Tag Archives: Ryeowook

MAGIC in 4 Seasons ~Step 2 and Step 3~

Standar

Annyeong readers  ….~!~!~!~

(*゚ 3゚)/~

Akhirnya ff ini berlanjut setelah sekian lamanya….

Hehe~ Mian Hamnida ^^a *Nunduk bareng Changmin*

Oia, auhor mau mengumumkan bahwa keberadaan SHINee & SuJu pada part ini adalah sebagai bintang tamu…. Jadi mohon maaf kalo gak ada hubungannya sama cerita inti~

About my ff :

Author : YeonMimazu

Length : Series (chaptered)

Main Cast            : -Me as Kwon Minmi

-Shim Changmin

-Kim Jaejoong

Other cast           : -U-know Yunho

-Xiah Junsu

-Micky Yoochun

-Lee Hyeshin

H*A*P*P*Y R*E*A*D*I*N*G >>>>

))>)>)Changmin  POV(<(<((

Anak itu lucu sekali sih, baru aku bilang minyeoga  saja pipinya sudah merah seperti tomat begitu. Dia beda sekali ya dengan yeoja-yeoja yang lain, entah apa yang membuatku tertarik padanya hingga memberanikan diriku untuk melakukan hal itu. Tapi dari melihat kelakuannya aku tau, dia itu memiliki kepribadian yang menarik. Hah? Ada apa denganku? aku meyukainya?

“Heh, kau itu kenapa sih? Kok senyum-senyum tidak jelas begitu. Tidak seperti biasanya deh kau begini….” Tanya Yunho hyung.

Read the rest of this entry

Iklan

THANK YOU

Standar

tittle : Thank You

author: WinkiesWingers

genre : friendship

rating : G

cast : all Super Junior member

A/N : annyeong ^^ ..i’m back with my fanfic. ini fanfic udah lama author bikin dari taun lalu, special menyambut ulangtahun our eternal magnae Kim Ryeowook , our Ryeong9 ^o^ . dan author pengen share ke reader-deul .. hope u like my fanfic. happy read~

 

 

= = = = = = = = = = = = =

 

Sepulangnya dari mengisi acara di salah satu stasiun televisi, Ryeowook yang biasanya langsung memasak untuk makan malam kali ini lebih memilih beristirahat di kamarnya. Selama perjalanan pulang tadi pun ia hanya diam tak bersuara. Keanehan itu memancing rasa penasaran para member SuJu. Mereka merasa ada yang tidak beres dengan Ryeowook hari ini. Sungmin sempat menanyakan keadaan dongsaengnya itu, tapi Ryeowook hanya mengatakan,” aku tidak apa-apa, hyung. Tidak usah khawatir”

 

Yesung yang sudah tidak bisa menahan rasa laparnya lantas masuk ke kamar dan memanggil Ryeowook.

 

”Wookie-ya, kami lapar…kau mau kan memasakkan makan malam untuk kami?” pinta Yesung. Ryeowook yang tadi akan tidur langsung menyanggupi dan segera memasakkan untuk mereka.

 

”Dia kenapa?” tanya Eunhyuk.

”Entahlah,,” jawab Yesung singkat.

 

Selesai memasak, Ryeowook menatanya di meja makan dan memanggil Kyuhyun dan Hyung-deul untuk makan malam.

 

 

”Ryeowook-a, aku boleh pinjam handphonemu?” tanya Eunhyuk setelah selesai makan.

”Untuk apa, hyung?”

”telepon…”

”kau kan punya handphone sendiri.”

”handphoneku mati. Ayolah..sebentar saja” Eunhyuk terus memaksa Ryeowook sampai khirnya Ryeowook mengalah dan meminjamkan handphonenya.

 

Selang beberapa menit, Shindong datang ke dorm mereka dan menghampiri Ryeowook.

”Ryeowook!!” panggil Shindong.

”Wae?”

”Aku lapar..”

”Hyung belum makan?” Shindong menggeleng.

Sebenarnya ia malas untuk memasak karena ia merasa sangat lelah hari ini. Namun, melihat ekspresi Shindong membuat Ryeowook tidak tega.

Gangguan demi ganguan datang silih berganti menghampiri Ryeowook yang ingin tidur. Hampir saja ia terlelap, Yesung datang membangunkannya.

 

”Ryeowook-a, ireona..kenapa kau tidur sekarang? Ini masih pukul 8 malam. Lebih baik temani aku ke toko hewan.”

”mwo? Toko hewan? Buat apa?”

”makanan ketiga kura-kuraku habis. Kau temani aku yah? Aku sudah mengajak yang lain tapi mereka semua menolak..” Ryeowook terdiam.,” sudah! Kkaja..” Yesung langsung menarik Ryeowook pergi.

 

 

++++++++++++++++++++++++++

 

”Ryeowookie!!” panggil Kyuhyun. Tak ada sahutan dari Ryeowook, Kyuhyun masuk ke kamarnya dan mendapati Ryeowook sedang duduk di kasurnya sambil membaca buku.

”Ryeowook-a..” panggil Kyuhyun.

”Waeyo?”

”Tolong kupaskan buah untukku..”

”Kau bisa mengupasnya sendirikan?”

”Tanganku kemarin terluka saat latihan..”

”hhhahh, baiklah..”

 

Belum selesai ia mengupaskan buah untuk Kyuhyun, Heechul datang ke dorm dan membawa Heebum.

 

”Ryeowook-a, kau bisa jaga Heebum dan baengshin untukku?”

”Eh?”

”Hari ini sajaa.. Aku ada janji dengan Hongki. Tolong yah, annyeong”

”Tapi hyung..aku lelah..” keluh Ryeowook yang tentu saja tidak akan di dengar Heechul karena hyungnya itu telah pergi. Dengan terpaksa ia menjaga kucing2 Heechul.

 

Rasa kantuk yang tadi muncul kini telah hilang. Ryeowook pun memutuskan untuk menonton televisi. Akan tetapi, ia tidak bisa tenang menonton karena daru tadi Kyuhyun terus-terusan berteriak. Saat ini, kyuhyun tengah asyik bermain game menggunakan komputer dorm mereka.

”Dasar! Mengganggu saja!!” Ryeowook pun memutuskan masuk ke dalam kamarnya. Ia merebahkan diri di kasur. Kepalanya sangat pusing. Ia memegang dahinya dan ternyata panas.

”Sepertinya aku demam. Lebih baik tidur saja..”

 

Untuk kesekian kalinya, Ryeowook ingin memejamkan matanya selalu saja ada yang mengganggunya. Bergantian para member memanggil mereka. Ada yang meminta Ryeowook untuk ini dan itu. Ada pula yang meminjam barang milik Ryeowook. Hanya Sungmin dan Leeteuk yang semakin curiga dengan keadaan Ryeowook. Tidak biasanya ia menuruti semua permintaan para member.

 

”Ryeowook-a, kau baik-baik saja?” tanya Sungmin mberjalan mendekati Ryeowook. Ryeowook bangun dan duduk,” aku baik-baik saja” jawab Ryeowook lemas.

”Wajahmu pucat. Apa kau sakit?”

 

Saat Sungmin hendak memegang dahi Ryeowook, secara reflek Ryeowook menampik tangan Sungmin.

”Ah, mianhaeyo hyung..”

”Kau sedang ada masalah?” tanya Sungmin semakin khawatir.

Ryeowook menggeleng,” aniyo. Hyung, tolong tinggalkan aku sendiri. Hari ini aku sangat lelah. Aku ingin tidur..”

”Baiklah..tidur yang myemyak yah..” ujar Sungmin lalu keluar dari kamar Ryeowook.

 

Di luar Leeteuk telah menanti,” bagaimana?” tanya Leeteuk. Sungmin menggelengkan kepalanya.

”Sebenarnya dia kenapa? Ini seperti bukan Ryeowook yang kukenal..” komentar Leeteuk.

”Entahlah, tapi sepertinya keadaan tubuhnya kurang baik.”

”Apa dia sakit? Kenapa diam saja kalau sedang sakit?”

”Sudahlah, biarkan dia istirahat..”

 

++++++++++++++++++

 

Tengah malam Donghae terbangun. Perutnya berbunyi.

 

”aish, sial! Kenapa lapar di tengah malam begini?” gerutu Donghae. Ia segera beranjak dari kasurnya dan menuju ke lantai 11.

 

Donghae mengendap-endap masuk ke dalam dorm agar tidak mengganggu tidur mereka. Dari arah samping, Eunhyuk keluar dari kamarnya membuat Donghae terkejut.

 

“Ya! Kenapa kau disini?” tanya Eunhyuk.

“Aku lapar. Aku ingin membagunkan Ryeowook untuk memasakkan makanan untukku”

“Begitu.. Kebetulan aku juga lapar. Kau saja yang bangunkan Wookie. Aku tunggu diluar” Eunhyuk menyuruh Donghae dan Donghae menurut.

 

“Ryeowook-a. Ryeowook-a..” panggil Donghae seraya menggiyangkan tubuh Ryeowook yang sedang terlelap.

“ughh..Donghae hyung. Waeyo?”

“Aku lapar. Buatkan makanan untukku…”

”Ini masih tengah malam, hyung. Aku sangat mengantuk” tolak Ryeowook dan memunggungi Donghae.

”Ayolah..jebaal” Donghae terus memaksa Ryeowook,” kau ingin aku dan Eunhyuk mati kelaparan? Tega sekali kau..”

”Agh! Arrasseo..akan kubuatkan makanan untuk kalian” Ryeowoo akhirnya terbangun.

”Ahh! Saranghaeyo” Donghae memeluk Ryeowook.

 

Dengan lemas ia terbangun dan segera menuju dapur untuk memasak. Eunhyuk dan Donghae menunggu sambil bermain komputer. Satu jam sudah Ryeowook memasak.

 

”Hyung, makanannya sudah siap di meja makan..” ujar Ryeowook dengan napas yang tak teratur.

”Gomawo..” Donghae langsung menuju meja makan. Tidak dengan Eunhyuk. Ia menatap kearah Ryeowook yang duduk disofa sambik memijit kepalanya.

 

”Ryeowook-a, kau sakit?” tanya Eunhyuk.

”Aniyo. Aku baik-baik saja..” kilah Ryeowook.

 

Tentu saja Eunhyuk tidak langsung percaya. Ia lantas memegang dahi Ryeowook,” Agh!! Kau demam!” pekik Eunhyuk,” badanmu sangat panas..”

 

Suara Eunhyuk yang terlalu keras itu membuat para member terbangun. Donghae juga menghentikan kegiatan makannya dan menghampiri Eunhyuk.

”Wae? Wae?” tanya mereka bebarengan.

 

”Ryeowook, dia..”

”Tidak. Aku tidak apa-apa” Ryeowook memotong perkataan Eunhyuk dan bergegas kembali ke kamarnya. Sayang, saat hendak kembali ke kamar Ryeowook berjalan sempoyongan dan pandangannya mulai kabur. Tiba-tiba semua menjadi gelap. Itu yang dirasakan Ryeowook.

 

+++++++++++++++++++++

 

”kenapa dia tidak bilang kalau sedang tidak enak badan?” gerutu Yesung.

”Aku rasa dia tidak ingin membuat kita repot hanya karena dia sakit” komentar Sungmin yang baru saja keluar dari kamar Ryeowook.

”Bagaimana keadaannya?” tanya Leeteuk.

”Demamnya sedikit turun. Sekarang dia sedang tidur..”

 

Saat ini semua member sedang berkumpul di dorm lantai 11.

 

”Aku jadi merasa bersalah padanya. Seharusnya aku tidak membangunkan dia tadi.. ” ucap Donghae.

”Benar, hari ini aku juga telah banyak merepotkan Ryeowook. Padahal ia sedang sakit.” sambung Kyuhyun dan disetujui yang lainnya.

 

”Hey!!” teriak Eunhyuk tiba-tiba mengagetkan semua member. Heechul yang disamping eunhyuk menjitak kepala Eunhyuk.

