You Make Me Smile

Standar

Tittle: You Make Me Smile

Author: WinkiesWingers

Genre: romance, friendship

Rate: PG 15

Cast:

–          Kim Jaerin / Kim Joeran ( Lyra Callisto)

–          Lee Donghae

–          Cho Kyuhyun

Disclaimer: They’re not mine ^^ .. Story is mine! Hha

A/N:  hello hello * ngedance hello-shinee* .. kyknya saya mengurungkan niat vakum deh. Hhaha.. tp gak tau juga deh. Kali ini mo bawain FF special for nae yeodongsaengie, Lyra ^^ .. awalny aragu juga mo ngepostin ni FF. So..sori ye, klo critanya ancur ><. Belakangan ini napsu bkin FF berkurang. Udh gak bgitu berminat bkin FF.. karena kesibukan yg padatlah yg membuat author kesayangan kalian ini, jd jrg ngeposting FF 😥 .. gak ush banyak omong, siapin kripik kalian dan mari kita baca bersama2 FF terindah ini. Gyahahaha…

= = = = = = = = = = == =

<Photo 1>

“Gyahaha…” gelak tawa ketiga bocah itu membahana ke seluruh taman samping sekolah dasar mereka.

“Donghae-ya, lihat! Bukankan ikan itu mirip dengan dirimu?” Jeoran menunjuk salah satu ikan kecil yang lincah berenang kesana-kemari. “Geurae! Mirip sekali dengan dirimu, Hae! Hhahaha..Gak bisa diam.” celetuk Jaerin.

Donghae menggembungkan pipinya mendengar olokan kedua gadis kembar dihadapannya ini. “Aigoo! Uri Lee Donghae, ngambek nih critanya?” ujar Jaerin sembari mengacak-acak rambut Donghae. “Ne! Dasar, boncel!” balas Donghae mengacak rambut Jaerin kemudian DOnghae berlari menjauh dari Jaerin. “Yaa! Lee Donghae! Jugeoshipeo?” Jaerin mengejar Donghae. Jeoran, saudara kembar Jaerin hanya tersenyum melihat adiknya dan Donghae berlarian.

“Jaerin-a, geumanhae!” seru Donghae. Ia berhenti diikuti Jaerin yang juga berhenti lari. Mereka berdua terlihat kelelahan. Jeorang berjalan menghampiri mereka. “Jaerin-a..Jeoran-a..” panggil Donghae. “mm, ne?” sahut mereka bersamaan. “Besok..hari ulang tahun kalian kan?” . “Benar! Hampir saja aku lupa kalau besok adalah hari ulang tahun kami berdua!” Jaerin terlihat bersemangat. “Unnie! Ka ja! Kita bilang ke appa dan eomma untuk merayakan ulang tahun kita”

“Ne, arasseo ..”

Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing.

Hari yang sangat dinanti oleh Jaerin dan Jeoran telah tiba. Seharian ini Jaerin terlihat sangat bersemangat menyambut hari ini. Berbeda dengan kakak kembarnya, Jeoran. Jeoran yang memang lebih feminine daripada Jaerin yang sedikit tomboy. Jeoran terlihat lebih tenang dan senyuman lembutnya terus menghiasi paras cantiknya.

“Jeoran-a” panggil Donghae. Jeoran menghentikan langkahnya menuju kantin dan menoleh kearah Donghae. “ada apa?” tanya Jeoran. “Eee.. igeo!” Donghae menyerahkan sebungkus cokelat pada Jeoran. Bocah kecil ini menundukkan kepalanya berharap Jeoran menerima pemberiannya itu. “untuk ku?” . “mm..” Donghae mengangguk kuat. Jeoran tersenyum dan menerima cokelat dari Donghae. “Gomapta, Donghae-ya.”

Tanpa disangka, Jeoran mengecup pipi kanan Donghae. Jaerin hanya diam melihat kedua orang itu dari jauh yang tidak dapat dilihat oleh mereka berdua.

