Tag Archives: Eunhyuk

Like A Wind (Part 1)

Standar

Like A Wind Part 1

Judul : Like A Wind

Author : Tiara Shahnaz

Facebook : Tiara Shahnaz

Twitter : @tiara_sielf

Cast :   Super Junior’s Eunhyuk

Kwan Jikyo (OC)

Super Junior’s Member

Genre: Sad, romance

Twoshoot

Rating: PG

Eunhyuk FF Korea_

Prolog:

Sebuah kecelakaan kecil saat hendak menuju dorm Super Junior membuat Eunhyuk harus terbaring di kamar inap salah satu rumah sakit di Seoul. Tangannya mengalami keretakan tulang yang mengakibatkan dia tidak bisa –untuk sementara- melakukan hal paling dicintainya, menari. Tapi siapa sangka, di tengah kondisi buruknya itu, dia menemukan sosok yang bisa mengembalikan senyumnya.

Read the rest of this entry

finally,,i got your kiss

Standar

kiss

finally,,i got your kiss

annyeoooooongg *terek pakek toa*

setelah lama hiatus dari dunia per.ff.an,,akhirnya balik lagi~ jadi terharu *lap ingus pkek kaos geng*

ada yang nungguin ff trbru gag?? mian y,,authornya pada sok sibuk semua *termasuk gw* hahahaha

This story is mine,,so,,don’t be a PLAGIATORS

CAPCUUUSSSSSS

Author: Reehangengkpop

Cast: Leeteuk, eunhyuk, Kyuhyun, Siwon

Oneshoot

PG

Read the rest of this entry

~♪ Symphony of LOVE ♥~ Chapter : 1

Standar

About my ff :

Title       : “SYMPHONY OF LOVE”

Author : YeMima Lorna

Length : Series (chaptered)

Genre  : Romance, School, etc

Casts     :

♪-@YeMima Lorna as Han YeonMi

♪-Cho Kyuhyun

♪-Kim Yesung

♪-Kim Jaejoong

♪-Kim Kibum (Key)

♪-@Yovie Hong-xien as Jin Hye Iseul

♪-Lee Sungmin

♪-@Patricia Magdalena as Han Haenul

♪-Choi Minho

♪-Kang Minhyuk

♪-Lee Gikwang

♪-Lee Shindong

♪-Shim Changmin

♪- IU

♪-@Ghita Shawoldiademboice celallu as Song hae yoo

♪-Kim Ryeowook

♪-Lee Taemin

♪-Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

♪-Lee Donghae

♪-@Lala Shelomi as Lee Ahra

♪-Sunny

♪-Choi Sulli

♪-Yamamoto Yusuke

♪-@Devina cutez as Jin Hong Hye

Read the rest of this entry

It Has To Be You 2 (chapter 8)

Standar

Jangan nangis

Jangan Kecewa

Jangan gebukin author

Seru abis chap ini ^^

Genre: Tragedy, Family, Friendship, Love

Cast: Super Junior, Jeoran, Hyekyu, Eunjo, Hyobyun

PG: 15

 

*PLEASE DON’T BE SILENT READER!!! HELP AUTHOR WITH GIVE COMMENT*

It Has To Be You 2 chpater 8

-Don’t Cry My Love-

 

©©©©©©©

 

Beberapa orang berdiri memadangi sebuah makam. Beberapa saat kemudian, satu demi satu dari mereka pergi meningglkan makam. Seorang yeoja berlutut di dekat makam itu. Ia tidak berkedip memandangi makam itu. Seorang yeoja lain mendekatinya, ia berlutut dan berkata,

“Jeongmal mianhae. Ini semua salahku.” Ucap Yeoja itu lalu menangis.

Ia bengkit.

“Jeoran kami pergi diri.” Ucap seorang namja.

Namja dan yeoja itu pergi meninggalkan Jeoran sendiri di makam.

“Sudah habis air mataku. Tak ada setitik air mengalir di kedua pipiku. Kini kau dapatkan yang kau mau. Aku tak akan pernah menangis seumur hidupku.” Ucap Jeoran.

“CUT~!!!” triak seseorang.

“Ya bagus Jeo!” lanjut orang itu.

Seseorang mendekati Jeoran.

“Akting yang bagus. Tidak ku sangka kau akan sehebat ini.”

Jeoran tersenyum.

“Gomawo Siwon.” Ucap Jeoran.

“Kau mengalahkan aku. Aish~ sepertinya aku selalu kalah denganmu.” Sahut seorang yeoja.

“Tidak juga Hyobyun. Aktingmu jauh lebih bagus denganku. Kau bisa memerankan berbgai macam peran. Sedangkan aku, aku hanya bisa memerankan diriku sendiri.” Sahut Jeoran.

“Jeo!” seru sesorang.

“Eunjo.” Cletuk Jeoran.

“Kau sudah selesai syuting?” tanya Eunjo.

Jeoran mengangguk.

“Aku tidak sabar menonton MVmu yang ini.” Ucap Eunjo.

“Ceritanya menyedihkan.” Sahut Hyobyun.

“Ya, ini diambil dari kisah kehidupan Jeoran.” Sahut Siwon.

“Apakah kau menangis Jeo?” tanya Eunjo.

Jeoran tersenyum.

“Sudah habis air mataku. Tak ada setitik air mengalir di kedua pipiku. Kini kau dapatkan yang kau mau. Aku tak akan pernah menangis seumur hidupku.” Ucap Jeoran.

Eunjo menangis.

“Kenapa kau menangis?” tanya Jeoran heran.

“Bagaimana aku tidak menangis. Kau melantukan lagu itu. Lagu yang membuatku mengenang masa-masa itu. Lagu tentang kehidupanmua. Aku jadi menangis. Itu sungguh menyedihkan.” Isak Eunjo.

Semua orang tertawa. Eunjo ikut tertawa.

“Lalu di mana dai?” cletuk Eunjo menghapus air matanya.

“Ia dari tadi aku tak melihatnya.” Sahut Siwon.

“Perasaan saat syuting tadi aku melihatnya. Lalu saat syuting berakhir dia menghilang begitu saja.” Sahut Hyobyun.

Jeoran memandang sekelilintg. Ia mencari sesosok orang.

©©©©©©©

“Aku tidak menyangka akan berakhir seperti itu.” Cletuk Hykyu.

“Berakhir? Apa yang berakhir?” sahut Kyuhyun.

“Yesung oppa.” Sahut Hyekyu

“Tidak ada yang berakhir.” Sahut Kyuhyun.

Hyekyu memandang Kyuhyun.

“Ini baru saja di mulai. Ini awal yang baru. Kehidupan yang baru.” Ucap Kyuhyun.

“Awal yang baru?” sahut Hyekyu.

“Semau orang mulai membuka lemabran yang baru.” Ucap Kyuhyun.

“Lembaran baru?” sahut Hyekyu.

“Termasuk aku.” Sahut Kyuhyun.

“Kau?” sahut Hyekyu.

“Ne~ aku memutuskan untuk bertunangan dengan yeoja itu.” Ucap Kyuhyun pelan.

Pandangannya lurus ke depan.

“Bertunangan? Yeoja itu siapa?” Sahut Hyekyu.

“Yang jelas yeoja itu mencintaiku dan menerima aku apa adanya.” Sahut Kyuhyun.

“Nugu?” sahut Hyekyu.

Kyuhyun bangkit dari tempat duduk. Ia menujuh ke mobilnya kemudian ia kembali lagi dengan membawa sebuah undangan. Ia menyerahkannya kepada Hyekyu. Hyekyu menerimanya. Ia langsung membuka undangan itu dan membcanya. Ia tertegun.

