang. Aku yang atheis tidak bisa nyambung dengan Eunhyuk yang seorang kristiani yang taat. Tapi untuk kedua kali perkataan Eunhyuk kembali menguatkan diriku , “ Hyung..kau tidak pandai menyanyi dan menari..tapi kami semua membutuhkanmu..tanpamu kami tidak bisa bertahan”
Leeteuk dan Shindong juga terus menyemangatiku, dan Donghae bela – belain datang kemudian memasakan makanan untukku.

“ Selama ini aku selalu terpaku pada satu teman, tanpa menyadari bahwa disana ada mereka yang juga memperhatikanku..” ujarku sambil mengaduk minuman yang sedang aku buat.
”Kau mengatakan apa?” tanya Leeteuk tiba-tiba sudah berada disampingku.
”Aniyo! Sudah, tidak ada apa-apa..Ini, aku sudah membuatkan minum untukmu.”
”Gomawo, Chul-a” ucap Leeteuk sambil mengambil minuman buatanku.

Selesai meminumnya, Leeteuk kembali mengerjakan pekerjaannya. Aku sangat kagum dengan dirinya. Terlebih lagi dengan sikap ssantunnya yang kerap dilakukannya sampai saat ini. Ia kerap membungkuk 90 derajat pada semua rekan kerja kami. Melihatnya melakukan itu, aku sampai menangis.

Aku dan Leeteuk memang kurang dekat. Hubungan kami hanya sebatas teman. Kita tidak ngobrol banyak soal pekerjaan. Tapi setelah berbagi hal terjadi, kami mulai sharing soal kehidupan karir masing – masing.

Aku menatap jam dinding. Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi. Aku melihat kearah Leeteuk. Dia masih berkutat dengan pekerjaannya.

”Ya! Apa kau tidak lelah? Kau belum tidur daritadi kan?”
”Kau sendiri tidak mengantuk? Kau baru pulang party, apa tidak merasa lelah?”
”Ya! Kalau orang bertanya jangan balik tanya dong! Jawab dulu pertanyaanku.”

Aku kesal kalau orang yang aku tanyai tidak menjawab pertanyaanku dan malah balik bertanya padaku.
”Hahaha, mianhae. Sebentar lagi selesai..”
”Bagaimana hubunganmu dengan Ji Hwa? Ahh, mian…” aku lupa. Aku baru ingat kalau mereka sedang bertengkar gara-gara gosip yang menerpa Leeteuk.
”Gwaenchanayo.. Yah, kau tahu lah Ji Hwa bagaimana?”
”Masih ngambek? Dasar..sepertinya kalian harus bicarakan ini baik-baik. Apa perlu bantuanku?”
”tidak..tidak! Yang ada malah kau akan menghancurkan semuanya.”
”Ya! Mworago?”
”Hahaha, aniyo..”
”Tapi, aku rasa dia akan kembali seperti semula. Aku tahu banget Ji Hwa orangnya seperti apa. Dia terlalu mencintaimu, GaeTeuk-a. So, don’t worry about this.. Wae? Kau menatapku seakan aku makhluk asing?”
“Bukannya kau orang dari Planet Mars?”
“YA!” aku melempar bantal ke Leeteuk dan sayang dia bisa menghindar.

++++++++++++++++++++++

Siang ini kami akan tampil di acara MuCore membawakan lagu baru kami, No Other. Saat ini semua member terlihat sangat sibuk. Tapi, tidak dengan satu orang itu. Orang yang semalaman bela-belain begadang demi mendapatkan cerita yang pas untuk Teukigayo sekarang tengah tertidur lelap. Yap, Leeteuk. Aku tersenyum melihatnya. Kau benar-benar mengagumkan.

Hey, Chamkkanman! Kenapa tiba-tiba jantungku berdegup kencang? Aku menjadi gugup sekali. Aku melihat mereka, tak ada satu pun dari mereka yang menunjukkan kegugupan mereka. Aku yang biasanya bermain hape, kini hanya bisa memutar-mutar hapeku. Tanganku bergetar dan itu tidak bisa membuatku mengetik.

”Kan kenapa, Chul-a?” tanya Leeteuk membuyarkan lamunanku.
”ah, ani..anieyo. Kau sudah bangun? Nyenyak tidurmu?”
”Ne, nyenyak sekali ^^.”
”Sebentar lagi kalian tampil. Jadi, tolong bersiap-siap,” Seru PD-nim pada Kami.

