~♪ Symphony of LOVE ♥~ Chapter : 1

Standar

About my ff :

Title       : “SYMPHONY OF LOVE”

Author : YeMima Lorna

Length : Series (chaptered)

Genre  : Romance, School, etc

Casts     :

♪-@YeMima Lorna as Han YeonMi

♪-Cho Kyuhyun

♪-Kim Yesung

♪-Kim Jaejoong

♪-Kim Kibum (Key)

♪-@Yovie Hong-xien as Jin Hye Iseul

♪-Lee Sungmin

♪-@Patricia Magdalena as Han Haenul

♪-Choi Minho

♪-Kang Minhyuk

♪-Lee Gikwang

♪-Lee Shindong

♪-Shim Changmin

♪- IU

♪-@Ghita Shawoldiademboice celallu as Song hae yoo

♪-Kim Ryeowook

♪-Lee Taemin

♪-Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

♪-Lee Donghae

♪-@Lala Shelomi as Lee Ahra

♪-Sunny

♪-Choi Sulli

♪-Yamamoto Yusuke

♪-@Devina cutez as Jin Hong Hye

S.O.L , CHAPTER ONE : “THIS IS AN ENDING OR A BEGINNING?”

~♪- YEONMI POV -♪~

 

“Klikk!”

Dari tadi aku sibuk memotret bunga-bunga dari pohon sakura yang terdapat di sebelah taman tempatku berdiri.

Bunga-bunga berwarna putih tersebut nampak begitu indah menghiasi pemandangan di sore hari ini.

Kualihkan pandangan mataku kearah jam tanganku yang menunjukkan pukul 5 sore.

“Fuuuhhh….”  aku menghela nafas dan berjalan menuju kursi taman.

Aku duduk di kursi taman tersebut sambil menyilangkan kedua tanganku.

“Jaejoong oppa mana  sih? Udah jam segini tapi belum datang juga…” keluhku sembari menggembungkan pipiku.

“Aneh… padahal kan dia biasanya tidak  pernah terlambat. Ada apa dengannya?” otakku dipenuhi dengan rasa curiga.

Beberapa menit kemudian…..

“Jaejoong oppa! Akhirnya datang juga…”  kataku sambil melambaikan tangan kearah Jaejoong oppa yang sedang berjalan kearahku.

Setibanya di tempatku, dia tak berkata apa-apa. Hanya melontarkan lirikkan dingin tanpa ada sapaan ataupun senyuman sedikitpun.

“Mianhae aku terlambat…”  katanya pelan sembari duduk di kursi taman.

“Emmhh… Ne oppa, Gwenchana. Oia, ada apa? Kenapa oppa tiba-tiba mengajakku bertemu disini?” tanyaku.

“Aku hanya ingin memberimu ini….”  ujarnya sembari menyodorkan sebuah liontin berbentuk  hati.

“Wow, Kawaii~! Kamsa hamnida oppa….”  ucapku kegirangan.

Aku mencoba membuka liontin berbentuk hati tersebut, namun aku tidak bisa membukanya.

“Oppa, kenapa liontin ini tidak bisa dibuka…??”  tanyaku bingung.

“Liontin itu hanya bisa dibuka dengan kunci ini…” jawabnya sambil menunjukkan kalung berbentuk kunci yang dipakainya.

“Wah, kalau begitu aku pinjam kalung oppa ya ? aku mau membuka liontin ini.”  Pintaku.

“TIDAK BOLEH …!” tolaknya.

“Lho? Kenapa tidak boleh?” tanyaku.

“POKOKNYA TIDAK BOLEH ! Kalung ini kan milikku, jadi terserah aku mau meminjamkannya atau tidak…”  jawabnya ketus.

“Ahh~ Dasar oppa pelit !” omelku sambil menyipitkan kedua mataku.

“Yeonmi-ah, mianhae aku buru-buru jadi aku harus pergi sekarang juga…” ujar Jaejoong oppa sembari berdiri dan berlari meninggalkan taman itu.

“Oh, Annyeong oppa….!!!”  ucapku sambil melambaikan tanganku kearahnya.

Dia berhenti berlari sejenak dan menengok kearahku. “ANNYEONG….” balasnya sembari melontarkan senyuman yang indah.

