Miracle on Valentine’s Day

Standar

Tittle: Miracle on Valentine’s Day

Author: WinkiesWingers

Genre: Romance, Angst

Rating: PG 15

Type: Straight

Status: Oneshot

Cast:

Park Jungsoo – Leeteuk

Yoon Jihwa

Hwang Mi Cha

Lee Jinki –Onew

A/N: After posting one Fanfic, now! I’m comeback again with my best couple  .. Jungsoo-Jihwa couple XD. Ini bisa dibilang side story dari FF Only One is You. Masih inget? Gak inget? Yowes :p .. Disini, author bikin sosok Jungsoo menjadi beda. Hhahaha… skali-kali lah dia dpt peran yg nakal (?). Dia juga srg nakal toh? *nglirik tajem ke parkteuk* . Okay, ini ff juga special dibuat u/ menyambut hari kasih sayang.Hope u like it ^^ ..

WARNING!! DI FF INI AUTHOR PAKE 3 ORG POV.. (JIHWA-JUNGSOO-AUTHOR) SMOGA GAK BIKIN KALIAN BINGUNG soalnya gak dikasi tanda.WKEKEKEKEK

“Selama ini aku sudah mencoba untuk sabar dengan sikap oppa. Tapi, kali ini kesabaranku pada oppa benar-benar sudah habis.” kata ku pada kekasihku, Park Jungsoo. Aku berusaha menahan airmata yang nyaris jatuh membasahi pipiku. “Apa maksud foto ini oppa?” aku melempar sebuah amplop yang berisikan sebuah foto dirinya dengan seorang yeoja yang entah siapa dia. “JELASKAN PADAKU!!” teriakku dengan airmata yang mulai membasahi kedua mata dan pipiku.

Kulihat ia hanya diam memandang foto itu. Entah kapan itu terjadi, tapi yang pasti itu sangat menyakitkan untukku. Belakangan juga sikapnya terhadapku berubah. Tak ada lagi panggilan Yoongie untukku yang keluar dari mulutnya. Tak ada lagi kecupan di pagi hari yang sering ia lakukan padaku. Tak ada lagi sosok Parkteuk yang hangat. Yang ada hanyalah Parkteuk yang dingin. Yang selalu menganggap apa yang kulakukan adalah salah. Parkteuk yang mulai tak mempedulikan kekasihnya. Aku sungguh tidak mengerti kenapa ia menjadi seperti ini. Dan, aku sudah lelah menerima sikapnya yang sekarang ini.

Suasana menjadi sunyi. Tak ada satupun dari kami berdua yang memulai pembicaraan. Hanya ada suara jangkrik di malam hari dan suara angin yang menyapu rerumputan. Jungsoo terlihat mendongakkan kepalanya menatap langit malam yang bertaburan bintang. Dan aku hanya menundukkan kepalaku. Terkadang aku melihat sekeliling taman Myeong-dong ini.

“Lalu? Mau mu apa sekarang?” tanya Jungsoo memecah keheningan malam itu. “Kau ingin aku bagaimana,huh?” tanya Jungsoo sekali lagi. “Dasar munafik!” umpatnya. Aku tersentak mendengarnya. “Kau meminta penjelasan dariku. Dan  sekarang aku juga meminta penjelasan darimu, Yoon Jihwa-sshi!” Jungsoo melempar sebuah amplop yang sama kepadaku. Aku sangat kaget bukan kepalang saat melihat isi dari amplop itu. Fotoku bersama Onew, sahabatku sekaligus hoobae Jungsoo di SME. Seorang leader dari boyband SHINee. “Ada hubungan apa kau dengan Jinki?” hardik Jungsoo. Aku hanya bisa menundukkan kepalaku tanpa berani menatap wajahnya. “JAWAB!” gertaknya.

Aku jatuh terduduk ditanah tepat saat hujan turun ke bumi bersamaan dengan mengalirnya airmataku. Memang ini salahku. Sikap Jungsoo yang seakan tak lagi peduli padaku membuatku menduakannya dengan sahabatku sendiri. Ya, betapa bodohnya diriku. Seharusnya aku tetap mencoba menjaga perasaan cintaku padanya karena aku mencintainya. Namun, hampir setahun kami tidak bertemu karena kesibukan jadwalnya bersama Super Junior. Selain itu, sikapnya belakangan ini yang berubah padaku. Ia tak lagi mempedulikan keadaanku. Dan itu membuatku merindukan kasih sayang yang sekarang kudapatkan pada diri Onew.

“Kau sendiri! Apa mau mu, Park Jungsoo-sshi?” aku mencoba berdiri dan menatapnya tajam. “Mau ku? Aku mau kita mengakhiri ini semua!”. Aku terhenyak mendengar pernyataan Jungsoo. Aku yang dalam keadaan marah dan hatiku dibelenggu oleh rasa kebencian menyetujui kemauan Jungsoo.  Kami mengakhiri hubungan kami.

