사랑 빠지다 (chapter 6)

Standar

Annyeonghaseyo ^^
Lama tidak jumpa. Jeongmal mianhaeyo~
Ini PC author baru bisa setelah 4 bulan *BEJAT* hohoho

Selamat membaca ^^

choi siwon lee minho kim bum kim sang bum cho kyuhyun tatsuya lee donghae kim jaejoong

What should I do? I am just watching you
I can’t even say a short farewell
You hold on to my cold hands
But now I have to send you away
What should I do? You are going far away
My heart is filling with tears
Even though I try my best to hide it, I can’t
This heart I couldn’t catch, what should I do?
Don’t forget the memories we loved
Even if you find another person that makes you smile
Even the painful farewell, I am glad that it was you
Gathering all my sad tears, good bye
There was nothing I’ve done for you
Sadly, only scars are left
The person who encompassed my changed heart
Now I have to send you away, what should I do?
Don’t forget the memories we loved
Even if you find another person that makes you smile
Even the painful farewell, I am glad that it was you
If the tears fall because it is so painful to endure
Don’t forget the happy memories we shared
Even if you find another person that makes you smile
Even the painful farewell, I am glad that it was you
My love that I can’t reach, now I have to send you away
The only person that can make me laugh is you
Even if love is so deep and the heart hurts so much
Don’t forget the happy memories we shared
Even if you find another person that makes you smile
Even the painful farewell, I am glad that it was you
The thing that I could do with all my sad tears, good bye

 

#####Akademi Kkotbi#####

”Kau sudah baikan?” tanya Hyerin.
Hyejin bangkit dari tidur.
”Dimana aku?” tanya Hyejin bingung.
”Di UKS.” sahut Hikari.
”Mwo?” ucap Hyejin lesu.
”Kau pingsan setelah Juni bertanya tentang hubunganmu dengan Minho.” sahut Hyekyu.
”Dan kami sudah tahu dari Jaesi. Saat ia menungguimu di sini kau mengigo dan menceritakn semua.” Lanjut Heena.
Hyejin mengacak-acak rambutnya seperti orang gila.
”Kau licik Hyejin. Demi mendapatkan nomor HP Kyuhyun.” ucap Hyekyu sinis dengan sedikit penekanan di akhir perkataannya.
Lalu Hyekyu melangkah pergi meninggalakan 4H dengan kesal. Bahkan ia membanting pintu UKS.
”Eotteoke?” ucap Hyejin tak percaya.
”Hyejin, kau tak tahu ya. Bahwa Kyuhyun adalah first love Hyekyu.” sentak Hikari.
”First love?” sahut 3H bersamaan.
”Ne. Aku kemarin tidak sengaja membuka buku diarynya saat ia tidur. Di diarynya ia mengatakan bahwa ia sangat senang sekali bahwa ia mengetahui nama pemuda yang selama ini ia impipikan. Pemuda yang sewaktu ia SMP merenggut first kissnya.” jelas Hikari.
Ke3H terkejut.
”Mwo?” sahut Heena tak percaya.
”Kapan kau membacanya?” tanya Hyerin.
”Saat kalian tertidur, seblum Hyejin datang.” jawab Hikari.
Hyejin menelan ludah.
”Jika begitu aku lanjutkan!” seru Hyejin.
”Mwo?” sahut Hikari.
”Aku akan menjadi teman kencan Minho untuk mencomblangkan Hyekyu dengan Kyuhyun!” seru Hyejin lagi.
Semua chingunya tersenyum senang.
”Joengmal?” sahut sebuah suara.
Empat pasang mata menatap asal muasal suara.
”Ku kira kau sakit para karena salah satu temanmu berlari sambil menangis tadi.” ucap Minho.
”Maksudmu Hyekyu?” tanya Hyejin.
”Ne. Gadis berkuncir satu di samping itu berlari sambil menangis. Ku kira kau keritis.” jelas Minho.
Ia menarik lengan Hyejin.
”Mwo?” sahut Hyejin.
”Katamu kau ingin mencomblangkan mereka berdua, kau harus menuruti pintaku. Aku akan menolong.” ucap Minho.