©©©©©©©

“Apa yang kau lamunkan?” tanya Siwon.

“Hm?” sahut Hyobyun.

Siwon duduk di samping Hyobyun.

“Ada yang kau pikirkan?” tanya Siwon sekali lagi.

“Aku memikirkan apa yang telah aku lakukan.” Jawab Hyobyun.

“Aku merasah aku sangat bersalah. Tak seharusnya aku di sini.” Lanjut Hyobyun.

“Mereka sudah memaafkanmu.” Ucap Siwon.

“Benarkah begitu?” sahut Hyobyun.

“Tentu saja.” Ucap Siwon.

“Meski begitu aku tetap bersalah. Aku telah membuat luka yang begitu besar. Aku telah membuat dosa besar. Aku telah menusuk orang lain dari belakang. Aku…”

‘Chup~’ Siwon menempelkan bibirnya di bibir Hyobyun.

“Jangan bicara lagi. Jangan menylahkan diri sendiri. Itu sudah berlalu. Itu hanya kecelakaan.” Ucap Siwon.

Hyobyun memandang Siwon dalam.

“Wae? Kenapa kau begitu peduli denganku?” ucap Hyobyun.

“Karena aku mencintaimu.” Ucap Siwon.

©©©©©©©

“Ada perlu apa kau mengajakku kemari?” tanya Hyukjae.

“Aku ingin curhat.” Sahut Eunjo.

Hyukjae terkejut.

“Kenapa kepadaku? Kenapa tidak kepada Jeoran?” sahutnya.

“Aku tidak ingin membebaninya. Lagi pula aku tidak tahu di mana dia sekarang. Tadi seseorang menghubunginya lalu ia pergi begitu saja. Meninggalkanku sendiri di lokosi stuting.” Ucap Eunjo.

Lalu ia meneguk minumanya.

“Hidupku hancur Hyuk.” Cletuk Eunjo.

“Hancur?” sahut Hyukaje.

“Ne~ ternyata Siwon lebih memilih Hyobyun dari pada diriku.” Ucap Eunjo.

“Itu jelas. Sekarang aku ini siapanya? Aku hanya orang baru di hidupnya. Aku aneh. Aish~ perasaan ini membuatku gila.” Lanjutnya.

“Kau mengatakan perasaanmu kepadanya?” tanya Hyukjae.

Eunjo menggeleng.

“Ia sudah tahu bahawa aku menyukainya. Ia mengatakan bahwa aku kagum kepadanya, bukan mencintainya. Apakah rasa kagum dan cinta itu berbeda? Ku rasa sama saja.” Ucap Eunjo lalu meneguk habis minumannya.

“Lalu bagaimanakah rasa cinta itu? Mengapa aku tidak merasakan rasa cinta itu?” ucap Eunjo.

“Kau harus terbuka. Jangan menutup dirimu. Cobalah melihat orang di sekelilingmu.” Sahut Hyukjae.

“Huft~ aku ingin bersenang-senang saat ini.” Cletuk Eunjo.

“Baiklah ikut aku.” Seru Hyukjae menarik tangan Eunjo.

©©©©©©©

Hyekyu mengejar-ngejar Kyuhyun. Ia berusa memukul namja itu.

“Hya jangan lari kau!!!” triak Hyekyu.

Kyuhyun tidak mengacuhkannya. Ia tetap berlari mengitari pantai.

“Hya namja pabo….”

‘BRUK’

Kyuhyun berhenti karean Hyekyu berhenti berteriak. Ia memalingkan tubuhnya. Ia mendapati Hyekyu terduduk memandangi lututnya. Kyuhyunpun bergegas mendekatinya.

“waeyo?” tanya Kyuhyun.

Hyekyu menangis.

“Ini semua salahmu!” isak Hyekyu.

“Mwo? Kenapa menyalahkanku?” sahut Kyuhyun.

Hyekyu menjerit. Ia menangis.

“Aku tak percaya ini.” Triaknya.

Kyuhyun menempelkan bibirnya di bibir Hyekyu. Yeoja itu mulai terdiam. Yeoja itu berhenti merengek kesakitan. Air matanyapun berhenti.

“Sekarang kau percaya? Bagaimana rasanya? Menyengkan bukan?” ucap Kyuhyun yang baru saja melepasakan bibirnya dari bibir Hyekyu.

Hyekyu tertunduk wajahnya merah padam.

Kyuhyun tersenyum simpul.

“Itukan yang kau inginkan?” cletuk Kyuhyun.

Hyekyu tetap tertunduk.

Kyuhyun menggendong Hyekyu.

“Ayo kita pulang! Kita harus istirahat. Besok kita harus memilih busana untuk pertunangan kita.” Seru Kyuhyun.

“Apkah ini benar?” celtuk Hyekyu.

“Apakah ini keputusan yang benar?” lanjut Hyekyu.

“Aku mencintaimu dan kau menicntaiku.” Sahut Kyuhyun menggendong Hyekyu menujuh ke mobil.

“Apakah aku menicntaimu?” ucap Hyekyu.

“Dengarkan jantungmu. Kau akan tahu.” sahut Kyuhyun.

Hyekyu berusaha mendengarakan jantungnya. Detak jantungnya sungguh cepat. Sekujur tubuhnya bergetar. Ia memadang wajah Kyuhyun lalu Kyuhyun memandangnya. Hyekyu membuang muka, wajahnya merah lagi.

“Sudah sudah, wajahmu sudah merah. Apakah mau memungkiri perasaanmu sendiri?” cletuk Kyuhyun.

‘Hm~ gomawo telah mencintaiku. Akhirnya aku dapat merasakan cinta sesungguhnya. Saranghae~’ batin Hyekyu.

©©©©©©©

“Kau sering kemari?” cletuk Eunjo.

“Dulu.” Sahut Hyukjae.

“Apa kita akan menari? Dance seperti mereka?” ujar Eunjo.

Hyukjae tersenyum simpul.

“Yo Eunhyuk! Lama tak bertemu dengamu.” Ucap seorang namja.

“Ya lama sekali. Aku tidak menyangka kau masih mengingatku.” Ucap Hyukjae.

“Akukan temanmu~ apa kau mau tunjukan kebolehanmu?” ucap namja itu.

“Bagaimana klo kita aduh kebolehan?” sahut Hyukjae.

Namja itu mengangguk.

“Kau kenal dengannya?” tanya Eunjo.

Hyukjae mengangguk.

“Dia temanku. Sudah lama tidak bertemu dengannya.” Ucap Hyukjae.

“Tadi dia memanggilmu apa?” tanya Eunjo.

Hyukjae hanya tersenyum. Ia memandang ke depan. Temannya sedang menunjukkan kebolehannya.

“Wow dia hebat!” seru Eunjo terpukau.

“Siapa namanya?” tanya Eunjo kepada Hyukjae.

“Donghae. Lee Donghae.” Jawab Hyukjae.

“Donghae?” sahut Eunjo.

“Waeyo?” sahut Hyukjae.

“Tidak apa-apa aku hanya familiar dengan namanya.” Ujar Eunjo.

“Lihat aku baik-baik. Ku harap apa yang aku lakukan dapat membuatmu senang.” Cletuk Hyukjae.

Ia berjalan ke tempat dance dan mulai menujukkan kebolehannya. Ia bergerak sesuai irama.

Eunjo terpukau.

“Aneh~ aku merasa pernah mengalami ini sebelumnya.” Cletuk Eunjo.

