♪Symphony of LOVE♥ >> Chapter : 2

Standar

S.O.L , CHAPTER TWO : “I FOUND YOU, PRINCE OF HAPPINESS …”

BYURRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR…………………………

“KYYAAA…….” teriak Iseul terkejut.

“O M G …. KITA SALAH ORANG..” teriak Eunhyuk panik.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAPA APAA INI ??!” teriak Iseul geram.

“KABUR!!!!!!!!!!!!!!” Teriak Shindong, Eunhyuk, dan Ryeowook.

“Kalian mau kemana? jangan tinggalkan aku sendiri disini…!! ” teriak Yesung panik karena tidak bisa kabur menyusul teman-temannya yang sudah lari tunggang-langgang entah kemana.

“Kamu mau kemana..??” tanya Iseul sambil mencengkram lengan Yesung kuat-kuat agar dia tidak ikut kabur bersama teman-temannya.

“Ehm, a…aku ma..ma..u me..nyusul temanku.” Jawab Yesung terbata-bata.

“Enak saja kau bicara, jangan lempar batu sembunyi tangan begitu! Kau sudah berbuat tapi tidak mau bertanggung jawab? Nih rasakan…!” teriak Iseul sambil menumpahkan vanila latte di tubuh Yesung.

“HEY!!! APA YANG KAU LAKUKAN ?!” omel Yesung yang seluruh wajah dan baju seragamnya kini ikut basah.

“Lalu apa yang kau lakukan padaku? YOU KNOW THIS IS FAIR, ALRIGHT!!” bentak Iseul dengan dipenuhi emosi.

“Ada apa ini? Dan kenapa kalian berdua basah kuyup…??” tanya Kyuhyun yang baru saja tiba di tempat itu dengan kebingungan.

“DIAM KAU….!!!” teriak Iseul dan Yesung serempak.

“B..Ba..Baiklah… aku diam saja…” kata Kyuhyun sembari menganggukkan kepalanya.

“Aku disini lho…Jangan kalian lupakan aku…. Dan kau Yesung-ssi, sebenarnya siapa yang mencariku??” ujar Yeonmi sambil menghampiri kedua orang tersebut.

“Y…Ye…Yeonmi…? Kau disini? Apa kau tidak apa-apa? Kau tidak menjadi korban dari perkelahian dua orang gila ini kan???” seru Kyuhyun khawatir.

“APA YANG KAU KATAKAN?!” Teriak Yesung sambil menatap ke arah Kyuhyun dengan tatapan geram.

“Kyuhyun oppa…. Jeongmal mianhae tadi aku telah membentakmu… Aku tidak bermaksud membentakmu seperti tadi. Aku mohon maafkan aku..” ucap Iseul sambil membungkukan badannya kearah Kyuhyun.

“Terlalu banyak omong! Tidak usah sok manis begitu…“ ejek Yesung.

“Diam kau rambut landak!” bentak Iseul sambil memukul kepala Yesung.

“Apa kau bilang?! Rambut landak? Kau tidak salah? Ini rambut trend masa kini tau…” tampik Yesung.

“Mungkin rambutmu memang tren masa kini, tapi wajahmu itu yang Kuno!” seru Iseul sembari tertawa mengejek.

“MWO?!” Yesung membelalakkan kedua matanya. Ia begitu terkejut.

“Sudahlah Iseul-ah… Kita pergi saja dari pada kau tambah gila dengan tingkah orang stress ini…” ajak Yeonmi sambil menarik tangan Iseul.

“TUNGGU..!! Urusan kita belum selesai !” ucap Yesung sambil menghalangi langkah mereka berdua.

“Urusan apa? Aku tidak sudi berurusan denganmu lagi…” ujar Iseul.

“Yang jelas aku tidak terima karena kau mengatakan kalau wajahku kuno! Hey, aku ini sunbae-mu. AYO CEPAT MINTA MAAF !!” omel Yesung.

“Minta maaf ? Hah… Jangan harap aku mau minta maaf pada manusia sepertimu ! Lagipula harusnya kau yang minta maaf padaku. Gara-gara kau tubuhku jadi basah kuyup begini !” balas Iseul.

