내 남자친구를 부탁해 (Chapter 2)

Standar

Reader mohon komentarnya ya~

Jangan jadi silent readers~

Saya butuh dukungan kalian agar dapat terus menulis. Jika dukungan sedikit mungkin saya jarang nulis lagi bahkan berhenti menulis di sini.


=====t=a=k=e=c=a=r=e=o=f=m=y=b=o=y=f=r=i=e=n=d======
Cast: Jonghyun CN Blue, author
Rate: PG
Genre: Family, Romance, Distress

Lee Jonghyun CN BLUE

Lee Jonghyun CN BLUE

 

===diary===

Dugaanku itu salah besar. Onnie tidak mungkin salah memilih namjachingu tapi dia kurang beruntung.

Ia dapat menemukan namjachingunya itu. Mereka bertemu di taman ini. Saat itu hari sudah malam dan lampu taman tidak menyalah. Mereka berbincang-bincang hingga salah satu dari merke berhenti bicara. Namjachingunya berhenti bicara. Tangannya menggenggam erat tangan onnie. Onnie hanya diam. Ia mendegar isak tangis dari namjanya. Mungkin namjanya itu sudah rindu kepada onnie hingga seperti itu. Ia menyandarkan kepalahnya di bahu namjanya. Tanpa sadar ia tertidur. Lalu ia terbangun gara-gara sliau. Ternyata lampu taman menyalah. Ia memandang namja chingunya yang ada di sampingnya. Ia terkejut. Ia ingin menangis tapi matanya terlalu sakit untuk menangis. Ia ingin menjerit tapi ada sesuatu yang tertahan.

Namjachingunya itu meninggal aku tidak dapat lagi menceritakan ini……

“Kau baik-baik saja?” tanya appa Jeoran terbangun dari tidurnya.

“Aku baik-baik saja.” Ucap Jeoran pelan.

“Nafasmu sudah berat. Jika tidak kuat membacanya tidak usah dibaca. Ceritanya sungguh menusuk.” Ucap appa.

“Aku kuat appa.” Ucap Jeoran bersih keras.

10 Juni

Jonghyun meminta untuk bertemu tapi aku tolak. Semalam aku menangis saat menulis diary. Saat akan tidurpun aku menangis. Mataku masih bengkak. Aku tidak ingin Jonghyun khawatir.

Jeoran memegangi dadanya. Jantungnya terasa sesak. Ia sulit bernafas. Sebisa mungkin ia berusaha untuk tenang dan melanjutkan membaca diary milik saudar kembarnya itu.

14 Juni

Sepertinya dia sungguh merindukanku. Sudah cukup lama kami tidak bertemu. Bahakan sejak 11 Juni kemarin aku tidak berhubungan dengannya. Ada ide gila di otakku. Aku ingin membuatnya dua kali lebih terkejut besok saat ulang tahunnya.

Nah sebaiknya aku tidur. Karena besok akan menjadi hari yang panjang.

15 Juni

Rencanaku berhasil. Ia sempat kesepian hari ini dan wajahnya itu sungguh menyedihkan. Ia sedih tidak dapat melihatku. Ia kesepian karena aku maupun kawan-kawanya tidak bersamanya. Dan herannya lagi dia lupa jika hari ini dia ulang tahun. Aku tertawa terbahak-bahak saat dia bilang ‘Jadi hari ini aku ulang tahun?’ dengan tampang innocentanya. Astaga~ sesibuk itukah dia sehingga lupa dengan ulang tahunnya sendiri.

16 Juni

Ia memuji-muji pemberianku. Katanya ia sangat menyukai pemberianku. Aku senang jika ia menyukainya.

20 Juni

Aku mentertawakan Jonghyun. Hari ini dia dikejar fansnya. Kasian dia kelelahan. Ia mengomel kepadaku karena mentertawainya.

22 Juni

Lagi-lagi di dikejar fansnya. Kali ini ia meminta bantuanku. Tapi aku hanya terdiam dan pura-pura tidak mengenalnya. Aku memperhatikannya dari jauh. Ia dikerubungi beberpa yeoja yang minta tanda tangan dan foto bersamanya. Ia juga mendapatkan beberapa hadia dari fansnya. Ia menyuruhku untuk membawa beberapa diantaranya karena ia kesulitan membawanya. Tapi aku menolak. Aku menjaga jarak dengannya. Aku tidak ingin semua orang tau jika kami berpacaran. Nanti aku di musui teman sekampusku yang menyukai Jonghyun.

