사랑에 빠지다 (Chapter 9)

Standar

Cast: JYJ, DBSK, F4, Super Junior

Genre: Drama

Rate: PG

Series: Chapter 9 of 12

Sorry for being late post this FF. I must do my job and my homework. Once again sorry *sing sorry-sorry*
FF ini merupakan FF pertama saya yang saya buat saat SMA. Saya pernah mempublis FF ini sebelumnya. Waktu itu saya mengetiknya di HP (karena terkadang inspirasi muncul saat saya belajar jadi gak mungkin buka laptop) hehehe
Mohon komentarnya ^_^

The Love Turn into Rain

사랑에 빠지다

####Akademi Kkotbi#####

Apkah yang aku lakukan sudah tepat?
Apakah selama ini yang kulakukan benar?
Sebenarnya apa yang kurasakan?
Apa yang semestinya kurasakan?
Kenapa aku tak menuruti naluriku?
Kenapa? Kenapa? Kenapa?
Aku merasa….
Merasa membodohi diriku sendiri
 

“Hyekyu ini. Ini untukmu.” ucap Hyejin menyerahkan selembar kertas.
Hyekyu menerimanya kemudian membacanya.
Ia merobek-robek kertas itu.
“Waeyo? Kenapa kau merobek nomer ponsel Kyuhyun ah?” bentak Hyejin.
Seisi kelas menoleh ke arah mereka.
“Karena aku tidak membutuhkannya.” sahut Hyekyu ketus.
“Kau masih marah denganku?” tanya Hyejin.
Hyekyu mengangguk. Ia berdiri langsung menarik tangan Hyerin. Ia keluar kelas.
“Eotteoke?” jerit Hyejin.
Hikari nyengir.
“Kayaknya rencanamu menjodohkan mereka gagal. Apa oppa juka gagal sepertimu?” tanya Hikari.
“Ani~ Kyuhyun menerima nomer ponsel Hyekyu.” cletuk Hyejin.
Seisi kelas menjadi gaduh. Juni senyum-senyum sendiri.
“Hey Hyejin ah. Kau benar-benar berpacaran dengannya?” tanya Juni.
“Mwo?” sontak Hyejin.
Ia jadi salting.
“Apa maksudmu?” ucap Hyejin kesal.
Hikari tertawa.
“Juni aja mengira begitu. Sebaiknya kalian langsung pacaran saja.” cletuk Hikari.
Heena ikut senyam-senyum melihat Hyejin yang salting.
“Hyejin kau berpacaran dengan siapa?”
“Murid akademi Haenolkah?”
“Dengan sonbae akademi Haenolkah? Seperti Minho sonbae atau Tatsuya sonbae?”
pertanyaaan bertubi-tubi itu membuat Hyejin semakin pusing.
“Argh~ kalian membuatku gila. Sudah jangan ucapkan nama itu lagi.” jerit Hyejin kemudian keluar ruangan.
Hikari dan Heena tertawa.
“Hey yang mana yang benar?” tanya salah satu teman sekelas 5H.
“Yang jelas bukan dengan Tatsuya sonbae.” cletuk Heena lalu tertawa.
Hikari tertawa.
“Ne. Tatsuya oppakan sudah punya pacar.” ucap Hikari lalu tersenyum.
“Mwo?” sontak seisi kelas terkejut.

#####Akademi Haenol#####

“Kau sedang apa?” cletuk Kyuhyun.
Kimbum menoleh.
“Aku sedang sms dengan jagiku.” sahut Kimbum.
“Jagi? Kapan kau jadian?” tanya Kyuhyun penasaran.
Kimbum tersenyum.
“Kemarin malam.”
“Jadi semalam kau pulang larut…”
“Ne kemarin aku menembaknya lalu kami pergi berkencan. Kau sendir bagaimana?”
“Aku?”
“Ne. Bagaimana hubunganmu dengan Song Hyekyu?”
“Hubunganku? Bisa dibilang rumit. Tiap kali aku mencoba memintanya menjadi jagiku, dia selalu mengalihkan pembicaraan. Tapi setidaknya ia tahu isi hatiku.”
Kimbum manggut-manggut.
“Ohya kau mau membantuku? Eh maksudku membantu kami.” cletuk Kyuhyun.
“Membantu apa?”

#####TK Matahari#####

 
Saranghae Pajida~
Setiap orang merasakannya
Saranghae Pajida~
Dengan begitu aku mengetahui kata sarang
Saranghae Pajida~
Duniaku berubah karena sarang
Saranghae Pajida~
Apakah benar kurasakan?
Saranghae Pajida~
Eotteokkajyo?

