사랑에 빠지다 (Chapter 10)

Standar

Cast: Donghae, Jaejoong, Siwon, Junsu, Yoochun, Changmin, Kyuhyun, Kibum, Leeteuk, Minho

Genre: Drama

Rate: PG

Series: Chapter 10 of 12

Something New

Junsu Donghae Jaejoong Siwon Changmin Yoochun 사랑에 빠지다

 

”Lyra!”
Jaerin mencari asal muasal suara itu. Ia mendapati seorang bapak separuh baya seuumuran papanya beserta dengan wanita seumuran mamanya. Mereka menghampiri Jaerin bersama dengan kedua orang tuanya.
”Wah cantinya Lyra dengan gaun berwana biru laut.” seru wanita yang tidak Jaerin kenal.
Jaerin hanya tersenyum.
”Donghae, kau menjaganya dengan baik ya.” cletuk bapak yang tidak dikenal Jaerin.
Jaerin menatap Donghae meminta penjelasan.
Donghae hanya tersenyum.
”Tuan Callisto, kau memang benar. Calon menantuku ini benar-benar cantik.” ujar bapak yang sepertinya mengenal Donghae.
Tuan Callisto dan nyonya Callisto tersenyum.
Jaerin tertegun.
”Ahya kami akan memperkenalkan putra kami, calon suamimu.” ucap wanita yang tadi memujinya.
Lalu seseorang datang menghampiri.
”Nah ini putra kami Choi Siwon.” ujar wanita tadi yang merupakan nyonya Choi.
Siwon memberikan salam.
”Siwon bagaimana pendapatmu melihat Lyra?” tanya tuan Choi.
”Cantik.” jawab Siwon singkat.
”Lalu bagaimana dengan pendapatmu Lyra tentang Siwon?” tanya tuan Choi.
Jaerin terdiam.
”Tentu saja tampan. Bukan begitu Lyra?” sahut Donghae lantang.
Ia merangkul Siwon.
”Sahabatku satu ini menawan idola semua gadis.” lanjut Donghae.
Tuan dan nyonya Choi tersenyum.
”Bukankah kau juga idola?” sahut tuan Choi.
Donghae tertawa.
”Nah Lyra, dia adalah calon suamimu. Musim semi nanti kami akan menyelenggarakan pernikahanmu.” ucap tuan Callisto.

”Kau setujuhkan Lyra?” sahut tuan Choi.
Jaerin terdiam.
”Sayang ayo jawab.” ucap nyonya Callisto.
Jaerin hendak berkata tapi ada orang yang berseru.
”Aniyo!!!”
semua orang menatap orang yang berseru. Jaerin tertegun melihat orang itu. Orang itu berjalan mendekat. Menghampiri Jaerin.


”Jaejoong~” ucap Siwon tidak percaya.
”Jaejoong kenapa kau ada disini?” tanya tuan Choi.
”Aku di sini untuk Jaerin, maksudku Lyra.” ucap Jaejoong.
Siwon tertugun. Ia menatap Jaerin dan berkata.
”Kau gadis bernama Kim Jaerin yang telah lulus SMA?”
Jaerin mengangguk.
”Jaerin-ah!” Jaejoong meraih tangan Jaerin.
”Saranghae pajida~
Aku tidak bisa berhenti memikirkanmu~
Aku tidak bisa melupakanmu meski sedetik saja
Aku rindu melihat senyummu~
Aku ingin kau selalau berada di sisiku
Aku berjanji aku akan membuatmu tersenyum
Aku tidak akan membiarkanmu menderita
Aku akan selalu menjagamu
Akanku lakukan apapun demi mendapapatkanmu
Karena aku~