Ajaib! Tiba-tiba rasa gugupku hilang. Begitu menginjakkan kaki di stage, perasaanku menjadi sangat baik. Terlebih melihat lautan balon pearl sapphire blue yang memenuhi studio. Selama tampil, senyum tak pernah hilang dari wajahku. Apalagi, ada banner bertuliskan ‘HAPPY BIRTHDAY OUR KIM HEECHUL’.
Selesai acara, kami segera kembali ke dorm untuk istirahat sejenak sebelum kami melanjutkan jadwal berikutnya. Selama perjalanan pulang, aku selalu bersama Leeteuk. Entahlah, sekarang aku merasa nyaman jiha ada disampinh Leeteuk. Sesampainya di dorm, aku merebahkan diriku di kasur kamarku. Aku termenung. Sampai saat ini belum ada satu member pun yang mengucapkan selamat padaku kecuali Yesung yang aku undang untuk datang ke party semalam. Apa mereka lupa padaku? Tidak mungkin! Leeteuk semalam bertanya bagaimana pestaku. Di studio tadi juga ada banner ucapan saengil untukku. Jangan katakan mereka mau memberiku kejutan? Atau jangan-jangan mereka sedang merencanakan sesuatu dan mau menumpahkan kue ke wajahku. Itu tidak akan berhasil. Yang kalian lawan adalah Kim Heechul. Aku tertawa sendiri.

Suasana dorm sepi. Aku mencoba menguping dari dalam. Siapa tahu mereka sedang merencanakan sesuatu. Tapi, nihil. Aku tidak mendengar apapun. Aku membuka pintu pelan dan mengintip. Kosong. Tak ada siapa-siapa. Lalu, kemana mereka pergi?
Suara bell pintu berbunyi dan mengejutkanku.
“Nuguseyo?”
“Ada kiriman barang..”
Aku membuka pintu dan menerima barang yang dikirim untukku? Aku menutup pintu dan duduk di sofa ruang santai. Sejenak aku memandang kotak itu. Samar-samar aku mendengar ada suara orang yang sedang berkasak-kusuk. Hey, jangan bilang ini bagian dari kejahilan kalian. Aku membuka kertas yang membungkus kotak kardus itu dan membuka kardus itu pelan-pelan. Di dalam kardus itu ada sebuak kotak lagi. Aku bisa menebak apa isi di dalam kotak itu. Aku membukanya pelan-pelan. Dan benar saja, saat aku membuka kotak itu, ada kepala badut mencuat keluar. Aku hanya terkekekh melihat ini. Kalian kurang cerdik untuk mengerjaiku. Aku pun berinisiatif juga membalas mereka dengan berpura-pura terkejut.

”Hey, Heechul hyung sedang membuka kadonya..”

YA! Kalian pikir aku tidak dengar suara kalian dari dalam kamar Leeteuk? Sangat jelas sekali salah saytu dari mereka ada yang mengatakan itu. Aku pun memulai aksiku. Aku kembali menutup kotak itu. Aku membukanya dengan cepat dan aku menjerit, ” GYAAAAA!!!”
Dari arah dalam aku dengar mereka tengah mempersiapkan sesuatu. Aku menahan tawa. Aku berjalan mendekati kamar Leeteuk. Aku berdiri disana. Beberapa detik kemudian mereka keluar.

”Saengil Chukhahamnida..Saengil Chukhahamnida..Saranghaneun Uri Heenim..Saengil Chukhahamnida..” sorak mereka bersamaan. Leeteuk membawa cake-nya, EunHyuk-DongHae meniup terompet kecil, Shindong-Sungmin menebarkan kertas beraneka warna yang dipotong kecil kearahku, dan sisanya bernyanyi lagu saengil. Aku hanya menatap mereka tanpa ekspresi. Mereka langsung panik. Pasti mereka berpikir aku marah. Aku tidak bisa menahannya lagi. Tawaku pecah. Sangat lucu sekali melihat wajah panik mereka.

”Ya! Hyung kenapa tertawa?” tanya Eunhyuk menggembungkan pipinya.
”Kalian mau mengerjaiku? Tidak akan bisa…” sahutku menyombongkan diri.
Mereka terlihat kecewa. Pasti mereka lelah memikirkan cara untuk mengerjaiku. Kasian..

”Sudah ah! Mana cake-nya?” aku merebut cake dari tangan Leeteuk setelah meniup lilin yang ada diatas kue itu. Kami pun mengadakan party kecil. Ahh, tapi sialnya tak ada yang memasakkanku makanan seperti saat Ryeowook ulangtahun. Dengan terpaksa aku mengeliarkan uang untuk mentraktir mereka makan.

Saat kami asyik makan-makan, aku merasa bosan dan memutuskan membaca majalah yang ada di dekatku. Kebetulan ada liputan tentang wawancara dengan Super Junior. Aku memutuskan membaca artikel wawancara kami.

