Tag Archives: Hangeng

STUPID!!! saranghae…

Standar

annyeong~~ saia author baru disini

baru pertama kali ngepost ff disini,,,

mian kalo ff.nya jelek n kagak nyambung~~

pliiisss,,don’t be silent readers~ author need your comment

#***#***#***#

Cast :

Yong ji hyun as me

Cho kyuhyun as himself

Hankyung as himself

And one cameo…hahahahha

“ ya~!! paboya…tunggu aku~!!” aku berlari kecil mengejar namja tinggi didepanku. Dia tak menghiraukan dan terus saja berjalan.

“ ya~!! cho kyuhyun!! Tunggu aku~!!” teriakku..dia hanya menoleh sebentar dan pura-pura tak melihatku sambil terus melangkahkan kakinya yang jenjang.

Kini aku berada tepat dibelakangnya,,aku menarik seragamnya keras.“ hh,,hh,,dasar bodoh. Apa kau tak mendengarku berteriak seperti orang gila??” tanyaku. Dia hanya melirikku dan membiarkanku berbicara panjang lebar memarahinya.

“ sudah??” tanyanya padaku,,aku mengerutkan alis tak mengerti.

“ apa kau sudah selesai bicara?? Kau mengomel seperti ibu-ibu dipasar” aku melihatnya tak percaya,,dasar namja paboya~ bagaimana bisa aku disamakan dengan ibu-ibu dipasar..aisshhh,,aku memukulnya dengan buku yang ku bawa.

“ wae?? Ada yang salah dengan ucapanku??” tanyanya polos sembari memegangi kepalanya yang kupukul,,,aaaah~ melihat wajahnya yang polos aku jadi tidak tega memarahinya lagi.

“ aah,,lupakan, lebih baik segera pulang” aku MENGGANDENG lengannya sambil tersenyum lebar.

Yaaaah~~ cho kyuhyun yang tampan adalah kekasihku sejak satu tahun yang lalu. Tampan?? Tentu saja dia tampan….wanita mana yang bisa menolak ketampanannya..hahahahaha. teman sekelasku sering memuji ketampanannya dan bilang kalau dia pendiam,,ahahahahahahaha,,PENDIAM?? Lebih baik kau tak pernah berkata seperti itu sebelum kau menyesal pada akhirnya. Mungkin dia tak banyak bicara,,tapi setelah sekali kau mendengarnya berbicara,,kau akan mengerti seperti apa dia sebenarnya,,dia hanya makhluk jahil dan kasar yang selalu ditutupi dengan sifat dinginnya.Kalian tentu bertanya kenapa aku bisa berkata seperti itu bukan?? Mungkin karena aku sudah mengenalnya bertahun tahun tahun tahun tahun yang lalu. semenjak aku bayi,,dia lahir tepat sehari sebelum kelahiranku. Dan yang perlu dipertegas sekarang adalah bahwa dia adalah kEKASIHKU…ok,,mungkin kami memang sudah jodoh~ hahaha *amin amin amin*…dan pertama mengenalnya?? Ah,,ya ya~ rumahnya tak jauh dariku,,mungkin 2 meter,,atau 2,5 meter…ahahaha,,itu tak penting. Dari kecil kami sering main bersama.

Dan bagaimana denganku?? Aaah~~ itu ra……

“ ya~!! kau sedang melamun apa?? Senyum-senyum tidak jelas” teriaknya mengagetkanku,, ‘aaah. Dasar pengganggu’ umpatku kesal.

“ ani~ kita harus segera pulang,,ppalli ppalli~!!” aku menyeret lengannya segera menjauh dari area sekolah.

#***#***#***#

Malam ini aku tidak bisa tidur,,setelah mengerjakan tugas pikiranku jadi melayang-layang tak karuan. “hhhhhhhhh” aku menghela nafas panjang.

Aku melirik sebuah kamar dari arah luar jendela,,lampunya masih menyala, apa dia belum tidur??. aku melempari kaca jendelanya dengan kacang yang kubawa. Tak lama kemudian jendelanya terbuka dan seseorang melongok dari arah dalam.

“ ya~!! dasar pengganggu gendut!! Malam-malam melempari kaca orang sembarangan” teriaknya marah. Aku hanya tersenyum kaku menatapnya.

“ apa kau sudah tidak waras??” teriaknya lagi.

“ paboyaaa~!! kau semakin tampan kalau sedang marah” godaku dengan senyum yang masih terurai.

“ ahahahha,,sepertinya angin malam sudah membuatmu semakin tidak waras. Lebih baik kau segera tidur!! aku tidak mau terlambat hanya gara-gara kau” ucapnya.

“ ne~ ne~ arrasseo,,,,,,selamat malam bodoh” aku menutup kaca jendela kamarku.

Aaaah~ walau hanya sebentar melihat wajahnya tapi itu sudah cukup membuatku senang…setidaknya ada sebuah senyum malaikat maut yang akan menemaniku tidur malam ini.

#***#***#***#

“Nona yong~!!” pekik sebah suara yang seketika menyadarkanku.

“ ah aah~ ne seonsaengnim!!?” jawabku terbata-bata dengan pandaganku yang terasa kabur. Seisi kelas langsung tertawa melihat reaksiku,,,aaaah~ ternyata aku tertidur dikelas. Sepertinya karena tadi malam aku tidur terlambat….Aku melirik rekan sebangkuku,,dia hanya diam tak bersuara. Pantas saja,,dia hanya namja yang berkacamata tebal dan selalu membawa buku diktat besar kemana-mana. Dia tak akan menertawakanku seperti yang lain.

“ nona yong,,kerjakan soal ini di depan!!” perintah saengnim dengan mata terbelalak lebar,,tak adakah seseorang yang bisa membantuku??

Aku melangkah kedepan dan mengambil spidol dengan ragu,,kutatap soal ini dalam-dalam. Tak ada satupun ide yang melintas untuk menyelesaikannya. Saengnim sudah mengetuk-ngetukkan jarinya kemeja menungguku menulis sesuatu dipapan. Dan seluruh pasang mata tengah menatap kearahku…aku melirik rekan sebangkuku lagi tanda meminta bantuan,,tapi lagi-lagi dia hanya diam…aku menoleh kearah kyu,,tapi dia juga hanya duduk bersender pada kursi dan melipat tangannya. aish,,benar-benar tak berguna!!

Aku menatap kearah saengnim lagi dengan mengerahkan seluruh tatapan innocent yang kumiliki,,dan hasilnyaaaaa~~

“ KELUAAARRR DARI KELAS DAN BERDIRI DI DEPAN HINGGA PELAJARAN SAYA SELESAI!!!!”

#***#***#***#

Aku menyesap minumanku hingga habis tak bersisa dan menghela nafas panjang,,sangat panjang.

“ apa kau lihat itu tadi?? Aish jinja~!!” ucapku gusar kepada orang dihadapanku.

“ ya~ aku melihatnya” ucapnya datar,,,,,’ya~!! cho kyuhyun,,tidak bisakah kau sedikit bersimpati kepadaku??’ umpatku kesal.

“ dasar bodoh!! Apa hanya itu yang bisa kau katakan kepada kekasihmu??”

“ hmm??” tanyanya santai

“ kau bisa menghiburku,,atau atau mungkin kau bisa melakukan sesuatu yang lain untukku” kataku memutar otak mencari ide.

“ dengan cara??” tambahnya lagi

“ aaarrgghh,,kau sama sekali tak membantu,,aishh” aku berdiri dan meninggalkannya sendiri di meja kantin. Kekasih macam apa itu~ baru kali ini aku menemukan makhluk sepertinya.

Aku memutuskan masuk kedalam kelas,,mungkin berbicara dengan teman-teman yang lain bisa membuatku sedikit lega. Tapi sayangnya~ aku tak punya teman lagi,,semua yeoja memusuhiku karena mereka iri denganku yang berpacaran dengan makhluk bodoh bernama cho kyuhyun itu.

Aku menuju tempat dudukku,,kulihat namja berkacamata tebal itu tetap duduk tak bergerak secenti pun dari tempatnya,,aaah~ kenapa takdir harus mempertemukanku dengan makhluk aneh sepertinya.

“ mi..mi..mian” aku mendengar seseorang berbicara,,lebih tepatnya sedikit berbisik.

“ mi..mian ji hyun-ssi,,a..aku tidak ber..bermaksud untuk ti..tidak membantumu”aku menoleh kearahnya,,makhluk aneh berkacamata tebal itu kini mencoba berbisik-bisik padaku…ayolah~ aku bukan makhluk dari planet lain yang bisa mengerti setiap ucapan orang,,setidaknya perkeraslah ucapanmu.

“ ya~!! hankyung-ah,,bisakah kau berbicara sedikit keras?? Dan jangan berbicara formal padaku??” ucapku sedikit keras,,dia sedikit tersentak dengan ucapanku. Mungkin baru kali ini ada orang berbicara keras padanya sepertiku. Raut wajahnya mulai berubah,,aku mulai merasakan suasana yang agak tidak mengenakkan.

“ ah..ah~,,bukan begitu maksudku kyung-ah. Aku hanya..” jelasku terputus.

“ a..arasseumnida ji hyun-ssi,,aku minta maaf” potongnya dan segera kembali pada buku diktat tebal didepannya…aah,,jangan buat aku merasa bersalah padanya~~.

Tak lama kemudian aku melihat kyu masuk kelas,,para yeoja langsung saja mengerubunginya dan tak memperdulikanku yang saat ini dalam status ‘berpacaran’ dengannya. Di luar dugaanku,,dia tersenyum kepada yeoja-yeoja itu. tapi,,dia jarang sekali bersikap seperti itu padaku. Aaaaahh bodoooh~ apa kau ingin memulai perang denganku?? BAIKLAHHHHH,,jika itu memang maumu!! Jangan anggap remeh yong ji hyun!!

“ EEEHHHHMMMMMM….” Aku berdehem keras,,sepertinya dia mengerti apa maksudku dan langsung kembali ke tempat duduknya,,yeoja –yeoja itu langsung saja melirik kearahku…kalian pikir aku perduli?? Yang perlu kalian ketahui,,si bodoh itu adalah milikku.

#***#***#***#

“ dasar bodoh,,kenapa kau menanggapi para gadis itu?? apa kau sudah bosan denganku??” aku menatapnya tajam saat kami sedang dalam perjalanan pulang,,aku mengajaknya mampir terlebih dahulu ketaman didekat kompleks perumahan kami.

“ apa yang kau bicarakan??” tanyanya sok bodoh,,padahal memang itulah dirinya.

“ jangan pura-pura lagi didepanku,,,di dekat mereka kau menjadi seperti orang yang tak ku kenal. Kau selalu tersenyum. Tapi disampingku??” aku berkacak pinggang.

“ maksudmu??” tanyanya lagi,,aish,,dia pura-pura bodoh atau dia memang benar-benar bodoh sih??

“ kau ini~” aku memukul kepalanya pelan.

“ saat bersamaku kau hanya bisa mengeluarkan kata-kata dingin,,kau selalu menyebutku gendut. Padahal ini kan tidak gendut….ini namanya sexy. Kau tahu tidak??”

“ sepertinya kau sakit,,lebih baik kita pulang~” dia memegang dahiku dan segera ku tepis.

“ kalau kau memang sudah bosan denganku,,dan kau ingin berselingkuh~ baiklah,,kau selingkuh saja. Aku juga akan selingkuh dengan orang yang lebih baik darimu” ucapku

“ kita TARUHAN,,siapa yang meminta kembali terlebih dulu~ dia yang kalah. Dan dia harus menuruti perintah yang menang SEUMUR HIDUP!!! BAGAIMANA??” tantangku padanya sambil menaik turunkan alisku.

“aah~~ geurae~ AKU TERIMA” jawabnya menantang balik,,,ok,,cho kyuhyun yang tampan~!! Kita mulai perang ini…akan ku buktikan siapa yang akan menang. YONG JI HYUN ataukah dirimu CHO KYUHYUN!!? Akan kubuat kau menyesal telah menyetujui taruhan ini.

#***#***#***#

Baiklah,,ini adalah hari yang baru. Semuanya akan ku mulai tanpa dirimu cho kyuhyun yang bodoh. Aku akan segera mendapatkan pengganti dirimu. Kami memang sedang tidak bersama,,,,tapi kami juga belum putus…kami hanya berselingkuh~ hahhahaha

Aku berangkat pagi-pagi sekali,,memang aku tujukan agar tidak bertemu dengannya. Sesampainya dikelas aku langsung menuju ke bangkuku,,tak kusangka makhluk aneh berkacamata tebal itu sudah sampai terlebih dulu..aku melihat jam yang melingkar ditanganku-pukul 6.30. ‘masih pagi’ pikiru. Padahal kelas masuk masih 1 jam lagi. namja ini benar-benar unik.

“ kau sudah tiba??” tanyaku sok akrab,,dia hanya mengangguk pelan sambil membenarkan letak kacamatanya.

“ aah~ geurae” aku melangkah agak canggung ke bangkuku sendiri.