“Unnie, ppali wa..acara ulang tahun akan dimulai.” tersirat kecemasan diwajah Jaerin. Gadis kecil ini terus-terusan mondar-mandir di depan gerbang rumahnya menantikan sang kakak yang tak kunjung kembali. Jaerin memutuskan untuk mencari Jeoran seorang diri.

“Jaerin-a!!” teriak Jeoran dari seberang jalan. “Aku membelikan sebuah kado untukmu!” Jeoran berlari menyeberang jalan tanpa melihat kanan kirinya.

“Unniee!!!”

Airmata langsung menetes di pipi Jaerin, “UNNIE!!! ” teriak Jaerin.

= = = = = = = = = = = = = = =

Ia tersentak dan terbangun dari tidurnya. Gadis itu mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Kejadian 7 tahun silam itu kembali muncul di dalam mimpinya. Dengan sendirinya airmata menetes membasahi pipinya. Tepat hari ini tanggal 26 maret adalah peringatan hari kematian sang kakak, Kim Jeoran. Sekaligus, hari ulangtahun dua gadis kembar ini. Jeoran meninggal karena kecelakaan saat gadis cilik itu setelah membeli kado ulangtahun untuk Jaerin. Kematian Jeoran di hari ulangtahun mereka meninggalkan kepahitan dihati Jaerin. Entah sudah berapa lama ia idak merayakan ualngtahunnya karena ia sangat membenci perayaan ulangtahun yang akan mengingatkannya pada kejadian pahit itu.

Sudah  2 hari belakangan ini sosok namja itu tidak menampakkan diri dihadapan sang gadis ini. Namja yang dulu nya ia benci karena selalu menganggu dirinya kini berhasil membuat hatinya gelisah. Cho Kyuhyun, seorang wakil ketua OSIS yang setahun lalu menggemparkan seisi sekolah dengan pernyataan cintanya pada Kim Jaerin di hadapan seluruh murid SMA di daerah Apgujeong.

Matanya terus melihat kearah luar jendela berharap namja yang sering mengendarai motor sport itu datang. Namun, hingga gerbang itu ditutup namja itu tak kunjung menampakkan dirinya. “aa~ michigeutta!” gerutu Jaerin. Seseorang berjalan mendekatinya. Seluruh yeoja dikelas itu berteriak histeris melihat kedatangan sang ketua OSIS yang tenar dikalangan murid-murid yeoja. Ia menarik kursi hingga duduk berhadapan dengan Jaerin. “Kau kenapa,huh? Pagi-pagi sudah kusut mukanya,” celetuk namja yang bernama Lee Donghae ini. Donghae adalah sahabat dekat Jeoran dan Jaerin. Jaerin menaruh hati pada Donghae sudah lama. Ia pikir perhatian Donghae yang menurutnya sedikit berlebihan untuk ukuran seorang sahabat juga menaruh hati padanya. Tai, nyatanya hati Donghae masih untuk Jeoran.

“Enggak kenapa-napa,” jawab Jaerin.  Donghae menganggukkan kepalanya seraya mengedarkan penglihatannya mencari orang yang ia cari. “Jaerin-a, kau lihat Kyuhyun?”

Sekali lagi, jantungnya berdegup saat mendengar nama Kyuhyun disebut. Entah apa yang salah dengan dirinya sampai ia tidak bisa berhenti memikirkan namja yang tanpa sadar telah mengisi kehidupannya. “Molla,” jawab Jaerin tidak peduli dengan namja yang menjabat wakil ketua OSIS itu.

“Tampaknya dia tidak masuk lagi. Apa mungkin masih sakit?” celetuk Donghae sambil sesekali melirik Jaerin. Donghae tahu bahwa sebenarnya Jaerin juga menyukai Kyuhyun. Tapi gadis ini selalu menyangkalnya. “kalau begitu, tolong padamu antar dokumen ini ke rumah Kyuhyun,” perintah Donghae. “Dan ini alamatnya. Annyeong!” Donghae langsung pergi meninggalkan kelas bertepatan dengan Guru yang masuk ke dalam kelas.