Saranghae~
Saranghae Jaerin-ah~” terang Jaejoong.
Mata Jaerin berkaca-kaca. Jaejoong mendekap Jaerin kedalam pelukannya.
”Saranghae~” ucap Jaerin.
”Kau dari kelurga mana berani mencintai putriku?” bentak tuan Callisto.
”Tuan, tolong sekali ini saja. Biarkan Lyra bahagia. Restuilah mereka.” pinta Donghae.
Tuan Callisto hendak melayangkan tangannya ke wajah Donghae. Tapi Jaejoong mencegahnya. Ia mencengkram tuan Callisto dan menurunkannya.
”Saya dari keluarga Kim pemilik yayasan Matahari. Tapi sebenarnya saya hanya anak angkat. Saya sendiri tidak mengetahui siapa kedua orang tua saya. Saya tidak peduli siapa mereka. Yang terpenting saya hidup dengan baik.
Memang saya dari kalangan biasa-biasa. Tapi apakah salah orang bawah mencintai orang atas?” Terang Jaejoong.
”Be…” tuan Callisto hendak membentak tapi seseorang membentaknya.
”Hya~ taun Callisto. Orang tua macam apa anda ini. Seharusnya anda senang ada seorang pemuda yang tulus mencintainya.” bapak separuh baya itu mengampiri Jaejoong.
”Nak apa yang kau ucapkan tadi?~ kalimat terakhirmu…” tanya bapak yang membela Jaejoong.
”Apakah salah orang bawah mencintai orang atas?” ucap Jaejoong sekali lagi.
Bapak itu berkaca-kaca.
”Kau mengingatkanku pada seseorang nak.” ucap bapak itu bergetar.
”Tuan Alexander, pemuda ini mermperdaya Lyra. Dia mencuri hati Lyra agar ia mendapat kkekayaan keluarga Callisto. Kau tahukan dia putriku?” bentak tuan Callisto.
”Ne.” sahut Jaejoong.
Dan tamparan panas mendarat di pipinya.
”Papa, apa yang kau lakukan?” jerit Jaerin.
”Tuan Callisto, Jaejoong tidak mungkin begitu. Sebaiknya kita dengar terlebih dahulu penjelasannya.” ucap Siwon.
”Jaejoong. Jelaskan kepada mereka.” ucap Donghae.
”Awalnya aku tidak mengetahu jika Jaerin itu Lyra Callisto. Aku mengira Jaerin adalah adik angkat Donghae.