Aku masih terduduk di kursi taman tersebut sambil sesekali tersenyum saat memperhatikan liontin pemberian Jaejoong oppa. Aku bahagia sekali mendapatkan hadiah seindah ini darinya, orang yang sangat aku cintai. Tapi sayang, aku masih belum bisa membukanya. Kenapa Jaejoong oppa tidak mau meminjamkan kuncinya padaku?

Apa jangan-jangan ada sesuatu di dalam liontin ini?

Tiba-tiba pandanganku tertuju kearah sebuah kertas putih yang sudah terlipat. Aku rasa daritadi aku tidak pernah melihat kertas itu, kenapa tiba tiba kertas itu ada di sini?

Perlahan-lahan aku membuka lipatan kertas putih tersebut. Saat aku membaliknya aku melihat tulisan di sudut kertas tersebut yang berbunyi, “Untuk Yeonmi”

“Surat ini… untukku??” tanyaku tidak kepada siapa-siapa.

Dengan begitu, aku segera membaca surat yang ditujukan padaku tersebut.

 

JEONGMAL MIANHAE~

 

Maaf karena telah membuatmu lama menunggu. Sebenarnya aku tidak bermaksud untuk mengingkari janjiku.

Tapi, ada satu hal yang ingin sekali kukatakan padamu.

Mungkin aku hanya bisa menyampaikannya lewat  goresan-goresan pena ini…

Kamsa Hamnida Yeonmi-ah…

 

Aku rasa kalimat itu adalah kalimat yang sepantasnya kukatakan padamu…

Sejak dulu hingga sekarang aku tidak pernah sekalipun menyesal menjadi namjachingu-mu.

Kau adalah gadis yang sangat baik.

Bahkan aku sendiri merasa tidak pantas mendapatkan yeoja sebaik dirimu…

Karena sudah begitu banyak masalah yang kau dapatkan sejak berkenalan denganku. Ya Kan?

Apalagi saat teman-temanmu memintamu untuk menjauhiku karena mereka menganggapku  seorang playboy, dan mereka bilang aku hanya akan membuatmu sakit hati

Namun, kau tidak pernah sedikitpun mendengarkan mereka.Kau selalu PERCAYA padaku.

Aku saja sampai tak habis pikir …

 

 

Terima kasih untuk kebersamaan kita selama ini,

walaupun semua itu  berjalan tak lama, tapi semua waktu yang kuhabiskan bersamamu merupakan waktu-waktu terpenting dalam hidupku.

 

Tapi,

Seperti juga siang dan malam,

Pertemuan dan perpisahan adalah pasangan dalam kehidupan

 

Kau tentu masih ingat bukan saat pertama kali kita bertemu di taman yang dihiasi pohon-pohon sakura ini?

 

Sebenarnya aku ingin bertemu denganmu ditempat ini karena sebuah alasan,

 

Kau mungkin tak akan pernah menyangka, bahwa hari ini adalah pertemuan kita yang terakhir.

Maaf karena aku tidak mengatakan hal ini secara langsung…

Tapi kuharap kau mau mengerti…

 

Hubungan kita berakhir sampai disini saja….

 

Mulai sekarang tidak ada lagi alasan kita berdua bertemu lagi.

 

Jika kau terlalu memfokuskan dirimu pada apa yang tertinggal di masa lalu, kamu tak akan pernah bisa melihat apa yang ada didepanmu.

Jadi aku mohon, lebih baik lupakan saja aku dan semua masa lalu kita.

 

ANNYEONGHI GYESEYO…..

 

 

 

-Kim Jaejoong-

 

 

 

“ANDWAEYO…!! Oppa tidak bisa meninggalkanku seperti ini…” isakku sambil berlari mencari Jaejoong oppa.

“OPPA…!!” teriakku sekencang mungkin.

 

“Please, Don’t leave me like this….” Rintihku  menatap bayangan Jaejoong oppa yang makin menjauh meninggalkanku seorang diri.

[_-_KEESOKKAN  HARINYA_-_]

Pandanganku tertuju pada  foto yang terpampang pada bingkai  di atas meja belajarku. Aku terdiam sesaat.

“Waeyo…?” isakku.

“Kenapa oppa meninggalkanku tanpa alasan disaat aku sedang benar-benar membutuhkanmu?” teriakku sambil menunjuk kearah foto tersebut.

