내 남자친구를 부탁해 (Chapter 1)

Standar

Annyeong ^^ akhirnya saya posting FF lagi ^o^

Gak nerusin SHINee malah bikin baru lagi. hohoho mian ya FF yg SHINee saya cancel karena ada problem error terus

Sebenarnya niech ketikan ke tiga atau ke empat *biasa author suka ganti2 mood maka dari itu suka ngetik ulang FF*

Gak usah banyak bacot langsung saja dech~


Cast: CN BLUE & author
Rating: PG
Genre: Romantic, Family

Lee Jonghyun CN BLUE

“Kau tidak tidur?” Tanya seorang bapak separuh baya kepada seorang yeoja yang ada di sampingnya.

“Aniyo~ aku mau membaca ini.” Ucap yeoja itu menatap buku yang ada di pangkuannya.

“Kau mau membacanya lagi?” Tanya bapak itu lagi.

“Ne~ appa. Aku ingin membacanya lagi. Aku tidak akan bosan membacanya. Karena dengan membaca buku ini aku merasa dia masih bersamaku.” Ucap yeoja itu.

“Jeoran~ aku tahu kau sangat merindukannya. Tapi jangan menyakiti dirimu sendiri dengan membaca diarynya berulang-ulang kali. Appa tahu kau tidak setegar tampaknya. Dalam hatimu kau menangiskan?” ucap bapak itu kepada putrinya.

Yeoja bernama Jeoran itu hanya terdiam. Ia menggenakan headsetnya lalu memutarkan lagu kemudian mulai membaca buku diary yang ada di pangkuannya.

Appanya menghela nafas panjang menatap putrinya. Kemudian ia memutuskan untuk tidur. Saat ini mereka ada dalam pesawat air bus dengan tujuan ke Korea Selatan. Ini akan menjadi perjalan panjang. Istirahat adalah pilihan yang tepat. Tapi tidak untuk Jeoran. Ia tidak ingin melewatkan pemandangan Korea dari atas. Ia sangat merindukan Korea. Sudah lama ia tidak ke Korea. Selama ini ia sibuk di Amerika. Kedidupan di Maerika yang serba cepat membuatnya tidak dapat meluangkan waktu untuk kembali ke Korea bahkan untuk tersenyum.

Cheotnun omyeon gati geoljago
Ggok eogimeobsi duli ojadeon
Geu teong bin georien

Neowa nanun jageun banjiwa
Da eongkyeobeorin uri chueokman
Ggok ango seo itne

Eodibuteo jalmot dwin geonji
Mwoga nal mibge han geonji
Saenggakhae bol teumdo eobjanha

Geu sarami jom deo naaseo
Naboda jalhaejunigga neomu johatnabwa

Hanbeonman mianhada haejwo
Bogosipda haejwo
Dolaondan mareun mothaedo

Majimak gaseume saegyeojin
Neoui geurimjaga duliraseo
Haengbokhae boyeoseo
Naega han georeum dwiro mollaseolge
sseuldeeobsi neol butjamneun ge ttesseumyeo mam jorineunge neoreul utge hajin anchanha

ni sonjapgo haengbokhaehaneun simjangeul ttwige hal iyu naega anin geoya

hanbeonman mianhada haejwo bogosipda haejwo doraondan mareun motaedo

majimak gaseume saegyeojin neoui geurimjaga duriraseo haengbokhae boyeoseo naega han georeum dwiro mulleoseolge

Jeoldaero anil geoya an geurae
Da almyeonseo na duryeowo
Moreun cheok haesseo jeongmal

Mianhae neodo apeul geoya

Hanbeondo uyeonira haedo
An bogo sipeunde
Neomu dalmaisseul du saram

Gwaenchanha banjjok eobneun chueok
Niga eobseodo nan jikyeobulge
Bballi an iseulge

1 Januari
Awal tahun baru, diary baru serta lembaran baru. Ini pertama kalinya aku mengganti diari tepat di tahun baru. Aku berharap diary ini memberikan harapan baru

3 Januari

Aku sanagt senang. Namjachinguku akhirnya mendapat kontrak dengan home  music production. Apa yang ia harapkan tercapai. Sekarang ia dan rekan bandnya bersiap-siap untuk rekaman album. Aku sudah tak sabar.

