Lucifer (Onew)

Standar

Annyeonghaseyo ^^

Akhirnya saya bisa posting FF Lucifer Onew version. Jeongmal mianhae telat. Ini gara2 PC admin rusak dan butuh waktu 4 bulan untuk kembali bekerja *bukan kembali seperti semula*

selamat membaca ^^

***

Cast: Onew

Rate: PG-R

Genre: Fantasy, Romance

onew shinee lee jinki

 

***

Seorang namja tertawa terbahak bahak di sebuah bar. Di sekitarnya ada beberapa yeoja yang tergeletak di lantai.

“Kau senang sekali menyebet jiwa-jiwa meraka dalam waktu beberapa menit.” Cletuk seorang namja.

Lalu namja itu berubah. Muncul tanduk dari kepalahnya dan ekor dari balik tubuhnya.

“Aku semakin hebat bukan?” sahut namja yang tertawa tadi.

“Ya kau memang hebat Onew. Kau mencetak rekor.” Ucap namja yang tampak seperti iblis.

Namja bernama Onew ikutan berubah. Wujudnya lebih sempurnah dengan sayap di punggungnya. Lalu ia terbang.

“Bawakan aku lebih banyak lagi besok.” Ucap namja bernama Onew lalu pergi meninggalkan gedung.

Onew adalah seorang Lucifer. Ia seringkali bekerja sama bersama Lucifer lain untuk mendapatkan jiwa-jiwa manusia. Bisa di bilang Onew adalah Lucfer yang kuat. Ia dapat merenggut seratus jiwa dalam sehari. Dia Lucifer yang keji. Dengan melepmarkan senyuman kepada orang lain, orang itu akan tergelatk tak berjiwa. Karena kekuatannya banyak Lucifer yang mau bekerja sama dengannya. Tentu saja Lucifer itu mendapatkan 20% bagian dari jiwa-jiwa yang di renggut Onew dalam satu kali kerja.

Hingga kini belum ada satupun Luicfer yang dapat menandingi kekuatan Onew bahkan dewa kematian.

Onew sekarang terduduk di sebuah tower memandang gerlap-gerlip kota Seoul. Tidak ada yang dapat melihatnya jika ia berwujud Lucifer sempurnah. Ia tertawa.

“Sebantar lagi kalian akan mejadi milikku.” Ucapnya.

*Keesokan harinya*

Onew tidak sengaja menabrak seorang yeoja hingga yeoja itu terjatuh. Ia mengulurkan tangannya untuk membantu yeoja itu berdiri. Tapi yeoja itu menolak. Ia bangkit sendiri.

“Kau baik-baik saja?” tanya Onew lalu tersenyum kepada yeoja itu.

Yeoja itu tidak menatap Onew. Ia sibuk membersihkan pakainnya yang kotor karena jatuh tadi.

“Nona kau tidak apa-apa?” tanya Onew lagi.

Yeoja itu memandang Onew.

‘Sepertinya aku harus melakukannya kepadamu meski banyak orang di sini. Aku bisa mengatasinya.’ Batin Onew.

Ia tersenyum kepada yeoja yang ada dihadapannya.

Yeoja itu hanya terdiam memandang Onew. Lalu matanya menatap sesuatu di atas kepalah Onew.

“Apa yang kau lihat?” tanya Onew mendongak.

“Tidak ada apa-apa.” Ucap Onew lalu memandang ke dapan.

“Lho kemana perginya yeoja itu?” cletuk Onew heran.

*Malamnya*

“Mungkin dia Lucifer.” Cletuk Lucifer yang menyamar menjadi pelayan bar.

“Tapi itu aneh~ jika dia Lucifer dia pasti terpesona denganku sedangkan dia, tidak sedikitpun dia terpesona denganku. Dan dia menghilang begitu cepat dari hadapanku. Aku tidak menyadari kepergiannya. Sepertinya dia kuat.” Terang Onew.

“AAAARRRRRGGGGHHHH”

“Ada apa ya?” cletuk pelayan yang bersama Onew.

Pelayan itu serta Onew menghampiri asal muasal suara. Mereka terkejut milihat sesosok mayat namja tergeletak di lantai. Onew langsung memeriksanya.

“Serangan jantung.” Ucapnya.

“Kenapa ia bisa kena serangan jantung?” cletuk pelayan.