“Oppa, kenapa Jaerin onnie tidak datang?” tanya Minji.
“Jaerin onnie tidak mengajar di sini lagi.” jawab Jaejoong.
“Waeyo?”
“Karena Jaerin onnie ada urusan penting sehingga harus meninggalkan kalian.”
Lalu HPnya bergetar.
Ia mengecek, ternyata pesan dari Donghae.

Eotteoke?
Dia menangis lagi. Masalahnya kali ini lebih berat.
Jaejoong bisakah kau membantuku?

Jaejoong membalas.

Apa yang bisa ku bantu.

Lalu pesan balasan dari Donghae masuk.

Jaejoong, apa kau mencintai Jaerin?

Jaerjoong terdiam. Lalu membalas pesan Donghae singkat.

Waeyo?

Beberapa detik kemudian pesan masuk dari Donghae masuk ke dalam inboxnya.

Jika kau benar-benar mencintainya, ku harap kau besok datang…..

#####Seoul 6 Januari#####

I wanna gossip girl
I wanna gossip girl
I wanna gossip, the sexy and pretty
I wanna gossip girl
I wanna gossip girl
I wanna gossip, the sexy and pretty
pretty boy 1,2,3 go!
everyday dodohage
everybody baraboge
hansang stylish hage nananana
eonjena jashinittge
modudeul misojitge
eodiseona spotlight
Kill hill yebbeun nopeun gudue
hathan uichul skirt jjarit color
jiteun maseukalae heutnalrineun meoritgyeol
pretty, sweety, sexy
I do wanna say wanna say wanna say wanna say
nal boneun eyeline Oh! stop it
do wanna say wanna say wanna say wanna say
Oh Oh Oh Baby! dugeundugeun modu baraboneun nara
girl oh oh i wanna gossip girl..
modu baraneun yeojaga dwigil nal chyeodaboneun modeun mask
no.1 nal bling bling bling
jeoldae swiji anhgo ittji algeunaega jini magic cd
let me hear ya sing my song all night long
I wanna gossip girl
I wanna gossip girl
I wanna gossip, the sexy and pretty
I wanna gossip girl
I wanna gossip girl
I wanna gossip, the sexy and pretty

Hyunkyo duduk bertopang dagu disalah satu meja cafe.
“Dorrr!” seru Hikari mengejutkan Hyunkyo.
Hyunkyo sontak terkejut.
Hikari, Hyejin, Heena, Hyerin, Hyekyu, Jaesi dan Jungsae tertawa.
“Aish~ kalian ini mengejutkanku saja.” sentaknya kemudian beranjak.
“Kau mau kemana?” Tanya Hyerin.
“Ikut aku!” ajak Hyunkyo.
Hyunkyo mengajak yang lain menujuh ke lantai dua yang mana hanya staff karyawan boleh masuk. Ia membuka salah satu pintu kemudian menyuruh dongsaeng-dongsaengnya masuk.
“Wow bagus sekali seperti tempat karaoeke.” cletuk Hyejin kemudian duduk di sofa.
“Ne. Biasanya kami karaoeke disini untuk merayakan beberapa hal.” ucap Hyunkyo.
Semuanya duduk terkesima memandang ruangan itu.
“Lalu mengapa onnie mengajak kami kemari?” tanya Jaesi yang saat ini sudah cukup mengenal Hyunkyo.
“Untuk merayakan sesuatu.” sahut Hyunkyo.
“Mwo?” sahut Jungsae penasaran.
Ia juga sudah mengenal Hyunkyo. Hyunkyo menganggap Jungsae sebagai adiknya sendiri karena nafsu makannya lebih hebat dari Hyejin dan dirinya.
“Akan ku ceritakan~

#Flash Back#

“Jonun… Aku bukanlah kakak tirimu. Aku tidak ada hubungan darah denganmu. Aku hanya anak angkat appamu. Appamu menumukanku di Amerika, karena iba ia mengankatku menjadi anak. Terlebih aku adalah anak korea. Ia tidak tega membiarkanku. Jadi jangan berpikir jika aku ini anak dari istri pertama appamu. Appamu kesal tahu, kau mengira begitu. Dan satu hal lagi yang direncanakan appamu. Kau tahu kenapa appamu selalu menyuruhmu menemaniku berkeliling?”
Hyunkyo masih terkejut. Bibirnya masih kaku. Ia meneteskan air matanya.
“Kenapa menangis.” ucap Changmin mengusap air mata Hyunkyo.
“Kau tahu kenapa appamu selalu menyuruhmu menemaniku berkeliling?” ulang Changmin.
Hyunkyo menggeleng.
Changmin membelai rambut Hyunkyo.
“Karena appamu menjodohkan kita. Oemmamu juga sudah setujuh.”
Hyunkyo tertegun. Ia memandang Changmin lekat-lekat. Ia menelan ludahnya sendiri.
“Saranghae Pajida~
Saranghae Hyunkyo~
Aku sudah mencintaimu sejak pertama bertemu denganmu di Amerika.”

