Category Archives: SHINee

♪Symphony of LOVE♥ >> Chapter : 2

Standar

S.O.L , CHAPTER TWO : “I FOUND YOU, PRINCE OF HAPPINESS …”

BYURRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR…………………………

“KYYAAA…….” teriak Iseul terkejut.
Read the rest of this entry

Iklan

Lucifer (Onew)

Standar

Annyeonghaseyo ^^

Akhirnya saya bisa posting FF Lucifer Onew version. Jeongmal mianhae telat. Ini gara2 PC admin rusak dan butuh waktu 4 bulan untuk kembali bekerja *bukan kembali seperti semula*

selamat membaca ^^

***

Cast: Onew

Rate: PG-R

Genre: Fantasy, Romance

onew shinee lee jinki

 

***

Seorang namja tertawa terbahak bahak di sebuah bar. Di sekitarnya ada beberapa yeoja yang tergeletak di lantai.

“Kau senang sekali menyebet jiwa-jiwa meraka dalam waktu beberapa menit.” Cletuk seorang namja.

Lalu namja itu berubah. Muncul tanduk dari kepalahnya dan ekor dari balik tubuhnya.
Read the rest of this entry

~♪ Symphony of LOVE ♥~ Chapter : 1

Standar

About my ff :

Title       : “SYMPHONY OF LOVE”

Author : YeMima Lorna

Length : Series (chaptered)

Genre  : Romance, School, etc

Casts     :

♪-@YeMima Lorna as Han YeonMi

♪-Cho Kyuhyun

♪-Kim Yesung

♪-Kim Jaejoong

♪-Kim Kibum (Key)

♪-@Yovie Hong-xien as Jin Hye Iseul

♪-Lee Sungmin

♪-@Patricia Magdalena as Han Haenul

♪-Choi Minho

♪-Kang Minhyuk

♪-Lee Gikwang

♪-Lee Shindong

♪-Shim Changmin

♪- IU

♪-@Ghita Shawoldiademboice celallu as Song hae yoo

♪-Kim Ryeowook

♪-Lee Taemin

♪-Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

♪-Lee Donghae

♪-@Lala Shelomi as Lee Ahra

♪-Sunny

♪-Choi Sulli

♪-Yamamoto Yusuke

♪-@Devina cutez as Jin Hong Hye

Read the rest of this entry

MAGIC in 4 Seasons ~Step 2 and Step 3~

Standar

Annyeong readers  ….~!~!~!~

(*゚ 3゚)/~

Akhirnya ff ini berlanjut setelah sekian lamanya….

Hehe~ Mian Hamnida ^^a *Nunduk bareng Changmin*

Oia, auhor mau mengumumkan bahwa keberadaan SHINee & SuJu pada part ini adalah sebagai bintang tamu…. Jadi mohon maaf kalo gak ada hubungannya sama cerita inti~

About my ff :

Author : YeonMimazu

Length : Series (chaptered)

Main Cast            : -Me as Kwon Minmi

-Shim Changmin

-Kim Jaejoong

Other cast           : -U-know Yunho

-Xiah Junsu

-Micky Yoochun

-Lee Hyeshin

H*A*P*P*Y R*E*A*D*I*N*G >>>>

))>)>)Changmin  POV(<(<((

Anak itu lucu sekali sih, baru aku bilang minyeoga  saja pipinya sudah merah seperti tomat begitu. Dia beda sekali ya dengan yeoja-yeoja yang lain, entah apa yang membuatku tertarik padanya hingga memberanikan diriku untuk melakukan hal itu. Tapi dari melihat kelakuannya aku tau, dia itu memiliki kepribadian yang menarik. Hah? Ada apa denganku? aku meyukainya?

“Heh, kau itu kenapa sih? Kok senyum-senyum tidak jelas begitu. Tidak seperti biasanya deh kau begini….” Tanya Yunho hyung.

Read the rest of this entry

☆~♪ENCHANTING VOICE♪~☆ (:FF 4 JJONG’S B-DAY:)

Standar

 

 

Title                       : “ENCHANTING VOICE”

Author                  : YeonMimazu

Main cast             : Kim Jonghyun, Lee Sohee

 

Other cast           : Lee Jinki as  Sohee’s brother

 

Genre                   : Romance

 

Length                  : Oneshoot

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Malam itu…

Yang bisa kulakukan hanyalah memaksa tawa serta berpura-pura tersenyum dihadapan semua orang yang menyapaku.

Perasaanku campur aduk. Pandanganku kosong. Aku merasa pesta tersebut sangatlah  membosankan. Bukan pesta yang penuh dengan keceriaan seperti yang kuharapkan.

