MAGIC in 4 Seasons -Step 1-

Standar

Annyeong  Haseyo Readers~~~~ヾ(^∇^)

Ini ff pertama yang author buat, jadi mohon maaf sebesar-besarnya ya kalo kata-katanya masih berantakan…. *bow* m(。−_−。)m

About my ff :

Author : YeonMimazu

Length : Series (chaptered)

Main Cast            : -Me as Kwon Minmi

-Shim Changmin

-Kim Jaejoong

Other cast           : -U-know Yunho

-Xiah Junsu

-Micky Yoochun

-Lee Hyeshin

MAGIC  in  4 SEASONS҉

Taman itu begitu indah…

Luas sekali ….Bunga berwarna-warni menghiasinya, rerumputannya  hijau, kelopak bunga beterbangan, anginnya yang berhembus begitu lembut…

Di seberang sana ada air terjun yang begitu deras,  airnya sangat jernih…

Saat aku menoleh, Seseorang melambaikan tangan , dia pangeran yang tampan ia berlari kearahku ia tersenyum dengan indahnya,  sungguh…senyumanya membuat hatiku damai….

Aku berlari mengelilingi taman yang indah itu… kupejamkan kedua mataku sambil menikmati belaian angin …

GEDEBUUUKKK!!!! “Aduuuuhhhh….” Rintihku. Aku terjatuh.

“MIN MI!!!…” teriak namja  itu. Ia terlihat sangat mengkhawatirkanku.

“Kau tidak apa-apa kan…??” katanya sambil mengusap kepalaku. “Aehh.. mungkin…” kataku. “Tenang ya … ah! Aku bernyanyi untukmu saja ya…??” katanya sambil tersenyum. Aku tidak menjawab, bukan karena aku tidak mau ia bernyanyi untukku tapi rasanya aku mau meleleh saja melihat namja  ini begitu perhatiannya padaku.

Ia mulai bernyanyi, bernyanyi, dan bernyanyi dengan merdunya… Saat kutatap wajahnya matanya terpejam, kulihat… ia bernyanyi tulus dari dalam hatinya. Entah kenapa hatiku damai sekali mendengar suaranya yang merdu.

Tiba-tiba saja ia berhenti bernyanyi. “Waeyo oppa?? Kenapa berhenti??” tanyaku.

Dia terdiam. “Oppa…???” aku tambah bingung. Ia tidak berkata apa-apa, hanya menatapku saja. “Ah… oppa gomawo ya kau sudah bernyanyi untukku suaramu indah sekali…^^~ ” kataku sambil tersenyum. “Ne…” katanya singkat. “Oppa aku senang se…” belum selesai aku berbicara dia langsung memegang tanganku dengan erat, ia menatap mataku begitu dalam, sangat dalam. Aku tidak dapat berkata apa-apa. Rasanya nyaman sekali berada di dekatnya. “Saranghaeyo Min Mi….” katanya lembut. “Aku ingin sekali terus melindungimu sampai kapanpun…sungguh…” lanjutnya sambil mengecup keningku.

))>)>)END OF DREAMS to Min Mi POV(<(<((

“Ring Ring Ring Diggi Ding Diggi Ding Ding Ding…*ceritanya bunti alarm*

“Adduuuhhh… berisik woy! Berisik banget sih!” keluhku. “………” hening sejenak.

30 menit kemudian….

“UWWAAA!!!!! ….Aduh Aduh Iya tuh kan nah iya kan aku telat! Udah jam segini nih? Gimana nih aku kan mesti ke bandara!”

kusibakkan selimutku yang hangat dan langsung berlari menuju kamar mandi, “TELAAATTT…!!”

(Sesampainya di kamar mandi)

*bengong mode on* Eh, aku jadi ingat mimpiku tadi malam deh… Aiisshhh, indah sekali rasanya seperti kenyataan… Pangeran itu, dia…. Aku rasanya ingin melayang saja deh…LOL. Hey, kok aku malah bengong sih…? Aku kan harus buru-buru, kalo nggak bakal gagal ke Seoul nih… Hwa! Jangan sampai….

Okelah walaupun aku nggak niat mandi…. FIGHTING!!!

Selesai mandi dan ganti baju aku langsung mengangkat koperku dan berlari menuju pintu kamar apartemenku. Klek! Pintunya sudah terkunci. Aku berlari lagi meuju lift…

(Di dalam lift)

“Koperku beratnya…” keluhku. Hey, tunggu dulu. Sepertinya ada sesuatu yang seharusnya kubawa selain koper dan tasku deh. Mwo? Aku berfikir sejenak.