“Tadi dia menggoda seorang yeoja. Lalu yeoja itu mendorongnya dan pergi meninggalkannya. Beberapa saat kemudian namja ini terkena serangan jantung dan mati.” Sahut seorang yeoja.

Onew langsung beranjak. Ia berjalan menujuh ke ruang operator. Ia memeriksa rekaman kamera pengawas. Lalu ia melihat rekaman saat namja yang mati itu terkena serangan jantung. Ia memundurkannya lagi. Sekarang ia melihat namja itu menggoda seorang yeoja.

“Tunggu sebentar. Yeoja itu~”

Onew memperbesar gambar yeoja itu. Lalu ia menelan ludah.

“Waeyo kau mendapatkan sesuatu?” sahut seorang Lucifer.

“Kenapa kau berwujud seperti itu? Apa kau sudah membereskan semuanya?” sahut Onew.

“Mereka berhamburan keluar. Aku menutup barnya.” Ucap Lucifer itu.

Onew terdiam. Ia memandingi yeoja yang ada di layar monitor.

“Siapa yeoja itu?” tanya si Lucifer.

“Dia yeoja yang di goda oleh namja yang mati itu.” Ucap Onew.

“Dia juga yeoja yang ku temui siang tadi.” Lanjut Onew.

“Tunggu sebentar. Apa yang dia pegang itu?” sahut si Lucifer menunjuk sesuatu yang di pegang yeoja yang ada di layar monitor.

“Sepertinya sebuah buku.” Ucap Onew menyimpitkan matanya.

“Buku hitam?” sahut si Lucifer.

“Death Note.” Sahut Onew.

“Iya, itu Death Note. Dia dewa Kematian.” Lanjut Onew.

“Pantas ia tidak mempan kau kelabuhi.” Sahut si Lucifer.

“Tapi dia terlalu muda untuk menjadi dewa kematian.” Ucap Onew.

“Terlalu muda?” sahut si Lucifer.

“Biasanya dewa kematian berumur tiga puluh tahun lebih.” Ucap Onew.

“Mungkin saja dia sudah berusia tiga puluh tahun lebih. Atau mungkin dia sudah berusia seratus tahun lebih. Dia kan bertugas mencabut nyawa serta mencuri umur dari korban-korbannya.” Ucap si Lucifer.

“Mungkin saja.” Ucap Onew.

Lalu ia berjalan keluar lewat pintu belakang. Ia menunjukan wujud aslinya sebagai Lucifer. Di atas menara ia duduk memandang kota Seoul yang gemerlapan di malam hari. Ia berpikir bagaimana jika kota yang ia pandangi ini tidak berpenghuni. Kota itu menjadi kota mati karena penduduknya telah hilang ia renggut jiwa-jiwanya. Ia memikirkan kekuasaan. Hadiah jika ia dapat melakukan itu semua. Ia tertawa lagi lalu terbang menghilang dalam kegelapan malam.

Keesokan harinya saat Onew mencari mangsa di mall ia bertemu dengan yeoja itu. Ia membuntuti yeoja itu. Dalam waktu tiga puluh menit ia membuntuti yeoja itu ia menyaksikkan tiga kematian. Pertama namja berusia sekitar dua puluh tahunan mati karena kepeleset di toko peralatan di sudut peralatan dapur. Ia mati tertusuk-tusuk pisau. Ke dua seorang yeoja, ia mati bunuh diri dari atas gedung. Ketiga seorang haraboji. Ia mati terkena serangan jantung. Aku curiga ia yang melakukannya karena sebelum mereka mati ia memandangi orang itu dengan tatapan benci.

Kemudian yeoja itu masuk ke dalam resto cepat saji. Ia memesan makanan kemudian duduk di sudut ruangan untuk menyantab makan siangnya. Ia meletakkan catatannya di meja bersama makan siangnya.

“Apa ini?” sahut Onew meraih catatan yeoja itu lalu duduk di depan yeoja itu.

Yeoja itu merampasnya kembali.

“Kau tidak boleh menyentuhnya, itu bukan milikmu.” ucap yeoja itu.

“Itu Death Note?” tanya Onew.

Yeoja itu diam. Ia sibuk membuka catatannya. Lalu matanya memandang ke luar jendela.