11 Januari

Dia tidak pernah bersikap seromantis ini. Ia mengajakku makan malam di sebuah teman. Waktu itu aku sempat menolak. Bagaimana tidak. Makan malam di taman pada saat musim dingin pasti membuat tubuhku membeku. Aku tidak tahan dengan suhu dingin. Tapi ia bersih keras. Ia meyakinkanku bahwa rasanya akan hangat.

Apa yang dikatakannya benar. Taman itu sangat hangat dan sungguh romantis. Aku seperti berada di negri dongeng. Taman ini bukan taman outdoor yang aku bayangkan. Melainkan taman indoor dengan langit-langit kaca bening. Aku dapat melihat bintang bertaburan dengan sekali mendongak.

Banyak tanaman tropik di taman ini serta berbagai macam bunga.

Lalu aku tertunduk sedih ketika salju turun. Aku tidak dapat melihat bintang dengan jelas lagi. Lalu ia tersenyum dan menyuruhku mendongak lagi.

Aku terkejut. Aku baru saja menyadari langit berubah menjadi terang. Bagaimana bisa? Ternyata kaca itu bukan sembarang kaca. Kaca itu sebenarnya monitor. Sekarang kaca itu diaktifkan menampilkan pemandangan langit musim panas.

Dia sungguh mengerti aku. Aku tidak dapat menuliskan kata-kata di diary ini. Hari ini terlalu banyak hal yang indah. Terlalu indah untuk aku tulis dalam kata-kataku yang terlalu sederhana.

14 Januari

Aku menyipitkan mataku memperhatikannya bermain gitar. Saat memegang gitar ia seperti orang yang berbeda. Tapi saat melihatku aku dapat melihatnya sebagai sosok yang aku kenal.

Ia menyuruhku untuk kuat. Entah kenapa ia berkata seperti itu secara tiba-tiba. Akupun bertanya kepadanya. Katanya sich jika albumnya keluar dan Ia menjadi terkenal pasti banyak yeoja yang akan mengejarnya. Ia takut aku cemburuh. Aku tertawa. Aku mengatakan kepadanya bahwa aku akan selalu kuat selama dia mencintaiku.

16 Januari

Lagi-lagi ia mentertawakanku saat salju turun. Aku tidak suka salju. Sejak kecil atau bahkan sejak lahir aku benci salju. Titik-titik putih itu seperti melumpuhkanku. Membuatku kaku.

Aku memanyunkan bibirku karena sikapnya itu. Lalu tiba-tiba ia memelukku dan mengatakan apakah begini jauh lebih baik? Akupun mengangguk. Lalu aku melepaskan pelukannya. Aku tidak ingin orang-orang menatap kami. Saat itu kami berada di jalan.

Mengerti maksudku ia pun melingkarkan tangannya di pinggangku dan menarik tubuhku dekat dengannya. Lalu kamipun lanjut berjalan. Dia sungguh namja yang pengertian. Ia tahu apa yang ia lakukan membuatku nyaman. Membuatku tidak merasa dingin. Sentuhannya selalu membuatku hangat. Apa mungkin karena aku terlalu mencintainya? Sehingga setiap kali ia menyentuhku darahku mendidih dan aku tidak dapat merasakan apa itu dingin.

21 Januari

Sudah dua hari aku tidak melihatnya. Kami sama-sama sibuk. Mengirim pesan pun tak sempat. Tapi bukan ini yang membuatku gelisah. Tapi kelulusanku besok.

Aku ingin appa datang dalam acara kelulusanku. Tapi sepertinya tidak mungkin. Appa pasti sibuk. Lagi pula ia harus mengurusi Jeoran onnie di sana.

