WHITER THAN SNOW

Standar

Annyeong haseyo readers^^~

Choneun Mima imnida…

This my first time, I publish my fanfict . . .


Author     : Yeon_Mimazu

Judul        : “Whiter than Snow”

Main cast : – Kim Kibum “Key”

– Han Yeonmi

HAPPY READING~~

-By Phone ~

Key         : “Yeoboseyo…”

Yeonmi :”Yeboseyo oppa…”

Key        : “Happy Valentine chagiya…”

Yeonmi :”Ne, Happy Valentine oppa…”

Key        :”Jeongmal mianhae Yeonmi… Aku tidak bisa memberimu apa-apa, kau tau kan betapa  sibuknya  aku…”

Yeonmi :”Ne, gwenchana oppa. Aku tidak butuh apapun darimu. Aku tidak butuh coklat, bunga, atau apapun…”

Key        :”…..??”

Yeonmi :”Hajiman, aku hanya butuh hatimu…”

Key        :”Aratseo. Tentu saja aku akan memberikan hatiku seutuhnya untukmu Yeonmi…”

Yeonmi :”Jinjja..??”

Key        :”….”

Yeomi   :”Oppa? Apa kau mendengarku? Kau masih disana kan??”

Key        :”Yeonmi, jeongmal mianhae… Aku harus bekerja sekarang…”

Yeonmi :”Oh…emm…Ne. Aratseo…”

=-_-=-Yeonmi POV-=-_-=

“Fuuhhh….” aku mendengus kesal.

Lagi, dan lagi hal ini terulang lagi. Selalu saja tak ada waktu untukku. Sebenarnya sampai kapan aku dan dia terus menjalani semua ini??

Aku masih bisa memaklumi kesibukkannya. Pekerjaan yang dilakukannya setiap hari memang tidak ada habisnya.

Aku rasa memang inilah resiko yang harus kutanggung karena memiliki namjachingu seorang intertainer. Waktu yang kami miliki untuk bersama sangatlah singkat. Bahkan dalam seminggupun belum tentu aku bisa betemu dengannya. Berbicara lewat telepon saja paling hanya bisa beberapa menit.

Hajiman,  satu hal yang  paling  tidak bisa kumaafkan adalah…

NE. Hari ini adalah hari ulang tahunku… Dan dia, seorang namjachinguku, dia tidak mengatakan apa-apa. Dia melupakan hari ulang tahunku.

WAEYO?

Karena dia terlalu sibuk?

Atau memang dia tidak peduli padaku?

Apa dia memang sudah tidak mencintaiku?

Apa karena aku ini hanya gadis biasa yang tidak berarti apa-apa baginya?

Apakah….

Hubungan ini….

Masih bisa berlanjut…

Atau…

Haruskah aku mengambil keputusan untuk mengakhirinya saja…??

“hya…do gwenchana…?” kata seorang ahjumma yang duduk disebelahku sambil merajut.

“Gwenchana….” jawabku sambil mengusap pipiku yang dibanjiri air mata.

“Jinjja? Kalau begitu kenapa menangis…??” tanyanya lagi sambil melontarkan senyuman lembut kearahku.

“Aku….” jawabku terbata-bata.

“Waeyo gadis manis..??” tanyanya.

“Ini adalah hari kasih sayang… Janganlah mengisi hari yang spesial ini dengan kesedihan…” katanya.

“Hajiman…. aku sama sekali tidak merasa hari ini adalah hari yang spesial….” kataku sambil menggeleng.

“Tidak ada satu hal pun yang bisa membuatku tersenyum hari ini…” tambahku.

“Waeyo kau bicara seperti itu…??” tuturnya sambil mengerutkan dahinya.

“Aku percaya, disekitarmu pasti banyak sekali orang – orang yang mencintaimu…. Dan mereka pasti akan berusaha ntuk membuatmu tersenyum kan…??” ujarnya.

