ABOUT OUR LOVE

Standar
Tittle: About Our Love
Author: WinkiesWingers
Genre: romance, comedy (?)
Rating: PG – 15
Lenght: Oneshot
Type: Straight
 Disclaimer: I don’t own Kim Heechul and other cast. I just own Yoon Jihwa, and Kim Chansoo as my OC. And this story line is mine! ^^ .. No Bashing, thanks.
Cast:
–    Kim Heechul a.k.a Heechul ‘Super Junior’ as him self
–    Kim Chansoo as readers
–    Author as Yoon Jihwa
–    Leeteuk ‘Super Junior’ as him self
A/N: hi ^^ , saya kembali setelah alam vakumdari blog ini 😀 .. sbnrnya ni ff udah author share ke FB author. tapi, gak apa2 yah di reshare di sini? hhaha. Enjoy~
jangan lupa komen yak?? DON’T BE A SILENT READER .. thanks.=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

 
Seorang gadis tengah berjalan di lorong kampusnya menuju kelas yang terletak di ujung lantai 2 ini. Raut wajahnya terlihat sangat tidak bersahabat. Mulutnya terus berkomat-kamit tidak jelas. Sampai di depan kelasnya ia membuka pintu dengan kasar sehingga membuat teman-temannya yang di kelas terkejut. Ia trus berjalan menuju mejanya tanpa memedulikan teman-temannya yang memandang kearahnya dengan tatapan heran.

Braak!

“Yaa! Mwoya?!” tanya Jihwa yang terkejut karena temannya itu membanting tas diatas meja. Gadis itu tidak menjawab malah wajahnya semakin terlihat masam. “Chansoo-ya, kau bertengkar lagi dengannya?”

“Ani, geunyang…” gadis yang bernama Chansoo itu mengubah posisi duduknya agar bisa berhadapan dengan Jihwa, sahabatnya. Jihwa mengangkat kedua alisnya penasaran dengan kelanjutan kalimatnya.

“Semakin lama aku semakin tidak tahan dengan sikapnya padaku. Aku lelah..” Chansoo menyandarkan punggungnya ke bangku yang ia duduki. “Aku hanya memintanya untuk menemaniku sebentar ke rumah nenek tapi apa jawabannya?”

“mwo?” Jihwa mendekatkan diri kearah Chansoo.

“Aku sedang malas keluar. Ajak saja teman lelakimu yang lain. Begitulah jawabannya.” Ucap Chansoo sambil menirukan suara kekasihnya, Kim Heechul. “Dengan gampangnya ia menyuruhku pergi dengan lelaki lain? Apa dia sudah tidak menganggapku sebagai kekasih?” cerocos Chansoo. Airmata mulai tampak di ujung mata indahnya. “Apa dia tidak mencintaiku, jihwa-ya? Dia sama sekali tidak pernah bersikap layaknya kekasih padaku. Awalnya aku bisa menerima itu. Tapi, mana ada gadis yang lama-lama bertahan dengan lelaki macam itu!”

Jihwa tersenyum tipis seraya menepuk-nepuk pundak Chansoo. Chansoo dan Heechul adalah dua pribadi yang sangat berbeda jauh seperti dirinya dengan Jungsoo. Tapi, bedanya sikap Heechul yang kelewat cuek pada kekasih yang membuat mereka sulit menyatukan perbedaan itu. Kalau sudah begini Jihwa tidak bisa tinggal diam. Ia tidak ingin hubungan sahabatnya dengan oppa-nya pupus ditengah jalan ini.

=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

“Bersikap manislah pada Chansoo,oppa.” Jihwa berdiri di samping Heechul yang sibuk berkutat dengan komputernya. Heechul melirik sekilas kearah Jihwa dan kembali menyibukkan diri dengan komputernya membuat Jihwa geram dengan Heechul. Saat ini Jihwa sedang berada di dorm Suju untuk bertemu dengan Heechul.

“Oppa! Kau mendengarkanku tidak sih?” sentak Jihwa kemudian mematikan layar komputer.

“Yaa! Neon baboya?” Heechul bangkit menggebrak meja.