Anak angkat tuang Goonsu dan nyonya Hansoek.
Saat pertama kali bertemu~ aku melihat sebagai sosok yang malang~ ia melihat salju turun seakan-akan melihat hantu.
Semakin lama aku semakin penasaran mengapa ia seperti itu.
Lalu Donghae menceritakannya. Akhirnya aku mengetahuinya.
Saat Jaerin mengajar di TK, aku sangat senang melihatnya. Ia dengan cepat akrab dengan anak-anak. Ia tertawa lepas menyembunyikan bahwa hatinya terluka.
Ia pandai membunyikan perasaanya. Tapi tidak denganku. Aku bisa membaca isi hatinya.
Aku tidak suka, ia membenci hujan salju. Aku mengatakan kepadanya, aku seharusnya membenci hujan salju. Tapi aku tidak akan pernah membencinya. Saat hujan salju aku di buang. Saat itu juka appaku menemukanku. Aku berusaha memberikan Jaerin sugesti bahwa hujan salju tidak perlu dibenci, tapi dikagumi.
Saat mengetahui dia adalah Lyra Callisto. Aku bisa merasakan penderitaanya. Aku mulai mengerti mengapa ia menyembunyikan perasaanya.
Sebelum mengetahui dirinya sebenarnya, aku sudah jatuh cinta padanya. Jadi tuan jangan salah paham.
Saat natal, aku mengajaknya ke Everland. Rencanaku untuk mambahagiakannya berhasil di sana. Ia tertawa lepas dan banyak bercerita. Sungguh aku tidak dapat melupakan hari itu.” jelas Jaejoong.
Nyonya Callisto meneteskan air mata.
”Jagi~ rasa cintanya pada Lyra jauh lebih besar dari rasa cintamu kepadaku.” bentaknya.
Tuan Callisto mendesah.
”Joengmal mianhae nak. Aku terlalu egois dan berpikiran yang tidak-tidak.” ucap Tuan Callisto lalu memeluk Jaejoong.
”Jaga putriku baik-baik.” ucapnya lagi kemudian melepaskan pelukan.
”Ne.” ucap Jaejoong.
”Tuan Choi. Saya benar-benar minat maaf sepertinya penjodohan kita gagal.” ujar tuan Callisto.
Tuan dan nyonya Choi tersenyum.
”Ah tidak apa-apa. Kami cukup senang Lyra menemukan orang yang tepat. Bukan begitu Siwon?” ucap tuan Choi.
Siwon tersenyum
”Apalagi saya. Saya sangat senang. Sahabat saya Jaejoong yang ada disisi Lyra. Lagipula saya sudah ada orang lain di hati saya.” sahut Siwon.
”Mwo? Siapa?” sahut nyonya Choi.
”Seorang siswi akademi Kkotbi yang hampir aku tabrak saat malam natal.” ujar Siwon bertele-tele.
”Han Heena!” seru Jaerin.
”Bagaimana kau tahu?” tanya Siwon penasaran.
”Hikari, menceritakan semuanya melalui pesan. Aku teman mereka. Kadang aku mengirimkan mereka pesan untuk berkomunikasi layaknya gadis remaja. Tapi aku seringkali mengirim pesan ke Hikari. Diantara mereka bertujuh, aku dekat dengan Hikari.
Ohya oppa kepalah sekolah Akademi Haenol bukan?”
Siwon mengangguk.
”Mungkin oppa sudah tahu bukan jika Tatsuya sudah berpacaran dengan Hikari.”
Siwon mengangguk.
”Lalu Minho sedang dekat dengan Hyejin.”
Siwon mengngguk lagi.
”Aku, Hikari, Tatsuya, Kyuhyun dan Hyekyu berusaha menjodohkan mereka, kau ikut membantu ya.”
”Tentu. Aku yakin mereka akan saling jatuh cinta. Mereka itu seperti Yongjae dan Jien di Full House. Lagi pula kakaknya juga berencana seperti itu. Kau tahu sampai saat ini Lee Sungmin belum kembali lagi. Dia masih di Seoul menunggu adiknya benar-benar mempunya kekasih. Ia menunggu Minho menyatakan cinta kepada Hyejin. Ia ingin melihat dan mendengarkannya langsung.”
”Minho? Maksudmu Minho yang pernah menendang bola dan mengenai kepalahku?” sahut Donghae.
Siwon mengangguk.
”Oppa payah, masa’ sampai kena bola.” omel Jaerin.
Jaejoong tertawa melihat Jaerin mengomel.
”Lalu Leeteuk!” seru Jaerin.
”Ada apa dengan Leeteuk?” sahut Jaejoong.
”Leeteuk oppa dengan Jaesi, siswi akedemi Kkotbi kelas satu.” jelas Jaerin
”Mwo? Leeteuk dengan anak SMA? Kelas satu?” sahut nyonya Choi tidak percaya.
Jaerin tersenyum.
”Ah oemma, Jaejoong dengan Jaerin juka berbeda bebearapa tahun. Aku dengan Heena juga. Apa salahnya dengan Leeteuk?” omel Siwon.
”Oppa ada yang kurang. Donghae oppa dengan Hyerin.” sahut Jaerin.
”Ehm siapa Hyerin itu?” sahut sebuah suara.
”Aboji~” ucap Donghae.
”Namanya Lee Hyerin anak Busan. Denger-denger oemmanya sakit karena pusing memikirkannya. Dia anak terakhir, oemmanya berharap ia cepat menikah sebelum oemmanya meninggal. Aku dengar juga oemmanya tidak berumur panjang lagi. Ia divonis dapat bertahan hidup tiga tahun lagi. Onnienya sudah menikah semua. Aku berharap ia juga begitu. Sepertinya aboji harus menikahkan oppa setelah Hyejin lulu SMA nanti.” terang Jaerin lalu tertawa.
”Apa yang kau katakan itu?” sontak Donghae.
Goonsu tersenyum.
”Ne. Aku akan menikahkan anakku segera. Setelah itu kau menikah ya Jaerin.” ujar Goonsu.
Jaerin menggeleng.
”Aku akan menikah setelah oppa-oppa menikah, setelah Donghae oppa menikah, Siwon oppa menikah, Leeteuk oppa menikah lalu, ohya Micky oppa menikah, Xiah oppa menikah, lalu siapa lagi ya. Ehm iya. Changmin oppa menikah.”
”Hey, kau tidak kasian dengan Jaejoong? Bisa-bisa dia sudah kepalah tiga baru menikah denganmu.” sahut Donghae.
”Dan lagi kenapa kau menyebut namaku.” sahut sesorang datang menghampiri Jaerin.
”Micky oppa!” seru Jaerin.
”Aish~ panggil saja Yoochun oppa.” omel Yoochun.
”Yoochun kau datang mewakili appamu?” tanya tuan Callisto.
Yoochun mengangguk.
”Donghae!” seru sesorang.
Donghae menoleh dan…
Orang itu memukul perut Donghae hingga Donghae merintih kesakitan.
”Itu untuk Jaerin karena kau mencampakkanya.” cletuk Xiah.
Ia tersenyum kepada Jaerin.
”Oppa jika ditempat seperti ini lebih baik panggil aku Lyra. Dan aku akan memanggilmu Junsu oppa.”
Junsu mengangguk.
”Junsu, kau keterlaluan. Sakit tahu.” rintih Donghae.
Junsu tertawa.
”Adikmu sendiri yang menyetujuinya.” ujar Junsu.
”Dia tidak lagi adikku. Mana mungkin aku punya adik seperti dia.” omel Donghae.
”Sudah kuduga. Mana mungkin juga Donghae mempunya adik secantik dan sebaik Jaerin eh Lyra.” sahutnya.
”Putriku benar-benar cantikkan Junsu?” sahut tuan Callisto.
Junsu menatap tuan Callisto. Ia baru sadar jika ada keluarga Callisto, keluarga Choi dan tuan Alexander disana. Plus pak Goonsu.
”Mwo? Putri? Jaerin eh Lyra putri anda tuan?” sontak Junsu.
”Ne. Dia anak perempuan kami Junsu.” sahut nyonya Callisto.
”Pantas saja aku familliar saat pertama melihatnya. Dia mirip anda nyonya.” cletuk Junsu.
Jaerin tersenyum.
”Ohya Jaerin, tadi katamu kau akan menikah setelah aku menikah. Tapi aku belum menemukan seseorang. Bantu aku donk. Mungkin kenalin dengan temanmu.” ujar Junsu.
”Hikari dengan Tatsuya oppa, Heena dengan Siwon oppa, Hyerin dengan Donghae oppa, Hyejin dengan Minho oppa, Hyekyu dengan Kyuhyun, Jaesi dengan Leeteuk oppa, Jungsae dengan Kimbum. Lalu~ Hyunkyo onnie… Sepertinya dia mencintai oppanya, Changmin. Dan aku yakin Changmin oppa itu anak angkat. Mereka berdua tidak mirip. Sepertinya aku tidak punya kenalan lain yang masih sale. Semuanya sold out.”
semua orang tertawa.
”Putrimu cepat akrab dengan orang yang baru ia kenal ya.” ujar tuan Alexander.
Tuan Callisto mengangguk.
”Junsu, kau ikut saja di acara taunan akademi Haenol. Kami mengundang para gadis dari akademi maupun SMA dan universitas. Disana nati kau tinggal pilih.” cletuk Siwon.
”Tapi aku bukan lulusan akademi Haenol.” sahut Junsu.
”Aku mengundangmu. Aku kan kepalah sekolahnya.”
Junsu tertawa. Diikuti Yoochun.
”Kau jadi kepalah sekolah? Luchu sekali chingu!” ujar Yoochun lalu tertawa lagi.
Disusul tawa chingu-chingunya yang lain serta Jaerin.
”Kenapa dia meningatku kepada sesorang ya.” cletuk tuan Alexander.
”Mengingatkan kepada siapa tuan?” sahut nyonya Callisto.
”Mendiang istriku yang pertama.” jawab tuan Alexander.
”Nak… Nak Jaejoong.” panggil tuan Alexander.
Jaejoong menoleh.
”Namamu benar Jaejoong?” tanya tuan Alexander.
”Ne.”
”Bukan Hero?” tanya Tuan Alexander.
”Aniyo.”
Tuan Alexander sedikit kecewa.
”Tapi Hero adalah tanda lahirku dipunggung.” cletuk Jaejoong.
”Tanda lahir?”
Jaejoong mengangguk.
”Bolehkah aku melihatnya?” tanya tuan Alexander.
”Sebaiknya jangan disini, Lyra bisa mimisan.” goda Donghae.
*yang benar author yang mimisan*
”Andwae~” sontak Jaerin.
Jaejoong tersenyum, ia melepaskan kancing kemejanya.

