chagiya~ yeongwoni saranghae~

Standar

ghjk

 

 

Author : Yugisesang

Cast : choi siwon

Kim jiyeon

PG : 15

Genre : Romance,Sad ending.

 

Annyeong readers,,, ini *sedikit* FF terinspirasi dari lagunya suju M blue tomorrow,,jadi pas baca aku saranin sambil denngerin itu lagu ya??kalau perlu siapin tisu juga,,,hehe,,,kalau readers tersentuh sich ^^

 

 

Happy reading>>>>>>>.

 

 

 

SIWON POV

 

 

Sinar matahari pagi yang hangat dapat kurasakan menembus kulit wajahku dengan hangat dan lembut dan itu membuatku terbangun dari tidurku yang nyenyak.kugerakkan badanku masih dalam keadaan telentang diatas tempat tidur,tubuhku terasa lelah mungkin dampak dari pertempuran semalam. *tw gak apa’an readers*. Musim gugur yang hangat sehangat hatiku saat ini.karena ini adalah musim gugurku yang pertama sebagai namja yang sudah beristri.

 

 

“oppa,kau sudah bangun ayo kita sarapan,aku sudah menyiapkan nasi goreng kimchi kesukaanmu”.kata seorang yeoja dengan tersenyum hangat dan lembut, yang sangat sempurna menurutku,ya dia adalah kim jiyeon istriku,oh! Anni dia adalah choi jiyeon karena dia istriku,istri seorang choi siwon.

 

 

“chagi,mana morning kiss untukku,kau lupa ya?”.kataku sambil belagak sok manja dan merengek kayak anak kecil dan satu lagi kukeluarkan jurus andalanku yaitu puppy eyesku.

 

 

“Ya! Oppa apa kau belum puas dengan semalam hah?”.kata jiyeon sambil berjalan keluar kekamar.aku sempat melihat semburat merah dipipinya.dan akupun menuju kekamar mandi,membasuh mukaku dan bergegas kemeja makan.

 

 

Kulihat seorang yeoja sedang berkutat dengan pekerjaannya didapur, kuhampiri dia dan kupeluk dari belakang tubuhnya yang mampu menghangatkanku selama ini.

 

 

“chagi,hari ini kau sibuk tidak?”.kataku tepat ditelinganya,dan kurasakan dia menggeliat *ular kali* dipelukanku.

 

 

”oppa! Lepaskan! Aku kan sedang memasak,memang ada apa kau menanyakan itu,tapi  hari ini aku tidak sibuk sama sekali kok? Kuliahku libur 3 hari,wae?”.katanya tetap sambil memotong beberapa sayuran.

 

 

“ani,aku ingin mengajakmu kepantai di pulau jeju,apa kau mau? Dan bisa dibilang ini honey moon ke-2 kita? Aku sudah ingin sekali punya baby apa kau tidak menginginkannya juga chagi?”.kataku yang perlahan melepaskan pelukanku ditubuhnya dan berjalan ke meja makan,dan memakan nasi goreng kimchi yang sudah tersedia diatas meja makan.

 

SIWON POV END

 

 

 

 

JIYEON POV

 

 

“ani,aku ingin mengajakmu kepantai,apa kau mau? Dan bisa dibilang ini honey moon ke-2 kita? Aku sudah ingin sekali punya baby apa kau tidak menginginkannya juga chagi?”.kata siwon oppa..Deg,,pertanyaan itu,pertannyaan yang selama ini aku khawatirkan.

 

 

“ehm,,kepantai? Mm..k..kau pengen punya b..bab..baby ya chagi?ne aku mau kepantai”.jawabku dengan gugup.karena aku tidak mungkin menolak permintaannya karena tidak ada alsan sama sekali untuk menolaknya.

 

“chagi,jika kita punya anak nanti kau ingin punya anak berapa? Dan anak pertama kita nanti namja atau yeoja?”.pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan siwon oppa tak mampu kujawab saat ini,aku melihat sumber kebahagiaan dimatanya, dia sungguh menginginkan kehadiran seorang bayi ditengah-tengah kita.