“Hajiman,  Key oppa… Aku tidak mengerti apa dia benar-benar mencintaiku atau tidak… Aku benar-benar tidak mengerti….” tuturku.

“Key? Nugu? Apa dia namjachingumu Nak…??” tanya ahjumma itu.

“Dia……. Ne. Dia namjachinguku.” Jawabku sambil mengangguk.

“Kau..?? Bagaimana denganmu…?? Apa kau benar-benar mencintainya…??” tanya ahjumma sambil menatapku.

“Ne…” aku mengangguk hebat. “Aku sangat, sangat mencintainya. Aku tidak perduli dia itu artis atau bukan, aku tidak perduli apa yang orang katakan tentang dia… Aku sungguh mencintainya.” Paparku.

“Jadi benar kau mencintainya bukan karena dia seorang artis atau karena dia memiliki banyak uang…??” tanya ahjumma sambil memandang tajam kearahku.

“Ne.Aku tidak pernah memperdulikan semua itu…  Hajiman, bagaimana kalau dia tidak mencintaiku…??” tanyaku.

“Memangnya dia tidak pernah menunjukkan kalau dia mencintaimu…??” tanya ahjumma.

“Mengajakmu kencan mungkin? Atau memainkan gitar sambil menyanyikan sebuah lagu untukmu?Atau…??”

“Annio ahjumma….” aku menggeleng hebat. “Bertemu saja kami jarang… apalagi untuk berkencan…. rasanya itu tidak mungkin…..” aku menunduk sedih.

“Sangat tidak mungkin…” gumamku.

“Aratseo… Aku tau memang tidak semua orang bisa menunjukan rasa cintanya….Hajiman, kau akan mengetahuinya sedikit demi sedikit…” ujar ahjumma.

“Maksud ahjumma…??” tanyaku.

“Jangan pernah berfikir untuk  berpisah dari orang yang benar-benar kau cintai jika memang kau belum yakin tentang perasaannya… Cobalah untuk mengerti dia sedikit demi sedikit…. “ jawabnya.

“Waeyo?” tanyaku lagi.

“Gadis manis, suatu saat nanti kau akan tau bahwa ada sebuah kunci tentang sebuah kesempurnaan…” ujarnya sambil tersenyum.

“Kunci…??” aku semakin bingung.

“Lho ahjumma…?? Ahjumma dimana…??” tiba- tiba ahjumma yang duduk disebelahku tadi menghilang entah kemana.

Kemana ahjumma  tadi?? Padahal tadi kan dia duduk disebelahku….

Hajiman, apa maksudnya?

Kenapa dia bilang aku tidak boleh putus dengan Key oppa sebelum aku tau perasaannya yang sebenarnya terhadapku…??

Dan apa maksudnya dengan kunci…??

Aku tersadar dari lamunanku. Aku menoleh kearah jam tanganku yang sudah menunjukkan pukul 5 sore.

Aku berdiri dari tempat dudukku, dan mengangkat kardus yang berisi puluhan coklat. Aku akan pergi ke panti asuhan untuk membagikan seluruh coklat ini kepada anak-anak disana.

-Sesampainya di panti asuhan….

“AYO ADIK-ADIK…. ADA YANG MAU COKLAT…???” aku berteriak memanggil mereka.

“AKU…!!!” mereka berteriak  serentak sambil berlari kearahku. Mereka semua terlihat sangat bahagia dan bersemangat.

Aku membagikan coklat itu satu persatu untuk mereka. Mereka sangat antusias mengambil coklat yang kuberikan.

“KAMSA HAMNIDA….” teriak mereka semua sambil menunduk kearahku.

Aku benar-benar tidak bisa menahan keharuanku. Air mataku membasahi pelupuk mataku. Anak-anak itu, mereka begitu polos. Senyuman  mereka selalu  merekah ….

Walaupun hidup mereka tidak lengkap, mereka tetap memiliki kebahagiaan sendiri…

Sebuah tangan kecil menarik tanganku. “Yeonmi onnie….” katanya lembut.