“W-A-E-Y-O..?!” jeritku sambil menyambar bingkai foto tersebut  dan tanpa pikir panjang langsung membantingnya sekuat tenagaku sehingga benda tersebut pecah berkeping-keping.

Mataku yang sayu memandangi foto yang berisi gambarku bersama Jaejoong oppa tersebut.

Ingin sekali aku merobeknya, namun aku tak kuasa.

Kumasukkan foto tersebut beserta semua benda-benda kenanganku bersama Jaejoong oppa  termasuk surat dan liontin berbentuk hati pemberiannya kedalam sebuah kotak  berukuran sedang berwarna ungu dan segera kumasukkan kotak tersebut kedalam bagian lemari yang paling dalam.

Kubersihkan serpihan-serpihan kaca dari bingkai yang kupecahkan tadi perlahan-lahan.

“Aiisshhh~” desahku kesakitan saat tertusuk salah satu serpihan kaca tersebut.

“Kenapa aku bisa seceroboh ini?” omelku pada diriku sendiri.

Kuhentikan kegiatanku membersihkan serpihan kaca tersebut dan beranjak naik ke tempat tidurku.

Kuhapus air mata dipipiku dan kupejamkan mataku perlahan-lahan …

Beberapa waktu kemudian…

“JAEJOONG OPPA…!!!” panggilku.

Kubuka mataku dan melihat sekelilingku…. Tidak ada siapa-siapa disana.

 

“Fuuhhh…. Ternyata itu hanya mimpi…” sesalku.

“Oppa,  Jika hanya lewat mimpi aku bisa bertemu denganmu… maka biarlah aku tertidur untuk selamanya…kataku dalam hati.

“YEONMI-AH…!!! AYO CEPAT BANGUN…” teriakkan umma  membuatku beranjak dari tempat tidurku.

“Ne. Aku sudah bangun. Ada apa umma??” tanyaku sambil melangkah menuju ke ruang tengah.

“Kamu ini bagaimana sih? Kita kan harus segera menjemput saudaramu di bandara. Kenapa kau belum siap-siap?” omel umma sambil mendorongku masuk ke kamar untuk berganti baju.

Oh iya, Aku baru ingat. Hari ini saudara sepupuku, Jin Hye Iseul dan Jin Hong hye adiknya akan sampai di Korea. Mereka berasal dari China, Negara asal ahjummaku. Tapi Hye Iseul  yang baru-baru ini sudah lulus Sekolah Menengah Pertama memutuskan untuk melanjutkan study-nya di Korea Selatan bersama adiknya juga. Dan nantinya Iseul juga akan masuk ke sekolah yang sama denganku.

Sesampainya di bandara….

“HYA..!!”  terdengar suara seseorang yang memanggilku.

“YeonMi-ah!” panggilnya.

Aku menoleh kearah suara tersebut. Ternyata suara tersebut adalah suara Sungmin, teman sekelasku yang juga adalah sahabatnya Iseul.

“Eh, Sungmin-ah. Kau sudah daritadi menunggu disini?” tanyaku.

“Ne. Aku sudah tidak sabar bertemu dengannya lagi…” ujar Sungmin-ah sambil tersenyum manis.

“Hahaha…. sama. Aku juga sudah kangen sekali dengannya…”  kataku.

“Eh, itu dia!”

“ISEUL-AH…!!!” Teriak Sungmin.

Iseul beserta dongsaengnya terlihat sumringah berlari kearah kami dan kemudian mereka memeluk kami.

“Rasanya sudah lama tidak bertemu kalian semua…Aku benar-benar merindukan kalian..!” ucapnya.

“Ne Iseul-ah… Aku juga sangat merindukanmu….” balasku.

“Selamat Datang di Korea…!!!” teriakku dan Sungmin bersamaan.

━ 2 HARI KEMUDIAN ━

~♪- HYE ISEUL POV -♪~

Hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah lagi. Aku sudah tidak sabar melihat sekolahku yang baru dan bertemu dengan teman-temanku yang sudah pasti belum pernah aku kenal sebelumnya. Aku harap keputusanku untuk bersekolah di Korea ini merupakan keputusan yang benar-benar tepat dan aku bisa menemukan kebahagiaanku disini.

