Please,,don’t Reject my Love

Standar

Annyeoooooongg~ Tereak pakek mikrofon radio :p
Author geje hadir kembali dengan wajah yg sama tpi ff yg berbeda setelah lama hiatus dari dunia per.ff.an~ mungkin hampir 1 tahun? 1,5 tahun?? hehehe 😀
gg ada yg kangen y?? *digetok pkek centong nasi* wkwkwk
lngsung saja let’s cekidot~

Cast: Leeteuk

Oneshoot

PG

“oppa~” aku memanggil namja berlesung pipi didepanku,,yah~ sejenak kemudian dia memutar badan dan melambai setelah melihatku. Aku tersenyum dan segera berlari kearahnya.
“tidak ada ekstra kampus??” tanyanya setelah aku memberikan salam. Aku menggeleng kecil sembari membenarkan rambut disekitar telingaku.
“ mau ikut aku sebentar?? Nanti akan ku antar kau pulang” ajaknya.
“Eodi??” tanyaku memastikan. “toko kaset” jawabnya cepat..aku mengangguk mengiyakan.

***************
“oppa,,traktir aku es krim” pintaku setelah melangkah keluar dari toko kaset. Namja bernama leeteuk itupun menoleh kearahku.
“ kenapa harus aku yg mentraktirmu??” tolaknya.
“ apa kau tidak kasihan melihat kakiku yg mungil ini harus berjalan jauh dari kampus kemari?? Aiiihhh~” kataku setengah memelas. “aaahh~ kenapa cuacanya begitu panas” sambungku kemudian sambil mengibas-ngibaskan tangan di wajah.
“arasseo-arasseo~ dasar kau!!” leeteuk memukul pelan kepalaku dengan kaset ditangannya. Aku hanya tersenyum meringis.
“hehe,,oppa~ kau memang keren” ucapku setengah merayunya.
kami berjalan menuju taman dan membeli 2 buah es krim. Rasanya begitu segar menikmatinya ditengah cuaca yg begitu panas.
“lain kali kau yg harus mentraktirku” ucap leeteuk disela-sela perjalanan pulang. Aku hanya mengangguk tak menghiraukannya dan terus melahap es krim yg masih tersisa ditanganku.
“ya~!! Yong jihyun..kau dengar aku tidak??” ucap leeteuk sambil mengambil es krim dari tanganku.
“ ne ne ne~ aku dengar. Tapi cepat kembalikan es krimku” kataku sembari mencoba meraih tangan leeteuk oppa.
“ haha,,kalau begini bagaimana??” leeteuk menjilat es krim ditangannya.
aku terdiam seketika,,memandang es krim yg mulai meleleh itu.. “oppa,,apa kau baru saja menciumku secara tidak langsung??” mendengar itu leeteuk juga seketika diam dari tawanya namun sejurus kemudian leeteuk justru tertawa terbahak-bahak dan mengacak-acak rambutku pelan. Aiiihhh,,kenapa tiba-tiba wajahku terasa panas.
“ ahahaha,,dasar kau anak kecil. Sudah sudah~ cepat masuk,,sudah sampai dirumahmu” aku tersadar dan ternyata memang sudah sampai didepan rumahku. Aku membungkuk rendah dan segera masuk setelah melambai kearah namja berlesung pipi itu.
Namanya adalah Park jungsoo, tetapi aku lebih suka memanggilnya Leteuk oppa. dia adalah tetanggaku sejak kecil..umurnya hanya 2 tahun diatasku. Aku baru saja memulai masuk di Universitas yang sama dengannya. Dan kebetulan juga jurusan yang sama, sastra.
***************
Aku memandang langit-langit kamar yg gelap. Lampu sudah kumatikan tetapi 3 jam lebih aku terjaga dan tidak bisa tidur. Aneh memang,,semenjak kejadian siang tadi entah kenapa langit-langit kamarku sekan dipenuhi oleh wajah namja berlesung pipi itu. Aku menghela nafas panjang ‘apa benar itu bisa disebut sebagai ciuman??’ batinku…ya~!! yong jihyun…sejak kapan kau mulai memikirkan hal yang tidak-tidak seperti ini >.<
ku paksa untuk memejamkan mata namun hasilnya nihil,,eommaaaaa~ berikan aku satu pack obat tidur untuk malam inii TT_____TT