#####Kediaman Callisto#####

”Omoni.” ucap Jaerin pelan.
”Ne.” sahut Hansoek.
”Donghae oppa kemana ya? Dari tadi aku menelpon dan mengirim pesan tapi tak ada tanggapan. Sekarang sudah malam. Jam makan malam hampir tiba. Makanan buatanku hampir dingin.” keluh Jaerin.
”Nanti dia pulang. Jika janji ia selalu menepati.” ucap Hansoek.
”Jaerin kami berangkat dulu.” sahut Goonsu kemudian merangkul istrinya.
”Ne. Good luck!” sahut Jaerin.
Hansoek dan Goonsu pergi meninggalkan Jaerin di ruang makan.
Jaerin tertunduk kemudian HPnya berbunyi. Ia mengecek, ternyata pesan.

Jaerin, joengmal mianhae. Oppa dari tadi berusaha menukarkan HP kepemiliknya. Tapi susah. Saat ku temui dia di asramanya ia belum pulang. Saat ku temui dia di akademi, dia sudah balik ke asrama. Alahasil kami membuat janji di taman untuk proses penukaran.
Jika kau lapar kau makan dulu saja. Aku akan menyusul segera.
Kkukchin Donghae.

Jaerin menghela nafas panjang. Ia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menujuh ke dapur.

 

#####Taman#####

Wajah Donghae berubah ketika menerima telpon dari sesorang. Darahnya seakan berhenti mengalir ketika melihat gadis yang baru ia kenal. Ia merasa berat memandang gadis itu.
”Mianhae aku sedkit telat. Pasti kau lama menunggu ya.” ucap gadis itu.
Donghae terdiam.
”Oppa, kau kenapa?” tanya Gadis itu.
Donghae menatap gadi itu lekat.
”Hyerin, aku baru saja menerima telpon dari keluargamu. Ia mengatakan oemmamu sedang sekarat.” ucap Donghae.
Hyerin berlutut tak percaya air matanya mulai mengalir membasahi kedua pipinya.
”Kau ingin menjenguknya sekarang eh? Akan ku antarkan.” ucap Donghae berlutut di hadapan Hyerin dan mendongakkan wajah Hyerin.
Hyerin memeluk Donghae. Menarik pakaian Donghae untuk menampung air matanya. Pikirannya kalut. Ia butuh tempat untuk menangis.
”Bagaimana oppa, aku harus menemuinya saat ini juga saat ini.” isak Hyerin.
”Ne. Arreso. Akan kuantarkan saat ini juga. Ayo bangkit!” ucap Donghae mengajak Hyerin untuk berdiri.
Hyerin berusaha menguatkan diri. Tapi tidak bisa. Ia jutuh dipelukan Donghae dan menangis di pelukan Donghae.
Donghae mendekap Hyerin. Setidaknya mereka melakukan hal itu dengan berdiri. Jika mereka melakukan hal itu seperti awal (berlutut) orang yang melihat mereka dari belakang pasti akan mengira mereka berciuman.
Seperti yang dipikirkan Jaerin. Ia melihat kejadian itu tepat beberapa meter di belakang Donghae. Ia menjatuhkan Bentonya ketika ia mengira Donghae dan Hyerin berciuman. Dan ia pergi meninggalkan Donghae dan Hyerin saat mereka berpelukan.
Air mata Jaerin menetes bersamaan turunnya salju.
”Aniyo, musim ini masih sperti musim-musim sebelumnya.” isak Jaerin di tengah larinya.

 

I lose my world without you
I live because of you
You just only my hope
To change everything
But I’m wrong
Anyone can’t help me
I just life with my self
I just a snow
Little white
And nothing special
Just little cold
Little sad
Even I look behind
I will say in my heart
I hope ever born

 

”Ayo, akan kuantarkan kau ke Busan. Ke tempat ibumu.” ucap Donghae setelah Hyerin sedikit tenang.
Hyerin mengangguk.

 