“ ku..ku dengar ka..kau su..sudah pu..putus dengan ke..kekasihmu??” aku menatapnya kaget. Bagaimana dia bisa tahu?? Ku pikir dia makhluk paling aneh yang tidak akan peka dengan keadaan sekitar selain buku-bukunya. Tapi ternyata justru dia orang yang pertama kali menanyakannya padaku. Apakah dunia sudah berhenti berputar???

“ aah..itu~ darimana kau tahu??” tanyaku mencoba mengorek sesuatu.

“ bla bla bla bla bla bla bla,,,,,,,,” perbincangan pun terjadi. Ternyata, makhluk aneh ini asyik juga diajak mengobrol….dan pikiranku pun mulai memikirkan sesuatu yang agak gila.

#***#***#***#

Aku mengajak hankyung kekantin bersama,,hahaha,,this is crazy~ really-really crazy~~ dibandingkan dengan si bodoh kyu,,mungkin hankyung memang sangat tidak sebanding. Aku yang biasanya selalu pergi dengan si popular yang dingin kini pergi bersama seseorang yang bahkan ada tidaknya tidak akan ada yang tahu.. *ok,,mungkin ini sedikit kejam*.

Aku yang selama ini jarang sekali pergi ke perpustakaan,,kini setiap hari harus mengunjungi perpustakaan hanya agar dapat menarik perhatian makhluk berkacamata ini. tapi ini untuk mengalahkan cho kyuhyun. Aku harus berusaha~!! Hwaiting!!

Sedangkan si bodoh kyuhyun??

Setelah para yeoja tahu kyuhyun tidak lagi denganku,,mereka langsung saja mendekati kyu~ aaah,,menyebalkan!! (-_-)’’

Setiap kali si bodoh kyu melihatku bersama hankyung,,aku selalu berpura-pura tertawa agar dia sakit hati. Begitu juga dengannya,,setiap aku melihat kearahnya, dia akan berlagak sok mesra dengan perempuan disekitarnya…ahahahaha,,kyu~ kau tak bisa menipuku,,kau bukanlah orang yang gampang mengumbar kemesraan. Aku tahu kau lebih dari siapapun~!!

#***#***#***#

“ hangkyung-ah,,kau ada acara hari ini??” aku menoleh ke arahnya sambil memasukkan buku kedalan tasku.

“ m..mwo??”

“ mau keluar denganku?? Akan ku traktir kau es-krim”

“ a..a..a..aku” jawabnya terbata.

“ anggap saja ini permintaan maafmu kerena tak bisa membantuku waktu itu,,bagaimana??” tawarku. Dia mengangguk pelan. Kulihat sekeliling kelas,,sudah sepi. Hanya tinggal aku dengannya.

Aku melepas kacamatanya secara tiba-tiba,,dia sedikit kaget. Aku menyuruhnya diam dan hanya menurut saja. Aku menyodorkan sepasang softlens berwarna cokelat kearahnya yang telah kupersiapkan sebelumnya.

“ pakailah~”

“ m..mwo???”

“ pakai ini di matamu,,kau tidak sebodoh yang kukira kan??” tanyaku padanya,,dengan ragu dia mengambil dan memakainya. Aku segera mengacak-acak rambutnya kesegala arah,,cukup bagus dari sebelumnya.

“ apa yang kau lakukan hyun-ssi??”

“ sudahlah~ sekarang lepas bajumu,,kau memakai t-shirt kan??” dia hanya menurut dan melepasnya. Aku menatapnya dari atas ke bawah…oke,,cukup perfect. Dan jika dilihat-lihat,,dia juga tidak kalah dengan si bodoh.

“ lebih baik mulai hari ini kau mengubah penampilanmu seperti ini. aku yakin banyak wanita yang akan tertarik padamu”ucapku. Aku segera menariknya keluar kelas dan mengajaknya ketaman. Dijalan tanpa sengaja aku berpapasan dengan si bodoh kyu yang tampan,,aaah~ semoga usahaku berhasil. Aku meliriknya dan mengeluarkan smirk ku,,,ayolah kyu~ aku menunggu reaksimu. Tapi dia hanya menatapku sekilas dan langsung berjalan berlawanan…aish,,dasar bodoh. Apa kau benar-benar tak punya perasaan cemburu padaku???

~ kyuhyun pov~

Aku berencana ke toko game sepulang sekolah ini,,ditengah jalan aku bertemu dengannya. Oh tuhan,,apa aku tidak salah lihat?? Bagaimana dia bisa secepat itu mendapatkan penggantiku,,dengan laki-laki yang sepertinya aku pernah me-li-hat-nya,,,apa itu si kutu buku yang duduk disebelahnya?? Bukankah laki-laki itu………………….?? Aku menatap mereka tak percaya. Hampir saja aku segera menghampirinya dan menyeretnya pulang,,tapi aku ingat,,ini adalah masa taruhan. Aku tak akan kalah darimu si gendut yong ji hyun yang cantik,,hhahahaha. Kali ini kubiarkan kau menggandeng laki-laki itu,,tapi lain kali??? JANGAN HARAP!! Walaupun hati merasa sedikit……..

~ pov end~

#***#***#***#

Semakin hari,,si bodoh itu semakin membuatku cemburu. dia bertingkah manis didepan semua gadis…ingin rasanya melempar gadis itu satu persatu kekutub selatan. Walaupun aku sudah mencoba untuk membuatnya cemburu berulang kali,,reaksinya tetap saja sama. Sok acuh dan tak perduli…hei~ ini sudah hampir satu bulan,,kau ingin membuatku mati karena terus memikirkanmu?? Come on kyu~~ katakan padaku kalau kau sudah tidak tahan dan ingin kembali padaku,,dan katakan kalau kau menyesal telah menyetujui taruhan ini. dan kita akhiri permainan ini.

“ ji hyun-ssi,,kau tak apa-apa??” hankyung menepuk pundakku pelan,,aku menoleh.

“ kau masih memikirkan dia??” hankyung menunjuk dengan dagunya kearah kyu.

“ aah~ tidak,,untuk apa memikirkannya. Hanya membuang-buang waktu” kataku mencoba berbohong,,tanpa kusadari setetes air mata keluar dari pertahanannya. Aku segera menghapusnya.

“ menangislah,,kalau kau butuh,,aku bisa meminjamkan bahuku untukmu” katanya hangat,,,oh kyung,,kau sungguh baik. Andai kyu bisa sehangat dirimu.

*kyu pov*

Disela tawa,,aku mencoba menoleh kearahnya. Gadis itu,,aku tak bisa berbohong, aku begitu merindukannya. Rindu akan cercahnya,,rindu akan pukulannya,,dan rindu segalanya. Ingin sekali segera ku akhiri permainan bodoh ini. aku tahu kalau permainan ini hanya akan menyakiti kami berdua.

Aku melihatnya menangis tiba-tiba,,oh~ ji hyun-ah,,jangan menangis sekarang. Aku sedang tidak ada disampingmu . jangan biarkan pundak orang lain menjadi sandaranmu. Ingin ku hapus air mata itu,,tapi rasa ego untuk mengalahkanmu ini begitu kuat.

Dan aku tahu,,laki-laki yang kini ada disampingmu tengah mencoba untuk mendapatkan hatimu. Tapi takkan ku biarkan. Kau hanya milikku ji hyun-ah.

*pov end*

#***#***#***#

Setelah sekolah usai,,aku tak langsung pulang kerumah. Hankyung mengajakku ke sungai han~ aaah,,mungkin dia ingin menghiburku. Akupun menerima ajakannya.

“ hyun-ssi,,a..aku ingin mengatakan sesuatu padamu” katanya serius.

“mwo??”

“ kau bilang,,kalau aku berdandan seperti ini maka akan banyak wanita yang menyukaiku,,apa kau juga??”

“ maksudmu??”

“ aa.aaa.aaaku sebenarnya menyukaimu~ apa kau mau menjadi kekasihku??” dia menatap kearahku,,tatapannya~ tatapan itu bukan milik hankyung yang ku kenal sebulan ini.

“ a..aaku” kataku terbata,,aku tak mungkin menerimanya. Aku belum resmi putus dengan si bodoh kyu. Tiba-tiba dia semakin mendekatkan wajahnya kearahku..dan…….

BBRRUUUKKKKK…..

Seseorang memukulnya hingga terjatuh,,aku melihat kearah laki-laki tinggi didepanku yang menahan nafas marah. Kyuu~~ aku terbelalak kaget.

“ apa yang kau lakukan??” teriakku padanya. Aku membantu hankyung berdiri,,hankyung mengusap darah yang keluar dari bibirnya.

“ dia hampir mencelakaimu” teriaknya.

“ mencelakai?? Apa aku tak salah dengar?? Mencelakai apa?? Dia tak melakukan apapun padaku!!” kataku berteriak.

“ jadi kau membela pengecut ini??”

“ APA yang kau bicarakan?? Jika kau ingin menyelesaikan permainan ini,,seharusnya kau bersikap layaknya laki-laki”

“ jangan melayangkan pukulanmu pada orang yang tahu apa-apa” cercahku.

“ dia hanya memanfaatkanmu. Dia mendekatimu karena dia hanya ingin balas dendam padaku. Dasar bodoh,,apa kau tak tahu itu??”terangnya,,aku menoleh kearah hankyung yang hanya diam sambil memegangi bibirnya yang luka.

“ a..apa itu semua benar kyung-ah??” hankyung diam,,dan terkekeh perlahan.

“ cchss,,sepertinya kekasihmu ini sudah tahu semuanya” ucapnya yang semakin membuatku tidak mengerti.

#***#***#***#

“ sekarang jelaskan padaku,,SEMUANYA!!” kataku meminta penjelasan pada kyu

“ aish,tidak bisakah kau meminta baik-baik?” marahnya.

“ sudahlah..ini bukan waktu untuk bertengkar,,cepat katakan” desakku.

“ GEURAE,,dan berhentilah berteriak kearahku!!”

“ sebenarnya dia bukan orang yang seperti kau kenal sebelumnya,,dia tidak cupu,,dan dia tidak kutu buku. Dia hanya menyamar~ awalnya aku juga tertipu oleh tingkahnya,,tapi setelah aku melihatmu jalan bersamanya,,saat itulah aku sadar” terangnya.

“ lalu??” potongku.

“ jangan memotong orang bicara sembarangan” kata kyu membekap mulutku dengan satu tangannya.

“ dulu pacarnya telah meninggalkannya karena suka padaku *takdir orang ganteng*,,,kau ingat song hye kyu yang kuceritakan waktu itu padamu??”

“ ne~”

“dan mungkin sekarang dia ingin membalasnya dengan mencoba mendapatkanmu. Karena dia tahu kalau kau adalah satu-satunya ora-ng ya-ng…..” ucapnya terputus,,aku menunggu kalimat terakhirnya.

“ yang apa??” tanyaku.

“ aah,,itu….tak ada..tak apa-apa” aish,,orang ini,,,selalu saja begitu.

“ lalu bagaimana kau tahu kalau aku dan hankyung sedang berada di sungai han?? Kau mengikuti kami yaaaaa???” selidikku sembari memainkan alisku.

“ aa-aah itu,,aku hanya tak sengaja lewat” jelasnya,,aku tahu dia hanya mencoba berbohong.

“ lalu kenapa kau tak membiarkan kami jadian?? Kau tak mau kehilanganku kan?? Ya kan?? Ya kan?? Berarti permainan kali aku adalah PEMENANGNYA!!” kataku tertawa bangga.

“ ya~!! dasar paboya~!! Bagaimana mungkin aku membiarkan kekasihku direbut oleh orang lain??” marahnya,,apa itu berarti dia begitu menyukaiku?? Selama ini tak satupun kata suka keluar dari bibirnya yang manis itu.

“ kyuhyun-ah,,kau memang benar-benar laki-laki kasar yang tidak bisa mengucap kata manis. Apakah berkata kau menyukaiku saja begitu berat bagimu??” aku menggembungkan pipiku kesal.

“ apakah ini hukuman bagiku??” tanyanya. Tiba-tiba

Chuuuuuuu~~

Dia mencium bibirku pelan,,aku sontak terkaget. i..ini adalah ciuman pertama kami semenjak kami pacaran. Apakah ini benar si bodoh kyuhyun?? Apakah aku sedang tidak mimpi??

Rasanya begitu indah,,manis. Aku tahu kalau kau begitu menyukaiku kyu,,begitupun aku~

“ saranghae yong ji hyun,,aku menyukaimu. Maaf kalau aku selalu acuh terhadapmu” ucapnya begitu ciuman kami terlepas.

“ aku bukan laki-laki yang bisa mengucapkan semuanya dengan kata-kata,,tapi aku bisa melakukan apapun untuk membuktikan bahwa kau adalah yang terpenting dihidupku” ujarnya manis,,,aaahhhh~~ DUNIA INI INDAH~~~

Yong ji hyun yang sexy ini mencintaimu si bodoh cho kyuhyun yang tampaaaaan~~


THE END

Sarang Bi (Final Chapter)

Standar

Let’s meet when Rain~ Rain~ Rain~

Cast: Donghae, Hangeng, Jaerin, Jihee, Hyekyu

Genre: Tragedy, Romantic

PG: 15

Please don’t be silent reader

Komentar ya ^^

  

Malam hari

Aku masih memikirkan apa yang dikatakan Jihee. Apa benar Donghae selingkuh? Memang akhir-akhir ini ia terlihat aneh. Dia sering melupakan janjiku. Dia memetingkan pekerjaannya. Apakah dia benar-benar banyak pekerjaan?