13 Februari

Besok adalah hari kasih sayang. Aku telah membuatkan coklat untuknya serta coklat untuk appa. Aku dengar dia besok datang menemuiku. Ia ingin mengucapkan selamat atas kelulusanku. Aku tidak sabar menunggu hari esok.

14 Februari

Appa tidak datang. Ku dengar Jeoran onnie masuk rumah sakit jadi appa tidak bisa meninggalkannya. Aku sedih. Sedih karena tidak dapat bertemu appa dan sedih mendengar Jeoran onnie masuk rumah sakit. Aku ingin menemui mereka di Amerika. Tapi eomma pasti tidak mengizinkan.

Dia namjachinguku dapat mengobati luka di hatiku ini. Ia sangat senang menerima coklat pemberianku. Ia pun memberikanku sebuket bunga mawar merah. Ia menyuruhku menghitung bunga mawar itu.. Aku terbelalak dan mencoba menghitung dengan benar.

99 bunga mawar. Katanya ada seratus bunga mawar. Aku menghitungnya lagi. cuma ada 99. Lalu ia berbisik di telingahku. ‘Kau tidak dapat menemukan mawar ke seratus?’ aku mengangguk. Lalupun ia berbisik, ‘Lihatlah dirimu. Kau mawar yang ke seratus.’

Mungkin saat itu pipiku sudah merona..

16 Februari

Entah kenapa perasaanku tidak enak. Aku ingin ke Amerika. Aku ingin menemuia appa serta onnie dan kuliah di sana. Tapi aku ingat eomma. Bagaimana nasib eomma jika aku pergi ke sana. Hanya aku yang eomma miliki saat ini.

21 Februari

Appa bilang ia akan menemuiku Maret nanti saat ulang tahunku. Ah aku tidak sabar menunggu hari ulang tahunku.

22 Febrauri

Namjachinguku berhasil membuatku berdebar-debar. Ku kira dia ada apa-apa ternyata dia hanya mau bilang jika albumnya akan keluar ke pasaran awal maret. Waktu dia menelpon ku kira dia mendapatkan masalah. Habis dia berkata seolah-olah hidupnya tidak lama lagi.

23 Februari

Sungguh hari yang melelahkan. Sebaiknya aku istirihat saja dan berharap rasa letih ini menghilang.

1 Maret

Kami bersenang-senang. Aku, namja chinguku serta yang lain merayakan peluncuran album perdana band mereka. Sungguh hari yang panjang. Aku terlalu lelah untuk menuliskannya.

3 Maret

Entah kenapa aku sering merasa letih. Apa mungkin aku terlalu banyak pekerjaan?

15 Maret

Astaga selama beberpa hari aku jarang mengisi diary ini. Maafkan aku, aku terlalu letih untuk menulis. Setiap pulang dari kampus aku sering kali tertidur dan terbangun keesokan harinya.

21 Maret

Eomma menyuruhku istirahat di rumah setelah kemrin aku jatuh pingsan. aku mengeluh. Kenapa kondisiku seperti ini? Lima hari lagi aku akan berulang tahun. Aku harus sehat agar dapat bertemu dengan appa dan tertawa bersamanya.

22 Maret

Aku terkejut saat melihatnya di sampingku. Bagaimana ia bisa berada di kamarku saat aku terbangun? Tapi dia lebih terkejut dibanding aku saat aku mengatakan semalam aku tidur jam delapan. Dan aku tidak bangun pada malam hari. Pantas saja dia terkejut. Saat aku bangun jam dusah menujukan pukul dua siang lewat.

Ia sungguh khawatir denganku. Ia membawakanku bunga mawar serta coklat kesukaanku. Ia menyuruhku istirahat. Mungkin aku terlalu lelah karena jadwal kuliahku.