= = = = = = = = = =

Aku hanya bisa menatap kepergian Jihwa. Hujan semakin deras dan aku masih tetap berdiri di taman. Kulihat fotoku bersama dengan Mi Cha yang terlihat mesra. Ini memang salahku. Pertemuanku dengan Mi Cha di Thailand saat SuperShow 3 membuatku menjadi melupakan Jihwa. Mi Cha seakan-akan seperti menghipnotisku. Saat bersamanya, aku seperti melupakan Jihwa. Dan saat kami berdua bertemu, hubungan kami terasa kaku. Aku menjadi lebih memperhatikan Mi Cha ketimbang Jihwa yang statusnya sudah menjadi tunanganku. Dan itu menyebabkan aku menjadi bersikap tak adil pada Jihwa.

“Chagiya~” panggil Mi Cha dengan gaya manjanya yang seperti biasa saat aku kembali. Aku kaget melihat kehadiran Mi Cha di depan apartement pribadiku. “Mi Cha? Kenapa kau …” aku menatap heran Mi Cha. “Ya! Kenapa kau menatapku seperti itu? Kau tidak suka dengan kehadiranku, chagi?” Aku membiarkan Mi Cha bergelayut manja padaku.

Di dalam aku langsung merebahkan diri di sofa. Mi Cha juga mengikutiku duduk disampingku sambil menyandarkan kepalanya dipundakku. “Chagi, apa kau sedang ada masalah? Kenapa terlihat murung?” tanya Mi Cha dan tangannya di letakan di dadaku.  Jari-jari Mi Cha mulai bergerak menjelajahi dadaku. “Chagi..” . Ia mengetuk-ngetukkan jarinya di dada kananku. “Aku ingin melakukannya bersamamu,boleh?” bisik Mi Cha dengan nada nakal. Aku masih tetap diam dan tidak menghiraukannya. Tanpa persetujuan dariku, Mi Cha mulai mencium dengan ganas bibirku. Tangannya pun sudah masuk ke balik kaos yang kukenakan dan mengelus dadaku. Aku tetap teguh dan berusaha tidak terbuai.

Aku masih tetap diam dan sama sekali tidak membalas perlakuan Mi Cha. Aku hanya membiarkan dirinya terus menggerayangi tubuhku. Saat ini hatiku serasa kosong dan hampa. Mataku menerawang entah apa yang kulihat. Hanya satu. Hanya satu yang ada dipikiranku. Tak ada yang lain yang kupikirkan selain dirinya. Yoon Jihwa, gadis itu masih terbayang dibenakku. Hatiku menjadi perih karena sudah melukai hati Jihwa. Untuk kedua kalinya aku membuat Jihwa tertekan. Dulu, kami sempat mengakhiri hubungan kami. Tapi, disisi lain aku sangat marah dengannya karena ia menduakanku selama ini.

= = = = = = = = = = = = =

“Jihwa-ya, gwaenchanha?” tanya Onew cemas. Aku membenamkan kepalaku diantara kedua lututku. Dengan lembut ia membelai rambutku. Aku tidak menjawab pertanyaannya dan masih tenggelam dalam kesedihanku. Hatiku sangat terluka saat ini. Ternyata selama ini, Jungsoo telah menduakanku dengan gadis lain.  Dan sekarang bisa kupahami dari perubahan sikapnya padaku itu semua disebabkan oleh gadis itu.

“Jinki-ya…” aku mengangkat kepalaku dan kutatap lelaki yang duduk disampingku ini. Sekarang aku masih berada di taman Myeong-dong. Tanpa sengaja tadi saat berlari aku menabrak Onew.

Aku langsung memeluknya. Mungkin ia merasa aneh dengan sikapku ini. “Ne. Apa yang terjadi denganmu?”

“Kami telah mengakhiri hubungan kami.” Aku mengaku di hadapan Onew. Aku bisa melihat ekspresi terkejutnya. Sebenarnya, Onew tahu akan hubunganku dengan Jungsoo. Onew langsung menarikku ke dalam pelukannya, “Mianhae. Jeongmal mianhae..” ucap Onew.

“Tidak! Ini bukan salahmu. Kau tidak perlu meminta maaf.” Aku menentang permintaan maaf Onew. “Walau bagaimana pun hubungan kita itu salah. Tidak seharusnya kita bermain di belakang Teukie hyung.” Ujar Onew.

Namja ini, ia masih bisa senyum disaat-saat seperti ini? Aku mendesah. Ia benar-benar namja yang baik. Ia masih bisa tersenyum walau aku tahu hatinya juga terluka. “Tidak!! Aku tidak mau! Aku ingin bersama denganmu, Jinki-ya..”

“Jihwa-ya, kau tidak boleh seperti ini. Aku tahu, kau masih sangat mencintai Teukie hyung kan? Semua bisa terlihat dari pancaran matamu. Mata tidak bisa berbohong, Jihwa.”

“Kau tidak tahu! Dia sudah melukai hatiku! Dia menjalin hubungan dengan gadis lain selama ini dan itu yang menyebabkan sikapnya padaku berubah, Onew-a!”