“Excellent~! He is Eunhyuk The Allrisesilver!!!” ujar seseorang pada pengeras suara.

Eunjo tersentak kaget.

“Eunhyuk The Allrisesilver?” cletuknya.

Hyukjae tersenyum ia berjalan mendekati Eunjo.

“Bagaiamana? Apakah pertunjukan tadi memukau?” tanya Hyukjae.

Eunjo terdiam.

“Oh ya bukankah kau Eunjo?” sahut Donghae menunjuk Eunjo.

Eunjo mengangguk pelan.

“Wah hyuk kau mendapatkan apa yang kau mau ternyata.” Ucap Donghae menepuk pundak Hyukjae.

“Kau tahu dia sudah lama menyukaimu. Sejak SMP dulu.” Ucap Donghae.

Eunjo tertegun.

“Maksudmu~ surat dengan ibnisial HJ.L itu dar dia?” ujar Eunjo menunjuk Hyukjae.

Donghae mengangguk.

“HJ.L Hyukjae Lee. Lee Hyukjae. Itu nama aslinya.” Ujar Donghae.

Eunjo tertetun. Ia memandang Hyukjae. Namja itu menggaruk-nggaruk kepalahnya. Ia sama tertegunnya dengan Eunjo.

“Kenapa kau mengatakkannya Donghae~” cletuk Hyukjae.

“waeyo?” sahut Donghae.

“Hyukjae, Eunhyuk, Allrisesilver mereka dalah orang yang sama?” cletuk Eunjo.

“ye~” sahut Donghae.

Eunjo mendesah.

“Mianhae Eunjo.” Ucap Hyukjae.

“Tidak termaafkan.” Sentak Eunjo.

Hyukjae & Donghae terkejut.

“Hyuk apa yang terjadi?” bisik Donghae di telingah Hyukjae.

“Dia belum mengenalku. Kami baru saja dekat. Ini karena majikanku adalah sahabatnya.” Bisik Hyukjae di telingah Donghae.

“Ku dengar kau seorang bodygaurd dan sahabat Eunjo adalah Jeoran. Mereka masih bersahabat bukan.” Bisik Donghae.

Hyukjae mengangguk.

“Jadi majikanmu Jeoran?” sentak Donghae.

“Hyuk aku benar-benar tidak dapat memaafkanmu!” triak Eunjo lalu melangkah pergi.

“Kenapa pergi Eunjo?” ujar Donghae.

Eunjo berhenti melangkah.

“Bukankah kau menyukai Allrisesilver?” ujar Donghae.

“Apa yang kau katakan Donghae. Sudah jangan membuatnya marah.” Sahut Hyukjae,

“Kau sering kemari bukan? Melihat Allrisesilver manari. Bahkan saat Allrisesilver menghilang kau tetap kemari berharap dapat menemukannya lagi.” Ujar Donghae.

“Donghae sudah.” Ucap Hyukjae.

“Setaipkali kemari kau bertanya pada karyawan di sini apakah Allrisesilver datang.” Ujar Donghae.

Eunjo berbalik. Ia menangis.

“Eunjo~” ucap Hyukjae.

“Aku sudah lama menunggu. Kenapa kau sepengecut itu.” Isak Eunjo.

Hyukjae mendekati Eunjo lalu memeluknya.

“Jeongmal mianhae. Aku tidak tahu harus bagaimana.” Ucap Hyukjae.

“Saranghae~” lanjutnya.

©©©©©©©

Jeoran memandang dirinya di cermin.

“Kau mau kemana?” tanya seseorang.

Jeoran berbalik.

“Aku hendak menemui seseorang, ahjumma.” Ucapnya.

“Nugu?” tanya nyonya Kang.

Jeoran tersenyum simpul.

“Sepertinya aku tahu siapa.” Ucap Nyonya Kang.

“Apakah ada supir?” cletuk Jeoran.

“Apakah Hyukjae tidak ada?” tanya Nyonya Kang.

“Aku menyuruhnya untuk libur hari ini.” Ujar Jeoran.

“Baiklah pak Lee yang mengantarkanmu.” Ucap Nyonya Kang.

“Aku berangkat sekarang.” Ucap Jeoran.

©©©©©©©

Jeoran celingukkan. Ia memastikan apakah ia berada di alamat yang benar. Ia menelusuri jalan setapak. Tidak ada siapapun. Tempat itu sungguh sepi. Jalanan hanya di terangi cahaya lilin yang berada di sepanjang jalan.

Jeoran mulai mendengarkan alunan melodi piano. Lalu ia menemukannya. Ia menemukan dari mana melodi itu berasal. Ia melihat sebuah grand piano putih di depannya. Seseorang sedang bernyanyi.

Kau kekuatan yang membangkitkanku

Membangunkanku dari mimpi burukku

Kau terangiku di setiap waktu

Dengan cahaya yang terpancar dari lubuk hatimu

Kau adalah malaikatku

Bawalah aku bersamamu

Kau adalah malaikatku

Izinkan aku bersamamu

Kau adalah malaikatku

Selamatkan aku dengan kekuatnmu

Tak pernah ku rasakan waktu

Saat bersamu semua membisu

Hidupku hanya untukmu

Tak ada yang lain selain dirimu

Kau adalah malaikatku

Bawalah senyummu kepadaku

Kau adalah malaikatku

Izinkan aku mencintaimu

Kau adalah malaikatku

Selamatkan aku dengan cintamu

Jeoran menepuk tangannya.

“Sunguh indah.” Ucap Jeoran.

“Apa judulnya?” tanyanya.

“My Angel.” Sahut namja yang duduk di depan grand piano.

“Kapan kau menciptakannya?” tanya Jeoran.

“Sudah lama~ tapi bagian akhirnya belum selsesai. Seminggu yang lalu aku menyelesaikannya.” Jawab namja itu.

“Jangan bilang kau menciptakaannya bersama lagu It Has To Be You.” Ujar Jeoran.

“Kau benar. Aku menciptakan lagu My Angel ini bersama dengan lagu It Has To Be You.” Sahut namja itu yang tak lain adalah Yesung.

“Kau sungguh memukau.” Ucap Jeoran.

“Benarkah?” Sahut Yesung.

Jeoran tersenyum.

“Kau suka tempat ini?” cletuk Yesung bangkit dari tempat duduknya.

“Ne~” ucap Jeoran.

Yesung mengulurkan tangnnya.

Jeoran tersipu malu. Ia meletakkan tangan kirinya di atas tangan yesung.

“Ini seperti dongeng. Kau berlagak seperti pangeran.” Ucap Jeoran yang kini berjalan bersama Yesung.

Mereka berjalan ke meja makan yang terletak tak jauh dari grand piano.

“Kau tidak tahu? aku seorang pangeran.” Cletuk Yesung.

Lalu ia mempersilahkan Jeoran duduk. Ia bersikap romantis. Bertingkah layaknya seorang pangeran. Kemudian ia duduk di depan Jeoran.

“Pangeran apa?” celtuk Jeoran.

“Coba kau tebak.” Sahut Yesung.

Jeoran mencoba berpikir.

“Pangeran Kodok.” Cletuk Jeoran.

Yesung tersenyum simpul.

“Jika aku pangeran kodok berarti kau telah menciumku hingga aku bisa kembali seperti ini.” Ucap Yesung.

Jeoran tertegun.

“Waeyo? Apakah itu banar?” tanya Yesung

#FLASH BACK#

Mata Jaeoran terpejam. Ia mendengar suara yang konstan. suara itu berasala dari namja yang berbaring di hadapannya. Ia menggennggam erat tangan namja itu.