25 Juni

Dia ngambek. Dia tidak membalas sms maupun mengakat telponku. Yonghwa  oppa bilang sebaiknya aku minta maaf kepadanya hari ini juga. Sebenernya aku ingin menemuinya tapi saat ini aku ada studi di luar kota.

27 Juni

Eomma bersikap aneh. Saat aku tiba di rumah tadi ia langsung memelukku erat sekan-akan aku sudah lama tidak pulang. Malam ini juga aku mendengarnya menangis. Ia menyebut-nyebut nama Jeoran. Aku khawtir. Apa ada sesuatu yang terjadi dengan onnie? Aku mencoba menghubungi appa. Appa bilang onnie baik-baik saja. Ia sedang ada di kamarnua. Aku berbicara dengannya, dari suaranya aku bisa menebak ia baik-baik saja. Aku menitikkan air mata. Aku merindukan suaranya.

28 Juni

Hari ini eomma ada tugas di luar kota dan mungkin beberapa hari tidak akan kembali. Saat berangkat ia memelukku dengan erat. Dia berulang ulang kali mengatakan bahwa aku harus kuat jika eomma tidak ada. Aku sedikit heran dengan tingkahnya yang aneh hari ini.

Sore ini aku menemu Jonghyun untuk meminta maaf kepadanya. Dia langsung memelukku. Katanya dia merindukanku. Astaga dia seperti anakku saja.

29 Juni

Aneh. Eomma bilang tiap pagi dan malam ia akan menelponku tapi hingga kini ia tidak menelpon. Apa di sana tidak ada jaringan?

Jonghyun baru tau jika aku sendirian di rumah sejak kemarin. I berencana menginap di rumahku untuk menemaniku tapi apa yang ia dapat. Ia mendapatkan jitakanku. Apa orang bilang jika aku berdua dengan Jonghyun di rumah tanpa pengawasan siapapun. Aku tidak mau di cap yeoja nakal.

Perasaanku masih tidak enak tentang eomma.

6 Juli

Sudah seminggu eomma pergi meninggalkanku sendiri di dunia ini. Aku tidak menyangka ia akan pergi secepat ini. Pada tanggal 30 Juli beberapa orang datang ke rumah. Aku terkejut dengan apa yang mereka bawah. Ia mengantarkan jasad eomma. Ia meninggal karena kecelakaan 29 Juli sekiatar jam sebelas malam karena kecelakaan. Aku terkulai lemas dan jatuh pingsan.

Appa dan onnie datang kemari. Aku berharap Jonghyun juga datang kemari menemuiku. Tapi dia ada job di Jeju waktu itu. Hari ini ia baru kembali. Ia menemaniku.

Aku yakin Jeoran onnielah yang paling terluka diantara kami semua. Ia jarang bertemu dengan eomma. Kebersamaannya bersama eomma dapat di hitung dengan dari. Aku dapat melihat dari gerak-geriknya ia sangat terluka.

“Kau tidak apa-apa?” tanya appa panik.

Jeoran memejamkan matanya.

“Aku baik-baik saja.” Ucapnya berbohong.

“Kau yakin?” tanya sang appa.

“Ne~ aku hanya sedikit lelah. Aku akan melanjutkan membaca nanti.” Ucap Jeoran.

“Tidak usah kau baca lagi diary itu. Sini berikan kepada appa.” Ucap appa merebut diary dari tangan Jeoran.

“Jangan membuatku tambah sakit dengan merenggut diary itu appa!” sentak Jeoran.

Appanya mengembalikan diary itu kepada Jeoran.

Nafas Jeoran masih tidak teratur. Dadanya sesak dan ia sulit bernafas. Ia meminta segelas air kepada pramugari. Tapi tetap saja rasa itu tidak menghilang. Ia memasang lagi headset yang sempat di lepaskan appanya.