“Huuhhh…. Mau berapa lama lagi anjing dan kucing ini bertengkar terus ? Lebih baik aku pergi saja…” gumam Yeonmi kesal. Ia segera berlari keluar dari aula meninggalkan orang-orang itu.

“Yeonmi-ah ! Kau mau kemana…?” tanya Kyuhyun.

Yeonmi tidak menjawab. Menoleh pada Kyuhyun saja tidak. Ia hanya melanjutkan langkahnya menuju pintu untuk keluar dari tempat itu.

Kyuhyun yang tak dianggap begitu justru penasaran dan mengikuti Yeonmi keluar dari sana meninggalkan Yesung dan Iseul yang sibuk beradu mulut sejak tadi.

Di tempat lain seorang gadis tengah asyik memandangi sebuah gantungan kunci berbentuk musik sambil tersenyum lebar di depan pintu kelasnya. Gadis itu bernama Lee Ahra. Dia adalah anak kelas 1-b yang tentu saja hari ini adalah hari pertamanya masuk SMA. Ada apa dengan gantungan kunci tersebut?

~♪- AHRA POV -♪~

Hari ini adalah hari yang sangaaat menyenangkan bagiku. Waeyo?

Karena hari ini adalah hari yang aku tunggu-tunggu. Hari ini adalah hari dimana aku bisa bertemu dengan My Prince of Happiness….

Kenapa aku menyebutnya Prince of Happiness ?

Selain karena aku belum tau nama aslinya, tapi juga karena kenangan satu tahun yang lalu.

Waktu itu aku masih duduk di bangku SMP. Saat itu aku sedang pulang sekolah mengendarai sepedaku. Karena tidak hati-hati sepedaku melewati kerikil tajam dan membuatnya oleng. Karena hal itu, aku terjatuh di jalanan dan aku tertimpa sepeda tersebut. Tentu saja rasanya sangat sakit. Seluruh tangan dan kakiku dipenuhi dengan luka lecet maupun goresan karena terkena kerikil-kerikil tajam tersebut.

=>-F-L-A-S-H-B-A-C-K-

“Hiks.. Hikss… “ perlahan-lahan aku meniup luka di tanganku sambil menahan sakit.

“Agassi, kau tidak apa-apa…??” tanya seorang namja yang menghampiriku.

“Hikss…Hikss…” air mataku justru mengalir semakin deras dari pelupuk mataku.

“Tidak apa-apa bagaimana? Kau tidak lihat tangan dan kakiku dipenuhi luka seperti ini?” ucapku dalam hati.

“Sudah… jangan menangis lagi. Tersenyumlah…” pintanya seraya mengusap rambutku.

“Hah? Ada apa dengan orang ini? Aku sedang terluka seperti ini tapi dia malah menyuruhku tersenyum? Aneh sekali….” gumamku kebingungan.

“Waeyo? Kau bingung ya?” tanyanya lembut.

“Kuberitahu ya, percaya atau tidak, tersenyum akan membuatmu mersa lebih baik…” ujarnya sambil mengumbar senyuman yang begitu indah dan aku rasa senyuman itu adalah senyuman terindah yang pernah kulihat selama hidupku.

Tanpa sadar, karena melihat senyumannya aku juga jadi ikut tersenyum. Dan kata-katanya benar, sekarang aku merasa lebih baik. Perih dan sakit yang tadi kurasakan, kini tidak terasa lagi.

“Ini, ambilah….” katanya sambil menyodorkan sebuah gantungan kunci berbentuk musik padaku.

“Kenapa ini diberikan padaku…?” tanyaku.

“Ini adalah benda yang sangat kusukai. Waktu kecil setiap saat aku bersedih dan menangis aku selalu menggenggam erat gantungan kunci tersebut dan entah kenapa setiap aku melakukannya aku selalu bisa tersenyum kembali…. Aku rasa aku lebih baik aku memberikan ini padamu…” ucapnya.

“Bukankah kamu membutuhkannya…?” tanyaku ragu.

“Ne. Tapi aku rasa kau lebih membutuhkannya saat ini…” jawabnya seraya tersenyum.

“Fuhhh… padahal meihat senyumanmu saja sudah bisa membuat hatiku damai…” gumamku.