“Setelah pertigaan itu belok kanan…” Jaerin terus memperhatikan kertas denah yang diganbar oleh Donghae. “Rumahnya berpagar kayu, dengan design ruahnya yang vintage. Itu!!” Jaerin berlari menuju rumah yang dimaksudkan di dalam kertas itu. Jaerin menujulurkan tangannya untuk menekan tombol bel. Belum sampai ia menekan tombol bel, dari arah dalam terdengar suara motor yang tak asing di telinga Jaerin. Kemudian, seorang namja keluar dari balik gerbang mengenakan celana pendek beserta kaos putih polos tak berlengan. Namja itu terlihat kaget dengan kehadiran Jaerin, “Jaerin? Wae…”

Jaerin langsung menyela,” igeo!” . Gadis itu segera menyerahkan dokumen titipan dari Donghae,” Ketua OSIS menitipkannya padaku untuk diserahkan padamu.”

“aa,ne. Kamsahamnida,” Kyuhyun menerima dokumen itu. Jaerin terus memperhatikan Kyuhyun,”Kau.. apa kau sedang sakit? Sudah 2 hari ini kau tidak masuk.”

“aku.. “ Kyuhyun terlihat ragu-ragu menjawab pertanyaan Jaerin. “Benar, aku sedang sakit,” ungkapnya. “Wae? Kau mengkhawatirkan diriku??” goda Kyuhyun. Wajah Jaerin memerah seketika,”a—aniya!!”

Jaerin memutar tubuhnya. Tapa pamit ia pergi tapi dengan sigap Kyuhyun menahannya. “Besok ikut denganku,” ajak Kyuhyun. “Untuk apa? Shireo!”  tolak Jaerin. “Pokoknya besok aku menjemput ke rumahmu!” ujar Kyuhyun tidak mau kalah. Melihat tatapan Kyuhyun yang tajam Jaerin mengalah, “Terserah!” . Kyuhyun tersenyum puas dan melepaskan Jaerin.

= = = = = = = = = = = =

“Ireona, ppali!!!”

“Shireo!!”

“Yaa! Kim Jaerin, ppali!!” Donghae terus berusaha keras membangunkan Jaerin.

“Shireo!!” Jaerin bersikeras tidak bangun dari tidurnya.

“kau lupa hari ini hari peringatan kematian kakakmu?” sentak Donghae yang mulai hilang kesabarannya. Jaerin membuka selimutnya hingga batas leher. “Aku tidak akan pergi!” gadis itu kembali menutup wajahnya dengan selimut. “Harus pergi!” Donghae menarik selimut hingga terpisah dari tubuh Jaerin. Kemudian, ia menarik tangan Jaerin sampai gadis itu terduduk.

Donghae membersihkan batu nisan itu sedangkan Jaerin berdiri diam hanya menatap batu nisan itu. Setelah selesai membersihkan makam millik Jeoran, Jaerin meletakkan rangkaian bunga yang ia pegang lalu bersama-sama mereka berdua berdoa.

“Jeoran-a, saengil chukhaeyo.. hari ini adalah hari ulangtahunmu bersama dengan Jaerin. Jeoran-a, apa kau baik-baik saja disana? Kau tahu, aku sangat merindukanmu.” Ungkap Donghae. Jaerin melirik namja disampingnya itu. Namja itu sungguh orang yang tegar. Tidak pernah sekali pun Donghae menitikkan airmatanya. Saat Jeoran menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit hingga sekarang. Berbeda sekali dengan dirinya yang sampai detik ini belum bisa menerima kematian sang kakak. Bahkan ia benci tanggal 26 maret karena itu mengingatkannya pada Jeoran. Semenjak itu, ia benci dengan perayaan ulangtahun.

“Unnie.. kau beruntung,” celetuk Jaerin tiba-tiba membuat Donghae melihat kearahnya. “Seandainya kau masih ada disini bersama kami. Betapa beruntungnya kau disukai oleh lelaki seperti Donghae yang sampai detik ini tampaknya masih ada kau dihatinya..” . Mata Jaerin mulai berair. “Aku iri..sangat iri padamu, unnie. Kau dicintai oleh lelaki yang kusukai. Bukan! Kau dicintai oleh lelaki yang kau sukai.”