Ia memturkan lagu sedih itu lagi. Jantungnya berdetak lebih kencang. Lalu ia memutuskan memutarkan lagu klasik. Perasaannya sedikit tenang. Ia memutuskan kembali membaca diary itu. Ia membolik-balik diary itu hingga beberapa lembar. Sepertinya ia sudah tidak kuat membaca tulisan tangan saudaranya beberapa hari itu.

31 Oktober

Seharusnya aku ikut appa dan onnie ke Amerika. Aku merasa hidup sendiri di sini. Jonghyun jarang menemaniku. Ia disibukan oleh pekerjaanya.

1 November

Aku benar-benar cemburu. Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan musik, sahabat dan fansnya dari pada bersamaku.

5 November

Perasaanku lega kembali setelah ia mengajakku ke lotte world hari ini. Ya meski kami ke sana tidak berdua tapi bersama dengan anggota band lannya tapi aku cukup senang. apa lagi melihat penampilan mereka. Mereka berpakaian super aneh agar tidak ketauan identitas yang sebenarnya. Diantara penyamaran mereka, penyamaran yang paling menghebohkan adalah namjachinguku sendiri. Ia menyamar menjadi yeoaja. Lebih tepatnya ahjumma. Aku tertawa terbahak-bahak melihatnya.

Ia berusah menghiburku dengan berpenampilan layaknya ahjumma. Ya~ aku merindukan eommaku~ aku merindukan sosok eomma. Dan ia berhasil menghapus rindu itu. Hari ini ia berhasil menarik otot-ototku hingga aku tidak dapat berhenti tersenyum.

6 November

Hari ini aku bangun kesiangan. Mungkin karena kelelahan. Senyumku masih ada. Aku ingin berterimah kasih kepadanya karena membuatku bahagia seperti ini.

7 November

Aku tidak menyangka ia bersama yeoja lain. Siapakah yeoja itu? Mengapa ia membirkan yeoja itu menggandeng tangannya?

Dadaku sesak aku tidak kuat lagi melihatnya. Aku urungkan niatku untuk berterima kasih kepadanya.

17 November

Sudah beberapa hari aku tidak bertemu dengannya. Aku menghindarinya. Ia tidak curiga akan keanehanku. Aku bilang aku sibuk mengerjakan tugas kuliah, dan iapun percaya.

Tapi akhir-akhir ini aku seringkali tertidur. Bahkan beberapa hari yang lalu aku tertidur selam dua puluh jam. Untung saja saat itu libur dan aku berada di rumah.

Besok aku mau periksa ke dokter tentang keadaanku ini.

18 November

Lagi-lagi dokter mengatakan aku kelelahan. Aku harus menjaga makananku. Ia menyuruhku makan tertaur dengan porsi yang cukup. Ia juga menyarankan aku untuk minum vitamin.

19 November

Aku mengikuti terapi. Siapa tahu berhasil .

21 November

Terapi itu tidak berhasil. Hari ini aku tertidur di kelas. Untung dosenku pengertiaan. Ia melihatku tidak dalam kondisi fit jadi ia tidak memarahiku.

22 November

Hari ini aku menghubungi onnie. Aku takut onnie juga mengalami hal yang sama denganku. Ternyata ia baik-baik saja. Aku tidak percaya. Aku mendesaknya dan iapun mengaku bahwa ia sedkit lelah karena membuat skripsi. Aku menyuruhnya untuk istirahat yang cukup. Jika dia tidak dapat menjaga kondisi lalu sakit, akupun ikutan sakit. Karena kami berdua kembar. Kami punya ikatan batin.

23 November

Aku tidak mau egois menyuruh onnie untuk istirahat yang cukup. Aku juga harus menjaga tubuhku. Aku tidak ingin mengkhawatirkan banyak orang.

24 November

Aku heran dengan Jonghyun. Sudah dua minggu lebih kita tidak bertemu, kenapa ia tidak menemuiku? Bukankah ia selalu merindukanku?

Apa jangan-jangan ia sudah melupakanku?

Apakah ia sedang berjalan dengan yeoja itu saat ini?