Q: Di“Strong Heart” Heechul bilang dia hampir keluar dari Super Junior. Apakah kalian butuh waktu untuk untuk bicara dari hati ke hati ?
Lee Teuk : Kami saling sharing selama Asia tour. Karena masing – masing memiliki pekerjaan masing – masing, hanya sebelum dan sesudah konser asia tour-lah kita bisa berkumpul dan membicarakan segala hal bersama – sama. Asia tour membuat hubunganku dengan heechul menjadi semakin dekat.
Q: Memangnya bagaimana hubungan kalian selama ini ?
Lee Teuk : Tidak ada masalah, tapi hubungan kami hanya sebatas teman. Kita tidak ngobrol banyak soal pekerjaan, Tapi setelah berbagi hal terjadi, kami mulai sharing soal kehidupan karir masing – masing.
Heechul : Kami pribadi yang berbeda, kami jarang bekerja sama dan jarang berbicara meskipun kami sama – sama tinggal di satu dorm. Pendapat kami masing – masing, oleh sebabnya, aku, Leeteuk dan Shindong memtuskan untuk kembali ke masa 8 tahun yang lalu sebelum kami debut, dimana kami selalu lepas mengeluarkan semua uneg – uneg, memaki satu sama lain kemudian semua masalah selesai..
Q: What did you talk about?
Heechul : Aku hanya merasa, alangkah baiknya jika kami bisa kembali seperti teman saat dulu, kami bebas membicarakan apapun mengenai segala hal. Sebelumnya aku sering menolak tampil dalam acara variety dengan member yang lain karena kurang nyaman. Aku menyadari begitu banyak hal yang kulewati karena aku menganggap mereka sebagi teman bukan sebagai tim member. Kemudian aku berbicara pada leeteuk dan shindong selama 5 jam, aku merasa lebih nyaman, dan akhirnya aku memutuskan melakukan “strong heart”. Aku menikmati tampil di variety show belakangan ini.

interview with Chosun-article credit. starjunior.com

Aku termenung saat membaca bagian itu. Benar, selama ini aku dan Leeteuk hanya sebatas teman. Selama ini pula pun aku jarang membantunya mengurus member-deul dan aku lebih mementingkan diriku sendiri. Tapi, sekarang kami menjadi dekat satu sama lain setelah berbagai masalah menghampiri kami. Ini menjadi pelajaran berharga dan kini kami semua semakin bertambah dekat dengan adanya masalah ini (red:kasus hangeng).

Leeteuk datang menghampiriku dan mengucapkan selamat kepadaku. Aku menatap mereka satu per satu. Aku ingin mengatakan sesuatu pada Leeteuk. Aku menarik napas dalam-dalam dan beranjak dari tempat dudukku.
”Jung Soo-ya..” panggilku. Aku kalau ingin menyampaikan sesuatu yang penting padanya pasti akan memanggil nama asli Leeteuk.
”Ne, Heechul-a. Waeyo? Ada yang ingin kau sampaikan padaku? Pasti sangat penting” tanya Leeteuk dan aku mengangguk.
”Kau tahu aku bukan tipe orang yang bisa mengungkapkan terima kasih atau kata maaf pada orang. Tapi, aku akan belajar memperlakukan mereka dengan baik selagi mereka dan kau masih bersamaku, dengan begitu aku bisa merasakan bahwa kalian begitu berharga. Aku tidak ingin menyesal untuk kesekian kalinya..”


[HEECHUL POV END]l

Aku langsung memeluknya. Heechul sempat meronta dan aku tidak peduli. Aku hanya bisa mengatakan terima kasih. Ia pun akhirnya membalas pelukanku dan menepuk-nepuk punggungku mencoba menenangkanku karena aku mulai menangis.

”Hyung, kalian kenapa? Kenapa Teukie hyung menangis?”

Kami melepas pelukan kami dan saling pandang. Kami tersenyum penuh arti. Lalu, kembali berbaur dengan mereka tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Dong Hae.

”Hey, 83 lines! Lihat kearah sini..” Siwon memanggil kami. Melihat Siwon membawa kamera, aku dan Heechul lantas berpose. Siwon memberi aba-aba, lalu dengan lantang aku mengucapkan,
” Urineun HeeTeuk-yeyo..” teriak kami bersamaan saat mengatakan ‘yeyo’ dengan pose khas salam kami. Semua member memandang kami. Eunhyuk berlari kearah kami.
“Kalian curaaaang!! Dong Hae! Ayo, kita juga melakukan hal yang sama..” Eunhyuk menarik Donghae.
”We are Eun.. kenapa diam? Lanjutkan..” paksa Eunhyuk sedangkan Donghae terlihat bingung.
”Hae imnida..”
”Yak! Udah keren-keren pake bahasa inggris, endingnya pake imnida..”

”mana aku tahu. Dasar monyet!”

Aigoo~ mulai lagi deh..

”Sudah, sudah..lebih baik kita foto bersama-sama saja. Manager hyung, tolong foto kami..” pinta Heechul lalu menyerahkan kamerea yang tadi dpegang Siwon pada salah satu manager mereka..
“Urineun Syupo Junio-yeyo…” seru kami bersama-sama.

 

-THE END-

 

=================

eotteyo?? comment yah ^^

Iklan

About winkieswingers

my real name's Dinda. My korean name's Yoon Jihwa a.k.a Hwang Yoong Yoong. My japanesse name's Natsuki Arishima.. U can call me dind, jihwa, yoong, natsu.. sesuka kalian saja memanggil diriku. dind juga seorang author dg nama WinkiesWingers. My lovely hubby Park jungsoo 'leeteuk', Jung 'U-know' Yunho, Lee Jinki 'onew', Nichkhun B. Horvejkul. Lee Changsun 'joonie'.. my lovely sister Im Jin Ah 'nana'.. fandom, Cassiopeia, ELF, Shawol, Hottest, A , Playgirlz.. bangapseumnida, chingudeuleen ^^

9 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s