“Kamsa hamnida…” pekikku.

“Ne. Sekarang segera usap air matamu dan pulang kerumah untuk mengobati lukamu…. Semoga cepat sembuh ya…” seusai dia mengatakan hal itu, ia berlalu seraya melambaikn tangan kearahku.

“Dia benar-benar baik. Padahal kita tidak saling mengenal, tapi dia mau memberikan benda kesayangannya padaku?” aku geleng-geleng kepala.

“Aigoo ! Kenapa aku tidak menanyakan namanya? Aduhhh… babo!” sesalku.


=> -F-L-A-S-H-B-A-C-K—E-N-D-

Dan sejak saat itu tiap kali aku sedih ataupun menangis, aku selalu menatap gantungan kunci ini. Karena hanya gantungan kunci ini yang bisa mengingatkan aku pada senyuman indah milik namja itu. Entah mengapa, membayangkan senyumannya bisa membuat hatiku damai.

Suatu hari, aku ingat kalau dia memakai seragam Gyohyang-gog high school. Jadi aku memutuskan untuk bersekolah di sini setelah aku lulus SMP.

Namun, pagi ini aku belum melihatnya. Aku juga tidak tau dia berada di kelas apa.

Aku menghela nafas, “Fuhhh… bagaimana ini?” pikirku.

“Ahra-ah, bagaimana? Apa kau sudah bertemu dengan namja yang ingin kau temui itu?” tanya Sulli.

Aku menggeleng untuk menjawab pertanyaannya.

“Mwo? Belum?” tanyanya lagi.

“Kalau belum kenapa diam saja? Ayo kita cari dia!” ajaknya sambil menarik tanganku.

~♪- KYUHYUN POV -♪~

Aku berusaha mencari Yeonmi yang sudah lebih dulu meninggalkan tempat itu.

Setelah beberapa saat mencarinya, aku menemukannya sedang duduk di bawah pohon yang terletak tak jauh dari taman sekolah. Saat melihatnya, aku segera melangkah kesana untuk menemuinya.

Namun, saat aku mencoba mendekat tak sengaja aku melihatnya sedang menangis tersedu-sedu.

Ada apa dengan Yeonmi? Apa sesuatu terjadi padanya? Kenapa ia terlihat begitu sedih?

“Yeonmi-ah…” aku menepuk pundaknya pelan.

“Ne oppa…” sahutnya sambil terburu-buru mengusap air matanya.

“Yeonmi-ah gwenchana? Kenapa kau menangis…?” tanyaku sembari duduk disebelahnya.

“Aku tidak menangis…” tampiknya sambil menggeleng pelan.

“Kau tidak bisa membohongiku Yeonmi-ah….” ucapku sambil tersenyum.

“Emmmhh…. A…aku….” ujarnya terbata-bata.

“Apa ada sesuatu yang membuatmu sedih…?? Katakan saja…” kataku sambil mengusap rambutnya lembut.

“Emmmhh… Oppa tau, luka di kaki bisa diobati, tapi luka dihati mana ada obatnya…??” ucapnya lirih.

“Jangan sedih begitu… Kau tau, orang itu pasti akan sangat menyesal karena sudah menyakiti yeoja sebaik dirimu…” hiburku.

Aku rasa Yeonmi telah disakiti oleh seseorang. Tapi siapa? Namjachingu-nya?

“YAA ..!! YEONMI-AH !!!” tiba-tiba ada seseorang berlari menemui Yeonmi.

Huhh… yeoja itu menggangu saja! Padahal aku baru sesaat duduk berduaan dengan Yeonmi….

~♪- YEONMI POV -♪~

“YAA ..!! YEONMI-AH !!!” seseorang berteriak sambil menghampiriku.

Dia adalah Song Haeyoo, sahabatku sejak kelas 1. Ya begitulah dia, dimana ada Song Haeyoo disitulah ada keramaian.

“Ne. Aku sudah dengar… Tidak usah berteriak seperti itu!” omelku.

“Yaa !! Yeonmi-ah, aku itu mencarimu kesana-kemari sejak tadi …!” teriaknya.

“Lagipula siapa yang menyuruhmu mencariku…?? Wae? Kau merindukanku?” godaku.