“Lalu, apa bedanya kau dengan Teukie hyung sekarang? Kau juga menduakannya dengan cara kau menerima cintaku.”

Aku terhenyak mendengar ucapan Onew. Memang benar apa yang dikatakan Onew. Kami berdua lah penyebab hancurnya hubungan kami. Tak ada yang patut disalahkan karena kami berdualah yang salah. Tapi, nasi sudah menjadi bubur dan amarah di hatiku belum reda sepenuhnya.

Onew pun segera mengantarku pulang ke rumah. Namun, ketika aku hendak masuk ke dalam rumah suara ribut itu kembali terdengar gaduh. AKu mengurung niatku untuk pulang ke rumah saat ini. Onew yang mengerti akan permasalahan yang kualami menuruti permintaanku untuk mengantarkan diriku ke Kediaman Nana unnie. Selama perjalanan aku hanya menangis dan Onew membiarkanku menumpahkan segala kesedihanku.

“Jihwa-ya! Apa yang terjadi padamu?” Begitu kami sampai di kediaman Nana unnie, DIa langsung memelukku yang terlihat lusuh. Bukannya menjawab pertanyaan Nana unnie, aku malah semakin kencang menangis. Nana unnie menuntunku masuk kedalam kediamannya bersama Onew dan Jooyeon unnie. Jooyeon unnie membuatkanku minuman hangat sedangkan Onew berdiri di samping kami yang duduk di sofa.

Setelah kurasa aku cukup tenang dan sudah bisa mengendalikan emosiku, kuceritakan semua pada Nana unnie dan Jooyeon Unnie. Kulihat Nana unnie menitikkan airmatanya dan kembali memelukku. Begitu pula dengan Jooyeon unnie yang mengumpat karena tidak terima aku disakiti. Sedangkan Onew, kulihat ia berjalan keluar dan menuju serambi belakang.

Untuk beberapa hari aku menginap di kediaman Nana unnie bersama dengan Jooyeon unnie. Kebetulan juga mereka sedang vakum untuk mempersiapkan album baru After School. Tak jarang para member bergantian datang ke kediaman Nana unnie untuk bermain atau sekedar menghiburku. Unniedeul sungguh baik padaku. Mereka sangat baik menjagaku. Walaupun begitu, hatiku masih tetap tidak tenang. Ya, aku masih belum bisa menerima keadaan ini. Akan tetapi, aku mencoba untuk menutupinya agar unniedeul tidak mengkhawatirkan keadaanku.

= = = = = = = = = = = = = =

“Hyung..HYUNG!!” tegur Eunhyuk.

“Ye?”

“Kau kenapa sih? Belakangan kulihat kau menjadi murung. Ada masalah?”

Aku tidak mengindahkan pertanyaan Eunhyuk dan kembali memandang kearah luar jendela. Ya, semenjak putus dengan Jihwa aku merasa ada perubahan dalam diriku. Aku sering melamun dan lebih suka menyendiri. Dulu, hal ini pernah kualami saat hubungan kami hampir berakhir. Tapi, tampaknya untuk kali ini tidak bisa lagi untuk kami kembali seperti dulu. Aku masih menyimpan rasa kecewa, sakit hati, dan marah pada Jihwa. Aku benar-benar tidak menyangkan ia memperlakukanku seperti itu. Lalu, selama ini aku dianggap apa sama dia?

Kurasakan ada seseorang yang menepuk pundakku, “Hyung..” panggilnya. Aku menoleh dan kembali kubuang mukaku saat kutahu siapa yang memanggilku. “Mau apa kau kemari?’ tanyaku datar tanpa melihat kearahnya. Onew berjalan kedepan dan duduk dihadapanku. “Hyung, dengarkan penjelasanku..” pinta Onew. “Tak ada yang perlu dijelaskan. Semua sudah cukup jelas bahwa kau memiliki hubungan dengan Jihwa dibelakangku.”

Onew diam. Ia menundukkan kepalanya sebelum berkata sesuatu yang cukup membuatku terbelalak mendengarnya, “Hyung, aku rasa kesalah ada pada dirimu. Kau mengatakan mencintai Jihwa. Tapi nyatanya kau tidak memahami perasaan Jihwa dan tidak peduli akan perasaan Jihwa apalagi dengan keadaannya saat ini. Saat ini, ia sedang membutuhkan seseorang untuk bersandar. Ia membutuhkan orang yang bisa menopangnya. Dan orang itu hanya hyung yang bisa.”

“Kau tidak perlu menasehatiku, Jinki-ya.” Seruku.  “Aku tidak bermaksud untuk menasehati hyung. Aku hanya ingin memberitahu hyung bahwa saat ini Jihwa membutuhkan orang seperti diri Hyung.” Sahut Onew lalu pergi. Donghae berjalan mendekatiku saat Onew sudah keluar dari ruang koreografi. “Waegeurae? Hyung ada masalah? Dengan Jihwa?” tebak Donghae. Aku menghela nafas panjang, mengangguk , dan membenamkan kepalaku diantara kedua lutukku yang kutekuk. Donghae membiarkanku dan hanya menepuk punggungku lalu meninggalkan seorang diri disini.