5 menit kemudian….

“HAH TIKET? TIKETKU? …YA TUHAN TIKETKU KETINGGALAN……!!!”

“Uuuhhh…. Babo! Babo! Babo!” teriakku. Terpaksa aku kembali lagi ke kamarku, membuka pintu, dan mengambil tiket yang seharusnya sudah kubawa dari tadi, buang air kecil sebentar, mengangkat koper, dan mengunci pintu kamarku kembali. Dengan terengah-engah aku masuk ke dalam lift. Berdoa saja agar kecerobohanku ini tidak membuatku tidak jadi ke Seoul. “Oh Tuhan, please…” gumamku.

(@Narita Airport – Tokyo)

“Duuhh… merana. Mesti lari lagi nih…” ujarku. Gwenchana, it’s okay, FIGHTING!!

“KKYYYAAAAAAHHH….!!!!!” *teriak-teriak sambil lari*   = =’

Waduh, penerbangan ke Seoul tinggal lima belas menit lagi. GO!!!

Hahah… benar-benar beruntung aku masih bisa masuk ke pesawat walaupun terakhir sendiri. “Oh Tuhan arigato gozaimasu,… Kau baik sekali padaku….”

Sayounara Jepang! Sampai jumpa setahun lagi ya!

(@Incheon Airport – Seoul)

“Fuuuhhh… sampai juga ya, leganya… Paman benar ya, suasana di sini menyenangkan!!”

“Ting…ting… Diggi Ding..” *suara nada dering sms*     Eh? Ah, ada sms dari paman ya…

From  Paman Shin Woo :  Min Mi , kamu pasti sudah sampai ya? Mianhae ya paman tidak bisa menjemputmu, paman banyak kerjaan nih… Jadi kamu naik taksi saja ke tempat kerja paman, nanti kita pulang bersama. Ok!

“Oh… Aratseo pamanku yang sibuk, Aku langsung naik taksi ke tempat kerja paman ya? Okelah.”

~_~_~_~_~_~

“Oke, berhenti di sini…” kataku kepada supir taksinya sesampainya di alamat yang Paman Shin Woo berikan.

“Fuuuhh…Semoga ini beneran tempatnya ya…” kataku dalam hati.

“Ini beneran tempat kerja paman? Gede banget! Gimana aku ketemu sama paman nih?”

Kutekan tombol-tombol di ponselku, menekan nomor telepon Paman Shin Woo.

“…yeoboseyo…” sahut Paman Shin Woo.

“Paman, aku sudah sampai di tempat kerja paman. Tapi tempat ini besar sekali, paman dimana sekarang?” tanyaku.

“Mianhae  Min Mi, sekarang paman sedang rapat. Kamu tunggu di lobby dulu saja, nanti setelah selesai rapat paman akan segera kesana. Ok!” ucap Paman Shin Woo.

Oke paman. Mianhae  ya sudah menggangu.”

“Ne Min Mi, Gwenchana.”  Sahut paman.

Segera aku masuk ke dalam lobby gedung itu. Aku melihat sekeliling, banyak sekali orang-orang bersliweran. Aku berkata dalam hati, “Kok kayaknya aku pernah lihat mereka ya? Familiar banget orang-orang itu. “ Ini gedung apa sih…?” sahutku dengan wajah bingung. Karena penasaran, aku masuk saja ke lift dan naik ke lantai atas. Kira-kira paman ada dimana ya? , Gumamku. Aku sampai di suatu tempat yang terlihat seperti sebuah studio rekaman. Kulihat disana para member SuJu sedang sibuk. (Heh? SuJu?? Mereka disini???)

Aku berbelok ke arah sebuah ruangan di sebelah sana, kemudian berkeliling dari sini ke sana mencari Paman Shin Woo. “Fuuhhh…”

Tiba di lobby lagi, aku melihat seseorang yang keliahatanya sangat sibuk sedang asik bertelepon dan tidak menyadari bahwa dompetnya jatuh. “Eh……”  (-_-a)  Aku langsung mendapatkan dompet itu untuk memberikannya kepada pimiliknya.

“Ehm, permisi tuan mianhae ya  menggangu…. Ini dompet anda terjatuh…” ucapku kepadanya.

Oh, kamsaheyo… kalau tidak ada kau pasti sudah hilang…” sahutnya.