HPku berbunyi. Ada MMS masuk dari Hyekyu. Aku segera membukanya. Dan aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Seakan-akan waktu berhenti dan semuanya berputar. Aku tidak dapat berpikir jernih. Setetes demi tetes air yang keluar dari kedua mataku membasahi kedua pipiku.

Keesokan harinya

Donghae POV

Aku ingin mengunjunginya sebelum aku bekerja. Aku memasuki toko di mana ia berkeja. Tapi aku tidak melihatnya. Aku hanya melihat chingunya Hyekyu.

”Hyekyu, Jaerin kemana?” tanyaku.

Tapi tidak ada respon darinya.

”Hyekyu, kau dengar aku?” tanyaku sekali lagi.

Yeoja itu tidak mempedulikanku. Ia berjalan masuk kedalam suatu ruangan.

”Doanghae, Jaerin tidak masuk kerja hari ini.” sahut sebuah suara.

Aku melnoleh ke asal muasal suara. Ternyata ahjumma pemilik toko.

”Apakah dia sakit?” tanyaku.

”Aku tidak tahu. Mungkin ia sedang bekerja di apertemennya.” ucapnya.

”Oh~” ucapku.

”Lihat saja ke apertemenya.” ujarnya.

Aku mengangguk.

”Tolong seikat bunga Krisan putih.” ujarku kepada pemilik toko.

”Untuk Jaerinkah?” tanyanya sembari mengambil bunga Krisan putih.

”Tentu ia sangat menyukai bunga Krisan.” ucapku.

”Kau tidak memberika mawar merah untuknya?” cletuk pemilik toko.

”Tidak. Aku tidak tahu apa ia suka bunga itu. Aku tidak ingin memberikan sesuatu yang tidak ia sukai.” ucapku.

Sekarang aku sudah berada di depan pintu apertemennya. Ku harap ia ada. Aku mengambil nafas dan menekan bell apertemennya.

Sudah 5 menit aku berdiri. Sudah 5 kali aku menekan bell apertemennya. Tapi tidak ada jawaban darinya.

Aku menghubunginya, HPnya tidak aktif. Sepertinya ia sibuk. Aku mendesah. Padahal aku ingin bertemu dengannya dan memberikan bunga untuknya.

Aku melangkah pergi dari apertemennya. Aku masuk dalam mobil dan melemparkan seikat bunga krisan ke bangku belakang.

Sekarang aku harus bekerja. Aku harus fokus.

Aku melihatnya duduk sendiri. Aku keluar dari mobil.

”Kau sudah lama menungguku.” ucapku.

Yeoja itu menggeleng. Aku mengulurkan tanganku.

”Ayo kita berangkat.”

Ia menerima uluran tanganku. Aku bisa merasakan tangannya yang dingin. Aku yakin dia sudah lama menungguku. Tak seharusnya aku mampir menemui Jaerin. Seharusnya aku menemuinya langsung. Toh pada akhirnya aku tidak dapat bertemu dengan Jaerin.

Aku membukakan pintu untuknya. Ia masuk ke dalam mobilku. Aku bergegas masuk ke dalam mobil lalu aku melajukan mobilku.

”Kenapa kau mengenakan pakaian itu lagi?” tanyaku.

”Aku suka. Aku suka pemberianmu. Kau mengerti apa yang aku suka.” ucapnya memandang pakaiannya.

Aku memang memberikan itu semua. Penutup kepalah, syal, baju rajutan itu kepadanya. Tapi aku melupakan sesuatu, sarung tangan. Aku tidak memberikan kepadanya. Memang waktu itu tidak ada sarung tangan berwarnah merah muda tapi biru muda, warna kesukaan Jaerin.

”Ini untukku?” tanyanya tiba-tiba.

Aku meliriknya. Ia mengenggam seikat bunga Krisan. Kapan ia mengetahuinya? Kepan ia mengambilnya?

”Ehm, ya.” ucapku.

Aku tidak ingin mengatakan bahwa bunga itu bukan untuknya, tapi untuk Jaerin. Aku tidak ingin melukai hatinya.

”Terima kasih. Tapi aku lebih suka bunga Lily.” ucapnya.

Aku hanya diam.

”Kemana kita pergi?” tanyanya memecahkan keheningan.

”Wonderland.” ucapku singkat.

Jaerin POV

Aku duduk sambil membaca pesan dari Hyekyu. Ia mengatakan Donghae mencariku di toko dan membeli bunga krisan untukku. Aku menghela nafas panjang. Aku tidak ingin bertemu dengannya. Aku belum sanggup.

Aku mengganti nomorku untuk menjauh darinya. Hanya Hyekyu dan Jihee yang mengetahui nomer ini.

Ku tatap layar ponselku. Penuh dengan SMS dari Hyekyu. Aku membacanya lagi.

Dia bilang dia tidak ingin memberikan sesuatu  untukmu yang tidak kau sukai

Pesan itu terngiang-ngiang di otakku. Jadi benar, Donghae selingkuh. Perkataan Jihee benar. Ia membeli pakaian berwana merah muda bukanlah untukku. Tapi untuk yeoja lain yang kini mengisi hidupnya.

Air mataku kembali menetes.

Aku membuka MMS dari Hyekyu kemarin. Gambar itu menyayat hatiku. Gambar itu juga yang menguak keraguanku selama ini. Ternyata Donghae menduakanku.

Tangisku pecah.

”Jaerin kenapa kau menangis?” tanya sebuah suara.

Aku mendongak ternyata Jihee dengan Hangeng.

Jihee duduk di sebelahku.

”Apa ada masalah?” tanya Jihee.

Aku tertunduk.

”Jihee kau benar.” ucapku terisak.

”Apa maksudmu?” tanya Jihee tidak mengerti apa maksudku.

”Donghae~ Donghae selingkuh Jihee~” ucapku terisak.

”Jinca?” sontaknya terkejut.

Aku menunjukkan foto Donghae dan yeoja lain.

”Ini dari Hyekyu?” tanya Jihee.

Aku mengangguk.

”Hyekyu juga menatakan padaku Donghae selingkuh. Ia bertanya padaku apakah dia harus mengatakan padamu. Tapi aku tidak menjawabnya, aku tak tahu harus menjawab apa.” ucap Jihee.

”Sekarang katakan padaku. Pakaian itukah yang kau lihat?” ucapku.

”Maksudmu?”

”Kau melihat Donghae membelikan pakaian yang dikenakan yeoka itu bukan?” tekanku.

Jihee terdiam lalu mengangguk pelan. Aku kembali menangis. Ia memelukku dan menghiburku.

”Jihee bukankah itu namja yang waktu itu.” cletuk Hangeng.

”Namja yang mana?” tanya Jihee.

”Yang kau bilang namjachingu Jaerin.” ucap Hangeng.

”Mana?” sontak Jihee.

Hangeng menunjuk suatu arah. Jihee melihat ke arah yang di tunjuk Hangeng. Jihee terdiam.

Aku melihat raut muka Jihee dan Hangeng. Aku tidak suka ekspresi itu, aku yakin apa yang mereka lihat mengecewakan. Aku tidak ingin melihat. Tapi hasyratku mengatakan agar aku melihatnya.

Aku… Aku tak percaya. Donghae bersama yeoja itu lagi. Yeoja itu menggenakan pakain yang sama. Mereka bergandengan tangan mesra. Dan yeoja itu membawa bunga krisan. Bukankah bunga itu untukku. Aku beranjak dari tempat dudukku dan berlari menjauh. Aku tidak tahan lagi. Aku tidak ingin melihat itu lagi.

Donghae POV

Rasanya berbeda sekali mengenggam tangannya. Rasanya dingin. Dan rasa itu tetap terasa meski aku mengenggamnya erat. Dan bunga itu. Kenapa ia membawanya. Bukannya ia tidak suka dengan bunga itu? Sepertinya ia menyukai apa yang aku suka meski dia tidak menyukainya.

”Kita kemana dulu?” tanyanya.

”Kau ingin kemana?” tanyaku.

”Apakah di sini ada tempat duduk dekat kolam? Aku ingin duduk dan memandang kolam.” ucapnya.

”Ada. Di kolam itu juga ada bunga lily kesukaanmu.” ucapku.

”Aku tahu itu.” ucapnya.

Jika dia tahu, kenapa ia bertanya? Ia sengaja bersikap seperti itu? Ia manja kepadaku.

Kami berjalan ke arah kolam. Langkahku terhenti melihat yeoja yang menatapku dari bangku kolam. Yeoja itu berlinang air mata. Matanya merah, wajahnya lusuh. Aku tidak sanggup melihat wajah itu. Sungguh aku tak sanggup. Lalu yeoja itu berlari pergi, menghilang dari penglihatanku. Aku ingin mengejarnya. Tapi tidak bisa. Aku tidak bisa. Kakiku seperti mati rasa.

”Donghae~ Donghae~” panggil sesorang.

Aku tersadar. Yeoja yang ada di sampingku itu memanggil namaku.

”Kau tidak apa-apa?” tanyanya.

”Aku baik-baik saja.” ucapku berbohong.

Aku tidak baik-baik saja. Sepertinya sesuatu yang tajam menusuk tepat di jantungku.

”Ayo kita berjalan!” ajaknya.

Aku melangkahkan kaki. Rasanya sangat berat. Aku tidak melihat Jihee. Sepertinya dia mengjar Jaerin tadi.

Seorang namja mendekatiku. Aku tidak mengenalnya. Tapi dia bersama Jihee dan Jaerin tadi.

”Kau Donghae? Lee Donghae?” tanyanya dengan ekspresi jijik kepadaku.

”Ya, aku Lee Donghae.” ucapku.

Dan bruk….

Ia memukulku hingga jatuh tersungkur. Ia menarik pakaianku dan memukulku sekali lagi.

”Stop apa yang kau lakukan!!!” triak yeoja yang bersamaku kepada namja itu

”Aku memberinya pelajaran.” ucap namja itu lalu memukulku lagi.

”Kenapa?” tanya yeoja itu penasaran. Dia ketakutan.

”Tanyakan saja padanya.” sentak namja itu lalu pergi.

Sorenya

Aku menatap yeoja itu. Dia sedih melihatku seperti ini. ”Kenapa kau tidak menjelaskan kepadaku siapa dia? Kenapa dia memukulmu?”

”Aku tidak tahu.” ucapku.

”Lalu kenapa ia tahu namamu? Pasti dia mengenalmu.” cletuknya.

Aku mencoba bernafas, rasanya sangat berat.

”Kau tidak usah memikirkannya. Aku tidak apa-apa.” ucapku.

Dia memandangku.

”Aku pergi dulu. Annyeong~” ucapku lalu beranjak pergi meninggalkannya.

”Apakah ini semua gara-gara aku?” cletuknya tiba-tiba.

Aku berhenti melangkah.

”Apakah benar kau masih mempunyai yeojachingu?” cletuknya lagi.

Aku meneteskan air mata. Aku tidak ingin ia melihatku saat ini.

”Tidak. Ini bukan karenamu. Kau tidak melakukan sesuatu yang membuatku seperti ini.” ucapku datar tanpa berpaling kepadanya.

Aku kembali melangkah dan masuk ke dalam mobil. Aku menangis. Ini bukan salahnya. Tapi ini salahku. Aku melakukan sesuatu yang membuatku jadi seperti ini.

Seminggu kemudian

Sudah seminggu aku tidak bertemu dengnnya. Aku tak tahu dimana dirinya saat ini.

”Kau tidak akan menemuinya di sini. Dia tidak tinggal di sini lagi.” ucap sebuah suara.

Aku melirik ke asal muasal suara. Dan aku mendapati namja yang memukulku saat itu.

”Di mana dia?” tanyaku.

”Untuk apa aku mengatakan kepadamu.” ucapnya ketus.

”Aku ingin mejelaskan sesuatu padanya.” ucapku.

”Apa lagi yang ingin kau jelaskan padanya? Jelas-jelas kau selingkuh.” ucap namja itu.

”Aku tidak melakukan itu karena keinginanku.” ucapku.

”Lalu?”

”Aku melakukan ini untuk balas budi kepada kakaknya.”

Ia menatapku.

”Apa maksudmu.” tanyanya.

Jaerin POV

Jihee mengirimku SMS. Ia ingin bertemu denganku di taman. Sebenarnya aku tidak ingin ke tempat itu. Tempat itu mengingatkanku akan dirinya. Tapi ia memaksa. Katanya ia ingin memberikan sesuatu untukku.