Ne. Tentu saja.

Aku datang ke pesta ini karena dipaksa oleh appa da umma. Padahal aku sudah berkali-kali menolak. Meskipun aku sudah menolak tawaran untuk datang ke pesta ini berkali-kali, tapi tetap saja mereka berdua tak mau mengerti.

Padahal malam ini seharusnya aku sedang berada di bandara untuk melepas kepergian teman terbaikku yang akan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan sekolahnya. Tapi kenapa disaat-saat seperti ini aku malah berada dalam sebuah pesta yang benar-benar membosankan seperti ini.

“Arrgghhh…!” keluhku.

 

Aku beranjak dari tempat dudukku. Mengangkat  long dress –ku dan berlari menjauhi keramaian pesta itu menuju sebuah tempat  sunyi  yang sudah pasti tidak ada siapa-siapa disana.

Aku terduduk di tanah sambil memandangi untaian bintang malam itu.

Setelah beberapa saat, kubenamkan wajahku diantara kedua lututku dan tanpa sadar air matapun menetes membasahi kedua pipiku.

Beberapa detik kulewati penuh dengan kesunyian. Aku benar-benar tidak mengerti dengan perasaanku saat ini.

“Puk..puk…puk..” aku merasakan tangan seseorang menepuk pundakku beberapa kali.

Karena itu, kudongakan kepalaku untuk melihat wajah orang itu.

Dibelakangku tampak seorang namja yang sedang menyodorkan sebuah sapu tangan sambil tersenyum. Aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena sebagian wajahnya tertutup oleh sebuah topeng.

Dengan agak ragu, kuambil sapu tangan yang disodorkan oleh namja itu.

“Kamsa Hamnida..” ujarku.

“Hey… Waeyo? Di malam yang seindah ini kenapa kau harus menangis..?” tanyanya lembut.

Aku hanya menggeleng menjawab pertanyaannya.

“Aku rasa malam ini akan jauh lebih indah jika dihiasi oleh senyumanmu…” tuturnya sambil membasuh kedua pipiku menggunakan sapu tangan itu.

“Ah! Baiklah, kalau begitu aku bernyanyi untukmu saja ya?” tanyanya.

Aku tidak menjawab pertanyaannya. Hanya kembali menundukkan wajahku.

 

~Sesangae mureup kkulgo noonmul heullilddae

Pokpoong sok bal mumchul ddae geudaeman seo itdamyeon

Eereon apeum, gotong.jjeum gyeondil su itneun.geolyo

(Ojik geudaeman) Ojik geudaeman

(Naegae itdamyeon) Naegae itdamyeon in my life…. ~

Sungguh. Aku tidak tau kenapa, tapi mendengar suara merdu namja itu bisa membuat hatiku damai. Dalam sekejap, kesedihan yang kurasakan tergantikan dengan alunan kebahagiaan yang ia persembahkan lewat melodi tersebut.

 

 

“Wow… Kau mempunyai suara yang mempesona….” pekikku sambil bertepuk tangan.

“Ah… Gomawo…” sahutnya sambil tersipu.

“Nah, aku kan sudah bernyanyi untukmu… sekarang maukah kau memberikan sedikit saja senyummu yang indah itu agar malam ini menjadi lebih sempurna untukku..??” ujarnya.

“Hahaha… kau ini ada-ada saja…” aku tertawa dengan pipiku yang sudah mulai memerah.

“Hahaha…. Kamsa Hamnida….” katanya.

“Lho? Untuk apa?” tanyaku sambil mengkerutkan kening.

“Ne. Terima kasih karena kau sudah memberikan senyummu untukku…” tuturnya.

“Annio! Aku yang seharusnya berterima kasih padamu. Karenamu aku bisa tersenyum kembali seperti ini… Aku belum pernah bertemu seseorang dengan suar a semerdu itu…” jawabku.

“Jinjja??” tanyanya sambil menyipitkan kedua matanya.

 

Belum sempat aku menjawab pertanyaannya. Terdengar suara nada dering ponsel, sepertinya itu suara ponsel namja itu. Ia buru-buru pergi mengangkat panggilan tersebut.

Namun  setelah aku menunggunya beberapa saat,  aku tidak mendapatinya kembali. Aku rasa dia sudah pergi. Padahal aku ingin sekali menghabiskan waktuku bersamanya lagi.