#####Asrama akademi Haenol#####

Seorang gadis memasuki kamar asrama. Ia celingukan mencari penghuni asrama. Ia mendengar suara orang mandi. Lalu mengangguk. Ia berpikir bahwa si penghuni sedang mandi. Lalu matanya tertujuh pada ponsel yang berada di atas ranjang. Ia membaca percakapan chating kemudian mengetikkan sesuatu lalu mengirimkannya.
Ia mendengar pintu di buka. Dengan sigap ia melog out situs chating tersebut dan menduduki HP yang ia bawa tadi.
”Surprise!!!” seru gadis itu.
Pemuda berambut basah berhanduk putih tak terkesan dengan kehadiran gadis itu.
”Hei ini asrama laki-laki, perempuan tidak diizinkan di sini.” bentak pemuda itu.
”Tatsukun…” ucap gadis itu cemberut.
”Hey Yuri-chan, sebaiknya kau keluar dari kamar ini. Atau lebih baik kau keluar dari asrama ini sebelum aku kena hukuman karena kau.” bentak Tatsuya dengan logat dan bahasa Jepang tentunya.
Yuri kesal ia menggelang.
”Gak mau. Akukan cinta pertamamu. Kenapa kau berlaku kasar padaku?”
Tatsuya menghela nafas.
”Jika kau cinta pertamaku tidak mungkin kau melarangku berenang.” bentak Tatsuya.
Yuri tertenduk.
”Minggir kau. Kau pasti menindihi HPku.” bentak Tatsuya galak.
Yuri berdiri dan menepi.
Tatsuya meraih HPnya. Ia kesal setelah melihat HPnya.
”Kaeru.” ucap Tatsuya.
”Nani?” sahut Yuri.
”Kaeru! Kaeru!!! Pergi kau! Pulanglah kembali!” triak Tatsuya.
Yuri tergopoh-gopoh keluar kamar. Ia membanting pintu kamar Tatsuya dan berkata.
”Tidak akan ku biarkan kau bersama gadis lain. Hanya aku yang boleh memiliki mu. Ano shoojo wa dare desu…”
kemudian ia melangkah pergi dengan wajah kesal.

#####Asrama Akademi Kkotbi#####

Heena memperhatikan Hikari yang berpakaian layaknya gadis semestinya.
”Tumben kau tidak berdandan tomboi? Kau mau kemana eh?” tanya Heena.
”Menemui sesorang. Sepertinya kau harus sendiri di kamar ini.” jawab Hikari.
”Mwo?” sontak Heena.
”Kau ke cafenya Hyunkyo onnie saja.” ujar Hikari.
”Kalian kejam sekali terutama kau.” sentak Heena.
Hikari tersenyum tanpa dosa.
”Hyekyu pergi setelah kita kembali ke asrama yang katanya ingin jalan-jalan untuk mencari ilham cerpennya. Hyejin berkencan dengan Minho sepulang sekolah tadi. Hyerin menukarkan HPnya dan sampai saat ini tidak ada kabar. Sepertinya ia berkencan lalu kau. Jangan bilang kau juga berkencan.” oceh Heena.
”Entahlah. Aku berangkat dulu.” sahut Hikari kemudian pergi meninggalakan Heena.
Heena menghela nafas panjang. Ia menggerutu tak percaya. Lalu HPnya berbunyi. Ia merai HPnya yang berada di atas meja kecil.
Ternyata pesan dari Hyerin.
”Sepertinya ia sudah menukarkan HPnya.” gerutu Heena.
Lalu ia membuka pesan dari Hyerin.

Chingu, joengmal mianhae.
Malam ini aku tidak akan kembali ke asrama.
Aku mendapati kabar bahwa oemmaku sekarat. Sekarang aku sedang dalam perjalanan menujuh ke Busan.

Heena membalas.

Oh, guroyo?
Aku doakan oemmamu baik-baik saja.
Semoga selamat sampai tujuaan.
Ohya kau ke sana sendiri?

Heena duduk serius memandangi layar HPnya. Tak lama kemudian balasan dari Hyerin masuk.

Gomawo.
Aku bersama orang yang mengantarkanku pulang kemarin.
Lalu, kemana anak-anak yang lain? Kenapa mereka tidak membalas pesanku?
Padahal pesan terakhir kukirimkan padamu.

Heena nyegir.
Ia membalas pesan Hyerin.

Hyekyu sakit hati mungkin, dari tadi belum pulang juga. Dan ternyata HPnya di changer di asrama. Hyejin juga begitu. Sepertinya ia sibuk berkencan. Aku menelponnya juga tak diangkat. Hikari, tak tahulah sepertinya ia memakai nomer yang satunya. Saat ini dia sedang menemui sesorang.
Dan aku sendiri di sini.

Lalu Hyerin membalas.

Keluarlah.
Mungkin kau menemukan pangeranmu.
Seperti aku.
Aku bersama pangeranku meski ia bersamaku karena merasa kasihan.