“Apa yang kau lihat?” tanya Onew mengikuti ke mana yeoja itu memandang.

Kemudian yeoja itu mencatat sesuatu dalam catatannya.

“Woah~ itu benar-benar Death Note.” cletuk Onew melihat tulisan yeoja itu.

Dalam beberapa detik di luar sana ada kejadian hebat. Seseorang tewas tertabrak bus.

“Kau dewa kematian?” tanya Onew.

Yeoja itu tak menggubris pertanyaan Onew.  Onew terus-terusan memandangnya.

“Kenapa kau membututiku?” tanya yeoja itu.

“Karena aku penasaran.” Jawab Onew.

Yeoja itu mendesah.

“Aku dewa kematian. Kau puas.” ucap yeoja itu lalu bersandar.

Ia memandangi Onew.

“Lalu kenapa kau turun ke bumi? Bukankah dewa kematian tidak bergabung dengan manusia?” tanya Onew mengintrogasi yeoja itu.

“Bukan urusanmu. Jika kau ikut campur aku akan menuliskan namamu di buku ini.” ucap yeoja itu.

“Tulis saja. Apakah kau tau namaku?” cletuk Onew.

Yeoja itu beranjak dari tempat duduknya.

“Lee Jinki.” bisik yeoja itu lalu pergi meninggalkan Onew.

Seketika itu Onew terdiam tak berkutik. Sekujur tubuhnya seakan mati rasa.

Lewat tengah malam Onew menemukan yeoja itu. Ada rasa takut di dalam hatinya. Yeoja itu bisa membunuhnya dengan Death Note. Tapi entah kenapa ia tetap saja ingin mendekati yeoja itu.

Yeoja itu telah membunuh banyak orang malam ini. Onew sampai tak percaya apa yang membuatnya seperti itu. Dewa Kematian itu memiliki misteri.

Onew lari mendekati yeoja itu ketika yeoja itu terkulai lemas lalu tak sadarkan diri. Onew membawanya ke tempatnya. Ia ingin merasuki yeoja itu. Ia harap yeoja itu dapat dirasuki agar ia dapat melihat apa yang ada dipikiran yeoja itu.

Onew berhasil merasuki yeoja itu. Ia masuk ke dalam pikiran yeoja itu dan ia mendapati ternyata ia turun ke bumi karena suatu alasan. Keluarganya terancam mati karenanya. Waktu hidup keluarganya tidak lama lagi. Satu-satunya cara adalah memberikan massa hidup kepada keluarganya.

Onew keluar dari tubuh yeoja itu lalu ia meninggalkan yeoja itu. Ia menemui asistennya yang selama ini membantunya, ia membicarakan sesuatu kepada asistennya yang selama ini menjadi pelayan bar.

“Jika seperti ini kau tidak akan menjadi Master. Usahamu selama ini akan sia-sia. Tempat itu akan tergantikan.” ucap pelayan itu.

“Aku sadar akan sesuatu. Selama ini apa yang aku lakukan tidak menguntungkan. Apa gunanya menjadi master. Tidak ada akan ada yang berubah. Lebih baik aku membantunya. Setidaknya ada orang yang akan tersenyum dengan tulus kepadaku.” ucap Onew.

*Paginya*

Yeoja itu terbangun. Ia terkejut.

“Di mana aku?” tanya yeoja itu.

Ia beranjak lalu keluar dari ruangan. Ia terkejut ia berada dalam penjara. Tapi anehnya tidak seorangpun yang menyadari keberadaanya.

“Kenapa mereka…?”

“Karena aku melindungimu.” potong Onew.

Yeoja itu mencari-cari Onew tapi ia tidak menemukannya.

“Apa yang kau cari?” tanya Onew yang tak tampak di manapun.

“Di mana kau? Apa yang kau lakukan hingga mereka seperti itu?” sentak yeoja itu.

“Aku ada di dekatmu. Aku melindungimu.” ucap Onew.

“Kau berubah wujud menjadi Lucifer dan menggunakan kekuatanmu?” cletuk yeoja itu.

“Ya. Kau benar. Ku harap kau tidak takut melihat wujud asliku.” ucap Onew.

“Dewa kematianku lebih menakutkan darimu.” ucap yeoja dewa kematian.

“Oh ya?” ucap Onew kecewa.