 

≧End Of Flashback≦

 

Bel tanda istirahat membuyarkan lamunanku. Aku baru sadar dari bayangan tentang namja yang aku temui di pesta satu tahun yang lalu. Ne. Satu-satunya namja yang bisa membuatku terpesona hanya dengan mendengarkan suaranya yang merdu. Bahkan aku tidak mengenali bentuk wajahnya seperti apa, karena waktu itu setengah wajahnya tertutupi oleh sebuah topeng. Tapi, meskipun begitu senyumannya selalu menghiasi mimpiku. Dan suaranya yang indah tak pernah hilang dari telingaku. Walaupun kejadian itu sudah satu tahun yang lalu, tapi aku tidak akan melupakannya. Aku percaya suatu saat nanti aku dan dia akan bertemu kembali.

 

Tanganku masih memegang erat sapu tangan yang ia berikan. Sampai saat ini aku masih menyimpan sapu tangan ini. Aku harap suatu saat nanti sapu tangan ini bisa membantuku untuk bertemu lagi dengan namja itu.

 

⌒Sepulang Sekolah⌒

 

“Oppa..!!” Teriakku.

“Mwo?” Jawab Jinki oppa.

“Hey! A-yo kita pulang…” ajakku.

“Annio. Aku harus latihan paduan suara dulu… Kalau kau mau, tunggu saja sampai aku selesai latihan..” ujarnya sambil menarik tanganku dan membawaku ke ruang musik tempat latihan vocal diadakan.

“Oppa, aku tunggu diluar saja…” ujarku.

“Aratseo…” jawabnya sembari masuk ke ruang musik.

 

Setelah beberapa lama, aku beranjak dari tempat dudukku. Dan berjalan-jalan mengelilingi taman. Selanjutnya aku naik ke lantai tiga. Disana  sangat sepi, karena seluruh siswa sudah pulang kerumah masing-masing. Saat  hendak turun ke lantai 2, tak sengaja aku mendengar suara seseorang sedang bersenandung. Aku merasa suara itu berasal dari lantai paling atas. Kuurungkan niatku untuk turun ke lantai 2, dan justru berbalik untuk naik ke lantai paling atas. Sayup-sayup aku mendengar alunan lagu itu lagi. Lama kelamaan aku menyadari bahwa aku sepertinya mengenal suara itu. Suara yang merdu itu. Berbeda dengan suara merdu lainnya. Suara itu…..

 

Tibalah aku dilantai paling atas. Kulayangkan mataku mencari sumber suara itu…

Setelah beberapa saat mencari, aku mendapati seorang  ada seorang namja sedang menyanyikan sebuah lagu sambil menggenggam sebuah kertas yang sepertinya bertuliskan lirik lagu tersebut.

Aku belum bisa melihat wajahnya karena, aku hanya melihatnya dari belakang.

“Dag…Dig…Dug…” jantungku berdegup  sangat  kencang.

“Bagaimana kalau namja yang aku lihat sekarang adalah namja yang sama dengan namja yang kutemui waktu itu..?” gumamku.

 

Namun tiba-tiba saja namja itu menghentikan nyanyianya.

“Hey pengintip! Apa yang kau lihat?! Cepat pergi dari sini!” teriakknya.

Aku sangat terkejut mendengar perkataannya. Aku segera beranjak pergi dari tempat itu. Namun, sebelum aku berlari aku sempat tak sengaja melihat tanda pengenal yang dimilikinya, dan disana tertuliskan nama “Kim Jonghyun”

 

Setibanya di lantai bawah aku kembali dikejutkan dengan teriakkan oppaku sendiri,

“Sohee-ah! Kemana saja kau ini? Aku sudah mencarimu dari tadi, kau ini mau pulang atau tidak?!” omelnya.

“Ne! Mianhae! A-yo kita pulang…” jawabku sambil menarik tangannya.

 

 

 

(Di dalam mobil)

 

“Oppa, aku mau tanya…” kataku sambil menepuk pundak Jinki oppa.

“Mwo?” sahutnya.

“Oppa kenal tidak dengan yang namanya Kim Jonghyun…?” tanyaku.

Oh… Jonghyun. Ne, aku mengenalnya. Waeyo?” jawabnya.

“Aku rasa dia punya suara yang bagus,tidak kalah dengan oppa. Tapi kenapa dia tidak ikut paduan suara juga..?” tanyaku.

“Ne. Sebenarnya dia juga dulu ikut paduan suara. Bahkan salah satu orang yang memiliki kualitas vocal yang paling  baik. Sampai-sampai banyak orang yang menjulukinya Bling-Bling karena Golden voice yang dimilikinya. Hajiman….” paparnya.

“Hajiman, Waeyo??” tanyaku penasaran.