30 November

Aku kalah. Aku benar-benar merindukannya. Aku memutuskan menemuinya. Ia bersama yeoja itu. Mereka berdua cukup dekat. Lalu aku bertanya kepada Jungshin oppa siapa yeoja itu. Katanya yeoja itu salah satu penggemar. Dan ia mengatakan kepadaku bahwa aku tidak perlu cemburu kepada yeoja itu karena Jonghyun hanya menyukaiku. Aku harap bergitu. Akupun kembali. Aku tidak kuat melihat mereka berdua.

1 Desember

Jonghyun menemuiku. Ia memelukku erat katanya ia merindukanku. Tiba-tiba ia bertanya apa aku ada rencana bulan ini. Aku mengatkan tidak. Lalu ia bertanya apakah aku akan ke Amerika? aku jawab iya. Aku akan ke Amerika Januari nanti. Lalu aku bertanya ada apa. Dia tidak menjawab.

4 Desember

Ia sering menemuiku. Apakah dia sudah tahu bahwa aku cemburu kepadanya?

5 Desember

Ia menyuruhku untuk tidak kemana-mana pada minggu terakhir bulan ini. Entah apa rencanya.

6 Desember

Aku masih saja tertidur berjam-jam malam maupun siang. Hari ini aku tertidur empat kali. Sepertinya aku harus ke dokter lagi. Tapi kali ini aku harus ke dokter yang berbeda. Sepertinya aku tidak cocok dengan dokter yang pertama itu.

7 Desember

Dokter bilang aku terlalu banyak pikiran sehingga membuat otakku lelah dan akupun seringkali tertidur. Ia menyuruhku untuk menenangkan pikiranku.

Oke dia benar. Saat aku berpikiran terlalu banyak aku mengalami gejalah ini. Sepertinya aku harus berpikiran positif terhadap semuanya. Aku harus bisa. Aku harus kuat. Aku tidak mau membuat orang lain khawatir.

12 Desember

Oke hari ini lebih baik dari pada hari-hari sebelumnya. Setidaknya siang tadi aku tertidur cuma dua jam. Biasanya tiga jam bahkan lebih.

14 Desember

Hari ini Jonghyun mengajak makan malam. Makan malam yang super romantis. Tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Hari ini aku seperti di negri dongen menjadi seorang putri dan dia menjadi pangerannya.

17 Desember

Aku baru ingat tanggal 21 besok hari jadiku dengan Jonghyun. Astaga kenapa aku bisa lupa ya. pantas saja ia menyuruhku untuk tidak kemana-mana. Wah aku hasru beli hadiah untuk hari jadi kami.

20 Desember

Kenapa aku jadi lupa begini ya? Aish~ tidak mungkin membeli hadiah. Aku belum siap. Sepertinya aku harus minta maaf kepadanya karena tidak memberikan hadiah.

21 Desmeber

Kami merayakan di tempat biasa kami bertemu. Di tempat dimana ia mengatakan perasaanya kepadaku. Aku sedikit takut jika ada netizen yang memergoki kami. Tapi dia bersikap santai. Tapi tidak untukku. Karena khawatir dengaku ia memutuskan untuk membawaku ketempat itu. Tangannya mengenggam tanganku. Lalu saljupun turun. Musim dingin telah tiba. Kami terdiam memandang salju yang turun. Saat ia mengutarakan perasaanya juga seperti ini. Salju pertama musim dingin turun.

Aku suka tempat ini. Tapi menyewa tempat ini sungguh mahal. Di sini aku merasa hangat. Sudah lama aku tidak kemari. Aku senang Jonghyun mengajakku kemari. Januari kami kemari dan Desember kami kemari lagi. Aku merasa ada yang aneh.

Yang jelas hari ini akau bahagia sekali. Dia memaafkanku karena aku tidak membeli kado seperti biasanya. Dia mengatakan bahwa ia telah memberi kado untuk kita berdua.

Cincin emas putih. Itu yang ia berikan. Ia mengatakan ia ingin menikah denganku. Tapi tidak dalam waktu dekat ini. Ia mengatkan setahun lagi ia akan menikahiku. Karena beberapa bulan ke depan jadwalnya padat. Ia berpendapat bahwa kami akan menikah tepat setahun lagi tanggal 21 Desmeber.

24 Desember

Appa menelpon katanya onnie sakit. Astaga aku jadi ingin ke Amerika saat ini juga.