= = = = = = = = = = = = = = =

[AUTHOR POV]

Dan sekarang kesedihan, kekosongan,kebencian, dan  kehampaan telah membelenggu hati mereka. Hampir setiap malam Jihwa menangis karena teringat akan kebersamaannya dengan Jungsoo dulu. Itu membuat Nana, Jooyeon, dan Onew cemas melihat keadaan Jihwa. Hari ini adlaah hari ke -4 Jihwa tinggal dirumah Nana. Tak ada keberanian pada Jihwa untuk kembali kerumah. Ia terlalu takut untuk mendengar suara-suara gaduh yang menghiasi hampir setiap hari dirumahnya.

Telepon dari Sang Ibu tidak pernah ia gubris. Setiap Ibunya menelepon, Jihwa selalu me-reject nya. Tapi itu segera berakhir saat sang Ayah datang dengan tiba-tiba dan menari paksa Jihwa untuk kembali pulang ke rumah.

“Andwaee!!” teriak Jihwa saat sang Ayah terus memaksa Jihwa. “ Shireo!!!”

“Kau harus ikut Appa pulang ke rumah!” bentak Sang Ayah yang terus memaksa Jihwa. Melihat Jihwa yang terus memberontak, Sang Ayah menampar pipi Jihwa membuat suasana hening seketika. Nana yang melihatnya menutup mulutnya karena terkejut dengan sikap Ayah Jihwa. Dengan pasrah Jihwa membiarkan sang Ayah menariknya pergi dari kediaman Nana.

Blaaamm!!

Suara pintu tertutup terdengar menggema karena dibanting. Sesampainya di rumah, Ayah Jihwa langsung mengurung sang anak di kamarnya. “Tidak usah lagi kau berhubungan dengan teman-teman artismu itu! Apalagi dengan kekasihmu. Siapa itu namanya? Lee..leeteuk?”

Jihwa menyudutkan diri diujung kamarnya dan mendekap kedua lututnya. Ia sama sekali tidak menghiraukan sang Ayah yang mengoceh. “Pokoknya Appa tidak suka kau berhubungan lagi dengan mereka! Tidak peduli itu kekasihmu, Appa tetap tidak akan merestuinya! Mereka itu sama sekali tidak cocok bersanding denganmu! Dengar, kau itu anak Appa satu-satunya penerus Starlight Enterprise.” Tegas sang Ayah. Jihwa menutup kedua telinganya dengan tangannya. Ia merasa sangat jenuh mendengar perkataan Ayahnya yang selalu diulang-ulang. Tak dipungkiri Jihwa anak seorang pemilik Starlight Enterprise yang berjalan di bidang Entertaiment,serta pemegang saham terbesar di seluruh Perusahaan Entertainment terbesar di Korea. Itu membuatnya sangat tertekan.

Hari berikutnya, dimana saat ini Super Junior mendapat schedule untuk mengisi acara Korean Festival. Mereka bersepuluh tengah bersiap-siap di backstage. Saat menaiki tangga stage, tiba-tiba perasaan Jungsoo menjadi tidak tenang dan gelisah. Bahkan wajah Jihwa muncul dibenaknya. Ia berusaha menepis rasa gelisah itu dan focus dengan penampilannya hari ini. Dan beruntung, penampilannya bersama Super Junior sukses. Setelah keseluruhan acara selesai, Jungsoo meminta izin pada managernya untuk pulang lebih dahulu. Jungsoo yang tadi memang berangkat menggunakan mobil sendiri langsung melaju ke Apartement pribadinya bersama Jihwa yang dulu mereka tempati bersama.

Betapa terkejutnya ia mendapati Mi Cha berdiri di depan pintu. Gadis itu tersenyum senang melihat pujaan hatinya telah tiba. Ia berjalan mendekati Jungsoo dan memeluknya. “Kenapa lama sekali datangnya? Aku sudah menunggu setengah jam..” keluh Mi Cha dengan puppy eyes nya. Jungsoo membuang muka dan melepas pelukan Mi Cha. Jungsoo membuka pintu Apartement dan masuk ke dalam diikuti Mi Cha dibelakangnya. Jungsoo menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Mi Cha, “Bisa tidak kau jangan terus-terusan mengikutiku? Aku sedang ingin sendiri. Jadi, lebih baik kau pulang!” tegas Jungsoo membuat Mi Cha tidak menyangka Jungsoo akan mengusirnya. “Kenapa oppa seperti itu, huh? Aku kan ingin menghabiskan waktu bersama dengan oppa..” pinta Mi Cha dengan khas manjanya. Dan kali ini sungguh membuat Jungsoo muak. “Hentikan rengekanmu itu! Aku sudah tidak tahan dengan sikapmu yang manja! Membuatku muak, areo?!” Jungsoo kembali memutar badannya. Mi Cha terbelalak mendengarnya. Ia membalas Jungsoo dengan tatapan tajam. “Ne, arasseo! Aku akan pulang!”