“Hajiman, sayang sekali. Sejak ayahnya meninggal ia memutuskan untuk berhenti bernyanyi. Ayahnya meninggal karena serangan jantung.Memang sih, dulu semasa hidup ayahnya sangat menentang segala aktivitas Jonghyun yang berhubungan dengan bernyanyi. Untuk ikut latihan paduan suara saja Jonghyun harus sembunyi-sembunyi.  Dan semenjak ayahnya meninggal juga, Jonghyun yang dulunya ceria berubah menjadi dingin dan tertutup. Sejak ia keluar dari paduan suara, aku sudah tidak akrab lagi dengannya…” paparnya lagi.

“Owhh… begitu.” Kataku sambil menganggukkan kepalaku.

 

 

 

~♪~Keesokkan harinya~♪~

 

Setelah menghabiskan beberapa waktu di perpustakaan, kuambil beberapa buku dan meminjamnya. Buku-buku itu jumlahnya cukup banyak dan cukup berat karena isinya yang tebal.

Aku berjalan keluar dari perpustakaan dengan sangat hati-hati, kalau tidak buku-buku yang kubawa ini bisa berhamburan ke lantai. Aku berusaha berjalan menuruni tangga.

Tiba-tiba, “BRUGGHHH…”

Ne. Semua buku yang kubawa jatuh berhamburan di lantai.

Itu semua gara-gara seorang namja yang dengan tidak sengaja menabrakku. Namja yang tampak sedang terburu-buru itu benar-benar tidak bertanggung jawab. Bukannya meminta maaf karena sudah menabrakku ataupun membantu mengangkat buku-buku yang jatuh itu, ia justru pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun.

Bukan Cuma itu, entah sengaja atau tidak dia telah menginjak sapu tanganku yang sangat berharga pemberian dari namja yang kucari selama ini.

 

 

“HYA!! Dasar tidak bertanggung jawab! Kau itu sudah menabrakku..!!” teriakku sambil mengejarnya.

Mendengar teriakkanku, namja menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.

 

♪ Jonghyun POV♪

 

“HYA!! Dasar tidak bertanggung jawab! Kau itu sudah menabrakku..!!” teriak seorang yeoja dibelakangku. Sepertinya yang berteriak itu adalah yeoja yang tadi tidak sengaja bertabrakan denganku.

Paling-paling dia berharap aku untuk meminta maaf padanya. Huh! Jangan harap.

Untuk apa aku membuang-buang waktuku hanya untuk meminta maaf kepada seorang yeoja seperti dia.

 

Dengan terpaksa aku membalikkan badanku. Aku harus bicara padanya agar dia tidak menggangguku lagi. Saat ini aku benar-benar sedang buru-buru. Jadi tidak ada waktu untuk mengurusi orang seperti dia.

Namun…

Aku benar-benar terkejut saat melihat wajahnya.

Ne. Aku merasa pernah bertemu dengannya.

Ah! Aku rasa dia adalah yeoja yang aku temui di pesta satu tahun yang lalu, yang pada saat itu aku menyanyikan lagu untuknya. Ya, dia seorang yeoja yang mempunyai senyum yang mempesona. Aku tidak pernah bisa melupakan senyumnya. Sejak saat itu, aku selalu memendam perasaan untuk bertemu dengannya lagi. Tapi…

Kenapa kita justru bertemu di saat-saat seperti ini?

 

“Hey! Namja babo! Berani-beraninya kau menginjak sapu tangan kesayanganku ini ! Aku benar-benar tidak akan memaafkanmu!!” omelnya.

 

Hah? Sapu tangan itu?

Aku rasa itu adalah sapu tangan yang dulu aku berikan untuk menghapus air matanya. Kenapa sampai sekarang ia masih menyimpannya? Kenapa dia mengatakan kalau itu adalah sapu tangan kesayangannya?

 

“Apa maksudmu?  Bukankah itu sapu tanganku?” tanyaku.

 

“Mwo? Sapu tanganmu? Kau bilang ini sapu tanganmu?” sahutnya tak percaya.

 

“Ne. Waktu itu aku yang memberikannya padamu kan? Apa kau masih ingat?” tanyaku.

 

“Tidak mungkin…” katanya sambil menggelengkan kepalanya.

 

“Jadi…. Kau adalah namja yang kutemui di pesta waktu itu?? Jinjja??” tanyanya meyakinkan.

“Ne. keu rae…” kataku sambil menganggukkan kepalaku.

 

Aku melangkah kearahnya dan menatap wajah yeoja itu.

 

“Jeongmal Mianhae agassi… Tadi aku tidak sengaja menabrakmu karena aku memang sedang terburu-buru…” ujarku sambil menundukkan badanku.