 

“chagi kenapa kau diam saja? Apa kau tidak ingin punya anak?”.katanya menyadarkakku dari lamunanku.

 

“Ah! Tentu saja aku sangat menginginkannya oppa?”.kataku dengan memperlihatkan senyum terbaikku.

 

 

“chagi makan ini,ayo aku suapin,a..a..buka mulutmu chagi”. Akupun menuruti apa yang siwon oppa katakana,tapi sesuatu hal sedang berkecamuk didalam hatiku.

 

 

“oppa,sudah aku sudah kenyang kau makan saja dulu,akan kusiapkan air hangat untukmu”.kataku beranjak dari kursi,tapi sebuah tangan yang kekar dan halus menyentuh pergelangan tanganku.

 

“oppa lepaskan, aku ma…”.lembut dan hangat yang kurasakan saat ini,bibir siwon oppa dengan hangat dan lembut menyentuh bibirku.beberapa menit measih dalam keadaan tetap seperti ini.dan ini membuatku semakin tidak tega untuk mengatakannya,aku takut kehilangan semuanya,semua yang ada pada diri suamiku ini.

 

 

“oppa,kau nakal banget sich”.kataku memukul lengannya setelah kejadian yang menggetarkan hati tersebut.

 

“chagi kenapa kau ad disini kenapa kau tidak pulang ketempat asalmu hah?kenapa kau menggangguku disini?”.kata-kata siwon oppa sama sekali tak kumengerti apa maksudnya.

 

 

“apa maksudmu opp? Aku tidak mengerti maksud oppa”.kataku agak bingung dan cemas.

 

“chagi tempatmu itu bukan disini,tapi disurga bersama bidadari2 yang lainnya,tapi kenapa kau malah ada disini hah?”.kata-kata siwon oppa sungguh……….

 

“Ya! Oppa, dari mana kau belajar kata2 gombal seperti itu.menjijikkan sekali tahu”.kataku sambil memukul pelan bahunya dan tiba-tiba dia menghentikan aksi memukulnya tadi dengan mencium bibirku lembut dan hangat,kecupan yang sangat aku rindukan setiap hari.

 

 

 

Ya! Aku adalah istri dari seorang namja bernama choi siwon,dia adalah seorang pengusaha mudah yang disegani karena kepandaiannya di dunia perbisnisan. Sudah 6 bulan ini Aku menikah dengannya,dan kehidupan kita sangat bahagia,aku tidak mau kehilangan semua kebahagiaanku saat ini.satu kendala yang aku takutkan selama ini,ya sampai sekarang aku belum mempunyai seorang malaikat kecil.bukan karena aku tidak mau tapi karena memang aku tidak bisa memilikinya,ya aku mandul.awalnya aku sangat-sangat kaget saat dokter memfonisku mandul dan tidak bisa melakukan program bayi tabung karena keadaan rahimku yang lemah.aku tidak mau memberitahukannya pada siwon oppa,karena aku takut dia kecewa terhadapku dan aku tidak mau kehilangannya.

 

 

 

—————

 

 

Malam ini aku dan siwon oppa akan berangkat ke pulau jeju,dan aku akan pergi kesupermarket untuk membeli beberapa makanan ringan dan kebutuhan disana,aku tahu siwon oppa tidak suka makanan luar dia sangat menjaga kesehatan tubuh dan bentuk tubuhnya jadi dia tidak mau makan sembarang makanan.

 

 

“haah! Akhirnya selesai juga”.kataku saat berjalan keluar dari supermarket tersebut.kurasakan handphoneku bergetar dan aku melihat ‘nae hubby’ tertera dilayar HPku.

 

 

“ne,oppa wae?”.

 

 

“chagi aku membereskan pakaianmu ya?biar cepet”.kata siwon oppa diseberang sana,masih dengan suara manjanya.

 

 

“ah,oppa tidak usah kau istirahat saja,biar aku yang menyiapkan semuanya”.

 

 

“ah,anni aku ingin membantumu chagi,lagipula supaya cepat selesai dan kita bisa segera berangkat”.