26 Desember

Aku tertidur selama seharian kemarin. Jonghyun sangat khawatir denganku karena aku tidak membalas smsnya maupun menerima telponnya. Bahkan saat ia ke rumahku ia tidak dapat menemukanku karena aku tertidur. Akupun berbohong kepadanya bahwa hari itu aku di ajak teman ke luar kota dan aku lupa membawa HP. Aku tidak ingin membuatnya khawatir.

27 Desmeber

Aku masih saja tertidur. Sepertinya aku harus cepat-cepat ke Amerika menemui onnie dari pada aku kepikiran seperti ini hingga membuatku tertidur.

28 Desember

Aku sudah membeli tiket ke Amerika. aku akan berangkat tanggal tiga puluh besok. Aku memilih berangkat pada malam hari. Aku takut kesiangan karena akhir-akhir ini aku sering bangun siang.

30 Desember

Hari ini Jonghyun mengantarkanku ke bandara. Ia menyuruhku langsung istirahat jika tiba di Amerika. ia juga menyuruhku untuk mengirim pesan atau menerima telpon darinya.

2 Januari

Onnie tidak apa-apa. Dia hanya darah rendah. Untukng tidak terlalu parah.

3 Januari

Lagi lagi aku bangun siang. Jam sudah menunjukan pukul 14.05. Appa dan onnie sangat khawatir dengamku lalu aku mengatkan kepada merke mungkin ini efek jet lag dan insomnia. Maaf aku harus berbohong.

4 Januari

Appa menyuruhke ke dokter untuk mengecek kondisiku. Aku masuk ke rumah sakit sendiri dan menyurh appa bekerja. Aku takut dia telat. Toh aku fasih berbahasa inggris, jadi aku bisa melakukannya.

Tapi apa yang ku dapat saat meriksa kondisiku ke dokter, ia bilang aku mengidap penyakit Narcolepsy Kronis. Katanya waktuku tidak sampai setahun. Ia memberiku resep obat yang membuatku merasa lebih baik. Tapi obat ini tidak bisa menyembuhkanku. Dokter bilang aku bisa saja meninggal kapanpun. Dengan cara tidur dan tidak bangun-bangun. Kemudian aku bertanya kenapa aku mendapatkan penyakit ini. Ia bilang mungkin karena ada sarafku yang tidak berfungsi dengan baik serta pikiran. Banyak pikiran tidak baik untuk saraf ataupun otak. Saat banyak pikiran kita cendrung memperkerjakan otak secara berlebihan. Sehingga otak lelah. Jika shock dapat membuat saraf menegang lalu jatuh pingsan. ini sungguh mengerikan.

Aku memutuskan menyembunyikan ini semua dari oarang-orang yang menyanyangiku.

5 Januari

Hari ini aku berpesan kepada Jeoran onnie jika Jonghyun menelpon dan saat itu aku tidur aku ingin ia mengangkatnya dan berpura-pura menjadi dirku. Awalnya dia menolak tapi saat ku jelaskan bahwa aku tidak ingin membuat Jonghyun khawatir karena aku kurang enak badan, iapun menerima.

6 Januari

Aku bangun kesiangan. Aku lupa minum obatnya kamrin. Kenapa aku bisa lupa seperti ini?

Onnie bilang Jonghyun menelpon semalam. Ia mengangkatnya. Jonghyun sempat curiga karenca cara bicara kami berbeda. Onnie mangatakn jika aku tidak enak badan. Jonghyun mengumbar kemesraan semalam. Aku tidak dapat membyangkan wajah Jonghyun jika tahu bahwa itu bukan aku pasti dia malu. Lebih lucunya lagi onnie bilang bahwa dirinya tidak mencintai Jonghyun. Ia benci kepada Jonghyun karena jarang meluangkan waktu bersama. Lalu ia mengatakan jika Jonghyun telat menjemput dia akan kembali ke Amerika. kata onnie Jonghyun sempat panik waktu itu.

9 Januari

Akhirnya aku tiba di Seoul. Jonghyun menjemputku di bandara. Ia mengatakan bahwa ia takut kehilanganku. Ia menganggap serius ucapan onnie. Ia sedikit terkejut mendengar aksenku. Saat di telpon aksenku tidak seperti itu. Yaiyalah waktu itu yang mengangkat telpon onnieku.