“Aiisshh~ Untuk apa aku merindukanmu…??” ujarnya.

“Eiitttsss…. tunggu dulu ! Yeonmi-ah matamu merah, kau pasti habis menangis ya !” ucapnya sembari menatapku curiga.

“Annio…” jawabku ragu.

“Ah kau ini…. .Aku tau!” ujar Haeyoo seraya menatap Kyuhyun oppa dengan sinis.

“Namja ini yang membuatmu menangis …!! Iya kan?” teriak Haeyoo sambil menunjuk Kyuhyun oppa.

“Aiisshh… Tentu saja bukan ! Kau ini benar-benar sok tau Haeyoo-ah…” jawabku.

“Kalau begitu, pasti kau menangis gara-gara Jaejoong-ssi kan? Apa dia mencampakkanmu? Benarkah itu..??” selidik Haeyoo.

“Kami sudah putus…” sahutku lemas.

“MWO?! PUTUS?! Kalian benar-benar putus?? Aisshh~ Dasar Jaejoong babo!! Menyebalkan, Keterlaluan… !! Ternyata benar kata oran-orang kalau Jaejoong-ssi hanya mempermainkanmu… “ ucap Haeyoo emosi.

“Sudahlah Haeyoo-ah… Aku tidak mau membahas hai itu lagi….” keluhku.

“YEONMI-AH… Bertahanlah… Kuatkanlah hatimu nak… Kau masih punya masa depan yang cerah… Jangan putus asa! SEMANGAT!!” hiburnya.

“Ne! SEMANGAT !!” Ujarku sambil mengepalkan kedua tanganku.

“A-yo…!!!” ajak Haeyoo sambil menarik tanganku.

“Haeyoo-ah kita mau kemana…???” tanyaku bingung.

“Sudah ikut saja…!” sahutnya singkat.

Setelah beberapa saat berlari, kami berhenti dan memasuki lapangan basket. Disana sudah sangat ramai. Sepertinya sedang diadakan sebuah pertandingan. Aku dan Haeyoo berusaha memasuki kerumunan para penonton yang menyaksikan pertandingan tersebut.

Setelah mendapat tempat duduk, tiba-tiba Haeyoo mengeluarkan sebuah kertas karton besar yang masih tergulung, entah apa yang akan dilakukan temanku yang satu ini…

Setelah mengeluarkan gulungan karton tersebut, dia segera berdiri dan membuka gulungan kertas karton tersebut, dan apakah yang tertulis disana???

Kertas karton berukuran besar tersebut berisi tulisan yang berbunyi,

“°·♡·I LOVE MINHO OPPA ♥·♡·°”

Tentunya kau bisa membayangkan betapa malunya diriku yang duduk tepat disebelahnya.

Bagaimana tidak? Hampir semua penonton yang tadinya antusias menyaksikan jalannya pertandingan malah justru berbalik memperhatikan Haeyoo yang begitu heboh mendukung oppa kesayangannya. Sudah membawa karton sebesar itu di tempat seperti ini, ditambah lagi teriakkannya saat mendukung Minho oppa yang benar-benar….. *lebih baik tidak usah dijelaskan…*

Yang jelas itu adalah hal yang sangat amat memalukan.

Namun, bagaimana dengan Haeyoo…?

Malu?

SALAH !

Aku saja sampai tak habis pikir, padahal semua orang sampai melihatnya dengan pandangan sinis begitu tapi dianya justru semakin heboh melakukan aksinya….

Dianya malah santai-santai saja seperti tidak terjadi apa-apa….

“HAEYOO-AH !! HENTIKAN !!” teriakku.

“TIDAK MAU !” tolaknya seraya melanjutkan aksinya. Sekarang malah ditambah joget-joget nggak jelas lagi…. #Plakk!

“Haeyoo-ah, apa kau sadar? Kau itu sudah membuat Minho malu..!” namun Haeyoo sepertinya sama sekali tidak memperdulikan kata-kataku. Huh! Rasanya aku ingin cepat-cepat pergi dari sini…

Setelah beberapa lama, akhirnya pertandingan tersebut selesai juga…

Tim Minho oppa tentu saja keluar sebagai pemenang…

“Haeyoo-ah, a-yo cepat kita pergi dari sini…” ajakku.