 

 

”baiklah,terserah kau saja oppa”.sahutku dan memutuskan sambungan telphonku.dan mencari taksi untuk pulang.

 

 

JIYEON POV END

 

 

 

SIWON POV

 

 

 

Akupun mengeluarkan beberapa baju jiyeon dari lemari,melipatnya dengan rapid an memasukkannya ke koper.saat aku ingin mengambil syal jiyeon yang dilipat rapi ada sebuah map berwarnah biru dibawahnya,karena penasaran akupun melihatnya. Dan DEG,,kurasakan jantungku berhenti berdetak untuk sekian detik. TIDAK BISA HAMIL? Hanya kata itu yang ada dipikiranku sekarang. Tapi kenapa jiyeon tidak memberitahukan tentang hal ini. Ya! Aku akui aku kecewa,sangat kecewa saat mengetahui hal ini,tapi lebih kecewa lagi kenapa jiyeon tidak memberitahukan hal ini padaku? Kita kan bisa membicarakan hal ini berdua dan merencanakan hal-hal lain seperti melakukan bayi tabung mungkin? Pikiranku sangat kacau sekarang.tapi aku harus tetap focus dan aku mau membicaraknnya dengan jiyeon saat diperjalanan nanti.

 

 

Tok…tok..

 

 

Pasti itu jiyeon,aku segera membuka pintu untuknya.dan dia tersenyum hangat,aku sangat tidak tega jika menanyakan hal ini padanya.tapi apa boleh buat.

 

 

SIWON POV END

 

 

 

AUTHOR POV

 

 

 

Jam 6 sore merekapun berangkat menuju pelabuhan untuk kepulau jeju,ya mereka memutuskas untuk naik kapal dari pada pesawat terbang. Saat diperjalan menuju pelabuhan namja bernama siwon itu hanya diam tanpa sepatah katapun,dan itu membuat istrinya khawatir,saat wanita itu mengajaknya bicara pria itu hanya diam saja,tanpa melakukakn tidakan apapun.

 

 

AUTHOR POV END

 

 

JIYEON POV

 

 

“oppa kenapa kau diam saja? Apa kau sakit? Atau ada masalah?”.tanyaku pada namja yang ada disebelahku saat ini,kulihat wajahnya begitu dingin,tidak biasanya siwon oppa terlihat seperti ini.

 

 

“oppa ceritakan padaku,aku kan istrimu,bagilah suka dan dukamu padaku”.kataku,dan dia masih tetap dengan keadaannya yang diam seribu bahasa.

 

 

“oppa?”.

 

 

“Ya! Bisakah kau diam hah? Apa kau tahu aku sedang menyupir,jadi kau diam saja disitu”. Damn! Aku sangat keget mendengar bentakannya, memang aku melihat wajahnya seperti sedang banyak pikiran,dan aku tidak menyangka siwon oppa akan membentakku.

 

 

JIYEON POV END

 

 

 

 

SIWON POV

 

 

 

“Ya! Bisakah kau diam hah? Apa kau tahu aku sedang menyupir,jadi kau diam saja disitu”.diluar kesadaranku aku membentaknya. Dan pikirankupun semakin kacau,banyak hal berkecamuk dipikiranku.

 

 

“kau bilang aku harus membagi semua masalahku padamu karena kau istriku? Ck, tapi kau sendiri,apa kau membagi masalahmu padaku,suamimu!”.kataku dengan nada suara agak tinggi.”hah! apa kau membaginya denganku kim jiyeon?”.kataku dengan nada yang aku naikkan 1 oktaf(?).

 

 

 

“maksud oppa apa? Kenapa oppa jadi seperti ini?”. Katanya dengan air mata yang sudah mengalir dipipi mulusnya. Aku tidak tega sama sekali melihatnya menangis,tapi dia sudah menghancurkan kepercayaanku,dan aku marah akan hal itu.