Jungsoo menghela napas panjang. Selesai sudah semuanya. Sekarang ia hanya seorang diri tanpa gadis disampingnya. Dan untuk kesekian kalinya terbayang dibenaknya wajah Jihwa. Perasaannya kembali gelisah dan tidak tenang. Tapi, sekali lagi karena ego nya, ia menepis rasa gelisah itu. Ia memandnag kalender yang terpasang di dinding. “besok lusa tanggal 14.. Valentine ya?” Jungsoo mengerucutkan bibirnya dan masuk ke dalam kamarnya. Ia menjadi teringat perkataan Jihwa tahun lalu saat hari Valentine pertama mereka.

=FLASHBACK=

“Parkteuk-a, apa kau percaya dengan keajaiban Valentine?”

“Keajaiban Valentine?”

“Mm, ne! Keajaiban Valentine yang datang saat hari Valentine. Aku pernah membacanya di sebuah majalah. Keajaiban Valentine akan datang jika perasaan cinta dua insan manusia itu tulus dan murni. Sebanyak apapun masalah yang datang, jika perasaan cinta mereka benar-benar tulus dan murni, diyakini keajaiban itu datang dan mempersatukan mereka kembali.”

“hhahaha, kau ini..terlalu banyak membaca novel, yoongie-ya~”

“Anieyo!! Apa yang kukatakan ini sungguh benar adanya, Parkteuk-a..”

=FLASHBACK END=

Jungsoo tertawa kecil mengingat kejadian itu. Lalu, senyum itu lenyap begitu mendapati sebuah buku sketsa gambar milik Heechul tergeletak di bawah rak buku. “Kenapa ini bisa ada disini?” Jungsoo mengambilnya. Satu persatu halaman ia buka. Ia terpana melihat gambar-gambar yang menggambarkan wajah Jihwa. Ada juga gambar Jungsoo dan Jihwa yang Heechul lukis. Seulas senyum terukir di wajahnya. Perasaan itu, perasaan rindu itu muncul di hati Jungsoo. Melihat berbagai ekspresi yang dilukis oleh Heechul membuatnya merindukan sosok gadis mungil itu.

[AUTHOR POV END]

= = = = = = = = =  = = = = = = = = =

Aku berjalan mendekati rak buku yang terletak di sudut ruangan kamarku. Kuperhatikan satu persatu buku yang tersusun rapi itu. Dada ku bergemuruh mengingat kebersamaanku bersama dengan Jungsoo. Sekeras apapun aku mencoba melupakan segala tentangnya, semakin membuat aku tersiksa. Terlebih tadi tanpa sengaja aku melihat dirinya di televise bersama boyband nya. Sosoknya begitu sangat kurindukan. Aku terpaku saat mendapati sebuah buku yang dulu sering kubaca bersama dengan Jungsoo. Buku itu adalah buku kesukaan Jungsoo. Halaman demi halaman kubuka dan kuperhatikan. Tanpa terasa airmata kembali menetes. Isakan tangisku semakin kencang saat membaca sebuah tulisan kecil di halaman paling akhir. “Neon Naui Norae..Yoon Jihwa, naui Yoongie naui sarang”

“aghhh!!” Buku yang kupegang jatuh ke lantai bersamaan aku yang duduk di lantai karena kakiku yang lemas dan tidak dapat menopang berat tubuhku. Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku. Hatiku semakin sakit ketika semua kenangan bersama dengan Jungsoo bergantian berputar di benakku.

Semalaman aku menangis. Eomma yang sedari tadi memanggilku tidak ku sahut sama sekali. Begitu pula dengan Appa yang berteriak juga tidak kuhiraukan. Aku tidak peduli. Aku tidak peduli kepada Eomma dan Appa. Mereka sama sekali tidak mempedulikan perasaan anak gadisnya ini. Mereka hany amemeikirkan perasaan mereka dan kepentingan mereka sendiri. Aku membenci mereka! Tidak peduli bahwa mereka Orangtuaku. Aku rasa sekarang aku hidup dalam lubang kebencian. Tidak ada lagi rasa percaya pada diriku.

= = = = = = = = = = = = = = = = =

[AUTHOR POV]

“Mereka berdua sama-sama keras kepala dan sangat teguh pada pendirian mereka masing-masing. Sulit bagiku untuk kembali membujuk Jihwa. Bagaimana denganmu, Chul-sshi?”

“na do.. Si Gaeteuk tidak mau tahu. Untuk pertama kalinya aku melihat ia seperti ini. Sangat keras kepala! Mereka benar-benar sudah terbawa emosi masing-masing. Lalu, apa yang akan kita lakukan?”

“Molla..”

“Apa kau tahu duduk permasalah yang ter jadi diantara mereka?”