Donghae membelalakkan matanya. “Aku tahu. Kau juga menyukai Donghae bukan? Hahaha.. ternyata kita berdua sama-sama menyukai pria yang sama,” suara Jaerin bergetar. Gadis itu menundukkan kepalanya. Dan , Donghae juga melakukan hal yang sama. Ia baru tahu kalau ternyata Jeoran juga menyukai dirinya.  Setelah itu, suasana menjadi sunyi. Mereka berdua tenggelam dengan pikiran mereka masing-masing.

= = = = = = = = = = = = = =

“Gomawo..”

“Ne. istirahatlah..” Donghae dengan segera melajukan mobilnya. Jaerin terus memandangnya hingga  mobil spert Donghae menghilang dari pandangan matanya. Jaerin melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 5 sore. Seharian ini selain ke makam, Donghae mengajaknya makan di sebuah resto.

Jaerin menghentikan langkahnya saat melihat sosok namja yang sudah lama tidak menampakkan diri dihadapannya,”Kyuhyun?”

Namja itu tersenyum dan sukses membuat Jaerin berdebar-debar. “Untuk apa kau datang kemari?” Jaerin membuang mukanya. “Sudah kukatakan kemarin, kalau hari ini kau harus ikut bersamaku,” jawab Kyuhyun tegas. “Ka ja!!” Kyuhyun langsung menarik tangan Jaerin tanpa ada penolakan dari Jaerin. Kyuhyun memberikan helm pada Jaerin dan segera Kyuhyun melajukan motornya menuju ke sebuah tempat. Selama perjalanan Jaerin tidak mengangkat suara sama sekali.

“Kau benar-benar menyukai Jaerin, Kyunhyun-a?” tanya Donghae tiba-tiba saat mereka berada di ruang OSIS. “Kenapa kau bertanya seperti itu tiba-tiba?” Kyuhyun balik bertanya pada Donghae. “Yaa! Aku tanya seharusnya kau jawab dulu. Pabo!” seru Donghae sembari menjitak kepala Kyuhyun. “Ne, geurae. Wae?” sahut Kyuhyun angkuh. “Ani.. Hanya saja. Jika kau benar-benar menyukai Jaerin. Tolong buat Jaerin kembali tersenyum. Sejak kematian kakaknya, Jaerin jarang tersenyum…”

Ucapan Donghae seminggu lalu kembali terngiang di telinga Kyuhyun. “Aku akan membuat kau kembali tersenyum dengan menikmati hari ulangtahunmu..” gumam Kyuhyun.

Kyuhyun menghentikan motornya. Jaerin melepas helm yang ia kenakan dan pandangannya mengitari seluruh tempat itu. “Untuk apa kau mengajakku kemari?” Jaerin menatap Kyuhyun dingin. “Tentu untuk merayakan ulang tahunmu, Jaerin-a,” jawab Kyuhyun sumringah.

“Shireo!!”

“Shireo? Wae?”

“Aku benci merayakan ulang tahun!” kata Jaerin datar seraya pergi meninggalkan Kyuhyun.

“Yaa!!! Bahaya!!” teriak Kyuhyun

Ckiiiiiiitttt !!!

Suara roda mobil berdecit nyaring memekakkan telinga siapa yang mendengarnya.

Bruuukkkk

Perlahan Jaerin membuka matanya. Ia bisa merasakan deru nafas Kyuhyun yang menimpa dirinya. Kyuhyun memeluk erat Jaerin. Beruntung tadi dengan gesit Kyuhyun menarik tangan Jaerin hingga gadis itu selamat dari maut.