25 Maret

Besok adalah harinya aku tidak sabar…

26 Maret

Saat terbangun aku berharap appa sudah berada di sampingku. Tapi ternyata tidak. Aku melihat jam. Ternyta masih jam lima pagi. Akupun bergegas, bersiap-siap menjemput appa di bandara. Saat akan sarapan eomma mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku dan menyajikan kue tart dengan lilin di atasnya. Aku terkejut. Seharusnya ulang tahunku dirayakan bersama-sama. Apakah eomma ada malasah dengan appa? Mungkin saja. Merekakan sudah bercerai saat aku berusia empat tahun. Jadi mungkin saja mereka ada masalah. Mereka tidak cocok lagi. Mereka tidak dapat bersama lagi. Jadi mungkin eomma tidak ingin merayakan ulang tahunku bersama appa.

Setelah memakan roti ulang tahunku aku bergegeas ke bandara. Namja chinguku menemaniku. Ia juga ingin tahu appaku serta eonniku.

Oh ya aku sedikit heran dengannya. Dia tidak mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Apakah dia lupa?

Sudah enam jam kami menunggu di bandara. Aku memutuskan menghubungi appa. Aku terkejut. Ternyata dia tidak dapat datang menemuiku. Alasannya karena ada urusan penting. Aku hanya berbicara sepuluh menit dengannya. Meski aku kecewa setidaknya aku dapat mendengar ia mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku.

Aku merasa letih lalu namjachinguku ini mengajakku ke suatu tempat dengan mobilnya. Dalam perjalannya aku tertidur. Saat bangun aku terkejut melihat langit sudah gelap.

Aku bertanya kepadanya sudah berapa lama kami tiba di tempat itu. Ia bilang sudah satu jam yang lalu. Lalu aku bertanya lagi kenapa ia tidak membangunkanku. Ia tidak ingin merusak mimpi indahku. Aku tertawa. Apakah dia dapat melihat mimpiku? Memang benar aku mimpi indah saat itu. Aku mimpi merayakan ulang tahun bersama keluargaku lengkap.

Kemudian ia menyeretku keluar. Ternyata kami berada di pesisir pantai. Aku melihat sesautu yang janggal di pantai ini. Tempat ini sungguh gelap. Lalu pandanganku gelap. Aku sangat takut. Aku menggengam erat tangannya. Aku takut kehilangannya di tengah kegelapan. Lalu tiba-tiba tangannya terlepas dari genggamanku.

Dan beberpa orang bernyanyi mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku. Seberkas cahaya mendekatiku dengan alunan lagu yang membuatku senang. Ternyata ini pesta kejutan untukku. Namjachinguku beserta sahabatnya merencanakan ini semua. Aku lega ternyata dia tidak melupakan ulang tahunku. Setelah meniup lilin ulang tahun ia mengecup keningku lembut dan berkata semoga aku diberi kekuatan yang berlimpah dan kebahagiaan.

Setelah itu ia menyuruhku mendongak ke atas. Dan semuanya bercahaya. Kembang api~ ia mengerti apa yang ku inginkan. Aku duduk dan menyandarkan kepalahku di bahunya sembari menikamati langit yang indah dengan berbagai macam kembang api.

Aku menulis ini pada tanggal 27 Maret. Karena setelah aku melihat kembang api bersamaya aku tertidur di sampingnya. Aku sedikit heran dengan kondisiku ini.

7 April

Sudah seminggu dia tidak dapat menemuiku karena sibuk. Dia sudah menjadi idola saat ini jadi wajar jika kami tidak dapat bertemu. Dia sangat sibuk.  Lagi pula aku sering kali tertidur.

8 April

Aku mengikuti terapi agar tubuhku fit dan tidak sering tertidur. Efeknya lumayan. Aku bisa terjaga hingga jam sebelas saat ini.

9 April

Sepertinya terapi itu berhasil. Hari ini aku tidak tertidur. Aku kembali normal.

12 April

Tugas kuliahku cukup banyak. Aku sedikit pusing mengerjakannya.

15 April

Akhirnya selesai juga…

17 April

Setelah aku sembuh dari penyakit letih sekarang aku terkena penyakit pusing. Eomma bilang aku kurang minum air putih dan vitamin. Sepertinya kata eomma benar juga.