 

“Aku tidak percaya…. Ternyata aku bisa bertemu denganmu lagi…” ucapnya sambil tersenyum.

“Kau tau, sejak saat itu aku ingin sekali bertemu lagi denganmu dan mendengarkan suaramu yang merdu itu…” tambahnya.

 

“Ahahaha…. Oia, Choneun Kim Jonghyun imnida… Waktu itu kita belum sempat berkenalan kan…” kataku memperkenalkan diri.

 

Choneun Lee Sohee imnida… pan gap seub ni da!” sahutnya.

~♪~Keesokkan harinya~♪~

 

♪Sohee POV♪

Tanganku masih memegang erat sapu tangan pemberian Jonghyun oppa. Hatiku rasanya bahagia sekali. Harapanku akhirnya terwujud. Berkat sapu tangan yang berharga ini, aku bisa bertemu lagi dengan namja yang memiliki suara yang mempesona itu, Kim Jonghyun.

“Sohee-ah..!!” aku mendengar teriakkan seorang namja yang memanggilku.

Segera aku menolehkan kepalaku. Disana aku melihat Jonghyun oppa yang sedang berada di lantai paling atas sedang melambaikan tangan kearahku.

Segera aku berlari menuju lantai atas untuk menemui Jonghyun oppa disana.

 

“Oppa…” aku memanggilnya sesampainya aku disana.

 

“Oppa, kenapa oppa sering sekali menyendiri disini..??” tanyaku.

 

“Ne. Aku sering berlatih bernyanyi disini…” jawabnya.

 

“Waeyo? Kenapa oppa tidak berlatih bersama yang lainnya saja di kelompok paduan suara? Bukannya dulu oppa juga ikut paduan suara??” tanyaku lagi.

 

“Annio…Jika ikut paduan suara aku akan teringat dengan ayahku lagi…Dulu, ia sangat menentangku untuk bernyanyi…Hajiman, aku tidak menurutinya…. Aku sangat menyesal…” ujarnya lirih.

 

“Oppa, oppa itu harusnya bersyukur… Tuhan sudah memberimu bakat yang luar biasa. Kau tidak boleh hanya mendiamkannya begitu saja. Tuhan memberikan talenta itu untuk dikembangkan….” ucapku.

 

“Oh iya, coba lihat ini…” ujarku sambil menyodorkan sebuah brosur yang kuambil dari kamar Jinki oppa tadi pagi.

 

 

“Apa ini…?” tanya Jonghyun oppa.

 

“Itu formulir pendaftaran untuk mengikuti audisi di sebuah record label… Oppa harus ikut! Aku yakin kalau mereka mendengarkan suara oppa yang merdu itu, pasti oppa akan langsung diterima.” Tuturku.

 

“Mwo? Annio. Aku tidak akan ikut audisi ini…” tolaknya mentah-mentah.

 

“Hajiman, waeyo?” tanyaku.

 

“Aku tidak bisa. Aku tidak mau nantinya aku akan menyesal lagi…Sudah cukup.” Tuturnya.

 

“Annio! Segala sesuatu itu harus dicoba dulu. Lagipula tidak ada salahnya kan mencoba… Oppa aku mohon jangan pesimis seperti itu…” pintaku.

 

“Jebal…” paksaku sambil menarik tangannya.

 

“Kau yakin aku bisa melakukannya…??” tanya Jjong oppa.

 

“Ne! Aku sangat yakin! Aku percaya oppa pasti bisa melakukannya!” teriakku sambil mencoba untuk meyakinkannya.

 

“Baiklah… akan kucoba…” tuturnya.

~♪~ 5 Hari kemudian ~♪~

 

Pagi ini kami sudah tiba di tempat audisi.

Disana sudah berkumpul banyak sekali orang yang tentu saja juga akan mengikuti audisi tersebut.

Setelah  Jjong oppa mengambil nomor urut, aku dan oppa menunggu di ruang tunggu sampai saat giliran Jonghyun oppa tiba.

Kami menunggu cukup lama. Ne. Karena memang banyak sekali peserta yang mengikuti audisi tersebut.

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya tiba juga saatnya untuk oppa menunjukkan kemampuannya.

“Aku benar-benar gugup…” ujarnya.

“Tidak usah gugup, aku yakin oppa pasti bisa…! Hwaiting!” teriakku untuk menyemangati Jjong oppa.

Jonghyun oppa mengepalkan kedua tangannya sambil tersenyum dan berlari memasuki ruang audisi.

Aku cukup deg-degan menunggu saat oppa sedang audisi. Aku berdoa semoga oppa bisa menunjukkan kemampuannya yang terbaik supaya ia bisa mewujudkan mimpinya yang selama ini tertunda.