Ia melepaskan kemejanya dan memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Tuan Alexander memeriksa tanda lahir Jaejoong.
”Apa mungkin maksudnya~ tanda lahir bertulisakan Hero?” ucap Tuan Alexander pelan.
Jaejoong menggenakan kembali kemejanya.
”Ada apa tuan?” tanya Jaejoong penasaran dengan gelagat tuan Alexander.
”Siapa yang memberi namamu?” tanya tuan Alexander.
”Sepertinya oemma kandungku. Ia menuliskan surat berisi namaku dan tanggal lahirku saat membuangku ke panti asuhan.” jawab Jaejoong.
Tuan Alexander berpikir.
”Anda ingin melihatnya? Aku selalu menyimpannya didompetku.” cletuk Jaejoong.
Tuan Alexander mengangguk.
Jaejoong merogoh sakunya, ia mengambil dompetnya.
”Mwo? Mengapa fotoku ada didompetmu? Kapan kau mengambil gambarku?” cletuk Jaerin menunjuk foto yang terpampang di dompet Jaejoong.
Jaejoong tersenyum.
”Saat di TK.” cletuknya.
Jaejoong mengambil secarik kertas usang lalu memberikannya kepada tuan Alexander.
Tuan Alexander…
######Seoul 8 Januari#####