Heena menghela nafas panjang. Ia bangkit meraih mantelnya dang menggenakannya. Ia memasukan HP dan dompetnya ke kantong dalam mantel.
Ia keluar asrama berjalan menyelusuri Seoul. Entah apa yang dipikirnya, ia menyebrang tanpa menengok ke kanan dan ke kiri.
Chit….
Terdengar suara mobil mengerem mendadak. Heena terjatuh. Serong pria kelaur dan berkoar-koar memarahi Heena. Heena diam saja. Ia menggertu dan bangkit. Ia meninggalkan pria yang berkoar-koar. Heena berjalan menyebrangi jalan tanpa menengok ke kanan dan kekiri. Terdengar suara mobil di klakson. Heena menengok ke arah suara klakson itu. Ia terdiam terkejut. Ia merasa otot-ototnya tidak dapat digerakan. Ia tidak dapat menghindari bahwa dirinya akan ditabrak sebuah bus.

Jika ini akhir hidupku…
Aku harap ini yang terbaik untukku
Aku harap tak seorangpun yang menangisi kepargianku
Jika ini akhir hidupku…
Aku ingin diberi kesempatan
Untuk melihat orang yang spesial
Orang yang kucintai
Aku ingin melihatnya bahagia
Sebelum aku pergi
Tapi.
Adakah orang yang ku cintai saat ini?

 

It’s a long long journey
Till I know where I’m supposed to be
It’s a long long jouney
And I don’t know if I can believe
When shadows fall and block my eyes
I am lost and know that I must hide
I’ts a long ;ong jouerney till I find my way home to you

 

#####Di sekitar Sungai Han#####

Hyekyu duduk termenung memandang sungai Han. Kelap kelip lampu di malam hari seperti matanya yang berkaca-kaca. Ia terisak, menghapus air matanya kemudian menulis sesuatu di buku yang ia bawah.
Setelah beberapa menit menulis ia tersenyum. Ia kembali lagi memandangi sungai Han. Kemudian ia merasa diperhatikan. Ia menengok ke suatu sisi di sampingnya. Hyekyu hanya melihat seseorang bermantel hitam menggunakan topi vedora berwarnah hitam yang sibuk menulis sesuatu dengan pensilnya.
Hyekyu memalingkan wajahnya kembali menatap sungai Han. Kemudian menatap langit seraya berpikir. Ia menyipitkan matanya. Lalu ia mebuka lembar baru di bukunya dan menuliskan sebuah puisi.
Sekali lagi ia tersenyum, ia tersenyum menatap puisi buatannya.
”Kau terlihat manis jika tersenyum seperti itu daripada menangis.” sahut sebuah suara.
Hyekyu menengok ke asal muasal suara.
Ia mendapati pria bervedora menatapinya.
Hyekyu terkejut melihat wajah orang itu.
Orang itu berjalan mendekati Hyekyu dan duduk di samping Hyekyu.
”Ini lihatlah apa bagus?” ucapnya memberikan sebuah buku sketsa.
Hyekyu menerimanya. Ia memandangi gambar sketsa yang ia terima. Ia terpanah sehingga tak bisa berkata. Ia tak sadar jika buku yang ada dipangkuaannya di raih oleh orang yang di sampingnya.
”Namamu Hyekyu bukan?” tanya orang itu sembari membaca tulisan Hyekyu.
”Ne.” jawab Hyekyu pelan.
”Joengmal mianhae. Saat bertemu kemarin aku pura-pura tidak mengenalimu.” ucap orang itu menatap Hyekyu.
Hyekyu kalang kabut. Ia memalingkan wajahnya setelah beberapa detik menatap mata orang yang di sampingnya.
”Kau tahu, selama ini aku berusaha menghindarimu. Berusaha tidak berjumpa denganmu karena aku…” orang itu kembali membaca tulisan Hyekyu.
Kemudian ia membalik buku Hyekyu. Ia terdiam membaca karangan Hyekyu.
Saat di lembaran puisi. Orang itu terpana.
”Karena ini aku takut… Karena aku takut kau melakukan ini kepadaku. Aku takut, aku takut jatuh cinta kepadamu.” ucap orang itu serius.
Hyekyu manatap orang itu. Matanya berkaca-kaca.
”Lalu kenapa kau menemuiku jika kau takut jatuh cinta kepadamu?” tanya Hyekyu terisak.
”Karena Jaerin.” sahut orang itu.
”Jaerin?” ucap Hyekyu heran.
”Kemarin aku bertemu dengannya.” terang orang itu.
”Arreso. Hyejin sudah menceritakannya. Kau tidak usah menceritakannya lagi Kyuhyun. Aku…” Hyekyu beranjak dari duduknya.
Pipinya mulai basah.
”Aku tidak sakit jika kau berpacaran dengan Jaerin. Aku bisa mengertil.” lanjut Hyekyu terisak kemudian melangkah pergi.
Tapi Kyuhyun meraih tangan Hyekyu, mendekapnya dipelukannya.
”Mianhae, Hyekyu… Aku tidak ingin membodohi diriku sendiri. Aku tidak peduli dengan sumpahku yang ingin berpacaran dengan gadis pintar bahkan jenius seperti Jaerin. Aku tidak peduli dengan sumpahku yang tidak mungkin mencintai gadis yang tidak sengaja ku cium. Aku tidak peduli dengan sumpah pabo itu. Karena aku…” terang Kyuhyun mulai terisak.
”Karena aku tidak bisa melupakanmu. Tidak bisa melupakan gadis yang telah ku curi first kissnya.” lanjut Kyuhyun.
Ia melepas pelukannya menatap wajah Hyekyu. Ia mengusap pipi Hyekyu yang basah dengan sapu tangan berwarna merah jambu miliknya.
”Hyekyu!” seru Kyuhyun memberikan senyumnya kepada Hyekyu.
Hyekyu mendongak ke Kyuhyun.
Kyuhyun langsung melekatkan bibirnya di bibir Hyekyu. Hyekyu tak dapat berkata, ia memejamkan matanya tak percaya. Kyuhyun juga begitu, matanya terpejam menikamati adegan yang kini ia lakukan. *author pingsan gak ada yang nolong*
Salju turun semakin lebat. Tapi mereka tetap melakukan hal itu. *author sudah koma dUGD*