”sakit..” keluh Eunhyuk,” Oya, kalian ingat hari ini hari apa?” tanya Eunhyuk penuh teka-teki.

”Hari senin..” jawab Kyuhyun polos,

” aku tahu hari ini hari senin..” sahut Eunhyuk.

”lalu, apa maksudmu dengan pertanyaan ’kalian ingat hari ini hari apa’ ?” tanya Donghae dan dibenarkan mereka semua.

”Kalian tidak tahu?” semua member menggeleng,” tega sekali kalian kalau tidak ingat..ck ck ck”

”AH! Aku tahu..hari ini kan hari ulang tahunnya Ryeowook.” seru Leeteuk.

”Bingo!!” sahut Eunhyuk.

”Lalu, apa rencanamu?” tanya Shindong.

”Kita bikin surprise party untuk Ryeowook..” usul Eunhyuk.

”Benar juga..”

”Surprise party apa maksudmu?” tanya Heechul.

“Spesial hari ini, kita memasak untuk Ryeowook. Kita kan sering memintanya untuk memasak. Tidak ada salahnya kan gantian kita yang memasak untuk Ryeowook?”

 

Semua member menyetujui usul Eunhyuk itu.

 

”Tunggu! Aku juga ada ide. Besokkan kita ada jadwal tampil di acara televisi yang acaranya disiarkan secara langsung. Bagaimana kalau…” Heechul membisikkan rencananya,” bagaimana? Setuju? Nanti biar Leeteuk yang menyampaikannya pada manager..”

 

”kenapa aku?”

”Di Super Junior kau jadi apa?” tanya Heechul.

”Leader..” jawab Leeteuk polos.

”yasudah, kau kan leader. Jadi kau yang menyampaikannya pada manager..”

”Benar kata Heechul hyung..” kata Yesung.

 

Semua mata memandang penuh harap kearah Leeteuk.

 

”baiklah, sebagai leader SuJu..aku terima” ujar Leeteuk pasrah. Semua member SuJu bersorak gembira lalu segera mengatur rencana untuk besok.

 

+++++++++++++++++

 

Hari ini Super Junior dijadwalkan akan tampil membawakan lagu terbaru mereka dari album ke-4 Bonamana yang berjudul Miinah. Mereka akan mengisi acara musik di salah satu stasiun televisi. Saat ini mereka tengah berada di ruang tunggu yang disediakan untuk Super Junior. Sembari menunggu untuk tampil, para member SuJu sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Yesung sibuk dengan laptopnya, Eunhyuk sibuk mendengarkan lagu lewat i-podnya, Shindong dan Heechul tak pernah lepas dari handphonenya, Donghae dan Leeteuk pun juga tak pernah lepas dari Handphonenya, Siwon membaca buku di sofa, Ryeowook tengah berbincang-bincang dengan kru dan Sungmin, sedangkan Kyuhyun? Pasti sudah banyak bisa yang menebak apa yang sedang ia lakukan. Yap, Kyuhyun sibuk berkutat dengan laptopnya. Bukak untuk membuat lagu ataupun browsing. Melainkan untuk bermain game, Starcraft, game favoritnya. Terkadang, Donghae dan Eunhyuk mengganggu kekhusyukkan Kyuhyun bermain game yang membuat Kyuhyun sebal.

 

Merasa bosan dengan suasana yang ada, Ryeowook pun menatap satu persatu member SuJu.

“Ryeowook-a!” panggil Donghae dan Ryeowook pun menoleh kearah Donghae.

“Wae, hyung?” sahut Ryeowook.

“Tolong ambilkan aku minum..” perintah Donghae tanpa menatap Ryeowook dan asyik bermain dengan handphonenya.

“Kenapa menyuruhku? Hyung kan bisa ambil sendiri..” protes Ryeowook.

“Aku sedang sibuk nih” balas Donghae,”sibuk twitteran” tambahnya. Dengan pasrah Ryeowook menuruti permintaan Donghae untuk mengambilkan minum.

 

”Ryeowook!” kali ini manager memanggil Ryeowook. Ryeowook dengan segera berjalan menghampiri Manager. Mereka terlihat sedang mendiskusikan sesuatu. Leeteuk yang masih asyik bermain handphone merasa penasaran dengan apa yang mereka diskusikan.

 

”Mwo?!” pekik Ryeowook tibab-tiba membuat semua member menghentikan kegiatannya dan menatap kearah Ryeowook,” keundae..manager hyung, bukankah ini sangat mendadak?”

”Memang betul. Tapi aku percaya padamu. Kau pasti bisa! Oke?” ucap Manager meyakinkan Ryeowook. Ryeowook pun berjalan denagn lemas dan merebahkan diri di sofa.

”Ada apa? Kenapa wajahmu terlihat pucat?” tanya Leeteuk khawatir.

”Benar. Tidak seperti biasanya kau begini..kau terlihat sangat gugup” tambah Sungmin.

 

Ryeowook hanya terdiam. Tiba-tiba keringat dingin keluar dari dahinya.

 

”Ryeowook-a, gwaenchanha?” Leeteuk kembali bertanya dan tampaknya ia mulai sangat khawatir dengan dongsaengnya itu. Member yang lainya pun berkumpul mengelilingi Ryeowook karena sangat penasaran apa yang terjadi dengan Ryeowook.

 

”Gwaenchanha…Sudah, aku mau ke toilet dulu” Ryeowook pun beranjak dari duduknya dan keluar ruangan menuju toilet.

”Kenapa dia?” tanya Heechul. Semua mengangkat bahu karena tidak tahu. Leeteuk terlihat benar-benar khawatir lalu mencoba bertanya kepada manager perihal Ryeowook. Setelah mendengar penjelasan dari mananger, Leeteuk bernapas lega dan senyum mengembang dibibirnya.

 

Sekembalinya dari toilet, Ryeowook duduk termenung sambil menatap kertas lirik lagunya dan menyanyikannya.

 

”Yak! Kau ini membuat hyung cemas saja. Hyung pikir terjadi sesuatu denganmu. Ternyata..” celetuk Leeteuk membuyarkan lamunan Ryeowook.

”Benar! Seharusnya senang dong diberi kesempatan.” sambung Eunhyuk.

”Jadi, kau gugup karena itu..” kali ini Shindong yang bersuara.

“itu?” tanya Ryeowook bingung.

“weleh, malah balik tanya. Kau akan tampil solo dan bawain lagu one fine spring day kan buat nanti?” ujar Kyuhyun gemas.

 

Ryeowook mengangguk. Ia merasa kegugupannya hilang karena para member SuJu memberinya semangat dan menyakinkan Ryeowook kalau semua akan berjalan dengan lancar. Setelah menunggu cukup lama, kini tiba giliran Ryeowook untuk tampil membawakan lagu solonya dari album Bonamana. Seperti halnya saat Yesung tampil solo, sebagian member SuJu berada di pinggir panggung untuk memberi semangat pada eternal magnae mereka. Penampilan Ryeowook menyanyikan lagu solo ini membuat para penonton dan ELF terkejut.

 

Tinggal beberapa bait lagi Ryeowook selesai membawakan lagunya, tiba-tiba lampu panggung mati seketika membuat Ryeowook panik. Ia bingung harus berbuat apa. Wajahnya pucat, keringat dingin kembali muncul membasahi dahinya. Sorakan kekecewaan terlontar dari beberapa penonton. Rasanya saat ini Ryeowook ingin menghilang saja. Namun percuma, kakinya sama sekali tidak bisa bergerak. Ini pertama kalinya ia membawakan lagu solonya dihadapan ELF dan publik. Terlebih lagi ini siaran langsung yang ditonton oleh semua rakyat Korea Selatan.

 

Selang beberapa detik, dari arah samping panggung terlihat secercah cahaya kecil berjalan kearah tengah panggung. Para member pun muncul tepat saat lampu panggung dinyalakan. Ternyata cahaya kecil itu berasal dari lilin yang terpasang rapi diatas kue tart yang dibawa oleh Yesung. Mereka lantas menyanyikan lagu Happy birthday untuk Ryeowook yang ulang tahun tepat hari ini.

 

“Saengil chukhahamnida. Saengil chukhahamnida. Saranghaneun uri Ryeowook. Saengil chukhahamnida”

 

Eunhyuk dan Donghae memberi aba-aba kepada ELF untuk menyanyikan lagi happy birthday secara bersama-sama. Mereka pun secara serempak kembali menyanyikan lagu kappy birthday.

 

Ryeowook sama sekali tak bersuara dan tidak berkutik sampai Leeteuk menyadarkannya,”Kenapa bengong?”

 

Ryeowook menatap Leeteuk lalu memeluknya erat,” Hyung, jeongmal gomawoyo” ujarnya. Airmata haru mengalir membasahi pipinya,”anieyo” sahut Leeteuk tersenyum dan menyeka airmata Ryeowook. Ryeowook berbalik dan menatap semua para member SuJu,”Jeongmal kamsahamnida” seru Ryeowook dan kembali menitikkan airmata. Para ELF pun tak mau kalah. Dengan serempak dan seolah-olah diberi abab-abab, mereka mengucapkan selamat pada Ryeowook dalam waktu bersamaan,” Saengil Chukhaeyo, Ryeowook oppa!!” seru para ELF.

 

Selesai memberi surprise party untuk Ryeowook, kini tiba giliran Super Junior tampil sebagai penutup acara membawakan lagu Miinah.

 

++++++++++++++++++++

 

Selesai tampil mereka kembali ke ruang make-up. Di dalam sangat gaduh. Para kru memberi selamat untuk Ryeowook termasuk para manager mereka. Setelah mengganti pakaian mereka, mereka kembali ke dorm. Sesampainya di dorm Ryeowook merasa heran dengan apa yang dia lihatnya. Semua member SuJu berkumpul di dorm lantai 11.

 

”Kenapa hyung-deul disini? Tidak kembali ke dorm kalian?” tanya Ryeowook pada Leeteuk, Heechul, Donghae, dan Shindong penghuni dorm lantai 12.

”Kami akan kembali setelah semua selesai” ucap Heechul disertai senyum misterius yang membuat Ryeowook penasaran.

 

Para member terlihat sibuk sedangkan Ryeowook hanya duduk manis menatap mereka. Ia pun memutuskan untuk memasak karena pasti para member sudah merasa lapar,” Apa kalian lapar? Aku akan memasakkan makanan untuk kalian” kata Ryeowook lalu berjalan menuju dapur.

 

”Andwae!!” teriak Kyuhyun mencegah Ryeowook,” wae? Kau tidak lapar?” tanya Ryeowook.

”Bukan begitu..”

”Ryeowookkie, kau tidak usah memasak hari ini. Lebih baik kau istirahat sekarang di kamarmu.” pinta Yesung lalu menarik tangan Ryeowook dan menuju kamar,” AH! Atau kau mau menemani aku bermain dengan ketiga kura-kuraku?”

”Tidak mau!!” tolak Ryeowook,” Kalian ini sebenarnya kenapa sih? Semua berkumpul disini. Aku mau masak tidak boleh..”protes Ryeowook dengan tampang memelas.

 

”Kim Ryeowook, benar kata Yesung. Lebih baik kau istirahat atau mungkin kau menonton tv. Kau pasti lelah kan karena jadwal kita hari ini?”

”Sungmin hyung, aku kan ingin memaska untuk kalian. Ini kan hari ulang tahunku. Jadi aku ingin memasak yang spesial untuk kalian.”

”Tidak. Tidak. Tidak. Kau istirahat saja. Biar kami yang memasak” Sungmin mendorong Ryeowook menuju kamarnya. Ryeowook hanya bisa menurut saja.

 

2 jam berlalu…

 

Ryeowook yang merasa bosan menunggu dikamar memutuskan keluar kamar. Tampak keanehan terjadi lagi. Semua tampak gelap gulita. Suasana 2 jam lalu yang gaduh kini berubah sunyi. Kemana perginya para member?