Dengan ogah-ogahan aku pergi. Udara semakin dingin. Aku terpaksa melakukan ini karena ia tak tahu di mana aku tinggal. Aku hanya mengatakan aku tinggal di incheon. Tempat tinggalku saat ini sangat jauh dari taman itu. Taman itu dekat dengan tempat tinggalku dulu.

Aku sudah berada di taman. Aku melihat sekeliling. Tidak ada Jihee. Aku belum melihatnya.

”Jaerin.” panggil sesorang.

Aku menoleh ke belakang. Ke arah asal muasal suara itu.

Aku melihat sesok namja. Aku tidak ingin melihatnya lagi.

Ia berjalan mendekatiku.

”Bagaimana keadaanmu?” tanyanya.

”Aku baik-baik saja.” ucapku.

”Aku ingin menjelaskan sesuatu kepadamu.” ucapnya.

Aku membuang muka. Sepertinya Jihee bersekongkol dengan Donghae.

”Jaerin sebenarnya aku…”

”Aku tahu. Kau memiliki yeoja lain yang lebih baik dariku.” potongku.

”Bu.. Bukan…”

”Oh aku tahu. Kau menemukan belahan hatimu bukan?” potongku lagi.

”Jaerin~” ucapnya.

Aku tidak ingin mendengarkannya lagi.

”Aku tahu maksudmu menemuiku. Kau ingin mengakhiri hubungan ini bukan? Hubangan kita sudah menggantung selama berhari-hari. Sudah seminggukah?” cletukku.

Air itu menetes lagi membasahi pipiku. Aku mengusapnya.

”Apakah kau tidak mencintaiku lagi?” tanya Donghae.

”Ani~ aku tidak mencintaimu lagi. Kau hanya membuatku terluka. Aku tidak ingin melihatmu lagi. Aku ingin melupakanmu. Bisakah kau pergi dari kehidupanku? Aku tidak bisa hidup bahagia jika kau masih membayang-membayangiku.” ucapku.

”Jadi kau benar-benar ingin mengakhiri hubungan ini?” tanyanya kepadku.

”Ya.” ucapku tanpa keraguan.

”Baiklah, aku akan melepaskanmu.” ucap Donghae lalu menghela nafas panjang.

”Mulai detik ini kita tidak ada hubungan lagi. Aku melepaskanmu. Carilah kebahagianmu.” lanjutnya.

Aku berbalik dan melangkah pergi.

Donghae POV

”Jaerin~” panggilku.

Ia menghentikkan langkahnya. Ia tidak memalingkan wajah kepadaku. Sepertinya ia benar-benar tidak ingin melihat wajahku.

”Berjanjilah~ berjanjilah kau akan tersenyum. Berjanjilah kau akan bahagia.” ucapku mungkin untuk terakhir kalinya.

Hanya itu yang bisa aku sampaikan.

Ia mengangguk pelan. Ia beranjak pergi menjauh dariku. Hatiku pecah berkeping-keping. Bukan itu yang aku inginkan. Tapi jika itu keinginanmu itu tak masalah. Asalkan dia bahagia.

saranghaesseotdeon otteoniga tteonagan jeok itgetjyo modeun ge nae tasiran saenggagi deun jeok itgetjyo na gaeuraeseo japji mothaetjyo 

(I’m sure you’ve had someone that you loved leave you You might have thought it was all my fault That’s why I couldn’t hold onto you)

ireon apeumjjeumeun modu ijeul su isseul geora dareun sarangi chaja ol geora saenggakhaesseotjyo wae geureonde itjil mothaetjyo? 

(I thought that I could forget small pains like this and that another love would come and find me why I can’t forget about you?)

Sekujur tubuhku mati rasa. Aku mendongak menatap langit. Aku menitikkan air mata.

‘Jaerin~ apakah kau benar-benar tidak mencintaku lagi?’

Aku merasa kedinginan. Udara semakin dingin.

‘Tuhan, aku berharap dia kembali lagi padaku. Aku berharap ia masih mencintaiku. Hanya itu harapanku saat ini ya Tuhan. Aku sangat mencintainya. Aku ingin menjelaskan kepadanya bahwa dia satu-satunya yeoja yang ada di hatiku. Yeoja yang waktu itu bukan siapa-siapa. Aku hanya berpura-pura pacaran dengannya. Aku berhutang budi dengan oppanya. Sebagai balasan oppanya menyuruhku untuk menjadi kekasihnya. Yeoja itu sangat menyukaiku. Oppanya ingin adik satu-satunya itu mendapatkan kebahagian yang di inginkan sebelum meninggal. Aku tidak dapat menolak. Lagi pula aku merasa iba kepada yeoja itu. Ia terkena kanker otak.’ tangisku semakin pecah. Aku memejamkan mataku.

‘Tuhan tololnglah aku…’

geujeo haneul barabomyeo oechijyo dasi hanbeon nareul saranghaejwo nae mamsok jageun baraemi biga doeeo naeryeoomyeon 

(I just look up at the sky and cry out please love me again If only this small wish in my heart would turn into rain and fall from the sky)

nae sarangi meorie naerimyeon chueogi doesara nago gaseume naerimyeon sojunghaetdeon sarangi tteooreugo 

(If my love comes into your head the memories comes alive again If my love comes into your heart I’m reminded of our precious love)

nae sarangi ipsure daheumyeon neol saranghae naege oechimyeo biga naerineun gue gireul ttara geotdaga geotdaga geotda bomyeon baradeon naega neol gidaryeo

(If my love touches your lips you cry out to me that you love me following the rainy street… As you walk, walk, walk you will see the me that you were waiting for)

mideumiraneun yeolsoero saranguiran sangjal yeoreo sarangiran gidoreul jeonhaneun jeonhwareul georeo nae mami neol chatji mothaedo

(With the key called trust I open the box called love I call to send a prayer called love Even if my heart can’t find you)

geujeo haneul barabomyeo oechijyo dasi hanbeon nareul saranghaejwo nae mamsok jageun baraemi biga doeeo naeryeoomyeon

(I just look up at the sky and cry out please love me again If only this small wish in my heart would turn into rain and fall from the sky)

nae sarangi meorie naerimyeon chueogi doesara nago gaseume naerimyeon sojunghaetdeon sarangi tteooreugo

(If my love comes into your head the memories comes alive again If my love comes into your heart I’m reminded of our precious love)

nae sarangi ipsure daheumyeon neol saranghae naege oechimyeo biga naerineun gue gireul ttara geotdaga geotdaga geotda bomyeon baradeon naega neol gidaryeo

(If my love touches your lips you cry out to me that you love me following the rainy street… As you walk, walk, walk you will see the me that you were waiting for)

doraga geuttaero nae sarme dan hanbeon gidohaetdeon daero ireoke oechimyeon sarangbiga naeryeowa

(Go back to that time as I prayed for just once in my life if I cry out like this the rain of love will come down)

neoui sarangi naui nune naerimyeon nae aphae niga seoitgo nae gwie naerimyeon nega dasi sarangeul soksagigo

(If your love rains down on my eyes you are standing in front of me if your love rains down on my ears you are whispering sweet nothings again)

neol saranghae nae pume aneumyeon tto dasi haengbokhaejimyeo haega bichuneun gue gireul ttara gachi tto geotdaga gotda bomyeon baradeon uriga seo isseo

(I love you, if I held you in my arms again if I were to be happy again I would follow that sunny road… walking and walking together we will see the us that we’ve been hoping for)

naege dasi oraneun gido hanbeon deo 

(Praying for you to come back to me… Once again…)

Jaerin POV

Aku berhenti melangkah. Aku mendongak ke atas. Sesuatu jatuh mengenai bibirku. Salju~ salju turun. Aku terisak. Aku tertunduk. Aku menangis. Aku teringat masa-masa bersama Donghae. Kami selalu berjanji bertemu saat hujan turun atau salju turun. Kami selalu menghabiskan waktu untuk menunggu salju pertama turun. Masa-masa saat itu tak terlupakan. Masa saat itu sangatlah berarti untukku.

Aku memalingkan tubuhku dan berjalan. Semakin lama semakin cepat. Aku masih melihatnya berdiri di situ.

Aku berjalan mendekatinya. Aku berdiri tepat dihadapannya dengan berlinang air mata.

Ia menurunkan kepalahnya. Ia menatapku. Aku dapat melihat matanya yang berlinang air mata. Ia mengangkat tangannya lalu mengusap air mataku. Tangannya dingin.

”Saranghae~” ucapnya.

Aku langsung memeluknya. Aku menangis dipelukannya. Ia memelukku erat.

”Kau pasti masih mencintaiku bukan?” ucapnya.

”Bagaimana kau tahu?” tanyaku di dalam pelukannya.

”Karena aku dapat merasakannya.” ucapnya pelan.

” Degup jantungmu mengatakan kau sangat-sangat mencintaiku. Kau ingin melihatku lagi. Kau tidak ingin melupakanku. Kau tidak bisa hidup bahagia tanpaku.” lanjutnya.

Ia melepaskan pelukan. Ia menatapku dan menjelaskan semua.

Aku terharu. Ternyata dia tidak bermaksud menyakitiku. Ia ingin membalas budi. Apa yang ia lakukan sungguh berjasa. Aku berharap yeoja itu bisa hidup tenang di sana. Terima kasih karena kau telah menyukai Donghae. Terima kasih karena kau berdoa untuk kami. Berdoa agar kami bahagia.

Beberapa bulan kemudian

Jihee sudah menikah sebulan yang lalu. Sedangkan Hyekyu sudah mendapatkan namjachingu.  Namjachingunya itu merupakan pelanggannya. Sekarang aku menujuh ke suatu tempat bersama Donghae. Dia tidak menjelaskan kemana. Bahkan ia menutup mataku dari awal perjalanan dengan kain.

”Kita sudah sampai.” ucapnya.

”Aku boleh melepaskan kain ini?” sahutku.

”Aniyo.” sahutnya.

Ia menuntunku turun dari mobil dan berjalan ke suatu tempat. Lalu ia melepaskanku.

”Aku boleh melepaskan ini?” tanyaku menyentuh kain yang menutup mataku.

”Nanti ikatan itu akan terlepas dan aku boleh membuka matamu.” ucapnya.

Hah terlepas? Apakah ada yang melepaskannya. Aku semakin tidak mengerti.

Lalu kain itu terlepas. Aku melihatnya berdiri di hadapanku.

Kemudian ia bernyanyi. Saat bait lagu

Orae juhnbutuh nuhreul wihae junbihan Nae sone bitnaneun banjireul badajwuh (Ia membuka sebuah kotak kecil berwarna putih, itu cincin)

Oneulgwa gateun maeumeuro jigeumui yaksok giuhkhalge (Ia berlutut di hadapanku)

”Would you marry me?” ucapnya meraih tangan kananku.

Seketika itu bunga-bunga berguguran. Bunga sakura berguguran. Hujan bunga. Mataku berkaca-kaca.

”I do~” ucapku kepadanya.

Beberapa orang bersorak. Ternyata di belakanku ada wajah-wajah yang aku kenal. Aku tersenyum.

Donghae memasangkan cincin di jari manisku. Lalu ia beranjak.

”Saranghae~” ucapnya.

Aku tidak dapat berkata. Aku hanya bisa tersenyum menatapnya.

Ia langsung melumatkan bibirnya dengan bibirku. Hujan bunga masih menemani kami. Mereka menjadi saksi bisu atas peristiwa ini

 

 END

 

ayo komentar~

Tolong ya komentarnya ^^

Sarang Bi (1st chapter)

Standar

This only one which I can give you in your birthday, Donghae oppa~

I Love You~

Cast: Donghae, Hangeng, Jaerin, Jihee, Hyekyu

Genre: Romantis, Tragedi

PG: 15

Backsound: Sarang Bi – Kim Taewo

Jaerin POV

Sudah dua jam aku menanti dirinya, tapi dia tak muncul juga. Aku merapatkan jaketku, udara semakin dingin. Ku tengok jam yang ada di taman, sudah jam enam lewat. Astaga apa yang terjadi padanya. Aku tak ingin ambil pusing, sebaiknya aku pulang dan berendam untuk menjernihkan pikiranku.

Aku bangkit dari bangku taman dan berjalan pulang. Aku ingin segera pulang. Aku tak tahan dengan udara dingin dan pikiranku tentangnya.

“Hei kau mau kemana?” tanya seseorang menarik lengan tangan kananku.

Akupun menoleh, ku lihat seorang wajah dengan senyum lebar memandangiku.

“Jihee kau sudah kembali?” cletukku.

Dia tersenyum.

“Ye~ tadi pagi aku baru saja datang, sekarang aku mau mencari makan malam bersama tunanganku.” Ucapnya.

“Tunangan?” sahutku terkejut.

“Bukannya aku sudah menceritakannya padamu, aku ke China untuk bertunangan dengan pacarku Hangeng.” Tuturnya.

Aku sadar, aku baru ingat.

“Oh ya aku ingat. Lalu dimana dia?” ucapku.

“Itu~” ucap Jihee menunjuk namja yang tak lain orang China yang kini sedang menelpon.

“Oh~ sampaikan salamku padanya ya.” Ucapku.