se sang e so ri jil leo I love you
neor sa rang han da go
na ui yeo ja ga doe eo dal la go
nun bu syeo Always youre my star
nae ga neor ji kyeo jul ge
I can always waiting for you
ji chin ha ru ui kkeut e seo
nar ut ge han yu il han sa ram
him gyeo un nae salm ui kkeut e seo
nar ban gyeo jun dan han sa ram
da si ha ru reur si jak hae
neo ui ye ppeun mi so tteo ol lyeo
nan nu gu bo da haeng bok hae
neo man nae gyeot e iss eu myeon
jeo ha neur e I promise you
nae mo deun geor neo e ge jul ge
 

Lagi-lagi Hyunkyo terkejut mendengar perkataan Changmin.
“Kau tidak sadar bukan? Aku sudah lama mengenalmu dan aku sudah lama mencintaimu. Waktu kau lulus SMA dan memutuskan menemui appamu di Amerika, waktu itu. Aku merasakan jantungku berdebar kencang. Dan aku mulai merasa aku jatuh cinta padamu saat kau menyanyikan lagu I Will Always Love You atas permintaan appamu. Sungguh kau membuatku jatuh cinta. Saranghae pajida, saranghae~ saranghae~”
Air mata Hyunkyo mengalir deras.
“Waktu itu kau dimana? Aku tidak melihatmu saat bertemu appa di rumahnya.” tanya Hyunkyo terisak.
“Aku kuliah. Aku melihatmu sepulang kuliah. Dan aku tidak berani mendekatimu karena jantungku~” Changmin meraih tangan kanan Hyunkyo dan meletakkan didadanya.
“Karena jantungku ini berdegup kencang. Aku memutuskan melihatmu dari jauh. Lalu kau menyanyi. Perasaanku menjadi tenang. Kau sudah berhasil mencuri hatiku Hyunkyo.” lanjut Changmin.
‘Deg~’ Hyunkyo merasa jantungnya berhenti berdegup.
Changmin meraih kedua tangan Hyunkyo dan menggenggamnya dengan kedua tangannya.
Saranghae pajida~
saranghae Hyunkyo~
kau juga begitu gureyo?” ucap Changmin serius.
Hyunkyo mengangguk.
“Saranghae pajida oppa, saranghae.” ucap Hyunkyo.
Changmin tersenyum lega. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Hyunkyo. Ia menempelkan bibirnya di bibir Hyunkyo. *kalian membuatku iri T^T*
Changmin mencium Hyunkyo dalam. Hyunkyo setengah tidak percaya ia benar-benar berciuman dengan Changmin.