Setelah beberapa lama, Jonghyun oppa keluar dari tempat audisi. Dan sepertinya ia kelihatan sangat lega. Aku ikut senang.

“Gomawo Sohee-ah, berkat dukunganmu aku bisa melakukan semuanya dengan baik…” ujar Jjong oppa.

“Ne. Cheonmaneyo oppa… Oppa harus semangat! Aku yakin pasti nanti oppa akan lolos audisi…” sahutku.

 

Setelah Jonghyun oppa mengikuti audisi, dia mengantarkanku pulang dengan motornya.

Saat itu situasi agak macet, jadi kami mencoba untuk masuk ke jalur lain. Namun, saat sebuah bus lewat situasi menjadi tidak terkendali sampai akhirnya motor yang kami kendarai tertabrak dengan bus tersebut.

Saat kecelakaan itu terjadi, Jonghyun oppa langsung menyuruhku menyelamatkan diri .Aku sangat terkejut dan berusaha menyelamatkan diri dengan melompat dari motor namun saat aku berusaha berlari untuk menyelamatkan Jonghyun oppa bus tersebut terlanjur menyerempetnya.

“JONGHYUN OPPA….!!!!” teriakku saat menyaksikan kecelakaan itu.

Aku berlari menuju Jonghyun oppa yang kini keadaannya sudah tidak sadarkan diri dengan darah yang bercucuran di sekitar pergelangan tangan dan kaki sebelah kanannya.

Tanpa pikir panjang aku langsung meminta bantuan orang-orang disekitar situ untuk membawanya ke rumah sakit.

 

Sesampainya di rumah sakit Jonghyun oppa langsung mendapat  perawatan yang serius. Aku benar-benar khawatir dengan keadaannya saat ini . Aku harap tidak ada sesuatu yang buruk terjadi padanya. Sepanjang operasi, aku terus berdoa demi keselamatan Jonghyun oppa. Aku memohon kepada Tuhan untuk menyelamatkan Jonghyun oppa.

“Tuhan, aku mohon selamatkanlah Jonghyun oppa… Selamatkanlah dia…”air mata menetes membanjiri pipiku.

 

Setelah sekian lama, dokter keluar dari ruang operasi itu pertanda operasi sudah selesai.

“Dokter, bagaimana keadaan Jonghyun oppa?Operasinya berhasil kan? Dia pasti masih hidup kan? Dia tidak apa-apa kan?” tanyaku penasaran.

 

“Apa kau keluarganya?” tanya dokter tersebut.

 

“Bukan. Aku ini temannya. Dokter, ayo katakan!

bagaimana keadaannya? Jonghyun oppa baik-baik saja kan? Iya kan?” aku semakin khawatir.

 

“Ia mengalami cedera yang cukup serius di bagian pergelangan tangan dan kaki sebelah kanannya. Aku rasa dia harus mengalami perawatan sampai beberapa bulan kedepan…” ungkap dokter itu.

 

“Mwo?!” aku terkejut mendengar apa yang dikatakan dokter tersebut. Aku tidak menyangkan luka yang dialami Jonghyun oppa seserius itu. Bahkan ia harus mengalami perawatan sampai beberapa bulan kedepan. Lalu bagaimana dengan audisinya? Masa Jjong oppa harus berhenti sampai disini saja? Ah! Andwae…!

Aku  membenamkan wajahku diantara kedua telapak tanganku. Dan air matapun menetes membanjiri kedua pipiku. Padahal aku ingin sekali membuat Jonghyun oppa tersenyum lagi dan ia bisa mewujudkan mimpinya… Tapi kenapa malah jadi seperti ini…?

 

Aku memasuki ruang perawatan Jonghyun oppa dengan perlahan-lahan. Kupandangi tubuh oppa yang terkapar tak berdaya di tempat tidur. Matanya terpejam. Aku tau, kenyataan ini pasti berat sekali untuk oppa.

 

“Jeongmal mianhae oppa…. Jeongmal mianhae… Harusnya aku tidak mementingkan diriku sendiri…. Harusnya aku menyelamatkanmu…. Mianhae….” ujarku lirih sembari meneteskan air mataku. Aku menggenggam tangan Jjong oppa erat-erat. Hingga air mataku menetes di tanganya.

 

Setelah beberapa saat, aku melihat Jonghyun oppa mulai membuka matanya. Ia mulai sadarkan diri.

“Oppa? Oppa sudah sadar…??” tanyaku pelan.