“Yesung~ sampai kapan kau akan tidur seperti ini?” ucap Jeoran.

“Yesung~ kau sedang berakting ya? Kau ingin merasakan menjadai Jungjae? Kau ingin aku memperhatikanmu layaknya aku memperhatikan Jungjae dulu?” lanjut Jeoran.

Ia memejamkan matanya.

“Yesung~ apakah kau mendengarkan suaraku? Aku memanggilmu Yesung. Aku membutuhkanmu Yesung.” Ucap Jeoran.

Beberapa saat kemudain ia bangkit. Ia memadang wajah Yesung. Ia mengecup bibir Yesung yang dingin kemudian yesung kejang-kejang. Jeoran panik. Ia segara memanggil suster dan dokter.

#FLASH BACK END#

“Appamu Neptunus.” Cletuk Yesung menyantab makan malamnya.

Jeoran berhenti makan.

“Maksudmu aku ini adalah putri duyung dan kau pangerannya?” ucap Jeoran.

“Kisah kita hampir seperti itu.” Ucap Yesung.

Jeoran tersenyum.

“Kau ada-ada saja. Kau bukan pangeran itu. Tapi~” ucap Jeoran.

“Tapi apa?” sahut yesung.

“Kau adalah seorang Pangeran yang kehilangan suaranya. Kau memutuskan untuk berdiam diri di menarah putih tanpa seorangpun yang menemui.dari menara itu kau dapat melihat banyak hal. Termasuk seorang putri miskin yang tetap tersenyum meski seorang yang di cintainya akan pergi meninggalkannya. Kau tak bisa melupakannya hingga kau memutuskan turun dari menarah putih dan mencarinya. Saat kau menemukannya kau menyadari bahwa putri itu memiliki seseorang di sisinya. Kau tak berani mendekati putri itu. Kau hendak kembali ke menarahmu tapi kau terjatuh ke sebuah jurang. Tapi kau selamat. Kau berjalan pulang kembali ke menarahmu. Lalu seseorang menghadangmu. Dan mengatakan bahwa kau ingin bertemu dengannya sebelumnya. Kemudain kau menyadari. Bahwa kau pernah menemui seorang putri. Kau menyangka dia putri itu karena saat itu kau sedang terluka. Matamu tak dapat melihat dengan jelas. Saat kau sembuh, hatimu terluka menyadari bahwa putri yang bersamamu bukanlah putri yang kau cari. Kau memutuskan untuk kabur dan mencari putri itu. Kau terjatuh lagi dari jurang. Dan seorang putri membantumu. Putri itu adalah putri yang kau cari.” Cerita Jeoran.

“Ku rasa kau bakat jadi penulis.” Cletuk Yesung lalu tersenyum.

Jeoran tersenyum.

“Bagaimana menurutmu?” tanya Jeoran.

“Aku pangeran yang sungguh malang.” Ucap Yesung.

Jeoran tertawa.

Mereka melanjutkan makannya dan terdiam. Mereka mendengarkan alunan melodi yang tiba-tiba terdengar. Melodi itu seaka-akan membuat mereka membisu.

“Kau mengatur ini juga?” cletuk Jeoran setelah selesai makan.

“Aku mengatur ini semua. Dengan bantuan beberapa orang tentunya.” Jawab Yesung.

“Music Classic memang membuat kita tenang.” Ucap Jeoran.

“Ayo!” seru Yesung.

“Ayo apa?” sahut Jeoran.

Yesung bangkit dan meraih tangan Jeoran. Ia mengajak tempat yang kosong.

“Apa yang akan kita lakukan?” tanya Jeoran.

“Menari.” Jawab Yesung.

Yesung menuntun Jeoran menari waltz. Kemudian di lanjutkan dengan swing.

“Kau tahu Yesung, kau benra-benar berdarah bangsawan. Tapi apakah kau tahu, mungkin aku bisa menari waltz karena temponya lambat. Tapi yang ini ku rasa tidak.” Ujar Jeoran.

“Kenapa tidak? Aku akan membimbingmu.” Ucap Yesung.

Dan tepat setalh itu, Jeoran tergelincir. Yesung langsung menarik tangan Jeoran. Mendekat Jeoran dipelukannya. Ia dapat merasakan denyut jantung Jeroan berdetak kencang. Yesung mengangkat keplah Jeoran ke atas. Lalu secara perlahan ia menempelkan bibirnya di bibir Jeoran. Ia mengulum bibir Jeoran.

Setelah itu Yesung berlutut di hadapan Jeoran.

“My Angel~ you are the only one I love. I give my heart for you because I love you.” Ucap Yesung.

Ia menunjukkan kotak kecil berisis cincin dan berkata,

“Would you marry me?”

Jeoran mengangguk lalu memluk Yesung.

“Saranghae” ucap Yesung dan Jeoran bersamaan.

©©©©©©©END©©©©©©©

Jangan Lupa komentarnya ^^

I will give you gift ^^

It Has To Be You 2 (chapter 7)

Standar

Akhirnya dapet posting juga. Huhuhu gak nyangka udah TAMAT T.T mianya klo gak suka coz Cuma ini yg ada di otak author. Biasa author mendua eh meniga eh meempat. Entahlah me berapa. Intinya author lagi bwt FF selanjutnya yang bakalan tayang segera *emang sinetron apa*

Genre: Tragedy, Family, Friendship, Love

Cast: Super Junior, Jeoran, Hyekyu, Eunjo, Hyobyun

PG: 15

*PLEASE DON’T BE SILENT READER!!! HELP AUTHOR WITH GIVE COMMENT*

It Has To Be You 2 chapter 7 *The Moon*

 

Para wartawan segera memotret itu.

“Nona Shin Hyobyun, anda terkait dengan persoalan ini?” tanya seorang wartawan.

Hyobyun mengangguk.

“Lagu-lagu yang dinyanyikan So Jeoran adalah lagu ciptaan Yesung yang di tujukan untukku. Ia hanya kasian dengan Jeoran waktu itu. Ya bisa dibilang Yesung ingin membantu Jeoran yang memiliki potensi untuk menjadi seorang penyanyi. Waktu itukan Yesung tidak dapat bernyanyi kemabali karena suaranya hilang setelah ia mengalami kecelakaan.” Terang Hyobyun.

Ia melirik Jeoran.

“Bukankah begitu Jeoran?” ucapnya.

©©©©©©©

“Aku lama-lama muak dengan Hyobyun. Bisa-bisanya ia berkata bohong seperti itu.” Cletuk Eunjo kesal.

Jeoran diam. Ia hanya memandang cangkir kopi yang ada di hadapannya.

“Jeo, kenapa kau tidak bilang yang sebenarnya? Kenapa tidak kau ceritakan saja?” ujar Eunjo.

“Eh ya? Apa kau bilang?” ujar Jeoran.

“Kau tidak mendengarkanku ternyata.” Sahut Eunjo kecewa.

“Oh ya kenapa kau tidak menunjukkan buku diarynya Yesung?” cletuk Eunjo.

“Tidak bisa.” Ucap Jeoran.

“Waeyo?” sahut Eunjo.

“Aku sudah memberikannya ke Yesung.” Ucap Jeoran lalu menyesap kopinya.

“Mwo?” sahut Eunjo.

“Aku harap dia membacanya.” Ujar Jeoran.

“Apa kau yakin dia akan mengingatnya?” tanya Eunjo.