 

 

 

“aku tahu kau tidak bisa hamil jiyeon-ah,AKU TAHU ITU! Tapi kenapa bukan kau yang memberitahukan sendiri tentang hal itu hah?kenapa kau mencoba merahasiakan hal itu padaku!?”.kataku masih dengan nada membentak. dan “Ahhhhhhhhhhhhhhh!!”.teriakku berbarengan dengan jiyeon saat mobil kami bertabrakan dengan sebuah truk,dan GELAP! Hanya hal itu yang aku bisa rasakan.

 

 

 

SIWON POV END

 

 

AUTHOR POV

 

 

Terlihat dua orang terjebak didalam mobil dengan luka yang cukup parah.dan beberapa ambulan sudah terparkir ditempat kecelakaan tersebut.dua mobil sudah ringsek tak berbentuk lagi.

 

 

AUTHOR POV END

 

 

 

SIWON POV END

 

 

 

“Aah!”.kurasakan sakit yang sangat luar biasa disekujur tubuhku terutama kepalaku.

 

 

“siwon-ah! Kau sudah bangun nak? Ini eomma,apa kau mendengar eommamu”.kurasakan tangan lembut eomma membelai wajahku. Aku mencoba berpikir dengan keadaanku sekarang. Dan ya aku ingat aku kecelakaan! Jiyeon,bagaimana dengannya? Hanya itu pertanyaan yang ada diotakku sekarang.

 

 

 

“o..omma,ji..jiyeon,, bagaimana dengannya?”.kataku dengan susah payah,ya aku merasakan tubuhku sangat lemah.

 

 

 

“siwon-ah kau harus tabah ya?kau harus berdo’a kepada tuhan,berdoalah untuk istrimu”.kata wanita paruh baya itu dengan lembut dan terdengar isakan-isakan diselah-selah kata-katanya.

 

 

“maksud eomma apa? Eomma katakana padaku,katakana dengan jelas!”.tanpa sadar aku berteriak,tak kuhiraukan lagi sakit yang menyerang kepalaku. Jiyeon,jiyeonku ada apa dengannya?

 

 

“dia belum sadar siwon-ah,kata dokter dia koma dan tidak tahu kapan dia akan sadar”.kata eommaku,terdengar tangisan bukan isakan lagi ditengah kata-katanya.

 

 

 

“Jiyeoooon! Eomma bawa aku kekamar jiyeon,bawa aku eomma”.tangisku pun pecah dan aku mencoba bangkit tapi aku tahu keadaanku sangat lemah saat ini.dan ada seseorang yang membuka pintu,dan ternyata dia appa.

 

 

 

“siwon-ah tenanglah,kau masih lemah nak! Kau harus memulihkan keadaanmu dulu”.kata pria paruh baya itu sambil menenangkanku.akupun hanya bisa menurut karena memang keadaanku sangat tidak mendukung untuk memberontak.yang bisa aku lakukan hanya bisa menangis dan menangis.

 

 

SIWON POV END

 

 

AUTHOR POV END

 

 

3 bulan telah berlalu namun yeoja itu masih terbaring lemah seperti tak bernyawa,memang bisa dibilang dia tidak bernyawa,tapi disisi lain dia masih punya harapan untuk hidup.selama satu bulan terakhir ini setiap hari seorang namja menjenguknya,hanya sekedar untuk mengajaknya mengobrol atau membantu membersihkan tubuh yeoja itu.dengan telaten dia merawat istrinya tersebut.istri yang selalu membangunkannya setiap pagi,memberikannya morning kiss dan pelukan hangat,menyiapkan makanan2 enak untuknya,menyambutnya setiap pulang dari kantor dan membuatnya tersenyum setiap hari saat bersamanya,tapi semua itu lenyap semenjak kecelakaan yang menimpah mereka. kini yang ada hanyalah seorang istri yang terbaring lemah dengan beberapa luka yang masih tersisah. Keadaan pria itupun tak kalah kacau dengan kantung mata yang menghitam,ya akhir2 ini dia memang jarang tidur,dia rindu akan sosok yeoja yang selalu dipeluknya ketika tidur.tubuhnya kurus karena dia jarang sekali makan,karena tidak ada yang memasakkan makanan lagi untuknya. Dia rindu dengan jiyeon istrinya,merindukan segala sesuatu yang berhubungan dengan jiyeon.Menangis dan melamun adalah rutinitasnya setiap hari semenjak 2 bulan lalu.sangat mengenaskan.