 

Ryeowook berjalan dengansangat hati-hati agar tidak menabrak barang yang ia lewati. Kemudian, ia menyalakan semua lampu di dorm.

 

”Saengil chukhaeyo!!!”

 

Ryeowook tersentak kaget.

 

”Apa kau terkejut?” tanya Eunhyuk,” kau akan tambah terkejut setelah melihat ini…tadaaa”

 

Sebuah kue tart cokelat dengan patung Ryeowook versi anime yang terbuat dari gula menghiasi tart serta lilin denga angka 24. Di sebelahnya lagi terlihat fruite tart dengan 15 lilin kecil beraneka warna. Di dinding juga dihiasi balon sapphire blue. Balon itu ditiup kecil dan membentuk kalimat ’Saengil Chukhae’ . Di bawahnya terdapat tulisan ’ Kim Ryeowook’ yang disusun dari kertas warna-warni. Kejutan tidak hanya sampau disini.

 

”Kau suka?” tanya Leeteuk

Ryeowook mengangguk,” sangat suka!”

”ini belum selesai.. HEY!” Heechul memberi aba-aba dengan tepukan lalu muncullah Kyuhyun, Yesung, Shindong, Donghae, dan Siwon membawakan piring berisi berbagai macam makanan lalu menatanya di meja yang sudah mereka siapkan.

 

Ryeowook terkesima melihat ini semua. Tanpa sadar ia kembali menitikkan airmatanya.

”Ya! Uljima,,” ujar Heechul dan memeluk Ryeowook,” saengil chukhae” lanjutnya.

”Gomawo, hyung” sahut Ryeowook.

 

Para member pun bergantian menyelamati dan memeluk Ryeowook. Mereka pun segera menyantap makanan mereka.

 

”Wah!! Enaak!” seru Ryeowook.

”Tentu saja enak. Siapa dulu yang masak…” Kyuhyun menepuk-nepuk dadanya,” Cho Kyuhyun!” lanjutnya dengan bangga.

”Dasar Sombong! Hanya masak dadar telor aja bangga..” cemooh Donghae,” kayak aku dong! Bikin sushi gulung..enak kan, wookie?”

 

”Hwueek..uhhuk uhhuk..air! jebaal..”

”Wae ryeowook?” tanya Donghae cemas.

”ini sushi buatan Donghae hyung? Kebanyakan wasabinya..” keluh Ryeowook dan diiyakan member lain yang tengah berebut air minum.

”Bangga kau,hyung?” sindir Kyuhyun.

”Dasar ikan! Kau mau kita mati kepedasan, hah?” protes Eunhyuk.

”Memang pedas yah? Bukannya enak?”

 

Semua member tidak menggubris pertanyaan Donghae itu. Tiba-tiba Sungmin beridiri dan masuk ke kamar. Tak lama ia kembali membawa sebotol wine,” ini, oleh-oleh dari appa” Mereka semua pun bersorak gembira.

 

”Ini..ini sangat enaak! Siapa yang bikin daging panggang ini?” tanya Ryeowook.

”Daging panggang itu juga oleh-oleh dari appa yang kemarin baru kembali dari luar negeri” sahut Siwon.

 

Tiba-tiba, Ryeowook menghentikan kegiatan makannya.

 

”Kau kenapa lagi? Tidak suka ramyeon buatanku yah?” tanya Leeteuk.

”Aniyo. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih banyak..kalian menyiapkan ini untukku. Sebenarnya kalian tidak perlu repot2 seperti ini..”

”Tidak! Seharusnya kami yang berterima kasih padamu. Hampir setiap hari kau memasak untuk kami. Kami bilang lapar, dengan cepat kau bersedia membuatkan makanan untuk kita..” kata Eunhyuk

”Walau sushi itu tidak enak. Itu aku buat sebagai tanda permintaan maafku karena kemarin aku terlalu merepotkanmu dan memaksamu membuatkan makanan untukku padahal kau sedang sakit” ujar Donghae.

 

”Benar kata mereka berdua. Ini kami buat sebagai tanda maaf dan terima kasih untukmu uri eternal magnae, Kim Ryeowook.” ucap Leeteuk diikuti anggukan yang lain.

”Lain kali kami akan berusaha untuk tidak lagi merepotkanmu..” timpal Yesung.

”yah, itu berarti kita harus masak sendiri dong” keluh Shindong

”hahaha..tidak apa-apa. Aku ikhlas kok memasakkan makanan untuk kalian kalau kalian lapar”

”Benar?” tanya Shindong dengan mata berbinar-binar” Horeeee!!” soraknya.

”Dasar!”  Sungmin bersedekap dan menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah Shindong.

 

Mereka pun melanjutkan makan.  Seperti biasa, mereka selalu suit untuk menentukan siapa yang akan membereskan piring dan mencuci piringnya. Donghae yang memang tidak suka mencuci piring langsung main kabur entah kemana. Leeteuk mengeluh karena kekenyangan dan memilih menonton tv. Berbagai alasan pun juga dilontarkan oleh beberapa member agar tidak mencuci piring. Alhasil, hanya tinggal Ryeowook, Eunhyuk, Siwon, Sungmin, dan Yesung. Bukan Eunhyuk namanya kalu tidak memiliki pikiran-pikiran yang sedikit curang.

 

”Hey, ini kan hari ulang tahunnya Ryeowook. Jadi, biarkan Wookie yang membereskan ini semua” seru Eunhyuk.

”Kenapa aku? Tadi kata kalian hari ini aku tidak usah melakukan apa-apa. Lalu, kalian juga bilang agar tidak berusaha merepotkanku.” keluh Ryeowook.

”tapi kami tidak mengatakan kau tidak usah cuci piring hari ini bukan? Lagian ini juga hari ulang tahunmu. Gak apa dong. Lalu, kami juga tidak bilang mulai hari ini tidak akan merepotkanmu, bukan?” tambah Eunhyuk dan tersenyum puas.

 

Ryeowook hanya bisa pasrah menerima ini semua. Tapi dalam hati ia merasa sangat senang. Selama Ryeowook mencuci piring, tanpa merasa bersalah member lain malah asyik meminum wine pemberian ayah Sungmin. Bukan Super Junior kalau tidak usil. Selesai mencuci piring Ryeowook kembali berkumpul dengan yang lainnya. Dengan santainya mereka mengatakan Wine-nya telah habis dan mereka sengaja tidak mengisakan untuk Ryeowook. Ryeowook lantas protes besar-besaran dan hampir merengek karena belum mencoba wine itu. Dasar  berhati malaikat, Leeteuk yang tidak tega mengerjai Ryeowook menyudahi semuanya. Leeteuk lalu mengeluarkan botol wine yang masih berisi walau tidak penuh. Tanpa merasa bersalah, member yang lain tertawa sangat puas telah mengerjai Ryeowook.

 

Party kecil itu pun telah berakhir. Member SuJu penghuni dorm lantai 12 hendak kembali ke dormnya. Eunhyuk, Sungmin, dan Yesung oun sudah berada di dalam kamarnya. Siwon sendiri juga memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Dengan cepat Ryeowook mencegah mereka.

 

“Hyung-deul!!”  panggil Ryeowook.

 

Leeteuk, Heechul, Donghae, Shindong, dan Siwon menghentikan langkah mereka yang hendak keluar dari dorm.

 

“Waeyo?” tanya Siwon.

 

Ryeowook terdiam. Wajahnya sedikit memerah. Ia menarik napas dalam dan menghembuskannya.

 

“Begini…ini kan hari ulang tahunku. Boleh aku minta satu permintaan?”

”Apa itu? Cepat katakan. Aku mengantuk” kata Heechul.

”Begini…aku..aku ingin…”

”Ppalli marhaebwa!!” paksa Heechul. Leeteuk memberi isyarat pada Heechul untuk mendengarkan perkataan Ryeowook,” katakan saja. Kami akan berusaha menurutinya kalau itu sanggup kami lakukan..” ujar Leeteuk.

 

”Malam ini..bisakah kita tidur bersama-sama? Kita bersepuluh. Kita bisa tidur di ruang tengah..” kata Ryeowook seraya menundukkan kepala karena malu dan tidak sanggup menatap wajah hyung-deul nya.

 

Mendengar permintaan Ryeowook, Mereka tersenyum.

“Dasar..” ujar Heechul dan meninju pelan dada Ryeowook. Begitu pula Siwon, Donghae, dan Shindong. Mereka masuk kembali ke dalam dorm. Tinggallah Ryeowook dan Leeteuk di depan pintu. Leeteuk menatap Ryeowook lembut lalu mengelus rambut Ryeowook dan segera menyusul yang lainnya. Ryeowook masih berdiri diluar dan samar-samar terdengar teriakan Heechul memanggil Yesung, Sungmin, dan Eunhyuk.

 

“Hey, kenapa masih disitu? Ayo masuk..” panggil Leeteuk. Ryeowook tertawa senang dan berlari masuk ke dalam dan memeluk Leeteuk,” dasar manja..”

 

Mereka pun menata kasur dilantai serta pembagian tempat tidur. Setelah beres semua, mereka merebahkan diri di kasur. Mereka tidak lantas tidur. Mereka malah asyik mengobrol ningga larut malam.

 

“Hey, cebol!” panggil Heechul yang kebetulam tidur disamping Ryeowook,” Kau tahu, sebenarnya kau tampil solo hari ini yang terkesan sangat mendadak..itu sudah kami atur semuanya.”

“Maksud Hyung?” tanya Ryeowook bingung.

“kau tampil solo hari ini adalah permintaan dari kami semua. Lampu panggung yang mati itupun kami yang mengatur. Kami ingin memberikan surprise party padamu.” Cerita Eunhyuk sambil menatap langit-langit dinding.

“jadi kesimpulannya, kalian semua mengerjaiku, begitu?”

” ya begitulah! Hahahaha” seru mereka kompak.

”Menyebalkan!! Tapi..thank you..” ucap Ryeowook.

 

The end

It Has To Be You 2 (chapter 5)

Standar

 Comlicated Life~ I’m walking and I’m fall~

Genre: Tragedy, Family, Friendship, Love

Cast: Super Junior, Jeoran, Hyekyu, Eunjo, Hyobyun

PG: 15

*PLEASE DON’T BE SILENT READER!!! HELP AUTHOR WITH GIVE COMMENT*

It Has Tobe you 2 - 5 

”Kau masih tidak ingat?” tanya seorang dokter.

”Aku sudah ingat.” cletuk seorang namja.

”Lalu kenapa kau tidak ingat yeoja itu?” tanya sang dokter.

”Aku benar-benar tidak mengenalnya.” ucap si namja.

”Apakah ada yang membuatmu bingung?” tanya sang dokter lagi.

”Ya~ aku ingat aku kecelakaan saat musim dingin, tapi kenapa sudah hampir musim panas? Apakah aku koma selama itu?” cletuk si namja.

”Ternyata kau belum ingat. Coba jelaskan apa yang menyebabkan kau masuk ke rumah sakit.”

”Aku mengalami kecelakaan mobil.”

”Dari mana kau dan mau kemana kau saat itu?”

”Aku baru saja pulang dari pekerjaanku dan hendak pulang.”

”Apa pekerjaanmu?”

”Aku seorang penyanyi.”

”Apakah kau penyanyi terkenal?”

”Aku baru saja memulai debutku.”

”Siapa namamu?”

”Semua orang memanggilku Yesung.”

”Bagaimana keadaanya?” tanya dokter Park.

”Dia tidak mengingat peristiwa 1,5th yang lalu. Dia mengira dia masuk rumah sakit karena kecelakaan 1,5th yang lalu.” ucap seorang dokter yang baru keluar dari suatu ruangan.

”Apakah ada kemungkinan ia mengingat kembali beberapa ingatannya yang hilang?”