#
#
#
#
#

Beberapa meter dari lokasi tempat dimana Hyekyu dan Kyuhyun bercumbu mesra
Mungkin beratus meter jauhnya.
Hikari berdiri di dekat sungai Han. Ia mendongak ke arah jembatan yang penuh dengan lampu. Seketika itu air mancur meluncur menarik perhatian Hikari. Hikari tersenyum.
”Anata no namae wa Hinata desuka?” tanya seseorang di belakang Hikari.
Hikari memalingkan tubuhnya. Ia mendapati sesosok gadis seusianya dengan mata sipit berambut lurus tergerai indah. Ia merasa pernah melihat gadis itu sebelumnya.
Hikari mengangguk. Ia sedikit bingung. Hinata adalah namanya dalam situs jejaring.
Gadis itu menunjukkan wajah kebencian kepada Hikari. Ia mencoba mendorong Hikari. Hikari berusaha bertahan. Tapi gadis itu memukul Hikari dengan tasnya dan mendorong Hikari hingga Hikari terjatuh ke sungai Han.

 

########

Jika bisa ku putar waktu
Inginku kembali ke massa itu
Memperbaiki kesalahnku
Memperbaiki kebodohanku
Menemukanmu
Mengatakan kepadamu tentang perasaanku
Dan kaupun ku peluk
Tak akan ku biarkan lepas
Tak akan ku biarkan pergi
Karena aku tak mampu hidup tanpamu

 