“Yaa! Gwaenchanayo?” Kyuhyun bangkit dari posisinya dan membantu Jaerin duduk. Sekujur tubuh Jaerim gemetar. Keringat dingin mengalir dari dahinya. “Andwae!” wajah Jaerin berubah pucat. Suara tabrakan itu terdengar jelas di telinganya. “andwae!!” teriak Jaerin. Kyuhyun lantas memeluk Jaerin. “unnie…andwae..” Jaerin terisak didalam pelukan Kyuhyun. “Gwaenchana..” Kyuhyun mencoba menenangkan Jaerin yang tampaknya teringat akan kejadian kelam itu.

= = = = = = = = = = = =

“Igeo..” Kyuhyun menyerahkan segelas minuman pada Jaerin. Dengan hati yang masih belum tenang, Jaerin menerima dan meminumnya. “Gomawo..”

“cha! Sekarang ikut denganku!”

“Shireo!”

“Sudah ikut saja!!” paksa Kyuhyun dan menarik tangan Jaerin.

Pemandangan di hadapan mereka membuat Jaerin takjub. “Ini…” Jaerin berjalan mendekati sebuah taman yang di desain khusus,” Apa kau yang menyiapkan semua ini, Cho Kyuhyun?”

Kyuhyun memutar tubuhnya, “Eotte? Kau suka?”

“mm.. jeongmal yeppeuda!” Jaerin mengangguk.

Sebuah dindingdari bebatuan warna putih bertuliskan ‘Saengil Chukhahaeyo uri Kim Jaerin’ yang terbuat dari lampu kecil. Lampu itu menyala kerlap-kerlip dengan berbagai macam warna. Ditambah dengan gemerlap lampu kota Seoul dan bintang yang bertebaran di langit malam.

“Saengil chukhahamnida..saengil chukhahamnida..saengil chukhahamnida..saranghaneun uri Jaerin. Saengil chukhahamnida!!” mendengar suara yang tidak asing, Jaerin berbalik. Didapatinya Donghae membawa kue tart dengan lilin2 kecil. Perasaan Jaerin campur aduk. Belum pernah di dalam hidupnya mengalami hal seperti ini. Ini adalah kado ulang tahun paling special baginya. Selama ini hatinya terbelenggu ketakutan menghadapi hari ulang tahunnya.

Jaerin menutup mulut dengan kedua tangannya. Ia jatuh terduduk. Kyuhyun segera berlari menghampiri Jaerin. Begitu pula dengan Donghae yang meletakkan kue tart yang ia bawa di atas meja dan mendekati Jaerin. “Jaerin-a, gwaenchanayo?” tanya Kyuhyun. “Jaerin-a, gwaenchan—a” Donghae menghentikan langkahnya begitu melihat Kyuhyun memeluk Jaerin. Donghae menarik napas dan tersenyum melihat mereka.

“Kau kenapa,hmm? Uljima…” ujar Kyuhyun menenangkan Jaerin. “mm, Gwaenchana..

“ jawab Jaerin dan melepas pelukan Kyuhyun. Donghae mendekat,” Jaerin-a…”

“Nan gwaenchana..geunyang..seandainya Jeoran juga ada disini sekarang. Pasti dia akan bahagia juga.” Jaerin menundukkan kepalanya. Donghae menepuk lembut kepala Jaerin,” Jeoran sekarang juga pasti bahagia diatas sana melihat dirimu..”

“Jeongmal..jeongmal kamsahamnida!!” seru Jaerin. Kyuhyun terhenyak. Pertama kali sejak bertemu dengan Jaerin di upacara penerimaan siswa baru disekolah mereka. Jaerin tersenyum, gadis itu tersenyum lebar membuat jantung Kyuhyun berdegup kencang. Begitu juga dengan Donghae. Sudah lama ia tidak melihat senyum khas milik Jaerin. “Ini baru Jaerin yang kukenal!” celetuk Donghae dan mengacak-acak rambut Jaerin. “Yaa! Mwo ya? Mwohaesseo (apa yang kau lakukan)?” protes Jaerin melepaskan diri dari dekapan Donghae. Gadis itu mengerucutkan bibirnya dan merapikan rambutnya.