 

Kreeek..suara pintu kamar bernuansa putih itu terbuka,dan terlihat seorang yeoja masuk kedalamnya.

 

“siwon-ssi, sudah jangan menangis lagi,kasihan istrimu jika melihatmu seperti ini”.kata yeoja itu dengan lembut.

 

 

“heera-ya kau tidak mengerti apa yang aku rasakan,dia adalah semangat hidupku selama ini,dia yang memberikanku semangat hidup saat aku stress dengan pekerjan-pekerjaan dan beban hidup yang membuatku lelah selama ini”.kata namja itu dengan terisak.

 

 

“ne,aku tahu siwon-ssi, tapi jiyeon akan sedih jika melihat keadaanmu seperti ini,ayo kita pulang eommamu sudah menunggumu dirumah”.kata yeoja itu pengertian.

 

 

“andwe,kau pulang saja heera-ya,aku tidak mau meninggalkan jiyeon,kasihan dia sendirian disini”.kata namja itu.

 

 

“baiklah kalau itu maumu,tapi kau juga harus menjaga kesehatanmu siwon-ssi,jangan seperti ini teruz”.kata yeoja yang bernama heera tersebut.dia adlaha yeoja yang dipilih ibunya siwon untuk menyembuhkan luka putra semata wayangnya tersebut,karena dia sangat khawatir dengan keadaan putranya maka dia memeilihkan yeoja supaya bisa menyembuhkan sedikit mungkin secuil rasa sedih putranya tersebut.tapi itu sama sekali tidak berhasil.

 

 

Tanpa disadari diantara percakapan siwon dan heera tersebut,seorang yeoja yang terbaring lemah mendengar percakapan2 itu,mendengar keadaan suaminya yang seperti itu dia sedih,dia sedih dalam keadaan dirinya yang masih terbaring lemah tanpa bisa melakukan apapun,dia ingin sekali memeluk suaminya,mengecup bibirnya,dia rindu semuanya,semuanya.dia menangis,segelintir air mata keluar dari sudut matanya,dan bersamaan itu pula dia merasakan sakit yang luar biasa disekujur tubuhnya,dan dia melihat sebuah lingkaran dengan cahaya yang menyilaukan matanya,dia mencoba berjalan kearah sumber cahaya itu,dan dia melihat kedua orang tuanya disitu dengan senyum bahagia,dengan susah paya gadis itu menghampiri kedua orang tuanya tanpa dihiraukan lagi isakan-isakan tangis seorang namja.dan dalam detik itu juga tangan jiyeon berhasil menggenggam tangan appa dan eommanya dan dalam detik itu juga seorang namja dikejutkan dengan suara yang memekakan telinganya, ya! itu suara alat pendetiksi detak jantung.

 

 

 

SIWON POV

 

 

“jieon-ah bangunlah aku merindukanmu,aku sudah tidak marah lagi tentang kau mandul itu jiyeon-ah,aku mencintaimu,mencintaimu apa adanya,kita bisa mengasuh anak dipantih asuhan jiyeon-ah,aku mohon sadarlah”.kataku sambil menggenggam tangan istriku,istri yang sangat kurinduhkan,kulihat wajahnya sangat pucat tapi tersirat senyuman hangat disana.

 

 

“chagi, aku tahu pasti kau sangat marahkan melihat keadanku seperti ini? Aku tahu kau pasti ngomel-ngomel ketika kau sadar nanti,kau akan mengomel saat melihatku telat makan,melihatku kurang tidur dengan kantung mata yang seperti ini,melihat tubuhku yang sudah tidak sixpack lagi,aku tahu kau akan kecewa dengan keaddanku ini,maka dari itulah kau harus cepat bangun dan mengurusku chagi”.kataku dengan terisak,ku eratkan genggamanku,seakan tidak mau melepaskannya.