“Sohee-ah… ini bukan salahmu…ini semua memang kesalahanku… Mungkin ini balasannya karena aku tidak pernah mematuhi appaku…aku… memang sudah seharusnya aku tidak menyanyi lagi…” tutur oppa lirih sambil berusaha menahan sakit dari luka setelah kecelakaan tadi.

“Oppa… aku mohon jangan berkata seperti itu…. Walau bagaimanapun juga oppa harus tetap bernyanyi….Oppa tidak boleh berhenti bernyanyi… karena bernyanyi adalah bagian dari hidup oppa…” pintaku.

Jonghyun oppa tidak berkata apa-apa. Ia hanya tersenyum sambil mengelus rambutku.

 

“Mianhae Sohee… Aku telah membuatmu menangis…” ujar Jjong oppa.

Sohee kau tau,terkadang tak peduli seberapa beratnya harimu, seseorang selalu mampu membuatmu kembali bersemangat hanya dengan senyumannya…. Maukah kau tersenyum untukku..??” pinta oppa.

“Ne. Aku akan melakukan apa saja asalkan oppa bisa bersemangat kembali…” kataku sambil tersenyum dan menghapus air mataku.

~♪~Tanggal 8 April~♪~

 

Hari ini ak senang sekali, karena Jonghyun oppa sudah diizinkan untuk masuk sekolah kembali. Walaupun dia masih harus menggunakan kursi roda. Tapi, yang paling penting adalah hari ini adalah hari ulang tahunya. Aku akan berusaha membuatnya bahagia hari ini, bagaimanapun caranya.

 

Sepulang sekolah, aku menemui Jonghyun oppa.

“Annyeong haseyo oppa…” sapaku.

Annyeong…” jawabnya.

“Kau tidak pulang…??” tanya Jjong oppa.

“Annio. Oia oppa, mau ikut aku ke suatu tempat….??” tanyaku.

“Memangnya kemana..??” tanyanya penasaran.

“A-yo ikut saja…” sahutku sambil mengedipkan sebelah mataku.

 

Aku menuntun kursi roda oppa ke ruang musik.

“Sohee-ah, untuk apa kita kesini…??” tanya oppa.

“Ne. Oppa pasti sudah lama sekali kan tidak masuk ke ruang musik ini..??  Memangnya oppa tidak ingin berlatih disini..?? A-yolah, aku ingin mendengarkan suara oppa lagi…” ujarku.

Saat memasuki ruang musik, aku segera menuntun kursi roda oppa menuju sebuah piano…

“A-yo oppa, mainkan saja sesuka oppa… Aku yakin oppa pasti sebenarnya ingin sekali kan bermain alat musik dan berlatih lagi disini seperti dulu..??” tuturku.

Walaupun dengan agak ragu-ragu Jonghyun oppa mencoba untuk menekan tuts piano tersebut satu persatu. Kemudian memainkan sebuah lagu. Aku rasa dia sangat menikmatinya.

Aku beranjak dari tempat dudukku,  mengambil sebuah gitar dan menyodorkannya kepada Jonghyun oppa.

“Oppa, maukah kau menyanyikan sebuah lagu untukku..??” tanyaku.

“Kau mau aku menyanyikan lagu untukmu? Emm, baiklah…Ini hanya untukmu…” jawabnya sambil mengambil gitar itu dan mulai memainkannya.

~♪

Juliette! yeonghoneul bachilkkeyo

Juliette! jebal nal bada jwoyo

Juliette! dalkomhi jom deo dalkomhage

soksagyeo naui serenade… ♪~

 

“Wooww….!! Daebak!!” teriakku sambil bertepuk tangan.

“Hahah…. Kamsa Hamnida…” jawabnya.

 

“Oppa, ke lantai atas yuk…” ajakku.

“Tumben kau mengajakku ke lantai atas….Ada apa?” tanyanya.

“A-yo ikut saja…” ucapku sambil menuntun kursi rodanya keluar dari ruang musik menuju ke lantai atas.

“Eiittss… Tunggu dulu…. Mata oppa harus ditutup dulu…” kataku sambil mengikatkan kain hitam untuk menutupi mata Jjong oppa.

“Hey, apa-apaan ini? Kenapa mataku harus ditutup segala??” omel Jonghyun oppa.

 

♪Jonghyun POV♪

“Hey, apa-apaan ini? Kenapa mataku harus ditutup segala??” omelku pada Sohee-ah. Entah mengapa kelakuannya hari sangat mencurigakan. Memangnya dia tau kalau aku hari ini ulang tahun? Tapi, dia tau dari mana? Apa yang akan dilakukannya? Aku benar-benar penasaran…

 

SAENGIL CHUKKAHAMNIDAA ….. SAENGIL CHUKKAHAMNIDAA …..”