21 April

Rasa pusing ini sering saja muncul. Membuatku tidak leluasa mengerjakan aktivitasku.

30 April

Aku jarang menemani Jonghyun. Aku sering berbohong kepadanya bahwa aku sibuk. Padahal aku tidak enak badan. Aku tidak ingin membuatnya khawatir.

2 Mei

Kondisiku sedikit lebih baik.

7 Mei

Aku berencanya mengajaknya jalan hari ini, tapi dia tidak bisa. Jadwalnya sungguh padat bulan ini.

9 Mei

Tugas kuliah ini membuatku semkin pusing.

18 Mei

Sebentar lagi ulang tahunnya. Aduh aku hampir lupa. Biasanya sebulan sebelum ulang tahunnya aku merncanakan pesta ulang tahunnya serta kado untuknya. Meski ia hanya memberikan kado sebuah lagu untukku, aku ingin memberikan yang lebih untuknya. Karena selama ini ia selalu memberikan hadiah terindah untukku.

21 Mei

Rencanaku untuk pesta ulang tahunya sudah tersusun sempurnah. Aku juga sudah memberitahukan rencana ini kepada rekan satu bandanya. Pasti ia sungguh terkejut.

22 Mei

Aku mencari-cari kado untuknya tapi tidak ketemu juga. Aku harap besok aku dapat menemukannya. Lebih cepat lebih baik.

23 Mei

Berkat bantuannya sahabatnya akhirnya aku mendapatkan kado untuknya. Aku tidak sabar menunggu hari  ulang tahunnya.

3 Juni

Appa menelpon, katanya ia akan ke Korea Juni ini. Aku harap dia datang tidak saat ulang tahun namjachinguku. Karena aku tidak dapat menduakan mereka berdua.

5 Juni

Aku terkejut saat terbangun appa sudah ada di sebelahku. Apa aku bermimpi? Atau jangan-jangan aku bangun kesiangan?

Ternyata aku bangun kesiangan. Aku bangun jam sembilan dan appa baru saja tiba sejam yang lalu.

Appa tidak bilang jika akan datang hari ini, begitu juga eomma. Mereka berdua ingin memgejutkanku. Lalu herannya kenapa onnie tidak ada? Aku juga merindukannya. Aku ingin bertanya apakah dia baik-baik saja. Ternyata dia tidak ikut.

Appa bilang ia tidak kuat ke Korea. Akupun bertanya apakah dia baik-baik saja. Appa bilang dia baik-baik saja. Dia masih tegar seperti dulu dan tidak pernah menangis meski terluka. Itulah yang kusuka darinya. Aku ingin menjadi seperti dirinya yang selalu kuat.

Appa bercerita onnie waktu 13 Februari jatuh pingsan. katanya karena terlalu lelah. Selama beberpa bulan onnie kena insomnia. Ia menghabiskan waktu dengan menciptakan lagu. Ia pandai bermain musik dan bernyanyi. Tapi sejak peristiwa itu ia tidak bernyanyi lagi. Onnie tidak dapat berpergian jauh karena ia harus istirahat. Tubuhnya terlalu lelah. Aku menelan ludahku. Mungkin penyakit tidur yang aku alami adalah dampak dari onnie. Kondisi onnie pasti lelah sehingga aku ikut lelah dan cepat tertidur. Bagaimanapun kami saudar kembar. Pasti ada kontak semcam itu dan aku percaya.

6 Juni

Appa akan kembali pulang besok. Sebenarnya ia kemari karena urusan bisnis sekalian menemuiku. Jadi appa tidak dapat menemaniku sering-sering. Usahaku untuk mempertemukan appa dengan Jonghyun juga gagal.

Namjachinguku itu ada job di luar kota dan akan kembali sepuluh mei besok.