“Kau tidak ingin berkenalan dengannya?” tanyanya.

Aku menggeleng.

“Ayolah, aku ingin memperkenalkan temanku padanya. Ku mohon~” pintanya.

“Maaf Jihee, aku tidak bisa. Aku ingin cepat pulang. Aku tak tahan dengan udara saat ini.” Cletukku.

“Baiklah jika begitu lain kali ya.” Ucapnya.

“OK lain kali.” Sahutku lalu pergi meninggalkannya.

Aku menelan ludah. Aku iri kepadanya. Jihee dan Hangeng baru 2 tahun pacaran mereka sudah bertunangan sedangkan aku? Sudah 4 tahun aku pacaran dengan Donghae, tapi dia tidak pernah melamarku. Padahal hubungan kita baik-baik saja. Tidak pernah terjadi pertengkaran yang mendalam.

Sekarang aku merasa Donghae semakin menjauh. Sejak bulan Oktober lalu ia sering telat bertemu denganku. Dan sekarang… mungkin dia tidak datang. HPnya saja tidak dapat di hubungi. Apa dia sesibuk itu?

Berendam membuatku sedikit tenang. Aku memutuskan menggenakan piyama biru agar aku benar-benar tenang. Warna biru membuatku tenang. Lalu aku ke beranda memandangi sungai Han. Udara semakin dingin. Ku putuskan menutup jendela dan memandang sungai Han dari dalam.

Beberapa menit kemudian HPku berdering. Dengan malas aku meraih HPku. SMS darinya.

Dia mengirimiku 7 SMS kepadaku yang intinya sama. Dia meminta maaf karena lupa dengan janjinya dan ingin mengetahui keadaanku. Ia juga mencoba menghubungiku sebanyak 9 kali. Aku tidak tahu. aku tidak mendengar. Aku asik berendam dan melupakan unek-unek negatif yang ada di pikiranku.

Aku membalas pesannya.

Tidak apa-apa, kau pasti sangat sibuk. Aku bisa mengerti kok.

Aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit lelah ^^

Beberapa detik kemudian ia membalas pesanku.

Aku janji lain kali aku tidak lupa lagi. Aku senang mempunyai kekasih yang pengertian sepertimu ^^

Benarkah kau baik-baik saja? Jangan terlalu memaksakan diri. Aku tidak ingin kau jatuh sakit =(

Akupun membalasnya.

Jangan terlalu banyak berjanji kepadaku. Kau tahu sendiri saat ini kau sibuk.

Lalu bagaimana dengan kondisimu? Pasti kau lelah.

Balasan darinya

Kali ini aku akan menepati janjiku.

Ya sedikit melelakan, tapi aku baik-baik saja ^^

Balasanku

Aku harap kau tidak telat makan.

Sudah ya aku ingin istirahat. Aku terlalu lelah

Balasannya

OK.

Selamat tidur sweetie, saranghae =*

Aku tersenyum. Ku lihat jam di HPku. Masih jam 8.35. terlalu sore untuk tidur, tapi mau gimana lagi aku sangat lelah.

Keesokan harinya aku bangun lebih pagi dari biasanya. Mungkin karena udara yang semakin dingin ini. Aku mengecek HPku. Ada pesan dari Jihee.

Chingu, tadi aku melihat Donghae belanja di toko pakaian perempuan. Ia belanja banyak, sepertinya ia membeli itu untukmu.

Ku lihat jam berapa ia mengirimkan pesan. Hm… jam 9.43 PM. Apakah Donghae belanja setelah aku berSMSan dengannya? Apakah itu hadiah perminta maafnya? Aku hanya tersenyum. Semoga saja benar.

Hari ini aku tidak ada kerjaan. Tapi sepertinya Donghae terlalu sibuk untuk di ajak jalan-jalan. Ku putuskan mengajak temanku yang lain. Aku mencoba mengirim SMS ke Hyekyu. Lima menit menunggu tidak ada balasan darinya. Tidak mungkin aku mengajak Jihee. Dia pasti mengajak pacarnya itu.

Aku mendesah, lebih baik aku mandi dulu.

Setelah mandi aku mengecek HPku. Tidak ada balasan dari Hyekyu. Lalu aku menghubunginya. Astaga aku baru ingat. Hari ini dia libur. Dan saat ini masih jam 8 pagi, dia masih belum bangun. Akupun mendesah lagi.

Aku memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri. Oh ya aku baru ingat ada pasar raya yang buka 24 jam minggu ini. Aku ingin ke sana.

Sesampainya di sana kau hanya melihat-lihat, lalu aku milihat kios ramal. Aku masuk ke dalam kios itu. Aku ingin bertanya tentang hubunganku dengan Donghae.

Donghae POV

Aku hendak memberi kejutan untuknya, tetapi gagal. Aku terlambat. Ia sudah keluar dari apertemennya. Aku melihatnya sendiri. Ia berjalan sendiri. Aku memutuskan untuk mengikutinya dari jauh. Aku ingin tahu dia pergi ke mana.

Ah ternyata ia pergi ke pasar raya. Dan iya masuk ke dalam kios ramal. Aku heran kenapa dia masuk ketempat itu. Aku heran kenapa ia percaya dengan ramalan. Sebenarnya apa yang dia inginkan?

Aku menunggunya. Beberapa menit kemudian ia keluar dengan wajah ketakutan. Aku sungguh khawatir. Ia berlari. Aku mengejarnya. Ia terjatuh di antara kerumunan orang. Aku membantunya berdiri.

“Gamsahamnida.” Ucapnya kepadaku.

Ia tidak menatapku sama sekali. Ia masih ketakutan.

“Apa yang terjadi?” tanyaku.

Sepertinya ia mengenali suaraku. Ia menoleh ke arahku.

“Dong~ hae~” ucapnya.

Aku memeluknya.

“Katakan padaku ada apa?” ucapku.

Ia menangis. Aku melepaskan pelukanku dan menatap wajahnya. Aku mengusap air matanya.

“Jangan menangis~ aku tidak bisa melihatmu menangis.” Ucapku.

Dia mencoba berhenti menangis.

“Katakan padaku, apa yang membuatmu menjadi seperti ini?” tanyaku.

Ia menatapku dan mulai membuka mulutnya.

“A… aku… ta… ta… di… ke ki…os ra…mal. A…ku… ber… ta…nya….”

Ia berhenti berkata. Ia menitikkan air mata.

“Kau tidak seharusnya percaya peramal itu. Dia hanya mengira-mengira. Dia berbohong. Jangan percaya.” Ucapku.

Dia memelukku erat.

“Berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku.” Isaknya di dalam pelukan.

Aku dapat merasakan degup jantungnya yang berdetak cepat seakan-akan ia di kejar-kejar sesuatu yang menakutkan.

Aku menyandarkan kepalahnya di dadaku agar ia dapat merasakan bahwa aku akan selalu melindunginya.

Setelah duduk di taman ia sedikit lega. Aku mencoba membuatnya tersenyum dengan leluconku yang tida lucu sama sekali.

”Kenapa kau tersenyum seperti itu jika leluconku tidak lucu?” tanyaku.

Ia menahan tawa. Aku memasang muka kesal dan ia pun tertawa.

”Sayang~ kenapa kau tertawa jika leluconku tidak lucu. Kau mau berbohong kepadaku?” tanyaku lagi.

Ia menenangkan diri lalu berkata,

”Karena kau bilang akan membuat lelucon tapi apa yang kau bilang lelucon itu tidak lucu sama sekali. Aku tidak habis pikir kau memeras otak untuk membuat itu. Itu tidak lucu sama sekali. Tapi kau yang lucu.”

Aku tersenyum lalu mendekapnya.

”Jadi kau mau bilang aku ini lucu begitu?” tanyaku detelingahnya.

Ia menatapku. Wajahku dan wajahnya hanya berjarak 10 cm.

”Ya, kau tak perlu berusaha menjadi sesuatu yang lain. Aku menyukaimu apa adanya. Aku menyukai segala yang ada padamu. Aku menyukai kekurangan dan kelebihanmu.” ucapnya memandang dalam ke mataku.

”Begitu juga denganku… Kau adalah nyawa hidupku.” ucapku.

Lalu aku mendekatkan bibirku di bibirnya dan melumatnya. Ia memejamkan matanya. Aku memeluknya erat. Aku ingin ia merasakan cintaku kepadanya begitu dalam. Aku ingin ia merasakan bahwa aku akan melindunginya. Melindunginya dari udara dingin dengan menghangatkannya.

Jaerin POV

Kami berciuman. Rasanya begitu hangat. Serasa udara dingin yang mengusik itu hilang. Duniaku seakan berubah. Aku merasa berada di suatu tempat yang indah bersama Donghae. Kami hanya berdua. Ya hanya berdua.

Aku tidak yakin berapa lama kami berciuman. Yang ku tahu, saat itu terasa lama.

”Wah wajahmu sampai merah begitu. Kau menikamtinya?” tanyanya setelah kami selesai berciuman.

Dia membuatku bertambah malu. Aku membuang muka. Aku tidak ingin melihat wajahku yang begitu merah.

Dia diam. Aku juga dapat melihat wajahnya merah. Tapi aku tahu, wajahku pasti lebih merah.

”Sweetie~ aku ada hadiah untukmu.” ucapnya.

Perlahan-lahan aku menatapnya. Semoga wajahku tidak merah lagi.

”Udara dingin sekali. Aku ingin kau tidak kedinginan. Tapi aku tidak selalu bersamamu. Jadi aku membelikan ini.” ucapnya menyodorkan sebuah kotak.

Aku menerima kotak itu dan membukanya. Aku melihat sepasang sarung tangan berwarna biru langit.

”Kau suka?” tanyanya.

Aku mengangguk. Aku suka pemberiannya. Dia salalu mengerti aku.

Ia meraih kedua tanganku.

”Tanganmu dingin sekali.” ucapnya lalu memasangkan sarung tangan pemberiannya kepadaku.

”Nah sekarang tanganmu tidak dingin lagi.” ucapnya lalu tersenyum.

Ia mengenggam erat tanganku. Tanpa sarang tangan ini genggamannya sudah membuat tanganku hangat.

”Sekarang giliranmu memberikan hadiah.” cletuknya.

”Mwo?” sontakku terkejut.

”Ternyata kau memberikan ini karena ingin hadiah? Jadi kau tidak ikhlas memberikan hadiah kepadaku?” cletukku cemerut.

Ia tersenyum simpul lalu mengacak-ngacak rambutku.

”Aku hanya bercanda.” cletuknya.

Aku mendesah.

Ia melihat arlojinya kemudian berkata,

”Aku harus pergi. Aku ada pekerjaan.” ucapnya lalu hendak beranjak pergi.

”Hae~” panggilku lalu beranjak.

Ia menoleh. Aku langsung mengecupkan bibirku di bibirnya.

”Itu hadiah dariku. Semoga pekerjaanmu sukses.” ucapku lalu tersenyum.

Ia tersenyum.

”Terimah kasih Jaerin. Pemberianmu membuatku bersemangat kerja.” ucapnya.

”Annyeong~” ucapku lalu melambaikan tangan.

”Annyeong~” ucapnya lalu pergi meninggalkanku.

Keesokan harinya

Aku pergi ke tempat kerjaku. Aku bekerja di toko bunga. Sebenarnya ini bukan pekerjaan asliku. Aku merupakan seorang penulis. Aku tidak ada minat untuk menulis. Aku jenuh bekerja di apertemenku.

”Annyeong~” salamku kepada Hyekyu yang ada di toko.

Ia menguap lalu membalas salamku

”Annyeong~”

”Kau masih mengantuk Hyekyu?” tanyaku sembari bekerja menata bunga.

”Ye~ semalam aku kedatangan tamu tak di undang yang menyebalkan.” ujarnya.

”Siapa?” Tanyaku.

Ia berhenti bekerja.

”Siapa lagi kalau tidak Jihee. Dia ke rumahku bersama dengan tunangannya itu. Dia memerkan tungannya. Sungguh menyebalkan.” ucap Hyekyu ketus.

”Jam berapa mereka pulang?” tanyaku.

”Jam 12.” jawabnya cepat.

”Apa? Semalam itu?” sahutku.

”Ini juga gara-gara orang tuaku. Andai saja orang tuaku tidak menyukai Jihee dan Hangeng. Pasti mereka tidak pulang semalam itu. Orang tuaku mengajak ngobrol mereka dan membanding-bandingkan aku dengan Jihee. Aku seperti obat nyamuk di sana.” omel Hyekyu.

Aku tertawa.

”Makanya kau cepat cari pacar sebelum orang tuamu menjodohkanmu.” cletukku.

”Aku tidak mood cari pacar dan aku tidak mau di jodohkan.” sahutnya ketus lalu kembali bekerja.

”Siap-siap saja jadi perawan tua.” cletukku lalu tertawa.

Hyekyu langsung cemberut.

Sejam kemudian

Jihee mengunjungi toko. Hyekyu sudah cemberut, kesal tak karuan.

”Ada yang bisa saya bantu.” ucapku kepadanya.

Ia mengibaskan tangannya.