Karena bersekolah di China hanya akan membuatku frustasi. Disana tidak ada satupun yang memperhatikanku. Appa dan Umma selalu saja sibuk sendiri dengan perkerjaan mereka. Tak pernah ada sedikitpun waktu untukku dan adikku.

Kalau disini kan tentu saja ada Ahjumma dan Ahjussi yang bisa memperhatikanku setiap hari.

Kadang-kadang aku suka iri pada YeonMi eonnie karena dia mempunyai kedua orangtua yang baik dan selalu memperhatikannya. Bersama mereka, aku benar-benar merasakan kehangatan sebuah keluarga. Aku harap appa dan umma suatu saat nanti bisa mengerti perasaanku, karena aku dan Honghye-ah benar-benar membutuhkan keberadaan mereka berdua disisi kami.

“ISEUL-AH AYO KITA BERANGKAT…!”  ajak Yeonmi eonnie yang berteriak dari ruang tengah.

“Ne…. Tunggu sebentar….” jawabku panik sambil menatap cermin dan merapikan baju seragam yang kukenakan.

 

-= SESAMPAINYA DI SEKOLAH =-

Aku berjalan bersama Yeonmi eonnie menuju pintu gerbang. Saat itu ada seorang namja yang begitu tampan melintas dihadapan kami. Aku tidak mengenalnya tapi sepertinya namja itu mengenal Yeonmi-eonnie.

“Annyeong hashim nikka…?” sapanya ramah.

Aku rasa senyuman namja ini sangat menawan, aku saja sampai tak bisa berkata apa-apa saat menatapnya. Justru jantungku yang berdegup makin lama makin kencang.

“Annyeong hashim nikka Kyuhyun oppa….” balas Yeonmi eonnie disertai dengan senyumannya yang manis.

Kyuhyun oppa?

Oh, Jadi nama namja itu Kyuhyun?

Namja yang bernama Kyuhyun tersebut sudah beranjak pergi, namun pandangan mataku tetap saja tak bisa lepas darinya. Emmmhhh…. Walaupun aku baru kali ini bertemu dengannya tapi aku rasa aku benar-benar mengaguminnya.

“Iseul-ah? Iseul –ah gwencahana? Apa sesuatu terjadi padamu??”  tanya Yeonmi eonnie dengan tampang khawatir sembari menyentuh dahiku berkali-kali.

“Apaan sih eonnie…. Aku baik-baik saja kok…. “ ujarku.

“Abisnya kamu aneh sih…. Masa pagi-pagi udah senyum-senyum nggak jelas….Kan aku takut kalau misalnya kamu kesurupan atau gimana gitu, kan aku juga yang repot….” ucap eonnie.

“Aigoo…. Ya nggak mungkin lah aku kesurupan di saat-saat kaya gini! Eonnie aneh-aneh aja dehh….” jawabku kesal.

“Lalu? Kenapa kau senyum-senyum sendiri?  Hayoo ngakuu….” kata Yeonnie sambil mencubit pipiku.

“emmmhhh…. kasih tau nggak ya???” candaku.

“Harus! Ayo cepat beri tau aku…. Ayolah….”  pinta eonnie.

“Arasseo….” jawabku sambil membisikkan sesuatu di telinganya.

 

“MWO?!”  teriakkan Yeonmi eonnie menggelegar ke seluruh sudut sekolah(?)

“Eonnie bicaranya jangan keras-keras dong ! Eonnie terlalu berlebihan deh….”  omelku sambil menutup kedua telingaku dengan tanganku.

“Ehh… Iya iya. Mianhae…” ujarnya sambil menggaruk kepalanya.

“Jinjja? Jadi kau jatuh cinta pada pandangan pertama??? Memangnya siapa namja itu??” bisik eonnie sambil melihat sekeliling.

“Ada dehh…” jawabku singkat sembari meninggalkannya lebih dulu memasuki pintu gerbang.

Aku harap nanti  aku bisa segera bertemu dengan Kyuhyun oppa lagi.

~♪- YESUNG POV -♪~

“Ahh… Aku bosan !”  Keluhku.

Teriakkanku sampai membuat Shindong dan Ryeowook yang tadinya melamun tiba-tiba meloncat terkejut.