*************
pagi ini seperti biasa,,aku kembali pada rutinitas sebagai mahasiswa. Menenteng tas dari rumah dan membawa diktat tebal dilenganku. Berisi buku-buku sastra yang kadang aku sendiri tidak tahu apa maksud dari semua deretan kata yg tertulis didalamnya -____- .
“ ji hyun-ah…tugas sastra sudah kau kerjakan?” tanya teman sebangkuku song ji hee setelah aku sampai di meja. Aku terbelalak kaget. Segera kulirik jam yang melingkar ditanganku. 15 menit sebelum dosen masuk…aaahhhhhhh~~ \\(*∆*)//
aku segera berlari keluar kelas dengan membawa kamera yg memang setiap hari kubawa kemana-mana. Aku segera menuju ke salah satu ruangan dan mencari sosok seseorang.
“Leeteuk oppa~!!!!” aku memanggil nama itu setelah kulihat sosoknya tengah berdiri didekat jendela. Aku masuk dan menghampirinya.
“waeee?? Pagi-pagi sudah membuat keributan dikelas orang lain” tanyanya.
“oppa,,boleh kuminta satu fotomu…satuuuuuu saja~ kumohon,,jebaall. Selamatkan nyawaku hari ini” kataku panjang dan sukses membuat leeteuk kebingungan.
“ wae wae wae?? Untuk apa?” tanyanya tiak mengerti.
“ jebaaall,,akan kujawab nanti. Akan kubelikan es krim strawberi juga kesukaanmu” pintaku memohon.
“ arasseo-arasseo” leeteuk mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V dan segera ku jepret. “gomawoooooo~” aku segera berlari keluar dan meninggalkan leeteuk yang masih dengan wajah bingungnya.
10 menit lagi,,aku segera merangkai kata-kata dibawah foto yg kutempel dikertas. Yaaahh~ apapun hasilnya nanti. Yang terpenting sekarang adalah tidak dikeluarkan dari kelas sastra karena lalai mengerjakan Tugas. Fiuuuhhhh~~
selesai tepat pada waktunya 😀
***********
Aku keluar kelas dan mendapati seseorang tengah berdiri didepan pintu. “menunggu seseorang??” tanyaku tak bersemangat.
“ne~ seseorang yang katanya mau mentraktirku es krim strawberi” jawabnya sembari tersenyum merangkul pundakku.
“ aiiihhhh,,tidak bisa membiarkan kesempatan sekecil apapun lewat” kataku masih dg nada yg sama.
“ waeee?? Kenapa kau murung begitu?? Lagipula tadi kenapa tiba-tiba meminta fotoku?” tanyanya penasaran.
“ ada pelajaran ilmu hitam dikelas,,aku menggunakannya untuk percobaan” kataku sedikit nyengir.
“ ya ya ya~!! Kau ingin mencoba membunuhku??” omelnya panjang lebar ..bla bla bla~~~
……….
“ini” aku menyodorkan tanganku,,senyum lebar langsung mengembang dibibirnya melihat sebuah es berwarna pink didepannya. Yaaahh~ lesung pipi itu kini terlihat semakin jelas…dan itu terlihat………………………….. ‘menawan’ 
aku membuyarkan lamunanku,,dan mulai menikmati es krim coklat ditanganku sendiri. Kami berdua sama-sama penggila es krim,,dan sama-sama digilai es krim *LHOOO???*
“hari ini temani aku ke bioskop ya~” leeteuk membuka pembicaraan ditengah-tengah keheningan kami.
“ euummbb,,eomma pasti akan mencariku jika pulang terlambat”
“serahkan saja ahjumma padaku,,okeee” tegasnya sambil memainkan mata. *wink*
“ keundaeee~” ucapku masih tidak yakin.
“ aku tidak akan memulangkanmu lebih dari jam 8 malam,,lagipula rumah kita kan dekat..apa kau tidak percaya padaku ji hyun-ah??” leeteuk masih mencoba meyakinkan.
“ geurae geurae,,awas saja kalau lebih dari jam 8 malam” kataku mencoba mengancam,, “hahahahahaha” tawa kami bersamaan.
****************
“aiisshhh,,oppa~ kenapa tadi kau harus memilih film seperti ituu~~” kataku setelah keluar dari bioskop.
“ahahaha,,wae?? Kau takut yaa??” ledeknya.