”Mungkin, jika lingkungannya mendukung ia cepat mengingatnya.”

”Lalu apa langkahmu selanjutnya?”

”Aku akan menyerahkan kepada orang tuanya. Aku akan bicara langsung pada orang tuanya. Mereka mungkin bisa membantu mengembalikan ingatan Yesung.”

Malamnya

”Hyekyu mana?” tanya Kyuhyun.

”Dia sudah kembali.” jawab appa Hyekyu.

”Kapan?” tanya Kyuhyun lagi.

”Tadi siang setelah pemakaman eommanya.” jawab appa Hyekyu lesu.

”Siapa yang mengatarkannya?”

”Dia pergi sendiri.”

”Bukankah itu sangat berbahaya?”

”Dia tidak ingin di antarkan siapapun. Dia tidak percaya siapapun. Bahkan aku.” ucap appa Hyekyu lalu menangis.

”Maafkan aku ini semua salahku.” ucap Kyuhyun lesuh.

”Bukan. Ini bukan salahmu. Ini salahku karena aku egois.” isak appa Hyekyu.

Berkali-kali Kyuhyun memukul setir mobilnya hingga tangannya terluka. Ia berteriak lalu menangis.

”Namja macam apa aku yang selalu membuat yeoja tersakiti. Aku memang egois. Aku tidak ingin menjadi seperti ini.” isak Kyuhyun.

Dua hari kemudian

 

”Akhirnya aku keluar juga dari rumah sakit ini.” cletuk Yesung menatap langit.

”Tapi ada yang aneh~” lanjutnya.

”Tentu saja aneh~ kau sudah setengah tahun menghilang entah kemana. Lalu kau tidak ingat kejadian 1.5 tahun ini.” cletuk seorang ahjumma.

”Apakah aku harus menemukan yeoja itu agar aku mengetahui apa yang terjadi dan mengingat semuanya?” ucap Yesung.

”Ya kau harus menemuinya. Dia yang menyelamtkanmu. Setelah kau mengingat semuanya kau harus menemui malaikatmu.” cletuk sang ahjumma.

”Ah eomeoni~ kau ingin aku mati?” sahut Yesung.

Yesung eomeoni tertawa.

”Saat kau ingat kau pasti tertawa mengingat apa yang kau katakan barusan. Malaikatmu berada di suatu tempat. Kau harus menemukannya dan menyelamatkannya.”

”Menemukannya? Menyelamatkannya?”

”Sayapnya patah~ kau harus menyelamatkannya.”

”Sayapnya???” sahut Yesung semakin tidak mengerti.

Eomeoninya melangkah ke tempat parkir. Sementara Yesung tetap diam di tempat. Ia melangkah ke arah lain. Ia melangkahkan kakinya ke taman.

Jeoran menggulung rambutnya kemudian menggunakan topi. Ia mengambil sunglass putih dari tasnya. Kemudian ia melangkah ke luar kamar. Di depan sudah ada Hyukjae yang menunggunya.

”Di depan tidak ada wartawankan?” cletuk Jeoran.

”Tidak nona. Kami sudah membuat wartawan itu mengira nona ada di panti asuhan.” ucap Hyukjae.

”Jangan memanggilku nona, aku tidak suka. Panggil aku dengan namaku.” sahut Jeoran.

”Tapi bisa-bisa…”

”Call me Jeoy. Can you speak english?” potong Jeoran.

”Yes, I can.” jawab Hyukjae.

”OK. I will speak in english. I will disguise to be foreigner.” ucap Jeoran lalu berjalan ke luar.

Hyukjae mengikutinya.

Jeoran tidak berjalan ke tempat parkir ia berjalan ke taman. Ia menghirup udara di taman dengan senyum mengembang.

”Finally, I get out from this hospital.” cletuknya.

Ia mendongak menatap langit kemudian menatap ke sebuah arah. Di sana ada seorang namja yang membelakanginya. Lalu namja itu berbalik. Jeoran terdiam seakan-akan ia berada di tengah-tengah badai salju dan membeku.

Namja itu berjalan ke arah kanan. Jeoran hanya bisa memandang namja itu dari jauh.

”Jeoy~ are you okay?” tanya Hyukjae.

Jeoran menelan ludah. Ia melangkahkan kakinya yang berat. Ia menitikkan air mata.

‘Kenapa terasa berat?’ batinnya.

”Jeoy~ what’s happen?” tanya Hyukjae sekali lagi.

Jeoran mengepalkan tangannya kemudian berusaha untuk berlari. Ia mengejar namja itu. Hyukjae mengikutinya.

Namja itu membuka pintu mobil.

Jeorang berteriak,

”Yesung~”

Namja itu masuk ke dalam dan menutup pintu mobil.

”Yesung~” triak Jeoran hingga ia terjatuh.

Mobil yang di tupangi namja itu melaju.

”Yesung~” triak Jeoran sekali lagi lalu menangis.

”Yesung?” cletuk Hyukjae.

Jeoran menangis terseduh seduh. Hyukjae mencoba membantunya berdiri.

”Ada apa dengannya?” tanya nyonya Kang melihat Hyukjae memampa Jeoran.

”Where’s my room? I need rest.” ucap Jeoran.

Seorang pembantu menuntunya ke kamarnya.

”Apakah dia sudah sembuh?” tanya nyonya Kang khawatir.

”Kondisinya sudah membaik dan ia dapat di rawat di rumah. Ia belum sembuh betul. Saat aku menjemputnya ia baik-baik saja. Tapi saat di taman ia berubah.” terang Hyukjae.

”Berubah?” sahut nyonya Kang.

”Sepertinya ia melihat Yesung.” ujar Hyukjae.

”Ye… Yesung? Bukannya dia~” ucap nyonya Kang.

”Jasadnya belum di temukan hingga kini. Mungkin saja jasadnya belum ditemukan karena ia masih hidup.” ujar Hyukjae.

”Coba kau selediki.” pinta nyonya Kang.

Hyukjae mengangguk.

”Ehm nyonya~”

”Ya~”

”Jeo~ ehm nona Jeoran ingin di panggil Jeoy. Ia ingin menyamar menjadi orang asing.” cletuk Hyukjae.

”Penyamaran ya~ Aku mengerti. Maka dari itu ia berbicara bahasa Inggris. Oh ya kau sudah mengurus semuanya? Soal keluarga ini?” ucap nyonya Kang.

”Sudah nyonya.” ucap Hyukjae.

”Baiklah. Kapan konfresinya?” tanya nyonya Kang.

”Minggu depan.” ucap Hyukjae.

Nyonya Kang mengangguk.

”Oh ya. Bisakah kau membawa Jeoy besok?”

”Kemana nyonya? Nona Jeoy baru saja tiba.”

”Aku tidak ingin dia mengingat kejadian akhir-akhir ini. Kejadian yang membuatnya sepeti itu. Bawalah dia ke kampung halaman eommanya. Anggap saja liburan.”

Seorang yeoja berpikir sembari menggigit jari telunjuknya.

”Dia masih hidup.” cletuknya tiba-tiba.

”Apa yang kau pikirkan.” sahut sebua suara.

Yeoja itu mendongak.

”Siwonssi~ kau mengagetkanku saja.” ucapnya.

Siwon tersenyum lalu duduk di sampingnya. Ia menyesap kopi yang ia bawa.

”Kau tampak aneh akhir-akhir ini.” ucap Siwon.

”Aku memikirkan Yesung.” ucap yeoja itu.

”Waeyo?” sahut Siwon.

”Ada yang bilang ia masih hidup.” ucap yeoja itu.

”Lalu?” sahut Siwon.

Yeoja itu terdiam.

”Hya Shin Hyobyun kau dengar aku tidak?” ujar Siwon.

Yeoja bernama Hyobyun itu  mendesah.

”Ya ya aku mendengar. Aku senang jika Yesung masih hidup. Tapi ada yang aneh…” ucap Hyobyun.

”Sudah cukup kau selalu saja memikirkannya. Padahal ia tidak pernah memikirkanmu. Berita itu hanya gosip. Dia sudah tiada Hyobyun!” sentak Siwon lalu meninggalkan Hyobyun.

”Kenapa dia marah begitu? Suka suka aku dong mau mikirin siapa.” cibir Hyobyun.

Keesokan Harinya…

”Setelah pulang dari sana aku harap kondisimu pulih dan kita bisa meluruskan segala kebenaran yang ada.” ucap nyonya Kang dalam bahasa Inggris.

Joey hanya mengangguk. Lalu masuk ke dalam mobil. Kemudian Hyukjae masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil.

Mereka terdiam dalam perjalanan hingga Hyukjae mulai bicara.

”Call me Eunhyuk right now.” ucap Hyukjae.

”Eunhyuk?” sahut Jeoy.

”Ya~ itu nama samaran. Untuk menutupi identitas kita. Di sana mereka mengenaliku sebagai Eunhyuk, laki-laki yang berdarah Korea-Inggris.” ucap Eunhyuk alias Hyukjae dalam bahasa Inggris.

”Itu palsu?”

”Ya~ agar mereka mengira aku turis. Dengan begitu mereka tidak banyak tanya karena mereka tidak dapat berbahas Inggris.”

”Lalu bagaimana jika kita ada masalah? Siapa yang akan membantu?”

”Di sana ada temanku. Dia siap membantu. Hanya dia yang tahu siapa aku.”

”Kau sering ke sana?”

”Tidak juga. Aku baru tiga kali ke sana.”

”Apa tempatnya indah?”

”Sangat indah. Itu desa yang indah. Desa keliharan eommamu.”

”Apa ada nenekku di sana?”

”Tidak ada keluargamu di sana. Mereka semua sudah meninggal. Keluarga yang kamu punya hanya nyonya Kang.”

Jeoy terdiam. Ia memandang ke luar. Memandang laut yang berwarna biru.

Seorang ahjussi memandangi yeoja yang kini sedang menyapu halaman rumah.

”Hyekyu-ah~ istirahatlah~ sampai kapan kau akan menyibukkan dirimu~ carilah udara segar.” ucap ahjussi.

Hykeyu tidak menggubris. Ia tetap dalam pekerjaannya.

”Kau sama keras keplahnya dengan appamu.” ucap ahjussi membuat Hyekyu berhenti bekerja.

”Ya~ aku butuh udara segar.” ucap Hyekyu lalu keluar rumah.

Ia berjalan dengan tertunduk hingga ia menabrak seseorang dan terjatuh.

”Maafkan aku.” ucap seorang namja.

Namja itu membantu Hyekyu berdiri. Hyekyu tidak memandang namja itu. Ia melihat sikutnya yang berdarah.

”Astaga kau terluka.” ucap namja itu.

Hyekyu terdiam sejenak kemudian memandang namja yang ada di hadapannya itu. Ia menelan ludah kemudian membalikan tubuh dan melangkah pergi. Tapi namja itu meraih tangannya.

”Lepaskan!” sentak Hyekyu.

”Tidak akan aku lepaskan.” ucap namja itu.

”Lepaskan!!! Aku bilang lepaskan!!!” triak Hyekyu berusaha melepaskan diri dari cengkraman namja yang bersamanya.

”Tidak. Aku tidak akan melepaskanmu.” ucap namja itu lalu menarik Hyekyu.

Namja itu membawa Hyekyu ke suatu kedai.

”Ramen dingin dua.” ucap namja itu kepada penjual ramen.

Penjual ramen mengangguk lalu ia menatap Hyekyu.

”Hyekyussi~ dia namja chingumu ya?” ucap si penjual ramen.

”Bukan!!! Aku tidak mengenalnya! Dia orang asing!!!” sahut Hyekyu.

”Aku calon suaminya Hyekyu.” sahut namja yang mencengkram tangan Hyekyu.

Hyekyu merasa kesal.

”Lepaskan aku!!!” sentak Hyekyu.

”Hei lepaskan Hyekyu!” sentak penjual ramen yang merasa kasian dengan Hyekyu.