Beberapa meter dari lokasi Hikari. Sesorang berteriak.
”Hi-chan!!!”
sontak Kyuhyun dan Hyekyu berhenti berciuman. Kaku-kaku mereka mencari sesorang yang mengganggu mereka.
”Tatsuya sonbae.” ucap Kyuhyun terkejut.
”Mwo?” sahut Hyekyu.
Ia menyipitkan matanya mencoba melihat dengan jelas sosok yang beberapa meter ada di hadapannya.
”Ne. Tatsuya oppa.”
Tatsuya berlari menujuh ke tempat Hikari terjatuh. Kyuhyun dan Hyekyu bangkit. Ia membereskan barang-barang mereka kemudian menyusul Tatsuya.
”Yuri chan! Apa yang kau lakukan?” bentak Tatsuya.
Gadis berambut panjang itu terdiam gemetaran. Ia menggeleng-gelengkan kepalahnya.
”Aku… Aku… Tidak sengaja Tatsuya-kun.” ucap Yuri terbata-bata.
Wajahnya menunjukkan ia ketakutan.
”Dasar wanita iblis!” triak Tatsuya membuat Yuri benar-benar ketakutan.
Tatsuya melepaskan topi yang menghangatkan kepalahnya. Melepas syal, mantel dan sepatunya dengan cepat. Lalu ia melompat ke sungai han yang dingin. Yuri menatap dengan tatapan ketakutan.
”Yuri, what are you doing in here?” tanya Kyuhyun setelah tiba.
Yuri diam, tangannya gemetaran. Matanya terpejam berusaha melupakan kejadian yang barusan terjadi.
”Kyuhyun-ah, siapa dia?” tanya Hyekyu.
”Matsuyama Yuri. Dia teman Tatsuya sejak kecil. Katanya begitu.” jelas Kyuhyun.
”Mengapa kau mengatakan hal yang tidak begitu jelas? Apa maksudmu dengan katanya begitu?” protes Hyekyu.
”Tatsuya benar-benar tidak tahu nama teman semasa kecilnya. Yang ia tahu adalah marga teman semasa kecilnya itu. Marganya Matsuyama. Tatsuya mengenalnya sejak SD, sejak Tatsuya pindah sekolah dari Kyoto ke Osaka. Teman masa kecilnya mirip dengan ciri-ciri Yuri. Tidak banyak bicara, sedikit pendiam. Bahkan temannya itu tidak menyebutkan namanya. ia menyuruh Tatsuya untuk memanggilnya Hi-chan.” terang Kyuhyun ia menatap Yuri dengan ekspresi tidak senang.
”Hi-chan?” sahut Hyekyu.
Kyuhyun mengangguk.
”Sejak Tatsuya kelas dua hingga kelas lima mereka berteman.” ucap Kyuhyun datar.
”Hanya seperti itu?”
”Ne. Tatsuya pindah ke Tokyo. Ia tidak pernah sempat ke Osaka untuk menemui temannya itu. Saat ia kelas dua smp, ia baru dapat menemui teman masa lalunya. Ia merasa ada kejanggalan. Teman masa lalunya sedikit berubah.” terang Kyuhyun lagi.
Hyekyu mengangguk. Lalu ia memperhatikan gadis yang berdiri ketakutan. Ia memandangnya lekat-lekat lalu ia terbelalak. Hyekyu mengambil topi milik Kyuhyun kemudian berjalan mendekati Yuri. Ia menekuk-nekuk rambut Yuri dan entah apa yang ia lakukan. Ia seperti mengacak-acak rambut Yuri. Hingga akhirnya, Hyekyu memasangkan topi vedora di atas kepalah Yuri.
”Kyu lihatlah!” seru Hyekyu.
Kyuhyun yang tadi memperhatikan Tatsuya, perhatiannya kini tersita ke arah Hyekyu dan Yuri.
Tatsuya datang dengan membawa tubuh Hikari. Mereka benar-benar basah dan kedinginan. Tatsuya mencoba memberikan pertolongan pertama kepada Hikari. Ia menekan-nekan dada Hikari dengan kedua tangannya berharap Hikari kembali bernafas. Ia melakukan itu berulang kali dan mengecek apakah Hikari sudah bernafas.
Tatsuya mendesah, ia menekuk tekuk leher Hikari kemudian memberikan nafas buatan. Tiba-tiba saja Hikari sadar. Ia terseladak air. Ia memuntahkan air dan menggigil kedinginan. Tatsuya memeluknya, ia merai mantelnya dan menyelimuti Hikari dengan mantelnya itu.
”Bagaimana pendapat mu melihat gadis ini?” tanya Hyekyu pelan menunjuk Yuri.
Kyuhyun, Tatsuya, dan Hikari memandang gadis yang kini tampak terlihat berambut pendek sependek Hikari.
Hikari tidak percaya. Matanya tidak berhenti berkedip.
”Kau….

 

 

*) to be continue

 

 

Mohon komentarnya sekaligus jempol2nya (like)
Mianhae kebanyakan lirik lagu ma puisi GJ karangan author
Author rada melankolis dan rada puitis (alias pengen nulis puisi)

Iklan

2 responses »

  1. Wah…makin dibaca makin seru ff-nya, makin bikin penasaran juga walaupun agak bingung waktu baca chapter awalnya tapi tetep ff-a keren, nice ff Author. Next chap ditunggu ya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s