“Tidak bisakah kau bersikap selayaknya seorang kekasih? Apa kau tidak mencintai Chansoo?” Jihwa melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap Heechul dengan tajam. Heechul mendengus kesal dan kembali duduk di kursi. Ia menyandarkan tubuhnya.
“arrghh!!” erang Heechul. “Kau tahu kan aku orang yang seperti apa?” Jihwa mengangguk . “Aku tidak semanis Donghae. Aku tidak seromantis kekasihmu, Leeteuk yang bisa mengeluarkan kata-kata yang puitis. Aku tidak sebaik Eunhyuk. Aku tidak seperti Ryeowook yang memiliki rasa peduli tinggi. Aku tidak memiliki suara merdu seperti Yesung untuk memikat hati para gadis. Aku hanya seorang Kim Heechul yang memiliki sifat bertolak belakang dengan mereka. Jadi, kau ingin aku harus berbuat apa,huh?” tutur Heechul menantang Jihwa.

“Oppa cukup memberikan perhatian pada Chansoo. Hanya itu yang dibutuhkan Chansoo saat ini. Ia membutuhkan kepastian cinta oppa . Segeralah bertindak sebelum ia berpikir untuk mengakhiri ini.”

Heechul mendongakkan kepala dan memejamkan mata. Muncul wajah Chansoo di benaknya. Kim Chansoo, teman Jihwa yang berhasil menarik perhatiannya. Mereka berdua bertemu di sebuah acara musik karena Jihwa mengajaknya. Chansoo sendiri mengatakan ia sangat mengidolakan Heechul, maka dari itu Jihwa membawanya. Penampilan Chansoo yang modis, berambut panjang, dan cantik adalah tipe wanita idaman Heechul. Tidak salah jika Heechul langsung tertarik pada Chansoo. Namun, kepribadiannya yang terlalu cuek membuatnya susah menjalin hubunganyang baik  dengan Chansoo.

Tidak hanya sekali ini ia seperti ini. Sebelum bersama dengan Chansoo, Heechul selalu menjadi pihak yang diputuskan karena sikapnya yang terlalu cuek dan sedikit kasar pada kekasihnya sendiri.

“Dan satu lagi, mana ada pria yang malah menyuruh kekasihnya untuk jalan dengan lelaki lain. Hanya pria bodoh yang seperti itu. Maka tidak salah jika Chansoo meragukanmu, oppa!” Jihwa melengos pergi meninggalkan Heechul yang memandang kearahnya.

=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

Chansoo marah. Itulah kesimpulan yang muncul di benak Heechul. 3 hari ini gadis itu sangat sulit dihubungi. Bahkan ponselnya sering tidak aktif bila ia mencoba untuk menghubungi. Sekali Heechul pernah mencoba untuk menjemput Chansoo di kampus tapi gadis itu malah mengacuhkannya.

Gadis itu berhasil membuat seorang Kim Heechul merasa gelisah dan cemas memikirkan seorang gadis. Berbeda dengan kekasih-kekasihnya yang dulu, Heechul suka bersikap tidak peduli pada mereka.

Heechul mencoba kembali meresapi apa yang dikatakan Jihwa. Bersikap manis pada Chansoo dan berperilaku layaknya seorang kekasih. Heechul berpikir keras. Ia berjalan mendekati cermin yang berdiri di ujung kamarnya. Heechul berlatih di depan cermin bagaimana ia harus bersikap manis pada Chansoo. Ia juga berlatih berbicara lembut. Berulang-ulang Heechul mengulangnya sampai akhirnya ia meraung kesal karena selalu terlihat aneh bila dirinya bersikap seperti itu. Itu bukanlah diri Heechul yang sesungguhnya.

Heechul terpanjat kaget begitu melihat sosok Leeteuk di cermin. Heechul menoleh ke belakang dan berdirilah sosok Leeteuk di ambang pintu.

“Yaa! Se—sejak kapan kau disitu?” tanya Heechul gugup karena malu.

“Sejak…” Leeteuk tampak berpikir. “ Chansoo-ya, mianhae.. Oppa tidak bermaksud seperti itu. Oppa sayang padamu, Chansoo-ya.” Leeteuk menirukan logat Heechul. Sebuah bantal melayang kearahnya dan dengan cepat Leeteuk menghindar diiringi tawa khasnya yang bagai mak lampir. Dengan tenang Leeteuk masuk ke kamar Heechul dan duduk di kursi.

Leeteuk memperhatikan Heechul yang tidur terlentang di kasur. “Kau sedang bertengkar dengan Chansoo?”

“Diam kau!”  sentak Heechul ketus.

“kau tidak butuh bantuanku?”

“Tidak!”

“Yakin?”

“Yeah!”