Namja itu hanya diam.

”CHO KYUHYUN LEPASKAN AKU!!!” sentak Hyekyu keras.

Namja itu langsung melepaskan Hyekyu.

”Kau mengenalnya Hyekyu? Katamu kau tidak mengenalnya.” ujar si penjual ramen.

Hyekyu tidak menghiraukannya. Ia sedang menggerutu sendiri.

”Dia pura-pura tidak mengenalku. Biasa~ karena pertengkaran.” ucap Kyuhyun lalu tersenyum kepada penjual ramen.

Penjual ramen tersenyum.

”Namaku Ryeowook, aku temannya Hyekyu.” ucap si penjual ramen sembari menyiapkan bahan untuk membuat ramen.

”Senang berkenalan denganmu.” ucap Kyuhyun.

”Kau benar namja chingunya Hyekyu?” tanya Ryeowook.

”Bukan!” sahut Hyekyu.

”Ya tentu saja bukan, aku kan calon suamimi.” sahut Kyuhyun.

”Benarkah?” sahut Ryeowook.

”Tidak! Aku tidak akan menikah denganmu.” ucap Hyekyu melototi Kyuhyun.

”Jika kau tidak menikah denganku, kau akan jadi perawan tua. Karena tidak ada namja yang mau denganmu.” ucap Kyuhyun.

Ryeowook tertawa.

”Kenapa kau tertawa?” tanya Hyekyu ketus.

”Dia benar. Tidak ada namja yang mau denganmu karena kau kekanak-kanakkan. Selalu pilih-pilih namja yang ingin dijadikan namja chingu.” sahut Ryeowook.

Hyekyu menggerutu.

‘Aku harus mencari yeoja itu. Dimana aku bisa menemukannya?’ Tanya Yesung dalam hati.

Ia mengemudikan kendaraannya. Setelah beberapa menit, ia sudah tiba di Rumah Sakit. Ia masuk ke dalam rumah sakit dan menujuh ke resepsionis.

”Ada yang bisa saya bantu?” tanya si resepsionis.

”Aku pernah di rawat di sini sebelumnya. Aku ingin mengetahui siapa yang membawaku kemari.” ucap Yesung.

”Anda Kamar berapa?” tanya si resepsionis.

”Kamar 204.” jawab Yesung.

Resepsionis mengetik sesuatu di komputer lalu berkata,

”Nona Song Hyekyu. Anda tuan Siwon?”

Yesung terdiam.

‘Siwon? Apakah yeoja itu memanggilku dengan sebutan Siwon? Mengapa dia memanggilku Siwon?’ batin Yesung.

”Apakah saya bisa minta alamatnya? Saya ingin berterimah kasih kepadanya.” ucap Yesung.

”Ya sebentar.” ucap si resepsionis.

3 menit kemudian si resepsionis memberikan kertas berisikan alamat rumah.

”Gamsahamnida.” ucap Yesung

Yesung turun dari mobil. Ia memandangi rumah yang berpagar hitam. Ia menekan bel rumah itu.

”Siapa?” tanya sesorang melalui alat komunikasi yang ada di dekat pagar.

”Saya Yesung. Saya mau bertemu dengan Song Hyekyu.” jawab Yesung.

”Hyekyu? Ehm… Baiklah silakan masuk.”

Seorang membukakan pintu pagar, orang itu terkejut melihat Yesung.

”Siwon~” ucap orang itu.

”Bukan saya Yesung.” ucap Yesung.

”Jadi kau sudah ingat semua?” tanya orang yang tidak lain adalah appa Hyekyu.

”Belum semua.” ucap Yesung.

”Apakah Hyekyu ada?” tanya Yesung kemudian.

”Masuklah. Akan ku jelaskan di ruang tamu.”

”Dimana Hyobyun?” tanya sesorang namja.

”Tidak tahu. Dari tadi aku tidak melihatnya.” sahut seorang yeoja yang sibuk menata kostum.

”Aish~ hari ini ada syuting!!! Tapi dia tidak masuk, nomernya tidak bisa di hubungi juga. Aish~ bagaimana ini!!!” ujar namja itu.

”Ada apa?” tanya Siwon.

”Hyobyun tidak masuk. Padahal dia pemeran utamanya. Aish~ dia ingin membatalkan kontrak apa?” ujar namja itu kesal.

Siwon terdiam dia tidak ingin memikirkan yeoja itu.

”Baiklah kita batal syuting hari ini!!!” ujar namja yang dari tadi meributkan Hyobyun.

”Kenapa di batalkan? Biar aku yang menggantikan. Akukan lebih cantik dari Hyobyun.” sahut sebuah suara.

Semua mata memandang ke asal muasal suara.

”Hya Heechul, kau itu namja!!!” sentak Siwon.

”Siapa yang peduli? Yang penting akukan lebih cantik darinya.” cletuk Heechul mengedip-ngedipkan mata.

Semua orang tertawa.

”Siapapun tolonglah aku!!!” jerit Eunjo di dalam toilet.

”Aish~ siapa yang artis siapa yang di kejar.” ucapnya kemudian.

”Nasib punya chingu seorang artis.” lanjutnya.

Ia memandang ke jendela. Lalu terlintas di benaknya.

‘Apa aku keluar dari sana ya?’

Eunjo mencoba keluar dari jendela. Ia berhasil lolos. Tapi aksinya itu membuar orang terluka.

“Astaga apa yang kau lakukan!!!” omel orang itu.

“Joengmal mianhae~ aku tidak tahu.” ucap Eunjo.

“Kenapa kau keluar dari situ?” tanya orang itu.

“Itu satu-satunya jalan.” Ucap Eunjo.

“Kau bukan wartawankan?” tanya Eunjo tiba-tiba.

“Bukan~ kenapa kau bertanya begitu?”

“Syukurlah jika bukan. Bisakah kau membantuku?”

Orang itu diam dan berpikir.

“Sebenarnya kau siapa sich?” tanya orantg itu kemudian.

“Aku…”

“ITU DIA!!!” triak sesorang.

Eunjo lari bersama orang yang ia ajak bicara tadi.

“Sebenarnya siapa kau? Kenapa kau dikejar-kejar?”

“Aku Eunjo~ aku teman Joeran.”

“Joeran? Penyanyi baru itu?”

“Ya.”

Mereka masuk ke dalam lokasi syuting dan tersengal-sengal.

“Yeoja yang di sukai Kyuhyun itu?” tanya orang yang bersama Eunjo.

“Ya~” jawab Eunjo.

Lalu ia tersadar.

“Tunggu dulu. Darimana kau tahu itu?” ujar Eunjo.

Orang itu tersenyum.

“Aku Kim Heechul. Aku kenal dengannya. Oh ya tadi kau mau minta bantuan apa?”

“Heechul~ kau kenal dengan Choi Siwon tidak?” tanya Eunjo.

Heechul mengangguk.

“Syukurlah~ aku minta bantuanmu untuk menemuinya. Mereka pasti mengijinkanmu.” Ucap Eunjo.

“Ada perlu apa kau ingin bertemu denganku?” sahut Siwon yang tiba-tiba muncul.

“Aish~ kau lebih tampan dari pada di tv.” Celetuk Eunjo.

“Ehm, gamsahamnida.” Sahut Siwon.

“Ternyata kau fansnya Siwon.” Cletuk Heechul.

“Aku sudah lama ingin bertemu denganmu. Ta ta tapi bukan itu tujuanku. Tujuanku kemari untuk minta bantuanmu.” Ujar Eunjo

“Ya ada apa?” tanya Siwon.

“Kau kenal dengan Yesung bukan?” tanya Eunjo.

Siwon mengangguk.

“Apakah kau dekat dengannya?” tanya Eunjo lagi.

“Tidak juga. Aku pernah bekerjasama dengannya. Tapi kami tidak dekat. Kami dekat hanya sebatas pekerjaan.” Jawab Siwon.

“Kapan terakhir kali kau bertemu dengannya?” tanya Eunjo mengintrogasi.

“Aku tidak ingat.” Jawab Siwon.

“Kenapa kau bertanya hal itu?” sahut Heechul ingin tahu.

“Aku ingin mencarinya.” Sahut Eunjo.

“Mwo mencarinya? Bukannya dia sudah tiada?” sahut Heechul.

“Tidak~ jasadnya belum di temukan.” Ujar Eunjo.

“Bu bu bukannya…” ujar Heechul terbata-bata.

“Siwon kau tahu hal ini bukan?” potong Eunjo.

Siwon mengangguk.

“Kemungkinan kecil dia masih hidup. Jika dia hidup dia pasti menampakkan diri.” Ujar Siwon.

“Jeoran melihatnya di Rumah Sakit kemarin saat ia pulang. Aku kira dia berhalusinasi. Tapi dokter Park menceritakan bahwa itu benar Yesung. Dia masih hidup tapi aku tidak bisa melacaknya. Aku tidak pernah tahu tempat tinggalnya. Bisakah kau membantuku?” ucap Eunjo.

“Jadi itu benar ya? Jangan-janga Hyobyun tidak masuk karena itu.” Cletuk Siwon.

“Hyobyun? Dia~ dia menyukai Yesung?” sahut Eunjo.

“Iya. Saat pertama yesung debut, ia jatuh cinta dengan Yesung. Ia berusaha menunjukkan kepada Yesung tapi Yesung tidak merespon. Hingga suatu hari Yesung mengalami kecelakaan dan tidak ingin bertemu dengan siapapun. Hyobyun melupakan namja itu. Karena ia melihat Yesung tidak seperti dulu lagi. Lalu kemarin ia kembali mengingat namja itu.” Terang Siwon.

“Jangan-jangan dia sudah mendengar berita kembalinya Yesung. Apa dia dekat dengan keluarga Yesung?” ujar Eunjo.

“Appanya kenal dengan appanya Yesung.” Sahut Siwon.

“Apa dia tidak tahu bahwa Yesung menyukai Jeoran?” tanya Eunjo.

“Tidak. Dia tidak percaya. Lagi pula tidak banyak yang tahu cerita di balik lagu-lagu yang dinyanyikan Jeoran. Hanya Jeoran yang tahu seluk beluk lagu itu.” Ucap Siwon.

“Wow~ hidup ini sungguh rumit dan penuh kejutan.” Sahut Heechul.

“Lalu apa yang akan kita lakukan?” lanjut Heechul.

Siwon menatap Heechul.

“Ayo ke rumah Yesung.” Ucap Siwon.

“Kau yakin ini rumuhnya?” tanya Eunjo.

“Rumah ini sepertinya kosong.” Sahut Heechul.

“Astaga aku lupa~ aku dengar mereka pindah setelah kematian Yesung.” Sahut Siwon.

“Ya terus gimana?” sahut Eunjo lesu.

“Hyobyun.” Sahut Siwon.

Heechul dan Eunjo memandang Siwon.

“Dia tidak ada di rumah?” tanya seorang yeoja kepada seorang ahjumma.

“Ne~ dia pergi mencari seorang yeoja.” Ucap ahjumma itu.

“Yeoja? Nugu?” tanya yeoja itu.

To be continue…

Bagaiman chapter ini?

Ayo berikan pendapat kalian tentang chapter ini ya~ ^^

Gomawo~

Lebaran Khas Super Junior

Standar

Cast: Leeteuk, Heechul, Hangeng, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Siwon, Donghae, Ryeowook, Kibum, Kyuhyun, Henry, Zhoumi

Genre: Comedy, Friendship

PG: 13/15

Suatu hari di suatu tempat entah dimana, tinggalah 10 orang manusia. Mereka tinggal di suatu rumah yang di disain seperti kos-kosan. Orang tertua bernama Park Jungsu dan kerap dipanggi Leeteuk. Leteuklah yang bertanggung jawab menangani masalah di rumah itu. Ia seperti appa di rumah itu.

Leeteuk membuka pintu kamar yang tidak dikunci.

“Heechul bangun!!!” triak Leeteuk.