Nana dan Donghae menggelengkan kepalanya. Mereka berdua bersama dengan Heechul bertemu di sebuah café untuk membahas tentang sahabat mereka, Junngsoo dan Jihwa. Kemudian, Nana teringat akan sesuatu dan mengusulkannya pada kedua namja itu. “Bagaimana kalau kita tanya pada Onew? Belakangan ini kulihat mereka berdua semakin dekat dan tak jarang Jihwa sering menghabiskan waktu bersama dengan Onew. Mungkin saja Onew tahu apa yang terjadi.”

Heechul dan Donghae saling berpandangan dan segera meminta Onew datang menemui mereka. Setelah cukup lama menunggu Onew datang karena harus menyesuaikan schedule SHINee, tanpa basa-basi Heechul langsung bertanya. “Apa kau tahu apa yang terjadi diantar Leeteuk dan Jihwa?”

Onew yang baru saja meletakkan pantatnya di kursi sontak kaget mendengar pertanyaan sunbae nya itu. Bagaimana ia harus menjawab pertanyaan itu? Kalau dia juga salah satu penyebab retaknya hubungan Jungsoo dan Jihwa. Melihat Onew membungkam mulutnya, mereka bertiga terus mendesak Onew untuk menjawabnya karena mereka yakin Onew tahu.  Onew mendesah dan mengalah. Dengan hati-hati ia menceritakan masalah Jungsoo dan Jihwa itu. Betapa terkejutnya mereka bertiga mendengar penjelasan dari Onew. Hampir saja Heechul memengguyur Onew dengan minumannya kalau saja Donghae tidak menahannya,” Hyung!!”

“Bagaimana bisa kau mengkhianati senior yang sudah menganggap kau sebagai adiknya sendiri, ha?!” seru Heechul. “Mianhae..Jeongmal meianhaeyo..” Onew menundukkan kepalanya. “Sudahlah, kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Onew juga kan?” Nana menengahi mereka berdua. “Geurae!” sahut Donghae. Lalu, mereka berempat pun tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. “Susah untuk kita sekarang ini. Sudah dua hari ini aku menghubungi Jihwa. Tapi, Ia sulit dihubungi. Aku takut jika..” Onew menghentikan kalimatnya. Hampir saja ia keceplosan. “Takut apa? Kenapa kau tidak melanjutkan ucapanmu, Onew-sshi?” tanya Nana. “Aku takut.. Yoon ahjusshi melarang Jihwa untuk berhubungan dengan kita. Kalian pasti tahukan siapa ayah Jihwa?” . Nana, Heechul, dan Donghae mengangguk. Tentu mereka tahu siapa ayah Jihwa. Mungkin juga seluruh artis di Negara Korea tahu siapa itu Yoon  Jae Wook. “Yoon ahjusshi tidak suka anaknya berbaur dengan kita para artis. Dan sebenarnya, Yoon Ahjusshi tidak menyetujui hubungan Leeteuk hyung dan Jihwa.” Jelas Onew. Mereka bertiga membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dijelaskan oleh Onew. Dan suny kembali menyergap mereka.

[AUTHOR POV END]

= = = = = = = = = = = = = =

Pagi ini matahari bersinar terik dan dapat kurasakan sinarnya yang menyilaukan dari celah tirai kamarku. Aku mengerjapkan kedua mataku dan bangkit dari tidurku. Kepalaku terasa sangat berat dan aku kembali berbaring untuk menghilangkan rasa pusing ini. Ahh, nafasku pun terasa berat. Aku rasa aku demam.  Dan benar dugaanku saat kupegang dahiku. Panas kurasakan. Aku memutuskan kembali memejamkan mataku kalau saja suara gaduh itu tidak muncul kembali.

Entah kesekian kalinya aku mendengar Eomma berteriak dan menangis. Aku juga entah berapa kali mendengar Appa membentak Eomma. Aku bangkit dari kasur dan perlahan berjalan mendekati amabang pintu. Kubuka sedikit pintu agar bisa melihat apa yang terjadi kali ini. Dan, kurasa aku salah telah mengintai mereka. Tepat saat aku membuka pintu, dengan kasarnya Appa menampar pipi Eomma. Dadaku sesak melihat pemandangan itu. Eomma jatuh tersungkur di lantai. Walau aku membenci mereka, tapi aku tidak tega melihat Eomma diperlakukan tak sepantasnya. Aku tidak tahu bahkan mungkin tidak ingin tahu apa yang sebenarnya mereka ributkan setiap hari.

Kulihat Eomma melempar vas bunga kearah Appa dan beruntung Appa dapat menghindari lemparan vas bunga itu. “Aku tidak akan membiarkan kau membawa Jihwa pergi!!” jeritan Eomma membuatku tersentak. Membawa pergi diriku?

“Kau tidak usah ikut campur! Apapun caranya aku akan membawa Jihwa pergi ke Eropa dan tinggal bersamaku disana!”