“Jihwa sudah berbicara padaku tentang masalah kalian berdua. Kim Heechul, kau kurang romantis! Pantas selalu menjadi pihak yang diputusin.” sindir Leeteuk tajam.  Heechul kembali melempar bantal kearah Leeteuk dan sekali lagi Leeteuk bisa menghindarinya. “Kalau kau benar-benar tidak butuh saran dariku..ya sudah. “ Leeteuk bangkit dan hendak keluar dari kamar Heechul.

“Chamkkanman!” tahan Heechul. Leeteuk menghentikan langkahnya dan berbalik badan.

Heechul duduk bersila diatas kasur. Wajahnya tampak kusut. “Baiklah! Bantu aku..” ucap Heechul pada akhirnya meminta bantuan Leeteuk. Leeteuk tersenyum puas melihat Heechul membutuhkan sarannya.

=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

“Cara mudah untuk merebut hati seorang gadis yaitu, berilah bingkisan kado yang gadis itu inginkan.” Ucap Leeteuk beberapa saat yang lalu. Dan kini, Heechul pergi ke Departement Store untuk memilih kado yang akan diberikan pada Chansoo. Sudah hampir dua jam ia mengelilingi Departement Store ini. Sampai detik ini pun belum juga dirinya menemukan barang yang sesuai untuk diberikan pada Chansoo.

“Oppa, Lihat! Kalung liontin kucing ini manis sekali…Lain kali belikan untukku dong, oppa.”

Kenang Heechul saat ia teringat dengan barang yang diinginkan oleh kekasihnya itu. Heechul pun segera berlari ke lantai dua menuju tempat kalung itu dijual. Heechul lantas mencari kalung yang berliontin kucing itu. Tidak menemukan di toko pertama, ia lanjut mencari di toko kedua sampai akhirnya ia baru menemukan barang itu di toko perhiasan lantai tiga.
Heechul mengatur nafasnya. “Bisa ambilkan kalung yang itu?” Heechul menunjuk kalung yang ia cari. “Berapa harganya?” Heechul memperhatikan detail kalung itu.

“150.000 won” jawab pegawai toko itu.

“Mwo?! Kenapa mahal sekali?”

“Itu barang impor dari Amerika, tuan. Liontin itu asli terbuat dari perak. Banyak sekali dari kalangan gadis mencari kalung itu.”

Mata Heechul tertuju pada kalung yang ia pegang. Lelaki ini terlihat bimbang.

“Baiklah, aku ambil ini.”

“Terima kasih, tuan.”

Setelah membayar dan menerima barangnya, Heechul bergegas menuju rumah Chansoo. Ia sengaja bermaksud memberikan surprise pada Chansoo atas kunjungannya ke rumah kali ini.

Heechul mengulurkan tangannya untuk menekan bel rumah Chansoo. Namun, ia menahannya sebelum jari telunjuknya menyentuh tombol bel. Berulang kali ia melakukan hal yang sama. Tiba-tiba pintu terbuka dan keluarlah seorang gadis yang sangat Heechul rindukan itu. Mereka berdua terperanjat melihat kehadiran masing-masing.

“Cha—Chansoo-ya..” Heechul masih kaget karena tiba-tiba Chansoo keluar dari rumahnya.

“O—oppa .. wae?” tanya Chansoo yang juga terkejut dengan kehadiran Heechul.

Keduanya terdiam di depan pintu. Tak ada satu pun dari mereka yang bersuara apalagi saling berpandangan.

“Ada perlu apa?” suara Chansoo memecah keheningan yang menyelimuti mereka berdua. Dari nada suaranya terdengar kurang ramah.

“Eeeuu.. Oppa..” Heechul bingung harus memberi alasan apa pada Chansoo.

“Membuang waktuku saja.” ujar Chansoo ketus dan gadis itu melengos pergi.  Heechul menahannya dengan menarik tangan Chansoo. “Mwo?!” Chansoo menatap kesal Heechul.

“Ada yang ingin kubicarakan padamu.”

=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=.=

“Apa yang igin kau bicarakan padaku?” tanya Chansoo begitu mereka berada di taman rumah Chansoo.

Heechul gelisah. Ia bingung bagaimana mengatakan dan menyerahkan kado itu pada Chansoo. Yang ada dipikirannya saat ini hanya ia tidak ingin kehilangan Chansoo. Chansoo sangat berg=harga baginya. Sayangnya, susah bagi seorang Kim Heechul ntuk mengatakan hal itu.

“Oppa sudah membuang waktuku. Jika tidak ada yang ingin dikatakan lebih baik pulang saja.”

“Untukmu!” Heechul melempar sebuah bingkisan kotak kecil pada Chansoo. Reflek gadis itu menangkapnya dan menatap bingung kotak kecil itu.