Tapi Heechul tidak berkutik. Dia tetap diam di atas tempat tidurnya.

Leeteuk mendekati Heechul.

“Heechul ayo bangun!!!”

Leeteuk mencoba membangunkan Heechul tapi tidak berhasil.

“HEECHUL JIKA KAU TIDAK BANGUN. AKU AKAN MENJUAL KUCING-KUCINGMU KE TOKO HEWAN!!!!” triak Leeteuk kesal.

“Leeteuk hari ini kan tidak puasa. Kenapa kau membangunkanku? Aku masih mengantuk.” Ujar Heechul yang belum membuka ke dua matanya.

“Hari ini kita ada sholat Idul Fitri, bagaimana sich kau ini.” Sahut Leeteuk.

“OK aku akan bangun. Beri aku waktu 5 menit lagi untuk pemanasan mata.” Ucap Heechul.

Leeteuk mendesah.

“Terserah kaulah. Aku akan datang lagi dan kau harus sudah siap.” Ucap Leeteuk lalu meninggalkan Heechul.

Ia berjalan lagi kemudian membuka sebuah pintu yang terdapat ibnisial nama pemilik kamar.

“Yesung~ Ryeowook~ Kyuhyun~ ayo bangun!!!” ucap Leeteuk lembut.

Tak beberapa lama kemudian Ryeowook bangun. Ia megucuk-ngucek matanya.

“Hari ini sholat Idul Fitri ya hyung?” tanya Ryeowook kepada Leeteuk yang berdiri di pintu.

“Ye~ berbenahlah. Dan bangunkan mereka berdua.” Ucap Leeteuk.

“Ye hyung.” Sahut Ryeowook.

Leeteuk berjalan lagi ke kamar lain. Ia membuka kamar itu dan ia sangat terkejut.

“Siwon~ apa yang sedang kau lakukan?” tanya Leeteuk terkejut.

“Aku sedang Sholawatan, apakah kau tidak mendengar hyung?” sahut Siwon.

“Ya tapi tidak sebegitunya kali. Kenapa berdandan ala Ustadz? Pake’ Sorban?” tanya Leeteuk.

“Ada yang bilang aku cocok berdandan seperti ini. Aku lebih terlihat tampan.” Jawab Siwon.

Leeteuk tertawa.

“Ya kau cocok menjadi Ustadz.” Ucap Leeteuk lalu tersenyum.

“Mana Shindong?” tanya Leeteuk kemudian.

“Tadi dia bilang ke dapur.” Jawab Siwon.

“Dia sudah berbenah?”

“Ehm… belum hyung.”

“Aish~ kau gimana sich. Suruh dia mandi dulu baru ke dapur melahap makanan.” Omel Leeteuk.

“Mianhae hyung~”

“Ya sudah, kau check Heechul dia sudah bangun apa belum. Lalu kau urusi Shindong.” Perintah Leeteuk.

“OK hyung.” Sahut Siwon.

Leeteuk kembali lagi meneruskan perjalanannya. Ia membuka pintu kamar di sebelah pintu kamar Siwon dan Shindong, tapi tidak bisa. Pintu itu di kunci. Untung Leeteuk punya kunci serepnya.

Leeteuk membuka pintu dan

“Apa-apaan ini???!!!!” seru Leeteuk.

“Ada apa hyung?” tanya Kyuhyun mendekati Leeteuk.

“Lihatlah!!! Eunhyuk dan Sungmin memeluk Donghae layaknya guling.” Sahut Leeteuk menunjuk ke dalam kamar.

Kyuhyun tertawa.

“Kasian Donghae hyung~” ucap Kyuhyun lalu tertawa.

“Ckckck mereka seperti pasangan suami istri.” Ucap Leeteuk lalu tertawa.

“Oh ya Kyu kau sudah mandi?” tanya Leeteuk.

“Belum hyung. Kamar mandinya penuh. Di kamarku Ryeowook mandi, di kamarmu ada Yesung mandi.” Jawab Kyuhyun.

“Di kamar mandi Heechul? Siwon?”

“Di kamar mandi Siwon hyung ada Shindong hyung lagi boker. Baru masuk setelah aku lewat. Di kamar mandi Heechul hyung… ah pemiliknya saja belum mandi.”

“Shindong boker? Heechul belum mandi?” sahut Leeteuk.

“Ia, sepertinya ia salah makan. Heechul hyung masih tidur. Sepertinya Siwon hyung mencoba membangunkannya.” Sahut Kyuhyun.

“Ya sudah pergilah ke kamarmu.” Ucap Leeteuk.

Kyuhyun pergi ke kamarnya.

Leeteuk masuk ke dalam kamar. Ia memisahkan Eunhyuk, Sungmin & Donghae yang nempel kayak perangko. Pertama-tama ia mengakat Sungmin.

“Aegyo Sungmin sadarlah!!!”

Lalu Leeteuk meletakkannya di tumpukkan boneka berwarna pink.

BRUK!!!

“Ehm… aduh…” keluh Sungmin.

“Bangun dan mandi!!!” sentak Leeteuk.

Sungmin bangkitdengan mata yang masih 5 watt. Ia meraih handuknya dan berjalan ke pintu kamar mandi.

DUK!!!

“Aduh…” keluh Sungmin lagi.

“SUNGMIN!!! SADAR!!! BUKA PINTUNYA DULU BARU MASUK!!!” triak Leeteuk kesal.

‘Ya Allah beri aku kesabaran.’ Batin Leeteuk

Kini ia menatap dua sejoli yang tidur nyenyak di kasur.

“Hyuk!!! Hae!!! Bangun!!!” triak Leeteuk.

Donghae sudah membuka ke dua matanya.

“Sudah pagi ya hyung?” tanyanya.

“Ye~ cepat bangun. Cari kamar mandi yang kosong!” seru Leeteuk.

Donghae mencoba bangkit tapi tidak bisa. Eunhyuk memeluk erat Donghae layaknya guling.

“Hyung bantu aku~ aku tidak bisa~ Eunhyuk…”

Leeteuk langsung menarik Donghae tapi tidak bisa. Lalu ia mengelitiki Eunhyuk. Tapi tidak berhasil yang ada Eunhyuk menendangnya.

“Bagaimana ini hyung?” tanya Donghae.

“Serakan padaku saja.” Sahut Leeteuk.

Ia menarik kolor Eunhyuk. Dan memukul-mukul pantat Eunhyuk.

“EUNHYUK BANGUN!!!!! LEE HYUKJAE BANGUN!!!!!” Triak Leeteuk masih memukul-mukul pantat Eunhyuk.

“Ampun eomma~ aku tidak akan nakal lagi~ tolong jangan pukul pantatku lagi.” Gerutu Eunhyuk.

Donghae tertawa, Leeteuk hanya bisa geleng-geleng kepalah.

Eunhyuk melepaskan pelukannya tapi ia tetap menggerutu dalam tidurnya.

“Kau mandi sana. Ku urus anak monyet yang satu ini.” Ujar Leeteuk.

Donghae trun dari tempat tidur. Ia beranjak mengambil peralatan mandinya dan keluar kamar. Ia ke kamar Siwon dan Shindong.

“Siapa yang ada di kamar mandi?” tanya Donghae.

“Aku~ Shindong.” Sahut Shindong.

“Masih lama?”

“Ye~ ini saja masih boker.”

Donghae berjalan lagi. Kali ini ia ke kamar KRY.

“Siapa di kamar mandi?” tanya Donghae kepada Ryeowook yang sedang bercermin.

“Kyuhyun. Ia baru saja masuk.” Jawab Ryeowook.

“Oh~ baiklah aku cari kamar mandi yang lain.” Ucap Donghae.

Ia berjalan ke kamar Heechul. Ia melihat Siwon berdiri di samping tempat tidur Heechul.

“Aish~ iya iya aku bangun!!! Aku akan mandi!!! Kau puas?” sentak Heechul bangun dari tempat tidurnya.

Siwon hendak membuka mulut dan berkata.

“STOP!!! Aku tidak mau mendengar ceramahmu lagi. Aku bosan mendengarmu berceramah USTADZ SIWON~” sentak Heechul.

Ia berdiri berjalan meraih handuknya dan masuk ke kamar mandi.

“Hya~ kamar mandinya di pakai~” ucap Donghae.

Siwon menoleh.

“Kau gunakan saja kamar mandi Leeteuk.” Ucap Siwon.

Donghae mengangguk. Ia berjalan ke kamar Leeteuk. Ia mendengar seorang bernyanyi.

“Yesung hyung~ kau belum selesai?” tanya Donghae.

“Oh~ Donghae~ iya maaf setelah ini aku selesai. Setelah aku selesai bernyanyi yach.” Sahut Yesung di dalam kamar mandi Leeteuk.

“Cepat hyung!!!” seru Donghae.

“Ini tinggal reff terakhir!!!” seru Yesung.

Donghae mendesah ia menunggu Yesung di depan pintu sembari mendengarkan Yesung selesai bernyanyi lagu It Has To Be You.

 

 

“Semua sudah mandi?” tanya Leeteuk kepada 9 orang yang ada di hadapannya.

9 orang itu mengangguk.

“Baiklah ayo berangkat!!!” seru Leeteuk.

“Kita tidak sarapan?” tanya Eunhyuk.

“Sepulang dari sholat Idul Fitri kita sarapan.” Sahut Siwon.

“Tapi aku lapar~” ujar Eunhyuk.

“Ini makan saja kue buatanku.” Ucap Ryeowook menyodorkan sekantong kue nanas.

 

 

Mereka bersepuluh berjalan menujuh masjid di daerah tempat tinggal mereka. Di sepanjang jalan para wanita memandang kagum kepada mereka. Ada yang jatuh pingsan, ada yang berhenti bernafas, ada yang menggil bahkan ada pula berteriak kencang hingga burung-burung yang terbang berjatuhan.

Leeteuk hanya tersenyum bagaikan malaikat.

Heechul tebar pesona memperlihatkan rupa yang begitu tampan hingga para perempuanpun kalah cantik dengannya.

Yesung bersenandung menyanyikan lagu It Has To Be You.

Ryeowook memikirkan apa yang akan ia masak nanti.

Kyuhyun asik bermain PSP.

Siwon berzikir dan tersenyum kepada orang-orang yang ia temui di jalan.

Shindong memegang perutnya dan menggerutu.

Sungmin bernyanyi riah lagu anak-anak sambil memperlihatkan kelucuannya.

Donghae mendengarkan musik dari Ipodnya dan bergaya layaknya DJ.

Eunhyuk melakukan gerkan dance dan mengerap.

Setelah sampai di masjid mereka serempak memperhentikan aktivitas mereka. Dan melaksanakan kewajiban.

 

 

Sepulangnya dari masjid.

“Kenapa kalian mentertawakanku?” sentak Heechul.

“Kau kira sholat Idul Fitri itu seperti sholat Shubuh eh?” sahut Leeteuk.

“Hyung kau tidak tahu bagaimana cara sholat Idul Fitri?” tanya Siwon.

“Ani~ ini pertama kalinya aku sholat Idul Fitri.” Sahut Heechul.

“MWORAGO???” sahut semua orang.

“Waeyo? Kenapa tidak pernah sholat Idul Fitri?” tanya Yesung.

“Aku dapet.” Sahut Heechul.

“Dapet apa?” tanya Ryeowook.

“Dapet M.” sahut Heechul lagi.

“MWORAGO???” sahut semua orang sekali lagi.

Heechul mendesah.

“Dapet M.A.L.A.S.!!!” cletuknya.

Leeteuk langsung memukul punggungnya.

“Jangan membuat kami mengira kau benar-benar seorang perempuan!!!” sentaknya.

“Kenapa kau marah?” cletuk Heechul.

“Oh Mianhe~” sahut Leeteuk.

“Hyung~ ayo kita melaksanakan sesi maaf memaafkan.” Cletuk Siwon.