10 Januari

Berkat obat itu aku bisa menjalankan aktivitasku seperti biasanya. Hari ini juga aku mendapatkan ide. Ide yang aku siapkan sebelum kematianku. Jika aku mati nanti aku ingin Jeoran onnie menjaga namjachinguku. Aku ingin ia berpura-pura menjadi diriku.

11 Januari

Kata dokter waktuku tidak sampai setahun. Jadi aku tidak mungkin bisa menikah dengan Jonghyun. Aku sedikit lega. Aku tidak ingin mengatkan aku tidak mau menikah dengannya karena waktuku tidak lama lagi. Itu semakin membuatnya penasaran apa yang terjadi padaku. Lebih baik Jeoran onnie yang mengatakannya.

Besok aku akan mengemas semua diaryku aku ingin memberikannya kepada Jeoran onnie. Mungkin saja diaryku dapat menggantikanku selama aku pergi.

12 Januari

Hari ini aku sudah mengemas semua dairyku. Semuanya aku simpan dalam kotak kardus. Aku menyimpannya. Sekarang aku harus menyusun surat wasiat.

21 Januari

Hari-hari aku jalani seperti biasa. Dan hari ini aku ke dokter. Aku bertanya tentang kondisiku. Dokter kali ini berbeda dari pada yang sebelumnya. Mungkin biayanya mahal tapi aku yakin hasilnya memuaskan. Ia pasti bisa memberikan jawaban yang tepat.

Dia bilang waktu tinggal tiga hingga enam bulan lagi. Lalu aku bertanya soal obat. Ia mengatkan kepadaku jika obat yang aku minum adalah obat yang terbaik untuk penyakit yang aku derita. Ia mengatkan bahwa obat itu tidak di jual di Korea. Di Korea hanya menjual obat  Narcolepsy biasa yang hanya membuat kita bangun dan tidur secara seimbang. Tapi tetap saja efek letih, lemas lunglai itu masih ada. Obatku ini sungguh efektif. Membuatku hidup normal. Tapi ada kalanya jika aku terlalu banyak pikiran dan lelah, aku akan kembali tertidur tapi tidak lama. Mungkin hanya 2-4 jam pada siang hari.

22 Januari

Aku terkejut mendengar ia bertanya kenapa aku ke rumah sakit. Dari mana ia tahu? Aku mengatakan bahwa aku ke rumah sakit untuuk konsultasi ke dokter karena aku seringkali pusing. Dan aku menjelaskan bahwa kata dokter aku terkenah darah rendah. Ia tidak percaya. Lalu aku mengatakan bahwa jika ia tidak peraya ia dapat bertanya langsung ke dokter.

Untung saja aku sudah berpesan jika ada yang menyanyakan tentang kondisiku aku menyuruhnya tidak mengatkan yang sebenarnya dan dia mau. Ya, dokter memang harus bisa menjaga rahasia pasiennya.

Maafkan aku Jonghyun. Aku harus berbohong kepadamu.

2 Februari

Obatku mulai menipis. Sepertinya aku harus membeli obat lagi. Tidak apa-apa jika obat itu tidak sehebat obat yang biasanya. Yang penting aku tidak tertidur di kala matahari menampakan dirinya.

13 Februari

Aku jarang menulis diary karena aku seringkali mengantuk saat akan menulis. Ini saja sudah mengantuk.

14 Februari

Astaga aku lupa jika hari ini hari kasih sayang. Aku tidak membuat coklat untuknya. Ku lihat sepertinya dia cukup banyak mendapatkan coklat dari fansnya.

Melihatku murung ia bertanya kepadaku mana coklat untuknya. Aku minta maaf kepadanya bahwa aku lupa. Bahkan aku menangis saat meminta maaf kepadanya. Dia malah khawtir denganku karena aku menangis padahal dia tidak apa-apa jika tidak mendapatkan coklat dariku. Dia sudah senang dapat bersamaku dan menghabiskan hari ini denganku.

20 Februari

Obat ini memang tidak seefektif obat pertamaku. Aku seringkali pusing. Apa pusing ini juga gejelah dari penyakitku? Sebaiknya aku minum banyak air putih.