Jaerin duduk menunggu sesorang. Tangannya bergetar.
”Tegang sekali kau mau kemana sampai seperti itu.” cletuk Mama Jaerin datang menghampiri.
Ia duduk di samping Jaerin dan membelai rambut Jaerin.
”Aku akan pergi ke acara tahunan akademi Haenol, ma.” cletuk Jaerin.
”Jaejoong menjemputmu?” tanya mama Jaerin.
Jaerin mengangguk.
”Dia pakai mobil apa?”
”Mobil? Entahlah. Setauku ia punya mobil, mobil appanya. Mobil van putih.”
”Mana bisa ia membawamu dengan…”
”Oemma~” rengek Jaerin.
Mama Jaerin tersenyam.
”Mama hanya bercanda. Yang penting dia bisa membuatmu bahagia.” ucapnya kemudian merangkul Jaerin.
”Gaun dewi putihmu sangat serasi denganmu. Benar kata nenekmu. Kau seperti dewi Yunani. Seperti namamu.” lanjutnya.
Jaerin melepaskan pelukan.
”Mama gimana sich. Namaku Lyra, memang itu nama dari bahasa Yunani kuno tapi bukan nama salah satu dewi. Lyra itu harpa ma~ har…”
”Ne. Harpa emas kecil mama.”
Jaerin dan mamanya saling tersenyum.
”Sepertinya acaranya nanti seperti prom night.” ucap mama Jaerin.
”Maksudmu mama acara…”
”Ne. Waktu SMA kamu tidak bisa ikutan karena masih kecil.” ucap sang mama membelai rambut Jaerin lembut.
”Nona Lyra tuan Jaejoong sudah datang.” sahut Goonsu.
Jaerin langsung bangkit dari tempat duduk. Ia merapikan pakaiannya dan rambutnya.
”Suruh dia masuk!” seru mama Jaerin.
”Ma, gimana?” tanya Jaerin memandang mamanya.
Nyonya Callisto memandang anaknya dari ujung rambut hingga ujung kaki.
”Ehm, kau sungguh mirip dewi Yunani tapi entahla apa yang kurang. Sepertinya~ ehm…”
”Mahkota!” sahut sesorang.
Jaerin dan mamanya menoleh. Ia melihat sosok pria berpakaian putih-putih dari atas sampai bawah. *bukan pocong lho!*
Pria itu tersenyum lalu mendekati Jaerin.
”Kau sungguh menawan.” ucapnya.
Wajah Jaerin bersemu merah.
”Kamsahamnida Jaejoong oppa.” ucap Jaerin pelan.
”Kenapa memanggilku seperti itu? Kitakan sudah resmi berpacaran?” omel Jaejoong.
”Ne Jaerin-ah. Kau harus memanggilnya jagiya.” cletuk mama Jaerin lalu tersenyum.
”Ne~ Jagiya kau juga tampak tampan, sangat tampan!” ujar Jaerin lalu memberikan senyumannya kepada Jaejoong.
Jaejoong membuka kotak putih yang sedari tadi ia bawah.
”Ini buatan anak-anak. Karena kau sering menceritakan tentang dewi Yunani, ia menganggapmu sebagai dewi Yunani. Maka dari itu aku menyuruhmu menggunakan dress code dewi Yunani. Agar mahkota ini pas untuk penampilanmu.” ujar Jaejoon kemudian memasangkan mahkota di atas kepalah Jaerin.
Mahkota yang sangat segar karena terdiri dari bunga-bunga segar berwarnah putih.
Lalu Jaejoong berlutut di hadapan Jaerin. Ia meraih tangan kanan Jaerin.
”Kim Jaerin~ maukah kau menjadi dewiku malam ini?” ucap Jaejoong. *author membeku sangkin terkejutnya. ‘Selamanya juga gpp’*
Mama Jaerin terpukau.
‘Putriku mendapatkan pria berjiwa pangeran~ Putriku memang benar-benar seorang putri~’ Jaerin mengangguk.
Jaejoong mengecup tangan Jaerin.