“ kata siapa aku takut” sanggahku.
“ kalau tidak takut,,kenapa kau sekarang pucat??sudahlaahh,,mengaku saja” tuduhnya tetap bersikukuh.
“ aiisshh,,sudah kubilang tidak ya tidak” aku memanyunkan bibirku.
“hahahahha” tawanya… “ehh,,ji hyun-ah…kenapa keluar darah dari hidungmu?? Gwenchana??” tawanya berhenti dan menunjuk hidungku. Aku segera mengambil tisu dan mengusapnya.
“aah,,gwenchana…oppa tunggu disini sebentar..aku akan segera kembali” kataku segera berlari menuju toilet.
“ ji hyun-ah,,kau tidak apa-apa kan??” teriaknya dari kejauhan yang masih samar-samar kudengar.
Setelah selesai kubersihkan,,aku segera menghampiri leeteuk oppa dan tersenyum.
“aahh,,mianhae oppa menunggu lama” ucapku.
“ aniyaaa~ neo jeongmal gwenchana??” tanyanya tampak begitu hawatir.
“ sekarang sudah tidak apa-apa,,hanya mimisan biasa” aku tersenyum lagi. “kajja,,sepertinya janjimu untuk tidak memulangkanku lebih dari jam 8 tidak bisa kau tepati” aku sedikit tertawa,,leeteuk hanya tertawa kaku dan terlihat masih begitu khawatir.
“ jangan menatapku seperti itu oppa~ aku baik-baik saja” aku mencoba meyakinkannya “sudah sering mimisan seperti ini kok” lanjutku.
“baiklah,,aku tidak akan mengkhawatirkanmu lagi” jawabnya.
***************
“ hati-hati,,aku pulang dulu” ucap leeteuk berpamitan.
“ne~ gomawo sudah mengantarku pulang”
“ sampaikan salamku pada ahjumma,,annyeong~!?” leeteuk melangkah pergi dan melambaikan tangannya.
“annyeong” balasku………………….
“ aku pulang~” seruku begitu masuk rumah. Kulihat eomma masih menunggu diruang TV.
“ eomma belum tidur?” tanyaku..eomma menggeleng dan menghampiriku.
“ kau tidak apa-apa?? Apa kau merasa ada yg sakit?” tanya eomma tiba-tiba. Aku hanya menggeleng dan bercerita sedikit tentang mimisan tadi. Entah kenapa sejak 2 tahun lalu eomma selalu tampak khawatir jika aku pulang malam. Ia tak pernah mengatakan alasannya dan hanya bilang bahwa angin malam tidak baik untuk kesehatanku.
“ sudah,,cuci kakimu dan segera tidur” ucap eomma kemudian. Aku mengangguk dan menaiki tangga kekamarku.
Entah kenapa akhir-akhir ini insomnia selalu melandaku,,3-5 jam lebih akhir dari jam tidur biasanya aku baru bisa terlelap. Itupun sering terbangun ditengah-tengah tidurku. Dan masih tetap sama~ bayang-bayang wajah itu dan lesung pipi itu seakan-akan berputar-putar menghiasi langit-langit kamarku. Apa aku mulai menyukainya?? Tapi aku bahkan sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri. Aku meletakkan kedua tanganku didada..kenapa disini terasa begitu sakit~ jantungku berdegup kencang kala wajah itu terbayang dibenakku. Senyumnya, perhatiannya, apa aku yang salah mengartikannya?.
Aku meraih Handphone.ku di meja,,ku pencet beberapa tombol dan melakukan panggilan. Masih terdengar bunyi tut tut tanpa jawaban. Mungkin sedang terdidur pulas, maklum ini sudah mencapai pukul 1 malam.
“yoboseyo~” terdengar suara lirih dari seberang.
“ ji hee-ah,,boleh aku menanyakan sesuatu?” tanyaku.
“hmmmmm”
“ apa artinya jika saat kau memikirkan seseorang dan jantungmu berdegup kencang?” tanyaku lagi.
“menyukainya~” ji hee menjawab dengan setengah suaranya.
“ suka??”
“hmmmm”
“ apa kau pernah merasakannya juga??” lanjutku
“hmmmmmm”
“lalu apa yg harus aku lakukan??” hening tak ada jawaban dari seberang.
“yoboseyoo~~ ji hee-ah..ji hee-ah” aku memanggilnya berulang kali tapi sudah tak ada jawaban. Aiiihhh..aku mematikan telfonku.