“Entahlah~ jika dia benar-benar mencintaiku dia akan mengingatku. Kita bisa saja berbicara bohong, tapi kita tidak bisa membohongi hati kita. Jika hati kita memiliki cinta maka hati kita memiliki rasa yang sulit untuk di lupakan. Bukankah rasa cinta sungguh melekat di benak tiap orang?” terang Jeoran.

“Ku harap dia mengingatmu sebelum ia memiliki hubungan yang lebih jauh dengan nenek sihir itu.” Ujar Eunjo.

“Siapa nenek sihir itu?” sahut seorang namja.

Eunjo dan Jeoran menoleh.

“Kyu~ sedang apa kau di sini?” tanya Eunjo.

“Aku ingin menemui Jeroan. Apa salah?” sahut Kyuhyun.

“Dan siapa dia?” tanya Eunjo menunjuk seorang yeoja.

Kyuhyun menengok ke belakangnya.

“Yeoja chingumu?” cletuk Eunjo.

“Namaku Hyekyu dan aku tidak sudi di bilang yeoja chingu namja seperti dia.” Cletuk Hyekyu mendekati Eunjo.

“Annyeong Hyekyu. Ada urusan apa ke Seoul?” sapa Jeoran rama.

“Annyeong~ aku hendak membantumu.” Sahut Hyekyu.

“Hya Kyu kau kenapa?” tanya Eunjo yang melihat Kyu cemberut.

“Duduklah Hyekyu, Kyuhyun.” Ucap Jeoran.

Hyekyu duduk lalu ia memandang Kyuhyun yang masih berdiri.

“Kenapa kau?” ucap Hyekyu kepada Kyuhyun.

Kyuhyun duduk di sebelah Hyekyu lalu berkata,

“Memangnya apa salahku hingga para yeoja berkat sinis kepadaku?”

“Astaga~ ternyata kau tersinggung dengan perkataan Hyekyu.” Sahut Eunjo.

Jeoran tersenyum.

“Jelas-jelas punya banyak salah pura-pura tak bersalah.” Cletuk Hyekyu.

“Jangan jadi playboy!” sahut Eunjo.

“Bersikaplah lebih lembut kepada yeoja.” Sahut Jeoran.

“OK aku akan mencoba berubah. Maaf ya buat siapapun di sini yang tersakiti karena ulahku.” Ucap Kyuhyun.

“OK sekarang ke pokok permasalahannya. Tadi kau bilang ingin membantu Jeoran kau ingin membantu apa?” tanya Eunjo kepada Hyekyu.

©©©©©©©

“Ini rumahnya?” cletuk Hyekyu memandang rumah megah yang ada di hadapannya.

“Ye~” jawab Kyuhyun.

“Dia ada di rumah bukan?” sahut Hyekyu.

“Ye~” jawab Kyuhyun singkat.

Ia menekan bel rumah dan tak beberapa lama kemudian seseorang membukakan pintu. Mereka masuk dan di antarkan ke halaman belakang.

“Dia punya kolam renang?” cletuk Hyekyu.

Kyuhyun mengangguk.

Hyekyu memandangi namja yang sedang berenang. Namja itu berenang gaya bebas kemudian menepi dan naik dari kolam renang. Ia mengambil handuk dan menggenakannya. Namja itu berjalan mendekati Hyekyu.

“Kau yeoja yang waktu itu bukan?” tanya namja itu.

“Ne Siwon oppa~” sahut Hyekyu.

Siwon tersenyum.

“Omona oppa kau lebih tampan dari pada di layar kaca.” Cletuk Hyekyu.

Siwon tersenyum lagi.

“Berhentilah merayu calon istriku dan cepat ganti pakaian sana. Ada yang ingin kami bicarakan.” Cletuk Kyuhyun.

“Hya Kyu!!! Aku bukan calon istrimu. Siwon oppa tidak merayuku dan apakah tidak memiliki sopan santun?” sentak Hyekyu.

Siwon tertawa.

“Kalian lucu sekali. Aku menunggu undangan pernikahan dari kalian.” Cletuk Siwon lalu beranjak pergi.

“Mwo? Aku tidak ingin menikah dengan Kyuhyun!” cletuk Hyekyu.

“Mwo? Kau ingin menikah denganku?” sahut Kyuhyun lalu tertawa.

Hyekyu langsung memukul Kyuhyun.

©©©©©©©

“Apa yang ingin kalian bicarakan?” ucap Siwon.

“Ini soal Yesung.” Jawab Kyuhyun.

“Aku ingin membantu Yesung mengembalikan ingatannya.” Ucap Hyekyu.

“Lalu apa hubungannya denganku?” sahut Siwon.

“Hyung aku tahu kau kesal dengan Yesung. Tapi masalahnya yang salah bukan dia. Dia hanya korban hyung.” Sahut Kyuhyun.

“Apakah oppa tidak kasian dengan Jeoran? Dia yang paling menderita sekarang. Lebih menderita dari siapapun. Aku bisa merasakannya. Jika aku ada di posisinya mungkin aku tidak sanggup lagi untuk hidup.” Cletuk Hyekyu.

“Apa yang bisa aku bantu?” tanya Siwon.

“Berbicaralah kepada mereka.” Jawab Kyuhyun.

“Tidak bisa. Aku tidak bisa berbicarah dengan mereka.” Ujar Siwon.

“Oppa pasti kesal. Tapi bisakah oppa menahan emosi itu? Pura-puralah tidak ada yang terjadi. Pura-pural oppa tidak tahu apa-apa. Tanyakan kepada mereka tentang hubungan mereka dulu. Bagaimana mereka bisa bertemu dan bagaimana mereka bisa jatuh cinta.” Ujar Hyekyu.

“Jika hyung tidak dapat berbicara sendiri, bawalah Hyekyu bersamu.” Sahut Kyuhyun.

“Baiklah.” Ucap Siwon.

“OK Hyekyu jangan takut ya sama Siwon.” Cletuk Kyuhyun.

“Mana mungkin aku takut.” Sahut Hyekyu.

“Ya mungkin saja kau taku jika Siwon melakukan sesuatu padamu.” Sahut Kyuhyun.

“Aku percaya dengan Siwon oppa.” Sahut Hyekyu.

“Baiklah. Jangan mengodanya. Kau milikku.” Sahut Kyuhyun.

“Aku bukan milikmu.” Sahut Hyekyu.

“Kau milikku dan jangan mencoba berpikir untuk mendapatkan Siwon, kau bukan tipenya.” Sahut Kyuhyun.

Siwon tertawa.

“Kehdairan kalian membuatku sedikit terhibur.” Ucapnya.

Hyekyu tersenyum. Ia senang melihat Siwon tersenyum dan tertawa lepas.

“Tapi Kyu~ Hyekyu bisa kok masuk dalam kategori yeoja impianku.” Cletuk Siwon.

“Bukannya kau menyukai Hyobyun~” sahut Kyuhyun.

“Jika aku tidak mendapatkannya, aku akan beralih ke Hyekyu yang menyukaiku.” Ucap Siwon.

“Mana bisa begitu dia calon istriku.” Sahut Kyuhyun.

“Masih calon.” Sahut Siwon.

“Tidak. Aku bukan calon istri Kyuhyun. Stop mengatakan itu Kyu.” Sahut Hyekyu.

Kyuhyun mendesah.

“Tanyakan pada appamu saja. Dia sudah menentukan tanggal pernikahan kita.” Ujar Kyuhyun.

“Kau pasti bohong.” Sahut Hyekyu.

“Jika tidak percaya, hubungi saja appamu.” Sahut Kyuhyun.