#####Asrama Akademi Kkotbi#####

”Mereka sebenarnya siapa sich?” tanya pria yang bersandar di mobil BMW hitam.
”Bukankah kemarin aku sudah mengatakannya.” sahut salah pria yang berdiri di depan mobil Cadillac.
”Mereka teman Jaerin bukan? Dan mereka juga pasangan dari siswa akademi Haenol ataupun alumninya.” cletuk pria yang berdiri di dekat mobil Mercy.
Pria yang berdiri di depan Cardilac langsung nyengir.
”Wow! Kita akan menaiki kendaraan super mewah!” sahut Hyejin yang berjalan mendekat.
Ia menggenakan gaun panjang berwarah merah marron dengan belahan bawah yang memperlihatkan sedikit paha kanannya.
Semua pria memandangnya.
”Mwo?” bentak Hyejin merasah risih dipandangi seperti itu.
Tapi tidak ada jawaban.
”Donghae oppa. Siapa mereka?” tanya Hyerin.
Donghae terdiam memandang Hyerin yang kini ada didekatnya.
”Pakaianmu bagus!” cletuk Donghae memperhatikan Hyerin yang menggunakan gaun tube hijau.
Hyerin bersemu merah. Ia tidak berani memandang Donghae.
”Sudah lama kita tidak bertemu. Joengmal mianhae aku tidak mengabarimu. Aku ada sekdikit masalah dengan adikku.” ucap Donghae.
”Mwo? Ada apa dengan Jaerinssi?” sontak Hikari lantang.
”Ceritanya panjang…” ucap Donghae lalu terdiam menatap Hikari.
Sedikit terkejut.
”Donghae!” seru pria yang dari tadi bersandar di BMW minta penjelasan.
”Baiklah aku akan memperkenalkan temanku terlebih dahulu sebelum kalian memperkenalkan diri. Yang berada di samping BMW itu Xiah Junsu, lalu yang berada di dekat Mercy itu Micky Yoochun.” terang Donghae.
Hyerin manggut-manggut.
”Ehm aku Lee Hyerin.” ucap Hyerin kemudian membungkuk.
”Aku Song Hyejin.” cletuk Hyejin.
”Aku Song Hyekyu.” cletuk Hyekyu yang baru datang bersama Heena, Jaesi dan Jungsae
”Aku Han Heena.”
”Aku Lee Jaesi.”
”Aku Lee Jungsae.”
lalu mereka terdiam memandang gadis yang menggenakan pakaian gothic lolita berwarna jingga. *jing, namamu mampang thu*
”Jae irumun Matsuyama Hikari imnida.” ujar Hikari lantang.
”Ayo appa jelaskan apa yang terjadi dengan chinguku, Jaerin sampai-sampai dia tidak membalas pesanku. Pasti masalahnya sudah terlampau parah.” palak Hikari. *mbok yo koq kayak preman gini*