‘menyukainya??’ batinku. Dan semakin aku memikirkannya semakin terasa sakit disini.
******************
Send to : teuk oppa
“ pulang kuliah apakah ada urusan??”
from : teuk oppa
“aniya,,wae??”
send to : teuk oppa
“ bisa kita bertemu sebentar ditaman?”
from : teuk oppa
“ geurae,,mau mentraktirku es krim ya?? Hehe…tunggu aku disana 30 menit lagi”
aku menutup flip Handphone.ku. melihat cermin sekali lagi dan menenteng tasku turun ke bawah.
Aku berdiri di bawah salah satu pohon yang menghadap ke danau tengah kota. Membiarkan rambutku yang tergerai ditiup angin. Berulang kali menghembuskan nafas panjang.
“ ji hyun-ah” sapa seseorang dari belakang,,aku membalikkan badan dan tersenyum menatapnya.
“ tumben sekali mengajak bertemu seperti ini” tanyanya,,aku hanya menyunggingkan senyum dibibirku.
“ waaahh,,kau habis kencan dengan seseorang ya?? Tidak biasanya dandananmu seperti ini” leeteuk mengamatiku dari atas hingga bawah. Aku memukulnya pelan merasa sedikit risih dengan tingkahnya.
“ ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu opaa” aku mengalihkan pandanganku darinya menatap danau yang terbentang luas.
“ waeee?? Sepertinya serius sekali” jawab leeteuk kemudian beranjak duduk dirumput. Aku tetap berdiri dan menghadap kearah danau. Leeteuk memainkan batu ditangannya dan melemparkannya kedanau.
“ aku menyukaimu oppa” kataku singkat. Leeteuk tetap memainkan batunya “tentu saja kau menyukaiku” ucapnya.
“ aku mencintaimu oppa” jelasku kemudian tetap tak memandang kearahnya. Kulihat dari ekor mataku leetuk melepaskan batu ditangannya. ‘jebal,,jangan kau menolak cintaku’ batinku dalam hati.
“ ji hyun-ah…kau..” leeteuk mulai terbata. Dia bangkit dari duduknya dan berdiri di belakangku.
“ji hyun-ah,,aku juga menyukaimu” jawabnya..aku melepaskan sedikit senyum dibibirku.
“ tetapi aku menyukaimu hanya selayaknya saudara,,aku bahkan sudah menganggapmu seperti adikku sendiri” lanjutnya.
JDERRRRRRR…..senyumku menghilang, entah kenapa tiba-tiba mataku terasa panas dan setetes air mata keluar diikuti air mata lainnya yang mulai membasahi pipiku. Aku menggenggam tasku erat-erat tetap memandang kedepan tak berani sedikitpun berbalik kearahnya.
“ ji hyun-ah” leeteuk menyentuh pundakku yang mulai bergetar. “jangan bergerak oppa” pintaku.
“kumohon,,jangan bergerak dari tempatmu. Tetaplah disana” ucapku menahan tangis yg mulai mengguncang tubuhku. Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Apakah aku harus memakinya yang telah membuat hatiku hancur berkeping-keping? Ataukah aku harus berlari sekencang-kencangnya agar ia tak dapat mengejarku? Ataukah aku harus masuk kedanau dihadapanku ini??. Air mataku tak juga kunjung berhenti. Sakit yang selama ini kuarasakan kini semakin terasa menusuk dan menghujam jantungku.
Beberapa menit kami tetap diam dalam posisi aku membelakanginya, air mataku kini mulai reda. Aku segera menghapusnya dan memaksakan senyum agar mengembang dibibirku. Perlahan aku menghadap kearahnya. Menatap lesung pipi itu dan menatap matanya.
“ ahaha,,aku tahu oppa. Mungkin hanya aku yang selama ini salah mengartikannya. Tentu saja kau menyukaiku. Iya kan??” ucapku menahan air mata yang akan keluar lagi.
“ ji hyun-ah” leeteuk tak mampu mengeluarkan kata-kata selain mengucapkan namaku.