“Kalian seperti anak kecil saja. Aku jadi mengerti kenapa kalian di jodohkan.” Ucap Siwon.

Kyuhyun dan Hyekyu memandang Siwon tertegun.

©©©©©©©

Jeoran menikmati sarapannya. Ia sarapan sendiri. Ahjumma dan ahjussinya sudah berangkat kerja. Ia hanya di temani Hyukjae, bodygourdnya.

”Apakah pekerjaanmu membosankan?” cletuk Jeoran.

”Eh? Ah~ tidak juga.” sahut Hyukjae.

”Apakah kau memiliki kekasih?”

Hyukjae tersentak.

”Be… Be… Belum.” ucapnya.

”Kau pasti sibuk sekali. Sampai-sampai tidak memiliki kekasih. Seharusnya kau sudah memiliki kekasih dan menikah.” cletuk Jeoran.

”Hehehe kau bisa saja.” sahut Hyukjae.

”Apa perlu aku bantu?” ujar Jeoran.

”Mwo? Tidak, tidak, tidak perlu.” sahut Hyukjae.

Jeoran bangkit. Ia mengangkat piring dan gelasnya.

”Biar aku saja.” tawar Hyukjae.

”Tidak perlu. Aku bukan anak kecil.” cletuk Jeoran lalu berjalan menujuh ke dapur.

”Aku punya chingu yang mungkin cocok denganmu.” cletuk Jeoran sekembalinya dari dapur.

”Chi chi chingu? Chingumu yang itu?” ucar Hyukjae gelagapan.

”Waeyo? Kenapa kau tiba-tiba gugup seperti itu?” sahut Jeoran.

Hyukjae memalingkan wajahnya.

”Bukan apa-apa.” ucapnya.

”Jinca? Menurutmu dia cocok dengan Siwon tidak?” sahut Jeoran.

”Mwo? Siwon?” sahut Hyukjae tertegun.

”Ne~ dia menyukai Siwon. Yang aktor itu~ Aku hendak mencomblangkan mereka. Siapa tahu mereka bersatu. Aku ingin membalas budiku kepadanya.” terang Jeoran.

”Ku rasa pantas-pantas saja.” ucap Hyukjae.

”Tapi apakah Siwon menyukainya?” sahut Jeoran.

”Kemungkinan itu pasti ada.” Ucap Hyukjae.

“Kenapa kau mendadak pucat seperti itu? Apakah kau tidak suka aku menjodohkan Siwon dengan Eunjo?” cletuk Jeoran.

Hyukjae mulai gelagapan.

“Sudah katakan padaku, kau suka dengan Eunjo bukan?” goda Jeoran.

Hyukjae menggeleng.

“Lalu ini apa?” sahut Jeoran menunjukan sebuah gambar dari HP.

Hyukjae tertegun. Ia mengecek HPnya. Ia mencari HPnya di sakunya tapi ia tidak menemukannya.

“Itu HPku? Sejak kapan?” cletuk Hyukjae.

Jeoran mengangguk.

“Dari mana foto ini?” tanya Jeoran.

“Aku mengambilnya secara diam-diam.” Jawab Hyukjae.

“Ini foto saat Eunjo masih SMP. Kau menyukainya sejak SMP?” tanya Jeoran mengintogasi.

Hyukjae mengangguk.

“Jangan-jangan kau bocah yang waktu itu.” Cletuk Jeoran.

Hyukjae mendesah.

“Kau pasti pernah mendengar nama Allrisesilver.” Ujar Hyukjae.

“Ya, aku tahu. Teman sekolahku banyak yang menyukainya. katanya dia dancer. Memang kenapa?” Ucap Jeoran.

“Itu aku.” Sahut Hyukjae.

“Mwo???” sahut Jeoran.

©©©©©©©

“Apa yang kau lamunkan?” tanya Hyobyun kepada Yesung yang melamun.

“Tidak apa-apa.” Ujar Yesung.

“Kau yakin?” tanya Hyobyun khawatir.

“Ya tidak ada apa-apa. Aku hanya merasa…”

“Merasa apa?” sahut Hyobyun.

“Ada yang hilang.” Ucap Yesung.

Hyobyun terdiam. Ia sedikit gelisah.

“Tentu saja ada yang hilang. Kau belum mengingat kenangan kita berdua. Tapi itu tidak penting lagi. Yang penting kita bisa bersama.” Ucap Hyobyun memeluk lengan Yesung.

“Apakah masih lama.” Cletuk Yesung.

“Apanya?” sahut Hyobyun.

“Pesanan kita.” Sahut Yesung.

“Ini restoran bukan rumah makan cepat saji, jadi sedikit lama.” Sahut Hyobyun.

“Hai~ boleh kami bergabung?” cletuk seseorang.

Hyonyun dan Yesung mendongak.

“Siwon~” ucap Hyobyun.

“Hyekyu~” ucap Yesung menatap yeoja yang ada di samping Siwon.

Siwon dan Hyekyu tersenyum.

“Jadi boleh kami bergabung?” tanya Siwon sekali lagi.

“Tentu.” Cletuk Yesung.

Siwon dan Hyekyupun duduk di hadapan Yesung dan Hyobyun.

“Kalian sudah pesan makanan?” tanya Siwon.

“Sudah.” Ucap Hyobyun.

“Baiklah kami mau pesan makanan dulu.” Ucap Siwon.

“Oppa~ pilihkan yang enak ya.” Ucap Hyekyu.

Siwon mengangguk. Ia memanggil pelayan dan mulai memesan.

“Oh ya Hyobyun, kau ingat dia?” tanya Yesung.

“Siapa? Hyekyu?” sahut Hyobyun.

“Ye~” sahut Yesung.

Hyobyun mengangguk.

“Sekarang giliranku.” Sahut Hyekyu.

“Maksudnya?” sahut Yesung.

“Oppa ingat Siwon oppa?” sahut Hyekyu.

Yesung mengangguk.

“Oppa ingat komentar oppa dulu waktu melihat Siwon oppa di layar kaca?” sahut Hyekyu.

Wajah Yesung mendadak merah.

“Waeyo oppa? Kau tidak ingat?” goda Hyekyu.

“Memangnya apa komentarnya?” sahut Siwon.

“Iya, apa?” sahut Hyobyun.

“Yesung oppa bilang dia ingin memiliki otot seperti Siwon oppa dan dikejar-kejar yeoja seperti Siwon oppa.” Ujar Hyekyu lalu tertawa.

“Bohong!” sahut Hyobyun.

“Apakah benar begitu?” tanya Siwon.

Hyekyu mengangguk.

“Lihat saja wajah Yesung oppa saat ini. Pasti sangat malu sehingga wajahnya merah seperti itu.” Ucap Hyekyu.

“Apakah sudah tercapai?” cletuk Yesung.

“Maksdunya?” sahut Hyekyu.

“Katanya jika kau bertemu dengan Siwon, kau akan memeluknya lalu menciumnya. Apakah sudah terwujud?” sahut Yesung.

Giliran Hyekyu yang wajahnya merah.

“Sebagian.” Sahut Siwon.

“Sisanya akan terwujudkan saat kita menikah nanti.” Lanjutnya.

“Kau akan menikah dengannya?” sahut Hyobyun.

“Ye~ apa ada yang salah?” sahut Siwon memandang Hyobyun.

“Tidak apa-apa. Hanya saja apakah kau tidak takut fansmu berkurang karena kau akan menikah?” ujar Hyobyun.