”Aish jangan berbicara seformal itu. Kau tahu aku ini chingumu.” ucapnya.

Aku tersenyum.

”Kau mau membeli bunga?” tanyaku.

”Ehm tidak juga. Aku hanya ingin mampir.” ucapnya.

Ia melirik Hyekyu.

”Hai Hyekyu~ kenapa kau cemberut begitu?” ucap Jihee kepada Hyekyu yang sibuk menata bunga.

Hyekyu tidak menggubris. Kemudian ada seorang namja masuk. Ia langsung melayani namja itu dan tidak menggubris Jihee.

”Setidaknya kau memberi salam kepada chingumu ini.” cletuk Jihee.

”Dia lagi kesal denganmu karena kau mengganggu waktu tidurnya.” cletukku.

Jihee tertawa.

”Oh ya mana tunanganmu?” tanyaku.

”Dia sibuk mengurusi pernikahan kami.” jawab Jihee.

”Kapan kalian menikah?”

”Secepatnya. Mungkin Febuari besok.”

”Wah cepat juga. Itukan dua bulan lagi.”

”Iya. Mungkin dua bulan ke depan aku akan sibuk.”

”Lalu kapan undangannya di kirim?”

”Januari besok. Oh ya kau sendiri kapan menikah dengan Donghae?”

Aku mendesah.

”Entahlah~ Hubungan kami datar-datar saja.” ucapku.

”Lalu dia sudah memberikan hadia untukmu?”

Aku mengangguk. Aku menunjukkan sarung tangan pemberian Donghae kepadaku.

”Cuma itu?” cletuk Jihee.

Aku mengangguk lagi.

”Aku melihat ia belanja banyak. Kebanyakan berwarna merah muda.” ucap Jihee.

”Kau tidak salah lihat?” sahutku.

”Aku yakin.” tekan Jihee.

”Kau tahu sendiri aku tidak suka warna merah muda. Aku suka biru muda. Mustahil ia memberikan itu kepadaku.”

”Mungkin saja ia ingin memberikan apa yang ia sukai kepadamu.”

”Ia tidak pernah memaksaku untuk menyukai apa yang tidak aku sukai.” ucapku lalu terdiam.

”Apakah ia selingkuh?” cletuk Jihee.

”ANDWAE!” sentakku keras hingga seisi ruangan menatapku.

Aku langsung cepat-cepat minta maaf.

”Tidak mungkin. Dia setia padaku. Dia berjanji mencintaiku seorang. Yeoja yang ia cintai hanya aku.” ucapku kepada Jihee.

Malam hari

Aku masih memikirkan apa yang dikatakan Jihee. Apa benar Donghae selingkuh? Memang akhir-akhir ini ia terlihat aneh. Dia sering melupakan janjiku. Dia memetingkan pekerjaannya. Apakah dia benar-benar banyak pekerjaan?

HPku berbunyi. Ada MMS masuk dari Hyekyu. Aku segera membukanya. Dan aku…

to be continue……

Don’t be silent reader~

Please comments…

What do you think about this fanfiction?

Lebaran Khas Super Junior

Standar

Cast: Leeteuk, Heechul, Hangeng, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Siwon, Donghae, Ryeowook, Kibum, Kyuhyun, Henry, Zhoumi

Genre: Comedy, Friendship

PG: 13/15

Suatu hari di suatu tempat entah dimana, tinggalah 10 orang manusia. Mereka tinggal di suatu rumah yang di disain seperti kos-kosan. Orang tertua bernama Park Jungsu dan kerap dipanggi Leeteuk. Leteuklah yang bertanggung jawab menangani masalah di rumah itu. Ia seperti appa di rumah itu.

Leeteuk membuka pintu kamar yang tidak dikunci.

“Heechul bangun!!!” triak Leeteuk.

Tapi Heechul tidak berkutik. Dia tetap diam di atas tempat tidurnya.

Leeteuk mendekati Heechul.

“Heechul ayo bangun!!!”

Leeteuk mencoba membangunkan Heechul tapi tidak berhasil.

“HEECHUL JIKA KAU TIDAK BANGUN. AKU AKAN MENJUAL KUCING-KUCINGMU KE TOKO HEWAN!!!!” triak Leeteuk kesal.

“Leeteuk hari ini kan tidak puasa. Kenapa kau membangunkanku? Aku masih mengantuk.” Ujar Heechul yang belum membuka ke dua matanya.

“Hari ini kita ada sholat Idul Fitri, bagaimana sich kau ini.” Sahut Leeteuk.

“OK aku akan bangun. Beri aku waktu 5 menit lagi untuk pemanasan mata.” Ucap Heechul.

Leeteuk mendesah.

“Terserah kaulah. Aku akan datang lagi dan kau harus sudah siap.” Ucap Leeteuk lalu meninggalkan Heechul.

Ia berjalan lagi kemudian membuka sebuah pintu yang terdapat ibnisial nama pemilik kamar.

“Yesung~ Ryeowook~ Kyuhyun~ ayo bangun!!!” ucap Leeteuk lembut.

Tak beberapa lama kemudian Ryeowook bangun. Ia megucuk-ngucek matanya.

“Hari ini sholat Idul Fitri ya hyung?” tanya Ryeowook kepada Leeteuk yang berdiri di pintu.

“Ye~ berbenahlah. Dan bangunkan mereka berdua.” Ucap Leeteuk.

“Ye hyung.” Sahut Ryeowook.

Leeteuk berjalan lagi ke kamar lain. Ia membuka kamar itu dan ia sangat terkejut.

“Siwon~ apa yang sedang kau lakukan?” tanya Leeteuk terkejut.

“Aku sedang Sholawatan, apakah kau tidak mendengar hyung?” sahut Siwon.

“Ya tapi tidak sebegitunya kali. Kenapa berdandan ala Ustadz? Pake’ Sorban?” tanya Leeteuk.

“Ada yang bilang aku cocok berdandan seperti ini. Aku lebih terlihat tampan.” Jawab Siwon.

Leeteuk tertawa.

“Ya kau cocok menjadi Ustadz.” Ucap Leeteuk lalu tersenyum.

“Mana Shindong?” tanya Leeteuk kemudian.

“Tadi dia bilang ke dapur.” Jawab Siwon.

“Dia sudah berbenah?”

“Ehm… belum hyung.”

“Aish~ kau gimana sich. Suruh dia mandi dulu baru ke dapur melahap makanan.” Omel Leeteuk.

“Mianhae hyung~”

“Ya sudah, kau check Heechul dia sudah bangun apa belum. Lalu kau urusi Shindong.” Perintah Leeteuk.

“OK hyung.” Sahut Siwon.

Leeteuk kembali lagi meneruskan perjalanannya. Ia membuka pintu kamar di sebelah pintu kamar Siwon dan Shindong, tapi tidak bisa. Pintu itu di kunci. Untung Leeteuk punya kunci serepnya.

Leeteuk membuka pintu dan

“Apa-apaan ini???!!!!” seru Leeteuk.

“Ada apa hyung?” tanya Kyuhyun mendekati Leeteuk.

“Lihatlah!!! Eunhyuk dan Sungmin memeluk Donghae layaknya guling.” Sahut Leeteuk menunjuk ke dalam kamar.

Kyuhyun tertawa.

“Kasian Donghae hyung~” ucap Kyuhyun lalu tertawa.

“Ckckck mereka seperti pasangan suami istri.” Ucap Leeteuk lalu tertawa.

“Oh ya Kyu kau sudah mandi?” tanya Leeteuk.

“Belum hyung. Kamar mandinya penuh. Di kamarku Ryeowook mandi, di kamarmu ada Yesung mandi.” Jawab Kyuhyun.

“Di kamar mandi Heechul? Siwon?”

“Di kamar mandi Siwon hyung ada Shindong hyung lagi boker. Baru masuk setelah aku lewat. Di kamar mandi Heechul hyung… ah pemiliknya saja belum mandi.”

“Shindong boker? Heechul belum mandi?” sahut Leeteuk.

“Ia, sepertinya ia salah makan. Heechul hyung masih tidur. Sepertinya Siwon hyung mencoba membangunkannya.” Sahut Kyuhyun.

“Ya sudah pergilah ke kamarmu.” Ucap Leeteuk.

Kyuhyun pergi ke kamarnya.

Leeteuk masuk ke dalam kamar. Ia memisahkan Eunhyuk, Sungmin & Donghae yang nempel kayak perangko. Pertama-tama ia mengakat Sungmin.

“Aegyo Sungmin sadarlah!!!”

Lalu Leeteuk meletakkannya di tumpukkan boneka berwarna pink.

BRUK!!!

“Ehm… aduh…” keluh Sungmin.

“Bangun dan mandi!!!” sentak Leeteuk.

Sungmin bangkitdengan mata yang masih 5 watt. Ia meraih handuknya dan berjalan ke pintu kamar mandi.

DUK!!!

“Aduh…” keluh Sungmin lagi.

“SUNGMIN!!! SADAR!!! BUKA PINTUNYA DULU BARU MASUK!!!” triak Leeteuk kesal.

‘Ya Allah beri aku kesabaran.’ Batin Leeteuk

Kini ia menatap dua sejoli yang tidur nyenyak di kasur.

“Hyuk!!! Hae!!! Bangun!!!” triak Leeteuk.

Donghae sudah membuka ke dua matanya.

“Sudah pagi ya hyung?” tanyanya.

“Ye~ cepat bangun. Cari kamar mandi yang kosong!” seru Leeteuk.

Donghae mencoba bangkit tapi tidak bisa. Eunhyuk memeluk erat Donghae layaknya guling.

“Hyung bantu aku~ aku tidak bisa~ Eunhyuk…”

Leeteuk langsung menarik Donghae tapi tidak bisa. Lalu ia mengelitiki Eunhyuk. Tapi tidak berhasil yang ada Eunhyuk menendangnya.

“Bagaimana ini hyung?” tanya Donghae.

“Serakan padaku saja.” Sahut Leeteuk.

Ia menarik kolor Eunhyuk. Dan memukul-mukul pantat Eunhyuk.

“EUNHYUK BANGUN!!!!! LEE HYUKJAE BANGUN!!!!!” Triak Leeteuk masih memukul-mukul pantat Eunhyuk.

“Ampun eomma~ aku tidak akan nakal lagi~ tolong jangan pukul pantatku lagi.” Gerutu Eunhyuk.

Donghae tertawa, Leeteuk hanya bisa geleng-geleng kepalah.

Eunhyuk melepaskan pelukannya tapi ia tetap menggerutu dalam tidurnya.

“Kau mandi sana. Ku urus anak monyet yang satu ini.” Ujar Leeteuk.

Donghae trun dari tempat tidur. Ia beranjak mengambil peralatan mandinya dan keluar kamar. Ia ke kamar Siwon dan Shindong.

“Siapa yang ada di kamar mandi?” tanya Donghae.

“Aku~ Shindong.” Sahut Shindong.

“Masih lama?”

“Ye~ ini saja masih boker.”

Donghae berjalan lagi. Kali ini ia ke kamar KRY.

“Siapa di kamar mandi?” tanya Donghae kepada Ryeowook yang sedang bercermin.

“Kyuhyun. Ia baru saja masuk.” Jawab Ryeowook.

“Oh~ baiklah aku cari kamar mandi yang lain.” Ucap Donghae.

Ia berjalan ke kamar Heechul. Ia melihat Siwon berdiri di samping tempat tidur Heechul.

“Aish~ iya iya aku bangun!!! Aku akan mandi!!! Kau puas?” sentak Heechul bangun dari tempat tidurnya.

Siwon hendak membuka mulut dan berkata.

“STOP!!! Aku tidak mau mendengar ceramahmu lagi. Aku bosan mendengarmu berceramah USTADZ SIWON~” sentak Heechul.

Ia berdiri berjalan meraih handuknya dan masuk ke kamar mandi.

“Hya~ kamar mandinya di pakai~” ucap Donghae.

Siwon menoleh.

“Kau gunakan saja kamar mandi Leeteuk.” Ucap Siwon.

Donghae mengangguk. Ia berjalan ke kamar Leeteuk. Ia mendengar seorang bernyanyi.

“Yesung hyung~ kau belum selesai?” tanya Donghae.

“Oh~ Donghae~ iya maaf setelah ini aku selesai. Setelah aku selesai bernyanyi yach.” Sahut Yesung di dalam kamar mandi Leeteuk.

“Cepat hyung!!!” seru Donghae.

“Ini tinggal reff terakhir!!!” seru Yesung.

Donghae mendesah ia menunggu Yesung di depan pintu sembari mendengarkan Yesung selesai bernyanyi lagu It Has To Be You.

 

 

“Semua sudah mandi?” tanya Leeteuk kepada 9 orang yang ada di hadapannya.

9 orang itu mengangguk.

“Baiklah ayo berangkat!!!” seru Leeteuk.

“Kita tidak sarapan?” tanya Eunhyuk.

“Sepulang dari sholat Idul Fitri kita sarapan.” Sahut Siwon.

“Tapi aku lapar~” ujar Eunhyuk.