#####Akademi Haenol#####

”Jagiya, kau yakin kita akan masuk ke dalam gedung itu?” ujar Hyunkyo menunjuk gedung yang berkilau dengan lampu-lampu kecil.
Changmin mengangguk.
”Apa kita boleh masuk?” ucap Hyunkyo.
”Setidaknya kau bisa masuk.” cletuk Changmin.
”Ne, lalu bagaimana denganmu? Priakan dilarang masuk kecuali siswa akademi Haenol dan para senior.” ujar Hyunkyo khawatir.
”Masuk saja onnie, oppa. Tidak apa-apa kok!” sahut sebuah sura dari belakang.
Changmin dan Hyunkyo menoleh ke belakang, asal suara itu.
Mereka terkagum-kagum melihat gadis berbalut gaun putih yang berdiri di samping mobil Lotus putih.
”Astaga, kau Jaerin?” sontak Hyunkyo.
Jaerin hanya tersenyum.
Sementara itu seseorang pria keluar dari mobil Lotus putih.
”Ne. Dia Jaerin.” ujar pria itu.
”Astaga, kau Jaejoong oppa?” sontak Hyunkyo lagi.
”Jagiya jangan terkejut seperti itu. Kau melihat mereka seperti melihat artis Hollywood saja.” cletuk Changmin.
”Mwo? Kalian pacaran? Jadi Changmin oppa bukan oppa Hyunkyo onnie?” sahut Jaerin kemudian berjalan mendekati Changmin dan Hyunkyo.
Disusul Jaejoong.
”Ne. Kami sudah berpacaran.” ujar Hyunkyo.
”Kami juga akan segera menikah setelah aku menemukan orangtuaku.” sahut Changmin.
Hyunkyo memandang Changmin tajam.
”Mwo? Menikah?” bentak Hyunkyo.
Changmin tertawa.
”Aku hanya bercanda.” ujarnya.
”Oh jadi kau mencari orang tuamu?” tanya Jeajoong.
”Ne. Maka dari itu aku kemari. Aku mau meemui orang yang dapat memberiku info keberadaan orang tuaku.” terang Changmin.
”Jika begitu ayo kita langsung masuk. Tidak perlu khawatir jika kalian tidak dizinkan masuk. Aku kenal dengan kepalah sekolah akademi ini. Terlebih lagi kepalah sekolah serta wakilnya adalah sahabat jagiyaku, Jaejoong oppa.”

#didalam Gedung#

Siwon, Leeteuk, Tatsuya, Kyuhyun dan Kimbum duduk melingkar. Mereka mendiskusikan sesuatu.
”Jadi seperti itu. Kalian siap melaksanakan semua itu?” ucap Siwon.
Semua mengangguk.
”Leeteuk, gaun merahnya benar-benar kau berikan atas nama Minho bukan?” tanya Siwon kepada Leeteuk yang ada disampingnya.
”Ne. Aku sudah memberikannya langsung kepadanya.” jawab Leeteuk.
”Jika ia benar-benar menyukai Minho, dia pasti menggenakannya bukan?” ujar Kimbum.
”Ne. Dia pasti menggunakannya.” ucap Kyuhyun.
”Tapi dia wanita yang menyukai pemberian yang berguna. Apakah~” ucap Tatsuya lalu terpotong karena melihat Minho yang berjalan mendekat.
”Dia datang.” ucap Tatsuya.
”Hei kalian tidak ke bawah? Para siswa dan undagan sudah banyak yang hadir. Mereka menunggu kita semua. Ayo kesana!” seru Minho.
Semua orang mengangguk.
Lalu mereka semua berjalan menujuh ke lantai dasar tepat acara berlangsung.

#Lantai dasar#

Donghae, Xiah, Micky, Hyejin, Hikari, Hyerin, Hyekyu, Heena, Jaesi dan Jungsae sudah tiba sekitar lima menit yang lalu.
Memang jarak akademi Haenol dengan Kkotbi tidak seberapa jauh hanya sekitar lima belas menit.
5H & 2J menjadi pusat perhatian karena mereka berpakaian formal (gaun).
”Kita salah dress code ya?” ujar Jungsae.
”Aniyo~ hanya tamu-tamu special yang memakai pakain formal seperti kita.” sahut Xiah.
Lalu beberapa orang datang dan membuat keheboan. Semua wanita menjerit histeris. Selidik punya selidik ternyata mereka Lee Minho, Hayate Tatsuya, Kim Sangbum, dan Cho Kyuhyun. Di atas podium sudah berdiri dua orang bernama Choi Siwon dan Leeteuk.
Jungsae mencoba mendengar apa yang dikatakan si kepalah sekolah itu. Tapi karena jerit histeris para wanita, ia hanya mendengar ‘penjualan foto’.
Setelah pidato itu berakhir, puluhan gadis mengelilingi empat idola akademi Haenol. Mereka saling berpencar.

*)to be continue…

don’t forget like ^_^ comment~

want to be like them (the girl)?

stay tune

Iklan

6 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s