7 Juni

Aku mengantarkan appa ke bandara. Aku juga menitipkan salam untuk Jeoran onnie. Meski Jeoran onnie saudara kembarku, aku selalu memanggilnya onnie. Itu karena dia lebih dewasa dibandingkan aku. Ia kuat menghadapi cobaan di dnia ini. Jika aku menjadi dirinya pasti aku sudah menangis dan jatuh sakit berkepanjangan.

8 Juni

Hari ini aku memikirkan Jeoran onnie. Aku sungguh merinduhkannya. Sudah beberapa tahun aku tidak bertemu dengannya. Aku sedikit heran dengan diriku sendri. Kenapa aku lebih merindukan appa selama ini dibanding dengan saudaraku sendiri? Padahal tiga bulan sekali appa seringkali berkunjung menemuiku. Apa mungkin karena aku dan Jeoran onnie saudara kembar? Dengan melihat bayanganku di cermin aku sudah dapat melihat sosok onnie jadi aku tidak merindukannya. Apakah seperti itu?

Aku lihat akhir-akhir ini eomma juga tampak sedih. Aku sering mendengar ia menangis di kamar. Dia menangis karena merindukan onnie. Aku turut sedih.

9 Juni

Aku duduk di taman temapat biasanya aku berkencan dengan Jonghyun. Sekarang sich kami jarang ke sini. Dia sudah menjadi sang idola. Bisa bahaya jika dia ke tempat umum nan terbuka seperti ini. Para fansnya pasti berbondong-bondong mendekatinya dan itu akan menyusahkan. Aku mendesah membayangkan itu semua.

Blep~ lampu penerang jalan di sampingku menyalah. Aku jadi teringat dengan onnie. Meski kami kembar tapi kami tidak sepenuhnya sama. Bisa dibilang kami bertolak belakang.

Aku sangat benci dengan salju tapi onnie sangat suka salju. Aku suka yang hangat sedangkan onnie suka yang dingin. Onnie suka berada di kegelapan. Sedangkan aku benci berada di tempat yang gelap. Lampu itu mengingatkanku kepadanya. Saat dia kemari waktu itu aku kelas satu SMA dan dia kulaih. Dia sangat pintar sehingga dapat loncat kelas. Waktu itu ia kemari bukan hanya ingin bertemu dengan eomma dan aku. Tapi dia juga ingin bertemu dengan namjachingunya. Namja chingunya itu jauh lebih tua darinya. Ia satu kampus dengan onnie. Namja itu kembali Korea karena orang tuanya sakit. Tapi sudah sebulan lebih ia tidak kembali. Onnie menyusulnya karena tidak ada kabar darinya. Aku sempat takut jika onnie ditipu. Mungkin saja namja itu memeprmainkan onnie. Mungkin saja namja itu sudah menikah saat ini.

Dugaanku itu…..

to be continue…

Hohoho gimana-gimana?

Mohon komentarnya ^^

Klo komentarnya dikit chapter selanjutnya gak saya posting

Iklan

About Lyra Callisto

Saya tuh orang yang aneh karena susah ditebak. Saya suka dengerin musik terutama Kpop, ngetik/nulis fanfiction, buka akun, ngedance, nonton acara about korea Status: menikah dengan Kim Jaejoong, bertunangan dengan Lee Donghae, berpacaran dengan Choi Minho, berselingkuh dengan Cho Kyuhyun, mengakhiri hubungan dengan Choi Siwon, menjalin hubungan dengan Choi Jonghun, berkencan dengan Kevin Woo, menjalin hubungan tanpa status dengan Nichkhun dst.

33 responses »

  1. Aaaaaa eon aku sedih ini, padahal baru awalnya tambah dongggggg mau lg pasti akhirnya mati deh dipelukan cowo nyaaa aaaaaaa

  2. rame thor :-bd penyusunan kalimatnya bagus sama rapih .
    ohya chingu lebih bagus , klo gak ada yg disingkat-singkat .
    tadi ada beberapa kata yang disingkat .
    ditunggu lanjutanya yaaa 😉 jangan lama – lama yaa chingu .
    ohya lam kenal yaa chingu ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s