“ ahahahaha,,memang aku saja yang bodoh. Sudah tentu kau menyukaiku~ kau..kau…” kataku terbata. bibirku kini mulai bergetar. Setetes air mata mulai keluar lagi. Aku mundur kebelakang beberapa langkah sambil menutup bibirku menahan tangis.
“ ji hyun-ah”
“ hhh..hh…aku baik-baik saja oppa. Sudah kukatakan bukan untuk tidak mengkhawatirkanku? Aku..aku baik-baik saja” kataku sembari berjalan menjauhinya, mempercepat langkah dan berlari agar ia tak dapat mengejarku. Sampai akhirnya……
“JI HYUN-AAAAAAAHHHHHHHH”
…………………………………………………………………
Aku mlihat wajah itu dihadapanku. Tapi semua menjadi Hening,,aku hanya mendengar suara leeteuk oppa menggilku yang semakin menjauh…kenapa sekarang berubah menjadi gelap dan sunyi?????
*****************
#AUTHOR POV#
“Ji hyun menitipkan ini untukmu. Dia menyuruhku mencarinya di kotak yang tersusun rapi dan memberikannya padamu” ji hyun eomma memberikan secarik kertas yang dilipat menjadi 2 kepada namja berlesung pipi itu.
“ aku tahu ji hyun akan meninggalkanku,,tapi aku tidak tahu bahwa akan secepat ini” ji hyun eomma memulai pembicaraan.
“ ji hyun menderita kanker otak stadium akhir,,aku tak pernah memberitahunya karena takut ia akan menyerah pada hidupnya. Selama 2 tahun aku menyembunyikannya” hanya setetes air mata yang keluar dari mata sosok wanita paruh baya itu.
“ahjumma~”
“ aku tahu,,mungkin karena kaulah ji hyun masih bisa bertahan hingga detik sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya”.
“gomawo park jungsoo”.
“ ahjumma,,jwiseonghamnida” leeteuk menatap nanar ke bawah. Perlahan air mata itupun mengaliri pipinya. Benar-benar tak menyangka bahwa ucapanya saat itu adalah luka yang telah ia berikan pada ji hyun tepat sebelum kepergiannya.
“ ji hyun-ah..mianhae” leeteuk menggenggam tangan yang kini sudah terasa dingin itu.
“ apa kau mendengarku?? Kenapa kau selalu mengacuhkanku saat aku sedang berbicara padamu..jawab aku ji hyun-ah”
“ maafkan aku karena telah menyakitimu, aku..aku..akan mentraktirmu es krim sepuasmu..kau juga boleh memotretku berulang kali..semaumu~!!”
“ aku juga tidak akan mengajakmu nonton film horror lagi,,aku akan menepati janjiku untuk mengantarmu pulang tidak lebih dari jam 8 malam”
“ dan…dan…dan jika kau mengatakan hal yang sama didanau itu,,aku..aku akan menjawab iya…kumohon maafkan aku ji hyun-ah. Jangan marah dan diam seperti ini” leeteuk tak kuasa menahan air mata yang keluar, bibirnya bergetar menahan semua rasa bersalah yang telah ia lakukan. Mengucap kata maaf pada yeoja yang kini telah diam seribu bahasa.

#Prolog#
“ hhh..hh…aku baik-baik saja oppa. Sudah kukatakan bukan untuk tidak mengkhawatirkanku? Aku..aku baik-baik saja” kataku sembari berjalan menjauhinya, mempercepat langkah dan berlari agar ia tak dapat mengejarku. Sampai akhirnya……
“JI HYUN-AAAAAAAHHHHHHHH”
Ji hyun tiba-tiba terjatuh,,leeteuk segera menghampirinya. Banyak darah yang keluar dari hidung ji hyun. Leeteuk segera mengusap darah yang keluar dengan kaos yang dipakainya. Ji hyun menatap leeteuk dengan sisa tenaga yang ada.
“ oppa,,saranghae~ neomu johae~”
Ji hyun pingsan dipelukan leeteuk yang penuh darah..”ji hyun-ah..ji hyun-ah..ji hyun-aaaahhh” leeteuk mendekap ji hyun erat.
“Aku mlihat wajah itu dihadapanku. Tapi semua menjadi Hening,,aku hanya mendengar suara leeteuk oppa menggilku yang semakin menjauh…kenapa sekarang berubah menjadi gelap dan sunyi?????”

Iklan

10 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s