“Ini makan saja kue buatanku.” Ucap Ryeowook menyodorkan sekantong kue nanas.

 

 

Mereka bersepuluh berjalan menujuh masjid di daerah tempat tinggal mereka. Di sepanjang jalan para wanita memandang kagum kepada mereka. Ada yang jatuh pingsan, ada yang berhenti bernafas, ada yang menggil bahkan ada pula berteriak kencang hingga burung-burung yang terbang berjatuhan.

Leeteuk hanya tersenyum bagaikan malaikat.

Heechul tebar pesona memperlihatkan rupa yang begitu tampan hingga para perempuanpun kalah cantik dengannya.

Yesung bersenandung menyanyikan lagu It Has To Be You.

Ryeowook memikirkan apa yang akan ia masak nanti.

Kyuhyun asik bermain PSP.

Siwon berzikir dan tersenyum kepada orang-orang yang ia temui di jalan.

Shindong memegang perutnya dan menggerutu.

Sungmin bernyanyi riah lagu anak-anak sambil memperlihatkan kelucuannya.

Donghae mendengarkan musik dari Ipodnya dan bergaya layaknya DJ.

Eunhyuk melakukan gerkan dance dan mengerap.

Setelah sampai di masjid mereka serempak memperhentikan aktivitas mereka. Dan melaksanakan kewajiban.

 

 

Sepulangnya dari masjid.

“Kenapa kalian mentertawakanku?” sentak Heechul.

“Kau kira sholat Idul Fitri itu seperti sholat Shubuh eh?” sahut Leeteuk.

“Hyung kau tidak tahu bagaimana cara sholat Idul Fitri?” tanya Siwon.

“Ani~ ini pertama kalinya aku sholat Idul Fitri.” Sahut Heechul.

“MWORAGO???” sahut semua orang.

“Waeyo? Kenapa tidak pernah sholat Idul Fitri?” tanya Yesung.

“Aku dapet.” Sahut Heechul.

“Dapet apa?” tanya Ryeowook.

“Dapet M.” sahut Heechul lagi.

“MWORAGO???” sahut semua orang sekali lagi.

Heechul mendesah.

“Dapet M.A.L.A.S.!!!” cletuknya.

Leeteuk langsung memukul punggungnya.

“Jangan membuat kami mengira kau benar-benar seorang perempuan!!!” sentaknya.

“Kenapa kau marah?” cletuk Heechul.

“Oh Mianhe~” sahut Leeteuk.

“Hyung~ ayo kita melaksanakan sesi maaf memaafkan.” Cletuk Siwon.

“Boleh juga. Yang muda yang minta maaf dulu kepada yang tua. Urut ya~” sahut Leeteuk.

“OK semuanya berbaris~!” seru Heechul.

Mereka semua berbaris kecuali Leeteuk. Leeteuk beridiri menghadap Heechul. Heechul menjabat tangan Leeteuk dan berkata,

“Leeteuk~ maafkan aku selama ini. Aku sering kali tidak mendengarkanmu, aku sering kali Online dan tidak mengerjakan tugasku. Aku juga sering menggunakan akunmu untuk Online. Dan akulah yang selama ini mengirimu SMS dengan nama Heesica.” Ucap Heechul menyalimi tangan Leeteuk.

“Mwo? Aku tidak menyangka kau melakukan itu semua. Yasudahlah yang penting akhirnya kau mengakui dan aku mengetahui. Aku memaafkanmu. Dan maafkan aku juga Heechul aku sering kali mendandani kucingmu.” Ucap Leeteuk.

Semua orang tersenyum.

Heechul bergeser ia berdiri di samping Leeteuk.

“ Jeongmal mianhae atas kesalahanku selama ini, hyung.” ucap Yesung sembari menjabat tangan Leeteuk.

Leeteuk mengangguk.

”Aku pernah tidak menghiraukan perkataanmu tentang berkelahi. Ya beberapa kali aku berkelahi tanpa sepengetahuanmu. Aku sudah berjanji padamu tapi aku mengikarinya. Maafkan aku hyung.” Lanjut Yesung.

”Tidak apa-apa. Itu juga salahku. Kau berkelahi karena aku merenggut orang yang kau cintai dan aku mencampakkannya.” sahut Leeteuk.

”Hyung mencampakkannya?” cletuk Yesung memandang Leeteuk.

”Ne. Karena dia mencampakkanmu.” ucap Leeteuk lalu tersenyum.

Semua tersenyum. Kemudian Yesung bergeser ke Heechul dan menjabat tangan hyungnya itu.

”Maafkan aku atas kesalahanku selama ini hyung.” ucap Yesung.

”Sama-sama.” ucap Heechul.

”Maafkan aku karena sudah menyuruhmu melakukan suatu hal yang membuat kau dikejar-kejar orang yang tidak jelas.” ucap Yesung.

”Tidak apa-apa itu biasa. Maafkan aku juga ya karena sudah mengaku-ngaku menjadi pacarmu sebagai Heesica kepada orang yang kau cintai itu.” ucap Heechul lalu tertawa.

Yesung hanya nyengir lalu ia berdiri di samping Heechul.

”Hyung maafkan aku yang sering tidak menurut perkataanmu.” ucap Shindong sembari menjabat tangan Leeteuk.

”Maafkan aku juga.” Ucap Leeteuk.

Shindong bergeser ke Heechul. Ia menjabat tangan Heechul.

”Hyung maafkan aku. Aku sering menggunakan barang-barangmu tanpa sepengetahuanmu.” ucap Shindong.

”Tidak apa-apa. Maafkan aku juga yang suka menjailimu.” sahut Heechul.

Shindong bergeser ke Yesung. Ia menjabat tangan Yesung.

”Hyung maafkan aku. Karena aku sering membuatmu kesal.” ucap Shindong.

”Tidak apa-apa. Maafkan aku juga karena sering mencampuri makananmu dengan sambal yang banyak.” cletuk Yesung.

Semua tertawa.

Shindong berdiri di sebelah Yesung. Sekarang giliran Sungmin. Ia menjabat tangan Leeteuk dengan kedua tangannya.

”Hyung maafkan aku selama ini ya.” ucap Sungmin kepada Leeteuk.

”Ya sama-sama. Maafkan aku juga atas peristiwa tadi pagi.” ucap Leeteuk.

Sungmin tersenyum lalu memeluk Leeteuk dan berkata,

”Aku sangat senang memiliki hyung sepertimu.”

Lalu Sungmin bergeser ke Heechul. Ia menjabat tangan Heechul dengan kedua tangannya.

”Hyung, maafkan aku.”

Heechul mengangguk.

”Maafkan aku karena aku jauh lebih imut darimu.” ucap Sungmin.

Heechul mendesah.

”Ya ya ya aku maafkan segala kesalahanmu itu dan maafkan segala kesalahanku. Dan tidak apa-apa jika kau lebih imut dariku. Yang penting aku jauh lebih tampan darimu dan bahkan aku lebih cantik.” ucap Heechul.

Semua orang tertawa.

Sungmin bergeser ke Yesung. Ia menjabat tangan Yesung dengan kedua tangannya. Yesungpun ikutan menjabat tangan dengan dua tangan.

”Hyung maafkan aku selama ini ya.” ucap Sungmin.

”Sama-sama.” ucap Yesung tersenyum.

Lagi-lagi Sungmin memeluk. Ia memeluk Yesung.

”Hyung jujur aku terharu jika kau menyanyikan lagu It Has To Be You.” ucap Sungmin lalu melepaskan pelukannya.

”Aku juga terharu ketika kau di bodohi dan kau tidak sadar. Aegyo Sungmin.” sahut Yesung.

Semua tertawa.

”Shindong, maafkan aku selama ini ya.” ucap Sungmin sambil menjabat tangan Shindong.

”Maafkan aku juga yang sering mengambil makananmu dan membodohimu beberapa kali.” ucap Shindong menggenggam erat tangan Sungmin lalu ia melepaskannya.

Sungmin mengangguk. Ia berdiri di samping Shindong.

”Aku tidak mendapatkan pelukan?” Cletuk Shindong.

Semua tertawa.

Eunhyuk maju. Ia berlutut di depan Leeteuk dan menggenggam ke dua tangan Leeteuk.

”Hyung, maafkan aku ya karena sering meremehkanmu.” Ucap Eunhyuk.

”Maafkan aku juga karena sering memperlakukanmu sebagai anak monyet.” ucap Leeteuk menepuk-nepung punggung Eunhyuk lalu tersenyum.

”Hehehe, hyung menjadi eomma monyet.” cletuk Eunhyuk mendongak ke atas.

Semua tertawa.

Eunhyuk bergeser ke Heechul. Ia menggenggam tangan Heechul.

”Hyung maafkan aku ya.”Ucap Eunhyuk.

”Ya sama-sama.” ucap Heechul.

”Hyung~”’ Ujar Eunhyuk menatap lurus ke depan.

”Ne waeyo?” sahut Heechul.

”Tanganmu lembut seperti tangan para gadis.” cletuk Eunhyuk.

Semua orang tertawa.

Eunhyuk bergeser ke Yesung. Ia menggenggam tangan Yesung.

”Mianhae hyung. Gara-gara kau meminta bantuanku kau malah mendapatkan masalah.” ucap Eunhyuk.

”Maafkan aku juga. Tidak masalah jangan di bahas lagi.” ucap Yesung.

Lalu Eunhyuk bergeser ke Shindong. Ia bangkit dan menjabat tangan Shindong.

”Mianhae.” ucap Eunhyuk.

”Ne, mianhae. Jangan lupa rencana kita sore nanti.” ucap Shindong.

Eunhyuk mengangguk lalu bergeser ke Sungmin. Dan menjabat tangan Sungmin.

”Mianhae Sungmin.” ucap Eunhyuk.

”Ne. Maafkan aku juga karena sering merebut gulingmu dan menendang-nendangmu saat tidur.” ucap Sungmin.

”Jadi selama ini yang menendangku kamu?” sahut Eunhyuk.

Sungmin mengangguk.

”Ku kira gulingku.” cletuk Eunhyuk.

Semua orang tertawa.

”Ya Sungmin aku juga minta maaf karena membuang hadiah pemberian fans untukmu. Maafkan aku ya.” ucap Eunhyuk.

”Selama benda itu tidak berwarnah pink tidak masalah.” sahut Sungmin.

”Ehm semuanya berwarna pink.” sahut Eunhyuk.

Sungmin tertunduk lalu mewek. Eunhyuk memeluknya.

”Sudahlah nanti aku belikan benda berwarna pink yang lebih bagus dari itu.” hibur Eunhyuk.

Semua orang tersenyum.

Siwon maju. Ia memandang Leeteuk.

”Seperti yang di perintahkan Allah SWT kita…”

”Stop Siwon aku tidak mau mendengarkanmu berceramah lagi.” potong Heechul.

Siwon berdeham.

”Baiklah.” cletuknya.

”Maafkan atas kesalahanku serta dosaku yang disengaja atupun tidak sengaja hyung.” ucap Siwon sembari menjabat tangan Leeteuk dan membungkuk.

”Sama-sama.” sahut Leeteuk.

Siwon bergeser ke Heechul. Ia berdeham lagi.

”Aku memaafkan segala kesalahanmu. Maafkan aku juga. Sudah cepat menyingkir.” cletuk Heechul menjabat tangan Siwon.

Siwon tersenyum.

”Baiklah hyung. Nanti aku teruskan berceremah kepadamu.” ucap Siwon.

Heechul nyengir.

Siwon bergeser ke Yesung.

”Minal Aidin Wal Faidzin hyung.” ucap Siwon menjabat tangan Yesung dan membunkuk.

”Maafkan aku juga yang selalu menjailimu dan mencari-cari segala kekuranganmu hingga kau frustasi tinggal di sini.” ucap Yesung.

Siwon tersenyum. Ia bergeser ke Shindong dan menjabat tangan Shindong.

”Minal Aidin Wal Faidzin” ucap Siwon.

Shindong mengangguk.

”Sama-sama. Maafkan aku yang selalu menimbulkan masalah dan merugikanmu.” ucap Shindong.

Siwon bergeser ke Sungmin dan menjabat tangan Sungmin.

”Minal Aidin Wal Faidzin” ucap Siwon.

Sungmin memeluk Siwon.

”Sama-sama. Aku bangga denganmu.” ucap Sungmin melepaskan pelukannya.

Siwon bergeser ke Eunhyuk. Dan menjabat tangan Eunhyuk.

”Minal Aidin Wal Faidzin.” ucap Siwon.

”Mohon maaf lahir dan batin.” sambung Eunhyuk.

Lalu Siwon berdiri di samping Eunhyuk.

Giliran Donghae melangkah ke hadapan Leeteuk.

Ia memeluk Leeteuk.

”Maafkan aku hyung.” ucap Donghae terisak.

Leeteuk menepuk-nepuk punggung Donghae.

”Ya, maafkan aku juga.” ucap Leeteuk.

Donghae beralih ke Heechul. Ia memeluknya.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Donghae.

”Ya sama-sama. Jangan menangis lagi eomma tidak bisa melihatmu menangis.” ucap Heechul dengan suara perempuannya.