“OMO… Kau ini kenapa sih Yesung-ah?? Jantungku hampir copot nih gara-gara mendengar teriakkanmu..!” tanyanya sambil mengelus-elus perutnya. Aneh… Jantungnya yang hampir copot, tapi malah perutnya yang di pegang.

“Ne. Kau kenapa sih Yesung-ah? Seperti cacing kepanasan saja…” ujar Eunhyuk sambil mengunyah pisangnya dan sembarangan membuang kulit pisang tersebut.

“Sebenarnya apa yang kita lakukan disini sejak tadi? Tidak ada hal lain yang lebih penting yang bisa kerjakan apa?” omelku.

“Mwo?” tanya Eunhyuk yang kini sibuk memandangi yeoja-yeoja kelas satu yang daritadi bersliweran di depan kami.

“Babo !”  bentakku sambil memukul kepala Eunhyuk.

“Jadi tujuan kita duduk-duduk tak jelas disini hanya untuk menemanimu memandangi anak-anak baru itu…?” kataku kesal.

“Eiittss… Jangan begitu. Siapa tau diantara anak-anak baru itu ada yeoja cantik yang bisa kudekati. Lagipula aku tidak tega melihatmu jomblo seumur hidup, jadiaku juga akan mencarikan yeoja untukmu…Bagaimana?”  godanya.

“Apa-apaan kau ini? Annio! Aku tidak butuh bantuanmu! Lagipula aku tidak tertarik sedikitpun dengan anak-anak kecil seperti mereka…” ujarku.

“Eunhyuk-ah, kalau begitu tolong carikan yeoja untukku  ya…. Aku juga ingin punya Yeochin….” pinta Shindong dengan tampang memelas.

“Mwo? Mana ada yeoja yang mau dengan namja sepertimu….” ejek Eunhyuk.

“APA KAU BILANG ?!”  sepertinya Shindong mulai marah. Ya, begitulah. Orang gendut memang sangat sensitif. *Shindong ngasah golok*

“Eh…Ehh… Annio. Maksudku aku akan berusaha mencarikan yeoja untukmu. Kau tenang saja ya…. “  ucap Eunhyuk ketakutan.

“Sabar Shindong hyung…. Sabar….”  Ryeowook berusaha menenangkan Shindong dengan mengusap-usap perutnya. *Hah? Memangnya berpengaruh? *=_=a

“Eh, eh, eh…. coba lihat deh…” ucapku sambil menunjuk kearah Cho Kyuhyun.

“Hah? Lihat apaan?” tanya Ryeowook.

“Ada apa Yesung-ah? Apa kau melihat yeoja cantik?”  tanya Eunhyuk antusias.

“Mwo? Apa Yesung-ah melihat makanan enak??” ujar Shindong penuh harapan.

“Aduuhhh…. apa-apaan sih kalian ini? Aku ini sedang menunjuk orang itu! Namja yang bernama Cho Kyuhyun itu…!” paparku.

“Cho Kyuhyun? Dia kan namja jenius yang selalu masuk kelas unggulan itu kan??” tanya Ryeowook.

“Kyuhyun. Dia kan ketua kelas di kelas unggulan, selain itu dia juga menjadi ketua di klub musik….” ujar Shindong.

“Aiissh… Yang aku tau dia adalah namja yang sangat populer di sekolah ini. Bukan hanya karena  kepintaran dan ketampanannya,  tapi juga keramahannya…”  ucap Eunhyuk lesu.

“Waeyo? Kau sedih karna kalah populer dengannya ya? Hahahaha…..” ejekku pada Eunhyuk.

“Enak saja! Aku, Lee Hyukjae, namja tertampan dan terpopuler disekolah ini tidak akan kalah dengan namja bernama Cho Kyuhyun itu!” teriak Eunhyuk ditelingaku.

 

“Mwo? Tertampan?” tanya Shindong.

“Mwo? Terpopuler? tanya Ryeowook.

“TER-PLAYBOY BARU BENAR…!!!” teriak kami (Yesung, Ryeowook, Shindong) serempak.

“Hahahahah….”  tawa Eunhyuk sambil menggaruk kepalanya.

“Woy! Bagamana kalau kita kerjain saja namja bernama Kyuhyun itu!”  usulku.