“Untukku? Hah, untuk apa aku menerima kado dari orang yang katanya mencintaiku tapi tidak pernah menganggapku sebagai kekasih?” cibir Chansoo dan melempar kembali barang itu pada Heechul.

“Yaa! Selama 3 jam aku sengaja mencari ini untukmu tapi kau malah berkata seperti itu?” Heechul mulai emosi. Ia merasa tidak dihargai usahanya oleh Chansoo. Padahal demi Chansoo ia rela berlama-lama di Departement Store hanya untuk mencari benda yang bernama kalung itu.

“Siapa suruh? Aku tidak meminta atau menyuruh oppa untuk memberiku kado saat ini!” balas Chansoo. Gadis itu terus mengoceh mengeluarkan uneg-unegnya tentang Heechul yang terlalu cuek pada kekasihnya. Keluhan itu yang selalu keluar dari mulut kekasih Heechul yang dulu. Selalu hal yang sama.

“Aku membenci oppa!” Chansoo menatap Heechul tajam. “Apa oppa tidak mencintaiku?”

“Aku mencintaimu.” Jawab Heechul santai.

“Bohong!”

“Aku tidak bohong.”

“Kalau tidak bohong, kenapa Oppa bersikap seakan-akan tidak peduli padaku?” cibir Chansoo. Mata gadis iu mulai berair. Heechul berdecak ketika melihat airmata mulai menetes dari pelipis mata gadis itu.

“Aku peduli padamu.”

“Bohong! Kau pembohong! Aku lelah dan terlalu lelah melihat sikap oppa yang seperti itu.”

Heechul menggenggam erat tangannya. Kemudian, ia menarik lengan gadis itu dan lansung menciumnya. Chansooo terbelalak kaget.

“Kau ini cerewet sekali.” Keluh Heehcul setelah melepas ciumannya. “kau seharusnya tahu aku orang yang bagaimana. Aku tahu, aku bukan tipe kekasih yang baik tapi..” Heechul menarik napas mencoba menyusun kalimat yang sesuia. “ Asal kau tahu, aku mencintaimu dan sengaja mencari kalung ini hanya untukmu. Itu bukti kalalu aku sungguh-sungguh dengan perasaanku, Kim Chansoo-ssi.”

Heechul membuka kotak itu dan menunjukkan isi kotak itu pada Chansoo. Gadis itu kembali terkaget-kaget. Perlahan ia meraih kalung itu.

“Ini kan…”
“Benar, ini kalung yang pernah kita lihat bersama dank au sangat menginginkan barang ini.”

Chansoo menatap Heechul. Gadis itu menjadi merasa bersalah pada Heechul. Benar, seharusnya ia memahami bagaiman sosok Heechul yang sesungguhnya. Ia terlalu egois Karen memikirkan perasaanny sendiri tanpa memikirkan perasaan Heechul.

“Jangan melihatku seperti itu.” Heechul memalingkan mukanya. Lelaki ini merasa wajahnya memerah karena tidak tahan melihat tatapa Chansoo.

“Mianhae, oppa..” celetuk Chansoo tiba-tiba. Heechul kembali menoleh ke Chansoo. Gadis itu menangis.

“Aghh! Uljima!” Heechul mulai kebingungan harus berbuat apa. Tak ada cara lain. Ia langsung menarik Chansoo ke dalam pelukannya. “Seharusnya aku yang minta maaf, bodoh!” Heechul membelai lembut kepala Chansoo.

“Mianhae aku tidak bisa bersikap manis padamu. Mianhae aku bukan kekasih yang baik untukmu.” tutur Heechul lembut.

Chansoo mendongakkan kepala memandang wajah Heechul. Mereka berdua saling bertatapan. Chansoo tersenyum dan Heechul merasa jantungnya berdebar-debar melihat senyuman Chansoo. Ia mengalihkan matanya dari Chansoo dan mendesah mencoba menghilangkan debaran yang membuatnya sedikit tersiksa. Tak lama setelah itu Heechul langsung mencium bibir Chansoo. Chanso tampak terkejut karena Heechul menciumnya secara tiba-tiba. Namun, gadis itu mulai membalas ciuman Heechul.

“Oppa suka sekali mencium orang secara mendadak.” Gerutu Chansoo.

“Tapi kau suka bukan?” sindir Heechul seraya memasangkan kalung itu di leher Chansoo. Chansoo mencubit lengan Heechul hingga lelaki itu meringis kesakitan.

—–>>> THE END <<<——

Iklan

4 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s