“Kau sendiri bagaimana? Kau tidak takut?” sahut Siwon denganpenakan di akhir kalimatnya.

Hyobyun terdiam.

“Yesung oppa kapan menikah?” cletuk Hyekyu.

“Agustus.” Jawab Yesung.

“Cepat sekali. Sebulan lagi.” Sahut Hyekyu.

“Dua bulan lagi Hyekyu. Rencanya kami menikah akhir Agustus.” Ucap Yesung.

Hyekyu Mengangguk.

“Lalu kau sendiri bagaiman?” tanya Yesung.

Hyekyu tidak mengerti ia hanya memandang Yesung.

“Kami akan menikah bulan Oktober.” Sahut Siwon.

“Bukankah kau di jodohkan dengan Kyuhyun?” sahut Yesung memandang Hyekyu.

Hyekyu mendesah.

“Ternyata oppa ingat namja sialan itu.” Ucap Hyekyu.

“Buat apa menikah jika tidak saling mencintai. Hyekyu hanya mencintaiku. Dan aku hanya mencintainya. Tak di ragukan lagi jika kami menikah. Lagi pula kita masing-masing mempunyai kenangan pertama. Pandangan pertama saat kita berjumpa. Rasanya sungguh indah.” Sahut Siwon.

“Ya waktu itu ya~ aku jadi malu.” Sahut Hyekyu menutup mukanya.

“Kau sendiri bagaimana? Apa kenanganmu bersama Hyobyun?” sahut Siwon memandang Yesung.

©©©©©©©

“Siwon aku ingin bicara denganmu.” Ujar Hyobyun menarik tangan Siwon.

“Besok saja bicarnya. Aku ingin mengantarkan Hyekyu dulu.” Sahut Siwon.

Hyobyun tidak melepaskan tangannya.

“Ini penting.” Ujar Hyobyun.

“Baiklah katakan ada apa?” ujar Siwon.

“Aku ingin bicara berdua denganmu.” Ujar Hyobyun.

“Baiklah.” Ujar Siwon.

Ia membisiki Hyekyu dan memberikan yeoja itu sebuah kunci. Hyekyu beranjak pergi. Siwon menarik tangannya lalu mengecup keningnya.

“Sekarang kau bisa pergi.” Ujar Siwon kepada Hyekyu.

Lalu Hyekyu benar-benar melangkah pergi meninggalkan Siwon dan Hyobyun.

“Kenapa kau mengecupnya keningnya?” cletuk Hyobyun.

“Waeyo? Dia kekasihku. Apa aku salah?” sahut Siwon.

“Aku tidak suka.” Sahut Hyobyun.

“Kau cemburu?” sahut Siwon.

Hyobyun menggeleng.

“Sudah lupakan. Bukan itu yang ingin aku bahas.” Sentak Hyobyun emosi.

“Apa yang ingin kau bahas.” Ujar Siwon.

“Apa yang kau rencanakan?” sahut Hyobyun.

“Apa maksudmu?” Sahut Siwon.

“Kau merencanakan sesuatu bukan? Ya kan? Kau ingin merusak hubunganku dengan Yesung.” Sentak Hyobyun.

“Bukankah kau yang merencanakan sesuatu?” sahut Siwon.

“Apa?” sahut Hyobyun.

“Kau yang merencakan ini semua. Kau berbohong kepada Yesung. Kau merusak hubungan Yesung dengan Jeoran.” Sentak Siwon.

“Yeoja itu yang merusak hubunganku terlebih dahulu.” Sentak Hyobyun.

“Kau sudah buta. Kau dibutakan dunia mayamu itu dunia khayalanmu itu. Kau tidak dapat membedakan mana yang may dan mana yang nyata. Aku kasihan padamu.” Ujar Siwon.

Ia menari nafas lalu berkata lagi.

“Kau mungkin saja memiliki raganya. Tapi kau tidak mungkin bisa memiliki hatinya. Hatinya hanya ada Jeoran.”

Hyobyun menggeleng.

“Tidak! Di hatinya ada aku!!!” sentak Hyobyun.

“Berhenti mempermainkan orang lain Hyobyun!!!” sentak Siwon.

“Bagaimana perasaanmu jika kau di permainkan? Apakah kau bisa merasakan jika kau ada di posisi Yesung saat ini? Atau di posisi Jeoran? Aku yakin kau tidak akan kuat jika kau ada di posisin Jeoran saat ini. Karena kau lemah. Maka dari itu kau gunakan cara picik seperti ini. Karena kau lemah.” Lanjut Siwon.

Hyobyun menangis.

“Kau tidak bisa menipuku lagi. Berhentilah berpura-pura menangis, meminta dikasihani.” Sentak Siwon lalu meninggalkan Hyobyun sendiri.

Hyobyun terduduk, ia menangis.

“Aku benar-benar menangis Siwon.” Ucap Hyobyun.

“Aku tidak menyangka kau akan setega itu.” Lanjutnya.

©©©©©©©

“Kau sudah mengantarkan Hyobyun?” tanya seseorang kepada Yesung.

“Ani~ aku meninggalkannya. Aku tidak enak badan. Dia bersih keras menyuruhku untuk tetap makan malam. Ku rasa ia masih lapar. Maka dari itu aku kabur darinya.” Ucap Yesung lalu menujuh ke sebuah kamar.

Ia mengunci kamarnya dari dalam. Ia melepaskan jas yang ia kenakan beserta dasinya. Ia menujuh ke meja yang terletak di ujung. Lalu ia meraih sebuah buku diari.

“Aku harus mengingat kenangan itu.” Ucap Yesung lalu membaca buku diari yang ia pegang.

©©©©©©©

Yesung membuka matanya. Ia bangkit dari tempat tidurnya. Sesuatu terjatuh. Ternyata buku diari. Semalaman ia membaca buku diari itu. Ia meraih buku diari itu.

“Aku merasa aku menulis semua ini.” Ucap Yesung.

Ia mengangkat tangan kanannya dan meletakkannya di dadanya. Ia merasakan degupan jantungnya.

“Perasaan ini… apakah benar malaikat yang aku maksud adalah So Jeoran?’ ucapnya.

©©©©©©©

“Gawat!!! Kenapa Jeoran kelaur tidak bilang-bilang? Jika ada apa-apa bagaiman?” ujar Hyukjae khawatir.

Ia memandangi ponselnya.

“Apakah aku harus menghubungingi Eunjo?” ujarnya.

Ia berpikir. Semienit kemudian ia menghubungi Eunjo.

“Ehm… ini chingunya Jeoran? ……… aku Hyukjae, bodygaurdnya Jeoran. …………… ia dia pergi tidak bilang-bilang. Aku sudah mencoba menghubunginya tapi tidak bisa. Dia tidak bersamamu saat ini? ………… apakah kau tempat di mana dia sering pergi? ……………… aku sudah ke sana mereka bilang dia memang ke sana tapi baru saja pergi. …………………… bagaimana ya aku tidak tahu di mana dia dimakamkan. …………… bukankah kau sedang kerja? ……………………………. Baiklah aku akan menjemputmu.”

Hyukjae mendesah. Ia memasukkan HPnya di sakunya.

“Astaga apa ini hanya rencana Jeoran saja agar aku dekat dengan Eunjo?” cletuknya.

©©©©©©©

“Maaf nona, apa ada yang bisa saya bantu?” tanya seorang suster kepada seorang yeoja yang berdiri di depan pintu.

Yeoja itu berbalik.

“Tidak ada. Saya hanya ingin melihat-lihat.” Ucap yeoja itu.