“Apa maumu?” tanya dewa kematian.

“Membantumu mendapatkan massa hidup untuk keluargamu.” ucap Onew.

“Dari mana kau tahu aku…”

“Aku merasukimu saat kau pingsan kemarin.” potong Onew.

“Sudahlah sekarang catat mereka di Death Note milikmu.” tutur Onew.

*Malamnya*

Onew mengajak yeoja dewa kematian ke ruang monitor bar.

“Kenapa kau mengajakku kemari?”

“Bunuhlah mereka semua.” ucap Onew.

Dewa kematian menatap Onew.

“Sudahlah jangan menatapku seperti itu. Mereka sebenarnya jatahku. Tapi kau lebih membutuhkannya.” ucap tutur Onew.

*10 Hari Kemudian*

“Dia sudah pergi?” tanya asisten Onew yang menyamar menjadi pelayan bar.

Onew mengangguk lalu meminum birnya.

“Dia tidak mengucapkan apapun kepadamu?” tanya pelayan itu.

Onew menggeleng.

“Bahkan gomawo?” cletuk pelayan itu.

Onew menggeleng lagi.

“Apa sich maunya. Padahal kau sudah membantunya.” ucap pelayan itu.

Onew mengambil satu botol bir lagi. Lalu meminumnya.

“Honey~ kau sendirian saja?” tanya seorang yeoja yang berjalan mendekati Onew.

“Kenapa kau minum sendiri?” tanya yeoja itu lagi.

Onew tidak menggubris.

“Temani aku ya.” ucap yeoja itu membelai Onew.

Onew tersenyum simpul. Ia mendekap yeoja itu.

“Apa yang bisa aku bantu” ucap Onew dalam keadaan mabuk.

“Aku ingin kau menemaniku semalaman ini.” ucap yeoja itu membuka kancing kemeja Onew.

“Baiklah. Apa yang ingin kau lakukan?” sahut Onew lalu meneguk birnya.

Yeoja itu merebut botol minuman Onew. Ia merabah-raba dada Onew lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Onew lalu seorang yeoja menjambak rambut yeoja itu. Mereka berdua bertengkar. Pertengakaran itu pecah menjadi bunuh membunuh.

Mereka saling membunuh dengan benda tajam. Dan mereka menusukkan benda itu satu sama lain. Mereka tidak berhenti sampai salah satu dari mereka tewas.

Onew yang sedari diam karena pengaruh bir akhirnya tersadar. Barnya sepi dan di hadapannya ada dua yeoja yang tewas dengan isi perut yang berceceran di sekitarnya. Seketika itu Onew berlari ke toilet dan muntah. Entah kenapa ia muntah. Apa karena ia mabuk atau ia melihat banyak darah, usus berceceran atau bola mata yang menggelinding di dekat kaki dan tangannya.

“Aku sudah membereskan ini. Pengunjung akan lupa dengan peristiwa malam ini.” ucap pelayan bar yang ada di belakang Onew.

“Di mana dia?” sahut Onew.

“Siapa?” tanya pelayan itu.

“Dewa kematian itu” sentak Onew.

Pelayan itu bingung.

“Ada apa mencariku?” sahut seorang yeoja.

“Kenapa kau melakukan ini semua?” sentak Onew mendekati yeoja itu.

“Karena aku tidak suka dengan yeoja yang bersamamu tadi.” ucap yeoja itu, si dewa kematian.

Onew tertawa hingga kedua sayapnya keluar dari tubuhnya.

“Kau cemburu?” tanya Onew senang.

Dewa kematian menyingkir. Ia berjalan ke luar. Onew mengikutinya lalu menariknya, membawanya terbang ke puncak gedung.

“Kau cemburukan?” tanya Onew sekali lagi.

Yeoja itu cemberut. Ia memalingkan wajahnya.

“Apapun perasaanku kepadamu. Aku mencintaimu.” ucap Onew lalu menarik wajah dewa kematian dan menciumnya.

Dewa kematian menikamatinya. Ia bahkan menarik Onew agar lebih dekat dengannya. Dewa kematian membuka mulutnya dan Onewpun mulai memasukkan lidahnya ke dalam rongga dewa keamtian.

Mereka saling menghisap satu sama lain. Ciuman itu sah berlangsung lima menit. Onew telah berubah menjadi Lucifer utuh. Begitu juga dengan dewa keamtian.