Aku menoleh kearahnya sambil tersenyum. Ia seorang gadis kecil dengan mata bulat, badannya mungil, rambutnya yang hitam dikuncir dua. Wajahnya begitu manis, dan dia selalu tersenyum.

“Hey… ada apa teman kecil…?? Coklatnya enak tidak??” tanyaku padannya sambil mencubit pipinya.

“Ne…” dia mengangguk. “ Kamsa Hamnida onnie, coklatnya manis sekali seperti onnie…” jawabnya sembari tersenyum.

“Hahaha… Benarkah…??” tanyaku.

“Ne. Onnie, gwenchana..?? Waeyo tadi menangis..?? Onnie lagi sedih ya??” tanyanya.

“Annio. Onnie bukan menangis karena sedih, tapi onnie menangis karena bahagia…” jawabku.

Tangan kecilnya menyentuh pipiku dan berusaha untuk mengusap air mataku.

“Onnie, kalau onnie senang onnie harusnya tersenyum. Jangan menangis lagi ya…??” ujarnya.

Aku mengangguk. “Ne! Onnie janji nggak akan nangis lagi…” tuturku sambil mengusap rambutnya.

“Oh iya, Saengil chukkae onnie…!!” teriaknya sambil memelukku.

“Lho? Kok saeng bisa tau kalau onnie hari ini ulang tahun…??” tanyaku kaget.

“Ne! Buktinya onnie bagi-bagi coklat. Pasti onnie lagi ulang tahun kan..??” ujarnya.

“Wuaa… Gomawo saeng….” ujarku sambil memeluknya.

“SAENGIL CHUKKAE….” Teriak seluruh anak-anak panti asuhan itu.

Mereka semua bergiliran memberiku ucapan selamat. Aku tidak bisa menahan haru.

Air mataku dalam sekejap sudah membanjiri pipiku. Seumur hidupku, baru kali ini aku merayakan ulang tahunku bersama anak-anak sebanyak ini.

“KAMSA HAMNIDA SEMUANYA….” Aku menundukan badanku.

Kini aku sudah bisa merekahkan senyumku kembali. Mereka semua telah mengembalikan senyumku yang aku kira sudah hilang entah kemana.

 

Setelah melewatkan beberapa jam di panti asuhan, aku kembali ke rumah untuk beristirahat.

Aku merebahkan badanku ke atas tempat tidur. Lama kelamaan aku tertidur pulas….

“WHUUUSSSSHH….” angin berhembus begitu kencang dan membuat seluruh badanku kedinginan.

Aku membuka mataku. Aku menengok kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 10.30 malam.

Aku beranjak dari tempat  tidurku untuk menutup jendela kamarku.

“Pukk…” saat aku akan menutup jendela, sebuah benda mengenai kepalaku. Sepertinya benda tersebut dilempar seseorang dari halaman rumahku.

Aku mengambil benda itu. Benda itu adalah sebuah kertas yang sudah dibuntal menjadi berbentuk bola. Aku membuka kertas itu, ada sebuah tulisan di dalamnya:

 

“SESEORANG INGIN MENEMUIMU MALAM INI….

DIA MEMINTAMU UNTUK MENEMUINYA DI SUATU TEMPAT…

IKUTI PETUNJUK YANG ADA, MAKA KAU AKAN SAMPAI DI TEMPAT ITU…”

 

Mwo?? Siapa orang iseng yang akan menemuiku larut malam begini??

Aku penasaran siapa yang melakukan ini….

Aratseo.  aku akan mungikuti perintahnya…

Aku mengenakan jaketku dan mengambil senter. Aku melangkah perlahan-lahan menuju pintu rumahku. Aku berusaha untuk tidak menimbulkan suara supaya appa dan umma tidak terbangun.

“Ceklek…” aku membuka pintunya sedikit demi sedikit dan melangkah keluar dari rumah.