Suster itu tersenyum.

“Ternyata nona So Jeoran. Apakah anda ingin mengenang masa lalu anda di sini?” ujar suster itu.

Jeoran mengangguk.

“Saya hanya sebentar di sini.” Ucap Jeoran.

Lalu ia melangkah pergi keluar dari rumah sakit dengan mata berlinang.

“Jangan menangis~” ucapnya pelan.

©©©©©©©

“Apa dia tidak ada di rumah?” sentak Hyobyun.

“Lalu di mana dia?” tanya Hyobyun tidak sabaran.

“Saya juga tidak begitu tau nona. Katanya kemarin tidak enak badan. Mungkin saja ia membeli obat atau sekedar jalan-jalan.” Ucap seorang ahjumma.

“Lalu apa ada orang di rumah?” tanya Hyobyun.

“Tuan dan Nyonya berangkat ke luar kota sebelum tuan muda pergi.” Jawab ahjumma itu.

Hyobyun mendesah. Ia menujuh ke mobilnya dan masuk ke dalam. Ia mengambil ponselnya dari sling bagnya. Ia mencoba menghubungi Yesung tapi tidak bisa. Yesung menonaktifkan ponselnya.

“Aish~ kau dimana Yesung~?”

©©©©©©©

Jeoran tersenyum.

“Yesung~ apakah kau ingat~ kau menemukanku di tempat ini dan membuntutiku hingga kau mendapatkan alamatku dan segala hal tentang diriku.?” Ucap Jeoran.

Lalu ia melangkahkan kakinya menukuh ke sebuah wahana. Ia mencoba berbagai wahana untuk membuatnya mengenang masa itu dan menghilangkan tekanan berat di hatinya.

Setelah cukup lelah ia memutuskan membeli makanan. Ia duduk sendiri tanpa di temani siapapun. Ia merasa ada seseorang yang memperhatikannya. Ia memandang sekitarnya, mencari apakah ada orang yang memperhatikannya. Ia harap penyamarannya tidak ketahuan.

Setelah itu ia ke luar dari taman hiburan dan menujuh ke taman kota. Ia duduk di bangku taman yang kosong. Ia duduk sendiri. Ia memejamkan matanya dan merasakan angin yang menempa dirinya. Ia merasa ada orang di sampingnya.

‘Saranghae~’

Suara itu, membuat Jeoran tidak percaya. Ia bisa mendengar suara itu.

‘Apakah ini mimpi? Kenapa aku bisa mendengarkan suaramu?’ batin Jeoran.

‘Tetaplah tersenyum Jeoran. Aku tidak bisa hidup tanpa senyummu. Aku begitu mencintaimu.’

‘Apakah itu kau Jungjae?’ ucap Jeoran.

‘Saranghae~’

Jeoran membuka matanya memandang ke sisi kanannya. Sekilas ia dapat melihat wajah Jungjae.

Jeoran mengambil nafas panjang.

‘Ternyata hanya kenangan. Suara itu berasal dari otakku. Kenangan itu masih ada di otakku.’ Batin Jeoran.

Ia memejamkan matanya lagi.

‘Aku menyanginmu~’

‘Siapa?’ batin Jeoran.

‘Tolong jangan bersedih.’

‘Siapa kau?’ tanya Jeoran.

‘Bahagialah. Capai keinginannmu. Raih kebahagianmu. Buat aku bangga atas pengorbananku. Jangan sia-siakan apa yang telah ku lakukan padamu. Nuna~’

‘Sangwoo?’ cletuk Jeoran.

Pelan-pelan ia membuka matanya. Ia memandang ke sisi kirinya. Sekilas ia melihat sesosok wajah yang tersenyum kepadanya.

‘DEG~’

Jeoran merasakan ada perubahan denyut Jantungnya. Seakan-akan jantungnya berbicara dengannya. Ia meletakkan tangannya di dadanya.

“Ternyata kau di sini.” Cletuknya.

Ia mendangak ke langit.

“Begitu banyak yang terjadi. Rasanya campur aduk. Banyak rasa sakit. Tapi rasa sakit itu mulai memudar, karena aku merasa terlindungi oleh rasa sayang dari orang-orang yang menyayangiku.” Ucap Jeoran.

©©©©©©©

“Ini tamannya?” cletuk Hyukjae.

“Ne~ dia sering ke mari saat dia berpacaran dengan Jungjae. Setelah itu dia jarang ke mari. Alih-alih kesini hanya lewat saja.” Ucap Eunjo.

“Jungjae itu…”

“Kekasihnya yang meninggal dulu.” Potong Eunjo.

“Bukankah itu Jeoran.” Seru Hyukjae.

Eunjo memandang apa yang di pandang Hyukjae.

“Apakah benar? Dari cara berpakaiannya…. Iya itu Jeoran. Sudah lama aku tidak melihatnya berpakaian seperti itu.” Cletuk Eunjo.

Merekapun berjalan mendekati Jeoran.

“Apa yang dia lakukan. Kenapa ia melamun. Apakah dia sadar telah menyebrangi jalan?” sontak Hyukjae.

“Andwae Jeoran!!!!” triak Eunjo.

Sebuah mobil mengedim Jeoran yang berada di tengah jalan tersadar. Ia hanya bisa memandang mobil yang mengedim itu. Kakinya terasa kaku. Sekujur tubuhnya seakan-akan mati rasa. Lalu seseorang mendorongnya. Dan seseorang menarik tangannya.

“Kau tidak apa-apa Jeoran?” ucap namja yang menarik tangannya.

Jeoran hanya diam. Ia memadang ke jalan. Sesorang baru saja tertabrak karena berusah menyelamatkannya. Ia merasa sangat mengenal orang itu. Orang itulah yang membuatnya tersadar. Orang itu meneriakkan nama Jeoran.

“Astaga siapa dia?” seru seorang Yeoja.

Jeoran berusaha bangkit. Ia berjalan ke tengah jalan melihat siapa yang terluka karenanya. Ia terguncang. Ia berlutut di dekat orang yang terluka parah itu. Darah segar bercucuran dari kepalah orang itu.

“YESUNG!!!” triak Jeoran.

“Yesung?” ucap namja yang manarik tangan Jeoran.

Namja itu tidak lain adalah Hyukjae. Dan yeoja yang bersamanya adalah Eunjo. Meraka mencoba menyelamatkan Jeoran. Tapi merka kalah cepat dengan Yesung.

“Wae? Wae Yesung?” isak Jeoran kepada Yesung.

“Ja… ja…ngan menangis.” Ucap Yesung terpatah-patah.

Jeoran menghapus air matanya.

“Bertahanlah Yesung! Jika kau mampu bertahan, aku tidak akan menangis. Jika kau mampu bertahan hidup, aku tidak akan menangis seumur hidupku.” Ucap Jeoran mengenggam erat tangan Yesung.

Yesung tersenyum lalu ia tidak sadarkan diri.

Jeoran tersentak.

“Jangan!!! Jangan pejamkan matamu Yesung!!!” triak Jeoran.

“Sudah Jeoran jangan panik lagi. Ambulance sedang menujuh ke mari. Yesung pasti terselamatkan.” Ucap Eunjo.

“Andwae” ucap Jeoran.

“Andwae!!!!” triaknya.

*enaknya di tamatin apa di sambungin?*

To Be Continue…. *aja dech klo gak ada kelanjutannya berarti tamat sampai di sini* #dilempari readers rongokan#

Jangan lupa komentarnya ^^

Klo komentar isi webnya pake’ alamat twitter yach klo ada ^^