“Boleh juga. Yang muda yang minta maaf dulu kepada yang tua. Urut ya~” sahut Leeteuk.

“OK semuanya berbaris~!” seru Heechul.

Mereka semua berbaris kecuali Leeteuk. Leeteuk beridiri menghadap Heechul. Heechul menjabat tangan Leeteuk dan berkata,

“Leeteuk~ maafkan aku selama ini. Aku sering kali tidak mendengarkanmu, aku sering kali Online dan tidak mengerjakan tugasku. Aku juga sering menggunakan akunmu untuk Online. Dan akulah yang selama ini mengirimu SMS dengan nama Heesica.” Ucap Heechul menyalimi tangan Leeteuk.

“Mwo? Aku tidak menyangka kau melakukan itu semua. Yasudahlah yang penting akhirnya kau mengakui dan aku mengetahui. Aku memaafkanmu. Dan maafkan aku juga Heechul aku sering kali mendandani kucingmu.” Ucap Leeteuk.

Semua orang tersenyum.

Heechul bergeser ia berdiri di samping Leeteuk.

“ Jeongmal mianhae atas kesalahanku selama ini, hyung.” ucap Yesung sembari menjabat tangan Leeteuk.

Leeteuk mengangguk.

”Aku pernah tidak menghiraukan perkataanmu tentang berkelahi. Ya beberapa kali aku berkelahi tanpa sepengetahuanmu. Aku sudah berjanji padamu tapi aku mengikarinya. Maafkan aku hyung.” Lanjut Yesung.

”Tidak apa-apa. Itu juga salahku. Kau berkelahi karena aku merenggut orang yang kau cintai dan aku mencampakkannya.” sahut Leeteuk.

”Hyung mencampakkannya?” cletuk Yesung memandang Leeteuk.

”Ne. Karena dia mencampakkanmu.” ucap Leeteuk lalu tersenyum.

Semua tersenyum. Kemudian Yesung bergeser ke Heechul dan menjabat tangan hyungnya itu.

”Maafkan aku atas kesalahanku selama ini hyung.” ucap Yesung.

”Sama-sama.” ucap Heechul.

”Maafkan aku karena sudah menyuruhmu melakukan suatu hal yang membuat kau dikejar-kejar orang yang tidak jelas.” ucap Yesung.

”Tidak apa-apa itu biasa. Maafkan aku juga ya karena sudah mengaku-ngaku menjadi pacarmu sebagai Heesica kepada orang yang kau cintai itu.” ucap Heechul lalu tertawa.

Yesung hanya nyengir lalu ia berdiri di samping Heechul.

”Hyung maafkan aku yang sering tidak menurut perkataanmu.” ucap Shindong sembari menjabat tangan Leeteuk.

”Maafkan aku juga.” Ucap Leeteuk.

Shindong bergeser ke Heechul. Ia menjabat tangan Heechul.

”Hyung maafkan aku. Aku sering menggunakan barang-barangmu tanpa sepengetahuanmu.” ucap Shindong.

”Tidak apa-apa. Maafkan aku juga yang suka menjailimu.” sahut Heechul.

Shindong bergeser ke Yesung. Ia menjabat tangan Yesung.

”Hyung maafkan aku. Karena aku sering membuatmu kesal.” ucap Shindong.

”Tidak apa-apa. Maafkan aku juga karena sering mencampuri makananmu dengan sambal yang banyak.” cletuk Yesung.

Semua tertawa.

Shindong berdiri di sebelah Yesung. Sekarang giliran Sungmin. Ia menjabat tangan Leeteuk dengan kedua tangannya.

”Hyung maafkan aku selama ini ya.” ucap Sungmin kepada Leeteuk.

”Ya sama-sama. Maafkan aku juga atas peristiwa tadi pagi.” ucap Leeteuk.

Sungmin tersenyum lalu memeluk Leeteuk dan berkata,

”Aku sangat senang memiliki hyung sepertimu.”

Lalu Sungmin bergeser ke Heechul. Ia menjabat tangan Heechul dengan kedua tangannya.

”Hyung, maafkan aku.”

Heechul mengangguk.

”Maafkan aku karena aku jauh lebih imut darimu.” ucap Sungmin.

Heechul mendesah.

”Ya ya ya aku maafkan segala kesalahanmu itu dan maafkan segala kesalahanku. Dan tidak apa-apa jika kau lebih imut dariku. Yang penting aku jauh lebih tampan darimu dan bahkan aku lebih cantik.” ucap Heechul.

Semua orang tertawa.

Sungmin bergeser ke Yesung. Ia menjabat tangan Yesung dengan kedua tangannya. Yesungpun ikutan menjabat tangan dengan dua tangan.

”Hyung maafkan aku selama ini ya.” ucap Sungmin.

”Sama-sama.” ucap Yesung tersenyum.

Lagi-lagi Sungmin memeluk. Ia memeluk Yesung.

”Hyung jujur aku terharu jika kau menyanyikan lagu It Has To Be You.” ucap Sungmin lalu melepaskan pelukannya.

”Aku juga terharu ketika kau di bodohi dan kau tidak sadar. Aegyo Sungmin.” sahut Yesung.

Semua tertawa.

”Shindong, maafkan aku selama ini ya.” ucap Sungmin sambil menjabat tangan Shindong.

”Maafkan aku juga yang sering mengambil makananmu dan membodohimu beberapa kali.” ucap Shindong menggenggam erat tangan Sungmin lalu ia melepaskannya.

Sungmin mengangguk. Ia berdiri di samping Shindong.

”Aku tidak mendapatkan pelukan?” Cletuk Shindong.

Semua tertawa.

Eunhyuk maju. Ia berlutut di depan Leeteuk dan menggenggam ke dua tangan Leeteuk.

”Hyung, maafkan aku ya karena sering meremehkanmu.” Ucap Eunhyuk.

”Maafkan aku juga karena sering memperlakukanmu sebagai anak monyet.” ucap Leeteuk menepuk-nepung punggung Eunhyuk lalu tersenyum.

”Hehehe, hyung menjadi eomma monyet.” cletuk Eunhyuk mendongak ke atas.

Semua tertawa.

Eunhyuk bergeser ke Heechul. Ia menggenggam tangan Heechul.

”Hyung maafkan aku ya.”Ucap Eunhyuk.

”Ya sama-sama.” ucap Heechul.

”Hyung~”’ Ujar Eunhyuk menatap lurus ke depan.

”Ne waeyo?” sahut Heechul.

”Tanganmu lembut seperti tangan para gadis.” cletuk Eunhyuk.

Semua orang tertawa.

Eunhyuk bergeser ke Yesung. Ia menggenggam tangan Yesung.

”Mianhae hyung. Gara-gara kau meminta bantuanku kau malah mendapatkan masalah.” ucap Eunhyuk.

”Maafkan aku juga. Tidak masalah jangan di bahas lagi.” ucap Yesung.

Lalu Eunhyuk bergeser ke Shindong. Ia bangkit dan menjabat tangan Shindong.

”Mianhae.” ucap Eunhyuk.

”Ne, mianhae. Jangan lupa rencana kita sore nanti.” ucap Shindong.

Eunhyuk mengangguk lalu bergeser ke Sungmin. Dan menjabat tangan Sungmin.

”Mianhae Sungmin.” ucap Eunhyuk.

”Ne. Maafkan aku juga karena sering merebut gulingmu dan menendang-nendangmu saat tidur.” ucap Sungmin.

”Jadi selama ini yang menendangku kamu?” sahut Eunhyuk.

Sungmin mengangguk.

”Ku kira gulingku.” cletuk Eunhyuk.

Semua orang tertawa.

”Ya Sungmin aku juga minta maaf karena membuang hadiah pemberian fans untukmu. Maafkan aku ya.” ucap Eunhyuk.

”Selama benda itu tidak berwarnah pink tidak masalah.” sahut Sungmin.

”Ehm semuanya berwarna pink.” sahut Eunhyuk.

Sungmin tertunduk lalu mewek. Eunhyuk memeluknya.

”Sudahlah nanti aku belikan benda berwarna pink yang lebih bagus dari itu.” hibur Eunhyuk.

Semua orang tersenyum.

Siwon maju. Ia memandang Leeteuk.

”Seperti yang di perintahkan Allah SWT kita…”

”Stop Siwon aku tidak mau mendengarkanmu berceramah lagi.” potong Heechul.

Siwon berdeham.

”Baiklah.” cletuknya.

”Maafkan atas kesalahanku serta dosaku yang disengaja atupun tidak sengaja hyung.” ucap Siwon sembari menjabat tangan Leeteuk dan membungkuk.

”Sama-sama.” sahut Leeteuk.

Siwon bergeser ke Heechul. Ia berdeham lagi.

”Aku memaafkan segala kesalahanmu. Maafkan aku juga. Sudah cepat menyingkir.” cletuk Heechul menjabat tangan Siwon.

Siwon tersenyum.

”Baiklah hyung. Nanti aku teruskan berceremah kepadamu.” ucap Siwon.

Heechul nyengir.

Siwon bergeser ke Yesung.

”Minal Aidin Wal Faidzin hyung.” ucap Siwon menjabat tangan Yesung dan membunkuk.

”Maafkan aku juga yang selalu menjailimu dan mencari-cari segala kekuranganmu hingga kau frustasi tinggal di sini.” ucap Yesung.

Siwon tersenyum. Ia bergeser ke Shindong dan menjabat tangan Shindong.

”Minal Aidin Wal Faidzin” ucap Siwon.

Shindong mengangguk.

”Sama-sama. Maafkan aku yang selalu menimbulkan masalah dan merugikanmu.” ucap Shindong.

Siwon bergeser ke Sungmin dan menjabat tangan Sungmin.

”Minal Aidin Wal Faidzin” ucap Siwon.

Sungmin memeluk Siwon.

”Sama-sama. Aku bangga denganmu.” ucap Sungmin melepaskan pelukannya.

Siwon bergeser ke Eunhyuk. Dan menjabat tangan Eunhyuk.

”Minal Aidin Wal Faidzin.” ucap Siwon.

”Mohon maaf lahir dan batin.” sambung Eunhyuk.

Lalu Siwon berdiri di samping Eunhyuk.

Giliran Donghae melangkah ke hadapan Leeteuk.

Ia memeluk Leeteuk.

”Maafkan aku hyung.” ucap Donghae terisak.

Leeteuk menepuk-nepuk punggung Donghae.

”Ya, maafkan aku juga.” ucap Leeteuk.

Donghae beralih ke Heechul. Ia memeluknya.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Donghae.

”Ya sama-sama. Jangan menangis lagi eomma tidak bisa melihatmu menangis.” ucap Heechul dengan suara perempuannya.

Donghae melepaskan pelukannya ia tersenyum. Kemudian beralih ke Yesung. Ia memeluknya juga.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Donghae.

”Sama-sama. Jika ada apa-apa bicaralah denganku jangan menangis.” ucap Yesung.

Donghae tersenyum lagi lalu ia memeluk Shindong.

”Maafkan aku hyung.” ucap Donghae.

”Jangan panggil aku hyung, aku tidak setua itu.” cletuk Shindong.

”Ya, maafkan aku ya Shindong.” ucap Donghae.

”Seharusnya yang minta maaf adalah aku karena aku sering menyuruhmu untuk mentraktirku.” ucap Shindong.

Donghae melepaskan pelukannya dan tersenyum.

Sungmin memeluk Donghae.

”Aku memafkanmu Hae. Kenapa kau begitu sabar. Jika kau tidak suka pemberianku yang berwarna pink kau katakan saja ya.” sahut Sungmin.

”Ya. Aku akan berkata jujur soal itu. Lebih baik kau pindah kamar. Aku tidak suka suasana kamar penuh dengan warna pink.” ucap Donghae melepaskan pelukannya.

”Ehm… Baiklah terserah kau saja. Yang penting kau senang.” ucap Sungmin.

”Terima kasih.” ucap Donghae.