“Untuk apa? Aku mau memberi selamat pada Minho oppa dulu….” katanya sambil melangkah memasuki lapangan.

“Mwo ?!” teriakku.

Percuma saja aku menghalanginya. Dia sudah terlanjur berlari ke lapangan meninggalkanku di bangku penonton.Terpaksa aku mengikutinya memasuki lapangan dengan langkah gontai.

“MINHO OPPA…!!!” panggil Haeyoo sambil berlari dengan gerakan slow motion kearah Minho.

Minho yang sedang asyik merayakan kemenangannya bersama teman-teman satu tim nya spontan bersiap-siap untuk kabur mendengar panggilan tersebut.

“Yap ! Tertangkap !” Sayangnya Minho gagal melarikan diri.

“Oppa mau kemana…??” tanya Haeyoo manja sambil merangkul lengan Minho.

“Hey! JANGAN SENTUH AKU..!!” teriak Minho sambil berusaha melepaskan rangkulan tersebut.

“Oppa ? Waeyo?” tanya Haeyoo.

“Cepat pergi dari sini ! Jangan dekat-dekat …!!” usir Minho.

“Gak mau !” jawab Haeyoo mantap.

“Pergi sana ! Hush… hush…” ucap Minho sambil mengibaskan tangannya.

“Apaan sih oppa.. Emangnya aku ayam diusir-usir..??” ujar Haeyoo sambil menggembungkan pipinya.

“Okeoke. Aku akan pergi ! Tapi sebelumnya aku ingin memberi hadiah untuk Minho oppa dulu… Oppa kan sudah menang !” kata Haeyoo mencurigakan.

“Mwo? Aku tidak butuh !” jawab Minho tak perduli.

“MMUUAACCHHH…MUAACCHHH…” dua kecupan dari bibir Haeyoo sukses mendarat pada kedua pipi Minho.

“Annyeong oppa…!!” ucap Haeyoo tanpa dosa seraya berlari meninggalkan Minho oppa yang seketika terkena epilepsi (?) karena dicium olehnya.

“Haeyoo-ah… Kau benar-benar sudah gila…!!” teriakku.

“Haha ! BIARIN !” sahutnya sambil menjulurkan lidahnya kearahku.

~♪- AHRA POV -♪~

“Aiishh~ Kita sudah mencarinya ke mana-mana tapi tidak ketemu juga…” ucap Sulli.

“Aigoo… bagaimana ini? Aku ingin sekali bertemu dengannya…. Apa yang harus kulakukan..??” keluhku.

“Eh, Ahra-ah ! Kau lihat disana itu ! Sepetinya sedang diadakan pertandingan basket ! A-yo kita kesana…” ajak Sulli.

“Aku tidak mau… Kau kesana sendiri saja ya….” jawabku.

“Lho? Waeyo?” tanya Sulli kecewa.

“Aku tunggu diluar saja ya…Lagipula sepertinya petandingannya sudah hampir selesai…” ucapku.

“Owhh… Baiklah. Aku segera kembali !” ujarnya seraya berlari memasuki aula basket tersebut.

“Oppa, kau dimana…???” tanyaku sambil memandangi gantungan kunci tersebut.

Saat aku menunduk ke bawah, aku melihat sesuatu di dekat kakiku. Aku mencoba meraihnya.

Benda ini terlihat seperti tanda pengenal. Milik siapa ini?

“Mwo? Lee Gikwang…??” kataku mengeja nama yang tertera pada tanda pengenal tersebut.

Kulihat foto kecil yang terpampang disana. Setelah aku memperhatikannya baik-baik, aku merasa aku mengenal wajah orang ini.

“NE ! LEE GIKWANG, Namja ini…. DIALAH NAMJA YANG KUCARI SELAMA INI…!!!”

To Be Continued…

Maaf klo ada kesalahan kata ato hal-hal tidak jelas lainnya…

KekekeKEY~ See you again!(*^-‘)/~☆Bye-Bye♪

Iklan

2 responses »

  1. Penasaran2
    Tp banyak banget ya karakter orang2nya tp menyenangkan jadi gak terlalu boring, author sangat sangat di tunggu kelanjutannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s