Mereka melepaskan ciuman lalu tertawa.

“Kau lebih tampan dengan wujud aslimu.” ucap dewa kematian.

“Kau tampak jelek.” sahut Onew.

Dewa kematian cemberut.

“Aku bercanda. Kau cantik dengan rambut hitam panjangmu dan wajah pucatmu itu. Kau seperti dewi bulan bukan dewa kematian.” ucap Onew.

“Kenapa kau menicntaiku?” tanya dewa kematian.

“Karena kau sungguh berbeda. Kau tampak sangat kuat.” jawab Onew.

“Benarkah?” sahut Dewa Kematian.

Onew mengangguk.

“Lalu kenapa kau mencintaiku?” tanya Onew balik.

“Karena aku berhutang budi denganmu.” jawab Dewa Kematian.

Onew tidak percaya. Dewa Kematian mencintainya karena Onew mencintai Dewa Kematian.

“Ok sebenarnya karena kau berbeda. Kau seperti menarikku. Dan aku tidak bisa behenti memikirkanmu.” ucap Dewa Kematian.

“Jadi kekuatanku masih bisa mempengaruhimu.” cletuk Onew.

“Ya, kekuatan dari hatimu. Cintamu memikat hatiku.” ucap Dewa Kematian.

Mereke tersenyum lalu berpelukan.

“Sekarang apa yang harus kita lakukan untuk merayakan hari jadi kita?” tanya Onew.

“Bagaimana jika kita membunuh orang tanpa kekuatan kita. Seperti menusuk mereka dengan pisau lalu mengambil ginjal, hati, jantung serta mata mereka.” ucap Dewa Kematian.

“Kau gila!!!” triak Onew.

Dewa Kematian tertawa.

“Baiklah kita lakukan dengan kekuatan kita. Aku ingin membantu orang-orang tak berdosa dengan memberi mereka donor agar mereka dapat melangsungkan hidup mereka.” tutur Dewa Kematian.

“Idemu jahat sekali. Tapi niatmu berkebalikan dengan dirimu sebenarnya.” cletuk Onew.

Dewa kematian memandangi Onew.

“Kau dewa kematian apa dewi bulan? Kenapa kau begitu baik?” tanya Onew mencubit pipi dewa kematian yang ada di hadapannya.

Dewa kematian tersenyum.

“Ayo kita membunuh!!!” ucapnya.

*

*

*

#THE END#

*

*

*

Ayo kementar dan jempolnya ^^

Iklan

About Lyra Callisto

Saya tuh orang yang aneh karena susah ditebak. Saya suka dengerin musik terutama Kpop, ngetik/nulis fanfiction, buka akun, ngedance, nonton acara about korea Status: menikah dengan Kim Jaejoong, bertunangan dengan Lee Donghae, berpacaran dengan Choi Minho, berselingkuh dengan Cho Kyuhyun, mengakhiri hubungan dengan Choi Siwon, menjalin hubungan dengan Choi Jonghun, berkencan dengan Kevin Woo, menjalin hubungan tanpa status dengan Nichkhun dst.

15 responses »

  1. wah,, rasanya aneh setelah skian lama gag baca ff indo 😀 kekekeke…
    oia,, emang lucifer jg bs mati ya ?? q pkir mreka emang udah mati (ghaib) mksutnya.. kok takut ama dewa kmatian sih??

    • dasar orang jawa -_-
      bisa dong. merekakan tercipta dari api,sedangkan api bisa padam. lagipula di dunia ini yang kekal hanya milik Tuhan YME
      Lucifer itu bukan hantu orang mati. tapi malaikat yang terusir dari surga.
      Baca Death Note

  2. keren, gw suka ide ceritanya (apalagi yg bagian bunuh2an, hehehe^^)
    tapi jujur ya (sori nih seblumnya), pas adegan kissingnya rasanya agak aneh gimanaaa gitu (ga tau deh bagi yg lain, ini sih pendapatku doang)

  3. daebak !!!!
    baru kali ini aq nemuin ff yg seru kyak gini !!!! apalagi cast nya bukan orang asli (lucifer)…. dan apalagi ONEW OPPA yg maen !!! haduhhh…. daebak bnnget deh !!!! (^3^)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s