Ia beralih ke Eunhyuk. Eunyuk memeluk Donghae terlebih dahulu.

”Maafkan aku ya Hyuk.” ucap Donghae.

”Ya, maafkan aku juga Hae karena memperlakukanmu seperti milikku sendiri.” ucap Eunhyuk.

”Tidak apa-apa Hyuk. Aku senang kau memperlakukanku seperti itu.” ucap Donghae.

”Ah Donghae, kaulah satu-satunya di hatiku.”Ucap Eunhyuk.

”Hei stop!!! Kalian seperti orang yang tidak normal. Kau tahu agama mengatakan….”

”Stop!!! Hentikan perkataanmu Siwon. Aku sudah muak kau berceramah. Hyuk Hae, lepaskan pelukan kalian dan berhentilah bersikap seperti pasangan ke kasih.” cletuk Heechul memotong ucapan Siwon lagi.

Hyuk dan Hae melepaskan pelukan mereka.

Donghae beralih ke Siwon. Ia memeluknya.

”Maafkan aku ya.” ucap Donghae.

”Sama-sama saudaraku.” ucap Siwon.

Donghaepun berdiri di samping Siwon.

Saatnya untuk Ryeowook.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Ryeowook menjabat tangan Leeteuk.

”Maafkan aku juga sering merepotkanmu.”

Ryeowook beralih ke Heechul. Dan menjabat tangan Heechul.

”Maafkan aku ya hyung.”

”Maafkan aku juga yang sering menyuruhmu membuatkan makanan untuk kucingku.” ucap Heechul.

Beralih ke Yesung.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Ryeowook menjabat tangan Yesung.

”Sama-sama.” ucap Yesung tersenyum.

Beralih ke Shindong.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Ryeowook menjabat tangan Shindong.

”Seharusnya aku yang meminta maaf kepadamu karena sering menghabiskan masakanmu hingga kau memasak lagi. Maafkan aku karena terlalu sering merepotkanmu.” ucap Shindong.

Beralih ke Sungmin.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Ryeowook menjabat tangan Sungmin.

”Sama-sama.” ucap Sungmin.

Beralih ke Eunhyuk.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Ryeowook menjabat tangan Eunhyuk.

”Sama-sama. Jika ada apa-apa laporlah kepadaku aku siap membantu. Tak perlu sungkan-sungkan.” ucap Eunhyuk.

Ryeowook tersenyum. Ia beralih ke Siwon.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Ryeowook menjabat tangan Siwon.

”Sama-sama. Jika ada masalah kau katakan saja padaku jangan ke Hyuk. Dia tidak dapat dipercaya. Aku lebih siap membantu.” ucap Siwon lalu tertawa.

Semua orang tertawa kecuali Eunhyuk.

Ryeowook beralih ke Donghae.

”Maafkan aku ya hyung.” ucap Ryeowook menjabat tangan Donghae.

”Sama-sama Wookie.” ucap Donghae.

Ryeowook berdiri di samping Donghae.

Semua orang menatap ke Kyuhyun yang masih berdiri di tempat tak berkutik. Oh rupanya dia sibuk bermain PSP.

”Kyu~ giliranmu.” ucap Leeteuk.

”Mwo? Oh~ giliranku ya? OK.” sahut Kyuhyun lalu menyimpan PSPnya.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Leeteuk.

”Ya sama-sama.” Ucap Leeteuk.

Kyuhyun bergeser ke Heechul.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Heechul.

”Ya anak nakal. Maafkan aku juga ya.” ucap Heechul dengan nada perempuan.

”Ralat noonaku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun.

”Kau ini.” sahut Heechul.

Semua orang tertawa.

Kyuhyun bergeser ke Yesung.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Yesung.

”Sama-sama adikku tersayang.” ucap Yesung tersenyum.

Kyuhyun bergeser ke Shindong.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Shindong.

”Devilkyu, terlalu banyak dosamu padaku. Dan aku akan memaafkanmu asalkan kau memaafkanku.” ucap Shindong.

Semua orang tertawa.

Kyuhyun bergeser ke Sungmin.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Sungmin.

Sungmin tersenyum.

”Sama-sama.” ucap Sungmin.

Kyuhyun bergeser ke Eunhyuk.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Eunhyuk.

”Maafkan aku juga yang sering menghancurkan mainanmu. Aku tidak sengaja melakukannya.” ucap Eunhyuk.

”Oh… Tidak apa-apa. Aku juga sering memotretmu saat kau tidur dan menjualnya untuk membeli mainan baru.” Cletuk Kyuhyun.

Semua orang tertawa.

Kyuhyun bergeser ke Siwon.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Siwon.

”Sama-sama saudaraku. Semoga Allah SWT memaafkan segala kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu serta mengizinkanmu masuk ke dalam surganya.” ucap Siwon.

Kyuhyun tersenyum. Yang lain pada nyengir.

Kemudian Kyuhyun bergeser ke Donghae.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Donghae.

”Sama-sama Kyu.” ucap Donghae Tersenyum.

Kyuhyun bergeser ke Ryeowook.

”Hyungku tersayang maafkan aku ya.” ucap Kyuhyun menjabat tangan Ryeowook.

”Sama-sama Kyu.” ucap Ryeowook tersenyum.

”Sudah semuakan?” tanya Leeteuk.

”Ne.” ucap semua orang.

”Nah Wookie kau masak apa?” tanya Leeteuk lagi.

”Aku bingung nyung, mau masak opor atau soto.” ujar Ryeowook.

”Opor saja. Lebaran identik dengan opor ayam. Pake’ lontong otau ketupat.” sahut Shindong.

”Kemarin bikin ketupatkan? Masih ada kan ketupatnya?” tanya Donghae.

”Ya aku akan masak opor. Ehm… Iya ketupatnya masih ada. Belum di makan sama sekali.” ujar Ryeowook.

”Baiklah kau masak dulu.” ucap Leeteuk.

”Ne hyung.” ucap Ryeowook.

”Hyung kita tidak mengirimkan sms ucapan?” cletuk Kyuhyun.

”Oh iya, biar aku saja yang mengirimkan atas nama kita semua.” ucap Leeteuk.

”Tidak usah hyung, biar aku saja.” sahut Kyuhyun.

Beberapa menit kemudian.

 

”Loh Kyu, kenapa kau bermain game? Kau sudah menyelesaikan tugasmu?” tanya Heechul yang memergoki Kyu bermain game di sudut ruangan.

”Sudah kok hyung. Cek saja HPku.” cletuk Kyu yang tidak berkutik dari layar game yang dimainkannya.

Heechul tidak percaya lalu melihat HP Kyu.

Banyak inbox masuk. Kira-kira hampir ratusan pesan. Ia melihat outbox dan ia percaya Kyu sudah melakukan pekerjaannya.

”Ya sudah kau bantu hyungmu yang ada di dapur atau di ruang tamu.” ucap Heechul.

Beberapa menit kemudian.

 

”Makanannya sudah siap. Ayo kita makan.” ucap Donghae di ruang tamu di mana bebrapa orang berkumpul di situ.

”Benar sudah siap?” tanya Shindong.

Donghae mengangguk.

Shindong lalu beranjak dan berlari menujuh dapur.

”Dasar Shindong.” cletuk Heechul.

Setelah makan.

 

”Ah kenyangnya~” cletuk Shindong.

”Ku harap kau tidak baung angin lagi.” ucap Heehcul.

Semua orang tertawa.

”Ayo kita berangkat.” ucap Leeteuk.

”Kemana?” tanya Sungmin.

”Berkunjung.” cleteuk Siwon.

”Berkunjung kemana?” tanya Sungmin lagi.

”Ke saudara kita.” Jawab Yesung.

”Saudara kita? Siapa?” tanya Sungmin lagi.

”Lihat saja nanti.” Cleteuk Eunhyuk.

Sungmin tetap saja bingung. Donghae menahan tawa. Sungmin seringkali bertanya kepadanya tapi Donghae hanya tersenyum.

 

 

Mereka tiba di tempat pertama.

”Wah tempat ini tidak seperti rumah tapi sepertinya aku pernah kemari.” Cletuk Sungmin.

”Ah terima kasih kalian sudah datang.” sahut seseorang.

”Kangin~” seru Heechul.

Kangin tersenyum. Ia menjabat tangan satu demi satu teman-temannya itu dan meminta maaf.

Lalu Siwon berbicara dengan Kangin. Tapi terdengar bukan berbicara melainkan Siwon sedang berceramah. Seetelah selesai. Ryeowook memberikan rantang kepada Kangin.

”Hyung, ini ada opor dan ketupat untukmu.” ujar Ryeowook.

Kangin menerimanya.

”Terima kasih.” ucap Kangin tersenyum.

”Hai semua~” seru sesorang.

Semua orang menoleh ke asal muasal suara.

”Kibum!!!” seru Heechul.

Dan di mulailah acara reunian mereka semua. Mereka saling berbincang-bincang dan tak terasa sudah 3 jam mereka berbincang-bincang sambil berdiri. Bayangkan saja berdiri selama 3 jam.

”Oh ya besok kami berkunjung ke saudara kita yang lain apakah kalian ikut?” tanya Leeteuk kepada Kangin dan Kibum.

”Aku tidak bisa. Aku tidak dapat izin keluar jauh-jauh. Aku hanya dapat izin menerima tami di sini.” ujar Kangin kecewa.

”Aku juga tidak bisa. Besok aku ada acara halal bihalal bersama orang-orang rumah produksi.” ucap Kibum.

”Baiklah jika begitu. Kami akan menyampaikan maaf kalian kepada mereka.” ucap Leeteuk.

”Terima kasih.” ucap Kangin dan Kibum bersamaan.

”Oh ya aku punya parsel untuk kalian semua. Untuk saudara kita yang ada di sana juga.” ucap Kibum lalu ia menyuruh orang mengeluarkan parsel dari van.

”Wah terima kasih ya Kibum.” ucap Yesung.

Keesokan harinya.

 

”Ayo berangkat!!!” seru Heechul lalu menggenakan kaca mata hitamnya.

”Hyung kau tahu hari ini hari apa? Kau tahu apa yang…”

Heehcul melepaskan kacamatanya.

”Iya-iya stop menceramahiku.” potong Heechul kepada Siwon.

Semua orang tertawa.

”Ayo kita ke bandara!” ucap Donghae.

Beberapa jam kemudian.

 

”Di mana kita?” tanya Shindong yang baru bangun.

”Kita hampir saja tiba.” ucap Donghae.

”Dimana kita ya Hae?” tanya Sungmin yang ikutan bingung.

Donghae mendesah.

”Setelah ini kita turun lalu masuk dan kita akan tahu di mana kita.” ucap Donghae.

”Kita akab menanyi jugakan?” cletuk Kyuhyun.

”Ya.” Jawab Leeteuk singkat.

”Menyanyi apa?” tanya Eunhyuk yang tiba-tiba bingung.

”Lagu dari album religi kita.” sahut Yesung.

”Oh~” ucap Eunhyuk mengerti.

”Aku tidak ingat.” sahut Sungmin masih bingung.

Semua orang tertawa melihat Sungmin.

”Mungkin keplah Sungmin hyung sakit saat di pesawat tadi sehingga belum connect untuk di ajak bicara.” cletuk Ryeowook.

”Otak Sungmin hyung masih ada di Seoul.” sahut Kyuhyun.

Semua orang tertawa.

”Kenapa kalian malah mentertawakanku?” cletuk Sungmin cemberut.

”Sudah-sudah sekarang kita turun saja. Kita sudah tiba.” cletuk Leeteuk.

Mereka semua tirun dari mini bus. Dan masuk ke dalam gedung.

”Hangeng suamiku!!! Zhomi dan Henry anakku!!!” seru Heechul lalu memeluk Hangeng.

Dan di mulailah reunian mereka. Sembari menyanyi lagu dari album regligi mereka Sorry Sorry.

###TAMAT###