Aku terkejut mendengar lagu tersebut dan langsung membuka kain yang menutupi mataku. Betapa terkejutnya aku saat melihat banyak orang didepanku menyanyikan lagu selamat ulang tahun sambil membawa spanduk bertuliskan “☆~ SAENGIL CHUKKAE BLING BLING JONGHYUN~☆  !Mereka semua bernyanyi membentuk paduan suara yang indah.

Kemudian Sohee datang dengan membawa sebuah Kue ulang tahun yang sudah dihias dengan indah dan menyodorkannya kepadaku.

“Oppa, a-yo tiup lilinnya….” katanya.

Aku berdoa sejenak untuk mengucap syukur serta mengucapkan permohonanku dan setelah itu aku meniup lilin tersebut.

“A-YO JONGHYUN-AH JANGAN PERNAH MENYERAH!” teriak mereka.

“NE! BLING BLING JONGHYUN, BERSINARLAH KEMBALI…! KAMI KELOMPOK PADUAN SUARA JUGA AKAN SELALU MENDUKUNGMU…DAN KAMI PERCAYA KAU PASTI BISA!” teriak mereka semua secara serempak.

Saat ini aku benar-benar terharu. Walaupun aku sudah berusaha, tapi tetap saja aku tak kuasa menahan air mataku untuk keluar membanjiri pipiku. Aku sangat berterima kasih kepada mereka semua. Ini adalah ulang tahun terindah yang pernah kualami.

“KAMSA HAMNIDA….” hanya itu yang bisa kuucapkan.

“Dan aku berjanji demi kalian semua yang sudah mendukungku, aku tidak akan menyerah lagi sampai kapanpun! Aku berjanji!” tuturku.

~♪~Malam Harinya~♪~

 

♪Sohee POV♪

 

 

“Oppa…Apa oppa senang..??” tanyaku.

“Ne. Tentu saja aku sangat senang… Ini adalah ulang tahun paling indah yang pernah kualami…” jawabnya sambil tersenyum lebar.

“Oia oppa, tadi seseorang menelpon. Katanya dari record label yang mengadakan audisi waktu itu, mereka sudah mengetahui soal keadaanmu dan mereka mau mengerti. Jadi oppa tetap lolos audisi. Karena mereka tau oppa mempunyai bakat yang besar, mereka bersedia menunggu sampai oppa benar-benar sembuh.” Paparku.

“Jinjja? Jadi aku tetap lolos audisi??” tanya Jjong oppa tak percaya.

“Ne! Aku tidak bohong, oppa lolos audisi!” teriakku.

“Hahaha…” tawa oppa sambil memelukku.

Entah mengapa jantungku berdegup begitu kencang saat  dia memelukku.

 

“Ne oppa, aku juga sangat senang…” ucapku.

“Hey! Sohee-ah lihatlah ke atas! Disana ada bintang jatuh…!!” teriak Jjong oppa.

“Hah? Dimana?”

“Itu disana!”

“Oh iya benar! A-yo cepat ucapkan permohonan!”

Kami berhenti sesaat untuk mengucapkan permohonan kami masing-masing.

“Sohee-ah…” panggil Jjong oppa.

“Ne..” jawabku. “Apa permohonanmu..??” tanyanya.

“Ah, oppa nggak boleh tau… itu kan rahasia…” tolakku.

“Ahh… yasudah… Eh, kau mau tau apa permohonanku..??” ujarnya.

“Mwo??” tanyaku penasaran.

“Aku…. Aku ingin selalu berada disisimu…” jawabnya.

“Hah? Wae??” aku terkejut.

“Ne. Karena kau adalah hadiah terindah dalam hidupku…” ungkapnya.

 

Deg. Aku benar-benar terkejut mendengar perkatan Jonghyun oppa.

 

“Oppa, apa maksudmu…??” tanyaku tak mengerti.

 

…SARANGHAEYO SOHEE-AH….JEONGMAL SARANGHAEYO…” katanya sambil menarik tanganku dan meletakkannya di dadanya.

 

“Maukah kau menjadi kekasihku…??” tanyanya.

 

“Oppa, kau tau tidak siapa satu-satunya orang yang bisa membuatku tersenyum walaupun dalam keadaan sesedih apapun hanya dengan mendengarkan suaranya yang mempesona…??” tanyaku.

 

“Ne. Tentu saja hanya kau Jonghyun oppa…. Na do Saranghaeyo….” jawabku.

 

 

~♪ (>ˆ▽ˆ)>THE END<(ˆ▽ˆ<)♪~