#Flash Back End#

“Lalu?” tanya Hyejin penasaran.
“Aku mengajaknya minum sojo. Aku masih tidak percaya dengan apa yang aku alami. Kemudian aku mabuk berat. Ia membawaku ke rumah appa. Dan…” Ucap Hyunkyo kemudian terdiam.
“Dan apa?” tanya Heena.
“Jangan membuat kami penasaran onnie.” cletuk Jungsae.
“Dan kami tidur satu kamar.” ucap Hyunkyo lalu tersenyum.
“Andwae!!! Kalian tidur satu ranjang? Kalian tidur bersama???” jerit Hyejin terkejut.
Untung saja ruangan itu sudah dilapisi peredam. Jika tidak ‘apa kata dunia?’. Menganggu orang lain tentunya.
“Ani~ aku tidur di ranjang dia tidur di sisi ranjang.” sahut Hyunkyo.
Heena melempar bantak ke Hyejin.
“Jangan lebay~ berisik tau!” omel Heena.
Lalu seisi rungan tertawa.
“Lalu selama ini onnie kemana? Kok jarang lihat di cafe?” tanya Hyerin.
“Oh aku bantu Changmin oppa mencari keluarganya.” jawab Hyunkyo.
“Kalian menemukannya?” tanya Hyekyu.
Hyunkyo menggeleng.
“Belum. Kami hanya mengetahui bahwa orang tua kandung Changmin saat ini tidak ada Korea.” ucapnya pelan.
“Lalu bagaimana dengan kalian? Selama ini ada berita baik apa?” tanya Hyunkyo kembali bersemangat.
“Hikari jadian dengan Hayate Tatsuya siswa akademi Haenol yang ternyata cinta pertamanya waktu kecil.” sahut Heena.
“Hikari ternyata punya saudar kembar bernama Matsuyama Yuri. Mereka kembar bersaudara. Tapi sedikit mirip.” sahut Hyekyu.
“Mwo?” sahut Hyunkyo, Jungsae dan Jaesi bersamaan.
Lalu dua orang pelayan masuk dengan membawa mampan berisi minuman dan kentang goreng.
“Gomowo onnie!” seru Hyunkyo kepada pelayan.
Pelyan itu tersenyum. Lalu mereka keluar ruangan.
“Siapa yang memesan?” tanya Hyekyu.
“Aku!” seru Hyunkyo.
“Ohya lanjutkan!” seru Hyunkyo lagi.
“Mereka jelas kembar bersaudara. Yuri feminim, Hikari tomboi. Dari ujung rambut sampai ujung kaki gak ada mirip-miripnya.” cletuk Hyejin.
Hikari menjitak kepalah Hyejin.
“Jika gak mirip kenapa kau terkejut melihatnya eh?” omel Hikari.
“Wah aku jadi pengen tahu seperti apa Yuri itu.” sahut Hyunkyo.
“Aku ada foto bersamanya saat pulang ke Osaka seminnggu yang lalu.” ucap Hikari kemudian mengambil HPnya dan menunjukkan gambar Yuri ke Hyunkyo.
“Kalian benar-benar mirip, hanya saja senyum kalian berbeda.” ucap Hyunkyo.
“Boleh aku lihat?” sahut Jaesi.
Hyunkyo memberikan HP Hikari kepada Jaesi. Jungsae ikut melihat. Setelah puas mereka mengembalikan ke Hikari.
“Ne. Ternyata Yuri memiliki senyum appaku dan aku memiliki senyum oemmaku.” cletuk Hikari.
Hyunkyo manggut-manggut.
“Lalu ada berita apa lagi?” tanya Hyunkyo.
“Hyejin berkencan dengan Lee Minho. Idola para gadis saat ini. Murid akademi Haenol. Sahabat Tatsuya. Satu asrama pula.” sahut Hikari.
“Gureyo?” tanya Hyunkyo tidak percaya.
“Awalnya sistem kontraknya seminggu, berakhir waktu tahun baru. Tapi nyatanya sampai sekarang masih berkencan. Wkwkwkwkwk” sahut Hikari.
“Tergiur karena hadaihnya bisa dekat dengan Kyuhyun. Aku tidak menyangka itu.” cletuk Hyekyu.
“Ani~ aku telah mengganti balasan Minho kepadaku. Aku tidak meminta itu.” sahut Hyejin cemas.
“Lalu untuk apa?” bentak Hyekyu.
“Kenapa kau marah seperti itu sich? Aku sudah menjelaskan ini padamu. Aku tidak akan berhubungan dengan Kyuhyun.” benatk Hyejin kesal.
“Aku marah karena kau tidak jujur dengan persaanmu.” sahut Hyekyu.
“Sudah, sudah sebaiknya kita ganti topik saja ya.” sahut Hyunkyo.
“Oh iya masalahnya Heena. Tau gak sich malam natal Heena hampir saja tewas menggenaskan. Untung saja ada seorang pangeran berkuda eh gak berkuda, berjas menyelamatkannya. Entah karena terharu atau apa Heena langsung pingsan setelah diselamatkan. Karena sang pangeran gak tahu dimana Heena tinggal, akhirnya Heena di bawah ke istananya dan tinggal satu kamar dengannya~” cerita Hikari.
Kemudian Heena memukul punggung Hikari. Ia malu, wajahnya sudah merah padam.
“Sakit tahu. Aku belum selesai cerita niech.” rintih Hikari.