“Success!” Donghae mengacungkan jempol kearah Kyuhyun. “Sekarang terserah kau. Kuserahkan padamu. Annyeong!” Donghae menepuk pundak Kyuhyun dan pergi. “Ketua!!” panggil Donghae sebelum namja itu masuk ke dalam mobilnya. “Mwo? Tugasku sudah selesai! Sekarang kau yang mengambil alih, arachi?” Donghae menyalakan mesin mobilnya dan dnegan cepat melesat pergi.

“aishh! Eottokhaji?” Kyuhyun terlihat bingung dengan yang harus ia lakukan sekarang. “Donghae kemana?” tanya Jaerin yang menghampiri Kyuhyun. “Oh! Kau mengagetkanku! Donghae pulang..” jawab Kyuhyun. “Kenapa dia pulang? Kan acara belum dimulai..” ujar Jaerin kecewa.

“Kalau begitu, kita mulai sekarang! Ka ja!” Kyuhyun menarik tangan Jaerin dan kembali ke tempat mereka tadi. “Make a wish. Lalu, kau tiup lilinnya.”

“oke!” Jaerin menutup matanya. Kemudian, ia tiup lilin2 yang menyala itu. “Chukhahae!!” seru Kyuhyun. “Gomawo,” sahut Jaerin. “Cha! Sekarang kau potong kuenya..”

Setelah itu, mereka berdua dengan serunya merayakan ulang tahun Jaerin. Jaerin tampak bahagia dan Kyuhyun sangat senang melihat Jaerin senang menerima kejutan dari dirinya. Kyuhyun terus melakukan hal yang sekiranya dapat membuat Jaerin tertawa.

“Jadi…” Jaerin menatap Kyuhyun dengan pandangan tidak percaya. “Kau tidak masuk hanya karena mau menyiapkan ini untukku?”

“Umm! Waeyo?”

“Wae katamu? Micheosseo?”

“Mungkin. Ne, mungkin aku memang sudah gila. Seorang wakil ketua OSIS tidak masuk sekolah dengan alasan yang sebenarnya adalah menyiapkan sebuah kejutan untuk seorang Kim Jaerin, gadis yang ia cintai. Itu..bukan masalahkan?”

Jaerin tertegun mendengar perkataan Kyuhyun. Jadi, demi dirinya Kyuhyun merelakan tidak masuk sekolah. Mereka berdua saling bertatapan.

“Jaerin-a..” Kyuhyun mengibas-ngibaskan tangannya di depan mata Jaerin. “aa..ye?” Jaerin tersadar. “Kau kenapa?”

“Aniyo, gwaenchana..”

Gadis ini benar-benar tidak menyangka Kyuhyun menyiapkan ini semua untuk dirinya. Tiba-tiba sebuah kaliamta terlontarkan dari bbir Jaerin,”Kenapa..kenapa kau melakukan ini semua?”

“Kenapa? Bukankah kau tahu jawabannya. Johahanikka..” ungkap Kyuhyun. Dari matanya jaerin bisa membaca bahwa Kyuhyun sungguh2 dengan ucapannya barusan. “Mwo—mworago?”

“Johahanikka, jaerin-a!” seru Kyuhyun. Jaerin berubah salah tingkah. Tidak tahu harus mengatakan apa pada Kyuhyun. Muncul keraguan di hati Jaerin. Di satu sisi kali ini dia sangat senang mendengar Kyuhyun mengatakan menyukainya. Namun, di sisi lain hatinya masih untuk Donghae.

Jaerin berjalan mendekati pagar pembatas. Ia memandang lautan lampu yang menghiasi kota Seoul malam hari. Mendadak seluruh lampu yang ada di taman itu mati. Jaerin terkejut dan menoleh kebelakang begitu ada cahaya yang muncul. Seperti tulisan yang di dinding tadi, kali ini lampu2 itu membentuk gambar hati. Kemudian disusul tulisan ‘Saranghaeyo’ di tengah hati itu. Jaerin menitikkan airmata. Ia terharu melihat itu semua. Dari kejutan ulang tahun hingga mengenai hal ini.

Kyuhyun mendekati Jaerin. Ia membawa rangkaian bunga dan menyerahkannya pada Jaerin, “Saengil chukhae..”