“Uh-huh?, Cheonmaneyo Tuan!” sahutku sambil tersenyum.

“Siapa namamu?” Tanya tuan itu.

Aku? Choneun Kwon Min Mi imnida…” jawabku.

“Min Mi, pan gap seub ni da!” katanya sembari tersenyum.

Aku pergi dulu ya, annyeong!” ucapnya sambil melambaikan tangan.

“Ne, annyeong!” sahutku ikut melambaikan tangan juga.

Aku langsung membalikkan badanku menuju tempatku semulaihat kearahku sambil tersenyum dengan indahnya. Oh, tidak! Tidak mungkinlah yang dia pangg. Tiba-tiba……

HEY, MINYEOGA!!” ada suara dibelakangku.

DEG! Tubuhku kaku, tidak bisa bergerak. Kucoba palingkan wajahku menuju arah suara tadi…, kulihat seorang namja tampan sedang melil itu aku. Ada-ada saja ya aku ini. Aku ini kan tidak cantik jadi tidak mungkin….

Aku melanjutkan langkahku menuju tempatku semula tapi….

Puk…puk…” ada yang menepuk pundakku.

Ne, aku yang memanggilmu tadi…” kata namja itu padaku.

Aku? Memanggilku? Memanggilku dengan sebutan itu?” tanyaku.

Ne, tentu saja. Mianhae ya, soalnya aku tidak tahu namamu…., boleh aku berkenalan denganmu minyeoga?” katanya dengan senyumnya yang lebar.

“Ah, Gwenchana. Hanya membuatku kaget saja. Choneun Kwon Min Mi imnida…., Eh, jangan panggil aku itu lagi dong! Nanti aku bisa jantungan nih….” Jawabku.

“HWAHAHAHA…. Kau bisa saja… Min Mi, pan gap seub ni da! Choneun Shim Chang Min imnida…” ucapnya.

Changmin oppa, pan gap seub ni da. Aku pernah dengar nama itu….” Sahutku.

“Ne…” katanya sambil tertawa terkekeh-kekeh.

Yah, oppa , Waeyo? Kok dari tadi nahan ketawa gitu sih… aneh.” Kataku bingung.

Habis dari tadi…. Sejak kupanggil pipimu merah sekali… HWAHAHAHA…. Lucu sekali!!”  katanya sambil tertawa.

keu rae yo? Ah, gara-gara oppa sih panggil aku seperti itu….” Kataku sambil menutupi    pipiku.

keu rae. Jeongmal mianhae ….” Sahutnya.

Uh-huh… gwenchanayo.” Jawabku dengan mata sinis.

Ngomong-ngomong kenapa kau bawa koper…?” Tanya Changmin-ah.

Oh ini, aku baru datang dari bandara Jepang”

Oh. Dari Jepang…? Apa kamu mau bekerja disini…?” tanyanya lagi.

Heh? Bukan-bukan! Aku baru lulus SMA, sebentar lagi akan kuliah di Tokyo.”

Lalu kok bisa ada disini sih?” Tanya lagi – tanya lagi.

Ne, soalnya ahjussiku ada disini. Dia yang menyuruhku datang kesini menemuinya.”

“Ahjussimu?” ia bertanya lagi.

Shin Woo-ssi namanya.” Jawabku.

Oh, jadi  Shin Woo-ssi itu ahjussimu? Aku mengenalnya …” ucapnya.

Changmin oppa  kenal Shin Woo –ahjussi  ya? keu rae yo?” tanyaku.

Ne, kurae. Dia bekerja disini.” Katanya.

CHANGMIN !!! AYO!!!” seseorang berteriak di belakang kami.

NE, SEBENTAR HYUNG!!!” jawab Changmin oppa.

Min Mi-ah, senang bisa bertemu dan berkenalan denganmu hari ini. Mianhae, aku harus bekerja sekarang, sampaikan salamku pada  Shin Woo-ahjussi ya…. Annyeong!….” Ucap Changmin oppa lembut sambil memegang pundakku.

Aku menganggukkan kepalaku selanjutnya melambaikan tangan kearah Changmin oppa.

“Annyeong !!” balasku.

Dia  berhenti sebentar dari langkahnya dan berbalik sembari tersenyum dan melambaikan tangannya kearahku.

“Fiiuuuhhh…. Aku sendirian lagi deh. Paman Shin Woo lama sekali ya?” ucapku tidak pada siapa-siapa.

T>B>C

Iklan

3 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s