“Kayak Hyunkyo onnie dengan Changmin oppa, mereka gak tidur satu kasur. Heena tidur dikasur yang empuk, sementara sang pangeran tidur di sofa.” lanjut Hikari.
“Kenapa sang pangeran tidak tidur di kamar lain? Emang di istananya gak ada kamar lain apa?” tanya Jungsae.
“Heena~ jawablah pertanyaan ithu!” seru Hyerin.
“Mwo aku?” sahut Heena.
Semua orang mengangguk.
“Akhir-akhir ini kau kan sering bersamanya.” goda Hyekyu lalu tersenyum.
“Ah~ baiklah. Dia tidak suka tidur di kamar dengan dekor classic. Kamar di rumahnya di dekor classic kecuali kamarnya. Di kamar yang lain juga banyak lukisan potret diri. Dia tidak bisa tidur jika di kamar tidurnya ada lukisan semacam itu.” terang Heena.
“Owh~” sahut semua orang serempak.
“Siapakah pangeran itu onnie?” tanya Jaesi.
Heena terdiam.
Yang lain meneguk air minumnya masing-masing.
“Choi Siwon.” cletuk Heena.
Hyunkyo memuncratkan air yang ia teguk.
“Mwo? Choi Siwon? Anak pemilik perusahaan Hyundai?” sahut Hyunkyo tidak percaya.
“Mwo? Pemilik perusahaan Hyundai?” sontak Hikari, Hyerin, Hyejin dan Hyekyu.
Heena tertegun.
“Kalian tidak mengetahui hal itu?” sahut Hyunkyo.
5H hanya menggeleng.
“Yang ku tahu dia kepalah sekolah akademi Haenol.” ucap Heena kemudian menyesap minumannya.
“Mwo? Kepalah sekolah?” sontak Jaesi.
“Tua~.” sahut Jungsae.
“Ani~ dia seumuran Leeteuk oppa.” ucap Heena.
“Leeteuk oppa?” ucap Jaesi mengernyitkan alis.
“Ne. Kau kan dekat dengan Leeteuk oppa. Apakah Leeteuk tidak memberitahukan padamu?” ujar Heena.
“A… Aniyo~.” jawab Jaesi.
“Darimana kau tahu Leeteuk dekat dengan Jaesi?” tanya Hyerin.
“Shiwon oppa yang cerita. Leeteuk oppa sering curhat ke Shiwon oppa tentang Jaesi.” jawab Heena.
Kali ini Jaesi yang bersemu merah.
“Dan asalkan kalian tahu. Leeteuk adalah wakilnya Shiwon.” cletuk Heena kemudian memakan kentang goreng.
Semua terkejut. Memang pembicaraan ini penuh kejutan.
“Oke, sekarang ke Jungsae dongsaengku yang imut!” seru Hyunkyo.
Jungsae menunjuk dirinya.
“Ayo ceritakan kemarin lusa malam kau bersama siapa?” goda Hyunkyo.
Jungsae tersenyum.
“Dengan Kimbum oppa. Kami jadian waktu itu.” terang Jungsae kemudian melahap kentang goreng.
“Ckckckckck, dua idola akademi Haenol sudah memiliki pacar, real sudah jadian. Kayaknya banyak gadis yang bakal patah hati.” cletuk Heena.
“Nah sekarang Hyerin. Bagaimana denganmu?” cletuk Hyunkyo.
“Aku bertemu dengan cinta pertamaku tanpa sengaja. Awal bertemunya memang memalukan. Sampai-sampai HPku tertukar dengannya. Tapi karena masalah itu aku bisa dekat dengannya. Aku kena masalah berat lagi dia juga ada untukku. Lalu semuanya berubah setelah tahun baru. Ia jarang menelponku dan mengirimku pesan. Saatku tanya, tidak ada balasan. Aku khawatir. Ohya, katanya dia adalah oppa Jaerin.” terang Hyerin.
“Mwo? Donghae oppa adalah oppa Jaerin?” sontak Hyekyu.
“Joengmal mianhae aku tidak cerita hal ini.” ucap Hyerin pelan.
“Jaerin?” sahut Hyunkyo.
“Oh ne, Hyunkyo onnie belum mengenalnya.” cletuk Hyejin kemudian menghabiskan minumannya.
“Ani~ aku mengenalnya koq. Kami saling mengenal tanpa sengaja. Mungkin karena kami punya kesamaan. Aku bertemu dengannya saat dikedai bersama Changmin oppa. Waktu itu ia bersama pria bernama Kim Jaejoong. Setelah makan kami keluar bersama. Kami membicarakan kalin semua.” terang Hyunkyo.
“Cerita apa?” tanya Hyejin penasaran.
“Mau tau aja.” sahut Hyunkyo.
Hyejin nyengir. Sementara yang lain tersenyum kecuali Heena. Ia memikirkan sesuatu.
“Jaejoong? Pria itu bernama lengkapa Kim Jaejoong bukan?” tanya Heena kepada Hyunkyo.
“Ne.” jawab Hyunkyo.
“Idola akdemi Haenol sonbae telah memiliki wanita disisinya. Aku dengan Shiwon, Leeteuk dengan Jaesi, Donghae dengan Hyerin, dan Jaejoong dengan Jaerin. Astaga aku mengenal mereka semua!” seru Heena.
Semua mata menatap Heena.
“Idola?” sahut Hyejin.
“Akademi Haenol?” sahut Jaesi.
“Sonbae?” sahut Hyekyu.
“Terangkan apa maksud semua itu!” seru Hyerin.
“Eh…”