“Bagaimana bisa kau lakukan itu pada anakmu,huh? Apa kau tidak cukup dengan mengekangnya untuk tidak berbaur kembali dengan teman-temannya itu? Apa kau tidak cukup membuat Jihwa tersakiti karena ulahmu,huh?”

“Jangan bicara seenaknya kau!!”

“Aku bicara apa yang terjadi sesungguhnya! Bahwa kau lah yang meyebabkan Jihwa seperti ini! Kau lah penyebab putusnya Jungsoo dan Jihwa. Benar kan, Tuan Yoon Jae Wook?! Kau yang mengutus gadis Thailand itu untuk mendekati Jungsoo. Lalu, kau menyuruh bawahanmu untuk memata-matai mereka lalu memotret mereka saat mereka bersama! Kau sudah dibutakan oleh harta hingga kau merebut kebahagiaan anakmu sendiri!”

Aku tersentak mendengar ucapan Eomma. Jadi, ini semua karena Appa? Appa yang mengirimkan foto itu padaku. Lalu, fotoku bersama Onew pun juga Appa yang mengirimkannya pada Jungsoo? Aku merasa semakin pusing dengan keadaan ini. Kuputuskan untuk menutup pintu itu kembali. AKu tidak ingin mendengarnya lebih jauh. Aku berjalan mundur dan tanpa sengaja menabrak lemari kecil berisikan koleksi pernak-pernikku. Sesuatu jatuh dari atas lemari ke lantai. Kalender meja dan sebuah foto. Fotoku bersama Jungsoo. Kupungut kedua barang itu. Melihat wajah Jungsoo malah semakin membuatku emosi hingga akhirnya kurobek foto itu. Kemudian, mataku tertuju pada kalender yang bergambar Super Junior.

Menyedihkan! Besok adalah hari Valentine. Dan kurasa Valentine tahun ini akan menjadi Valentine terburukku dalam hidupku. Orang yang kucintai sudah tak lagi disisiku. Orangtuaku yang dulu sangat kubanggakan tidak lagi mempedulikan perasaanku. Aku kembali teringat dengan ucapanku tahun lalu, “Keajaiban Valentine yang datang saat hari Valentine. Aku pernah membacanya di sebuah majalah. Keajaiban Valentine akan datang jika perasaan cinta dua insan manusia itu tulus dan murni. Sebanyak apapun masalah yang datang, jika perasaan cinta mereka benar-benar tulus dan murni, diyakini keajaiban itu datang dan mempersatukan mereka kembali.”

Hapeku berdering dan dilayar tertera nama Onew. Dengan segera aku mengangkat telepon dari Onew, “yeboseyo…” . Aku yang kemarin tidak bisa lagi menangis langsung menangis begitu mendengar suara Onew. “Onew-a..” panggilku. “Jihwa-ya, apa yang sebenarnya terjadi padamu? Berkali-kali aku mencoba menghubungimu, tapi tidak bisa.”

“Onew-a…nan..nan mothae.  Aku tidak sanggup menghadapi semua ini.. Onew-a, aku membutuhkanmu..”

“Aku mengerti.. Aku juga membutuhkanmu Jihwa-ya..”

Setelah itu, kuputuskan untuk menemui Onew dengan pergi diam-diam tanpa seizin Eomma dan Appa. Tentu juga tanpa sepengetahuan semua orang yang ada dirumah besar ini. Aku bertemu dengan Onew di tepi Sungai Han.  Begitu melihat Onew aku langsung memeluknya dan menangis didekapan Onew. Onew yang memang tahu masalah keluargaku, masalah Appa dan Eomma yang sering kali bertengkar. Begitu terkejut saat kuceritakan bahwa Appa akan membawaku ke Eropa serta Appa yang menyebabkan aku putus dengan Jungsoo.

“Aku…”

Sejenak kuhentikan ucapanku karena tiba-tiba saja dadaku terasa sesak dan berat untuk bernapas. “Aku tidak..tahu..apa alas an Appa sebenarnya. Sebegitu tidak sukanya kah Appa ..dengan Jungsoo, Onew-a? Aku…” . Aku semakin merasakan pusing dan kali ini mataku berkunang-kunang. Setelah itu semua menjadi gelap.

= = = = = = = = = = = = = =

“Shireo!”

“YA! Jihwa sedang sakit! Ia masuk rumah sakit apa kau tidak ingin menjenguknya, heuh?” gertak Heechul. Entah kenapa aku menjadi keras kepala. Bukan! Aku tidak keras kepala hanya saja apa yang kurasakan bertentangan dengan yang aku katakan. Otak, Hati, Pikiran, dan mulutku tidak sejalan. Jujur, hatiku sangat merindukan sosok Jihwa. Tapi, pikiranku masih terhasut dengan rasa amarahku pada Jihwa menyebabkan mulutku mengatakan sebaliknya dengan apa yang kurasakan. “Kau ini kenapa keras kepala sekali? Teuk-a, jangan bohongi perasaanmu sendiri. Aku tahu, kau masih mencintai JIhwa.”