“Mengerjainya? Tapi untuk apa?”  tanya Ryeowook.

“Ya supaya dia malu dan tidak sok populer lagi….” jawabku dengan senyum licik.

“SeSuJu! Aku sangat setuju..!! A-Yo kita kerjain dia sekarang…”               ujar Eunhyuk antusias.

“Ehm.. aku dengar namja yang bernama Cho Kyuhyun itu menyukai seorang yeoja yang bernama Han Yeonmi dari kelas  2-1” kata Ryeowook.

“Hah? Bagaimana kau bisa tau??”  tanyaku.

“Babo! Ya tentu saja Wookie tau…. Dia kan satu kelas dengan Kyuhyun…” ujar Eunhyuk sambil menowel kepalaku.

“Owhhh…”

“Apa yeoja itu mengetahuinya..?” tanya Shindong.

“Mungkin…”  jawab Ryeowook ragu.

“Hahahaha,. Sebuah ide mampir di otakku…” Kataku sambil tersenyum licik.

“Ide apa itu..??” tanya Eunhyuk.

“Sudahlah jangan banyak tanya! Ikuti saja tak-tikku…” ujar Yesung.

“Terserah kau saja…” jawab Eunhyuk.

~♪- AUTHOR POV -♪~

Tak berapa lama kemudian….

Yesung  bergegas meninggalkan teman-temannya untuk menghampiri YeonMi di kelasnya.

“Hey, kaukah yang bernama Han Yeonmi..?” tanya Yesung tanpa basa-basi.

“Ne… Memangnya ada apa..??” tanya Yeonmi setengah terkejut.

“Ada seseorang yang ingin menemuimu di aula. Bergegaslah kesana sepuluh menit lagi…”

“Mwo? Apa yang kau bicarakan? Memangnya siapa yang ingin menemuiku?” tanya Yeonmi bingung.

“Sudahlah, tidak usah banyak tanya! Datang saja kalau kau penasaran… !” ucap Yesung sambil beranjak pergi meninggalkan yeoja yang masih dipenuhi dengan tanda tanya tersebut.

“Sepuluh menit lagi? Bolehkah aku membawa seseorang?” tanya Yeonmi setengah berteriak.

“Terserah kau saja…Tapi ingat, sepuluh menit lagi!” balas Yesung.

Sebenarnya dia agak curiga kenapa tiba-tiba ada seseorang yang mencarinya. Tapi karena dia penasaran, ia memutuskan untuk datang ke aula.

Di tempat lain, Ryeowook dan Eunhyuk sudah melakukan pada Kyuhyun hal yang sama seperti yang Yesung lakukan pada Yeonmi. Mereka mengarang alasan agar Kyuhyun mau datang ke aula dan terkena jebakan mereka.

Setelah menemui Yeonmi, Yesung segera berlari menuju aula untuk menemui teman-temannya yang sudah lebih dahulu berada disana untuk mempersiapkan jebakan bagi Kyuhyun.

“Bagaimana? Apa sudah selesai?” tanyaku.

“BERES….Semua sesuai dengan rencana…” jawab mereka secara bersamaan.

Tak berapa lama lama kemudian Yeonmi datang ke aula dan bertemu Yesung di depan pintu.

“Cepat sekali kau datang… Sepertinya ini belum ada sepuluh menit…”

“Aku datang karena penasaran..”

“Bukankah kau tadi berkata akan membawa seseorang..??”

“Dia sedang berada di kamar mandi… sebentar lagi juga nongol…”

“Lebih baik kau masuk duluan saja karena orang yang mencarimu sebentar lagi akan datang….”

“Ne. Baiklah…”  jawab Yeonmi sambil melangkah memasuki aula tersebut.

GEDEBAK… GEDEBUK… GEDEBAK… GEDEBUK… (Suara orang yang berlari)

“Sepertinya ada suara orang berlari ke arah sini!” ujar Yesung sambil segera bersembunyi bersama teman-temannya yang lain.

“Itu pasti Cho Kyuhyun..” tebak Shindong..

“1….2…….3…… LEPASKAN TALINYA SEKARANG…!!” perintahku..

-T-O-B-E-C-O-N-T-I-N-U-E-D-


Iklan

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s