#####Night#####

Jaerin terdiam memandang keluar kaca mobil limosin yang ditumpanginya. Sesekali ia melirik kedua orang tuanya yang ada di hadapannya. Ia mendesah kerena papa dan mamanya sama-sama sibuk dengan HP masing-masing.
Donghae yang menyadari Jaerin tampak bad mood langsung bertanya.
“Kau tidak apa-apa?” dengan pelan.
“Aku baik-baik saja.” ucap Jaerin pelan dan singkat.
Donghae mengangguk.
“Gomawo.” ucap Jaerin pelan.
“Mwo?” bisik Donghae.
“Gomawo sudah menemaniku ke pesta kali ini.” bisik Jaerin.
Donghae tersenyum kepada Jaerin berharap Jaerin membalas senyumannya. Tapi tidak. Ia merasa sedih. Ia takut tak lagi melihat senyuman Jaerin. Terakhir ia melihat Jaerin tersenyum dan tertawa lepas waktu bermain bola salju.
‘Entah kau tahu apa tidak Jaerin-ah~ tapi tidak akan ku biarkan rencana papamu, tuan Callisto beerhasil. Sudah cukup kau menderita karena kekuasaanya kali ini. Aku tidak ingin kau terluka lagi. Aku tidak ingin senyummu benar-benar hilang. Kau sudah kuanggap sebagai adik kandungku sendiri.’ batin Donghae.
Lalu limosinnya berhenti. Salah seorang membuka pintu. Pertama tuan Callisto keluar, lalu nyonya Callisto, kemudian Donghae.
“Lyra~ ayo keluar kita sudah tiba.” ucap Donghae mengulurkan tangannya.
Dengan ragu, Jaerin meraihnya.
Mereka berdua berjalan masuk ke gedung.

Sesampainya di dalam gedung.
Donghae hendak mengambilkan Jaerin minum. Tapi Jaeri menarik jasnya.
“Jangan tinggalkan aku sendiri oppa.” ucap Jaerin.
Lalu sesorang berseru.
“Lyra!”
Jaerin mencari asal muasal suara itu. Ia mendapati seorang bapak separuh baya seuumuran papanya beserta dengan wanita seumuran mamanya. Mereka menghampiri Jaerin bersama dengan kedua orang tuanya.
“Wah cantiknya Lyra dengan gaun berwana biru laut.” seru wanita yang tidak Jaerin kenal.
Jaerin hanya tersenyum.
“Donghae, kau menjaganya dengan baik ya.” cletuk bapak yang tidak dikenal Jaerin.
Jaerin menatap Donghae meminta penjelasan.
Donghae hanya tersenyum.
“Tuan Callisto, kau memang benar. Calon menantuku ini benar-benar cantik.” ujar bapak yang sepertinya mengenal Donghae.
Tuan Callisto dan nyonya Callisto tersenyum.
Jaerin tertegun.
“Ahya kami akan memperkenalkan putra kami, calon suamimu.” ucap wanita yang tadi memujinya.
Lalu seseorang datang menghampiri.

 
*) to be continue……
 
 

So what do you think? Please comment

Jadi bagaimana menurutmu? Mohon kementarya *bow* ^_^

Iklan

About Lyra Callisto

Saya tuh orang yang aneh karena susah ditebak. Saya suka dengerin musik terutama Kpop, ngetik/nulis fanfiction, buka akun, ngedance, nonton acara about korea Status: menikah dengan Kim Jaejoong, bertunangan dengan Lee Donghae, berpacaran dengan Choi Minho, berselingkuh dengan Cho Kyuhyun, mengakhiri hubungan dengan Choi Siwon, menjalin hubungan dengan Choi Jonghun, berkencan dengan Kevin Woo, menjalin hubungan tanpa status dengan Nichkhun dst.

3 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s