28 Februari

Kemarin aku jatuh pingsan saat jalan dengan Jonghyun. Ia sangat khawatir dengaku. Ia membawaku ke dokter. Kata dokter aku terkena darah rendah. Dan dokter itu tidak mengatakan bahwa aku terkena Narcolepsy. Memang gejalah yang ku alami ini lebih mengarah ke darah rendanh.

3 Maret

Lagi-lagi aku membuatnya khawtir dengan keluarnya cairan berwanah merah dari hidungku. Aku berusaha meyakinkannya bahwa aku baik baik saja. Aku mengatakan kepadanya mungkin aku kena panas dalam. Aku tidak sanggup melihatnya seperti itu.

Sebaiknya aku menghindarinya untuk sementara waktu.

6 Maret

Gejalah-gejalh itu sering muncul. Akupun konsultasi ke dokterku. Ia mengatakan bahwa mungkin aku tidak cocok dengan obat baruku ini. Ia menyarankan aku untuk membeli obat pertamaku. Itu artinya aku harus ke Amerika.

7 Maret

Aku meminum vitamin dan obat-obatan yang membuatku fit. Aku memutuskan untuk tidak kuliah dalam waktu seminggu ini. Aku ingin beristrihat total agar aku bisa tahan dengan jet lag ke Amerika.

10 Maret

Aku belum memberi tahu Jonghyun bahwa aku akan ke Amerika. sebaiknya aku tidak cerita. Pasti dia bertanya-tanya alasanku ke sana. Jika aku menceritakan bahwa onnie atau appaku sakit pasti ia bersih keras ikut denganku karena maret ini jadwalnya tidak padat.

14 Maret

Ia mulai curigah dengaku. Ia merasa jika aku menghindarinya. Memang tidak baik seperti ini. Sepertinya besok aku akan menemuinya.

15 Maret

Ternyata dia mendapat job dadakan syuting iklan di luar kota. Lima hari lagi ia kembali.

21 Maret

Seharusnya dia sudah kembali sehari yang lalu. Kenapa tidak kembali juga ya? Aku jadi khawatir.

22 Maret

Aku membeli tiket hari ini. Aku berangkat tiga hari lagi. Tapi aku merasa tidak enak karena dia tidak dapat dihubungi aku jadi khawtir. Aku takut ada sesutu yang buruk terjadi.

23 Maret

Hari ini aku menemuinya di home music production tempat ia bekerja. Minhyuk bilang Jonghyun ada. Ia juga menceritakan bahwa tiga hari yang lalu mereka kembali dari luar kota. Lalu ia mengatkan bahwa Jonghyun ada di studio. Dan alangkah terkejutny saat aku melihat Jonghyun bersama seorang yeoja. Mereka bercanda ria dan tampak sangat akrab. Yeoja itu fans yang dulu. Mereka tampak mesra. Membuat dadaku sakit. Sakit sekali~

24 Maret

Jonghyun meminta untuk menemuinya di studio. Tapi saat aku ke sana dia tidak ada. Manejernya bilang dia ada di restoran sebelah. Akupun menemuinya. Tapi apa yang aku dapat. Aku…

===to=be=continue===

Hiks hiks sedih banget. Lagi ulta malah nangis. Eh belum sich masih beberapa jam lagi. ^o^

Gimana readers? menyedihkan gak?

Mohon kritik saran serta komentarnya~ *bow*

Iklan

About Lyra Callisto

Saya tuh orang yang aneh karena susah ditebak. Saya suka dengerin musik terutama Kpop, ngetik/nulis fanfiction, buka akun, ngedance, nonton acara about korea Status: menikah dengan Kim Jaejoong, bertunangan dengan Lee Donghae, berpacaran dengan Choi Minho, berselingkuh dengan Cho Kyuhyun, mengakhiri hubungan dengan Choi Siwon, menjalin hubungan dengan Choi Jonghun, berkencan dengan Kevin Woo, menjalin hubungan tanpa status dengan Nichkhun dst.

16 responses »

  1. sorry ni bru sempet baca..
    huaaa miris ak baca nya! bagus banget chingu ak sukaa.. aplg ngebayaning jonghyun yg romantis >.<
    lanjuutny cepet yaa ^^d trus mension ak ya /plakk *banyak maunya*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s