Aku membaca kertas itu kembali…

“SETELAH SAMPAI DI DEPAN RUMAH, TETAPLAH BERJALAN LURUS DAN KAU AKAN MENEMUI PETUNJUK YANG LAINNYA….”

 

Aku melangkah lurus kedepan sambil mencari petunjuk berikutnya…

Aku melihat sebuah petunjuk yang ditempelkan pada sebuah pohon. Petunjuk  itu menunjukkan panah kearah kiri. Dan aku berjalan kearah kiri.

Selanjutnya, aku membaca kertas itu kembali…

SETELAH MENEMUKAN PETUNJUK, IKUTILAH…

JIKA KAU MENEMUKAN SESUATU,PAKAILAH AGAR KAU LEBIH MUDAH SAMPAI KESANA…

 

Setelah beberapa waktu mencari, aku menemukan benda yang dimaksud.

Didepanku ada sebuah sepeda, dan aku segera menaikinya.

Diperjalanan, aku menemukan sebuah petunjuk lagi. Yaitu sebuah kata-kata di dinding yang bertuliskan, “Yeonmi =>”Dan aku segera mengikutinya.

Petunjuk demi petunjuk sudah kulewati. Setelah beberapa lama aku menemukan sebuah petunjuk yang berbentuk anak panah kebawah. Apakah ini tempat yang dimaksud??

Aku segera turun dari sepeda yang kukendarai. Dan berjalan menuju  tempat itu.

Tempat itu cukup gelap dan dingin. Aku melangkah menyusuri tempat itu….

Namun, setelah beberapa waktu mencari aku tidak menemukan siapapun.

Aku menoleh kearah jam tanganku yang sekarang menunjukkan pukul 11.00 malam.

Badanku benar-benar letih. Aku benar-benar mengantuk.

Aku beristirahat sambil bersandar pada sebuah pohon.  Aku  menghela nafasku.

Tanpa sadar aku benar-benar tertidur dibawah pohon  tersebut.

Namun, ada sebuah suara yang membangunkanku….

Neo animyeon
Andwineun geol
Ijaeya arabeoreon naega neomu bichamhae

 

Sajin sogaen ajigdo naega neoui
Sarangin geo geoteundae….

 

Suara itu….???

Aku sangat mengenal suara dan lagu itu….

Tapi….

Dimana dia…???

Aku segera berdiri dan mengelilingi tempat itu untuk mencari darimana asal suara itu…

Dimana dia …??? Kenapa aku tidak bisa menemukannya…?? Apa suara tadi hanya halusinasiku saja?

Neoui chaeon
Neoui eolgul
Ajikdo nae pum anae neuggyeojigo itneun geol

 

Kelopak mawar bertebaran dari atas.

Tanpa sengaja aku menoleh keatas. Dan aku melihat seorang  namja duduk diatas pohon sambil menebar kelopak bunga mawar sembar menyanyikan lagu… “ROMANTIC”

“Key oppa…??” tanyaku memastikan

Still I have ROMANTIC in my heart
Doragago shipeungeol…

 

Ia melanjutkan nyanyiannya, Ia menoleh kearahku sambil tersenyum.

Tak lama kemudian dia turun dari atas pohon dan memberiku serangkaian bunga yang sangat indah.

Mataku berkaca-kaca. Aku sungguh tak percaya hal ini bisa terjadi.

“Ini….benar-benar Key  oppa…?? Atau aku sedang bermimpi….??” ujarku tak percaya.

Key oppa tersenyum kearahku sambil mengusap rambutku.

“Ne, ini benar-benar aku Yeonmi-ah…” jawabnya.

“Tunggu sebentar…” katanya sambil beranjak pergi.

Tak berapa lama ia kembali sambil membawa sebuah lilin berbentuk hati.

“Matikan sentermu…” katanya.