“Tahu apa kau tentang perasaanku?” bentak ku lalu masuk ke dalam kamar. Benar! Aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri. Sampai detik ini pun kurasa aku masih mencintai Jihwa dan masih sangat membutuhkan sosok JIhwa yang hangat dan perhatian serta sangat sayang padaku. Beberapa menit kemudian, Onew meneleponku dan menjelaskan apa yang terjadi sesungguhnya. Aku langsung mengutuk diriku sendiri. Betapa bodohnya diriku ini. Semua adalah salahku. Aku terlalu terbuai keadaan dan termakan rayuan palsu Mi Cha. Perasaan benci berubah menjadi perasaan bersalah. Dengan sigap aku langsung mengambil pakaian dan memakainya. Setelah itu, kulajukan mobilku menuju Rumah Sakit dimana JIhwa dirawat sekarang.

Dengan langkah yang tergesa-gesa kutelusuri tiap-tiap lorong Rumah Sakit mencari Ruangan Jihwa dirawat. Kulihat di depan pintu ada Nana, Jooyeon, Onew, dan sebagian memberku yang akrab dengan Jihwa. Ada Eunhyuk, Donghae, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, dan tentu Heechul. Mata mereka langsung tertuju padaku saat aku mendekati mereka. Mereka tersenyum menyambut kehadiranku. “Jihwa di dalam.. Ia sangat mengharapkan kehadiranmu disisinya. Masuklah!” Heechul dan Donghae mendorongku masuk. Sekilas kulirik Onew dan Ia mengangguk.

Aku berjalan mendekati Jihwa. Tampakny aia masih tidur. Hatiku perih melihat wajahnya. Betapa aku sangat menrindukan dirinya. Betapa aku masih sangat mencintainya. Betapa bodohnya aku telah mencampakkan dirinya. Betapa jahatnya diriku karena telah melukai hatinya. Dan betapa sangat bodohnya aku tidak pernah mengetahui masalah yang dihadapi dirinya. Aku menarik kursi dan duduk disampingnya. Kuraih tangannya dan kukecup lalu kugenggam.

“Mianhae..Jeongmal mianhaeyo, Yoongie-ya..” .

“Parkteuk-a…”

Sekejap aku membuka mataku dan kulihat Jihwa menatapku. Matanya tampak sangat sayu. Aku semakin disergap oleh perasaan bersalah. Matanya basah. Gadisku menangis. Aku mengusap pipinya menghapus airmatanya. “Maafkan aku, yoongie-ya. Maafkan aku…”

“Sudahlah, aku tidak mau lagi membahasnya. Aku..aku…” iarmatanya kembali mengalir. Tanpa piker panjang kucium bibirnya. Ia semakin terisak. Aku menciumnya cukup lama. “Aku sungguh-sungguh minta maaf. Kau sering terluka karena diriku. Onew juga sudah menceritakan semuanya padaku. Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri. Sekeras apapun aku mencoba untuk melupakanmu, semakin aku mencintaimu, yoongie-ya. Hanya kau gadis satu-satunya yang mengisi relung hatiku dari dulu sampai detik ini dan hingga seterusnya sampai ajal menjemput kita.”

“Jadi, sekarang ucapanku saat itu terbukti bukan?” celetuk Jihwa. Ia tersenyum lebar. Hatiku menjadi tenang melihatnya. “Keajaiban Valentine. Cinta yang tulus dan murni akan menyatukan kembali dua insan manusia yang terpisah..”

“Aku juga tidak bisa membohongi perasaanku. Sekeras apapun aku juga mencoba melupakan dirimu, perasaanku padamu malah semakin besar. Walau selama ini Onew mengisi kekosongan hatiku, kenyataannya adalah hanya dirimu yang ada dihatiku dan hanya Parkteuk-ku satu-satunya lah cinta sejatiku.”

Aku tertawa mendengar ucapan Jihwa. Ia menutup wajahnya dengan selimut. Ia malu dengan tutur katanya barusan. “Selamanya aku akan menjaga dirimu dan aku berjanji tidakakanlagi melepasmu dariku. Aku juga akan berusaha untuk meminta restu dari Yoon ahjusshi. Karena aku ingin kau menjadi milikku selamanya. Happy Valentine, naui byeol..” kembali kucium lembut. “Happy valentine too, my angel..” tutur Jihwa.

-THE END-

Iklan

About winkieswingers

my real name's Dinda. My korean name's Yoon Jihwa a.k.a Hwang Yoong Yoong. My japanesse name's Natsuki Arishima.. U can call me dind, jihwa, yoong, natsu.. sesuka kalian saja memanggil diriku. dind juga seorang author dg nama WinkiesWingers. My lovely hubby Park jungsoo 'leeteuk', Jung 'U-know' Yunho, Lee Jinki 'onew', Nichkhun B. Horvejkul. Lee Changsun 'joonie'.. my lovely sister Im Jin Ah 'nana'.. fandom, Cassiopeia, ELF, Shawol, Hottest, A , Playgirlz.. bangapseumnida, chingudeuleen ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s