“Go—gomawo..” jawab Jaerin salah tingkah.

“So?” tanya Kyuhyun. Jaerin tampak tidak mengerti maksud Kyuhyun. “Apa kau mau menjadi kekasihku?”

“Ye? aaa..na..”

Jaerin mencoba memantapkan hatinya. Ia memejamkan mata kemudian membukanya perlahan. Senyuman mengembang di pipinya,”Ne. na do …saranghae..”

“Jeongmalyo?” Kyuhyun tidak percaya dengan apa yang ia dengar. “Ne,” jawab Jaerin tertawa kecil melihat ekspresi Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum lebar. Selama ini usaha untuk mendapatkan hati Jaerin membuahkan hasil. “Waa!! Sekarang Kim Jaerin resmi menjadi milik Cho Kyuhyun!!” teriak Kyuhyun.

“Yaa! Kau ini …” Jaerin memukul pundak Kyuhyun.

“Hhahaha..aku terlalu senang, chagiya~”

Jaerin tertawa. Ia mendongakkan kepalanya keatas.

..Unnie, apa kau bisa melihatku dari atas sana?? Hari ini, aku sungguh bahagia.Aku mendapatkan kado special. Kali pertama dalam hidupku. Aku memiliki seseorang yang sangat memperhatikan dan mencintaiku. Aku memeiliki sahabat yang sangat sayang dan selalu menjagaku. Kyuhyun, lelaki yang sudah mengisi relung hatiku. Donghae, sahabat yang sangat berharga. Seandainya kau masih ada di dunia ini, kau juga pasti bisa menikmati perayaan ulang tahun ini. Unnie, baik-baik disana. Aku berjanji akan menjadi JAerin yang seperti dulu. Jaerin yang ceria. Unnie, saengil chukhaeyo..

“Kau sedang melihat apa?” Kyuhyun ikut-ikutan mendongakkan kepalanya. “Lihat! Bintang itu bersinar terang sekali..” Kyuhyun menunjuk salah satu bintang yang bersinar paling terang. “Benar. Sungguh indah..” sahut Jaerin. Kyuhyun melirik kekasihnya, kemudian merengkuh tubuh gadisnya itu ke dalama dekapannya. Jaerin sedikit kaget. “Saranghae..” ucap Kyuhyun dan mengecup dahi  Jaerin. Jaerin tersenyum,”gomawo oppa.. na do Saranghae..”

THE END !!!!

= = = = = = = = = = =

Nah, gimana critanya? Aneh yak? Gak nyambung yak?

Hedeeh, kyknya bner deh jiwa mengarangku ilang ==’ ..gmana cara balikinnya yah??

kyknya ni ff yg paling ancur alur critanya deh ..

Yasudlah… udah baca kan? Klo suka like! Jangan lupa comment!!!!

Gomapta~

Iklan

About winkieswingers

my real name's Dinda. My korean name's Yoon Jihwa a.k.a Hwang Yoong Yoong. My japanesse name's Natsuki Arishima.. U can call me dind, jihwa, yoong, natsu.. sesuka kalian saja memanggil diriku. dind juga seorang author dg nama WinkiesWingers. My lovely hubby Park jungsoo 'leeteuk', Jung 'U-know' Yunho, Lee Jinki 'onew', Nichkhun B. Horvejkul. Lee Changsun 'joonie'.. my lovely sister Im Jin Ah 'nana'.. fandom, Cassiopeia, ELF, Shawol, Hottest, A , Playgirlz.. bangapseumnida, chingudeuleen ^^

5 responses »

  1. waah si Evil Romantis bgt,,, aQ ngiri bgt ma jeorin… keren bgt Lyra crtax,,, tp syang jeoran dbuat mninggal klo gag kan dy bsa ma donghae…

  2. kyuppa kau nakal gk msuk sekolah cma mw bikin kejutan wat jaerin,,!!!!
    Tpi romantis Q jga mw,,,
    Haeppa kau sngguh setia,,,

    Kereeeennnn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s