Setelah itu aku langsung mematikan senterku. Kini suasana agak redup karena satu-satunya cahaya hanya berasal dari lilin yang dibawa oleh Key oppa.

Key oppa menoleh kearah jam tangannya. “Aigoo… sudah jam segini? Berarti satu jam lagi aku akan kehilangan kesempatanku  untuk mengatakannya…” keluhnya.

“Ha? Mengatakan apa??” tanyaku bingung.

Tanpa menjawab pertanyaanku, Key oppa tiba-tiba meniup lilin yang dibawanya sehingga lilin itu mati dan suasana menjadi benar-benar gelap.

“Cup..” sebuah kecupan mendarat kearahku.

Aku benar-benar terkejut. Setelah beberapa detik kunyalakan kembali senterku.

“Oppa…” kataku terkejut.

“SAENGIL CHUKKAE YEONMI-AH…. JEONGMAL SARANGHAEYO….” ujarnya sambil menggenggam erat kedua tanganku.

Perasaanku saat ini benar-benar tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata.

“Ayo ikut aku…” tutur Key oppa sambil menarik tanganku. Kami berlari menuju tempat itu.

 

Kami sampai disebuah tempat yang benar-benar indah, dari tempat itu kami bisa melihat keadaan kota di malam hari. Pemandangan disana benar-benar menakjubkan.

“Wow… Indah sekali tempat ini…” teriakku.

“Ne, tapi masih ada yang lebih indah lagi….” ujar Key oppa sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Mwo..??” tanyaku penasaran.

“Hana, Dul, Set…!!” teriaknya diikuti suara berbagai kembang api yang menyala.

Semua kembang api tersebut membentuk formasi yang sangat amat indah.

Tak berapa lama kembang api tersebut membentuk formasi hati yang benar-benar apik.

Saat itu juga Key oppa berteriak,

“JEONGMAL SARANGHAE HAN YEONMI…..”

Air mata dalam sekejap membanjiri pelupuk mataku. Aku sama sekali tidak bisa menahannya.

Aku segera memeluk Key oppa dengan  erat.

“KAMSA HAMNIDA OPPA…. TIDAK ADA YANG PERNAH MEMBUATKU MERASA SPESIAL KECUALI OPPA….” ujarku.

“Jeongmal mianhae oppa…. Aku sungguh amat menyesal pernah meragukanmu…” sesalku.

“Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu Yeonmi…” tuturnya.

Aku memeluknya semakin erat.

Aku bahagia, ternyata semua pengorbananku selama ini tidak pernah sia-sia…

Sekarang aku mengerti apa yang dimaksud kunci oleh ahjumma.

~THE END~

 

Kata pepatah,Tak ada manusia yg sempurna, namun seseorang akan terlihat sempurna ketika kamu mencintainya dengan tulus.

Ne! Benar sekali! Kunci dari kesempurnaan adalah ketulusan.

Whiter than Snow?

Ne! Karena ketulusan itu lebih putih dari salju.

Iklan

13 responses »

  1. Nice ff.
    Key ternyata romantis ya.. 🙂
    Btw, di awal ff kayanya terlalu banyak kata ‘hajiman’ deh.
    Aku jadi kurang serius baca ffnya, malah ngitungin kata ‘hajiman’ ^^v

    • Hehe…^^a
      Author jg ngerasa gitu sie…
      Tpi aq malah gak sempet ngitungin ada berapa tuh kata ‘Hajiman’…
      Emang ada berapa…???

    • Mungkin ceritanya tuh ahjumma cupid, dan misinya untuk mempersatukan Yeonmi & Key berhasil..!! #plakk *emg sjk kpn ada cupid bentuknya ahjumma??* #abaikan

      Gomawoo…♥(^-^*)/

  2. Waaaa disini Key romantis banget >.<
    jadi tiba" inget yunhanam episode 1
    (loh?) kekeke~

    oya aku reader baru
    gina imnida 🙂
    bangapseumnida author^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s