Donghae melepaskan pelukannya ia tersenyum. Kemudian beralih ke Yesung. Ia memeluknya juga.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Donghae.

”Sama-sama. Jika ada apa-apa bicaralah denganku jangan menangis.” ucap Yesung.

Donghae tersenyum lagi lalu ia memeluk Shindong.

”Maafkan aku hyung.” ucap Donghae.

”Jangan panggil aku hyung, aku tidak setua itu.” cletuk Shindong.

”Ya, maafkan aku ya Shindong.” ucap Donghae.

”Seharusnya yang minta maaf adalah aku karena aku sering menyuruhmu untuk mentraktirku.” ucap Shindong.

Donghae melepaskan pelukannya dan tersenyum.

Sungmin memeluk Donghae.

”Aku memafkanmu Hae. Kenapa kau begitu sabar. Jika kau tidak suka pemberianku yang berwarna pink kau katakan saja ya.” sahut Sungmin.

”Ya. Aku akan berkata jujur soal itu. Lebih baik kau pindah kamar. Aku tidak suka suasana kamar penuh dengan warna pink.” ucap Donghae melepaskan pelukannya.

”Ehm… Baiklah terserah kau saja. Yang penting kau senang.” ucap Sungmin.

”Terima kasih.” ucap Donghae.

Ia beralih ke Eunhyuk. Eunyuk memeluk Donghae terlebih dahulu.

”Maafkan aku ya Hyuk.” ucap Donghae.

”Ya, maafkan aku juga Hae karena memperlakukanmu seperti milikku sendiri.” ucap Eunhyuk.

”Tidak apa-apa Hyuk. Aku senang kau memperlakukanku seperti itu.” ucap Donghae.

”Ah Donghae, kaulah satu-satunya di hatiku.”Ucap Eunhyuk.

”Hei stop!!! Kalian seperti orang yang tidak normal. Kau tahu agama mengatakan….”

”Stop!!! Hentikan perkataanmu Siwon. Aku sudah muak kau berceramah. Hyuk Hae, lepaskan pelukan kalian dan berhentilah bersikap seperti pasangan ke kasih.” cletuk Heechul memotong ucapan Siwon lagi.

Hyuk dan Hae melepaskan pelukan mereka.

Donghae beralih ke Siwon. Ia memeluknya.

”Maafkan aku ya.” ucap Donghae.

”Sama-sama saudaraku.” ucap Siwon.

Donghaepun berdiri di samping Siwon.

Saatnya untuk Ryeowook.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Ryeowook menjabat tangan Leeteuk.

”Maafkan aku juga sering merepotkanmu.”

Ryeowook beralih ke Heechul. Dan menjabat tangan Heechul.

”Maafkan aku ya hyung.”

”Maafkan aku juga yang sering menyuruhmu membuatkan makanan untuk kucingku.” ucap Heechul.

Beralih ke Yesung.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Ryeowook menjabat tangan Yesung.

”Sama-sama.” ucap Yesung tersenyum.

Beralih ke Shindong.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Ryeowook menjabat tangan Shindong.

”Seharusnya aku yang meminta maaf kepadamu karena sering menghabiskan masakanmu hingga kau memasak lagi. Maafkan aku karena terlalu sering merepotkanmu.” ucap Shindong.

Beralih ke Sungmin.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Ryeowook menjabat tangan Sungmin.

”Sama-sama.” ucap Sungmin.

Beralih ke Eunhyuk.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Ryeowook menjabat tangan Eunhyuk.

”Sama-sama. Jika ada apa-apa laporlah kepadaku aku siap membantu. Tak perlu sungkan-sungkan.” ucap Eunhyuk.

Ryeowook tersenyum. Ia beralih ke Siwon.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Ryeowook menjabat tangan Siwon.

”Sama-sama. Jika ada masalah kau katakan saja padaku jangan ke Hyuk. Dia tidak dapat dipercaya. Aku lebih siap membantu.” ucap Siwon lalu tertawa.

Semua orang tertawa kecuali Eunhyuk.

Ryeowook beralih ke Donghae.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Ryeowook menjabat tangan Donghae.

”Sama-sama Wookie.” ucap Donghae.

Ryeowook berdiri di samping Donghae.

Semua orang menatap ke Kyuhyun yang masih berdiri di tempat tak berkutik. Oh rupanya dia sibuk bermain PSP.

”Kyu~ giliranmu.” ucap Leeteuk.

”Mwo? Oh~ giliranku ya? OK.” sahut Kyuhyun lalu menyimpan PSPnya.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Leeteuk.

”Ya sama-sama.” Ucap Leeteuk.

Kyuhyun bergeser ke Heechul.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Heechul.

”Ya anak nakal. Maafkan aku juga ya.” ucap Heechul dengan nada perempuan.

”Ralat noonaku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun.

”Kau ini.” sahut Heechul.

Semua orang tertawa.

Kyuhyun bergeser ke Yesung.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Yesung.

”Sama-sama adikku tersayang.” ucap Yesung tersenyum.

Kyuhyun bergeser ke Shindong.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Shindong.

”Devilkyu, terlalu banyak dosamu padaku. Dan aku akan memaafkanmu asalkan kau memaafkanku.” ucap Shindong.

Semua orang tertawa.

Kyuhyun bergeser ke Sungmin.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Sungmin.

Sungmin tersenyum.

”Sama-sama.” ucap Sungmin.

Kyuhyun bergeser ke Eunhyuk.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Eunhyuk.

”Maafkan aku juga yang sering menghancurkan mainanmu. Aku tidak sengaja melakukannya.” ucap Eunhyuk.

”Oh… Tidak apa-apa. Aku juga sering memotretmu saat kau tidur dan menjualnya untuk membeli mainan baru.” Cletuk Kyuhyun.

Semua orang tertawa.

Kyuhyun bergeser ke Siwon.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Siwon.

”Sama-sama saudaraku. Semoga Allah SWT memaafkan segala kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu serta mengizinkanmu masuk ke dalam surganya.” ucap Siwon.

Kyuhyun tersenyum. Yang lain pada nyengir.

Kemudian Kyuhyun bergeser ke Donghae.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Donghae.

”Sama-sama Kyu.” ucap Donghae Tersenyum.

Kyuhyun bergeser ke Ryeowook.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Ryeowook.

”Sama-sama Kyu.” ucap Ryeowook tersenyum.

”Sudah semuakan?” tanya Leeteuk.

”Ne.” ucap semua orang.

”Nah Wookie kau masak apa?” tanya Leeteuk lagi.

”Aku bingung nyung, mau masak opor atau soto.” ujar Ryeowook.

”Opor saja. Lebaran identik dengan opor ayam. Pake’ lontong otau ketupat.” sahut Shindong.

”Kemarin bikin ketupatkan? Masih ada kan ketupatnya?” tanya Donghae.

”Ya aku akan masak opor. Ehm… Iya ketupatnya masih ada. Belum di makan sama sekali.” ujar Ryeowook.

”Baiklah kau masak dulu.” ucap Leeteuk.

”Ne hyung.” ucap Ryeowook.

”Hyung kita tidak mengirimkan sms ucapan?” cletuk Kyuhyun.

”Oh iya, biar aku saja yang mengirimkan atas nama kita semua.” ucap Leeteuk.

”Tidak usah hyung, biar aku saja.” sahut Kyuhyun.

Beberapa menit kemudian.

 

”Loh Kyu, kenapa kau bermain game? Kau sudah menyelesaikan tugasmu?” tanya Heechul yang memergoki Kyu bermain game di sudut ruangan.

”Sudah kok hyung. Cek saja HPku.” cletuk Kyu yang tidak berkutik dari layar game yang dimainkannya.

Heechul tidak percaya lalu melihat HP Kyu.

Banyak inbox masuk. Kira-kira hampir ratusan pesan. Ia melihat outbox dan ia percaya Kyu sudah melakukan pekerjaannya.

”Ya sudah kau bantu hyungmu yang ada di dapur atau di ruang tamu.” ucap Heechul.

Beberapa menit kemudian.

 

”Makanannya sudah siap. Ayo kita makan.” ucap Donghae di ruang tamu di mana bebrapa orang berkumpul di situ.

”Benar sudah siap?” tanya Shindong.

Donghae mengangguk.

Shindong lalu beranjak dan berlari menujuh dapur.

”Dasar Shindong.” cletuk Heechul.

Setelah makan.

 

”Ah kenyangnya~” cletuk Shindong.

”Ku harap kau tidak baung angin lagi.” ucap Heehcul.

Semua orang tertawa.

”Ayo kita berangkat.” ucap Leeteuk.

”Kemana?” tanya Sungmin.

”Berkunjung.” cleteuk Siwon.

”Berkunjung kemana?” tanya Sungmin lagi.

”Ke saudara kita.” Jawab Yesung.

”Saudara kita? Siapa?” tanya Sungmin lagi.

”Lihat saja nanti.” Cleteuk Eunhyuk.

Sungmin tetap saja bingung. Donghae menahan tawa. Sungmin seringkali bertanya kepadanya tapi Donghae hanya tersenyum.

 

 

Mereka tiba di tempat pertama.

”Wah tempat ini tidak seperti rumah tapi sepertinya aku pernah kemari.” Cletuk Sungmin.

”Ah terima kasih kalian sudah datang.” sahut seseorang.

”Kangin~” seru Heechul.

Kangin tersenyum. Ia menjabat tangan satu demi satu teman-temannya itu dan meminta maaf.

Lalu Siwon berbicara dengan Kangin. Tapi terdengar bukan berbicara melainkan Siwon sedang berceramah. Seetelah selesai. Ryeowook memberikan rantang kepada Kangin.

”Hyung, ini ada opor dan ketupat untukmu.” ujar Ryeowook.

Kangin menerimanya.

”Terima kasih.” ucap Kangin tersenyum.

”Hai semua~” seru sesorang.

Semua orang menoleh ke asal muasal suara.

”Kibum!!!” seru Heechul.

Dan di mulailah acara reunian mereka semua. Mereka saling berbincang-bincang dan tak terasa sudah 3 jam mereka berbincang-bincang sambil berdiri. Bayangkan saja berdiri selama 3 jam.

”Oh ya besok kami berkunjung ke saudara kita yang lain apakah kalian ikut?” tanya Leeteuk kepada Kangin dan Kibum.

”Aku tidak bisa. Aku tidak dapat izin keluar jauh-jauh. Aku hanya dapat izin menerima tami di sini.” ujar Kangin kecewa.

”Aku juga tidak bisa. Besok aku ada acara halal bihalal bersama orang-orang rumah produksi.” ucap Kibum.

”Baiklah jika begitu. Kami akan menyampaikan maaf kalian kepada mereka.” ucap Leeteuk.

”Terima kasih.” ucap Kangin dan Kibum bersamaan.

”Oh ya aku punya parsel untuk kalian semua. Untuk saudara kita yang ada di sana juga.” ucap Kibum lalu ia menyuruh orang mengeluarkan parsel dari van.

”Wah terima kasih ya Kibum.” ucap Yesung.

Keesokan harinya.

 

”Ayo berangkat!!!” seru Heechul lalu menggenakan kaca mata hitamnya.

”Hyung kau tahu hari ini hari apa? Kau tahu apa yang…”

Heehcul melepaskan kacamatanya.

”Iya-iya stop menceramahiku.” potong Heechul kepada Siwon.

Semua orang tertawa.

”Ayo kita ke bandara!” ucap Donghae.

Beberapa jam kemudian.

 

”Di mana kita?” tanya Shindong yang baru bangun.

”Kita hampir saja tiba.” ucap Donghae.

”Dimana kita ya Hae?” tanya Sungmin yang ikutan bingung.

Donghae mendesah.

”Setelah ini kita turun lalu masuk dan kita akan tahu di mana kita.” ucap Donghae.

”Kita akab menanyi jugakan?” cletuk Kyuhyun.

”Ya.” Jawab Leeteuk singkat.

”Menyanyi apa?” tanya Eunhyuk yang tiba-tiba bingung.

”Lagu dari album religi kita.” sahut Yesung.

”Oh~” ucap Eunhyuk mengerti.

”Aku tidak ingat.” sahut Sungmin masih bingung.

Semua orang tertawa melihat Sungmin.

”Mungkin keplah Sungmin hyung sakit saat di pesawat tadi sehingga belum connect untuk di ajak bicara.” cletuk Ryeowook.

”Otak Sungmin hyung masih ada di Seoul.” sahut Kyuhyun.

Semua orang tertawa.

”Kenapa kalian malah mentertawakanku?” cletuk Sungmin cemberut.

”Sudah-sudah sekarang kita turun saja. Kita sudah tiba.” cletuk Leeteuk.

Mereka semua tirun dari mini bus. Dan masuk ke dalam gedung.

”Hangeng suamiku!!! Zhomi dan Henry anakku!!!” seru Heechul lalu memeluk Hangeng.

Dan di mulailah reunian mereka. Sembari menyanyi lagu dari album regligi mereka Sorry Sorry.

###TAMAT###