 

 

 

“chagi bangunlah,omeli aku sepuasmu,jangan diam saja seperti ini,ayo bangun chagi,apa kau tidak kasihan pada suamimu ini hah? Aku merindukanmu,merinduhkan setiap sentuhan yang kau berikan,merinduhkan senyumanmu yang selalu menggetarkan hatiku,aku merindukanmu chagi,bangunlah aku mohon”.kataku semakin terisak,kucium lembut mulai dari dahi,pipi,mata hidung dan bibirnya,dingin! Hanya itu yang dapat kurasakan saat ini,tidak ada kehangatan lagi dari jiyeonku.tangisku pun tak dapat kuhentikan,malah semakin menjadi-jadi dan tiba-tiba tubuhku menegang saat mendengar suara pendeteksi jantung tersebut berdering sangat nyaring,dan tiba-tiba dokter dan 2 orang suster membuka pintu kamar jiyeon dan tergesah gesah mengeluarkan alat pemacu jantung ketubuh jiyeon.

 

 

Menangis dan menyebut nama  jiyeon hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini,aku tidak tega melihatnya diperlakukan seperti itu.

 

 

“tuan aku mohon anda keluar dulu,ini sangat darurat”.seorang suster menyuruhku keluar,dan aku menurutinya karena aku tidak tega melihat jiyeon seperti itu. Tidak berbeda denganku saat didalam tadi,menangis,hanya hal itu yang bisa kulakukan diluar sini.

 

 

 

15menit berlalu,,dan aku mendengar pintu ruangan jiyeon terbuka,kuhampiri dokter tersebut dengan wajah penuh harap bahwa jiyeon sudah sadar.

 

 

“tuan,mianhae kami sudah berusaha dengan sekuat kemampuan yang kami punya,tap…”.

 

 

 

“tapi apa dokter,apa yang terjadi pada istriku,katakan dok katakan!”.kataku sambil mengguncang-guncangkan tubuh dokter itu,tanpa pikir lagi aku masuk keruangan jiyeon dan DEG,,jiyeonku kini seluruh tubuhnya sudah diselimuti dengan kain putih.aku tidak kuasa melihat itu semua,kubuka selimut itu dan tangiskupun semakin menjadi-jadi,kukecup lembut dahinya,dingin!.

 

 

“jiyeon-na kau tidak meninggalkanku kan? Kau tidak pulang untuk menemui teman bidadari disana kan? Jiyeon-ah jawab aku,JAWAB AKU JIYEON_AH!!”.tangiskupun semakin menjadi-jadi,kuguncangkan tubuh dingin jiyeon,tapi tidak bereaksi apapun.

 

 

pikiranku kalut saat ini dan yang aku pikirkan saat ini hanyalah menyusul jiyeon kealam sana.

”jiyeon-ah aku akan menyusulmu,jangan khawatir jiyeon-ah,aku akan tetap disampingmu kau ingat janjiku dulu kan?”.kataku dengan perasaan yang sangat-sangat kacau sambil menggenggam erat tangan dingin jiyeon.

 

 

 

Pandanganku kini tertuju ke sebuah pisau buah dimeja samping tempat tidur jiyeon,dan ya aku mengambilnya dan tanpa buang2 waktu aku menusukkannya diperutku dengan kasar dan JLEEB ……………….GELAP ! SEMUANYA MENJADI GELAP DAN KELAM ! seperti hidupku yang gelap dan kelam saat jiyeon tak ada disampingku.

Jiyeon-ah saranghae,tunggu aku disana chagi aku akan segera menyusulmu,,saranghae yeongwoni……….

 

 

**********END**********

 

 

Waaaaaaaachh gimana readers,,ini FF sad ending yang pertama yg aku buat, sampai-sampai aku nangis Bombay saat nulisnya *nangis di pelukan kyu*…

Jangan lupa ya READ and COMMENT !!

Iklan

10 responses »

  1. Yakin, sumpah dah ni ff jelek nya super2 jelek. Gak nyaman di bc n gak menyentuh sama sekali,..

    Overall, buang aja ke neraka ni ff,…
    Mianhae,…
    ^^,v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s